Peringatan Isra' Mi'raj Jamaah Pengajian Padang mBulan Sehatkan Jiwa dengan Sholat Lima Waktu

Peringatan Isra' Mi'raj Jamaah Pengajian Padang mBulan Sehatkan Jiwa dengan Sholat Lima Waktu

KH. Muhammad Nur Hayyid, pengasuh ponpes SKILL Jakarta. Peringatan Isra' Mi'raj Jamaah Pengajian Padang mBulan Sehatkan Jiwa dengan Sholat Lima Waktu
KH. Muhammad Nur Hayyid, pengasuh ponpes SKILL Jakarta. Peringatan Isra' Mi'raj Jamaah Pengajian Padang mBulan Sehatkan Jiwa dengan Sholat Lima Waktu
NEWS, ARRAHMAH.CO.ID - Bulan Rajab menjadi penanda bagi kaum muslim mengingat jejak Rasulullah SAW, menerima perintah shalat 5 waktu. Di bulan inilah Rasulullah menjalani dua peristiwa luar biasa dalam satu malam, Isra' dan Mi'raj. Isra' dan Mi'raj sendiri merupakan dua peristiwa berlainan, namun kerap kali dipahami sama karena terjadi satu rangkaian dalam semalam.

Isra' merupakan kisah perjalanan Nabi Muhammad dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsha di Yerussalem. Sedangkan Mi'raj merupakan kisah perjalanan Nabi dari bumi naik ke langit ketujuh dan dilanjutkan ke Sidratul Muntaha untuk menerima perintah Allah SWT menjalankan salat lima waktu dalam sehari semalam.

Gambaran tentang peristiwa ini diabadikan dalam al-Qur'an diantaranya dapat dilihat di surah ke-17 di Al-Quran, yaitu Surah Al-Isra. Dan sampai hari ini, peristiwa penting ini diperingati setiap tanggal 27 Rajab, yang menjadi penanda puncak kilas balik sejarah Rasulullah menerima perintah shalat.

Tak luput, majelis pengajian Padang mBulan, Ciangsana memperingati Isra' Mi'raj ini, pada Minggu, (23/04/2017), di Komplek Bumi Ciangsana Damai (KOPRA), Kec. Gunung Putri, Kab. Bogor. Temanya tak jauh dari substansi dari perjalanan yang dialami Rasulullah dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang kemudian dinaikkan ke Sidratul Muntaha. Perintah Shalat!

Mengundang KH. Muhammad Nur Hayyid, pengasuh ponpes SKILL Jakarta, majelis pengajian Padang Mbulan mengangkat tema "Sehatkan Jiwa dengan Sholat Lima Waktu"

Dalam ceramahnya Kyai Nur mengaskan akan pentingnya menata hati dan meluruskan niat untuk istiqomah menjaga sholah jama'ah lima waktu. Sebaik-baiknya shalat lima waktu adalah dengan berjama'ah.

Selanjutnya Kyai Nur juga menjelaskan mengenai dimensi dalam peristiwa Isra' Mi'raj. Ada Tiga dimensi yang 'ditembus' oleh Rasulullah dalam perjalanan luar biasa satu malam itu. Yakni; alam manusia, alam malaikat, dan alam ketuhanan. Di tiga alam ini satu perjalanan supercepat dan luar biasa dialami oleh Rasulullah.

Pesan lain dari peringatan Isra' Mi'raj ini juga menyinggung wudhu, yang menjadi amalam wajib mendahului setiap shalat. Wudhu merupakan simbolisasi pembersihan diri (lisan, mata, pernafasan, telinga, kaki, otak/kepala) sebelum menghadap/menyembah Allah Zat Yang Agung.

Dalam shalat menurut kyai Nur, terdapat pesan moral penting akan pentingnya melatih kedisiplinan diri manusia sampai akhir hayat dari Allah SWT.

Dalam pengajian ini juga diiringan Sholawatan oleh tim hadrah Cinta Sholawat (juara 1 se Gunung Putri Peringatan.Hari Santri ) dan tim hadrah Baitul Atqia (KOPRA).

Di hadiri jamaah sebanyak 400 orang, dari unsur ulama dan tokoh masyarakat, Ranting NU Ciangsana, Ansor/Banser PAC Gunung Putri, pengajian ini nampak meriah.

"Maha suci Allah, yang telah memberi jalan hambanya pada suatu malam dari Masjid Al-Haram ke Masjid Al-Aqsha yang telah kami berkahi sekelilingnya agar kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya dia adalah maha mendengar lagi maha melihat." (QS. Al-Isra: 1)

Editor: Ibn Yaqzan

Previous Post
Next Post

post written by:

0 Comments: