Surat Terbuka Untuk H. Hasan Toha Putra

    344
    0
    Hosting Unlimited Indonesia
    H. Hasan Toha Putra Mendukung HTI?
    H. Hasan Toha Putra
    Oleh : Vinanda Febriani
    Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.
    Kepada Bapak Hasan Toha Putra yang terhormat. Semoga Allah memberikan Rahmat, Hidayah, serta Inayahnya kepada Bapak selaku pemilik penerbit dan percetakan CV. Toha Putra yang mana buku-buku cetakan anda mayoritas adalah buku keAgamaan dan kitab-kitab Pesantren yang dipasok ke berbagai Pesantren di Indonesia.
    Nah, berkaitan dengan statment anda yang mendukung dan bahkan mendanai gerakan Hizbut Tahrir untuk mendirikan Negara Khilafah Islamiyah di Indonesia ini, jujur saya sebagai pelanggan setia buku-buku percetakan anda merasa sangat kecewa. Sebab, untuk apa mendanai gerakan yang bertolak belakang dengan apa yang sudah menjadi kesepakatan para pendahulu NKRI. Yakni para Pahlawan Pejuang Kemerdekaan NKRI.
    Saya tidak habis pikir. Kenapa anda melakukan itu semua. Seolah anda menghianati kesepakatan para Muassis NKRI yang sudah sejak lama bersusah payah mendirikan NKRI dengan mengorbankan harta, darah dan bahkan nyawa demi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ingatkah anda ketika para pejuang berdiri dikerumunan senjata tajam dan perlawanan kolonial?
    Ingatkah perjuangan para Pahlawan yang mati-matian merebut tanah Indonesia dari para kolonial belanda?. Harusnya anda tau bagaimana rasanya apabila Negara yang diperjuangkan para pahlawan sejak dahulu kala namun sekarang malah ingin anda ganti apa yang ada dan diciptakan para pendahulu. Seperti anda tidak menghargai jasa para pahlawan NKRI. Harusnya anda tau dan sadar, para Pahlawan mendirikan NKRI juga dengan jerih payah pemikiran para Ulama besar, yang bahkan tidak tercatat dalam buku-buku sejarah pembentukan NKRI.
    Tercatat sejak Tahun 2004 anda telah banyak mengeluarkan donasi untuk keperluan program Hizbut Tahrir. Apakah dana tersebut merupakan hasil penjualan daripada buku atau kitab tebitan CV. Toha Putra itu sendiri?. Lalu, untuk apa di donasikan kepada Hizbut Tahrir. Ingatlah bahwa masih banyak rakyat di Indonesia yang lebih memerlukan donasi tersebut dibanding para penggiat Hizbut Tahrir yang gerakannya sudah jelas melawan kesepakatan yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia.
    Buku dan kitab cetakan anda telah banyak masuk di Lembaga Pendidikan bertaraf Pesantren di seluruh Indonesia yang mana mayoritas Pesantren dididik untuk selalu mencintai dan mempertahankan NKRI. Namun anda sendiri ingin merubah ideologi NKRI dengan syari’at Khilafah. Anda sudah faham kan, bagaimana mayoritas Ulama NU menolak keras Negara Khilafah Islamiyah, anda juga pasti sudah tau bagaimana tanggapan Pak Jokowi dan berbagai elemen Tanah Air yang menolak Negara Khilafah. Bukan syari’at Islam-nya yang kami tolak, namun cara mendirikannya yang kami sangat tidak suka. Bagaimana mungkin mau mendirikan Khilafah Islamiyah diatas Negara yang Sah?
    Para Hizbut Tahrir juga mengatakan bahwasanya NKRI merupakan Negara Kafir, Negara yang menggunakan sistem hukum yang Kafir dan Thoghut. Apakah sesekali mereka tidak berfikir, apabila mereka hidup di zaman penjajahan. Apa yang akan mereka lakukan? Terus meneriakan Khilafah adalah solusi daripada serangan kolonial?. Anda harusnya berfikir, apabila di Indonesia hanya menggunakan satu ideologi Agama saja maka tidak akan lama lagi Indonesia akan hancur. Mengapa? ya karna di Indonesia ini banyak Agama lainnya yang tentu bukan Islam. Lalu apakah kemudian mereka harus taat dan patuh kepada hukum syari’at kalau mereka sendiri tidak ber-Agama Islam. Padahal hidayah itu hanya Allah yang layak menentukan.
    Saya pernah mendengar bahwasanya Negara yang dihuni mayoritas Islam wajib berbaiat kepada Daulah Islamiyah Iraq, jika tidak maka Negara tersebut merupakan Negara Kafir. Lalu, apakah Hizbut Tahrir juga merupakan salah-satu daripada Organisasi Islam yang berbaiat kepada Iraq?.
    Sampai kapan anda akan meneruskan donasi anda secara cuma-cuma kepada Hizbut Tahrir?. Padahal mayoritas Rakyat Indonesia menolak khilafah dan tetap teguh dengan keyakinan ber-Negara Indonesia. Para Veteran pejuang NKRI pun juga tidak pernah setuju mendirikan NKRI sebagai Negara Khilafah. Apakah anda ingin menyakiti hati dan perasaan mereka, dengan mengatakan bahwasanya NKRI merupakan Negara Kafir? 
    Cukup sudahlah, saya sebagai Pelajar Nusantara memilih tetap pada pendirian saya. Yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan ciri khas berjuta perbedaan yang dirangkap dalam Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI. Sampai kapanpun saya tidak akan pernah setuju NKRI menjadi Negara Khilafah Islamiyah, apalagi Negara yang harus berbaiat pada ISIS. Tidak akan pernah seumur hidup saya.
    Dan anda, Pak. Apakah anda akan terus berkeinginan mewujudkan mimpi di siang bolong mendirikan Negara Khilafah Islamiyah di Indonesia ini?. Lalu, siapakah Calon Khalifah (Pemimpin) yang akan anda pilih ketika nanti telah menjadi Negara Khilafah Islamiyah? Kemudian, pemilihan seperti apa yang anda inginkan ketika nanti penentuan Khalifah?. Apakah dengan ditunjuk langsung, musyawarah atau bahkan melalui Pemilihan Umum?. Ya, itu terserah angan dalam mimpi siang anda. Selamat mendirikan Negara Khilafah Islamiyah dalam mimpi siang bolong. Semoga Indah dan menakjubkan.
    Sekian yang dapat saya sampaikan. Semoga perkataan anak bawah umur ini menjadikan anda sedikit tergerak pemikirannya untuk tidak lagi memberi dukungan dan bahkan masukkan dana untuk Hizbut Tahrir. Karna ingatlah sampai kapanpun, masih ada generasi yang tetap teguh pendirian Mencintai NKRI dengan segala perbedaan yang ada. Karna kami bersyukur, dan cara bersyukur kami dengan mencintai segala perbedaan yang ada di NKRI sepenuh hati. Karna NKRI adalah Harga Final yang tidak dapat lagi ditawar dengan apapun.
    Salam Hormat dari saya. Maaf apabila ada salah penggunaan kata atau kalimat yang menyinggung perasaan anda. Dan saya akan sangat sakit hati apabila anda terus mendukung dan mendanai program Hizbut Tahrir. Ingat, Pak. NKRI Harga Mati !!!

    Salam sejuta Cinta dari Kota Seribu Bunga.

    Wallahul Muwafiq Ila Aqwamith Thoriiq

    Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.
    Borobudur, 06 Juli 2017.
    loading...

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.