Bubarlah HTI: Antara Gelisah Dan Sedih Silahkan Belajar Islam Nusantara

Oleh: Ubaidillah Achmad Dalam tulisan ini, penulis ingin menyampaikan filosofi kata bubar"lah" dari hasil pembacaan terkait tangg...

Oleh: Ubaidillah Achmad

Dalam tulisan ini, penulis ingin menyampaikan filosofi kata bubar"lah" dari hasil pembacaan terkait tanggapan masyarakat terhadap fenomena HTI. Katagori masyarakat dalam pengamatan ini ada dua, masyarakat pluralis, masyarakat yang terbuka dan masyarakat yang berpandangan toleran. Kedua, masyarakat yang mengedepankan pada kepentingan komunalitas HTI. Katagori pertama akan memilih kata bubarlah, dan katagori kedua akan merespon kata bubarlah dengan kata: walah. Kedua model masyarakat ini, penulis pahami secara acak dari lingkungan penulis setelah keluar perppu 2/2017.

Karena keterbatasan tema pembahasan, penulis tidak akan membahas katagori kedua yang lebih menggunakan kata bahasa jawa jalanan: walah. Fokus kajian penulis pada khazanah masyarakat pluralis yang memiliki dua persepsi ini, dapat dipahami dari kata Bubar"lah", bermakna: pertama, perintah kepada HTI supaya tidak berbaris lagi atau adanya perintah terhadap komunitas agar buyar dari lingkaran barisan. Persepsi yang pertama ini, dipahami dari teks berbahasa Indonesia. Sedangkan, makna yang kedua dapat dipahami dari perspektif bahasa jawa, yang bermakna mempersilahkan tanpa didahului perintah pembubaran.

Adanya kedua cakupan makna ini, telah menandai keberadaan HTI sebagai gerakan kelompok atas nama agama Islam. Sebagai sebuah tanda, HTI sudah memiliki visi dan misi gerakan. Hal ini dapat dukungan dari aktivis HTI yang secara terbuka telah berani berdakwah melalui upaya menata sistem khilafah dalam konteks kekuasaan di tengah masyarakat NKRI.

Khilafah HTI bukan khilafah dalam konteks sistem kekhalifahan Abu Bakar, Umar, Usman, Ali. Khilafah perspektif HTI menekankan sistem kekuasaan dan kepentingan sesaat. Sementara itu, khilafah era para sahabat berperan dan/atau menekankan gerakan mengawal keberlangsungan keutamaan hidup masyarakat dan mengawal kelangsungan risalah kenabian. Sistem khilafah HTI ini yang membedakan dengan pilihan umat Islam indonesia. Aktivis dan pendukung HTI yang muslim masih tetap muslim, hanya saja berbeda pilihan dalam memahami sistem pemerintahan dan memperebutkan sistem kekuasaan.

Sehubungan dengan visi dan misi HTI, yang sudah terbongkar oleh intelejen dan masyarakat luas ini, maka pemerintah menerbitkan Perppu 2/2017 tentang Perubahan UU 17/2013 tentang Ormas. Meskipun Perppu ini dibuat untuk payung penanganan terhadap ormas yang diduga anti pancasila, namun ada yang mensinyalir dapat juga digunakan untuk alasan anarkisme atas nama bahaya yang akan mengancam demokrasi dan HAM. Adanya beberapa kemungkinan inilah yang menjadi alasan beberapa lembaga bantuan hukum menolak Perppu 2/2017, yang menguatkan kemunculan pro dan kontra pandangan terhadap kemunculan Perppu 2/2107.

Yang menjadi persoalan, bagaimana jika perppu 2/2017 menjadi alasan rezim membangun otoritarianisme atas nama kebijakan negara? Tentu saja, rakyat boleh menggugatnya dengan data data yang menunjukkan sikap anarkisme ormas, sehingga jika tidak terbukti, pemerintah tidak ada alasan membubarkan. Sebaliknya, jika terbukti ada ormas melakukan makar, maka perlu segera ditindak dan dibubarkan. Misalnya, ada ormas yang melakukan gerakan intoleran di tengah kebhinnekaan bangsa Indonesia.

Dengan kata lain, karena Indonesia merupakan negara yang berkarakter dan memiliki budaya sendiri yang sudah membuat nyaman secara turun temurun, maka setiap warga negara yang ingin mempertahankan hak kebudayaan dan keyakinan, berhak untuk membela diri dan mengusir tamu asing atau menekankan kepada anggota rumah tangga yang merusak tatanan rumah yang sudah dibangun indah dan rapi. Dengan demikian, intoleran di tengah tengah rumah tangga tidak akan mengganggu ketenangan dan kelangsungan hidup warga negara yang diibaratkan sebagai sesama anggota rumah tangga.

Jadi, Indonesia ibarat rumah, memiliki karakter keramahan yang masih bisa dipertahankan oleh mayoritas penghuni rumah. Ibarat rumah yang menganut negara demokrasi, memiliki konsekuensi mengikuti tata aturan kehendak mayoritas penghuninya secara demokratis tanpa harus melakukan tindakan yang tidak manusiawi.

Dengan demikian, selaku kepala rumah tangga, pemimpin pemerintahan berhak membendung radikalisme berbasis agama dan ekstrimisme dengan kekerasan. Langkah ini sekaligus untuk membendung pengaruh kehancuran sistem pemerintahan di Indonesia supaya tidak seperti peristiwa Timur Tengah dan Afrika, yang disebabkan oleh konflik komunal dan kekerasan atas nama agama.

HTI: Antara Gelisah Dan Sedih

Istilah sub ini, penulis rasakan andai saya seorang HTI, setelah muncul perppu 2/2017. Kegelisahan dan kesedihan ini terlihat, karena ketidakpuasan aktivis HTI yang terang terangan akan mengadukan Ansor ke Komnas HAM. Penulis sendiri tidak bisa spekulasi bagaimana keberpihakan lembaga negara terhadap Ansor yang dengan gigih berjuang membela hak kemerdekaan budaya dan nilai luhur bangsa Indonesia dan kegigihan Ansor  ingin mempertahankan Pancasila. Pancasila bagi Ansor NU, bukan saja sebagai ideologi bangsa, namun juga sudah menjadi wasiat pala Ulama NU, agar dijaga dan di pertahankan sebagai dasar negara.

Mengapa secara psikologis HTI dapat dipahami telah mengalami kegelisahan? Hal ini disebabkan pada pilihannya menjadikan agama Islam rahmatan lil'alamiin dipaksakan untuk hanya rahmat bagi kelompok HTI saja. Yang lebih menyedihkan lagi, memaksakan keyakinannya terhadap agama Islam, agar sesuai dengan rumusan khilafah perspektif sistem kekuasaan. Tentu saja, upaya HTI ini membelokkan cakupan makna antropologis khilafah pada zaman sahabat.

Kehendak kuasa HTI ini dimulai dari sebuah interpretasi terhadap teks yang menegaskan, perlunya menegakkan hukum Allah dalam sistem kekuasaan negara Islam. Hal ini dianggap sesuai dengan doa para pengkhotbah jum'at yang selalu berdoa, supaya Allah memudahkan cita cita umat Islam yang ingin memberlakukan hukum Allah dan Hukum utusan Allah (tajri ahkamuka wa ahkamu rasulika). Teks yang dipahami para ajtivis HTI ini didukung pesan politis yang pernah berkembang di lingkungan masyarakat, berbunyi jika hukum ingin berjalan di Indonesia, maka umat Islam dapat memperbanyak kader muslim yang mampu masuk di Senayan.

Sehubungan dengan diskursus di atas, perlu kajian secara jernih, sebab jika tidak jernih akan menjadi problem keberagamaan individu dan beberapa kecil kelompok umat Islam yang menyakininya. Selain itu, juga akan berdampak pada konflik kemanusiaan dan antar anak bangsa. Sebagai contoh, fenomena HTI merupakan bentuk real adanya nafsu kehendak kuasa atas nama Islam yang justru mempersulit HTI sendiri dan problem kemanusiaan bagi yang lain.

Adanya kehendak HTI ini bermula dari pilihan memposisikan Islam bukan sebagai agama yang mengajarkan nilai keutamaan, namun Islam dipahami sebagai sumber kehendak kuasa. Artinya, dengan memahami Islam perspektif HTI, maka akan mumcul Islam sebagai paradigma untuk membangun kekuasaan dan harus memperebutkan kekuasaan. Karena kehendak diri ingin memperebutkan sistem kekuasaan, maka disadari atau tidak disadari oleh para aktivis HTI, telah mempersulit diri bagaimana mengenalkan Islam yang ramah terhadap lingkungan hidup dan Islam yang mengenalkan pada nilai keutamaan dan akhlakul karimah. Fenomena ini menunjukkan sudah saatnya Islam politis seperti HTI yang selalu mengisi konflik manusia untuk segera berakhir.

Fenomena gelisah dan sedih HTI ini pula, yang akhirnya membuat anggota HTI mencari cari alasan hingga seakar akar alasan yang dapat digunakan untuk menumbuhsuburkan pohon HTI dan bagaimana supaya pohon HTI tidak tumbang. Akar alasan yang mengada ada tentang ajaran Islam khilafah ini, telah menjadi dasar yang memaksa para anggota HTI untuk menanamnya pada semua tempat dan lingkungan yang sudah tidak sesuai dengan biji pohon HTI. Adanya upaya mencari cari akar alasan yang cenderung mengada ada, seperti paham bahwa Islam itu khilafah, adalah bentuk upaya yang selama ini dikenal sebagai upaya radikal, kemudian berkembang menjadi gerakan radikal.

Penulis tidak tahu, apakah aktivis HTI memahami, bahwa gerakan kehendak kuasa atas nama islam ini pasti akan mencoreng wajah Islam itu sendiri. Karena secara real, gerakan ini telah menggunakan atribut dan bendera Islam untuk kehendak kuasa dan melakukan tindakan yang mengganggu kenyamanan hidup. Karena tindakan ini, maka publik kemudian melabelinya dengan Islam radikal. Mereka ini telah merugikan bukan saja pelaku tapi umat Islam secara umum.

Sehubungan dengan bermacam macam variasi Islam di Indonesia, maka umat Islam perlu belajar dari pribumisasi Islam Para Walisongo dan Syekh A Al Mutamakkin Kajen (Kiai Cebolek Kajen Pati). Model pribumisasi Islam ini, telah berkembang bersama sama dengan kebangkitan Ulama (NU) menjadi Islam Nusantara. Dalam sejarah nusantara, kemunculan Islam Radikal ini berulang ulang mengisi sejarah bangsa Indonesia. Misalnya, pada masa pemerintahan Sultan Trenggono Demak, yang pernah berhadapan langsung menumpas kelompok Islam yang radikal. Contoh yang lain, DI/TII, ormas FPI dan HTI yang dikesankan masyarakat mengusung ideologi garis keras (hard liner). Refleksi Islam garis keras pernah menggerakkan demonstrasi kecil kecilan berjilid: 411, 212, 112, namun justru berbuah kesedihan dan naas gerakan.

Dalam kondisi apapun, gerakan Islam garis kearas tidak akan pernah mendapatkan dukungan dari mayoritas umt Islam (silent majority). Hal ini terlihat dari adanya ormas besar yang tidak mendukung gerakan itu. Gerakan Islam garis keras terlihat telah memperjuangkan pemahaman yang sempit dalam bingkai ideologis dan platform politik. Karenanya, gerakan ini dapat dipahami telah mengalami tekanan psikis yang berat, sebab mengalami hidup secara agamis, namun didukung sebuah pandangan yang sempit.

Silahkan Belajar Islam Nusantara

Kini, aktivis HTI bisa kembali kepangkuan Islam Nusantara. Islam nusantara andalah sintesis antara gerakan kanan dan kiri, yang berupaya mencari jalan tengah di tengah lingkungan masyarakat. Islam Nusantara, adalah Islam yang ingin mengembalikan prinsip ajaran akhlakul karimah atau etika dan mengutamakan harmoni hidup di tengah kultur masyarakat lokal.

Dengan pengalaman aktivis HTI yang beragama Islam secara imajinatif, dapat lebih merealisasikan Islam secara nyata, bertujuan membebaskan dan mencerahkan masyarakat. Jika aktivis HTI masih kesulitan mensintesiskan pemahaman keberagamaan dengan keragaman masyarakat, bisa belajar dengan Islam Nusantara atau dengan warga NU. Tentu saja, jika masih malu belajar dengan para Ulama NU, bisa belajar dengan masyarakat NU yang terlihat awam namun matang dalam memahami relasi Islam dan budaya lokal.

Dalam perkembangan masyarakat lokal, keberagaman atau ke-Bhinnekaan merupakan wujud fakta sosial yang mengisi sejarah lokal bangsa Indonesia. Hal yang sama juga akan dialami semua bangsa di dunia, yaitu adanya budaya setempat yang menyejarah yang sulit dihilangkan dengan istilah bid'ah dan tuduhan kemusyrikan dan lainnya. Misalnya, dalam kinteks Indonesia ada keragaman atau kebhinnekaan.

Islam merupakan agama para Nabi yang menghormati kebenaran dan keutamaan hidup, mengajarkan perdamaian dan kasih sayang antar sesama, menghormati tetangga, menyayangi makhluk lainnya di dunia ini. Adapun tentang kemuliaan seseorang di antara umat manusia, dialah yang mau mengikuti perintah Allah dan menjauhi larangannya. Tugas manusia di antara sesama umat manusia untuk saling mengenal dan menghargai budaya masing masing (QS. Al Hujarat: 13).

Dengan dasar pemahaman Islam Nusantara di atas, para aktivis HTI bisa bertaubat memahami Indonesia yang memiliki beragam agama, suku, kepercayaan dan budaya. Keragaman bangsa Indonesia ini sudah dibangun atas dasar ideologi para leluhur, yaitu pancasila. Karenanya, paham Khilafah ditolak di Indonesia, karena akan menimbulkan kontradiksi terhadap keberadaan agama Islam nusantara yang berpegang pada prinsip Islam Rahmatan L’il Alamin. Dalam konteks keragaman, Islam nusantara selalu menyerukan arti penting moral untuk menjaga kedamaian dan persatuan. Hal ini juga sudah menjadi ajaran Universal semua agama.

Jadi, wahai para aktivis HTI belajarlah tentang Islam Nusantara, yaitu Islam yang secara sosial mengajarkan mengenal lebih dalam keyakinan agama Islam dan kearifan lokal. Bukankah, para pengikut Islam nusantara telah terbukti berhasil secara jernih memahami keberadaan agama Islam, kearifan lokal, dan agama yang lain.

Ubaidillah Achmad, Dosen UIN Walisongo, penulis Suluk Kiai Cebolek dan Islam Geger Kendeng, Khadim As Syuffah Sidorejo Pamotan Rembang.

COMMENTS

Nama

.,1,#AyoMondok,12,#BelajarIslam,8,#CintaNKRI,2,#DanaHaji,1,#HariSantri,19,#HariSantri #HariSantri2017,1,#HariSantri2017,1,#HarlahNU,4,#HarlahNU91,2,#HaulKiaiHasanGenggong,2,#IslamIndonesia,1,#IslamNUsantara,4,#KajianRamadhan,1,#SavePalestine,3,#SaveRohingya,3,1 Muharram,3,1 Syawal,1,2016,1,A. Zakky Zulhazmi,1,Abdlul Halim Hasan,1,Abdul Mun'im DZ,1,Abu Bakar Hasan Assegaf,1,Adab Rasulullah,1,Advetorial,2,Afif Sunakim,1,Agama,1,Agama Cinta,1,Agenda,25,Agenda NU,1,Agnez Mo,1,Agus Zainal Arifin,3,Ahlusunnah wal Jama'ah,31,Ahmad Baso,1,Ahmad Mujib Rahmat,1,Ahmet Davutoglu,1,Ahsunnah,1,AJaran Islam,1,Akhir Zaman,1,Akhlakul Karimah,1,Al-Nimr,1,Al-Qaeda,1,Al-Qur'an,4,Al-Qur'an Raksasa,1,Al-Zastrow Ngatawi,1,Alamsyah M. Dja’far,3,Ali bin Abi Thalib,2,Ali Zawawi,1,Alissa Wahid,1,Allah,1,Almanak,1,Alumni Madrasah,1,Amalan,16,Amalan di Bulan Ramadhan,2,Amalan NU,4,Amalan Rasulullah,1,Amaliah,19,Aman Abdurrahman,1,Amirul Ulum,2,Anas Saidi,1,Angka Istimewa dalam Islam,1,Angka Tiga,1,Angker,1,Ansor,3,Ansor Garut,1,Ansor Malang,1,Ansor Surabaya,1,Anti Korupsi,4,Anti Narkoba,1,Anti Radikalisme,3,Anti Terorisme,2,Anti Wahabi,1,Aplikasi Batik,1,Aqidah,2,Arab,1,Arab People,1,Arab Saudi,2,Arief Mundatsir Mandan,1,Arifin Junaidi,1,Arrahmah Channel,5,Arrahmah Featured,11,Arrahmah.com,1,Articles,2,Artikel,26,Asian Youth Robot Olimpiade,1,Asosiasi Pesantren NU,1,Aswaja,24,Asy'ariyah,1,Australia,1,Avicenna Roghid Putra,1,Ayat-ayat Toleransi,1,Ayman Adz Dzawahiri,1,Ayo Mondok,1,AYRO,1,Bahtsul Masail,1,Bangsa Indonesia,1,Banser,14,Banten,1,Batik,1,Batik Indonesia,1,Battle,1,Battle of Uhud,1,Beasiswa,12,Beasiswa Kemenag,3,Beasiswa Madrasah,1,Beasiswa Santri,1,Beasiswa Santri 2016,1,Beasiswa Santri Berprestasi,2,Beasiswa Santri Berprestasi 2016,1,Bekasi,1,Belajar Islam,26,Berita,148,Berita Duka,5,Berita Islam,3,Bid'ah,2,Bid'ah para Sahabat,1,Bima Arya,1,Biseksual,1,Bisnis Haram,1,BNN,1,BNN di Jepara,1,BNPT,2,Bodo Kupat,1,Bogor,1,Bom Kuningan,1,Bom Sarinah,2,Bom Thamrin,2,BPOM,1,Brain,1,Budaya,1,Buku,6,Bulan Rajab,1,Buletin Jumat,5,Burdah,1,Cak Masykur,25,Cak Nun,1,Cak Nur,1,Cangkir9,2,Cep Herry Syarifuddin,1,Cerpen,2,Channel Arrahmah,37,Charlie Hebdo,1,Cheng Ho,1,Choirul Anam,1,Cinta,1,Cinta Bangsa,1,Cinta Tanah Air,1,Counter Radicalism,6,Cybercrime,2,Dajjal,1,Dakwah Islam,4,dan Transgender,1,Darurat Narkoba,3,Dea Anugerah,1,Deklarasi Nahdlatul Ulama,1,Deklarasi Serpong,1,Densus 88,2,Digital Media,2,Direktorat Pendidikan Madrasah,1,Dit PD Pontren Kemenag,1,DKI Jakarta,1,Doa,31,Doa Akhir Tahun,1,Doa Anak Sholeh,1,Doa Awal Tahun,1,Doa Berbuka,1,Doa dan Tirakat,1,Doa Gus Mus,1,Doa Harian,1,Doa Nabi,1,Doa Pernikahan,2,Doa Setelah Shalat,1,Doa Wudhu,1,Dosen UIN Walisongo,1,Download,1,Dr. Amin Haedari,1,DR. KH. M. A. SAHAL MAHFUDH,1,Dr. Nadirsyah Hosen,10,Dubes,1,Dzikir dan Doa,2,Dzikir Setelah Shalat,1,Editor's Choice,10,Effendi Choirie,1,Ekologi,3,Ekonomi,3,Eksekusi Mati Al-Nimr,1,English Edition,1,Esensi Syariah,1,Fadhila Haifa’ Afifah,1,Fadilah,1,Falak,1,Fardhu Wudhu,1,Fatayat NU,2,Fathoni Muhammad,1,Fatwa MUI,1,FDS,11,featured,133,Featured Arrahmah,44,Fikih,2,Fikih dan Muamalah,3,Fikih Ibadah,10,Fiqh,8,Fiqh Ibadah,1,Fiqh Qurban,6,Fiqh Shalat,3,Fiqih Lingkungan,2,Firqaf,1,Firqah,1,Firqoh,1,Fokus Khusus,1,FSN,2,Fulldayschool,4,Fundamentalis akan Habis,1,Gafatar,1,Galeri,4,Gay,1,Geluntung Agel Wafi,1,Gerakan Nasional AyoMondok,1,Gerhana,1,Gerhana Bulan,1,Gerhana Matahari,3,Gerhana Matahari Total,1,GIYE,1,Good Muslim,13,GP Ansor,8,Grand Syaikh Al-Azhar,1,Grants,1,Griya Gus Dur,1,GTK Madrasah,2,Guru Inspiratif,2,Guru Madrasah,2,Guru MAN,1,Guru Mughni,1,Guru PAI,1,Gus Ahmad Muwaffiq,1,Gus Aqib,1,Gus Dur,23,Gus Miek,1,Gus Mus,9,Gus Muwafiq,1,Gus Rizal Mumaziq,1,Gus Sholah,1,Gus Ubaidillah Achmad,1,Gus Yaqut,1,GusDur.net,1,Gusdurian,2,Habib Abu Bakar,1,Habib Lutfi,1,Habib Luthfi bin Yahya,1,Habib Novel,10,Habib Novel Alaydrus,7,Habib Salim Bin Jindan,1,Habib Sholeh Al-Hamid Tanggul,1,Habib Syech,1,Habib Umar bin Hafidz,3,Hadist,1,Hadist Jibril,1,Hadits,1,Hadits 72 Bidadari,1,Hadits Diskriminatif,1,Hafidzoh,1,Haji,7,Haji 2015,1,Haji 2017,1,Haji 2018,1,Hajj,1,Halal bi Halal,3,Halaqah,1,Hamid Ahmad Masduki Baidlawi,1,Har Santri,1,Hari Arafah,2,Hari Batik Nasional,1,Hari Natal,1,Hari Pahlawan,2,Hari Santri,32,Harlah,2,Harlah NU,3,Hasan al-Bashri,1,Haul,4,Haul Gus Dur,9,Haul Kiai Sholeh Darat,2,Haul Sunan Ampel,1,Haul Sunan Bonang,1,Haul Syekh Nawawi Al-Bantani,1,Headlines,20,Hikam Zain,15,Hikmah,83,Hikmah Islam,45,Hipsi,3,Hisab,1,Hizb,1,Hizbut Tahrir,2,Hizbut Tahrir Indonesia,2,Hoax,2,Hong Kong,1,HTI,2,HTIBubar,6,Hubbul Wathan minal Iman,1,Hukum Islam mengenai LGBT,1,Hukum Melangkahi Kuburan,1,Hukum Membunuh,1,Hukum Membunuh dalam Islam,1,Hukum Ucapan Natal,1,Humor,3,HUT TNI,1,Hymne,1,I-Banking,1,Ibadah,4,Ibn Muljam,1,Ibn Yaqzan,1,Ibu Nabi Muhammad,1,Ibunda Nabi Muhammad,1,IDC,1,Ideologi,1,Idhul Adha,1,Idul Adha,14,Idul Fitri,7,IIEE,1,IISRO,1,Ijazah,6,Ijtihad,1,Ikhbar,42,Ilmu Kalam,1,Image,1,Imam al-Syafi’i,1,Imam Ghazali,1,Imam Malik,1,Imam Muslim,1,Imam Nawawi,1,Imlek,1,INC,2,Indonesia Darurat Narkoba,1,Info Haji,2,Inspirasi,11,Inspirasi Pesantren,2,Interfaith,3,Internasional,98,International,3,International Islamic School Robot Olympiad,1,International Peace Day,1,Internet Banking,1,IPNU,1,IPPNU,1,Iqbal Khalidi,3,Iqbal Kholidi,1,Iran,1,ISIS,11,Islah Gusmian,1,Islam,16,Islam dan Perdamaian,1,Islam Di China,3,Islam di Papua,1,Islam Indonesia,3,Islam Nusantara,28,Islam Nusantara Center,1,Islam Papua,1,Islam Radikal,1,Islamic Event,1,Islamic State,1,Isra' Mi'raj,1,Istighosah Kubro,1,Istikharah,1,Ito Surmardi,1,JAD,1,Jakarta,4,Jamiyatun Nasihin,1,Jasad Utuh,1,Jawa Barat,3,Jawa Tengah,7,Jawa Timur,4,Jazirah Arab,1,JIhad,3,Jihad fi Sabilillah,1,Jokowi,5,Jonru,1,Jurnalistik,1,K.H. Ahmad Umar Abdul Manan,1,Kabar Duka,1,Kabar Pesantren,5,Kabar Pesantrens,1,Kajian Islam,18,Kajian Ramadhan,1,Kalam Ulama,4,Kalender,2,Kalender Islam,2,Kalimah Syahadat,1,Kalis Mardiasih,1,Kampung Damai,1,Kampus,1,Kekerasan,1,Kemenag,3,Kementerian Agama,1,Kementerian Agama RI,3,Keraton Sumenep,1,Kesehatan,4,Ketua PBNU,1,Ketum PBNU,1,Ketupat,1,Keutamaan Bulan Rajab,1,Keutamaan Shalat Tarawih,16,Keutamaan Shalawat Nabi,2,Keutamaan Tarawih,1,KH A Ghazalie Masroeri,1,KH Abdurrahman Wahid,5,KH MA Sahal Mahfudh,2,KH Maemon Zubair,1,KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh,1,KH Sahal Mahfudh,3,KH Said Aqil Siraj,1,KH Wahab Hasbullah,1,KH. Abdul Aziz Manshuri,1,KH. Abdul Ghoffar Rozien,1,KH. Abdul Karim,1,KH. Abdul Muhaimin,1,KH. Abdurrahman Wahid,1,KH. Ali M. Abdillah,1,KH. Bisri Mustofa,1,KH. Cep Herry Syarifuddin,3,KH. Hasyim Asy'ari,1,KH. Hasyim Asyari,3,KH. Husein Muhammad,2,KH. Iftah Sidiq,1,KH. Lukman Harits Dimyati,1,KH. Ma'ruf Amin,2,KH. Maimoen Zubair,11,KH. Marzuqi Dahlan,1,KH. Masdar F. Mas'udi,2,KH. Mustofa Bisri,2,KH. Said Aqil Siraj,5,KH. Sholeh Darat,8,KH. Thobary Syadzily,1,KH. Tubagus Muhammad Falak,1,KH. Yahya Cholil Staquf,3,KH. Zainal Mustafa,2,KH. Zakky Mubarok,2,KH.Shalih Darat,1,Khanza Iliyina Syafa,1,Khawarij,1,Khazanah,3,Khazanah Isam,7,Khazanah Islam,379,Khilafah Islamiyah,5,Khofifah Indar Parawansa,1,Khoirul Anam,2,Khulafaur Rasyidin,1,Khutbah,4,Khutbah Idul Fitri,2,Khutbah Jumat,1,Kiai Abdul Hamid,1,Kiai Hasan Genggong,1,Kiat Menulis,1,Kiddle,1,Kilas,1,Kirab Santri,1,Kisah Hikmah,16,Kisah Nabi,1,Kisah Rasulullah,1,Kisah Teladan,1,Kita Tidak takut,1,Kitab Durrotun Nasihin,1,Kitab Jawahirul Bukhori,1,Kitab Kuning,5,Kitab Pegon,1,Kitab Suci,1,Kokam,1,Kolom,96,Komedi Religi,1,Kominfo,1,Konferwil NU Jabar,1,Konflik Sunni-Syiah,1,Kongkow Sufi,3,Konsultasi Agama,1,Konsultasi Islam,1,Kontra Radikal-Terorisme,1,KPAI,1,KPK,1,Kreatif Indonesia,1,Kriminal,1,Krisis Jerusalem,2,Krisis Rohingya,7,KUPI,1,Kurban,7,Kyai Maimoen Zubair,1,Kyai Masdar,1,Kyai Pahlawanku,1,Kyai Pesantren,1,Lailatul Qadr,1,Lambang NU,1,Lapan-A2,1,Laporan,1,Lazisnu,1,Le Petit Prince,1,Lebaran,1,Lebaran Ketupat,1,Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama,2,Lesbian,1,Letter of Acceptance,1,LFNU,1,LGBT,2,Liberalisme,1,Life of Mohammed,3,Life of Muhammad,2,Liga Santri,2,Liga Santri Nusantara,3,Lingkungan,1,LIPI,1,Litbang Kemenag,1,Literasi,7,Literasi Digital,3,LoA,1,Logo Muktamar NU ke-33,1,Logo NU,1,Love Peace,1,LPDP,1,LSN,5,LSN 2017,3,LTN NU,3,Lukman Hakim Saifuddin,3,Lunar System,1,M. Kholid Syeirazi,1,M. Nur Kholis Setiawan,1,M. Rikza Chamami,13,M. Rikza Khamami,1,Ma'arif NU,2,Madrasah,24,Madrasah Diniyah,5,Madrasah Lebih Baik,2,Madrasah TBS,1,Mahasiswa,2,Mahbub Ma'afi,2,Mainstream Media,1,Majelis Dzikir,1,Majelis Shalawat,1,Makalah,3,Makam Gus Dur,1,Makam Nabi,1,Makam Nabi Muhammad SAW,1,Makam Rasulullah,1,Makam Sunan Bonang,1,Makkah,1,Maklumat,3,Makna Bismillah,1,Makna Logo Muktamar NU ke-33,1,Malik bin Anas,1,Mama Falak,1,MAN IC,1,Manhaj Salafi Imam Syafi’i,1,Manhaji,1,Manusia Robot Bali,1,Mars,1,Masjid,1,Masjid Zhenjiao,1,Masjidid Haram,1,Masjidil Haram,1,Maturidiyyah,1,Maulid,4,Maulid Burdah,1,Maulid dalam Islam,1,Maulid Nabi,7,Maulid Nabi Muhammad SAW,3,Mbah Maimoen Zubair,2,Mbah Moen Sarang,2,Mbah Mun,1,Mbah Sahal,1,Mbah Sholeh Darat,1,MCA,1,Media,2,Media Sosial,1,Media Watch,1,Mehmet Gormez,1,Melangkahi Kuburan,1,Meme,1,Meme Islami,1,Menag,2,Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia,1,Mengenal Jejak Mengenal Watak,1,Menristek,1,Menulis,1,Merayakan Maulid,1,Milad,1,Minal Aidin Wal Faizin,1,Minhajul 'Abidin,5,Moment,1,MTs Surya Buana Malang,1,MTsN 2 Pamulang,1,MTT,1,Mualaf,2,Mudik Lebaran,1,Muhammad,2,Muhammad bin ‘Abd al-Wahhab,2,Muhammad Nasir,1,Muhammad Niam,1,Muhammad PBUH,1,Muhammad SAW,3,Muhammad Tijany,1,Muharram,2,MUI,1,Mujaheeden,1,Mujahidin Palestina,1,Mukiyah,1,Mukjizat,2,Muktamar NU,1,Muktamar NU ke 33,2,Munas-Konbes NU,20,Munawir Aziz,1,Muntaha Azhari,1,Museum Keraton Sumenep,1,Muslim Hong Kong,1,Muslim Kagetan,1,Muslim Papua,1,Muslimat NU,2,Nabi dan Rasul,1,Nabi Ibrahim,1,Nabi Muhammad,2,Nabi Muhammad SAW,6,Nadirsyah Hosen,6,Nadlatul Ulama,2,Nahdatul Ulama,18,Nahdlatul Ulama,157,Nahdlatul Ulamata,1,Name of Allah,1,Narkoba,3,Nasehat,8,Nasihat,1,Nasional,412,Nasionalisme,1,Natal,1,Natal 2015,1,Natal dan Maulid,1,Netizen Jurnalistik,1,New,1,News,677,News Ikhbar,2,News IPPNU,1,News Pictures,17,Ngaji Live,1,Ngaji Puasa,27,Ngaji Ramadan,8,Ngaji Ramadhan,20,Ngaji Video,1,Niat Puasa,1,Nishfu Sya'ban,1,NKRI,1,NKRI Harga Mati,3,NU,7,NU ANZ,1,NU Batang,1,NU Bogor,13,NU Care,2,NU Care LazisNU,2,NU Garis Lurus,1,NU Jabar,2,NU Jatim,1,NU Klaten,1,NU Semarang,1,NUCare,4,NUPeduli,1,Nur Kholik Ridwan,1,Nur Rofiah,1,Olimpiade Kedokteran,1,Opini,283,Opinion,1,Opnion,1,Orbituari,2,Pagar Nusa,13,PAI,2,Palestina,2,Palestine,1,Palestine Mujaheeden,1,Papua,1,Parenting,1,PBNU,8,PBSB,3,PBSB 2016,1,Peace,1,Peduli Bencana,2,Pelajar NU,1,Pendaftaran PBSB 2016,1,Pendididkan Islam,18,Pendidika Islam,1,Pendidika Islam,1,Pendidikan,171,Pendidikan Agama,1,Pendidikan Islam,158,Pendidikan Karakter,2,Pendidikan Madrasah,5,Pendidikan Politik,3,Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam,1,Pendidikn Karakter,1,Pendis Kemenag,2,Penggrebekan di Jepara,1,Pengobatan Islami,1,Penjajahan,1,Pentas PAI,1,Penulis,1,Perang,1,Perang Badar,1,Perang Uhud,1,Perguruan Tinggi NU,1,Perkemahan Rohis,1,Perppu Ormas,2,Perpres,1,Perpu Ormas,1,Perwimanas,2,Pesan Kiai,1,Pesantren,70,Pesantren Assalafiyah Cirebon. Assalafiyah,1,Pesantren Ibnu Mas'ud,1,Pesantren Lirboyo,2,Pesantren Mahasiswa,1,Pesantren Salaf,1,Photo,1,Pilihan Editor,105,Pilkada,1,Pilkada 2017,1,Pilkada DKI,1,Pilkada Jatim,1,Ploso,1,PMII,3,Polemik Sejarah Tere Liye,1,Politik,13,Ponorogo,1,Ponpes Al-Anwar,1,Pontianak,1,PPMN III,1,Pra Munas,4,Pramuka,1,Prof. Dr. Ahmad Tayyeb,1,Prof. Dr. Quraish Shihab,3,Profil,3,PTKI,1,Puasa Arafah,1,Puasa Ramadhan,1,Puisi,12,Pustaka,10,Pustaka Pesantren,8,Qawli,1,Qunut Nazilah,1,Quote,1,Qurban,5,Radicalism,1,Radikalisme,10,Rajab,1,Ramadan,2,Ramadhab,1,Ramadhan,72,Ramadhan 2015,12,Ramadhan 2016,2,Ramadhan di Hong Kong,1,Ramadhan Video,25,Rasis,1,Rasullah,1,Rasulullah SAW,6,Recommended,2,Refleksi Akhir Tahun,1,Release,2,Release PBNU,1,Religion,2,Remaja Islam,1,Resolusi Jihad,2,Resolusi Jihad NU,1,Rezeki Halal,1,Rijal Mumazziq Z,1,Risalah NU,1,RMI NU,4,Robikin Emhas,1,Robot,1,Rohingya,11,Rokok,2,Rubbubiyah,1,Ruchman Basori,2,Rukun Islam,1,Sahabat,1,Sahabat Nabi,2,Sahih Muslim,1,Said Budairy,1,Saifuddin Zuhri,1,Saifullah Ma'shum,1,Sajak,2,Salafi,2,Salam,1,Sanad Keilmuan,1,Santri,6,Santri Goes To Papua,3,Santri Menulis,1,Santri Urban,1,Sarkub Papua,1,Sastra Islam,11,Satelit,1,Satelit Indonesia,1,Save Rohingya,6,Sayembara Logo Muktamar NU ke-33,1,Science,5,Sedekah,3,Sejarah,5,Sejarah Al-Qur'an,1,Sejarah Indonesia,2,Sejarah Islam,1,Sejarah NU,2,Sekolah Lima Hari,1,Seni dan Sastra Islam,12,Seri Belajar Islam,8,Seri KH. Said Aqil Siraj,1,Seri Tokoh,1,SGTP,1,Shahih Muslim,1,Shaikh Nimr Baqir al-Nimr,1,Shalat,18,Shalat Gerhana,3,Shalat Idul Adha,1,Shalat Istiqa,1,Shalat Jum'at,6,Shalat Sunah,1,Shalat Sunnah,3,Shalat Tarawih,15,Shalawa Nabi,1,Shalawat,2,Shalawat Nabi,4,Shalawat Nabi Muhammad SAW,2,Shalawat Nariyah,3,Sholat Tarawih,1,Sholawat,1,Sholeh Darat,1,Short Course,1,Sifat Mulia Rasulullah SAW,1,Silsilah Nabi Muhammad SAW,1,Silsilah Rasulullah,1,Sindikasi Damai,15,Sindikasi Media,1,Singaparna,1,Sinopsis,1,Sirah Nabawiyah,2,Sirah Nabi,2,Siswa Berprestasi,1,Slamet Basyid,1,solar system,1,Solidaritas,1,Sponsored,2,Suara NU,1,Sudut Pandang,1,Sudut Taman Ramadhan,7,Sufistik,1,Sumanto Al Qurtuby,9,Sumenep,1,Sunnah,2,Sunnah Rasulullah,1,Sunnah Shalat,1,SUNNI,1,Sunni-Shia,1,Sunni-Syiah,1,Suraji,6,Surat Edaran Gubernur Jateng,1,Surat Terbuka,3,Suriah,2,Syafa'at Rasulullah,1,Syafaat Nabi,1,Syahid,1,Syahrozad Zalfa Nadia,1,Syaikhona Kholil Bangkalan,1,Syarat Wajib Zakat,1,Syariah,2,Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani,1,Syeikh Abdul Qodir Al-Jailany,1,Syekh Abdul Qadir Al-Jailani,1,Syekh Dr. Muhammad Fadhil,1,SYIAH,3,Tafsir,1,Tafsir Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani,1,Tahlilan,2,Tahun Baru 2016,1,Tahun Baru Islam,2,Tahun Baru Masehi,1,Tanah Suci,1,Tarawih,21,Tasawuf,3,Tawan,1,Tawariq,1,Tayyip Erdogan,1,Tebuireng,6,Tekno,20,Teladan,1,Teladan Nabi,3,Teologi Teror,1,Teraweeh,1,Tere Liye,1,Teror,1,Teror 2016,1,Teror Jakarta,1,Teror Sarinah,1,Teror Thamrin,1,Teroris,4,Terorism,10,Terorisme,25,Tionghoa,1,Tips and Trick,2,Tokoh,86,Tokoh Betawi,1,Tokoh Bogor,1,Tokoh Dunia,3,Tokoh Indonesia,19,Tokoh Islam,114,Tokoh Kemerdekaan,2,Tokoh Muda Islam,25,Tokoh NU,17,Tokoh NU Bogor,1,Tokoh NU Jabar,1,Tokoh Perempuan,1,Tokoh PMII,1,Tokoh Rembang,1,Tokoh Syiah,1,Tolak FDS,12,Toleransi,5,Tradisi,2,Tragedi Crane di Masjidil Haram,1,Trend Sosial,2,Tuah Pesantren,1,Tulisan Arab,1,Tuntunan Islam,1,Turats,1,Turki,1,TurnBackHoax,4,Tutorial,1,TV9,1,Ubaidillah Achmad,23,Ubaidillah Ahmad,1,Ucapan Minal Aidin Wal Faizin,1,Ucapat Selamat Natal,1,Udhiyah,1,Uhud,1,Ulama,11,Ulama Bogor,1,Ulama Indonesia,1,Ulama NU,3,Ulama Nusantara,1,Ulama Perempuan,1,Ulama Salaf,1,Uluhiyah,1,UNU,2,Ustad Ahmad Ikrom,1,Ustadz,1,Ustadz Ahmad Ali MD,2,Ustadz Ali MD,1,Ustadz Fathuri,24,Ustadz Fatoni Muhammad,1,Ustadz Lc,1,Ustadz Ma'ruf Khozin,3,Ustadz Menjawab,5,Ustadz Yusuf Mukhtar Sidayu,1,Ustadz Yusuf Suharto,1,Uswah,3,Uswatuna,3,UU Ormas,1,Video,5,Vinanda Febriani,7,VoA-Islam,1,Wahabi,4,Wahabism,2,Wahabisme,2,Wahid Foundation,6,Wali Pasemone,1,Wali Songo,2,Walisongo,5,Waliyullah,1,Wardi Taufik,1,Wawasan,79,Wawasan Islam,54,Wawasan Kebangsaan,12,Wawasan Nusantara,43,Website Islam Indonesia,1,Website Islam Nusantara,1,Wirid dan Doa,2,Wirid dan Doa Setelah Shalat,1,Women and Jihad,1,Women Fighter,1,World Peace,1,Wudhu,3,Yahya Staquf,1,Yasin,1,Yayasan Saifuddin Zuhri,1,Yenny Wahid,3,Yogyakarta,8,Z-Featured,3,Zainal Mustafa,1,Zakat,4,Zakat Fitrah,2,Zakir Naik,1,Zakky Zulhazmi,2,ZIarah,4,Ziarah Kubur,2,Zikir,1,Zuhairi Misrawi,1,Zulkilfi Hasan,1,خطبة كسوف الشمس,1,
ltr
item
Arrahmah.co.id - Portal Dunia Islam: Bubarlah HTI: Antara Gelisah Dan Sedih Silahkan Belajar Islam Nusantara
Bubarlah HTI: Antara Gelisah Dan Sedih Silahkan Belajar Islam Nusantara
https://lh3.googleusercontent.com/-A-CNoaE9gWw/WW8puUrhQ4I/AAAAAAAAIsg/k2QuQUOTfuAbKGSztXHhvXPxR6W0ikUsgCHMYCw/s640/khilafah1.jpg
https://lh3.googleusercontent.com/-A-CNoaE9gWw/WW8puUrhQ4I/AAAAAAAAIsg/k2QuQUOTfuAbKGSztXHhvXPxR6W0ikUsgCHMYCw/s72-c/khilafah1.jpg
Arrahmah.co.id - Portal Dunia Islam
https://www.arrahmah.co.id/2017/07/bubarlah-hti-antara-gelisah-dan-sedih.html
https://www.arrahmah.co.id/
https://www.arrahmah.co.id/
https://www.arrahmah.co.id/2017/07/bubarlah-hti-antara-gelisah-dan-sedih.html
true
766049156261097024
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content