Billboard Ads

WAWASAN ISLAM, ARRAHMAH.CO.ID - Jika kita membaca Kitab Fiqih Muhammadiyah (jilid 3, 1343/1924 M), niscaya kta akan menemukan beberapa amaliah dalam menjalankan syariat Islam yang tidak jauh beda dengan apa yang dilaksanakan oleh mayoritas umat Islam di Indonesia, kaum nahdliyyin seperti halnya membaca doa Qunut, penggunanaan lafadz sayyidina, mengucapkan niat (sebagaimana pendapat gurunya, Syaikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi yang tidak membid’ahkan talaffud niat), salat Tarawih 20 yang setiap dua rekaat harus salam,  jumlat mendirikan shalat jumlah minimal 40 orang (yang sudah memenuhi kriteria salat Jum’at). Khutbah dibaca dalam bahasa Arab, membaca surat al-Kahfi di malam Jum’at, menjalankan salat ‘Id di Masjid, dan lain-lain.

Amalan-amalan di atas tidaklah asing bagi kalangan nahdliyyin. Melihat adanya kemiripan yang sedemikian itu, hal tersebut merupakan sebuah kuwajaran, sebab guru pendiri Muhammadiyah (dalam hal ini diwaliki oleh Kiai Ahmad Dahlan) dengan pendiri Nahdlatul Ulama (dalam hal ini diwakili Kiai Hasyim Asy’ari) adalah sama, dalam arti keduanya berguru kepada ulama yang sama, yang Madzhabnya Syafi’i seperti halnya Kiai Sholeh Darat al-Samarani dan Sayyid Abu Bakar Syatha (pengarang kitab I’anatu al-Thalibin). Berikut al-Faqir tuliskan sanad Kiai Ahmad Dahlan melalui kedua guru mulia tadi, dalam madzhab Syafi’i yang berujung sampai kepada Nabi Muhammad SAW.

1. Sanad Fiqih Syafi’i dari Kiai Ahmad Dahlan melalui jalur Kiai Sholeh Darat al-Samarani

Kiai Ahmad Dahlan meriwayatkan dari Kiai Sholeh Darat dari Syaikh Abdus Shomad al-Palimbani dari Syaikh Aqib ibn Hasanudin al-Palimbani dari Syaikh Thayyib ibn Ja’far al-Palimbani  dari Syaikh Ja’far ibn Muhammad al-Palimbani dari al-Syam Muhammad ibn ‘Alau al-Babili dari Syaikh Abdurrauf al-Munawi al-Qahiri dari al-Syam Muhammad ibn Ahmad al-Ramli dari Syaikh Zakaria ibn Muhammad al-Anshari dari al-Taqi Muhammad ibn Najm Muhammad ibn Fahd dari Abi Rabi’ Sulaiman ibn Khalid al-Askandari dari Abil Hasan ali ibn Muhammad (ibn al-Bukhari) dari Abil Makarimi al-Lubbani dari Abi Bakar Abdul Ghaffar ibn Muhammad al-Syairawi dari al-Qadhi Abi Bakar Ahmad ibn Hasan al-Hairi dari Abil Abbas Muhammad ibn Ya’qub al-‘Ashammi dari al-Rabi’ ibn Sulaiman al-Muradi dari Imam Abi Abdillah Muhammad ibn Idris al-Syafi’i.

2. Sanad Fiqih Syafi’I dari Kiai Ahmad Dahlan melalui jalur Sayyid Abu Bakar Syatha

Kiai Ahmad Dahlan meriwayatkan dari Sayyid Abi Bakar ibn Muhammad Syatho al-Makki meriwayatkan dari Sayyid Ahmad ibn Zaini Dahlan meriwayatkan dari Syaikh Ustman ibn Hasan ad-Dimyati meriwayatkan dari Syaikh Abdullah ibn Hejazi asy-Syarqowi meriwayatkan dari Syaikh Muhammad bin Salim al-Hafni meriwayatkan dari Syaikh Ahmad al-Khulaifi meriwayatkan dari Syaikh Ahmad al-Bisybisyi meriwayatkan dari Syaikh Sulthan ibn Ahmad al-Mazzahi meriwayatkan dari Syaikh Ali az-Ziyadi meriwayatkan dari Al-Muhaqqiq Syaikh Ahmad ibn Hajar al-Haitami meriwayatkan dari Syaikhul Islam Zakariya al-Anshari meriwayatkan dari Syaikh Jalaludin al-Mahalli meriwayatkan dari Syaikh Al-Wali Ahmad ibn Abdurrahim al-‘Iraqi meriwayatkan dari Syaikh Abdurrahim ibn Husain al-‘Iraqi meriwayatkan dari Syaikh Sirajuddin al-Bulqini meriwayatkan dari Syaikh ‘Alauddin ibn al-‘Atthar meriwayatkan dari Al-Imam Yahya an-Nawawi (Muharrar al-Madzhab) meriwayatkan dari Syaikh Abi Hafsh, (Umar bin As’ad az-Zai’i) meriwayatkan dari Syaikh Abi Umar (Ustman bin Abdurrahman/Ibnu Shalah asy-Syahruzuri) meriwayatkan dari Syaikh Abdurrahman (ayah Ibnu Shalah) meriwayatkan dari Syaikh Abi Sa’ad (Abdullah ibn Abi ‘Ashrun) meriwayatkan dari Syaikh Abi Ali al-Fariqi meriwayatkan dari Syaikh Abi Ishaq (Ibrahim Syaerozi) meriwayatkan dari Syaikh al-Qodhi Abi al-Thayyib (Thahir bin Abdullah al-Thabri) meriwayatkan dari Syaikh Abil Hasan (Muhammad ibn Ali al-Masirji) meriwayatkan dari Syaikh Abi Ishaq (Ibrahim bin Ahmad al-Marwazi) meriwayatkan dari Syaikh Abil Abbas (Ahmad bin Syuraij al-Bagdadi) meriwayatkan dari Syaikh Abil Qosim (Ustman bin Sa’id bin Yastar al-Anmathi) meriwayatkan dari Syaikh Ismail bin Yahya al-Muzani meriwayatkan dari Imam asy-Syafi’i (Abu Abdillah Muhammad ibn Idris) meriwayatkan dari Imam Maliki (Malik ibn Anas) meriwayatkan dari Nafi’ meriwayatkan dari Abdullah ibn Umar meriwayatkan dari Rasulullah SAW.

Berangkangkat dari guru yang sama, maka tidak mengherankan jika amaliah dalam beragamanya juga banyak yang sama. Semoga dengan adanya kesamaan ini, akan membuat Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama semakin berangkulan untuk memajukan bangsa Indonesia menuju yang lebih maju. Seperti halnya persatuan keduanya ketika mengusir penjajah. Yang ada dalam benak fikiran bagaimana bangsa ini dapat merdeka.
Selamat bersatu menuju hari kemanangan, umat islam, bangsa Indonesia. Selamat Hari Raya Idul Fitri, Syawal 1438 H

Jambi, 22 Juni 2017 / 27 Ramadhan 1438 H.

Amirul Ulum
Penulis buku-buku Tokoh-tokoh Islam