Walikota Apresiasi Gerakan #AyoMondok Saat Buka Semarang Great Sale

Walikota Apresiasi Gerakan #AyoMondok Saat Buka Semarang Great Sale

Walikota Apreseasi Gerakan #AyoMondok Saat Buka Semarang Great Sale
Walikota Apreseasi Gerakan #AyoMondok Saat Buka Semarang Great Sale
ARRAHMAH.CO.ID - Ciri seorang santri bawahan dengan balutan sarung dan berpeci telah lama kita kenal. Pada pembukaan Semarang Great Sale (Semargres) mengusung tema “Sarung Is My New Denim”.

Gerakan Nasional AyoMondok berpartisipasi aktif ikut dengan mengikuti pawai dan membagikan stiker AyoMondok. Untuk rute yang dilalui mulai dari halaman Balaikota, Jalan Pemuda, Jalan Imam Bonjol, Jalan Piere Tendean dan kembali ke Jalan Pemuda menuju Balaikota (9/10).

Dengan menggunakan sarung peserta dari berbagai komunitas mulai dari sosialita, difabel, komunitas batik, kamar dagang, perhimpunan hotel dan restoran, gerakan pesona Indonesia dan wartawan memeriahkan perhelatan ini. Dengan berbagai aksesoris dan pernak-pernik sesuai dengan identitas masing-masing. Dalam pembukaan tadi pagi tampak segenap pejabat pemerintah kota Semarang hadir.
Walikota Semarang Hendar Prihadi menerima stiker AyoMondok dari panitia Gerakan Nasional AyoMondok.
Walikota Semarang Hendar Prihadi menerima stiker AyoMondok dari panitia Gerakan Nasional AyoMondok.

“Kami pemerintah kota Semarang mendukung penuh gerakan Ayo Mondok ini. Dengan mondok di pesantren yang tepat dan benar akan menjadi anak-anak kita memiliki karakter yang bagus dan mulia,” ungkap Walikota Semarang Hendar Prihadi.

Dalam dunia pesantren terdapat adagium bahwa memelihara (mempertahankan) tradisi yang baik dan mengambil sesuatu yang baru (modernitas) yang lebih baik. Gerakan AyoMondok menjadi ejawantah dari mengambil sesuatu yang baru. Memperkenalkan pesantren dengan cara baru agar masyarakat secara luas memahami bahwa pesantren senantiasa menjaga dan mengawal negara Republik Indonesia dalam ranah pendidikan.

Para santri membagikan stiker #AyoMondok kepada para pengunjung Semarang Great Sale
Para santri membagikan stiker #AyoMondok kepada para pengunjung Semarang Great Sale
“Gerakan ini perlu kita ingatkan kembali, hal ini sudah dua tahun semenjak awal Juni 2015. Momen ini tepat dengan adanya haflah pesantren dilanjutkan dengan rangkaian penerimaan santri baru”, ungkap KH. Mandzur Labib Koordinator Gerakan Nasional AyoMondok Jawa Tengah dihubungi melalui telepon selulernya.

Ketua asosiasi pesantren (RMI NU) Jawa Tengah ini menambahkan bahwa dengan adanya Gerakan Nasional AyoMondok ini pesantren mengalami penambahan santri baru. Minat untuk memondokkan santri kembali bergairah ditengah persaingan pendidikan yang mengedepankan otak daripada akhlak. (zulfa/ibnu yaqzan)
Previous Post
Next Post

post written by:

0 Comments: