Billboard Ads

Insya Allah tahun 2017 ini NU dan Muhammadiyah akan merayakan bersama Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1438 H. pada hari Ahad Legi, 25 Juni 2017 M. dengan hasil rekap hisab sebagai berikut:

REKAP HISAB AWAL SYAWAL 1438 H. / 2017 M. DENGAN OBSERVASI BULAN DI PELABUHANRATU, SUKABUMI, JABAR - INDONESIA
(RU’YATUL HILAL: SABTU KLIWON, 24 JUNII 2017 M) MENURUT SISTEM HISAB KONTEMPORER “NAUTICAL ALMANAC”

Al-Hasib: M. Thobary Syadzily
(Ketua Kajian Lembaga Dakwah PBNU & Ketua Lembaga Falakiyah PWNU Provinsi Banten)

=====================================================================

Pusat Observasi Bulan (POB) : Pelabuhanratu, Sukabumi - Indonesia
Lintang Tempat (Ø ) : -7o 1' 44,6'' Lintang Selatan
Bujur Tempat ( λ ) : 106o 33' 27,8'' Bujur Timur
Tinggi Tempat/ Elevasi ( EL ) : 52,865 meter di atas Permukaan Laut

======================================================================

1. Ijtima’ ( اجتماع / Konjungsi / New Moon ) akhir bulan Ramadhan 1438 H. terjadi pada hari Sabtu Kliwon, 24 Juni 2017 M. pada pukul 09 : 31 : 00 WIB (Pagi hari)

2. Matahari Terbenam ( غروب الشمس/ Sunset ) di Pelabuhanratu, Sukabumi Jum'at Legi, 24 Juni 2017 pada pukul 17 : 48 : 00 WIB

3. Hilal Terbenam ( غروب الهلال / Moonset ) pada pukul 18 : 04 : 00 WIB

4. Umur Hilal (عمر الهلال / Age of the Crescent Moon ) = 8 jam 17 menit

5. Greenwich Hour Angle (GHA) Bulan pada tgl 24 Juni 2017 pukul 10:48  GMT = 336 o 17 ' 13,2 ''

6. Deklanasi Bulan tgl 24 Juni 2017 pukul 10:48 GMT = 19 o 26 ' 4,8 ''

7. Horizontal Parallax Bulan 24 Junk 2017 pukul 10:48 GMT = 1 o 1 ' 6 ''

8. Semi Diameter Bulan tgl 24 Juni 2017 pukul 10:48 GMT = 0 o 16 ' 36 "

9. Tinggi Hakiki / Geosentris Hilal ارتفاع الهلال الحقيقي ) / True or Geocentric Altitude of the Crescent Moon) = 4 o 21 '  2,61 '' = 4,35 derajat ( di atas ufuk / above horizon )

10. Tinggi Lihat / Toposentris Hilal ( ارتفاع الهلال المرئي/ Apparent or Topocentric Altitude of the Crescent Moon ) = 4o 0' 4,29 '' = 4 derajat ( di atas ufuk / above horizon )

11. Lama Hilal di atas ufuk ( الهلال فوق الأفق مكث / Long of the Crescent ) = 16 menit 0 detik

12. Azimuth Matahari ( سمت الشمس / Azimuth of the Sun ) = 293 o 26' 15,9 '' atau 293,4 derajat

13. Azimuth Hilal ( سمث الهلال / Azimuth of the Crescent ) = 290 o 13 ' 6,56 o atau 290,2 derajat

14. Posisi Hilal 3 o 13 ' 9,34 '' atau 3,2 derajat di sebelah Selatan Matahari Terbenam dalam keadaan miring ke Utara sebesar 38 o 49 ' 9,5'' atau 38,8 derajat

15. Lebar Nurul Hilal (سمك الهلال / Crescent Widht) = 0 o 3 ' 13,1 '' = 0,053638372 jari

16. Berdasarkan Ilmu Astronomi: Ketinggian Hilal Toposentris / Mar’i tersebut di atas sebesar 4 o 0 ' 4,29 '' atau 4 derajat ( di atas ufuk ) sudah "Imkan ar-Rukyat" sehingga hilal kemungkinan bisa dilihat atau dirukyat dengan menggunakan teropong atau teleskop. Dengan demikian: Awal bulan Syawal 1438 H. di Indonesia jatuh pada hari Ahad Legi, 25 Juni 2017 M.

CATATAN:
***********
1. Perhitungan diambil  berdasarkan pada data Bulan (Moon) dan Matahari (Sun) dari "The Nautical Almanac for the Year 2017", di mana data Bulan dan Matahari tersebut merupakan hasil pantauan satelit ruang angkasa, NASA (National Aeronautics Space and Administration).

2. Keputusan selanjutnya menunggu pengumuman hasil "Sidang Itsbat" Kementerian Agama RI di Jakarta pada Sabtu malam Ahad, 24 Juni 2017 M.

3. Selamat Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1438 H. / 2017 M. Mohon maaf lahir dan bathin. Semoga amal ibadah puasa Ramadhan kita dan ibadah-ibadah lainnya diterima Allah SWT !!!
Amiin yaa rabbal 'alamiin.

Kota Tangerang, 22 Juni 2017

Wassalam
Thobary Syadzily

Image: Okezone