Billboard Ads

Pendahuluan At-Tibyan fi Adabi Halamatil Qur’an - #KajianRamadhan
Pendahuluan At-Tibyan fi Adabi Halamatil Qur’an - #KajianRamadhan
BELAJAR ISLAM, ARRAHMAH.CO.ID - Pendahuluan ini ditulis hanya mengambil point-point penting dalam muqaddimah kitab At-Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur’an, sebagai pengantar untuk mengetahui maksud dan tujuan Imam Nawawi di dalam penulisan kitabnya ini.

Namun perlu sedikit disampaikan terlebih dahulu, dalam kajian Al-Qur’an, selain At-Tibyan karya AN-Nawawi ini, ada nama kitab lain yang mirip penamaannya. Yaitu At-Tibyan fi ‘Ulumil Qur’an, karya Muhammad Ali Ash-Shabuny dari Makkah Al-Mukarrah. Bedanya, kalau yang terakhir ini khusus membahas ilmu-ilmu Al-Qur’an. Nah, mengapa kitab ini perlu disebut? 

Ada kemungkinan, jika ada kajian yang sesuai kitab ini, akan merujuk pula pada kitab ini sebagai tambahan keterangan. Karena itu, di awal perlu dijelaskan lebih dulu agar nantinya tidak terjadi kebingungan

Imam Nawawi menegaskan bahwa Allah memuliakan umat ini dengan kitab Al-Qur’an sebagai kalam terbaik dan Allah mengumpulkan di dalamnya segala yang diperlukan berupa kabar orang-orang yang terdahulu dan yang kemudian, nasihat-nasihat, berbagai perumpaan, adab dan kepastian hukum, serta hujah-hujah yang kuat dan jelas sebagai bukti keesaan-Nya dan perkara-perkara lainnya yang berkenaan dengan yang dibawa oleh rasul-rasul-Nya.

Allah swt pasti akan melipatgandakan pahala bagi orang-orang yang membaca Al-Qur’an dan pada waktu yang sama memerintahkan kita memperhatikan, mengamalkannya, mematuhi adab serta mencurahkan segenap tenaga untuk memuliakannya.

Sejumlah ulama terkemuka telah menulis kitab-kitab tentang keutamaan dan kemuliaan membaca Al-Qur’an dan anugerah yang Allah berikan kepada mereka yang membacanya. Tetapi ada sebagian besar manusia yang semangat menghafalnya amat lemah, bahkan untuk menelaahnyapun mereka tidak mau karena miskinnya keinginan dalam hati mereka

Dengan demikian, Al-Qur’an tidak akan pernah menandatangkan manfaat apapun, kecuali bagi mereka yang mempunyai pemahaman yang baik dan mau mengamalkannya dalam ritunitas ibadah sehari-hari.

Imam Nawawi melihat langsung, di kotanya, yaitu Damaskus, Syiria, demikian juga kota-kota Islam lainnya –amat menaruh perhatian yang besar untuk menghormati Al-Qur’an dengan cara belajar, mengajar, membahas, dan mengkajinya secara berkelompok ataupun sendirian. Mereka sungguh-sungguh dalam mempelajarinya tidak peduli malam ataupun siang.
.
Itulah mendorongnya mengumpulkan ringkasan adab-adab berinteraksi dengan Al-Qur’an dan sifat-sifat penghafal dan pelajarnya. Allah swt mewajibkan kita agar bersikap baik terhadap Kitab-Nya dan termasuk perlakuan ini ialah menjelaskan adab-adab pengkaji dan pelajarnya serta membimbing mereka melaksanakannya dan mengingatkan mereka dengan nasihat yang baik.

Dalam kitab ini An-Nawawi menuliskan hadits-hadits shahih dan juga hadist-hadist dha’if atau lemah di pembahasan tertentu. Sebab para ulama ahli hadits dan di luar ahli hadist membolehkan pengamalan hadits dha’if berkenaan dengan keutamaan amalan dan fadilahnya.

Demikian pendahuluan ini sebagai pengantar untuk 9 bab yang tertulis dalam kitab yang penuh manfaat ini. Semoga dapat dikaji, difahami, dan diamalkan dengan sebaik-baiknya… Amiin.

Ikuti Kajian Kitab At-Tibyan fi Adabi Halamatil Qur'an Karya Imam Nawawi Setiap Hari Rabu Selama Ramadhan.

Diasuh oleh Ustadz Fathuri, Bogor

By