Muhasabah Ramadlan: Mbah Tamam Dan Analogi Zaman Pada Tubuh Manusia

Berikut ini hikmah singkat dari KH. A. Tamamuddin Munji, disampaikan kepada khadim majlis kongkow As Syuffah Sidorejo Pamotan Rembang. Hal ini dapat menjadi media muhasabah ramadlan terhadap realitas perkembangan manusia yang tercermin pada tubuh manusia. Beberapa cermin tubuh yang digunakan untuk menandai kronologi perkembangan manusia, berupa kepala, leher, dada, perut, kemaluan, dan kaki.

Muhasabah Ramadlan: Mbah Tamam Dan Analogi Zaman Pada Tubuh Manusia
Muhasabah Ramadlan: Mbah Tamam Dan Analogi Zaman Pada Tubuh Manusia
Oleh: Ubaidillah Achmad

HIKMAH, ARRAHMAH.CO.ID - Berikut ini hikmah singkat dari KH. A. Tamamuddin Munji,  disampaikan kepada khadim majlis kongkow As Syuffah Sidorejo Pamotan Rembang. Hal ini dapat menjadi media muhasabah ramadlan terhadap realitas perkembangan manusia yang tercermin pada tubuh manusia. Beberapa cermin tubuh yang digunakan untuk menandai kronologi perkembangan manusia, berupa kepala, leher, dada, perut, kemaluan, dan kaki.

Keenam kawasan ini, dapat dijadikan instrumen: bagaimana membaca sejarah manusia yang akan terus berulang dari atas kepala hingga kaki, dan sebaliknya. Masa pilihan manusia yang mengikuti analogi tubuh akan tergantung pada lingkungan masing masing manusia, baik yang terkait dengan hal yang fisika dan yang metafisika.

Sejarah manusia melalui analogi tubuhnya, telah ditandai dengan dua model zaman keemasan: pertama, keemasan tradisi kenabian yang tidak hanya berkemampuan menghubungkan antara yang fisika dan metafisika, namun juga mampu membuka rahasia hidup dan rahasia kelembutan sinar cahaya kenabian. Kedua, zaman keemasan tradisi filsafat yang telah kuat mencari akar berfikir secara mendasar. Dalam masa ini, para filosof bercita cita kuat untuk mendapatkan kerangka berfikir mendasar hingga seakar akarnya.

Berfikir radikal pada kawasan ini untuk mendapatkan pemahaman hingga mendasar dan mendalam. Berfikir radikal di sini berbeda dengan kehendak radikal untuk merebutkan kekuasaan, seperti yang dilakukan oleh kelompok radikalis agama yang telah dimainkan oleh gerakan komunalisme kehendak kuasa. Fenomena radikalisme kehendak kuasa inilah yang mengancam keselamatan pihak lawan atau keselamatan setiap orang yang berbeda visi dan misi.

Tentu saja, pembacaan ini tidak bersifat muthlak dan tidak menutup pembacaan yang lain untuk membaca fenomena secara tertib tentang kawasan unsur manusia. Yang lebih penting dari tulisan ini, adalah hikmah zaman yang bisa dipahami secara kronologis pada tubuh manusia.

Kawasan kekuasaan Kepala 

Fenomena: "manusia bisa berfikir jernih dan idealis yang memungkinkan dapat menjangkau antara yang fisika dan metafisika. Kajian antara yang fisika dan metafisika ini, telah mewarnai masa awal perkembangan pemikiran manusia."

[next]

Analisis:

Jika penulis pahami, maka kawasan ini menandai zaman kenabian dan berfikir kritis para filosof. Kawasan ini yang menandai zaman berpijak para generasi kenabian dan berfikir kritis berikutnya setelah melalui konflik dan pertentangan pemikiran dan kehendak manusia. Hikmah di atas dapat penulis relevansikan dengan sejarah pemikiran manusia yang tidak dapat dilepaskan dari hal hal yang bersifat fisik dan non fisik. Proses berfikir yang seperti ini memerlukan kesadaran manusia yang tinggi.

Kemampuan berfikir memadukan dua sifat di atas, akan membuka cara berfikir seseorang tentang sesuatu yang ada
(ontologis). Cara berfikir ini, tidak terikat dengan benar atau salah tentang yang ada, baik yang ada dalam jangkuan manusia maupun yang keluar di alam raya yang menjadi objek berada sejati dengan cara beraktualisasi diri.

Sehubungan dengan cara manusia beraktualisasi ini yang disebut dengan istilah eksistensi. Hal ini sudah berkembang subur pada masa Babylonia (-+ 650 SM). Pada zaman ini, banyak yang melakukan proses berfikir yang integratif, baik antara yang fisik dan non fisik. Kajian tentang yang non fisik ini yang disebut dengan mitos, yaitu cerita tentang tanda atau simbol yang mengaktualkan makna realitas kehidupan yang bersumber dari nilai kebenaran. Misalnya, cerita pewayangan yang mencetuskan pengalaman manusia relasinya dengan ilmu kehadiran, manusia yang melebur menjadi satu dengan alam.

Jadi, akal budi pada zaman Babylonia, tidak hanya digunakan untuk memahami unsur kesemestaan, namun juga digunakan untuk merasakan hal hal yang diluar unsur kesemestaan. Pada masa ini, rasa ingin tahu terhadap fenomena yang terjadi di alam dan di luar alam, yang mendorong perkembangan pemikiran manusia. Misalnya, peristiwa gunung meletus, yang manusia tidak mengetahui jawabannya, maka manusia mereka-reka sendiri, bahwa penunggu gunung yang meletus sedang marah.

Jadi, otak yang bersemayam pada organ tubuh yang berfungsi untuk menterjemahkan fenomena di alam semesta dan di luar alam semesta. Kekuatan awal manusia menggunakan otak ini, telah mewarnai sejarah awal perkembangan pemikiran dan pengembangan keilmuan dari semua perkembangan fenomena berfikir teologis akan menguatkan makna dan tanda yang terdapat pada mitos.

Model penalaran manusia dari perkembangan kawasan unsur kepala ini, telah mampu melakukan abstraksi yang memaparkan hakikat sesuatu. Sehubungan dengan analogi perkembangan ilmu pengetahuan pada kepala, yang paling memberikan kenangan dunia pemikiran hingga kini. Hal ini, menunjukkan berfikir secara positif. Misalnya, berfikir melalui pengamatan, percobaan dan perbandingan yang menggunakan nalar.

Kawasan kekuasaan Leher

Fenomena: "ada dorongan manusia merebut kekuasaan yang dilakukan dengan cara politik kekerasan hingga kebenaran menjadi milik mereka yang berkuasa dan kekalahan akan mati dan terhakimi."

Analisis:

[next]

Unsur leher ini menandai adanya sebuah zaman yang berlangsung, telah menghalalkan sikap pembunuhan antar sesama umat manusia. Masa ini tidak mengenal prinsip hidup, bahwa manusia sebagai sosok yang harus dijaga kehormatannya. Masa pada kawasan leher ini mengabaikan, bahwa manusia merupakan unsur tanah yang terbuat rapi dan indah serta terbuat secara sempurna oleh Allah.

Masa ini merupakan cermin dari zaman keemasan para fasis yang ingin menguasai dunia dan menguasai sistem kekuasaan. Masa ini, telah mengemuka menutupi masa keutamaan tradisi kenabian dan filsafat yang ditandai oleh kawasan kepala. Pada zaman yang ditandai dengan zaman leher ini, telah terjadi fasisme politik, bertujuan untuk membangun relasi kuasa yang tidak seimbang. Dalam upaya memperebutkan kekuasaan ini, semua telah dipertaruhkan untuk memperebutkan kursi kekuasaan dan kesenangan nafsu biologis manusia.

Masa yang melewati leher ini merupakan masa gelap, karena telah menutup zaman pencerahan yang dilakukan oleh para Nabi dan para filosof.

Kawasan kekuasaan Dada

[next]

Fenomena: "manusia akan kembali pada fitrahnya, ingin kembali pada masa pencerahan dan pembebasan Nabi. Kebanyakan manusia merasakan keutamaan cahaya kenabian yang dapat menjadi instrumen untuk membuka hati manusia memahami ketuhanan dan kemanusiaan."

Kawasan dada membentuk kesadaran hati relasinya dengan Tuhan dan prinsip kemahusiaan. Hal ini disebabkan oleh pengalaman manusia menghadapi hidup yang menyengsarakan seperti yang dialami pada masa Nabi, yang akan terus berada dalam konflik kemanusiaan.

Sumber potensi unsur hati ini, memiliki kesamaan dengan potensi unsur kepala, yang lebih menekankan kepada kebaikan dan keutamaan. Yang membedakan kawasan kepala dan dada, jika semangat manusia pada unsur kepala bermula dari semangat membangun idealisme dan menyatukan antara yang fisika dan yang metafisika. Sedangkan, kawasan dada membentuk kesadaran manusia terhadap bahaya fasisme politik. Potensi dada ini, sering dikenal dengan abad pencerahan umat manusia.


Kawasan kekuasaan Perut

Fenomena: "manusia telah berpihak pada sistem permodalan yang memanjakan kebutuhan perutnya."

Pada masa ini memasuki zaman konflik kemanusiaan, seperti zaman leher, namun lebih menekankan pada kebutuhan perut dan akan selesai setelah terpenuhinya. Jalan yang ditempuh, adalah dengan merebut kekuasaan.

Berbeda dengan zaman leher, yang benar benar mengejar kekuasaan dan mengorbankan harga diri sifat kemanusiaan. Hal ini sering dikenal dengan perebutan kekuasaan murni. Sedangkan, zaman perut, hanya persoalan pembagian kue untuk memenuhi kebutuhan semata mata perut manusia.

Kawasan kekuasaan Kemaluan

Fenomena: "manusia lebih memilih mempertontonkan seks bebas dengan berbagai kedok dan bungkus yang selalu mengiringi kekuasaan dan perjuangan para pejuang sosial, baik dari oknum agamawan maupun oknum aktivis kemanusiaan."

Zaman ini, telah berdirinya tempat penginapan, villa, dan hotel hotel untuk berbuat mesum dan untuk memenuhi kepuasan nafsu al amarah yang penuh dengan gerak syahwat dan dorongan emosi manusia. Masa ini menunjukkan pola hidup secara lebih mengerikan, karena kebanyakan model kejahatan manusia terbungkus dengan kedok moral, kedok agama dan kedok kekuasaan para oknum kelompok tertentu. Dengan adanya bungkus dan kedok ini, sebenarnya tersimpan kehendak yang tersembunyi, yaitu kehendak seks atau kepuasan biologis.[next]

Kawasan kekuasaan Kaki

Fenomena: "manusia lebih memilih kekerasan fisik yang dilakukan secara terbuka oleh kebanyakan orang yang ingin merebut kekuasaan dan mengejar kepentingan."

Masa ini merupakan masa para pemburu kuasa yang sudah tidak menghiraukan kawasan kepala dan dada. Mereka yang menikmati kawasan kaki ini, tidak malu berantem dan ingin menginjak injak pihak yang lain. Dalam kontekps kekuasaan bisa diartikan model untuk merebut kekuasaan yang dilakukan dengan cara saling sepak antar masing masing yang berkehendak untuk memperebutkan sistem kekuasaan.

Sehubungan tinanda tersebut di atas, kita dapat membaca secara silih berganti adanya zaman manusia, yang dimulai dari kepala hingga ke kaki dan sebaliknya. Karenanya, pada setiap zaman ini tidak bisa diukur berapa lama keberlangsungannya.

Setidaknya, dengan tinanda pendek diatas, dapat dipahami keunggulan kawasan dan bagaimana setiap peristiwa dapat diurutkan pada kondisi dan karakter kawasan anatomi tubuh manusia.[next]

Teori Al Ghazzali

Jika memahami perkembangan manusia dari fenomena di atas, maka dapat dibandingkan dengan teks Kimia Kebahagiaan karya Imam Al Ghazzali yang secara langsung memahami struktur manusia dari beberapa unsur kimia kejiwaan yang terdapat pada manusia.

Beberapa unsur kimia kebahagiaan manusia ini sangat menentukan bahagia atau tidaknya seseorang dalam menghadapi realitas kehidupan. Realitas kehidupan dalam pandangan Al Ghazzali akan terancam pada pola materialisme yang berpusat pada kebutuhan perut manusia. Perut ini yang membuat potensi kerja syahwat dan ghadlab menjadi lebih menunjukkan kekuatan sikap negatif manusia.

Dalam kimia kebahagiaan, manusia memiliki unsur: pertama, ruh yang ditiupkan Allah pada jasad manusia. Kedua, Qalb, sebagai sumber potensi rasa empati dan simpati manusia pada prinsip kebenaran dan kemanusiaan. Ketiga, aql, sebagai sumber pembeda terhadap sesuatu yang baik dan yang buruk. Keempat, nafs, sebagai sumer potensi kehendak manusia, baik berupa kehendak yang baik dan kehendak yang buruk.

Dalam kehendak inilah, manusia diperintahkan pada kehendak yang stabil dan tenang, sehingga tidak terjatuh pada kehendak yang buruk. Jika dikaitkan dengan kawasan tanda pada tubuh manusia, maka unsur kimia kebahagiaan ini terdapat pada tanda kepala yang menandai penalaran dan dada yang menandai kesadaran untuk berpihak peda pencerahan dan pembebasan.

Sedangkan, kawasan perut termasuk kawasan yang bersarang kebutuhan syahwat dan gadlab, maka harus ditahan pada kehendak yang stabil atau yang tenang dan penuh kerelaan kepada semua keputusan Allah dan tenang terhadap kehendak yang baik, sehinga tidak terpengaruh hal hal yang negatif.

Sehubungan dengan unsur kimia kebahagiaan perspektif Imam Al Ghazzali, telah ditegaskan dalam syarah arbain Nawawi, bahwa yang harus dikuatkan dalam kerajaan badan manusia, adalah qalb, yang berada di dada manusia. Jika qalb dapat mengendalikan seluruh unsur kerajaan badan manusia, maka manusia akan dapat merasakan kebahagiaan berdialog dengan kehidupannya dengan pendekatan nalar dan prinsip pencerahan.

Tentu saja, kesemua keseimbangan jiwa manusia dan kesempurnaan kepribadian manusia pun, tetap harus mengharapkan Ridlau Allah dan mengikuti jejak hidayah kenabian melalui Nabi Muhammad. Semoga Allah menerima Amal baik KH. A. Tamamuddin Munji dan menjadikan berlangsung jejak perjuangan beliau melalui generasi As Syuffah.

Ubaidillah Achmad, Dosen Filsafat Islam UIN Walisongo Semarang dan Pengasuh PP. As Syuffah Sidorejo Pamotan Rembang.

COMMENTS

Nama

.,1,#AyoMondok,12,#BelajarIslam,8,#CintaNKRI,2,#DanaHaji,1,#HariSantri,19,#HariSantri #HariSantri2017,1,#HariSantri2017,1,#HarlahNU,4,#HarlahNU91,2,#HaulKiaiHasanGenggong,2,#IslamIndonesia,1,#IslamNUsantara,4,#KajianRamadhan,1,#SavePalestine,3,#SaveRohingya,3,1 Muharram,3,1 Syawal,1,2016,1,A. Zakky Zulhazmi,1,Abdlul Halim Hasan,1,Abdul Mun'im DZ,1,Abu Bakar Hasan Assegaf,1,Adab Rasulullah,1,Advetorial,2,Afif Sunakim,1,Agama,1,Agama Cinta,1,Agenda,25,Agenda NU,1,Agnez Mo,1,Agus Zainal Arifin,3,Ahlusunnah wal Jama'ah,31,Ahmad Baso,1,Ahmad Mujib Rahmat,1,Ahmet Davutoglu,1,Ahsunnah,1,AJaran Islam,1,Akhir Zaman,1,Akhlakul Karimah,1,Al-Nimr,1,Al-Qaeda,1,Al-Qur'an,4,Al-Qur'an Raksasa,1,Al-Zastrow Ngatawi,1,Alamsyah M. Dja’far,3,Ali bin Abi Thalib,2,Ali Zawawi,1,Alissa Wahid,1,Allah,1,Almanak,1,Alumni Madrasah,1,Amalan,16,Amalan di Bulan Ramadhan,2,Amalan NU,4,Amalan Rasulullah,1,Amaliah,19,Aman Abdurrahman,1,Amirul Ulum,2,Anas Saidi,1,Angka Istimewa dalam Islam,1,Angka Tiga,1,Angker,1,Ansor,3,Ansor Garut,1,Ansor Malang,1,Ansor Surabaya,1,Anti Korupsi,4,Anti Narkoba,1,Anti Radikalisme,3,Anti Terorisme,2,Anti Wahabi,1,Aplikasi Batik,1,Aqidah,2,Arab,1,Arab People,1,Arab Saudi,2,Arief Mundatsir Mandan,1,Arifin Junaidi,1,Arrahmah Channel,5,Arrahmah Featured,11,Arrahmah.com,1,Articles,2,Artikel,26,Asian Youth Robot Olimpiade,1,Asosiasi Pesantren NU,1,Aswaja,24,Asy'ariyah,1,Australia,1,Avicenna Roghid Putra,1,Ayat-ayat Toleransi,1,Ayman Adz Dzawahiri,1,Ayo Mondok,1,AYRO,1,Bahtsul Masail,1,Bangsa Indonesia,1,Banser,14,Banten,1,Batik,1,Batik Indonesia,1,Battle,1,Battle of Uhud,1,Beasiswa,12,Beasiswa Kemenag,3,Beasiswa Madrasah,1,Beasiswa Santri,1,Beasiswa Santri 2016,1,Beasiswa Santri Berprestasi,2,Beasiswa Santri Berprestasi 2016,1,Bekasi,1,Belajar Islam,26,Berita,148,Berita Duka,5,Berita Islam,3,Bid'ah,2,Bid'ah para Sahabat,1,Bima Arya,1,Biseksual,1,Bisnis Haram,1,BNN,1,BNN di Jepara,1,BNPT,2,Bodo Kupat,1,Bogor,1,Bom Kuningan,1,Bom Sarinah,2,Bom Thamrin,2,BPOM,1,Brain,1,Budaya,1,Buku,6,Bulan Rajab,1,Buletin Jumat,5,Burdah,1,Cak Masykur,25,Cak Nun,1,Cak Nur,1,Cangkir9,2,Cep Herry Syarifuddin,1,Cerpen,2,Channel Arrahmah,37,Charlie Hebdo,1,Cheng Ho,1,Choirul Anam,1,Cinta,1,Cinta Bangsa,1,Cinta Tanah Air,1,Counter Radicalism,6,Cybercrime,2,Dajjal,1,Dakwah Islam,4,dan Transgender,1,Darurat Narkoba,3,Dea Anugerah,1,Deklarasi Nahdlatul Ulama,1,Deklarasi Serpong,1,Densus 88,2,Digital Media,2,Direktorat Pendidikan Madrasah,1,Dit PD Pontren Kemenag,1,DKI Jakarta,1,Doa,31,Doa Akhir Tahun,1,Doa Anak Sholeh,1,Doa Awal Tahun,1,Doa Berbuka,1,Doa dan Tirakat,1,Doa Gus Mus,1,Doa Harian,1,Doa Nabi,1,Doa Pernikahan,2,Doa Setelah Shalat,1,Doa Wudhu,1,Dosen UIN Walisongo,1,Download,1,Dr. Amin Haedari,1,DR. KH. M. A. SAHAL MAHFUDH,1,Dr. Nadirsyah Hosen,10,Dubes,1,Dzikir dan Doa,2,Dzikir Setelah Shalat,1,Editor's Choice,10,Effendi Choirie,1,Ekologi,3,Ekonomi,3,Eksekusi Mati Al-Nimr,1,English Edition,1,Esensi Syariah,1,Fadhila Haifa’ Afifah,1,Fadilah,1,Falak,1,Fardhu Wudhu,1,Fatayat NU,2,Fathoni Muhammad,1,Fatwa MUI,1,FDS,11,featured,133,Featured Arrahmah,44,Fikih,2,Fikih dan Muamalah,3,Fikih Ibadah,10,Fiqh,8,Fiqh Ibadah,1,Fiqh Qurban,6,Fiqh Shalat,3,Fiqih Lingkungan,2,Firqaf,1,Firqah,1,Firqoh,1,Fokus Khusus,1,FSN,2,Fulldayschool,4,Fundamentalis akan Habis,1,Gafatar,1,Galeri,4,Gay,1,Geluntung Agel Wafi,1,Gerakan Nasional AyoMondok,1,Gerhana,1,Gerhana Bulan,1,Gerhana Matahari,3,Gerhana Matahari Total,1,GIYE,1,Good Muslim,13,GP Ansor,8,Grand Syaikh Al-Azhar,1,Grants,1,Griya Gus Dur,1,GTK Madrasah,2,Guru Inspiratif,2,Guru Madrasah,2,Guru MAN,1,Guru Mughni,1,Guru PAI,1,Gus Ahmad Muwaffiq,1,Gus Aqib,1,Gus Dur,23,Gus Miek,1,Gus Mus,9,Gus Muwafiq,1,Gus Rizal Mumaziq,1,Gus Sholah,1,Gus Ubaidillah Achmad,1,Gus Yaqut,1,GusDur.net,1,Gusdurian,2,Habib Abu Bakar,1,Habib Lutfi,1,Habib Luthfi bin Yahya,1,Habib Novel,10,Habib Novel Alaydrus,7,Habib Salim Bin Jindan,1,Habib Sholeh Al-Hamid Tanggul,1,Habib Syech,1,Habib Umar bin Hafidz,3,Hadist,1,Hadist Jibril,1,Hadits,1,Hadits 72 Bidadari,1,Hadits Diskriminatif,1,Hafidzoh,1,Haji,7,Haji 2015,1,Haji 2017,1,Haji 2018,1,Hajj,1,Halal bi Halal,3,Halaqah,1,Hamid Ahmad Masduki Baidlawi,1,Har Santri,1,Hari Arafah,2,Hari Batik Nasional,1,Hari Natal,1,Hari Pahlawan,2,Hari Santri,32,Harlah,2,Harlah NU,3,Hasan al-Bashri,1,Haul,4,Haul Gus Dur,9,Haul Kiai Sholeh Darat,2,Haul Sunan Ampel,1,Haul Sunan Bonang,1,Haul Syekh Nawawi Al-Bantani,1,Headlines,20,Hikam Zain,15,Hikmah,83,Hikmah Islam,45,Hipsi,3,Hisab,1,Hizb,1,Hizbut Tahrir,2,Hizbut Tahrir Indonesia,2,Hoax,2,Hong Kong,1,HTI,2,HTIBubar,6,Hubbul Wathan minal Iman,1,Hukum Islam mengenai LGBT,1,Hukum Melangkahi Kuburan,1,Hukum Membunuh,1,Hukum Membunuh dalam Islam,1,Hukum Ucapan Natal,1,Humor,3,HUT TNI,1,Hymne,1,I-Banking,1,Ibadah,4,Ibn Muljam,1,Ibn Yaqzan,1,Ibu Nabi Muhammad,1,Ibunda Nabi Muhammad,1,IDC,1,Ideologi,1,Idhul Adha,1,Idul Adha,14,Idul Fitri,7,IIEE,1,IISRO,1,Ijazah,6,Ijtihad,1,Ikhbar,42,Ilmu Kalam,1,Image,1,Imam al-Syafi’i,1,Imam Ghazali,1,Imam Malik,1,Imam Muslim,1,Imam Nawawi,1,Imlek,1,INC,2,Indonesia Darurat Narkoba,1,Info Haji,2,Inspirasi,11,Inspirasi Pesantren,2,Interfaith,3,Internasional,98,International,3,International Islamic School Robot Olympiad,1,International Peace Day,1,Internet Banking,1,IPNU,1,IPPNU,1,Iqbal Khalidi,3,Iqbal Kholidi,1,Iran,1,ISIS,11,Islah Gusmian,1,Islam,16,Islam dan Perdamaian,1,Islam Di China,3,Islam di Papua,1,Islam Indonesia,3,Islam Nusantara,28,Islam Nusantara Center,1,Islam Papua,1,Islam Radikal,1,Islamic Event,1,Islamic State,1,Isra' Mi'raj,1,Istighosah Kubro,1,Istikharah,1,Ito Surmardi,1,JAD,1,Jakarta,4,Jamiyatun Nasihin,1,Jasad Utuh,1,Jawa Barat,3,Jawa Tengah,7,Jawa Timur,4,Jazirah Arab,1,JIhad,3,Jihad fi Sabilillah,1,Jokowi,5,Jonru,1,Jurnalistik,1,K.H. Ahmad Umar Abdul Manan,1,Kabar Duka,1,Kabar Pesantren,5,Kabar Pesantrens,1,Kajian Islam,18,Kajian Ramadhan,1,Kalam Ulama,4,Kalender,2,Kalender Islam,2,Kalimah Syahadat,1,Kalis Mardiasih,1,Kampung Damai,1,Kampus,1,Kekerasan,1,Kemenag,3,Kementerian Agama,1,Kementerian Agama RI,3,Keraton Sumenep,1,Kesehatan,4,Ketua PBNU,1,Ketum PBNU,1,Ketupat,1,Keutamaan Bulan Rajab,1,Keutamaan Shalat Tarawih,16,Keutamaan Shalawat Nabi,2,Keutamaan Tarawih,1,KH A Ghazalie Masroeri,1,KH Abdurrahman Wahid,5,KH MA Sahal Mahfudh,2,KH Maemon Zubair,1,KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh,1,KH Sahal Mahfudh,3,KH Said Aqil Siraj,1,KH Wahab Hasbullah,1,KH. Abdul Aziz Manshuri,1,KH. Abdul Ghoffar Rozien,1,KH. Abdul Karim,1,KH. Abdul Muhaimin,1,KH. Abdurrahman Wahid,1,KH. Ali M. Abdillah,1,KH. Bisri Mustofa,1,KH. Cep Herry Syarifuddin,3,KH. Hasyim Asy'ari,1,KH. Hasyim Asyari,3,KH. Husein Muhammad,2,KH. Iftah Sidiq,1,KH. Lukman Harits Dimyati,1,KH. Ma'ruf Amin,2,KH. Maimoen Zubair,11,KH. Marzuqi Dahlan,1,KH. Masdar F. Mas'udi,2,KH. Mustofa Bisri,2,KH. Said Aqil Siraj,5,KH. Sholeh Darat,8,KH. Thobary Syadzily,1,KH. Tubagus Muhammad Falak,1,KH. Yahya Cholil Staquf,3,KH. Zainal Mustafa,2,KH. Zakky Mubarok,2,KH.Shalih Darat,1,Khanza Iliyina Syafa,1,Khawarij,1,Khazanah,3,Khazanah Isam,7,Khazanah Islam,379,Khilafah Islamiyah,5,Khofifah Indar Parawansa,1,Khoirul Anam,2,Khulafaur Rasyidin,1,Khutbah,4,Khutbah Idul Fitri,2,Khutbah Jumat,1,Kiai Abdul Hamid,1,Kiai Hasan Genggong,1,Kiat Menulis,1,Kiddle,1,Kilas,1,Kirab Santri,1,Kisah Hikmah,16,Kisah Nabi,1,Kisah Rasulullah,1,Kisah Teladan,1,Kita Tidak takut,1,Kitab Durrotun Nasihin,1,Kitab Jawahirul Bukhori,1,Kitab Kuning,5,Kitab Pegon,1,Kitab Suci,1,Kokam,1,Kolom,96,Komedi Religi,1,Kominfo,1,Konferwil NU Jabar,1,Konflik Sunni-Syiah,1,Kongkow Sufi,3,Konsultasi Agama,1,Konsultasi Islam,1,Kontra Radikal-Terorisme,1,KPAI,1,KPK,1,Kreatif Indonesia,1,Kriminal,1,Krisis Jerusalem,2,Krisis Rohingya,7,KUPI,1,Kurban,7,Kyai Maimoen Zubair,1,Kyai Masdar,1,Kyai Pahlawanku,1,Kyai Pesantren,1,Lailatul Qadr,1,Lambang NU,1,Lapan-A2,1,Laporan,1,Lazisnu,1,Le Petit Prince,1,Lebaran,1,Lebaran Ketupat,1,Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama,2,Lesbian,1,Letter of Acceptance,1,LFNU,1,LGBT,2,Liberalisme,1,Life of Mohammed,3,Life of Muhammad,2,Liga Santri,2,Liga Santri Nusantara,3,Lingkungan,1,LIPI,1,Litbang Kemenag,1,Literasi,7,Literasi Digital,3,LoA,1,Logo Muktamar NU ke-33,1,Logo NU,1,Love Peace,1,LPDP,1,LSN,5,LSN 2017,3,LTN NU,3,Lukman Hakim Saifuddin,3,Lunar System,1,M. Kholid Syeirazi,1,M. Nur Kholis Setiawan,1,M. Rikza Chamami,13,M. Rikza Khamami,1,Ma'arif NU,2,Madrasah,24,Madrasah Diniyah,5,Madrasah Lebih Baik,2,Madrasah TBS,1,Mahasiswa,2,Mahbub Ma'afi,2,Mainstream Media,1,Majelis Dzikir,1,Majelis Shalawat,1,Makalah,3,Makam Gus Dur,1,Makam Nabi,1,Makam Nabi Muhammad SAW,1,Makam Rasulullah,1,Makam Sunan Bonang,1,Makkah,1,Maklumat,3,Makna Bismillah,1,Makna Logo Muktamar NU ke-33,1,Malik bin Anas,1,Mama Falak,1,MAN IC,1,Manhaj Salafi Imam Syafi’i,1,Manhaji,1,Manusia Robot Bali,1,Mars,1,Masjid,1,Masjid Zhenjiao,1,Masjidid Haram,1,Masjidil Haram,1,Maturidiyyah,1,Maulid,4,Maulid Burdah,1,Maulid dalam Islam,1,Maulid Nabi,7,Maulid Nabi Muhammad SAW,3,Mbah Maimoen Zubair,2,Mbah Moen Sarang,2,Mbah Mun,1,Mbah Sahal,1,Mbah Sholeh Darat,1,MCA,1,Media,2,Media Sosial,1,Media Watch,1,Mehmet Gormez,1,Melangkahi Kuburan,1,Meme,1,Meme Islami,1,Menag,2,Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia,1,Mengenal Jejak Mengenal Watak,1,Menristek,1,Menulis,1,Merayakan Maulid,1,Milad,1,Minal Aidin Wal Faizin,1,Minhajul 'Abidin,5,Moment,1,MTs Surya Buana Malang,1,MTsN 2 Pamulang,1,MTT,1,Mualaf,2,Mudik Lebaran,1,Muhammad,2,Muhammad bin ‘Abd al-Wahhab,2,Muhammad Nasir,1,Muhammad Niam,1,Muhammad PBUH,1,Muhammad SAW,3,Muhammad Tijany,1,Muharram,2,MUI,1,Mujaheeden,1,Mujahidin Palestina,1,Mukiyah,1,Mukjizat,2,Muktamar NU,1,Muktamar NU ke 33,2,Munas-Konbes NU,20,Munawir Aziz,1,Muntaha Azhari,1,Museum Keraton Sumenep,1,Muslim Hong Kong,1,Muslim Kagetan,1,Muslim Papua,1,Muslimat NU,2,Nabi dan Rasul,1,Nabi Ibrahim,1,Nabi Muhammad,2,Nabi Muhammad SAW,6,Nadirsyah Hosen,6,Nadlatul Ulama,2,Nahdatul Ulama,18,Nahdlatul Ulama,157,Nahdlatul Ulamata,1,Name of Allah,1,Narkoba,3,Nasehat,8,Nasihat,1,Nasional,412,Nasionalisme,1,Natal,1,Natal 2015,1,Natal dan Maulid,1,Netizen Jurnalistik,1,New,1,News,677,News Ikhbar,2,News IPPNU,1,News Pictures,17,Ngaji Live,1,Ngaji Puasa,27,Ngaji Ramadan,8,Ngaji Ramadhan,20,Ngaji Video,1,Niat Puasa,1,Nishfu Sya'ban,1,NKRI,1,NKRI Harga Mati,3,NU,7,NU ANZ,1,NU Batang,1,NU Bogor,13,NU Care,2,NU Care LazisNU,2,NU Garis Lurus,1,NU Jabar,2,NU Jatim,1,NU Klaten,1,NU Semarang,1,NUCare,4,NUPeduli,1,Nur Kholik Ridwan,1,Nur Rofiah,1,Olimpiade Kedokteran,1,Opini,283,Opinion,1,Opnion,1,Orbituari,2,Pagar Nusa,13,PAI,2,Palestina,2,Palestine,1,Palestine Mujaheeden,1,Papua,1,Parenting,1,PBNU,8,PBSB,3,PBSB 2016,1,Peace,1,Peduli Bencana,2,Pelajar NU,1,Pendaftaran PBSB 2016,1,Pendididkan Islam,18,Pendidika Islam,1,Pendidika Islam,1,Pendidikan,171,Pendidikan Agama,1,Pendidikan Islam,158,Pendidikan Karakter,2,Pendidikan Madrasah,5,Pendidikan Politik,3,Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam,1,Pendidikn Karakter,1,Pendis Kemenag,2,Penggrebekan di Jepara,1,Pengobatan Islami,1,Penjajahan,1,Pentas PAI,1,Penulis,1,Perang,1,Perang Badar,1,Perang Uhud,1,Perguruan Tinggi NU,1,Perkemahan Rohis,1,Perppu Ormas,2,Perpres,1,Perpu Ormas,1,Perwimanas,2,Pesan Kiai,1,Pesantren,70,Pesantren Assalafiyah Cirebon. Assalafiyah,1,Pesantren Ibnu Mas'ud,1,Pesantren Lirboyo,2,Pesantren Mahasiswa,1,Pesantren Salaf,1,Photo,1,Pilihan Editor,105,Pilkada,1,Pilkada 2017,1,Pilkada DKI,1,Pilkada Jatim,1,Ploso,1,PMII,3,Polemik Sejarah Tere Liye,1,Politik,13,Ponorogo,1,Ponpes Al-Anwar,1,Pontianak,1,PPMN III,1,Pra Munas,4,Pramuka,1,Prof. Dr. Ahmad Tayyeb,1,Prof. Dr. Quraish Shihab,3,Profil,3,PTKI,1,Puasa Arafah,1,Puasa Ramadhan,1,Puisi,12,Pustaka,10,Pustaka Pesantren,8,Qawli,1,Qunut Nazilah,1,Quote,1,Qurban,5,Radicalism,1,Radikalisme,10,Rajab,1,Ramadan,2,Ramadhab,1,Ramadhan,72,Ramadhan 2015,12,Ramadhan 2016,2,Ramadhan di Hong Kong,1,Ramadhan Video,25,Rasis,1,Rasullah,1,Rasulullah SAW,6,Recommended,2,Refleksi Akhir Tahun,1,Release,2,Release PBNU,1,Religion,2,Remaja Islam,1,Resolusi Jihad,2,Resolusi Jihad NU,1,Rezeki Halal,1,Rijal Mumazziq Z,1,Risalah NU,1,RMI NU,4,Robikin Emhas,1,Robot,1,Rohingya,11,Rokok,2,Rubbubiyah,1,Ruchman Basori,2,Rukun Islam,1,Sahabat,1,Sahabat Nabi,2,Sahih Muslim,1,Said Budairy,1,Saifuddin Zuhri,1,Saifullah Ma'shum,1,Sajak,2,Salafi,2,Salam,1,Sanad Keilmuan,1,Santri,6,Santri Goes To Papua,3,Santri Menulis,1,Santri Urban,1,Sarkub Papua,1,Sastra Islam,11,Satelit,1,Satelit Indonesia,1,Save Rohingya,6,Sayembara Logo Muktamar NU ke-33,1,Science,5,Sedekah,3,Sejarah,5,Sejarah Al-Qur'an,1,Sejarah Indonesia,2,Sejarah Islam,1,Sejarah NU,2,Sekolah Lima Hari,1,Seni dan Sastra Islam,12,Seri Belajar Islam,8,Seri KH. Said Aqil Siraj,1,Seri Tokoh,1,SGTP,1,Shahih Muslim,1,Shaikh Nimr Baqir al-Nimr,1,Shalat,18,Shalat Gerhana,3,Shalat Idul Adha,1,Shalat Istiqa,1,Shalat Jum'at,6,Shalat Sunah,1,Shalat Sunnah,3,Shalat Tarawih,15,Shalawa Nabi,1,Shalawat,2,Shalawat Nabi,4,Shalawat Nabi Muhammad SAW,2,Shalawat Nariyah,3,Sholat Tarawih,1,Sholawat,1,Sholeh Darat,1,Short Course,1,Sifat Mulia Rasulullah SAW,1,Silsilah Nabi Muhammad SAW,1,Silsilah Rasulullah,1,Sindikasi Damai,15,Sindikasi Media,1,Singaparna,1,Sinopsis,1,Sirah Nabawiyah,2,Sirah Nabi,2,Siswa Berprestasi,1,Slamet Basyid,1,solar system,1,Solidaritas,1,Sponsored,2,Suara NU,1,Sudut Pandang,1,Sudut Taman Ramadhan,7,Sufistik,1,Sumanto Al Qurtuby,9,Sumenep,1,Sunnah,2,Sunnah Rasulullah,1,Sunnah Shalat,1,SUNNI,1,Sunni-Shia,1,Sunni-Syiah,1,Suraji,6,Surat Edaran Gubernur Jateng,1,Surat Terbuka,3,Suriah,2,Syafa'at Rasulullah,1,Syafaat Nabi,1,Syahid,1,Syahrozad Zalfa Nadia,1,Syaikhona Kholil Bangkalan,1,Syarat Wajib Zakat,1,Syariah,2,Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani,1,Syeikh Abdul Qodir Al-Jailany,1,Syekh Abdul Qadir Al-Jailani,1,Syekh Dr. Muhammad Fadhil,1,SYIAH,3,Tafsir,1,Tafsir Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani,1,Tahlilan,2,Tahun Baru 2016,1,Tahun Baru Islam,2,Tahun Baru Masehi,1,Tanah Suci,1,Tarawih,21,Tasawuf,3,Tawan,1,Tawariq,1,Tayyip Erdogan,1,Tebuireng,6,Tekno,20,Teladan,1,Teladan Nabi,3,Teologi Teror,1,Teraweeh,1,Tere Liye,1,Teror,1,Teror 2016,1,Teror Jakarta,1,Teror Sarinah,1,Teror Thamrin,1,Teroris,4,Terorism,10,Terorisme,25,Tionghoa,1,Tips and Trick,2,Tokoh,86,Tokoh Betawi,1,Tokoh Bogor,1,Tokoh Dunia,3,Tokoh Indonesia,19,Tokoh Islam,114,Tokoh Kemerdekaan,2,Tokoh Muda Islam,25,Tokoh NU,17,Tokoh NU Bogor,1,Tokoh NU Jabar,1,Tokoh Perempuan,1,Tokoh PMII,1,Tokoh Rembang,1,Tokoh Syiah,1,Tolak FDS,12,Toleransi,5,Tradisi,2,Tragedi Crane di Masjidil Haram,1,Trend Sosial,2,Tuah Pesantren,1,Tulisan Arab,1,Tuntunan Islam,1,Turats,1,Turki,1,TurnBackHoax,4,Tutorial,1,TV9,1,Ubaidillah Achmad,23,Ubaidillah Ahmad,1,Ucapan Minal Aidin Wal Faizin,1,Ucapat Selamat Natal,1,Udhiyah,1,Uhud,1,Ulama,11,Ulama Bogor,1,Ulama Indonesia,1,Ulama NU,3,Ulama Nusantara,1,Ulama Perempuan,1,Ulama Salaf,1,Uluhiyah,1,UNU,2,Ustad Ahmad Ikrom,1,Ustadz,1,Ustadz Ahmad Ali MD,2,Ustadz Ali MD,1,Ustadz Fathuri,24,Ustadz Fatoni Muhammad,1,Ustadz Lc,1,Ustadz Ma'ruf Khozin,3,Ustadz Menjawab,5,Ustadz Yusuf Mukhtar Sidayu,1,Ustadz Yusuf Suharto,1,Uswah,3,Uswatuna,3,UU Ormas,1,Video,5,Vinanda Febriani,7,VoA-Islam,1,Wahabi,4,Wahabism,2,Wahabisme,2,Wahid Foundation,6,Wali Pasemone,1,Wali Songo,2,Walisongo,5,Waliyullah,1,Wardi Taufik,1,Wawasan,79,Wawasan Islam,54,Wawasan Kebangsaan,12,Wawasan Nusantara,43,Website Islam Indonesia,1,Website Islam Nusantara,1,Wirid dan Doa,2,Wirid dan Doa Setelah Shalat,1,Women and Jihad,1,Women Fighter,1,World Peace,1,Wudhu,3,Yahya Staquf,1,Yasin,1,Yayasan Saifuddin Zuhri,1,Yenny Wahid,3,Yogyakarta,8,Z-Featured,3,Zainal Mustafa,1,Zakat,4,Zakat Fitrah,2,Zakir Naik,1,Zakky Zulhazmi,2,ZIarah,4,Ziarah Kubur,2,Zikir,1,Zuhairi Misrawi,1,Zulkilfi Hasan,1,خطبة كسوف الشمس,1,
ltr
item
Arrahmah.co.id - Portal Dunia Islam: Muhasabah Ramadlan: Mbah Tamam Dan Analogi Zaman Pada Tubuh Manusia
Muhasabah Ramadlan: Mbah Tamam Dan Analogi Zaman Pada Tubuh Manusia
Berikut ini hikmah singkat dari KH. A. Tamamuddin Munji, disampaikan kepada khadim majlis kongkow As Syuffah Sidorejo Pamotan Rembang. Hal ini dapat menjadi media muhasabah ramadlan terhadap realitas perkembangan manusia yang tercermin pada tubuh manusia. Beberapa cermin tubuh yang digunakan untuk menandai kronologi perkembangan manusia, berupa kepala, leher, dada, perut, kemaluan, dan kaki.
https://4.bp.blogspot.com/-ij1GfMlWZHA/WTPGLFIASrI/AAAAAAAAHZs/2wRv4Uxn6fIuCMSNu_7QCf2zRdJRuH1NwCLcB/s640/Zaman.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-ij1GfMlWZHA/WTPGLFIASrI/AAAAAAAAHZs/2wRv4Uxn6fIuCMSNu_7QCf2zRdJRuH1NwCLcB/s72-c/Zaman.jpg
Arrahmah.co.id - Portal Dunia Islam
https://www.arrahmah.co.id/2017/06/muhasabah-ramadlan-mbah-tamam-dan.html
https://www.arrahmah.co.id/
https://www.arrahmah.co.id/
https://www.arrahmah.co.id/2017/06/muhasabah-ramadlan-mbah-tamam-dan.html
true
766049156261097024
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content