NKRI pada saat ini masih bertahan, berkat perjuangan para Ulama.

NKRI pada saat ini masih bertahan, berkat perjuangan para Ulama.

ARRAHMAH.CO.ID -


Kirab atau karnaval dalam rangka Istighotsah, Maulid, sekaligus Gema Menyambut Ramadhan dihadiri Ratusan warga muslim di jalan sekitar kompleks Yayasan Al-Ittihadul Islami Pimpinan Kyai Hasan Sajili Jalan Citayam, Bojonggede, Kabupaten Bogor-Jawa Barat, Ahad, 14 Mei 2017,Pagi.

Acara dimulai dengan pembacaan Dzikir Tahlil Yasin, Tawasul, Ruwahan oleh Kyai Bahrul Ulum dari tanjung Priuk, Putra dari Alm KH Muallim Thamrin, dilanjutkan dengan pembacaan Ratib Al-Atthas dan Pembacaan Riwayat Maulid Rasulullah dari kitab Simtuddurrar oleh tim Hadroh Ust. Asrori di Halaman Yayasan, Paginya, kirab dilaksanakan dengan rute jalan Gg Masjid An Naja finis di kompleksYayasan.


Kiyai Agus Priyadi, ketua LTM PCNU Kab. Bogor  juga mewakili jajaran pengurus Harian PCNU Kab. Bogor dalam sambutannya "semua Harus bersinergi, menjalin kerjasama yang menghasilkan kebaikan dalam memperbaiki dan menjaga NKRI".

beliau menambahkan "Mohon doa dari para Habaib agar alfaqir kedepannya dapat menyatukan antara para kiyai dan Habaib, nah kita semua adalah binaan mereka semua. Kita harus siap dibina agar hidup lebih baik
Diantara Peranan masjid NU adalah memakmurkan jamaahnya terutama jamaah yang berada di sekitar masjid dan mushola. Pribadi -pribadi yang masuk ke dalam masjid dan majlis ta’lim agar mencerminkan ajaran yang didapat dari para Habaib dan para kiyai untuk dijawab Rahman, dipraktikan di masyarakat dengan memakmurkannya, harus saling bisa saling tolong menolong warga ya Awani alalbirri wattaqwa wa ya Awani alalbirri ismi wal udwan".

Pada kesempatan ini juga hadir Al-Habib Ahmad bin Hasan Alaydrus Pengurus LESBUMI PBNU, beliau Habib pendakwah muda alumnus Suriah yang pernah belajar langsung dengan Syahid As Syekh Muhammad Ramadhan Al-Buthi, begitupun beliau murid Al-Habib Abu Bakar bin Hasan Alatas Azzabidi yang merupakan sahabat Almarhum Gusdur. Beliau menyampaikan pada hadirin agar senantiasa bertakwa kepada Allah SWT, juga terus mengkaji sejarah Rasulullah agar dalam kehidupan sehari-hari dapat mengamalkan akhlaknya. kemudian beliau katakan, kita hadir dalam majlis ini bukan hanya menjalankan rutinitas tapi harus betul-betul serius hingga dapat menggali hikmahnya dan menjalin persatuan antar umat.

Penceramah kedua adalah Ust. Muhammad Bajrie, Lc seorang pendakwah alumnus Cairo. Beliau memaparkan bahwa Majlis Ta’lim dan Majlis Dzikir, yang didalamnya mengajarkan bagaimana kita mengenal dan dekat dengan Allah SWT, juga mengajarkan kita untuk mengetahui dan meyakini adalah alam akhirat, Majlis seperti ini merupakan taman-taman surga.
Maka Kita harus rajin hadir dalam Majlis yang mengajarkan kita bersatu dan menjauhkan kita dari berpecah belah, di Majlis seperti ini kita saling memberikan nasihat, sebagaimana Allah berfimran: wa tawa shoybil haqqi wa tawa shoybil shobr.

Penceramah ketiga tidak kalah hebatnya, yaitu Ust. Darul Quthni, Muballigh Muda yang pernah menjadi Santri Ciganjur Almarhum Gusdur, yang kini aktif sebagai Pengurus LTM PCNU Kota Depok dan juga Pemimpin Brigade Aswaja Kota Depok.

Beliau pada kesempatan ini menjelaskan sejarah persatuan Kiyai dan Habaib dalam mendirikan dan menjaga NKRI. Lalu memulai ceramahnya dengan menceritakan kisah persahabatan antara Almarhum Gusdur dan Habib Abu Bakar bin Hasan Alatas Azzabidi, ada tebak-tebakan masyhur antara kedua tokoh ini, menurut Habib Abu Bakar Gusdur nanti jadi Presiden, dan menurut Almarhum Gudur, antum ya Habib Abu Bakar nanti akan tinggal di dekat saya dan jadi tetangga saya. Akhirnya hal itu benar-benar terjadi.

Ust Darul yang juga cucu dari seorang tokoh Nasional, KH Abuya Abdurrahman Nawi, pimpinan Ma'Had Al-Awwabin, melanjutkan tausiyah terkait sejarah Indonesia, Indonesia ini didirikan oleh orang-orang Ahli agama. Salah satu perumus pancasila dan pendiri Indonesia adalah KH. Abdul Wahid Hasyim, putra dari Hadrotusyaikh KH.Hasyim Asy'ari. Beliau mengusulkan pancasila, sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa dengan kewajiban menjalankan Syariat Islam terhadap pemeluknya.

Lalu beliau Musyawarahkan itu di BPUPKI dan menuai kritikan sehingga akhirnya beliau menanyakan dan mendiskusikan kembali terkait sila pertama kepada Ayahnya, KH. Hasyim Asy'ari. Diceritakan Kiyai Hasyim Asy'ari pun melakukan istikhoroh dan membaca surat Al Kahfi sebanyak 40 kali setiap hari dan mendapat jawaban hingga mencabut 7 kata dalam piagam Jakarta demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
dalam kesempatan ini pun dihadiri para habaib dan Asatidz, Habib Alwi bin Muhammad Al Bahar, KH Muallim Nasri, KH Tubagus Mansuri bin KH Tubagus Guru Mahmud, Habib Husin Al Haddad alumni Atsagofah,Habib Ali Al Haddad dari Bekasi, Ust. Agus Manaf  Kuningan dan santri.
acara di akhiri dengan pembacaan Doa oleh para Kyai dan Habaib secara bergantian.
dan Penyerahan Sertifikat Muharrik Masjid resmi dari LTM PBNU Pusat yang di wakili oleh Kyai Agus selaku pengurus Ta'mir Masjid Nahdlatul Ulama Cabang Kab. Bogor, dengan penerima Ust. Abdul Hakim Shohibul Haflah sekaligus pengurus Lembaga Ta'lif wa Nasyr PCNU Kabupaten Bogor.

NKRI pada saat ini masih bertahan, berkat perjuangan para Ulama.
(Hakeem/ Hadi)
Previous Post
Next Post

post written by:

0 Comments: