KH. A. Tamamuddin Munji: Mempertahankan Tradisi Pendampingan Versus Neoliberalisme

KHAZANAH ISLAM, ARRAHMAH.CO.ID - Berikut hasil diskusi Lingkar As Syuffah yang bertema, "Agama dan Budaya Masyarakat Versus Neoliberal...

KHAZANAH ISLAM, ARRAHMAH.CO.ID - Berikut hasil diskusi Lingkar As Syuffah yang bertema, "Agama dan Budaya Masyarakat Versus Neoliberalisme". Dalam tulisan singkat ini, semula penulis ingin berbicara secara lebih umum dengan menggunakan kata masyarakat santri versus neoliberalisme, namun karena alasan ada fokus kajian yang lebih spesifik, maka menjadj judul ini, yang mencatat semangat perlawanan masyrakat kendeng dan sekitarnya mempertahankan hak petani melawan neoliberalisme.

Dalam konteks keindonesiaan ideologi neoliberalisme ini bertentangan dengan prinsip ideologi Pancasila. Kesadaran keindonesiaan masyarakat Kendeng inilah yang menguatkan berani mempertahankan ideologi Pancasila untuk mengkritisi oknum institusi yang memperlihatkan keberpihakan pada ideologi neoliberalisme.

Sehubungan dengan semangat masyarakat Kendeng ini, penulis telah merasakan apa yang pernah dipesankan oleh Kiai Tamam sebelum gerakan Kendeng bergolak, bahwa masyarakat kendeng memerlukan teman sharing yang dapat menjawab problem berkurangnya lahan pertanian dan terancamnya pegunungan kendeng versus neoliberalisme. Hal ini disampaikan oleh Kiai Tamam seiring adanya beberapa tamu masyarakat Kendeng yang menceritakan kondisi kendeng kepada penulis berhadapan dengan industri pemodal.

Ketika penulis menceritakan akan menengok masyarakat Tegaldowo, penulis menerima pesan dari Kiai Tamam, agar tidak terlalu jauh turut berada dalam konflik kepentingan. Tugas yang perlu penulis lakukan, adalah menguatkan mental atau mengembalikan keseimbangan masyarakat di tengah persoalan antara masyarakat pro dan tolak industri. Jika perlu bisa menghilangkan istilah pro dan kontra, biar kembali lagi menjadi masyarakat desa yang harmonis.

Selain itu, Kiai Tamam menegaskan perlunya konsistensi penulis untuk tetap menjaga lingkungan lestari dan bersih. Alasannya, lingkungan lestari merupakan fundasi kelangsungan ekologis dan keseimbangan kosmologis.

Quo Vadis: Sikap Pemerintah?

Sehubungan dengan Neoliberalisme yang tetap bertahan di tengah masyarakat kendeng, telah berupaya agar melakukan pertambangan. Hal ini, bertujuan untuk mendirikan industri Semen yang akan memproduksi hasil pertambangan di Tegaldowo Rembang. Fenomena ini harus disikapi dengan hati hati, jernih, dan tetap semangat bersama masyarakat yang memungkinkan akan menjadi korban kepentingan. Misalnya, kepentingan kapital dan para "pekerja" sosial.

Dalam sikap kehati hatian ini, penulis tetap bersikap agar tidak  ada industru semen di Rembang. Alasannya sangat sederhana, yaitu setiap pertambangan di kawasan pegunungan akan mengikis pegunungan dan merusak ekologis. Meski demikian, penulis dipesan oleh Kiai Tamam, agar penulis menyampaikan tema bahaya pertambangan terhadap lingkungan lestari, harus  sesuai kondisi di lapangan supaya tidak menghadapi benturan dan membenturkan masyarakat dengan kelompok kepentingan, baik di dalam struktur maupun di luar struktur.

Sehubungan dengan inj, maka pemerintah perlu mengkaji problematika yang secara langsung dirasakan masyarakat pegunungan kendeng. Misalnya, problem kepemilikan tanah yang kecil, minimnya modal dan tekhnologi, kepastian pasar produk hasil pertanian. Problematika masyarakat kendeng ini, tidak lepas dari penguasaan tanah zaman kolonial dan sistem ekonomi Neo-kolonialisme dan Neo-liberalisme. Sistem ekonomi ini berimplikasi pada keterbatasan kepemilikan petani atas tanah yang digarap.

Jika dilihat dari skala nasional, Badan Pertanahan Nasional (BPN) mengungkapkan hanya 0,2% penduduk negeri ini menguasai 56 persen aset nasional yang sebagian besar dalam bentuk tanah. Sementara 85% rumah tangga petani di Indonesia adalah petani gurem dan petani tak bertanah. Selain itu, modal usaha ini juga tidak mudah didapatkan para petani untuk mendukung produktifitas lahan pertanian tradisional di Pedesaan. Sudah seharusnya, pemerintah memikirkan modal dan teknologi para petani, sehingga dapat mencegah dampak minimnya produktifitas Petani di Indonesia.

Pemerintah, juga harus membantu faktor produksi pertanian yang membutuhkan kepastian harga komoditi pertanian dan pasar produk hasil pertanian. Pemerintah tidak boleh membiarkan para petani yang sudah jatuh tertimpa tangga, misalnya adanya kepentingan neoliberalisme yang meliberalkan impor hasil pangan. Hal ini, yang menyebabkan produk pertanian petani bersaing dengan produk petani asing yang murah dan berkualitas lebih baik dari hasil petani Indonesia.

Dari kajian berskala nasional di atas, penulis mencermati kondisi masyarakat desa di lingkungan pegunungan kendeng tersebut, maka perlu semangat para pendamping sesuai dengan bidang keahliannya masing masing, yaitu untuk tetap gigih memberikan pendampingan kepada masyarakat, tidak hanya dalam perspektif ekonomi dan politik, namun juga perlu memberikan pendampingan melalui agama dan budaya masyarakat.

Beberapa hal penting yang menjadi pesan Kiai Tamam terkait dengan model pendampingan kepada masyarakat, bahwa masyarakat itu idak dapat mengabaikan peran dari para tokoh agama untuk menguatkan mental masyarakat versus neoliberalisme. Hal ini yang akan menguatkan peran Kiai memberikan pendampingan kepada masyarakat versus kuasa pasar permodalan. Pasar permodalan ini dalam bahasa Adam Smit akan menguasai pasar dunia, tidak terkecuali agama, juga akan dikuasai sistem permodalan.

Masyarakat Kendeng Versus Neoliberalisme

Masyarakat Kendeng terus menyuarakan perlawanannya terhadap Neo-Liberalisme, karena memaksakan program yang akan merugikan kaum petani atau masyarakat miskin desa. Misalnya, apa pun bentuk pertambangan akan merusak sistem ekologis kesemestaan. Meskipun demikian, neo-liberalisme terus mempengaruhi cara berpikir petani dan bagaimana petani bertindak dalam ranah kehidupan sosial-politik-budaya,

Masyarakat Kendeng melakukan perlawanan terhadap Neo-Liberalimse, karena akan menghadapkan masyarakat petani dan miskin desa pada ekonomi pasar, privatiasi, deregulasi, dan liberlisasi. Namun demikian, tidak mudah mrlakukan perlawanan kepada neoleberalisme, karena masyarakat petani harus keluar dari kerangkeng wacana ekonomi semata-mata. para petani harus mandiri di bidang ekonomi. Karenanya, tugas dari para pendamping sosial atau para pencerah agama untuk mampu mempotensikan masyarakat kendeng memahami kehendak permodalan atau teori Neo-Liberalisme.

Kehendak permodalan dalam teori meoliberalis memiliki bidang sasaran ideologisasi: ekonomi, politik, budaya, dan agama. Dari keempat bidang ini yang sulit dikendalikan oleh neoliberalisme, adalah bidang agama dan kebudayaan. Jika membaca lingkungan masyarakat agamis, maka lebih menggantungkan pada semangat dalam bidang pertanian, keputusan Allah dan kemandirian para pendamping yang bersumber dari nilai ajaran agama.

Sedangkan, dalam bidang kebudayaan, masyarakat sudah bertahan pada sistem nilai budaya yang membentuk kearifan hidup sesuai dengan lingkungan masyarakat. Karenanya, tidak mudah merubah pola pikir masyarakat berbudaya. Masyarakat berbudaya ini, masih bertahan secara eksistensial di tengah kekuatan neolibrelisme, politik kekuasaan, dan agama kekuasaan.

Keberlangsungan masyarakat kendeng, juga dapat dilihat dari sikapnya yang tetap bertahan membentuk kesadaran kritis, sehingga mampu membentuk kesadaran pemerintah dan kapitalis untuk berhati hati memutuskan persoalan kendeng. masyarakat kendeng, telah berhasil mengembalikan tata nilai yang dikonstruksi dari semangat petani versus penguasa dan kapitalis. Komunitas masyarakat kendeng ini, telah menemukan signifikansinya sebagai aktor perlawanan terhadap Neo-Liberalisme.

Diskursus tentang neoliberalisme ini, merupakan diskursus yang menghangat kembali setelah berakhir era developmentalism. Era ini meruapakan proses perubahan sosial pasca Perang Dunia dua yang didasarkan pada landasan modernisasi. Paham Neolib berupaya mengambil momentum akhir era developmentalisme untuk mempercepat kemajuan kapitalisme pasca krisis tahun 1930-an. (Mansour Fakih.  Jalan Lain; Manifesto Intelektual Organik, Yogyakarta: Insist Press, 2002.  Hlm. 184).

Neoliberalisme bermula dari aliran ekonomi liberalisme yang bersumber dari karya Adam Smith. Pada tahun 1976, Filsuf moral asal Inggris ini, lebih populer disebut sebagai perumus kapitalisme modern, yang menolak intervensi negara atau pemerintah dalam mekanisme ekonomi. Smith membuat propaganda sebaiknya pemerintah membiarkan mekanisme pasar bekerja dengan logika pasar bukan logika pemerintahan.

Sehubungan dengan kehendak pasar ini, Smith memperkuat mekanisme pasar dengan cara cara berikut: pertama, menciptakan semangat Kompetisi. Kedua, kemandirian individu dalam mekanisme pasar. Ketiga,  menguatkan pasar dengan kehendak “tangan-tangan tersembunyi” (invisible hand). (Khudori, Neoliberalisme menumpas petani, Yoyakarta, Resist Book, 2004, Hal 16 ). Keempat, memperkuat paham pluralisme sosial dan politik. Kelima, memperkuat model kebebasan politik.

Mekanisme pasar negara yang menganut sistem ideologi kapitalis ini akan mempengaruhi stabilitas demokrasi setiap negara transisi yang berintegrasi dengan ekonomi, politik, dan budaya. Hal ini ditandai dengan tren istilah “Modernizatioan via internationalization”. Karenanya, jika negara transisi tidak hati hati membaca keserakahan neoliberalisme, maka akan memberangus kearifan lokal dan budaya kecil serta keberagamaan masyarakat melalui periklanan yang mengarah pada konsumerisme.

Visi Agamawan, Intelektual Dan Pekerja Sosial

Dalam konteks demokrasi dan arti penting kebebasan berpendapat, kemunculan neoliberalisme memiliki plus minus sama seperti sosialisme. Hanya saja, neoliberalisme sudah tidak lagi mempertimbangkan masyarakat miskin desa, pantai, dan kota. Kedua paham ini sama sama menguatkan diskursus bagaimana membentuk kesadaran kritis masyarakat. Artinya, membentuk kesadaran kritis masyarakat tanpa memberikan peluang masyarakat di tengah pola hidup penuh kompetitif. Hal yang sama, juga berlaku bagi ideologi ideologi dunia yang lain.

Oleh karena itu, bersamaan dengan perkembangan ideologi ideologi dunia, pada akhirnya adalah prinsip kehendak kuasa. Fenomena ini memerlukan pendampingan dari agamawan, intelektual dan pekerja sosial yang benar benar membebaskan dan mencerahkan mereka yang menjadi korban relasi kuasa yang tidak seimbang. Semua ideologi dunia memerlukan pengawalan dan kritik. Jika ideologi tanpa kritik, maka akan mengkhawatirkan lingkungan kemanusiaan. Misalnya, banyak kisah pilu dunia ketiga yang menjadi korban neoliberalisme, melalui IMF, bank Dunia, WTO dan bursa saham.

Dalam situasi seperti ini, banyak sikap intelektual yang tidak peduli terhadap masyarakat yang terpinggirkan, yang disebut Gus Dur, sebagai intelektual tukang. Fenomena ini, dalam pandangan Kiai Tamam, memerlukan semangat para pelaku pendidikan pesantren, untuk membuat sistem pendidikan yang menumbuhkan kesadaran kritis dan konstruktif. Kedua kesadaran ini, akan memperkuat upaya pembebasan para agamawan dan aktivis kemanusiaan kepada masyarakat di tengah relasi kuasa yang tidak seimbang versus dehumanisasi, eksploitasi, dominasi gender, dan hegemoni budaya negara adidaya.

Meskipun masyarakat kesulitan untuk mendapatkan para subjek pendamping, namun bersamaan dengan perkembangan zaman, selalu bermunculan para pendamping pengganti, yang gigih melakukan pendampingan sosial. Hal ini, secara turun tenurun masih bertahan dalam tradisi pesantren. Sebagaimana ditegaskan oleh Kiai Tamam, keistimewaan Kiai Pesantren tidak hanya dilihat dari aspek pembelajaran kitab kuning, namun yang lebih mendasar, berupa kesabaran Kiai melakukan pendampingan kepada masyarakat di tengah relasi kuasa dan kuasa neoliberalisme.

Kiai Tamam mencontohkan kondisi Kiai pesantren yang hanya beberapa santri, namun pada saat wafat, ribuan orang telah merasakan duka mengantarkannya. Hal ini, karena kegigihan para Kiai mempertahankan tradisi pendampingannya kepada masyarakat versus neoliberalisme yang tidak kenal ampun terhadap kondisi ekonomi, politik, dan kebudayaan masyarakat.

Ubaidillah Achmad, Penulis Islam Geger Kendeng, Suluk Kiai Cebolek, Dosen UIN Walisongo Semarang, Khadim As Syuffah Sidorejo Pamotan Rembang.

COMMENTS

Nama

.,1,#AyoMondok,12,#BelajarIslam,8,#CintaNKRI,2,#DanaHaji,1,#HariSantri,19,#HariSantri #HariSantri2017,1,#HariSantri2017,1,#HarlahNU,4,#HarlahNU91,2,#HaulKiaiHasanGenggong,2,#IslamIndonesia,1,#IslamNUsantara,4,#KajianRamadhan,1,#SavePalestine,3,#SaveRohingya,3,1 Muharram,3,1 Syawal,1,2016,1,A. Zakky Zulhazmi,1,Abdlul Halim Hasan,1,Abdul Mun'im DZ,1,Abu Bakar Hasan Assegaf,1,Adab Rasulullah,1,Advetorial,2,Afif Sunakim,1,Agama,1,Agama Cinta,1,Agenda,25,Agenda NU,1,Agnez Mo,1,Agus Zainal Arifin,3,Ahlusunnah wal Jama'ah,31,Ahmad Baso,1,Ahmad Mujib Rahmat,1,Ahmet Davutoglu,1,Ahsunnah,1,AJaran Islam,1,Akhir Zaman,1,Akhlakul Karimah,1,Al-Nimr,1,Al-Qaeda,1,Al-Qur'an,4,Al-Qur'an Raksasa,1,Al-Zastrow Ngatawi,1,Alamsyah M. Dja’far,3,Ali bin Abi Thalib,2,Ali Zawawi,1,Alissa Wahid,1,Allah,1,Almanak,1,Alumni Madrasah,1,Amalan,16,Amalan di Bulan Ramadhan,2,Amalan NU,4,Amalan Rasulullah,1,Amaliah,19,Aman Abdurrahman,1,Amirul Ulum,2,Anas Saidi,1,Angka Istimewa dalam Islam,1,Angka Tiga,1,Angker,1,Ansor,3,Ansor Garut,1,Ansor Malang,1,Ansor Surabaya,1,Anti Korupsi,4,Anti Narkoba,1,Anti Radikalisme,3,Anti Terorisme,2,Anti Wahabi,1,Aplikasi Batik,1,Aqidah,2,Arab,1,Arab People,1,Arab Saudi,2,Arief Mundatsir Mandan,1,Arifin Junaidi,1,Arrahmah Channel,5,Arrahmah Featured,11,Arrahmah.com,1,Articles,2,Artikel,26,Asian Youth Robot Olimpiade,1,Asosiasi Pesantren NU,1,Aswaja,24,Asy'ariyah,1,Australia,1,Avicenna Roghid Putra,1,Ayat-ayat Toleransi,1,Ayman Adz Dzawahiri,1,Ayo Mondok,1,AYRO,1,Bahtsul Masail,1,Bangsa Indonesia,1,Banser,14,Banten,1,Batik,1,Batik Indonesia,1,Battle,1,Battle of Uhud,1,Beasiswa,12,Beasiswa Kemenag,3,Beasiswa Madrasah,1,Beasiswa Santri,1,Beasiswa Santri 2016,1,Beasiswa Santri Berprestasi,2,Beasiswa Santri Berprestasi 2016,1,Bekasi,1,Belajar Islam,26,Berita,148,Berita Duka,5,Berita Islam,3,Bid'ah,2,Bid'ah para Sahabat,1,Bima Arya,1,Biseksual,1,Bisnis Haram,1,BNN,1,BNN di Jepara,1,BNPT,2,Bodo Kupat,1,Bogor,1,Bom Kuningan,1,Bom Sarinah,2,Bom Thamrin,2,BPOM,1,Brain,1,Budaya,1,Buku,6,Bulan Rajab,1,Buletin Jumat,5,Burdah,1,Cak Masykur,25,Cak Nun,1,Cak Nur,1,Cangkir9,2,Cep Herry Syarifuddin,1,Cerpen,2,Channel Arrahmah,37,Charlie Hebdo,1,Cheng Ho,1,Choirul Anam,1,Cinta,1,Cinta Bangsa,1,Cinta Tanah Air,1,Counter Radicalism,6,Cybercrime,2,Dajjal,1,Dakwah Islam,4,dan Transgender,1,Darurat Narkoba,3,Dea Anugerah,1,Deklarasi Nahdlatul Ulama,1,Deklarasi Serpong,1,Densus 88,2,Digital Media,2,Direktorat Pendidikan Madrasah,1,Dit PD Pontren Kemenag,1,DKI Jakarta,1,Doa,31,Doa Akhir Tahun,1,Doa Anak Sholeh,1,Doa Awal Tahun,1,Doa Berbuka,1,Doa dan Tirakat,1,Doa Gus Mus,1,Doa Harian,1,Doa Nabi,1,Doa Pernikahan,2,Doa Setelah Shalat,1,Doa Wudhu,1,Dosen UIN Walisongo,1,Download,1,Dr. Amin Haedari,1,DR. KH. M. A. SAHAL MAHFUDH,1,Dr. Nadirsyah Hosen,10,Dubes,1,Dzikir dan Doa,2,Dzikir Setelah Shalat,1,Editor's Choice,10,Effendi Choirie,1,Ekologi,3,Ekonomi,3,Eksekusi Mati Al-Nimr,1,English Edition,1,Esensi Syariah,1,Fadhila Haifa’ Afifah,1,Fadilah,1,Falak,1,Fardhu Wudhu,1,Fatayat NU,2,Fathoni Muhammad,1,Fatwa MUI,1,FDS,11,featured,133,Featured Arrahmah,44,Fikih,2,Fikih dan Muamalah,3,Fikih Ibadah,10,Fiqh,8,Fiqh Ibadah,1,Fiqh Qurban,6,Fiqh Shalat,3,Fiqih Lingkungan,2,Firqaf,1,Firqah,1,Firqoh,1,Fokus Khusus,1,FSN,2,Fulldayschool,4,Fundamentalis akan Habis,1,Gafatar,1,Galeri,4,Gay,1,Geluntung Agel Wafi,1,Gerakan Nasional AyoMondok,1,Gerhana,1,Gerhana Bulan,1,Gerhana Matahari,3,Gerhana Matahari Total,1,GIYE,1,Good Muslim,13,GP Ansor,8,Grand Syaikh Al-Azhar,1,Grants,1,Griya Gus Dur,1,GTK Madrasah,2,Guru Inspiratif,2,Guru Madrasah,2,Guru MAN,1,Guru Mughni,1,Guru PAI,1,Gus Ahmad Muwaffiq,1,Gus Aqib,1,Gus Dur,23,Gus Miek,1,Gus Mus,9,Gus Muwafiq,1,Gus Rizal Mumaziq,1,Gus Sholah,1,Gus Ubaidillah Achmad,1,Gus Yaqut,1,GusDur.net,1,Gusdurian,2,Habib Abu Bakar,1,Habib Lutfi,1,Habib Luthfi bin Yahya,1,Habib Novel,10,Habib Novel Alaydrus,7,Habib Salim Bin Jindan,1,Habib Sholeh Al-Hamid Tanggul,1,Habib Syech,1,Habib Umar bin Hafidz,3,Hadist,1,Hadist Jibril,1,Hadits,1,Hadits 72 Bidadari,1,Hadits Diskriminatif,1,Hafidzoh,1,Haji,7,Haji 2015,1,Haji 2017,1,Haji 2018,1,Hajj,1,Halal bi Halal,3,Halaqah,1,Hamid Ahmad Masduki Baidlawi,1,Har Santri,1,Hari Arafah,2,Hari Batik Nasional,1,Hari Natal,1,Hari Pahlawan,2,Hari Santri,32,Harlah,2,Harlah NU,3,Hasan al-Bashri,1,Haul,4,Haul Gus Dur,9,Haul Kiai Sholeh Darat,2,Haul Sunan Ampel,1,Haul Sunan Bonang,1,Haul Syekh Nawawi Al-Bantani,1,Headlines,20,Hikam Zain,15,Hikmah,83,Hikmah Islam,45,Hipsi,3,Hisab,1,Hizb,1,Hizbut Tahrir,2,Hizbut Tahrir Indonesia,2,Hoax,2,Hong Kong,1,HTI,2,HTIBubar,6,Hubbul Wathan minal Iman,1,Hukum Islam mengenai LGBT,1,Hukum Melangkahi Kuburan,1,Hukum Membunuh,1,Hukum Membunuh dalam Islam,1,Hukum Ucapan Natal,1,Humor,3,HUT TNI,1,Hymne,1,I-Banking,1,Ibadah,4,Ibn Muljam,1,Ibn Yaqzan,1,Ibu Nabi Muhammad,1,Ibunda Nabi Muhammad,1,IDC,1,Ideologi,1,Idhul Adha,1,Idul Adha,14,Idul Fitri,7,IIEE,1,IISRO,1,Ijazah,6,Ijtihad,1,Ikhbar,42,Ilmu Kalam,1,Image,1,Imam al-Syafi’i,1,Imam Ghazali,1,Imam Malik,1,Imam Muslim,1,Imam Nawawi,1,Imlek,1,INC,2,Indonesia Darurat Narkoba,1,Info Haji,2,Inspirasi,11,Inspirasi Pesantren,2,Interfaith,3,Internasional,98,International,3,International Islamic School Robot Olympiad,1,International Peace Day,1,Internet Banking,1,IPNU,1,IPPNU,1,Iqbal Khalidi,3,Iqbal Kholidi,1,Iran,1,ISIS,11,Islah Gusmian,1,Islam,16,Islam dan Perdamaian,1,Islam Di China,3,Islam di Papua,1,Islam Indonesia,3,Islam Nusantara,28,Islam Nusantara Center,1,Islam Papua,1,Islam Radikal,1,Islamic Event,1,Islamic State,1,Isra' Mi'raj,1,Istighosah Kubro,1,Istikharah,1,Ito Surmardi,1,JAD,1,Jakarta,4,Jamiyatun Nasihin,1,Jasad Utuh,1,Jawa Barat,3,Jawa Tengah,7,Jawa Timur,4,Jazirah Arab,1,JIhad,3,Jihad fi Sabilillah,1,Jokowi,5,Jonru,1,Jurnalistik,1,K.H. Ahmad Umar Abdul Manan,1,Kabar Duka,1,Kabar Pesantren,5,Kabar Pesantrens,1,Kajian Islam,18,Kajian Ramadhan,1,Kalam Ulama,4,Kalender,2,Kalender Islam,2,Kalimah Syahadat,1,Kalis Mardiasih,1,Kampung Damai,1,Kampus,1,Kekerasan,1,Kemenag,3,Kementerian Agama,1,Kementerian Agama RI,3,Keraton Sumenep,1,Kesehatan,4,Ketua PBNU,1,Ketum PBNU,1,Ketupat,1,Keutamaan Bulan Rajab,1,Keutamaan Shalat Tarawih,16,Keutamaan Shalawat Nabi,2,Keutamaan Tarawih,1,KH A Ghazalie Masroeri,1,KH Abdurrahman Wahid,5,KH MA Sahal Mahfudh,2,KH Maemon Zubair,1,KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh,1,KH Sahal Mahfudh,3,KH Said Aqil Siraj,1,KH Wahab Hasbullah,1,KH. Abdul Aziz Manshuri,1,KH. Abdul Ghoffar Rozien,1,KH. Abdul Karim,1,KH. Abdul Muhaimin,1,KH. Abdurrahman Wahid,1,KH. Ali M. Abdillah,1,KH. Bisri Mustofa,1,KH. Cep Herry Syarifuddin,3,KH. Hasyim Asy'ari,1,KH. Hasyim Asyari,3,KH. Husein Muhammad,2,KH. Iftah Sidiq,1,KH. Lukman Harits Dimyati,1,KH. Ma'ruf Amin,2,KH. Maimoen Zubair,11,KH. Marzuqi Dahlan,1,KH. Masdar F. Mas'udi,2,KH. Mustofa Bisri,2,KH. Said Aqil Siraj,5,KH. Sholeh Darat,8,KH. Thobary Syadzily,1,KH. Tubagus Muhammad Falak,1,KH. Yahya Cholil Staquf,3,KH. Zainal Mustafa,2,KH. Zakky Mubarok,2,KH.Shalih Darat,1,Khanza Iliyina Syafa,1,Khawarij,1,Khazanah,3,Khazanah Isam,7,Khazanah Islam,379,Khilafah Islamiyah,5,Khofifah Indar Parawansa,1,Khoirul Anam,2,Khulafaur Rasyidin,1,Khutbah,4,Khutbah Idul Fitri,2,Khutbah Jumat,1,Kiai Abdul Hamid,1,Kiai Hasan Genggong,1,Kiat Menulis,1,Kiddle,1,Kilas,1,Kirab Santri,1,Kisah Hikmah,16,Kisah Nabi,1,Kisah Rasulullah,1,Kisah Teladan,1,Kita Tidak takut,1,Kitab Durrotun Nasihin,1,Kitab Jawahirul Bukhori,1,Kitab Kuning,5,Kitab Pegon,1,Kitab Suci,1,Kokam,1,Kolom,96,Komedi Religi,1,Kominfo,1,Konferwil NU Jabar,1,Konflik Sunni-Syiah,1,Kongkow Sufi,3,Konsultasi Agama,1,Konsultasi Islam,1,Kontra Radikal-Terorisme,1,KPAI,1,KPK,1,Kreatif Indonesia,1,Kriminal,1,Krisis Jerusalem,2,Krisis Rohingya,7,KUPI,1,Kurban,7,Kyai Maimoen Zubair,1,Kyai Masdar,1,Kyai Pahlawanku,1,Kyai Pesantren,1,Lailatul Qadr,1,Lambang NU,1,Lapan-A2,1,Laporan,1,Lazisnu,1,Le Petit Prince,1,Lebaran,1,Lebaran Ketupat,1,Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama,2,Lesbian,1,Letter of Acceptance,1,LFNU,1,LGBT,2,Liberalisme,1,Life of Mohammed,3,Life of Muhammad,2,Liga Santri,2,Liga Santri Nusantara,3,Lingkungan,1,LIPI,1,Litbang Kemenag,1,Literasi,7,Literasi Digital,3,LoA,1,Logo Muktamar NU ke-33,1,Logo NU,1,Love Peace,1,LPDP,1,LSN,5,LSN 2017,3,LTN NU,3,Lukman Hakim Saifuddin,3,Lunar System,1,M. Kholid Syeirazi,1,M. Nur Kholis Setiawan,1,M. Rikza Chamami,13,M. Rikza Khamami,1,Ma'arif NU,2,Madrasah,24,Madrasah Diniyah,5,Madrasah Lebih Baik,2,Madrasah TBS,1,Mahasiswa,2,Mahbub Ma'afi,2,Mainstream Media,1,Majelis Dzikir,1,Majelis Shalawat,1,Makalah,3,Makam Gus Dur,1,Makam Nabi,1,Makam Nabi Muhammad SAW,1,Makam Rasulullah,1,Makam Sunan Bonang,1,Makkah,1,Maklumat,3,Makna Bismillah,1,Makna Logo Muktamar NU ke-33,1,Malik bin Anas,1,Mama Falak,1,MAN IC,1,Manhaj Salafi Imam Syafi’i,1,Manhaji,1,Manusia Robot Bali,1,Mars,1,Masjid,1,Masjid Zhenjiao,1,Masjidid Haram,1,Masjidil Haram,1,Maturidiyyah,1,Maulid,4,Maulid Burdah,1,Maulid dalam Islam,1,Maulid Nabi,7,Maulid Nabi Muhammad SAW,3,Mbah Maimoen Zubair,2,Mbah Moen Sarang,2,Mbah Mun,1,Mbah Sahal,1,Mbah Sholeh Darat,1,MCA,1,Media,2,Media Sosial,1,Media Watch,1,Mehmet Gormez,1,Melangkahi Kuburan,1,Meme,1,Meme Islami,1,Menag,2,Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia,1,Mengenal Jejak Mengenal Watak,1,Menristek,1,Menulis,1,Merayakan Maulid,1,Milad,1,Minal Aidin Wal Faizin,1,Minhajul 'Abidin,5,Moment,1,MTs Surya Buana Malang,1,MTsN 2 Pamulang,1,MTT,1,Mualaf,2,Mudik Lebaran,1,Muhammad,2,Muhammad bin ‘Abd al-Wahhab,2,Muhammad Nasir,1,Muhammad Niam,1,Muhammad PBUH,1,Muhammad SAW,3,Muhammad Tijany,1,Muharram,2,MUI,1,Mujaheeden,1,Mujahidin Palestina,1,Mukiyah,1,Mukjizat,2,Muktamar NU,1,Muktamar NU ke 33,2,Munas-Konbes NU,20,Munawir Aziz,1,Muntaha Azhari,1,Museum Keraton Sumenep,1,Muslim Hong Kong,1,Muslim Kagetan,1,Muslim Papua,1,Muslimat NU,2,Nabi dan Rasul,1,Nabi Ibrahim,1,Nabi Muhammad,2,Nabi Muhammad SAW,6,Nadirsyah Hosen,6,Nadlatul Ulama,2,Nahdatul Ulama,18,Nahdlatul Ulama,157,Nahdlatul Ulamata,1,Name of Allah,1,Narkoba,3,Nasehat,8,Nasihat,1,Nasional,412,Nasionalisme,1,Natal,1,Natal 2015,1,Natal dan Maulid,1,Netizen Jurnalistik,1,New,1,News,677,News Ikhbar,2,News IPPNU,1,News Pictures,17,Ngaji Live,1,Ngaji Puasa,27,Ngaji Ramadan,8,Ngaji Ramadhan,20,Ngaji Video,1,Niat Puasa,1,Nishfu Sya'ban,1,NKRI,1,NKRI Harga Mati,3,NU,7,NU ANZ,1,NU Batang,1,NU Bogor,13,NU Care,2,NU Care LazisNU,2,NU Garis Lurus,1,NU Jabar,2,NU Jatim,1,NU Klaten,1,NU Semarang,1,NUCare,4,NUPeduli,1,Nur Kholik Ridwan,1,Nur Rofiah,1,Olimpiade Kedokteran,1,Opini,283,Opinion,1,Opnion,1,Orbituari,2,Pagar Nusa,13,PAI,2,Palestina,2,Palestine,1,Palestine Mujaheeden,1,Papua,1,Parenting,1,PBNU,8,PBSB,3,PBSB 2016,1,Peace,1,Peduli Bencana,2,Pelajar NU,1,Pendaftaran PBSB 2016,1,Pendididkan Islam,18,Pendidika Islam,1,Pendidika Islam,1,Pendidikan,171,Pendidikan Agama,1,Pendidikan Islam,158,Pendidikan Karakter,2,Pendidikan Madrasah,5,Pendidikan Politik,3,Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam,1,Pendidikn Karakter,1,Pendis Kemenag,2,Penggrebekan di Jepara,1,Pengobatan Islami,1,Penjajahan,1,Pentas PAI,1,Penulis,1,Perang,1,Perang Badar,1,Perang Uhud,1,Perguruan Tinggi NU,1,Perkemahan Rohis,1,Perppu Ormas,2,Perpres,1,Perpu Ormas,1,Perwimanas,2,Pesan Kiai,1,Pesantren,70,Pesantren Assalafiyah Cirebon. Assalafiyah,1,Pesantren Ibnu Mas'ud,1,Pesantren Lirboyo,2,Pesantren Mahasiswa,1,Pesantren Salaf,1,Photo,1,Pilihan Editor,105,Pilkada,1,Pilkada 2017,1,Pilkada DKI,1,Pilkada Jatim,1,Ploso,1,PMII,3,Polemik Sejarah Tere Liye,1,Politik,13,Ponorogo,1,Ponpes Al-Anwar,1,Pontianak,1,PPMN III,1,Pra Munas,4,Pramuka,1,Prof. Dr. Ahmad Tayyeb,1,Prof. Dr. Quraish Shihab,3,Profil,3,PTKI,1,Puasa Arafah,1,Puasa Ramadhan,1,Puisi,12,Pustaka,10,Pustaka Pesantren,8,Qawli,1,Qunut Nazilah,1,Quote,1,Qurban,5,Radicalism,1,Radikalisme,10,Rajab,1,Ramadan,2,Ramadhab,1,Ramadhan,72,Ramadhan 2015,12,Ramadhan 2016,2,Ramadhan di Hong Kong,1,Ramadhan Video,25,Rasis,1,Rasullah,1,Rasulullah SAW,6,Recommended,2,Refleksi Akhir Tahun,1,Release,2,Release PBNU,1,Religion,2,Remaja Islam,1,Resolusi Jihad,2,Resolusi Jihad NU,1,Rezeki Halal,1,Rijal Mumazziq Z,1,Risalah NU,1,RMI NU,4,Robikin Emhas,1,Robot,1,Rohingya,11,Rokok,2,Rubbubiyah,1,Ruchman Basori,2,Rukun Islam,1,Sahabat,1,Sahabat Nabi,2,Sahih Muslim,1,Said Budairy,1,Saifuddin Zuhri,1,Saifullah Ma'shum,1,Sajak,2,Salafi,2,Salam,1,Sanad Keilmuan,1,Santri,6,Santri Goes To Papua,3,Santri Menulis,1,Santri Urban,1,Sarkub Papua,1,Sastra Islam,11,Satelit,1,Satelit Indonesia,1,Save Rohingya,6,Sayembara Logo Muktamar NU ke-33,1,Science,5,Sedekah,3,Sejarah,5,Sejarah Al-Qur'an,1,Sejarah Indonesia,2,Sejarah Islam,1,Sejarah NU,2,Sekolah Lima Hari,1,Seni dan Sastra Islam,12,Seri Belajar Islam,8,Seri KH. Said Aqil Siraj,1,Seri Tokoh,1,SGTP,1,Shahih Muslim,1,Shaikh Nimr Baqir al-Nimr,1,Shalat,18,Shalat Gerhana,3,Shalat Idul Adha,1,Shalat Istiqa,1,Shalat Jum'at,6,Shalat Sunah,1,Shalat Sunnah,3,Shalat Tarawih,15,Shalawa Nabi,1,Shalawat,2,Shalawat Nabi,4,Shalawat Nabi Muhammad SAW,2,Shalawat Nariyah,3,Sholat Tarawih,1,Sholawat,1,Sholeh Darat,1,Short Course,1,Sifat Mulia Rasulullah SAW,1,Silsilah Nabi Muhammad SAW,1,Silsilah Rasulullah,1,Sindikasi Damai,15,Sindikasi Media,1,Singaparna,1,Sinopsis,1,Sirah Nabawiyah,2,Sirah Nabi,2,Siswa Berprestasi,1,Slamet Basyid,1,solar system,1,Solidaritas,1,Sponsored,2,Suara NU,1,Sudut Pandang,1,Sudut Taman Ramadhan,7,Sufistik,1,Sumanto Al Qurtuby,9,Sumenep,1,Sunnah,2,Sunnah Rasulullah,1,Sunnah Shalat,1,SUNNI,1,Sunni-Shia,1,Sunni-Syiah,1,Suraji,6,Surat Edaran Gubernur Jateng,1,Surat Terbuka,3,Suriah,2,Syafa'at Rasulullah,1,Syafaat Nabi,1,Syahid,1,Syahrozad Zalfa Nadia,1,Syaikhona Kholil Bangkalan,1,Syarat Wajib Zakat,1,Syariah,2,Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani,1,Syeikh Abdul Qodir Al-Jailany,1,Syekh Abdul Qadir Al-Jailani,1,Syekh Dr. Muhammad Fadhil,1,SYIAH,3,Tafsir,1,Tafsir Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani,1,Tahlilan,2,Tahun Baru 2016,1,Tahun Baru Islam,2,Tahun Baru Masehi,1,Tanah Suci,1,Tarawih,21,Tasawuf,3,Tawan,1,Tawariq,1,Tayyip Erdogan,1,Tebuireng,6,Tekno,20,Teladan,1,Teladan Nabi,3,Teologi Teror,1,Teraweeh,1,Tere Liye,1,Teror,1,Teror 2016,1,Teror Jakarta,1,Teror Sarinah,1,Teror Thamrin,1,Teroris,4,Terorism,10,Terorisme,25,Tionghoa,1,Tips and Trick,2,Tokoh,86,Tokoh Betawi,1,Tokoh Bogor,1,Tokoh Dunia,3,Tokoh Indonesia,19,Tokoh Islam,114,Tokoh Kemerdekaan,2,Tokoh Muda Islam,25,Tokoh NU,17,Tokoh NU Bogor,1,Tokoh NU Jabar,1,Tokoh Perempuan,1,Tokoh PMII,1,Tokoh Rembang,1,Tokoh Syiah,1,Tolak FDS,12,Toleransi,5,Tradisi,2,Tragedi Crane di Masjidil Haram,1,Trend Sosial,2,Tuah Pesantren,1,Tulisan Arab,1,Tuntunan Islam,1,Turats,1,Turki,1,TurnBackHoax,4,Tutorial,1,TV9,1,Ubaidillah Achmad,23,Ubaidillah Ahmad,1,Ucapan Minal Aidin Wal Faizin,1,Ucapat Selamat Natal,1,Udhiyah,1,Uhud,1,Ulama,11,Ulama Bogor,1,Ulama Indonesia,1,Ulama NU,3,Ulama Nusantara,1,Ulama Perempuan,1,Ulama Salaf,1,Uluhiyah,1,UNU,2,Ustad Ahmad Ikrom,1,Ustadz,1,Ustadz Ahmad Ali MD,2,Ustadz Ali MD,1,Ustadz Fathuri,24,Ustadz Fatoni Muhammad,1,Ustadz Lc,1,Ustadz Ma'ruf Khozin,3,Ustadz Menjawab,5,Ustadz Yusuf Mukhtar Sidayu,1,Ustadz Yusuf Suharto,1,Uswah,3,Uswatuna,3,UU Ormas,1,Video,5,Vinanda Febriani,7,VoA-Islam,1,Wahabi,4,Wahabism,2,Wahabisme,2,Wahid Foundation,6,Wali Pasemone,1,Wali Songo,2,Walisongo,5,Waliyullah,1,Wardi Taufik,1,Wawasan,79,Wawasan Islam,54,Wawasan Kebangsaan,12,Wawasan Nusantara,43,Website Islam Indonesia,1,Website Islam Nusantara,1,Wirid dan Doa,2,Wirid dan Doa Setelah Shalat,1,Women and Jihad,1,Women Fighter,1,World Peace,1,Wudhu,3,Yahya Staquf,1,Yasin,1,Yayasan Saifuddin Zuhri,1,Yenny Wahid,3,Yogyakarta,8,Z-Featured,3,Zainal Mustafa,1,Zakat,4,Zakat Fitrah,2,Zakir Naik,1,Zakky Zulhazmi,2,ZIarah,4,Ziarah Kubur,2,Zikir,1,Zuhairi Misrawi,1,Zulkilfi Hasan,1,خطبة كسوف الشمس,1,
ltr
item
Arrahmah.co.id - Portal Dunia Islam: KH. A. Tamamuddin Munji: Mempertahankan Tradisi Pendampingan Versus Neoliberalisme
KH. A. Tamamuddin Munji: Mempertahankan Tradisi Pendampingan Versus Neoliberalisme
https://lh3.googleusercontent.com/-yHKy86j8w-s/WSCEVeDY5vI/AAAAAAAAG1s/p0iuK6jS5asqqlSGeNHg3mIm2s6JHIKwQCHM/s640/Mbah%2BTamamuddin%2BMunji.jpg
https://lh3.googleusercontent.com/-yHKy86j8w-s/WSCEVeDY5vI/AAAAAAAAG1s/p0iuK6jS5asqqlSGeNHg3mIm2s6JHIKwQCHM/s72-c/Mbah%2BTamamuddin%2BMunji.jpg
Arrahmah.co.id - Portal Dunia Islam
https://www.arrahmah.co.id/2017/05/kh-tamamuddin-munji-mempertahankan.html
https://www.arrahmah.co.id/
https://www.arrahmah.co.id/
https://www.arrahmah.co.id/2017/05/kh-tamamuddin-munji-mempertahankan.html
true
766049156261097024
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content