KH. A. Tamamuddin Munji, Mengawal Politik Kebangsaan Bersama Komunitas Nahdliyyin

Berikut ini, catatan kisah KH. A. Tamamuddin Munji (Mbah Tamam) yang bersumber dari orang orang terdekat beliau atau mereka yang turut merekam perjalanan pendampingan Mbah Tamam kepada masyarakat.

KH. A. Tamamuddin Munji, Mengawal Politik Kebangsaan Bersama Komunitas Nahdliyyin
KH. A. Tamamuddin Munji, Mengawal Politik Kebangsaan Bersama Komunitas Nahdliyyin
TOKOH, ARRAHMAH.CO.ID - Berikut ini, catatan kisah KH. A. Tamamuddin Munji (Mbah Tamam) yang bersumber dari orang orang terdekat beliau atau mereka yang turut merekam perjalanan pendampingan Mbah Tamam kepada masyarakat. Di antara sumber penting dari kisah pengalaman ini bersumber dari putra beliau, Ubaidillah Achmad, Dosen UIN Walisongo Semarang dan penulis buku Islam Geger Kendeng Dalam Konflik Ekologis dan Rekonsiliasi Akar Rumput.
Beberapa penggalian kenangan perjuangan yang dapat penulis sampaikan, berupa kegigihan Mbah Tamam menandai tradisi akulturasi Islam dan Budaya Jawa dengan tanpa mencerabut akar keislaman dan prinsip kebenaran yang bersumber dari model etika dakwah Nabi Muhammad (Akhlakul Karimah) selama menyampaikan risalah kenabian.
Dari hasil riset sederhana, Kawasan Rembang Selatan, adalah kawasan yang serat dengan sistem perdukunan dan ilmu ilmu metafisika yang sudah menjadi instrumen perlindungan dan perlawanan kepada setiap individu yang berbeda pandangan dan pilihan ideologis. Karenanya, sosok yang dikatakan hebat di lingkungan kawasan ini, adalah mereka yang memiliki kekuatan metafisika, dan mereka inilah yang terbukti menjadi sosok linuweh seseorang di tengah lingkungannya.
Selain itu, kawasan Rembang selatan, adalah kawasan yang memiliki kekhasan dan pengalaman hidup berdasarkan adat istiadat dan budaya para leluhur masyarakat jawa kuno.
KH. A. Tamamuddin Munji
Oleh karena itu, bagi pendamping sosial dari latar belakang  agama akan sulit diterima oleh masyarakat Rembang selatan, kecuali dengan bersikap adaptif terhadap budaya masyarakat Rembang selatan. Di lingkungan kawasan ini, sebagaimana yang dikatakan Ubaidillah Achmad, pengasuh lingkar As Syuffah, kebanyakan model keberagamaan yang merujuk pada ajaran Islam selalu mendapatkan penolakan dari masyarakat, kecuali model keberagamaan yang telah disampaikan oleh para Kiai NU.
Hal ini yang menjadi jawaban, mengapa kondisi sosio historis masyarakat kawasan Rembang selatan, telah menjadi kawasan berbasis warga nahdlatul Ulama.
Di lingkungan Kawasan Rembang selatan dan Rembang tengah, nama Mbah Tamam sangat mudah dikenali masyarakat zamannya, karena selain cara pendekatan dakwah beliau yang ramah terhadap lingkungan, juga banyak para santri beliau yang menjadi tokoh agama masyarakat setempat. Di kalangan Ulama Rembang yang sezaman dengan Mbah Tamam, nama Mbah Tamam dikenal sebagi mursyid tarekat naghsyabandiyah khalidiyah al muktabarah an nahdliyyah, aktif di NU, dan di MUI kab. Rembang.
Karena luasnya kawasan dakwah dan komitmen Mbah Tamam pada wilayah pendampingan sosial keagamaan, maka banyak yang merasakan kehilangan atas kepergian Mbah Tamam. Santri Mbah Tamam tidak hanya berasal dari penduduk sekitar, namun juka banyak yang berasal dari luar masyarakat Rembang. Mereka ini, sudah banyak yang di luar jawa, seperti Sumatera, palembang, dan kalimantan.
Sebelum dalam sepuluh tahun terakhir hingga hari wafat Mbah Tamam, santri Mbah Tamam banyak mendampingi beliau setiap acara tahtiman Al Qyran dan pengajian di beberapa desa. Hal ini berbeda dengan setelah sepuluh tahun terakhir, justru santri bertahan hanya pada kisaran puluhan santri. Selama sepuluh tahun terakhir hampir bisa dikatakan, jumlah santri tidak bertambah dan tidak berkurang. Sejak Mbah Tamam Wafat, fenomena santri yang hanya bertahan pada hitungan puluhan ternyata bukan tanpa alasan.
Hal ini diakui oleh putra beliau, Ubaidillah Achmad, pengasuh Majlis As Syuffah,"setelah di atas usia 75 tahun, Abah sendiri ingin memiliki santri tidak banyak, karena terkait dengan amanah pembelajaran dan pendampingan."
Sejumlah santri pada kisaran puluhan ini, ternyata tidak menyurutkan kebesaran Mbah Tamam sebagai Ulama yang dicintai masyarakatnya, sehingga pada saat prosesi pemakaman, ribuan para pelayat, berjubel memadati kampung Mbah Tamam hingga memadati jalan raya di luar desa Mbah Tamam. Banyak memperkirakan, jika beliau diistirahatkan pada waktu pagi atau siang hari, akan lebih sulit lagi. Hal ini, karenan banyaknya para pelayat yang berdatangan ingin mengantarkan Mbah Tamam.
Menyatukan Nilai KeNUan dan Kearifan Lokal
Dalam perzpektif Mbah Tamam, prinsip yang dipertahankan NU merupakan prinsip yang tidak hanya dipahami dari aspek ilmu pengetahuan dan ibadah, namun juga prinsip yang harus diterima sebagai amanah.
Jadi, alasan Mbah Tamam berjuang bersama komunitas NU, selain prinsip NU telah menjadi ajaran pokok yang dipahami di pesantren, juga telah menjadi pesan para leluhur dan para Guru beliau yang mendukung sepenuhnya visi dan misi NU. Karenanya, setiap ada cobaan yang dihadapi warga NU, Mbah Tamam selalu membaca dzikir khusus yang dibaca bersama para santri. Beberapa santri dan putra beliau, juga mendapatkan pesan yang sama, agar menjalankan model keberagamaan yang sudah menjadi model para walisongo hingga menjadi model keberagamaan warga NU.
Sejarah awal Mbah Tamam mempertahankan model keberagamaan Walisongo, atau yang dikenal dengan kesatuan keNUan dan kearifan lokal ini, beliau mulai dengan berjuang bersama mertua beliau, yang pernah menjadi tokoh Ansor di kab. Rembang (KH. Ghazzali) dan kedua adik Ipar yang mumpuni dalam bidang ilmu keislaman (KH. Mansyur Ghazzali dan KH. Zuhdi Ghazzali), menghadapi tantangan perjuangan yang berat versus komunitas yang tidak senang dengan model pribumisasi Islam yang diterima dari para leluhurnya.
Selain itu, Mbah Tamam juga menghadapi gesekan politis dari kelompok Islamis Masyumi dan kelompok abangan yang tidak ingin Kiai NU mewarnai tradisi masyarakat.
Kelompok Islamis Masyumi dan abangan ini, adalah kelompok yang selalu mengalami konflik pada setiap pemilihan umum. Di Di Rembang Selatan, fenomena ini sudah berlangsung sejak mertua Mbah Tamam, KH. Ghazzali menjadi aktivis Anshor
Nahdlatul Ulama. KH. Ghazzali, adalah seorang aktivis Anshor yang gigih menjaga marwah Kiai di seluruh kawasan kabupaten Rembang dari ancaman kekerasan politik pihak partai lain. Beberapa Kiai di Rembang, juga pernah bercerita kepada Kang Ubaid, bahwa KH. Ghazzali ini, telah diberi kekuatan oleh Allah menjaga para Kiai Rembang dari serangan para aktivis partai Komunis Indonesia, pada saat bermusuhan dengan Kiai NU.
Fenomena politik kepentingan mengalahkan politik kebangsaan ini, dari cerita Mbah Tamam, masih sangat kuat pada masa Orde Lama dan awal Orde Baru.
Jadi, dalam sejarah Orde Lama dan Orde Baru politik telah menjadi ideologi utama masyarakat melebihi kepentingan ideologi nasional. Artinya, setiap pemilu semua pengikut partai politik seakan telah melupakan ideologi pancasila dan kepentingan umum negara. Karenanya, selama Orde Baru yang besar bukan negara di mata dunia, namun yang terlihat besar adalah kelompok kepentingan golongan dan politik Orde Baru.
Dari kisah para pengikut Mbah Tamam, bahwa awal memasuki kawasan Rembang Selatan yang dimulai dari kecamatan Pamotan Rembang, telah berhadapan dengan politik kepentingan yang berat. Selain itu, Mbah Tamam, juga berhadapan dengan kecurigaan masyarakat lokal terhadap model keberagamaan yang disyiarkan oleh Mbah Tamam. Sama dengan jejak para leluhurny yang sudah ditanamkan oleh Syekh Ahmad Al Mutamakkin, yaitu dengan model dakwah dengan cara pribumisasi Islam.
Model pribumisasi Islam, adalah model yang memadukan kesatuan ajaran Islam dengan budaya lokal atau kearifan lokal. Untuk memperkuat jaringan dakwah, di tengah konflik keberagamaan dan kearifan lokal ini, Mbah Tamam secara strategis mengikuti Para Ulama NU yang sudah mengakar di lingkungan masyarakat Rembang. Model dakwah dengan memperkuat jaringan dengan ulama NU ini sudah terbentuk sejak berada di lingkungan keluarga besar para pengasuh pesantren geneologis Syekh Ahmad Al Mutamakkin Kajen Pati.
Selain itu, gerakan NU di Rembang, sebelum kedatangan Mbah Tamam, sudah menjadi model organisasi keagamaan dan sosial yang indah dan kuat. Hal ini tercatat dalam sejarah berdirinya NU di Indonesia, telah memiliki jalur khusus dengan para Ulama dari Rembang. Ulama besar yang terbaca pada layar dan yang berada dibalik layar berdirinya NU banyak dari Rembang. Melalui jaringan gerakan keNUan, Mbah Tamam lebih mudah menyampaikan ajaran kitab kuning kepada masyarakat nahdliyyin dan yang lain yang sudah membentuk komunitas Nahdliyyin.
Sebagai contoh, pesan yang disampaikan Mbah Tamam kepada para alumni yang melanjutkan kuliah dan bekeja di kota kota besar, beliau selalu berpesan, agar para santri dan alumni berpegang pada nilai nilai ahlussunah wal jamaah yang sudah diajarkan dipesantren, di lingkungan warga nahdliyyin, dan masyarakat kearifan lokal. Karenanya, berkhidmah untuk NU tidak harus menjadi pengurus NU, namun yang lebih penting bagaimana melaksanakan amaliyah ibadah secara NU.
Mengawal Politik Kebangsaan
Banyak di tengah masyarakat yang belum bisa membedakan, antara politik kepentingan dan politik kebangsaan dan gerakan pencerahan. Hal ini dapat dibaca dari fenomena anggapan kebanyakan masyarakat, bahwa semua orang yang terlibat dalam diskursus politik di tengah relasi kuasa dikatagorikan masuk dalam lingkungan politik praktis.
Hal ini, berbeda dengan pendapat Mbah Tamam, yang menganggap tidak semua orang yang terlibat dengan relasi kuasa berada dalam kelompok politik kepentingan. Mereka yang terlibat dalam relasi kuasa, masih banyak yang bertujuan ingin mengendalikan sistem pemerintahan yang hendak berbelok agar tidak menjadi belok. Terbukti, masih banyak kebijakan kebijakan pemerintah yang baik dan memihak pada kepentingan umum.
Meskipun demikian, Mbah Tamam berharap kepada tokoh agama dan budaya serta akademisi, agar menjaga kemandirian model pendampingan kepada masyarakat, sehingga tidak tergantung kepada pemerintah. Jika tokoh agama dan budaya tergantung kepada pemerintah, maka akan mudah dimanfaatkan kelompok kepentingan yang sedang menduduki kekuasaan dalam sistem pemerintah. Yang terpenting, bagaimana peran tokoh agama dan budaya di tengah relasi sosial mendukung kebijakan baik pemerintah yang berpihak pada kepentingan umum, namun berani bersama masyarakat mengkritisi penerintah yang mencoba atau sudah berbelok.
Sikap seperti ini, hanya bisa dilakukan oleh para tokoh agama dan budaya, apabila mampu mengambil peran yang baik dan strategis. Secara akademis, para Tokoh agama dan budaya, perlu menjawab pertanyaan berikut: bagaimana seorang tokoh agama dan budaya mampu bersikap mandiri dengan tidak mengabaikan menjaga relasi dengan pihak pihak yang mendukung pemberdayaan dan pendampingan sosial.

Rembang, 27 April 2017
Lingkar As Syuffah merupakan lingkar diskusi dari santri As Syuffah Sidorejo Pamotan Rembang, yang konsern pada keberagamaan dan kebudayaan Masyarakat Jawa.

COMMENTS

Nama

.,1,#AyoMondok,12,#BelajarIslam,8,#CintaNKRI,2,#DanaHaji,1,#HariSantri,19,#HariSantri #HariSantri2017,1,#HariSantri2017,1,#HarlahNU,4,#HarlahNU91,2,#HaulKiaiHasanGenggong,2,#IslamIndonesia,1,#IslamNUsantara,4,#KajianRamadhan,1,#SavePalestine,3,#SaveRohingya,3,1 Muharram,3,1 Syawal,1,2016,1,A. Zakky Zulhazmi,1,Abdlul Halim Hasan,1,Abdul Mun'im DZ,1,Abu Bakar Hasan Assegaf,1,Adab Rasulullah,1,Advetorial,2,Afif Sunakim,1,Agama,1,Agama Cinta,1,Agenda,25,Agenda NU,1,Agnez Mo,1,Agus Zainal Arifin,3,Ahlusunnah wal Jama'ah,31,Ahmad Baso,1,Ahmad Mujib Rahmat,1,Ahmet Davutoglu,1,Ahsunnah,1,AJaran Islam,1,Akhir Zaman,1,Akhlakul Karimah,1,Al-Nimr,1,Al-Qaeda,1,Al-Qur'an,4,Al-Qur'an Raksasa,1,Al-Zastrow Ngatawi,1,Alamsyah M. Dja’far,3,Ali bin Abi Thalib,2,Ali Zawawi,1,Alissa Wahid,1,Allah,1,Almanak,1,Alumni Madrasah,1,Amalan,16,Amalan di Bulan Ramadhan,2,Amalan NU,4,Amalan Rasulullah,1,Amaliah,19,Aman Abdurrahman,1,Amirul Ulum,2,Anas Saidi,1,Angka Istimewa dalam Islam,1,Angka Tiga,1,Angker,1,Ansor,3,Ansor Garut,1,Ansor Malang,1,Ansor Surabaya,1,Anti Korupsi,4,Anti Narkoba,1,Anti Radikalisme,3,Anti Terorisme,2,Anti Wahabi,1,Aplikasi Batik,1,Aqidah,2,Arab,1,Arab People,1,Arab Saudi,2,Arief Mundatsir Mandan,1,Arifin Junaidi,1,Arrahmah Channel,5,Arrahmah Featured,11,Arrahmah.com,1,Articles,2,Artikel,26,Asian Youth Robot Olimpiade,1,Asosiasi Pesantren NU,1,Aswaja,24,Asy'ariyah,1,Australia,1,Avicenna Roghid Putra,1,Ayat-ayat Toleransi,1,Ayman Adz Dzawahiri,1,Ayo Mondok,1,AYRO,1,Bahtsul Masail,1,Bangsa Indonesia,1,Banser,14,Banten,1,Batik,1,Batik Indonesia,1,Battle,1,Battle of Uhud,1,Beasiswa,12,Beasiswa Kemenag,3,Beasiswa Madrasah,1,Beasiswa Santri,1,Beasiswa Santri 2016,1,Beasiswa Santri Berprestasi,2,Beasiswa Santri Berprestasi 2016,1,Bekasi,1,Belajar Islam,26,Berita,148,Berita Duka,5,Berita Islam,3,Bid'ah,2,Bid'ah para Sahabat,1,Bima Arya,1,Biseksual,1,Bisnis Haram,1,BNN,1,BNN di Jepara,1,BNPT,2,Bodo Kupat,1,Bogor,1,Bom Kuningan,1,Bom Sarinah,2,Bom Thamrin,2,BPOM,1,Brain,1,Budaya,1,Buku,6,Bulan Rajab,1,Buletin Jumat,5,Burdah,1,Cak Masykur,25,Cak Nun,1,Cak Nur,1,Cangkir9,2,Cep Herry Syarifuddin,1,Cerpen,2,Channel Arrahmah,37,Charlie Hebdo,1,Cheng Ho,1,Choirul Anam,1,Cinta,1,Cinta Bangsa,1,Cinta Tanah Air,1,Counter Radicalism,6,Cybercrime,2,Dajjal,1,Dakwah Islam,4,dan Transgender,1,Darurat Narkoba,3,Dea Anugerah,1,Deklarasi Nahdlatul Ulama,1,Deklarasi Serpong,1,Densus 88,2,Digital Media,2,Direktorat Pendidikan Madrasah,1,Dit PD Pontren Kemenag,1,DKI Jakarta,1,Doa,31,Doa Akhir Tahun,1,Doa Anak Sholeh,1,Doa Awal Tahun,1,Doa Berbuka,1,Doa dan Tirakat,1,Doa Gus Mus,1,Doa Harian,1,Doa Nabi,1,Doa Pernikahan,2,Doa Setelah Shalat,1,Doa Wudhu,1,Dosen UIN Walisongo,1,Download,1,Dr. Amin Haedari,1,DR. KH. M. A. SAHAL MAHFUDH,1,Dr. Nadirsyah Hosen,10,Dubes,1,Dzikir dan Doa,2,Dzikir Setelah Shalat,1,Editor's Choice,10,Effendi Choirie,1,Ekologi,3,Ekonomi,3,Eksekusi Mati Al-Nimr,1,English Edition,1,Esensi Syariah,1,Fadhila Haifa’ Afifah,1,Fadilah,1,Falak,1,Fardhu Wudhu,1,Fatayat NU,2,Fathoni Muhammad,1,Fatwa MUI,1,FDS,11,featured,133,Featured Arrahmah,44,Fikih,2,Fikih dan Muamalah,3,Fikih Ibadah,10,Fiqh,8,Fiqh Ibadah,1,Fiqh Qurban,6,Fiqh Shalat,3,Fiqih Lingkungan,2,Firqaf,1,Firqah,1,Firqoh,1,Fokus Khusus,1,FSN,2,Fulldayschool,4,Fundamentalis akan Habis,1,Gafatar,1,Galeri,4,Gay,1,Geluntung Agel Wafi,1,Gerakan Nasional AyoMondok,1,Gerhana,1,Gerhana Bulan,1,Gerhana Matahari,3,Gerhana Matahari Total,1,GIYE,1,Good Muslim,13,GP Ansor,8,Grand Syaikh Al-Azhar,1,Grants,1,Griya Gus Dur,1,GTK Madrasah,2,Guru Inspiratif,2,Guru Madrasah,2,Guru MAN,1,Guru Mughni,1,Guru PAI,1,Gus Ahmad Muwaffiq,1,Gus Aqib,1,Gus Dur,23,Gus Miek,1,Gus Mus,9,Gus Muwafiq,1,Gus Rizal Mumaziq,1,Gus Sholah,1,Gus Ubaidillah Achmad,1,Gus Yaqut,1,GusDur.net,1,Gusdurian,2,Habib Abu Bakar,1,Habib Lutfi,1,Habib Luthfi bin Yahya,1,Habib Novel,10,Habib Novel Alaydrus,7,Habib Salim Bin Jindan,1,Habib Sholeh Al-Hamid Tanggul,1,Habib Syech,1,Habib Umar bin Hafidz,3,Hadist,1,Hadist Jibril,1,Hadits,1,Hadits 72 Bidadari,1,Hadits Diskriminatif,1,Hafidzoh,1,Haji,7,Haji 2015,1,Haji 2017,1,Haji 2018,1,Hajj,1,Halal bi Halal,3,Halaqah,1,Hamid Ahmad Masduki Baidlawi,1,Har Santri,1,Hari Arafah,2,Hari Batik Nasional,1,Hari Natal,1,Hari Pahlawan,2,Hari Santri,32,Harlah,2,Harlah NU,3,Hasan al-Bashri,1,Haul,4,Haul Gus Dur,9,Haul Kiai Sholeh Darat,2,Haul Sunan Ampel,1,Haul Sunan Bonang,1,Haul Syekh Nawawi Al-Bantani,1,Headlines,20,Hikam Zain,15,Hikmah,83,Hikmah Islam,45,Hipsi,3,Hisab,1,Hizb,1,Hizbut Tahrir,2,Hizbut Tahrir Indonesia,2,Hoax,2,Hong Kong,1,HTI,2,HTIBubar,6,Hubbul Wathan minal Iman,1,Hukum Islam mengenai LGBT,1,Hukum Melangkahi Kuburan,1,Hukum Membunuh,1,Hukum Membunuh dalam Islam,1,Hukum Ucapan Natal,1,Humor,3,HUT TNI,1,Hymne,1,I-Banking,1,Ibadah,4,Ibn Muljam,1,Ibn Yaqzan,1,Ibu Nabi Muhammad,1,Ibunda Nabi Muhammad,1,IDC,1,Ideologi,1,Idhul Adha,1,Idul Adha,14,Idul Fitri,7,IIEE,1,IISRO,1,Ijazah,6,Ijtihad,1,Ikhbar,42,Ilmu Kalam,1,Image,1,Imam al-Syafi’i,1,Imam Ghazali,1,Imam Malik,1,Imam Muslim,1,Imam Nawawi,1,Imlek,1,INC,2,Indonesia Darurat Narkoba,1,Info Haji,2,Inspirasi,11,Inspirasi Pesantren,2,Interfaith,3,Internasional,98,International,3,International Islamic School Robot Olympiad,1,International Peace Day,1,Internet Banking,1,IPNU,1,IPPNU,1,Iqbal Khalidi,3,Iqbal Kholidi,1,Iran,1,ISIS,11,Islah Gusmian,1,Islam,16,Islam dan Perdamaian,1,Islam Di China,3,Islam di Papua,1,Islam Indonesia,3,Islam Nusantara,28,Islam Nusantara Center,1,Islam Papua,1,Islam Radikal,1,Islamic Event,1,Islamic State,1,Isra' Mi'raj,1,Istighosah Kubro,1,Istikharah,1,Ito Surmardi,1,JAD,1,Jakarta,4,Jamiyatun Nasihin,1,Jasad Utuh,1,Jawa Barat,3,Jawa Tengah,7,Jawa Timur,4,Jazirah Arab,1,JIhad,3,Jihad fi Sabilillah,1,Jokowi,5,Jonru,1,Jurnalistik,1,K.H. Ahmad Umar Abdul Manan,1,Kabar Duka,1,Kabar Pesantren,5,Kabar Pesantrens,1,Kajian Islam,18,Kajian Ramadhan,1,Kalam Ulama,4,Kalender,2,Kalender Islam,2,Kalimah Syahadat,1,Kalis Mardiasih,1,Kampung Damai,1,Kampus,1,Kekerasan,1,Kemenag,3,Kementerian Agama,1,Kementerian Agama RI,3,Keraton Sumenep,1,Kesehatan,4,Ketua PBNU,1,Ketum PBNU,1,Ketupat,1,Keutamaan Bulan Rajab,1,Keutamaan Shalat Tarawih,16,Keutamaan Shalawat Nabi,2,Keutamaan Tarawih,1,KH A Ghazalie Masroeri,1,KH Abdurrahman Wahid,5,KH MA Sahal Mahfudh,2,KH Maemon Zubair,1,KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh,1,KH Sahal Mahfudh,3,KH Said Aqil Siraj,1,KH Wahab Hasbullah,1,KH. Abdul Aziz Manshuri,1,KH. Abdul Ghoffar Rozien,1,KH. Abdul Karim,1,KH. Abdul Muhaimin,1,KH. Abdurrahman Wahid,1,KH. Ali M. Abdillah,1,KH. Bisri Mustofa,1,KH. Cep Herry Syarifuddin,3,KH. Hasyim Asy'ari,1,KH. Hasyim Asyari,3,KH. Husein Muhammad,2,KH. Iftah Sidiq,1,KH. Lukman Harits Dimyati,1,KH. Ma'ruf Amin,2,KH. Maimoen Zubair,11,KH. Marzuqi Dahlan,1,KH. Masdar F. Mas'udi,2,KH. Mustofa Bisri,2,KH. Said Aqil Siraj,5,KH. Sholeh Darat,8,KH. Thobary Syadzily,1,KH. Tubagus Muhammad Falak,1,KH. Yahya Cholil Staquf,3,KH. Zainal Mustafa,2,KH. Zakky Mubarok,2,KH.Shalih Darat,1,Khanza Iliyina Syafa,1,Khawarij,1,Khazanah,3,Khazanah Isam,7,Khazanah Islam,379,Khilafah Islamiyah,5,Khofifah Indar Parawansa,1,Khoirul Anam,2,Khulafaur Rasyidin,1,Khutbah,4,Khutbah Idul Fitri,2,Khutbah Jumat,1,Kiai Abdul Hamid,1,Kiai Hasan Genggong,1,Kiat Menulis,1,Kiddle,1,Kilas,1,Kirab Santri,1,Kisah Hikmah,16,Kisah Nabi,1,Kisah Rasulullah,1,Kisah Teladan,1,Kita Tidak takut,1,Kitab Durrotun Nasihin,1,Kitab Jawahirul Bukhori,1,Kitab Kuning,5,Kitab Pegon,1,Kitab Suci,1,Kokam,1,Kolom,96,Komedi Religi,1,Kominfo,1,Konferwil NU Jabar,1,Konflik Sunni-Syiah,1,Kongkow Sufi,3,Konsultasi Agama,1,Konsultasi Islam,1,Kontra Radikal-Terorisme,1,KPAI,1,KPK,1,Kreatif Indonesia,1,Kriminal,1,Krisis Jerusalem,2,Krisis Rohingya,7,KUPI,1,Kurban,7,Kyai Maimoen Zubair,1,Kyai Masdar,1,Kyai Pahlawanku,1,Kyai Pesantren,1,Lailatul Qadr,1,Lambang NU,1,Lapan-A2,1,Laporan,1,Lazisnu,1,Le Petit Prince,1,Lebaran,1,Lebaran Ketupat,1,Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama,2,Lesbian,1,Letter of Acceptance,1,LFNU,1,LGBT,2,Liberalisme,1,Life of Mohammed,3,Life of Muhammad,2,Liga Santri,2,Liga Santri Nusantara,3,Lingkungan,1,LIPI,1,Litbang Kemenag,1,Literasi,7,Literasi Digital,3,LoA,1,Logo Muktamar NU ke-33,1,Logo NU,1,Love Peace,1,LPDP,1,LSN,5,LSN 2017,3,LTN NU,3,Lukman Hakim Saifuddin,3,Lunar System,1,M. Kholid Syeirazi,1,M. Nur Kholis Setiawan,1,M. Rikza Chamami,13,M. Rikza Khamami,1,Ma'arif NU,2,Madrasah,24,Madrasah Diniyah,5,Madrasah Lebih Baik,2,Madrasah TBS,1,Mahasiswa,2,Mahbub Ma'afi,2,Mainstream Media,1,Majelis Dzikir,1,Majelis Shalawat,1,Makalah,3,Makam Gus Dur,1,Makam Nabi,1,Makam Nabi Muhammad SAW,1,Makam Rasulullah,1,Makam Sunan Bonang,1,Makkah,1,Maklumat,3,Makna Bismillah,1,Makna Logo Muktamar NU ke-33,1,Malik bin Anas,1,Mama Falak,1,MAN IC,1,Manhaj Salafi Imam Syafi’i,1,Manhaji,1,Manusia Robot Bali,1,Mars,1,Masjid,1,Masjid Zhenjiao,1,Masjidid Haram,1,Masjidil Haram,1,Maturidiyyah,1,Maulid,4,Maulid Burdah,1,Maulid dalam Islam,1,Maulid Nabi,7,Maulid Nabi Muhammad SAW,3,Mbah Maimoen Zubair,2,Mbah Moen Sarang,2,Mbah Mun,1,Mbah Sahal,1,Mbah Sholeh Darat,1,MCA,1,Media,2,Media Sosial,1,Media Watch,1,Mehmet Gormez,1,Melangkahi Kuburan,1,Meme,1,Meme Islami,1,Menag,2,Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia,1,Mengenal Jejak Mengenal Watak,1,Menristek,1,Menulis,1,Merayakan Maulid,1,Milad,1,Minal Aidin Wal Faizin,1,Minhajul 'Abidin,5,Moment,1,MTs Surya Buana Malang,1,MTsN 2 Pamulang,1,MTT,1,Mualaf,2,Mudik Lebaran,1,Muhammad,2,Muhammad bin ‘Abd al-Wahhab,2,Muhammad Nasir,1,Muhammad Niam,1,Muhammad PBUH,1,Muhammad SAW,3,Muhammad Tijany,1,Muharram,2,MUI,1,Mujaheeden,1,Mujahidin Palestina,1,Mukiyah,1,Mukjizat,2,Muktamar NU,1,Muktamar NU ke 33,2,Munas-Konbes NU,20,Munawir Aziz,1,Muntaha Azhari,1,Museum Keraton Sumenep,1,Muslim Hong Kong,1,Muslim Kagetan,1,Muslim Papua,1,Muslimat NU,2,Nabi dan Rasul,1,Nabi Ibrahim,1,Nabi Muhammad,2,Nabi Muhammad SAW,6,Nadirsyah Hosen,6,Nadlatul Ulama,2,Nahdatul Ulama,18,Nahdlatul Ulama,157,Nahdlatul Ulamata,1,Name of Allah,1,Narkoba,3,Nasehat,8,Nasihat,1,Nasional,412,Nasionalisme,1,Natal,1,Natal 2015,1,Natal dan Maulid,1,Netizen Jurnalistik,1,New,1,News,677,News Ikhbar,2,News IPPNU,1,News Pictures,17,Ngaji Live,1,Ngaji Puasa,27,Ngaji Ramadan,8,Ngaji Ramadhan,20,Ngaji Video,1,Niat Puasa,1,Nishfu Sya'ban,1,NKRI,1,NKRI Harga Mati,3,NU,7,NU ANZ,1,NU Batang,1,NU Bogor,13,NU Care,2,NU Care LazisNU,2,NU Garis Lurus,1,NU Jabar,2,NU Jatim,1,NU Klaten,1,NU Semarang,1,NUCare,4,NUPeduli,1,Nur Kholik Ridwan,1,Nur Rofiah,1,Olimpiade Kedokteran,1,Opini,283,Opinion,1,Opnion,1,Orbituari,2,Pagar Nusa,13,PAI,2,Palestina,2,Palestine,1,Palestine Mujaheeden,1,Papua,1,Parenting,1,PBNU,8,PBSB,3,PBSB 2016,1,Peace,1,Peduli Bencana,2,Pelajar NU,1,Pendaftaran PBSB 2016,1,Pendididkan Islam,18,Pendidika Islam,1,Pendidika Islam,1,Pendidikan,171,Pendidikan Agama,1,Pendidikan Islam,158,Pendidikan Karakter,2,Pendidikan Madrasah,5,Pendidikan Politik,3,Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam,1,Pendidikn Karakter,1,Pendis Kemenag,2,Penggrebekan di Jepara,1,Pengobatan Islami,1,Penjajahan,1,Pentas PAI,1,Penulis,1,Perang,1,Perang Badar,1,Perang Uhud,1,Perguruan Tinggi NU,1,Perkemahan Rohis,1,Perppu Ormas,2,Perpres,1,Perpu Ormas,1,Perwimanas,2,Pesan Kiai,1,Pesantren,70,Pesantren Assalafiyah Cirebon. Assalafiyah,1,Pesantren Ibnu Mas'ud,1,Pesantren Lirboyo,2,Pesantren Mahasiswa,1,Pesantren Salaf,1,Photo,1,Pilihan Editor,105,Pilkada,1,Pilkada 2017,1,Pilkada DKI,1,Pilkada Jatim,1,Ploso,1,PMII,3,Polemik Sejarah Tere Liye,1,Politik,13,Ponorogo,1,Ponpes Al-Anwar,1,Pontianak,1,PPMN III,1,Pra Munas,4,Pramuka,1,Prof. Dr. Ahmad Tayyeb,1,Prof. Dr. Quraish Shihab,3,Profil,3,PTKI,1,Puasa Arafah,1,Puasa Ramadhan,1,Puisi,12,Pustaka,10,Pustaka Pesantren,8,Qawli,1,Qunut Nazilah,1,Quote,1,Qurban,5,Radicalism,1,Radikalisme,10,Rajab,1,Ramadan,2,Ramadhab,1,Ramadhan,72,Ramadhan 2015,12,Ramadhan 2016,2,Ramadhan di Hong Kong,1,Ramadhan Video,25,Rasis,1,Rasullah,1,Rasulullah SAW,6,Recommended,2,Refleksi Akhir Tahun,1,Release,2,Release PBNU,1,Religion,2,Remaja Islam,1,Resolusi Jihad,2,Resolusi Jihad NU,1,Rezeki Halal,1,Rijal Mumazziq Z,1,Risalah NU,1,RMI NU,4,Robikin Emhas,1,Robot,1,Rohingya,11,Rokok,2,Rubbubiyah,1,Ruchman Basori,2,Rukun Islam,1,Sahabat,1,Sahabat Nabi,2,Sahih Muslim,1,Said Budairy,1,Saifuddin Zuhri,1,Saifullah Ma'shum,1,Sajak,2,Salafi,2,Salam,1,Sanad Keilmuan,1,Santri,6,Santri Goes To Papua,3,Santri Menulis,1,Santri Urban,1,Sarkub Papua,1,Sastra Islam,11,Satelit,1,Satelit Indonesia,1,Save Rohingya,6,Sayembara Logo Muktamar NU ke-33,1,Science,5,Sedekah,3,Sejarah,5,Sejarah Al-Qur'an,1,Sejarah Indonesia,2,Sejarah Islam,1,Sejarah NU,2,Sekolah Lima Hari,1,Seni dan Sastra Islam,12,Seri Belajar Islam,8,Seri KH. Said Aqil Siraj,1,Seri Tokoh,1,SGTP,1,Shahih Muslim,1,Shaikh Nimr Baqir al-Nimr,1,Shalat,18,Shalat Gerhana,3,Shalat Idul Adha,1,Shalat Istiqa,1,Shalat Jum'at,6,Shalat Sunah,1,Shalat Sunnah,3,Shalat Tarawih,15,Shalawa Nabi,1,Shalawat,2,Shalawat Nabi,4,Shalawat Nabi Muhammad SAW,2,Shalawat Nariyah,3,Sholat Tarawih,1,Sholawat,1,Sholeh Darat,1,Short Course,1,Sifat Mulia Rasulullah SAW,1,Silsilah Nabi Muhammad SAW,1,Silsilah Rasulullah,1,Sindikasi Damai,15,Sindikasi Media,1,Singaparna,1,Sinopsis,1,Sirah Nabawiyah,2,Sirah Nabi,2,Siswa Berprestasi,1,Slamet Basyid,1,solar system,1,Solidaritas,1,Sponsored,2,Suara NU,1,Sudut Pandang,1,Sudut Taman Ramadhan,7,Sufistik,1,Sumanto Al Qurtuby,9,Sumenep,1,Sunnah,2,Sunnah Rasulullah,1,Sunnah Shalat,1,SUNNI,1,Sunni-Shia,1,Sunni-Syiah,1,Suraji,6,Surat Edaran Gubernur Jateng,1,Surat Terbuka,3,Suriah,2,Syafa'at Rasulullah,1,Syafaat Nabi,1,Syahid,1,Syahrozad Zalfa Nadia,1,Syaikhona Kholil Bangkalan,1,Syarat Wajib Zakat,1,Syariah,2,Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani,1,Syeikh Abdul Qodir Al-Jailany,1,Syekh Abdul Qadir Al-Jailani,1,Syekh Dr. Muhammad Fadhil,1,SYIAH,3,Tafsir,1,Tafsir Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani,1,Tahlilan,2,Tahun Baru 2016,1,Tahun Baru Islam,2,Tahun Baru Masehi,1,Tanah Suci,1,Tarawih,21,Tasawuf,3,Tawan,1,Tawariq,1,Tayyip Erdogan,1,Tebuireng,6,Tekno,20,Teladan,1,Teladan Nabi,3,Teologi Teror,1,Teraweeh,1,Tere Liye,1,Teror,1,Teror 2016,1,Teror Jakarta,1,Teror Sarinah,1,Teror Thamrin,1,Teroris,4,Terorism,10,Terorisme,25,Tionghoa,1,Tips and Trick,2,Tokoh,86,Tokoh Betawi,1,Tokoh Bogor,1,Tokoh Dunia,3,Tokoh Indonesia,19,Tokoh Islam,114,Tokoh Kemerdekaan,2,Tokoh Muda Islam,25,Tokoh NU,17,Tokoh NU Bogor,1,Tokoh NU Jabar,1,Tokoh Perempuan,1,Tokoh PMII,1,Tokoh Rembang,1,Tokoh Syiah,1,Tolak FDS,12,Toleransi,5,Tradisi,2,Tragedi Crane di Masjidil Haram,1,Trend Sosial,2,Tuah Pesantren,1,Tulisan Arab,1,Tuntunan Islam,1,Turats,1,Turki,1,TurnBackHoax,4,Tutorial,1,TV9,1,Ubaidillah Achmad,23,Ubaidillah Ahmad,1,Ucapan Minal Aidin Wal Faizin,1,Ucapat Selamat Natal,1,Udhiyah,1,Uhud,1,Ulama,11,Ulama Bogor,1,Ulama Indonesia,1,Ulama NU,3,Ulama Nusantara,1,Ulama Perempuan,1,Ulama Salaf,1,Uluhiyah,1,UNU,2,Ustad Ahmad Ikrom,1,Ustadz,1,Ustadz Ahmad Ali MD,2,Ustadz Ali MD,1,Ustadz Fathuri,24,Ustadz Fatoni Muhammad,1,Ustadz Lc,1,Ustadz Ma'ruf Khozin,3,Ustadz Menjawab,5,Ustadz Yusuf Mukhtar Sidayu,1,Ustadz Yusuf Suharto,1,Uswah,3,Uswatuna,3,UU Ormas,1,Video,5,Vinanda Febriani,7,VoA-Islam,1,Wahabi,4,Wahabism,2,Wahabisme,2,Wahid Foundation,6,Wali Pasemone,1,Wali Songo,2,Walisongo,5,Waliyullah,1,Wardi Taufik,1,Wawasan,79,Wawasan Islam,54,Wawasan Kebangsaan,12,Wawasan Nusantara,43,Website Islam Indonesia,1,Website Islam Nusantara,1,Wirid dan Doa,2,Wirid dan Doa Setelah Shalat,1,Women and Jihad,1,Women Fighter,1,World Peace,1,Wudhu,3,Yahya Staquf,1,Yasin,1,Yayasan Saifuddin Zuhri,1,Yenny Wahid,3,Yogyakarta,8,Z-Featured,3,Zainal Mustafa,1,Zakat,4,Zakat Fitrah,2,Zakir Naik,1,Zakky Zulhazmi,2,ZIarah,4,Ziarah Kubur,2,Zikir,1,Zuhairi Misrawi,1,Zulkilfi Hasan,1,خطبة كسوف الشمس,1,
ltr
item
Arrahmah.co.id - Portal Dunia Islam: KH. A. Tamamuddin Munji, Mengawal Politik Kebangsaan Bersama Komunitas Nahdliyyin
KH. A. Tamamuddin Munji, Mengawal Politik Kebangsaan Bersama Komunitas Nahdliyyin
Berikut ini, catatan kisah KH. A. Tamamuddin Munji (Mbah Tamam) yang bersumber dari orang orang terdekat beliau atau mereka yang turut merekam perjalanan pendampingan Mbah Tamam kepada masyarakat.
https://3.bp.blogspot.com/-iBDLFMrSoQg/WP_2ji3U1YI/AAAAAAAADWM/EEWr5w4oydklC_8l6GscbLziZyCGq02dwCLcB/s640/Mbah%2BTamam.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-iBDLFMrSoQg/WP_2ji3U1YI/AAAAAAAADWM/EEWr5w4oydklC_8l6GscbLziZyCGq02dwCLcB/s72-c/Mbah%2BTamam.jpg
Arrahmah.co.id - Portal Dunia Islam
https://www.arrahmah.co.id/2017/04/kh-tamamuddin-munji-mengawal-politik.html
https://www.arrahmah.co.id/
https://www.arrahmah.co.id/
https://www.arrahmah.co.id/2017/04/kh-tamamuddin-munji-mengawal-politik.html
true
766049156261097024
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content