Pancasila Dalam Pandangan Nilai Keislaman Nahdlatul Ulama

Saya setuju pandangan Harry Tjan Silalahi dan kawan kawan di komunitas lintas agama jawa tengah yang menegaskan, bahwa pancasila bukan sebagai pilar negara, namun sebagai dasar negara. Hal ini didasarkan perbedaan makna antara istilah pilar dan dasar. Selain itu, Ir. Soekarno, Ulama NU, dan pakar filsafat Indonesia, Prof. Driyarkara SJ, telah dengan tegas menguraikan filosofi pancasila sebagai dasar NKRI.

Ilustrasi NU dan Pancasila.
Ilustrasi NU dan Pancasila. Image: NU Online
Oleh: Ubaidillah Achmad

WAWASAN , ARRAHMAH.CO.ID - Saya setuju pandangan Harry Tjan Silalahi dan kawan kawan di komunitas lintas agama jawa tengah yang menegaskan, bahwa pancasila bukan sebagai pilar negara, namun sebagai dasar negara. Hal ini didasarkan perbedaan makna antara istilah pilar dan dasar. Selain itu, Ir. Soekarno, Ulama NU, dan pakar filsafat Indonesia, Prof. Driyarkara SJ, telah dengan tegas menguraikan filosofi pancasila sebagai dasar NKRI.

Alasan pancasila sebagai dasar negara Indonesia, karena Indonesia dibangun dari kesadaran para leluhur tentang arti penting yang terdapat dalam butir pancasila yang memiliki motto hidup dalam keragaman atau kebhinekaan. Pancasila sebagai dasar bernegara ini, berfungsi sebagai fundasi dan perekat kesatuan di tengah keyakinan dan keragaman masyarakat Indonesia. Pancasila dapat memperkuat karakter budaya masyarakat, sehingga tidak tercerabut dari budaya para leluhur yang mewarisi beraneka ragam budaya nusantara.

Bukti kekuatan ideologi pancasila, telah mampu menyatukan perbedaan aneka ragam budaya dan beberapa ideologi dunia yang digagas para filosof dan yang dikembangkan oleh mereka yang ingin mencapai kehendak kuasa di tengah kehidupan lingkungan sosial. Jika di analisis, adanya fenomena keberadaan pancasila versus kelompok komunal, karena kemunculan kelompok komunal yang memiliki kehendak untuk berkuasa. Kelompok komunal ini, bermula dari kepentingan kolonial, kapital, dan kekuasaan.

Bersamaan ketiga kepentingan ini, sekarang ini telah muncul kerjasama busuk antara penguasa, pengusaha dan ketokohan seseorang dalam masyarakat. Ketiganya, telah sepakat menggunakan bahasa kebenaran agama dan etika universal, seperti Hak Asasi Manusia dan Keadilan. Sehubungan dengan kehendak kuasa ini, diperlukan para penjaga kebenaran universal dan ajaran agama yang kompeten dan gigih, sehingga aman dari siasat mereka yang mencari keabsahan kehendak kuasa. Misalnya, dengan memanfaatkan tafsir keberagaman di tengah konflik kepentingan.

Dalam upaya menjawab problem kepentingan di atas, para Ulama yang tergabung dalam ORMAS NU, telah dengan tegas menjadikan keragaman kearifan lokal sesuai asas pancasila yang memiliki motto: Bhinneka Tunggal Ika. Dalam perspektif Ulama NU, asas pancasila ini dapat menjadi sebagai dasar dan kawasan historis pengembangan nilai ajaran agama Islam.

Model keberagamaan ini sudah berkembang sejak Walisongo, yang disebut dengan istilah model pribumisasi Islam. Hal ini bertujuan adanya keberlangsungan nilai Islam dalam konteks kehidupan lokal masyarakat pribumi. Konsep pribumisasi Islam ini, juga memberikan peluang kepada keyakinan agama yang lain supaya dapat memperkuat kearifan masyarakat dengan nilai agama yang diyakini tanpa harus menghapus adat istiadat dan tradisi masyarakat lokal.

Pancasila: Prinsip Dasar NKRI

Istilah dasar negara dalam sub judul ini, tidak bisa disamakan dengan istilah pilar negara, karena dasar dan pilar memiliki makna yang berbeda. Ibarat sebuah rumah, pilar rumah adalah tiang rumah dan dasarnya adalah fundasi rumah. Sebagai prinsip dasar filosofis negara (philosophische grondslag), pernah disampaikan Ir. Soekarno (Presiden Pertama RI), pada 1 Juni 1945 di depan 

Sidang BPUPKI. Dalam kesempatan ini, sekarang dikenal sebagai Hari Lahir Pancasila.
Dalam pidato Ir. Soekarno, telah mengibaratkan Indonesia sebagai wadah, Ibarat sebuah wadah bisa selamat tidak retak jika didasarkan di atas dasar bernama Pancasila (Pidato 17 Juni 1954). 

Perumpamaan Ir. Soekarno ini dijelaskan oleh Prof Driyarkara SJ sebagai berikut: manusia mengakui sebagai keberadaan yang kontinggen atau tergantung kepada keberadaan Yang Mutlak, Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, karena keberadaan manusia bersama yang lain, maka ia memerlukan sikap yang berperikemanusiaan, yang adil, yang beradab, dan yang bersatu untuk tidak terpecah-belah antar sesama warga negara Indonesia.

Dengan didasarkan pada Pancasila, maka tumbuh dihati sanubari warga negara hasrat kebangsaan untuk saling menghargai keberagaman, yaitu berbeda beda namun tetap satu juga (Bhinneka Tunggal Ika). Konsep Bhinneka Tunggal Ika ini, telah menjadi sarana untuk membangun kebersamaan sesama warga negara dan bagsa. Hal ini bertujuan untuk mewujudkan masa depan bangsa indonesia yang lebih baik sesuai dengan dasar pancasila.

Rumusan dasar berbangsa dan bernegara yang bernama Pancasila ini, adalah hasil diskursus Bapak bangsa bagaimana merumuskan semangat ketuhanan dan keragaman hidup para leluhur bangsa. Sebagai hasil diskursus dari para Bapak Bangsa, Ir. Soekarno telah mendapatkan amanah besar untuk meyakinkan dan membangun kesadaran masyarakat, bahwa pancasila merupakan prinsip kearifan hidup yang sudah turun temurun sejak para leluhur bangsa Indonesia.

Sebelum menjadi rumusan indah yang dirasakan sesuai dengan semangat bangsa Indonesia, Ir. Soekarno bersama yang lain telah bekerja serius menggali rumusan ini, diantaranya Mr. Soepomo dan Mr. M. Yamin. Dengan tetap memberikan penghargaan kepada para pendiri bangsa ini, Ir. Seokarno akhirnnya menetapkan Dasar Negara pada 18 Agustus 1945, bersama Panitia Sembilan Perumus Dasar Negara sebagai amanat PPKI.

Panitia sembilan yang menghasilkan Piagam Djakarta ini, telah beranggotakan Moh. Hatta, Wahid Hasyim, Abdul Kahar Muzakkir, Agus Salim, Abikusno Tjokrosujoso, Ahmad Subardjo, Mr. Muh. Yamin, dan A.A. Maramis. Hasil rumusan lima dasar pancasila ini, telah kita saksikan bersama keutamaan dan kekhasan pancasila yang memuat nilai luhur para leluhur bangsa Indonesia.

Dokumen Pancasila ala Nahdlatul Ulama
Dokumen Pancasila ala Nahdlatul Ulama


Nilai Keislaman NU

Islam merupakan agama yang mengajarkan prinsip ajaran secara vertikal dan secara horizontal. Prinsip ajaran vertikal terumuskan dalam konsep TAUHID yang memiliki dampak pada perubahan pandangan dan sikap manusia. Jika ketauhidan subjek baik, maka dengan sendirinya akan mempengaruhi kebaikan pandangan dan sikapnya secara vertikal. Dengan kata lain, potensi kesadaran tauhid setiap orang secara otomatis akan mencerminkan kemerdekaan sikap seseorang di tengah lingkungan agama dan budaya masyarakat sosial.

Karenanya, sikap ketauhidan juga akan membentuk kesadaran kehambaan manusia dihadapan Allah dan kmerdekaan manusia di tengah kemerdekaan para penghuni langit dan bumi untuk menjalankan haknya masing masing. Adapun yang membedakan kemerdekaan manusia dengan yang lain, adalah adanya kemerdekaan untuk menentukan hak sekaligus kewaiiban diri sebagi manusia. Contoh kewajiban manusia, menjalankan fungsi kekhalifahan di antara penduduk bumi.

Karenanya, jika ada seseorang merampas hak individu, maka sama halnya ia telah melakukan dua kesalahan secara bersamaan: pertama, melanggar hak asasi manusia. Kedua, melanggar kewajiban kekhalifahannya. Jika keberadaan manusia dikaitkan dengan prinsip Tauhid, maka keberadaan manusia mencakup tiga prinsip yang harus dilaksanakan secara bersamaan: pertama, prinsip yang bersifat vertikal, yaitu untuk selalu condong, tunduk, dan pasrah kepada Allah. Kedua, prinsip secara horizontal, yaitu memahami hak sebagai manusia dan sekaligus melaksanakan kewajibannya.

Dalam konteks keindonesiaan, para Ulama Nahdlatul Ulama telah berhasil mengkontekskan cakupan makna tauhid yang dapat didialogkan dengan semua warga negara untuk bersama sama memberikan prinsip nilai keindonesiaan, yang dikenal dengan prinsip ideologi Pancasila. Sikap terbuka para Ulama NU ini, telah ditunjukkan dengan sikap para Ulama yang terbuka terhadap pandangan warga negara dan mengakomodir semua elemen bangsa untuk terut bersama sama memikirkan filosofi hidup yang dapat menjadi fundasi atau mendasari kehidupan berbangsa dan bernegara.

Bagaimana kontekstualisasi nilai keislaman Nahdlatul Ulama (NU) berkontribusi terhadap pancasila? Sebelum penulis menjawab pertanyaan ini perlu ditegaskan, bahwa jawaban ini bukanlah jawaban yang bersifat klaim sebagai satu satunya sumber nilai bagi dasar negara RI, bernama pancasila. Artinya, nilai keislaman NU merupakan salah satu di antara nilai yang dapat menambah khazanah cakupan makna ideologi pancasila. Hal ini untuk membuktikan keberadaan pancasila yang tidak bertentangan prinsip nilai ajaran Islam.

Selain itu, juga membuktikan, dalam konteks keindonesiaan, keberadaan Ideologi pancasila merupakan dasar NKRI yang berlaku universal. Sehubungan dengan kehadiran pancasila ini, para Ulama memahami pancasila sebagai tujuan prinsip ajaran para Ulama yang bersumber dari Al Qur'an dan Hadis yang menghubungkan arti penting keberadaan manusia dengan Allah dan cakupan makna kemanusiaan. Kedua prinsip ini yang  menjadi visi kenabian dan jejak kenabian.

Dalam konteks yang lebih spesifik, pancasila sesuai dengan tujuan diberlakukannya cita cita penegakan hukum kehidupan anak cucu Adam, yang digariskan Allah relasinya dengan Allah dan manusia. Hal ini telah dirumuskan oleh Imam Al Ghazzali, yang disusul oleh Imam Asy Syathibi dalam kitabnya berjudul Al Muwafaqat.

Dalam rumusan al Ghazzali, setiap manusia yang sudah terkenai beban hukum, maka ia harus menjaga lima hal berikut:

Pertama, Hifzhud Diin (Menjaga Agama Allah), yang relevan dengan nilai ketuhanan yang maha Esa. Kedua, Hifzhun Nafs (Menjaga Jiwa Manusia), yang relevan dengan nilai kemanusiaan yang adil dan peradab. Ketiga, Hifzhun Nasl (Menjaga Keturunan, Kelangsungan), yang relevan dengan persatuan indonesia. Keempat, Hifzhul 'Aql (Menjaga Akal), yang relevan dengan kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan. Kelima, Hifzhul Maal (Menjaga Harta dan Milik), yang relevan dengan Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat indonesia.
Jadi, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, bangsa indonesia wajib bersama sama menjaga lima dasar di atas, sebagaimana penjelasan berikut :

Pertama, manusia memiliki rasa ketergantungan kepada yang adi kodrati yang menjalankan roda dunia ini. Dia yang Esa. Kedua, setiap manusia memiliki hak kemanusiaan yang sama, karena dasar dari kemuliaan yang telah dianugrahkan Allah kepada semua anak cucu Adam. Ketiga, semua suku bangsa dunia memiliki hak untuk menjaga kelangsungan masing masing, sehingga harus saling menjaga satu sama lainnya. Keempat, setiap manusia memiliki kebebasan untuk berpendapat dan berserikat, sehingga perlu ruang kebebasan berfikir dan berekspresi di tengah keragaman budaya dan kepentingan. Kelima, setiap manusia memiliki hak milik yang harus diberlakukan secara adil, tanpa membedakan satu sama lain.

Bagaimana mengimplementasikan lima dasar pancasila? Dalam mengimplementasikan lima dasar pancasila, harus dilaksanakan dalam satu paket, sehingga tidak boleh dipetik satu dasar atau fundasi dengan mengabaikan dasar yang lain. Ibarat sebuah fundasi rumah, maka tidak boleh menggunakan tiga, atau empat fundasi dengan mengabaikan fundasi yang lain. Artinya, dalam jiwa ketuhanan terdapat jiwa kemanusiaan dan dari keduannya ada keadilan dan persatuan yang harus saling dijaga dan sistem permusyawaratan yang menjadi harapan masa depan bangsa Indonesia.

Ubaidillah Achmad, Dosen UIN Walisongo Semarang, Khadim Majlis As Syuffah, Penulis Suluk Kiai Cebolek dan Islam Geger Kendeng.

COMMENTS

Nama

.,1,#AyoMondok,12,#BelajarIslam,8,#CintaNKRI,2,#DanaHaji,1,#HariSantri,19,#HariSantri #HariSantri2017,1,#HariSantri2017,1,#HarlahNU,4,#HarlahNU91,2,#HaulKiaiHasanGenggong,2,#IslamIndonesia,1,#IslamNUsantara,4,#KajianRamadhan,1,#SavePalestine,3,#SaveRohingya,3,1 Muharram,3,1 Syawal,1,2016,1,A. Zakky Zulhazmi,1,Abdlul Halim Hasan,1,Abdul Mun'im DZ,1,Abu Bakar Hasan Assegaf,1,Adab Rasulullah,1,Advetorial,2,Afif Sunakim,1,Agama,1,Agama Cinta,1,Agenda,25,Agenda NU,1,Agnez Mo,1,Agus Zainal Arifin,3,Ahlusunnah wal Jama'ah,31,Ahmad Baso,1,Ahmad Mujib Rahmat,1,Ahmet Davutoglu,1,Ahsunnah,1,AJaran Islam,1,Akhir Zaman,1,Akhlakul Karimah,1,Al-Nimr,1,Al-Qaeda,1,Al-Qur'an,4,Al-Qur'an Raksasa,1,Al-Zastrow Ngatawi,1,Alamsyah M. Dja’far,3,Ali bin Abi Thalib,2,Ali Zawawi,1,Alissa Wahid,1,Allah,1,Almanak,1,Alumni Madrasah,1,Amalan,16,Amalan di Bulan Ramadhan,2,Amalan NU,4,Amalan Rasulullah,1,Amaliah,19,Aman Abdurrahman,1,Amirul Ulum,2,Anas Saidi,1,Angka Istimewa dalam Islam,1,Angka Tiga,1,Angker,1,Ansor,3,Ansor Garut,1,Ansor Malang,1,Ansor Surabaya,1,Anti Korupsi,4,Anti Narkoba,1,Anti Radikalisme,3,Anti Terorisme,2,Anti Wahabi,1,Aplikasi Batik,1,Aqidah,2,Arab,1,Arab People,1,Arab Saudi,2,Arief Mundatsir Mandan,1,Arifin Junaidi,1,Arrahmah Channel,5,Arrahmah Featured,11,Arrahmah.com,1,Articles,2,Artikel,26,Asian Youth Robot Olimpiade,1,Asosiasi Pesantren NU,1,Aswaja,24,Asy'ariyah,1,Australia,1,Avicenna Roghid Putra,1,Ayat-ayat Toleransi,1,Ayman Adz Dzawahiri,1,Ayo Mondok,1,AYRO,1,Bahtsul Masail,1,Bangsa Indonesia,1,Banser,14,Banten,1,Batik,1,Batik Indonesia,1,Battle,1,Battle of Uhud,1,Beasiswa,12,Beasiswa Kemenag,3,Beasiswa Madrasah,1,Beasiswa Santri,1,Beasiswa Santri 2016,1,Beasiswa Santri Berprestasi,2,Beasiswa Santri Berprestasi 2016,1,Bekasi,1,Belajar Islam,26,Berita,148,Berita Duka,5,Berita Islam,3,Bid'ah,2,Bid'ah para Sahabat,1,Bima Arya,1,Biseksual,1,Bisnis Haram,1,BNN,1,BNN di Jepara,1,BNPT,2,Bodo Kupat,1,Bogor,1,Bom Kuningan,1,Bom Sarinah,2,Bom Thamrin,2,BPOM,1,Brain,1,Budaya,1,Buku,6,Bulan Rajab,1,Buletin Jumat,5,Burdah,1,Cak Masykur,25,Cak Nun,1,Cak Nur,1,Cangkir9,2,Cep Herry Syarifuddin,1,Cerpen,2,Channel Arrahmah,37,Charlie Hebdo,1,Cheng Ho,1,Choirul Anam,1,Cinta,1,Cinta Bangsa,1,Cinta Tanah Air,1,Counter Radicalism,6,Cybercrime,2,Dajjal,1,Dakwah Islam,4,dan Transgender,1,Darurat Narkoba,3,Dea Anugerah,1,Deklarasi Nahdlatul Ulama,1,Deklarasi Serpong,1,Densus 88,2,Digital Media,2,Direktorat Pendidikan Madrasah,1,Dit PD Pontren Kemenag,1,DKI Jakarta,1,Doa,31,Doa Akhir Tahun,1,Doa Anak Sholeh,1,Doa Awal Tahun,1,Doa Berbuka,1,Doa dan Tirakat,1,Doa Gus Mus,1,Doa Harian,1,Doa Nabi,1,Doa Pernikahan,2,Doa Setelah Shalat,1,Doa Wudhu,1,Dosen UIN Walisongo,1,Download,1,Dr. Amin Haedari,1,DR. KH. M. A. SAHAL MAHFUDH,1,Dr. Nadirsyah Hosen,10,Dubes,1,Dzikir dan Doa,2,Dzikir Setelah Shalat,1,Editor's Choice,10,Effendi Choirie,1,Ekologi,3,Ekonomi,3,Eksekusi Mati Al-Nimr,1,English Edition,1,Esensi Syariah,1,Fadhila Haifa’ Afifah,1,Fadilah,1,Falak,1,Fardhu Wudhu,1,Fatayat NU,2,Fathoni Muhammad,1,Fatwa MUI,1,FDS,11,featured,133,Featured Arrahmah,44,Fikih,2,Fikih dan Muamalah,3,Fikih Ibadah,10,Fiqh,8,Fiqh Ibadah,1,Fiqh Qurban,6,Fiqh Shalat,3,Fiqih Lingkungan,2,Firqaf,1,Firqah,1,Firqoh,1,Fokus Khusus,1,FSN,2,Fulldayschool,4,Fundamentalis akan Habis,1,Gafatar,1,Galeri,4,Gay,1,Geluntung Agel Wafi,1,Gerakan Nasional AyoMondok,1,Gerhana,1,Gerhana Bulan,1,Gerhana Matahari,3,Gerhana Matahari Total,1,GIYE,1,Good Muslim,13,GP Ansor,8,Grand Syaikh Al-Azhar,1,Grants,1,Griya Gus Dur,1,GTK Madrasah,2,Guru Inspiratif,2,Guru Madrasah,2,Guru MAN,1,Guru Mughni,1,Guru PAI,1,Gus Ahmad Muwaffiq,1,Gus Aqib,1,Gus Dur,23,Gus Miek,1,Gus Mus,9,Gus Muwafiq,1,Gus Rizal Mumaziq,1,Gus Sholah,1,Gus Ubaidillah Achmad,1,Gus Yaqut,1,GusDur.net,1,Gusdurian,2,Habib Abu Bakar,1,Habib Lutfi,1,Habib Luthfi bin Yahya,1,Habib Novel,10,Habib Novel Alaydrus,7,Habib Salim Bin Jindan,1,Habib Sholeh Al-Hamid Tanggul,1,Habib Syech,1,Habib Umar bin Hafidz,3,Hadist,1,Hadist Jibril,1,Hadits,1,Hadits 72 Bidadari,1,Hadits Diskriminatif,1,Hafidzoh,1,Haji,7,Haji 2015,1,Haji 2017,1,Haji 2018,1,Hajj,1,Halal bi Halal,3,Halaqah,1,Hamid Ahmad Masduki Baidlawi,1,Har Santri,1,Hari Arafah,2,Hari Batik Nasional,1,Hari Natal,1,Hari Pahlawan,2,Hari Santri,32,Harlah,2,Harlah NU,3,Hasan al-Bashri,1,Haul,4,Haul Gus Dur,9,Haul Kiai Sholeh Darat,2,Haul Sunan Ampel,1,Haul Sunan Bonang,1,Haul Syekh Nawawi Al-Bantani,1,Headlines,20,Hikam Zain,15,Hikmah,83,Hikmah Islam,45,Hipsi,3,Hisab,1,Hizb,1,Hizbut Tahrir,2,Hizbut Tahrir Indonesia,2,Hoax,2,Hong Kong,1,HTI,2,HTIBubar,6,Hubbul Wathan minal Iman,1,Hukum Islam mengenai LGBT,1,Hukum Melangkahi Kuburan,1,Hukum Membunuh,1,Hukum Membunuh dalam Islam,1,Hukum Ucapan Natal,1,Humor,3,HUT TNI,1,Hymne,1,I-Banking,1,Ibadah,4,Ibn Muljam,1,Ibn Yaqzan,1,Ibu Nabi Muhammad,1,Ibunda Nabi Muhammad,1,IDC,1,Ideologi,1,Idhul Adha,1,Idul Adha,14,Idul Fitri,7,IIEE,1,IISRO,1,Ijazah,6,Ijtihad,1,Ikhbar,42,Ilmu Kalam,1,Image,1,Imam al-Syafi’i,1,Imam Ghazali,1,Imam Malik,1,Imam Muslim,1,Imam Nawawi,1,Imlek,1,INC,2,Indonesia Darurat Narkoba,1,Info Haji,2,Inspirasi,11,Inspirasi Pesantren,2,Interfaith,3,Internasional,98,International,3,International Islamic School Robot Olympiad,1,International Peace Day,1,Internet Banking,1,IPNU,1,IPPNU,1,Iqbal Khalidi,3,Iqbal Kholidi,1,Iran,1,ISIS,11,Islah Gusmian,1,Islam,16,Islam dan Perdamaian,1,Islam Di China,3,Islam di Papua,1,Islam Indonesia,3,Islam Nusantara,28,Islam Nusantara Center,1,Islam Papua,1,Islam Radikal,1,Islamic Event,1,Islamic State,1,Isra' Mi'raj,1,Istighosah Kubro,1,Istikharah,1,Ito Surmardi,1,JAD,1,Jakarta,4,Jamiyatun Nasihin,1,Jasad Utuh,1,Jawa Barat,3,Jawa Tengah,7,Jawa Timur,4,Jazirah Arab,1,JIhad,3,Jihad fi Sabilillah,1,Jokowi,5,Jonru,1,Jurnalistik,1,K.H. Ahmad Umar Abdul Manan,1,Kabar Duka,1,Kabar Pesantren,5,Kabar Pesantrens,1,Kajian Islam,18,Kajian Ramadhan,1,Kalam Ulama,4,Kalender,2,Kalender Islam,2,Kalimah Syahadat,1,Kalis Mardiasih,1,Kampung Damai,1,Kampus,1,Kekerasan,1,Kemenag,3,Kementerian Agama,1,Kementerian Agama RI,3,Keraton Sumenep,1,Kesehatan,4,Ketua PBNU,1,Ketum PBNU,1,Ketupat,1,Keutamaan Bulan Rajab,1,Keutamaan Shalat Tarawih,16,Keutamaan Shalawat Nabi,2,Keutamaan Tarawih,1,KH A Ghazalie Masroeri,1,KH Abdurrahman Wahid,5,KH MA Sahal Mahfudh,2,KH Maemon Zubair,1,KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh,1,KH Sahal Mahfudh,3,KH Said Aqil Siraj,1,KH Wahab Hasbullah,1,KH. Abdul Aziz Manshuri,1,KH. Abdul Ghoffar Rozien,1,KH. Abdul Karim,1,KH. Abdul Muhaimin,1,KH. Abdurrahman Wahid,1,KH. Ali M. Abdillah,1,KH. Bisri Mustofa,1,KH. Cep Herry Syarifuddin,3,KH. Hasyim Asy'ari,1,KH. Hasyim Asyari,3,KH. Husein Muhammad,2,KH. Iftah Sidiq,1,KH. Lukman Harits Dimyati,1,KH. Ma'ruf Amin,2,KH. Maimoen Zubair,11,KH. Marzuqi Dahlan,1,KH. Masdar F. Mas'udi,2,KH. Mustofa Bisri,2,KH. Said Aqil Siraj,5,KH. Sholeh Darat,8,KH. Thobary Syadzily,1,KH. Tubagus Muhammad Falak,1,KH. Yahya Cholil Staquf,3,KH. Zainal Mustafa,2,KH. Zakky Mubarok,2,KH.Shalih Darat,1,Khanza Iliyina Syafa,1,Khawarij,1,Khazanah,3,Khazanah Isam,7,Khazanah Islam,379,Khilafah Islamiyah,5,Khofifah Indar Parawansa,1,Khoirul Anam,2,Khulafaur Rasyidin,1,Khutbah,4,Khutbah Idul Fitri,2,Khutbah Jumat,1,Kiai Abdul Hamid,1,Kiai Hasan Genggong,1,Kiat Menulis,1,Kiddle,1,Kilas,1,Kirab Santri,1,Kisah Hikmah,16,Kisah Nabi,1,Kisah Rasulullah,1,Kisah Teladan,1,Kita Tidak takut,1,Kitab Durrotun Nasihin,1,Kitab Jawahirul Bukhori,1,Kitab Kuning,5,Kitab Pegon,1,Kitab Suci,1,Kokam,1,Kolom,96,Komedi Religi,1,Kominfo,1,Konferwil NU Jabar,1,Konflik Sunni-Syiah,1,Kongkow Sufi,3,Konsultasi Agama,1,Konsultasi Islam,1,Kontra Radikal-Terorisme,1,KPAI,1,KPK,1,Kreatif Indonesia,1,Kriminal,1,Krisis Jerusalem,2,Krisis Rohingya,7,KUPI,1,Kurban,7,Kyai Maimoen Zubair,1,Kyai Masdar,1,Kyai Pahlawanku,1,Kyai Pesantren,1,Lailatul Qadr,1,Lambang NU,1,Lapan-A2,1,Laporan,1,Lazisnu,1,Le Petit Prince,1,Lebaran,1,Lebaran Ketupat,1,Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama,2,Lesbian,1,Letter of Acceptance,1,LFNU,1,LGBT,2,Liberalisme,1,Life of Mohammed,3,Life of Muhammad,2,Liga Santri,2,Liga Santri Nusantara,3,Lingkungan,1,LIPI,1,Litbang Kemenag,1,Literasi,7,Literasi Digital,3,LoA,1,Logo Muktamar NU ke-33,1,Logo NU,1,Love Peace,1,LPDP,1,LSN,5,LSN 2017,3,LTN NU,3,Lukman Hakim Saifuddin,3,Lunar System,1,M. Kholid Syeirazi,1,M. Nur Kholis Setiawan,1,M. Rikza Chamami,13,M. Rikza Khamami,1,Ma'arif NU,2,Madrasah,24,Madrasah Diniyah,5,Madrasah Lebih Baik,2,Madrasah TBS,1,Mahasiswa,2,Mahbub Ma'afi,2,Mainstream Media,1,Majelis Dzikir,1,Majelis Shalawat,1,Makalah,3,Makam Gus Dur,1,Makam Nabi,1,Makam Nabi Muhammad SAW,1,Makam Rasulullah,1,Makam Sunan Bonang,1,Makkah,1,Maklumat,3,Makna Bismillah,1,Makna Logo Muktamar NU ke-33,1,Malik bin Anas,1,Mama Falak,1,MAN IC,1,Manhaj Salafi Imam Syafi’i,1,Manhaji,1,Manusia Robot Bali,1,Mars,1,Masjid,1,Masjid Zhenjiao,1,Masjidid Haram,1,Masjidil Haram,1,Maturidiyyah,1,Maulid,4,Maulid Burdah,1,Maulid dalam Islam,1,Maulid Nabi,7,Maulid Nabi Muhammad SAW,3,Mbah Maimoen Zubair,2,Mbah Moen Sarang,2,Mbah Mun,1,Mbah Sahal,1,Mbah Sholeh Darat,1,MCA,1,Media,2,Media Sosial,1,Media Watch,1,Mehmet Gormez,1,Melangkahi Kuburan,1,Meme,1,Meme Islami,1,Menag,2,Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia,1,Mengenal Jejak Mengenal Watak,1,Menristek,1,Menulis,1,Merayakan Maulid,1,Milad,1,Minal Aidin Wal Faizin,1,Minhajul 'Abidin,5,Moment,1,MTs Surya Buana Malang,1,MTsN 2 Pamulang,1,MTT,1,Mualaf,2,Mudik Lebaran,1,Muhammad,2,Muhammad bin ‘Abd al-Wahhab,2,Muhammad Nasir,1,Muhammad Niam,1,Muhammad PBUH,1,Muhammad SAW,3,Muhammad Tijany,1,Muharram,2,MUI,1,Mujaheeden,1,Mujahidin Palestina,1,Mukiyah,1,Mukjizat,2,Muktamar NU,1,Muktamar NU ke 33,2,Munas-Konbes NU,20,Munawir Aziz,1,Muntaha Azhari,1,Museum Keraton Sumenep,1,Muslim Hong Kong,1,Muslim Kagetan,1,Muslim Papua,1,Muslimat NU,2,Nabi dan Rasul,1,Nabi Ibrahim,1,Nabi Muhammad,2,Nabi Muhammad SAW,6,Nadirsyah Hosen,6,Nadlatul Ulama,2,Nahdatul Ulama,18,Nahdlatul Ulama,157,Nahdlatul Ulamata,1,Name of Allah,1,Narkoba,3,Nasehat,8,Nasihat,1,Nasional,412,Nasionalisme,1,Natal,1,Natal 2015,1,Natal dan Maulid,1,Netizen Jurnalistik,1,New,1,News,677,News Ikhbar,2,News IPPNU,1,News Pictures,17,Ngaji Live,1,Ngaji Puasa,27,Ngaji Ramadan,8,Ngaji Ramadhan,20,Ngaji Video,1,Niat Puasa,1,Nishfu Sya'ban,1,NKRI,1,NKRI Harga Mati,3,NU,7,NU ANZ,1,NU Batang,1,NU Bogor,13,NU Care,2,NU Care LazisNU,2,NU Garis Lurus,1,NU Jabar,2,NU Jatim,1,NU Klaten,1,NU Semarang,1,NUCare,4,NUPeduli,1,Nur Kholik Ridwan,1,Nur Rofiah,1,Olimpiade Kedokteran,1,Opini,283,Opinion,1,Opnion,1,Orbituari,2,Pagar Nusa,13,PAI,2,Palestina,2,Palestine,1,Palestine Mujaheeden,1,Papua,1,Parenting,1,PBNU,8,PBSB,3,PBSB 2016,1,Peace,1,Peduli Bencana,2,Pelajar NU,1,Pendaftaran PBSB 2016,1,Pendididkan Islam,18,Pendidika Islam,1,Pendidika Islam,1,Pendidikan,171,Pendidikan Agama,1,Pendidikan Islam,158,Pendidikan Karakter,2,Pendidikan Madrasah,5,Pendidikan Politik,3,Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam,1,Pendidikn Karakter,1,Pendis Kemenag,2,Penggrebekan di Jepara,1,Pengobatan Islami,1,Penjajahan,1,Pentas PAI,1,Penulis,1,Perang,1,Perang Badar,1,Perang Uhud,1,Perguruan Tinggi NU,1,Perkemahan Rohis,1,Perppu Ormas,2,Perpres,1,Perpu Ormas,1,Perwimanas,2,Pesan Kiai,1,Pesantren,70,Pesantren Assalafiyah Cirebon. Assalafiyah,1,Pesantren Ibnu Mas'ud,1,Pesantren Lirboyo,2,Pesantren Mahasiswa,1,Pesantren Salaf,1,Photo,1,Pilihan Editor,105,Pilkada,1,Pilkada 2017,1,Pilkada DKI,1,Pilkada Jatim,1,Ploso,1,PMII,3,Polemik Sejarah Tere Liye,1,Politik,13,Ponorogo,1,Ponpes Al-Anwar,1,Pontianak,1,PPMN III,1,Pra Munas,4,Pramuka,1,Prof. Dr. Ahmad Tayyeb,1,Prof. Dr. Quraish Shihab,3,Profil,3,PTKI,1,Puasa Arafah,1,Puasa Ramadhan,1,Puisi,12,Pustaka,10,Pustaka Pesantren,8,Qawli,1,Qunut Nazilah,1,Quote,1,Qurban,5,Radicalism,1,Radikalisme,10,Rajab,1,Ramadan,2,Ramadhab,1,Ramadhan,72,Ramadhan 2015,12,Ramadhan 2016,2,Ramadhan di Hong Kong,1,Ramadhan Video,25,Rasis,1,Rasullah,1,Rasulullah SAW,6,Recommended,2,Refleksi Akhir Tahun,1,Release,2,Release PBNU,1,Religion,2,Remaja Islam,1,Resolusi Jihad,2,Resolusi Jihad NU,1,Rezeki Halal,1,Rijal Mumazziq Z,1,Risalah NU,1,RMI NU,4,Robikin Emhas,1,Robot,1,Rohingya,11,Rokok,2,Rubbubiyah,1,Ruchman Basori,2,Rukun Islam,1,Sahabat,1,Sahabat Nabi,2,Sahih Muslim,1,Said Budairy,1,Saifuddin Zuhri,1,Saifullah Ma'shum,1,Sajak,2,Salafi,2,Salam,1,Sanad Keilmuan,1,Santri,6,Santri Goes To Papua,3,Santri Menulis,1,Santri Urban,1,Sarkub Papua,1,Sastra Islam,11,Satelit,1,Satelit Indonesia,1,Save Rohingya,6,Sayembara Logo Muktamar NU ke-33,1,Science,5,Sedekah,3,Sejarah,5,Sejarah Al-Qur'an,1,Sejarah Indonesia,2,Sejarah Islam,1,Sejarah NU,2,Sekolah Lima Hari,1,Seni dan Sastra Islam,12,Seri Belajar Islam,8,Seri KH. Said Aqil Siraj,1,Seri Tokoh,1,SGTP,1,Shahih Muslim,1,Shaikh Nimr Baqir al-Nimr,1,Shalat,18,Shalat Gerhana,3,Shalat Idul Adha,1,Shalat Istiqa,1,Shalat Jum'at,6,Shalat Sunah,1,Shalat Sunnah,3,Shalat Tarawih,15,Shalawa Nabi,1,Shalawat,2,Shalawat Nabi,4,Shalawat Nabi Muhammad SAW,2,Shalawat Nariyah,3,Sholat Tarawih,1,Sholawat,1,Sholeh Darat,1,Short Course,1,Sifat Mulia Rasulullah SAW,1,Silsilah Nabi Muhammad SAW,1,Silsilah Rasulullah,1,Sindikasi Damai,15,Sindikasi Media,1,Singaparna,1,Sinopsis,1,Sirah Nabawiyah,2,Sirah Nabi,2,Siswa Berprestasi,1,Slamet Basyid,1,solar system,1,Solidaritas,1,Sponsored,2,Suara NU,1,Sudut Pandang,1,Sudut Taman Ramadhan,7,Sufistik,1,Sumanto Al Qurtuby,9,Sumenep,1,Sunnah,2,Sunnah Rasulullah,1,Sunnah Shalat,1,SUNNI,1,Sunni-Shia,1,Sunni-Syiah,1,Suraji,6,Surat Edaran Gubernur Jateng,1,Surat Terbuka,3,Suriah,2,Syafa'at Rasulullah,1,Syafaat Nabi,1,Syahid,1,Syahrozad Zalfa Nadia,1,Syaikhona Kholil Bangkalan,1,Syarat Wajib Zakat,1,Syariah,2,Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani,1,Syeikh Abdul Qodir Al-Jailany,1,Syekh Abdul Qadir Al-Jailani,1,Syekh Dr. Muhammad Fadhil,1,SYIAH,3,Tafsir,1,Tafsir Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani,1,Tahlilan,2,Tahun Baru 2016,1,Tahun Baru Islam,2,Tahun Baru Masehi,1,Tanah Suci,1,Tarawih,21,Tasawuf,3,Tawan,1,Tawariq,1,Tayyip Erdogan,1,Tebuireng,6,Tekno,20,Teladan,1,Teladan Nabi,3,Teologi Teror,1,Teraweeh,1,Tere Liye,1,Teror,1,Teror 2016,1,Teror Jakarta,1,Teror Sarinah,1,Teror Thamrin,1,Teroris,4,Terorism,10,Terorisme,25,Tionghoa,1,Tips and Trick,2,Tokoh,86,Tokoh Betawi,1,Tokoh Bogor,1,Tokoh Dunia,3,Tokoh Indonesia,19,Tokoh Islam,114,Tokoh Kemerdekaan,2,Tokoh Muda Islam,25,Tokoh NU,17,Tokoh NU Bogor,1,Tokoh NU Jabar,1,Tokoh Perempuan,1,Tokoh PMII,1,Tokoh Rembang,1,Tokoh Syiah,1,Tolak FDS,12,Toleransi,5,Tradisi,2,Tragedi Crane di Masjidil Haram,1,Trend Sosial,2,Tuah Pesantren,1,Tulisan Arab,1,Tuntunan Islam,1,Turats,1,Turki,1,TurnBackHoax,4,Tutorial,1,TV9,1,Ubaidillah Achmad,23,Ubaidillah Ahmad,1,Ucapan Minal Aidin Wal Faizin,1,Ucapat Selamat Natal,1,Udhiyah,1,Uhud,1,Ulama,11,Ulama Bogor,1,Ulama Indonesia,1,Ulama NU,3,Ulama Nusantara,1,Ulama Perempuan,1,Ulama Salaf,1,Uluhiyah,1,UNU,2,Ustad Ahmad Ikrom,1,Ustadz,1,Ustadz Ahmad Ali MD,2,Ustadz Ali MD,1,Ustadz Fathuri,24,Ustadz Fatoni Muhammad,1,Ustadz Lc,1,Ustadz Ma'ruf Khozin,3,Ustadz Menjawab,5,Ustadz Yusuf Mukhtar Sidayu,1,Ustadz Yusuf Suharto,1,Uswah,3,Uswatuna,3,UU Ormas,1,Video,5,Vinanda Febriani,7,VoA-Islam,1,Wahabi,4,Wahabism,2,Wahabisme,2,Wahid Foundation,6,Wali Pasemone,1,Wali Songo,2,Walisongo,5,Waliyullah,1,Wardi Taufik,1,Wawasan,79,Wawasan Islam,54,Wawasan Kebangsaan,12,Wawasan Nusantara,43,Website Islam Indonesia,1,Website Islam Nusantara,1,Wirid dan Doa,2,Wirid dan Doa Setelah Shalat,1,Women and Jihad,1,Women Fighter,1,World Peace,1,Wudhu,3,Yahya Staquf,1,Yasin,1,Yayasan Saifuddin Zuhri,1,Yenny Wahid,3,Yogyakarta,8,Z-Featured,3,Zainal Mustafa,1,Zakat,4,Zakat Fitrah,2,Zakir Naik,1,Zakky Zulhazmi,2,ZIarah,4,Ziarah Kubur,2,Zikir,1,Zuhairi Misrawi,1,Zulkilfi Hasan,1,خطبة كسوف الشمس,1,
ltr
item
Arrahmah.co.id - Portal Dunia Islam: Pancasila Dalam Pandangan Nilai Keislaman Nahdlatul Ulama
Pancasila Dalam Pandangan Nilai Keislaman Nahdlatul Ulama
Saya setuju pandangan Harry Tjan Silalahi dan kawan kawan di komunitas lintas agama jawa tengah yang menegaskan, bahwa pancasila bukan sebagai pilar negara, namun sebagai dasar negara. Hal ini didasarkan perbedaan makna antara istilah pilar dan dasar. Selain itu, Ir. Soekarno, Ulama NU, dan pakar filsafat Indonesia, Prof. Driyarkara SJ, telah dengan tegas menguraikan filosofi pancasila sebagai dasar NKRI.
https://1.bp.blogspot.com/-rIPMniUONOE/WUO_95_mZrI/AAAAAAAAHxY/toISg7tXi6A_L0kW_NxDw9yu2kzsY373QCLcBGAs/s640/NU%2Bdan%2BPancasila%2B-.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-rIPMniUONOE/WUO_95_mZrI/AAAAAAAAHxY/toISg7tXi6A_L0kW_NxDw9yu2kzsY373QCLcBGAs/s72-c/NU%2Bdan%2BPancasila%2B-.jpg
Arrahmah.co.id - Portal Dunia Islam
https://www.arrahmah.co.id/2017/06/nahdlatul-ulama-nu-dan-pancasila.html
https://www.arrahmah.co.id/
https://www.arrahmah.co.id/
https://www.arrahmah.co.id/2017/06/nahdlatul-ulama-nu-dan-pancasila.html
true
766049156261097024
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content