KH. A. Tamamuddin Munji: Filosofi Pendampingan Keberagamaan dan Rahasia Ketauhidan

TOKOH ISLAM, ARRAHMAH - Banyak pengalaman pendampingan yang bisa kita kaji untuk penguatan nilai keutamaan dalam tradisi pesantren. Salah satunya, adalah penguatan nilai yang bersumber dari KH. A. Tamamuddin Munji, yang baru meninggalkan kita dalam usia 87, sejak 29 Maret 2017. Beliau meninggalkan dua putri dan lima putra, salah satunya Ubaidillah Achmad penulis buku: 1) Suluk Kiai Cebolek Dalam Konflik Keberagamaan dan Kearifan Lokal. 2) Islam Geger Kendeng Dalam Konflik Ekologis Dan Rekonsiliasi Akar Rumput.

KH. A. Tamamuddin Munji: Filosofi Pendampingan Keberagamaan dan Rahasia Ketauhidan
KH. A. Tamamuddin Munji: Filosofi Pendampingan Keberagamaan dan Rahasia Ketauhidan
TOKOH ISLAM, ARRAHMAH - Banyak pengalaman pendampingan yang bisa kita kaji untuk penguatan nilai keutamaan dalam tradisi pesantren. Salah satunya, adalah penguatan nilai yang bersumber dari KH. A. Tamamuddin Munji, yang baru meninggalkan kita dalam usia 87, sejak 29 Maret 2017. Beliau meninggalkan dua putri dan lima putra, salah satunya Ubaidillah Achmad penulis buku: 1) Suluk Kiai Cebolek Dalam Konflik Keberagamaan dan Kearifan Lokal. 2) Islam Geger Kendeng Dalam Konflik Ekologis Dan Rekonsiliasi Akar Rumput.

Mbah Tamam merupakan putra KH. Abdullah Munji Bin KH. Abdullah Ismail. Dari Istri KH. Abdullah Ismail ini bersambung hingga Syekh Ahmad Al Mutamakkin. Sejak Kiai Ismail wafat, Kiai Munji masih kecil. Hal yang sama, Kiai Munji Wafat, Mbah Tamam juga masih usia Yatim. Bersamaan dengan anugrah Allah dan kegigihan Mbah Tamam, bisa meneruskan jejak Marwah leluhurnya yang gigih melakukan pengembangan keilmuan di desa Kajen Margoyoso Pati. Karenanya, seluruh santri Mbah Tamam, ketika sudah lulus dari pesantren diharuskan melakukan khataman Al Quran di Sarean Syekh Ahmad Al Mutamakkin Kajen.

Berikut ini pengalaman pendampingan Mbah Tamam dari hasil wawancara dengan Ubaidillah Achmad, dosen UIN Walisongo Semarang, yang berhasil Ar Rahmah himpun. Pernah suatu ketika, kira kira bulan oktober 2013, Mbah Tamam menanyakan banyaknya tamu dihalaman rumah As Syuffah, belakang Masjid Al Mubarak desa Sidorejo Kecamatan Pamotan Kab. Rembang, setiap Sabtu sore hingga maghrib. Pertemuan rutin ini berlangsung hingga 7 bulan selama tahun 2013.
Sebelum menjawab pertanyaan ini, penulis buku Suluk Kiai Cebolek, penuh kekhawatiran menjawab, bahwa pertemuan itu merupakam acara diskusi rutin setiap hari Sabtu, yang bertema kesemestaan atau seputar kosmologi. Dalam diskusi ini selain mengkaji teks klasik tentang kealaman, juga mengkaji konteks yang terjadi di lingkungan masyarakat Rembang, yaitu rencana pendirian industri semen. Sehubungan dengan jawaban ini, telah terjadi diskusi serius perspektif tradisi menjawab persoalan masyarakat rembang versus industri semen.

Sebagaimana dijelaskan oleh penulis Islam Geger Kendeng, sehubungan dengan masyarakat rembang versus semen, Mbah Tamam tidak berkomentar dan terlihat diam. Meskipun demikian, ada beberapa perspektif sosiologis yang berhasil dikaji oleh khadim PP. As Syuffah Sidorejo Pamotan Rembang, yaitu seputar filosofi pendampingan keberagamaan dan rahasia ketauhidan.

Berikut ini hasil kajian yang berhasil dihimpun oleh tim investigasi Arrahmah:


Filosofi Pendampingan Keberagamaan

Dalam perspektif Mbah Tamam, model pendampingan keberagamaan itu memiliki keunikan tersendiri. Model ini bisa diintegrasikan dengan kearifan lokal masyarakat. Karenanya, jika pendampingan keberagamaan mengabaikan kearifan lokal masyarakat, maka akan menjadi langkah pendampingan yang kontra produktif.

Seringkali model agama dan budaya itu berbeda dengan sistem kekuasaan dan permodalan yang lebih terpusat pada para pengendali sistem kuasa dan sistem kapital. Sehubungan dengan fenomena ini, model pendampingan kepada masyarakat yang paling efektif untuk merubah peradaban masyarakat, adalah dapat dilakukan dengan pendekatan agama dan budaya.

Namun demikian, tegas Mbah Tamam mengutif konsep Syekh Ahmad Al Mutamakkin, sebaiknya pendampingan keberagamaan tidak melalui jalur sebagai tangan panjang sistem kekuasaan dan tidak berbenturan dengan sistem kekuasaan. Selain itu, yang perlu diperhatikan, adanya fenomena banyak kelompok kepentingan yang tega ingin membenturkan masyarakat dengan masyarakat, namun jangan sampai sebuah gerakan keagamaan itu berbenturan dengan masyarakat. Karenanya, tokoh agama harus mewaspadai kelompok yang ingin membenturkan tokoh agama dengan masyarakat.

Dalam konteks lingkungan lestari, masih dalam nasehat Mbah Tamam, semua umat manusia berkewajiban menjaganya. Yang menjadi persoalan, bagaimana menjaga lingkungan lestari? lebih lanjut Mbah Tamam menegaskan, "kamu yang memahami lapangan, yang tidak boleh kamu abaikan adalah model pendampingan keberagamaan, karena itu amanah dari Mbah Mutamakkin," tegas Mbah Tamam kepada penulis Islam Geger Kendeng.

Yang perlu dipahami, lanjut Mbah Tamam, sebaiknya pendampingan agama harus bisa membedakan antara model pendampingan kepada mereka yang berada di sistem relasi kuasa dan kepada mereka yang berada di luar sistem relasi kuasa. Kedua model pendampingan ini sebagai bentuk konsekuensi untuk memahami subjek dampingan yang tidak terbatas hanya kepada mereka yang berada di sistem kekuasaan.

Ulama Rembang, KH. Mustofa Bisri menghadiri
Pemakaman KH. A. Tamamuddin Munji
Cara yang harus di tempuh dalam memberikan pendampingan kepada mereka yang senang berada pada sistem kekuasaan, adalah dengan cara: menjaga jarak, tidak menjadi tangan panjang kekuasaan, terus sharing dan menguatkan potensi masyarakat korban, bersikap konsisten menyuarakan prinsip kebenaran, mengajarkan etika dan nilai keutamaan kepada umat.

Jika di tengah masyarakat terjadi ketidaksepahaman yang berujung pada "gejolak demokratisasi", maka peran pendamping berperspektif agama harus tetap berada dalam koredor akhlak al karimah. Secara spesifik, bagaimana bisa terbangun relasi kuasa yang seimbang tanpa menimbulkan korban kemanusiaan. Tujuan dari relasi kuasa yang seimbang, adalah tercipta peradaban kenabian dan kemanusiaan.

Selain itu, perlu memahami dampak dari relasi kuasa yang tidak seimbang, yaitu kemumculan varian masyarakat korban yang berbeda beda. Masyarakat dari dampak relasi kuasa yang tidak seimbang, telah membentuk identitas yang berbeda beda. Misalnya, masyarakat paguyuban petani desa, miskin kota, marjinal, dan gerakan keagamaan yang menjaga jarak dengan sistem kekuasaan.

Jika dipahami dari gagasan masyarakat korban relasi kuasa yang tidak seimbang, maka akan didapatkan banyak pandangan tentang gerakan yang bermanfaat bagi lingkungan, namun tidak mendapatkan respon dari pihak penguasa. Dalam konteks hak kewarganegaraan antara mereka yang berada di lingkaran sistem dan di luar lingkaran sistem, sebenarnya sama, namun banyak yang membedakannya. Misalnya, mereka yang berada pada siatem kekuasaan untuk memperebutkan kemapanan dan mengunggulkan diri sebagai masyarakat yang unggul dan maju.

Selain itu, bagi yang berada di lingkaran sistem kekuasaan banyak yang tidak memperhatikan masyarakat yang berada di luar lingkaran kekuasaan, sehingga mereka yang berada di luar lingkaran kekuasaan seperti komunitas terasing. Dalam konteks sosiologi sering disebut dengan masyarakat transisional. Peran individu yang berada di tengah masyarakat transisional ini sering diabaikan oleh pihak penguasa. Mereka ini, adalah komunitas yang sering dipandang berada di antara dua model masyarakat, yaitu masyarakat yang masih ingin bertahan dengan sistem agraris dan masyarakat yang terpaksa harus mengikuti perkembangan industrialis.

Sehubungan dengan adanya masyarakat transisional tersebut, hanya pendekatan agama dan budaya yang bisa dipercaya oleh mereka. Alasannya, agama dan budaya mengajarkan nilai keutamaan yang sekaligus dapat menguatkan keseimbangan psikis dan relasi keberagamaan sesama masyarakat yang terpinggirkan versus siatem relasi kuasa yang tidak seimbang.

Jika tidak ada agama dan budaya, masyarakat akan kehilangan visi dan misi kebenaran versus penguasa yang menggunakan segala cara untuk memaknai kebenaran. Kebenaran bagi penguasa hanya yang bersumber dari kepentingan yang tersembunyi di balik ajaran moral penguasa. Hal yang sama, juga terjadi pada sistem permodalan.

Suasana Pemakaman KH. A. Tamamuddin Munji
Suasana Pemakaman KH. A. Tamamuddin Munji


Rahasia Ketauhidan

Dalam pandangan Mbah Tamam, bahwa makna ketauhidan tidak hanya dapat dicakup dengan pengetahuan atau ikrar keyakinan seseorang. Makna ketauhidan memerlukan fondasi kesadaran sikap berikut ini: pertama, selalu berharap kepada Allah. Kedua, merasakan kekhawatiran diri yang jauh dari Allah karena tercerabutnya anugrah Allah. Ketiga, merasakan cinta yang mendalam kepada Allah melampaui batas keindahan kesemestaan.

Bersikap selalu berharap kepada Allah hampir menjadi keinginan kehidupan seorang hamba. Hal yang sama, kondisi seseorang yang merasakan kecemasan juga akan muncul di saat manusia mangalami kesulitan. Berbeda dengan Fondasi cinta kepada Allah. Cinta kepada Allah memerlukan pengorbanan yang tinggi, yang tidak mudah dilakukan oleh setiap orang. Banyak orang yang ingin menguatkan rasa cinta kepada Allah, namun selalu terhalang oleh godaan materi duniawi. Tentu saja, jika hati seseorang tidak terhalang oleh materi, maka akan mudah merasakan cinta kepada Allah.

Dengan kata lain, banyak rasa cinta kepada Allah yang terhalang oleh materi, sehingga banyak yang tidak bisa membedakan cinta yang tulus dan cinta yang tidak tulus. Oleh karena itu, boleh jadi sesuatu yang tidak disukai manusia, ternyata lebih baik bagi manusia. Sebaliknya, sesuatu yang  dicintai manusia, justru lebih berbahaya bagi manusia. Hal yang demikian ini, adalah bagian dari rahasia Allah, yang tidak diketahui manusia.

Karenanya, cinta terhadap materi itu sekaligus merupakan bentuk kelemahan manusia. Hal ini terlihat dari pengalaman manusia ketika sedang mencintai materi, maka akan kehilangan rasionalitasnya. Hal yang sama, jika manusia sedang dimabuk asmara, maka akan bersikap merasakan paling benar, namun sesungguhnya merupakan sikap yang tidak rasional. Misalnya, dapat dibaca pada kisah Liala dan Majnun.

Sehubungan dengan keistimewaan rasa cinta kepada Allah yang sulit dirasakan manusia, maka kebanyakan para salik selalu menyertakan perjuangan melawan penghalang cinta, yaitu sikap materialistik. Imam al-Ghazaly (1058-1111 M) menempatkan rasa cinta kepada Allah akan dapat dirasakan manusia, jika tidak dihijab rasa cinta selain Allah. Hal ini yang menjadi alasan Imam Al Ghazzali melakukan Uzlah, dengan tujuan untuk merasakan hakikat cinta dan ilmu kasyf yang membuka ilmu al-rububiyah. Selain Imam Al Ghazzali, Mbah Tamam menyampaikan, bahwa banyak sufi yang menempuh jalan cinta kepada Allah, di antaranya: Rabi'ah binti Ismail Al-Adawiyah Ak Basriyah (713-801 M/95-185 H).

Dalam pesan Mbah Tamam melalui diskusi berdua dengan penulis Islam Geger Kendeng, adalah sikap yang perlu dihindari bagi mereka yang memasuki kawasan studi tasawuf. Misalnya,  bagi seseorang yang sudah belajar tasawuf, jangan sudah merasakan bertasawuf.

Alasannya, bertasawuf memerlukan tahapan rasa, asa dan fikiran yang teguh berada dalam kehendak Allah dan mengikuti keputusan Allah. Hal hal yang menghambat bertasawuf, adalah sikap seseorang yang kemasukan riya, sum'ah, dan takabbur.

Jalan yang harus ditempuh untuk menghindari sifat buruk ini, adalah dengan menguatkan rasa cinta yang dikelola secara nalar dan rasional sesuai dengan hidayah Al Quran, hidayah Nabi, dan firasat para Ulama yang shaleh dan mengamalkan ilmunya. Berat terasa berpisah sementara waktu dengan Mbah Tamam, namun kami akan mengikuti keputusan Allah, Innalillahi wa Inna Ilaihi Rajiuun.

Disusun Tim Redaksi Arrahmah

COMMENTS

Nama

.,1,#AyoMondok,12,#BelajarIslam,8,#CintaNKRI,2,#DanaHaji,1,#HariSantri,19,#HariSantri #HariSantri2017,1,#HariSantri2017,1,#HarlahNU,4,#HarlahNU91,2,#HaulKiaiHasanGenggong,2,#IslamIndonesia,1,#IslamNUsantara,4,#KajianRamadhan,1,#SavePalestine,3,#SaveRohingya,3,1 Muharram,3,1 Syawal,1,2016,1,A. Zakky Zulhazmi,1,Abdlul Halim Hasan,1,Abdul Mun'im DZ,1,Abu Bakar Hasan Assegaf,1,Adab Rasulullah,1,Advetorial,2,Afif Sunakim,1,Agama,1,Agama Cinta,1,Agenda,25,Agenda NU,1,Agnez Mo,1,Agus Zainal Arifin,3,Ahlusunnah wal Jama'ah,31,Ahmad Baso,1,Ahmad Mujib Rahmat,1,Ahmet Davutoglu,1,Ahsunnah,1,AJaran Islam,1,Akhir Zaman,1,Akhlakul Karimah,1,Al-Nimr,1,Al-Qaeda,1,Al-Qur'an,4,Al-Qur'an Raksasa,1,Al-Zastrow Ngatawi,1,Alamsyah M. Dja’far,3,Ali bin Abi Thalib,2,Ali Zawawi,1,Alissa Wahid,1,Allah,1,Almanak,1,Alumni Madrasah,1,Amalan,16,Amalan di Bulan Ramadhan,2,Amalan NU,4,Amalan Rasulullah,1,Amaliah,19,Aman Abdurrahman,1,Amirul Ulum,2,Anas Saidi,1,Angka Istimewa dalam Islam,1,Angka Tiga,1,Angker,1,Ansor,3,Ansor Garut,1,Ansor Malang,1,Ansor Surabaya,1,Anti Korupsi,4,Anti Narkoba,1,Anti Radikalisme,3,Anti Terorisme,2,Anti Wahabi,1,Aplikasi Batik,1,Aqidah,2,Arab,1,Arab People,1,Arab Saudi,2,Arief Mundatsir Mandan,1,Arifin Junaidi,1,Arrahmah Channel,5,Arrahmah Featured,11,Arrahmah.com,1,Articles,2,Artikel,26,Asian Youth Robot Olimpiade,1,Asosiasi Pesantren NU,1,Aswaja,24,Asy'ariyah,1,Australia,1,Avicenna Roghid Putra,1,Ayat-ayat Toleransi,1,Ayman Adz Dzawahiri,1,Ayo Mondok,1,AYRO,1,Bahtsul Masail,1,Bangsa Indonesia,1,Banser,14,Banten,1,Batik,1,Batik Indonesia,1,Battle,1,Battle of Uhud,1,Beasiswa,12,Beasiswa Kemenag,3,Beasiswa Madrasah,1,Beasiswa Santri,1,Beasiswa Santri 2016,1,Beasiswa Santri Berprestasi,2,Beasiswa Santri Berprestasi 2016,1,Bekasi,1,Belajar Islam,26,Berita,148,Berita Duka,5,Berita Islam,3,Bid'ah,2,Bid'ah para Sahabat,1,Bima Arya,1,Biseksual,1,Bisnis Haram,1,BNN,1,BNN di Jepara,1,BNPT,2,Bodo Kupat,1,Bogor,1,Bom Kuningan,1,Bom Sarinah,2,Bom Thamrin,2,BPOM,1,Brain,1,Budaya,1,Buku,6,Bulan Rajab,1,Buletin Jumat,5,Burdah,1,Cak Masykur,25,Cak Nun,1,Cak Nur,1,Cangkir9,2,Cep Herry Syarifuddin,1,Cerpen,2,Channel Arrahmah,37,Charlie Hebdo,1,Cheng Ho,1,Choirul Anam,1,Cinta,1,Cinta Bangsa,1,Cinta Tanah Air,1,Counter Radicalism,6,Cybercrime,2,Dajjal,1,Dakwah Islam,4,dan Transgender,1,Darurat Narkoba,3,Dea Anugerah,1,Deklarasi Nahdlatul Ulama,1,Deklarasi Serpong,1,Densus 88,2,Digital Media,2,Direktorat Pendidikan Madrasah,1,Dit PD Pontren Kemenag,1,DKI Jakarta,1,Doa,31,Doa Akhir Tahun,1,Doa Anak Sholeh,1,Doa Awal Tahun,1,Doa Berbuka,1,Doa dan Tirakat,1,Doa Gus Mus,1,Doa Harian,1,Doa Nabi,1,Doa Pernikahan,2,Doa Setelah Shalat,1,Doa Wudhu,1,Dosen UIN Walisongo,1,Download,1,Dr. Amin Haedari,1,DR. KH. M. A. SAHAL MAHFUDH,1,Dr. Nadirsyah Hosen,10,Dubes,1,Dzikir dan Doa,2,Dzikir Setelah Shalat,1,Editor's Choice,10,Effendi Choirie,1,Ekologi,3,Ekonomi,3,Eksekusi Mati Al-Nimr,1,English Edition,1,Esensi Syariah,1,Fadhila Haifa’ Afifah,1,Fadilah,1,Falak,1,Fardhu Wudhu,1,Fatayat NU,2,Fathoni Muhammad,1,Fatwa MUI,1,FDS,11,featured,133,Featured Arrahmah,44,Fikih,2,Fikih dan Muamalah,3,Fikih Ibadah,10,Fiqh,8,Fiqh Ibadah,1,Fiqh Qurban,6,Fiqh Shalat,3,Fiqih Lingkungan,2,Firqaf,1,Firqah,1,Firqoh,1,Fokus Khusus,1,FSN,2,Fulldayschool,4,Fundamentalis akan Habis,1,Gafatar,1,Galeri,4,Gay,1,Geluntung Agel Wafi,1,Gerakan Nasional AyoMondok,1,Gerhana,1,Gerhana Bulan,1,Gerhana Matahari,3,Gerhana Matahari Total,1,GIYE,1,Good Muslim,13,GP Ansor,8,Grand Syaikh Al-Azhar,1,Grants,1,Griya Gus Dur,1,GTK Madrasah,2,Guru Inspiratif,2,Guru Madrasah,2,Guru MAN,1,Guru Mughni,1,Guru PAI,1,Gus Ahmad Muwaffiq,1,Gus Aqib,1,Gus Dur,23,Gus Miek,1,Gus Mus,9,Gus Muwafiq,1,Gus Rizal Mumaziq,1,Gus Sholah,1,Gus Ubaidillah Achmad,1,Gus Yaqut,1,GusDur.net,1,Gusdurian,2,Habib Abu Bakar,1,Habib Lutfi,1,Habib Luthfi bin Yahya,1,Habib Novel,10,Habib Novel Alaydrus,7,Habib Salim Bin Jindan,1,Habib Sholeh Al-Hamid Tanggul,1,Habib Syech,1,Habib Umar bin Hafidz,3,Hadist,1,Hadist Jibril,1,Hadits,1,Hadits 72 Bidadari,1,Hadits Diskriminatif,1,Hafidzoh,1,Haji,7,Haji 2015,1,Haji 2017,1,Haji 2018,1,Hajj,1,Halal bi Halal,3,Halaqah,1,Hamid Ahmad Masduki Baidlawi,1,Har Santri,1,Hari Arafah,2,Hari Batik Nasional,1,Hari Natal,1,Hari Pahlawan,2,Hari Santri,32,Harlah,2,Harlah NU,3,Hasan al-Bashri,1,Haul,4,Haul Gus Dur,9,Haul Kiai Sholeh Darat,2,Haul Sunan Ampel,1,Haul Sunan Bonang,1,Haul Syekh Nawawi Al-Bantani,1,Headlines,20,Hikam Zain,15,Hikmah,83,Hikmah Islam,45,Hipsi,3,Hisab,1,Hizb,1,Hizbut Tahrir,2,Hizbut Tahrir Indonesia,2,Hoax,2,Hong Kong,1,HTI,2,HTIBubar,6,Hubbul Wathan minal Iman,1,Hukum Islam mengenai LGBT,1,Hukum Melangkahi Kuburan,1,Hukum Membunuh,1,Hukum Membunuh dalam Islam,1,Hukum Ucapan Natal,1,Humor,3,HUT TNI,1,Hymne,1,I-Banking,1,Ibadah,4,Ibn Muljam,1,Ibn Yaqzan,1,Ibu Nabi Muhammad,1,Ibunda Nabi Muhammad,1,IDC,1,Ideologi,1,Idhul Adha,1,Idul Adha,14,Idul Fitri,7,IIEE,1,IISRO,1,Ijazah,6,Ijtihad,1,Ikhbar,42,Ilmu Kalam,1,Image,1,Imam al-Syafi’i,1,Imam Ghazali,1,Imam Malik,1,Imam Muslim,1,Imam Nawawi,1,Imlek,1,INC,2,Indonesia Darurat Narkoba,1,Info Haji,2,Inspirasi,11,Inspirasi Pesantren,2,Interfaith,3,Internasional,98,International,3,International Islamic School Robot Olympiad,1,International Peace Day,1,Internet Banking,1,IPNU,1,IPPNU,1,Iqbal Khalidi,3,Iqbal Kholidi,1,Iran,1,ISIS,11,Islah Gusmian,1,Islam,16,Islam dan Perdamaian,1,Islam Di China,3,Islam di Papua,1,Islam Indonesia,3,Islam Nusantara,28,Islam Nusantara Center,1,Islam Papua,1,Islam Radikal,1,Islamic Event,1,Islamic State,1,Isra' Mi'raj,1,Istighosah Kubro,1,Istikharah,1,Ito Surmardi,1,JAD,1,Jakarta,4,Jamiyatun Nasihin,1,Jasad Utuh,1,Jawa Barat,3,Jawa Tengah,7,Jawa Timur,4,Jazirah Arab,1,JIhad,3,Jihad fi Sabilillah,1,Jokowi,5,Jonru,1,Jurnalistik,1,K.H. Ahmad Umar Abdul Manan,1,Kabar Duka,1,Kabar Pesantren,5,Kabar Pesantrens,1,Kajian Islam,18,Kajian Ramadhan,1,Kalam Ulama,4,Kalender,2,Kalender Islam,2,Kalimah Syahadat,1,Kalis Mardiasih,1,Kampung Damai,1,Kampus,1,Kekerasan,1,Kemenag,3,Kementerian Agama,1,Kementerian Agama RI,3,Keraton Sumenep,1,Kesehatan,4,Ketua PBNU,1,Ketum PBNU,1,Ketupat,1,Keutamaan Bulan Rajab,1,Keutamaan Shalat Tarawih,16,Keutamaan Shalawat Nabi,2,Keutamaan Tarawih,1,KH A Ghazalie Masroeri,1,KH Abdurrahman Wahid,5,KH MA Sahal Mahfudh,2,KH Maemon Zubair,1,KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh,1,KH Sahal Mahfudh,3,KH Said Aqil Siraj,1,KH Wahab Hasbullah,1,KH. Abdul Aziz Manshuri,1,KH. Abdul Ghoffar Rozien,1,KH. Abdul Karim,1,KH. Abdul Muhaimin,1,KH. Abdurrahman Wahid,1,KH. Ali M. Abdillah,1,KH. Bisri Mustofa,1,KH. Cep Herry Syarifuddin,3,KH. Hasyim Asy'ari,1,KH. Hasyim Asyari,3,KH. Husein Muhammad,2,KH. Iftah Sidiq,1,KH. Lukman Harits Dimyati,1,KH. Ma'ruf Amin,2,KH. Maimoen Zubair,11,KH. Marzuqi Dahlan,1,KH. Masdar F. Mas'udi,2,KH. Mustofa Bisri,2,KH. Said Aqil Siraj,5,KH. Sholeh Darat,8,KH. Thobary Syadzily,1,KH. Tubagus Muhammad Falak,1,KH. Yahya Cholil Staquf,3,KH. Zainal Mustafa,2,KH. Zakky Mubarok,2,KH.Shalih Darat,1,Khanza Iliyina Syafa,1,Khawarij,1,Khazanah,3,Khazanah Isam,7,Khazanah Islam,379,Khilafah Islamiyah,5,Khofifah Indar Parawansa,1,Khoirul Anam,2,Khulafaur Rasyidin,1,Khutbah,4,Khutbah Idul Fitri,2,Khutbah Jumat,1,Kiai Abdul Hamid,1,Kiai Hasan Genggong,1,Kiat Menulis,1,Kiddle,1,Kilas,1,Kirab Santri,1,Kisah Hikmah,16,Kisah Nabi,1,Kisah Rasulullah,1,Kisah Teladan,1,Kita Tidak takut,1,Kitab Durrotun Nasihin,1,Kitab Jawahirul Bukhori,1,Kitab Kuning,5,Kitab Pegon,1,Kitab Suci,1,Kokam,1,Kolom,96,Komedi Religi,1,Kominfo,1,Konferwil NU Jabar,1,Konflik Sunni-Syiah,1,Kongkow Sufi,3,Konsultasi Agama,1,Konsultasi Islam,1,Kontra Radikal-Terorisme,1,KPAI,1,KPK,1,Kreatif Indonesia,1,Kriminal,1,Krisis Jerusalem,2,Krisis Rohingya,7,KUPI,1,Kurban,7,Kyai Maimoen Zubair,1,Kyai Masdar,1,Kyai Pahlawanku,1,Kyai Pesantren,1,Lailatul Qadr,1,Lambang NU,1,Lapan-A2,1,Laporan,1,Lazisnu,1,Le Petit Prince,1,Lebaran,1,Lebaran Ketupat,1,Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama,2,Lesbian,1,Letter of Acceptance,1,LFNU,1,LGBT,2,Liberalisme,1,Life of Mohammed,3,Life of Muhammad,2,Liga Santri,2,Liga Santri Nusantara,3,Lingkungan,1,LIPI,1,Litbang Kemenag,1,Literasi,7,Literasi Digital,3,LoA,1,Logo Muktamar NU ke-33,1,Logo NU,1,Love Peace,1,LPDP,1,LSN,5,LSN 2017,3,LTN NU,3,Lukman Hakim Saifuddin,3,Lunar System,1,M. Kholid Syeirazi,1,M. Nur Kholis Setiawan,1,M. Rikza Chamami,13,M. Rikza Khamami,1,Ma'arif NU,2,Madrasah,24,Madrasah Diniyah,5,Madrasah Lebih Baik,2,Madrasah TBS,1,Mahasiswa,2,Mahbub Ma'afi,2,Mainstream Media,1,Majelis Dzikir,1,Majelis Shalawat,1,Makalah,3,Makam Gus Dur,1,Makam Nabi,1,Makam Nabi Muhammad SAW,1,Makam Rasulullah,1,Makam Sunan Bonang,1,Makkah,1,Maklumat,3,Makna Bismillah,1,Makna Logo Muktamar NU ke-33,1,Malik bin Anas,1,Mama Falak,1,MAN IC,1,Manhaj Salafi Imam Syafi’i,1,Manhaji,1,Manusia Robot Bali,1,Mars,1,Masjid,1,Masjid Zhenjiao,1,Masjidid Haram,1,Masjidil Haram,1,Maturidiyyah,1,Maulid,4,Maulid Burdah,1,Maulid dalam Islam,1,Maulid Nabi,7,Maulid Nabi Muhammad SAW,3,Mbah Maimoen Zubair,2,Mbah Moen Sarang,2,Mbah Mun,1,Mbah Sahal,1,Mbah Sholeh Darat,1,MCA,1,Media,2,Media Sosial,1,Media Watch,1,Mehmet Gormez,1,Melangkahi Kuburan,1,Meme,1,Meme Islami,1,Menag,2,Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia,1,Mengenal Jejak Mengenal Watak,1,Menristek,1,Menulis,1,Merayakan Maulid,1,Milad,1,Minal Aidin Wal Faizin,1,Minhajul 'Abidin,5,Moment,1,MTs Surya Buana Malang,1,MTsN 2 Pamulang,1,MTT,1,Mualaf,2,Mudik Lebaran,1,Muhammad,2,Muhammad bin ‘Abd al-Wahhab,2,Muhammad Nasir,1,Muhammad Niam,1,Muhammad PBUH,1,Muhammad SAW,3,Muhammad Tijany,1,Muharram,2,MUI,1,Mujaheeden,1,Mujahidin Palestina,1,Mukiyah,1,Mukjizat,2,Muktamar NU,1,Muktamar NU ke 33,2,Munas-Konbes NU,20,Munawir Aziz,1,Muntaha Azhari,1,Museum Keraton Sumenep,1,Muslim Hong Kong,1,Muslim Kagetan,1,Muslim Papua,1,Muslimat NU,2,Nabi dan Rasul,1,Nabi Ibrahim,1,Nabi Muhammad,2,Nabi Muhammad SAW,6,Nadirsyah Hosen,6,Nadlatul Ulama,2,Nahdatul Ulama,18,Nahdlatul Ulama,157,Nahdlatul Ulamata,1,Name of Allah,1,Narkoba,3,Nasehat,8,Nasihat,1,Nasional,412,Nasionalisme,1,Natal,1,Natal 2015,1,Natal dan Maulid,1,Netizen Jurnalistik,1,New,1,News,677,News Ikhbar,2,News IPPNU,1,News Pictures,17,Ngaji Live,1,Ngaji Puasa,27,Ngaji Ramadan,8,Ngaji Ramadhan,20,Ngaji Video,1,Niat Puasa,1,Nishfu Sya'ban,1,NKRI,1,NKRI Harga Mati,3,NU,7,NU ANZ,1,NU Batang,1,NU Bogor,13,NU Care,2,NU Care LazisNU,2,NU Garis Lurus,1,NU Jabar,2,NU Jatim,1,NU Klaten,1,NU Semarang,1,NUCare,4,NUPeduli,1,Nur Kholik Ridwan,1,Nur Rofiah,1,Olimpiade Kedokteran,1,Opini,283,Opinion,1,Opnion,1,Orbituari,2,Pagar Nusa,13,PAI,2,Palestina,2,Palestine,1,Palestine Mujaheeden,1,Papua,1,Parenting,1,PBNU,8,PBSB,3,PBSB 2016,1,Peace,1,Peduli Bencana,2,Pelajar NU,1,Pendaftaran PBSB 2016,1,Pendididkan Islam,18,Pendidika Islam,1,Pendidika Islam,1,Pendidikan,171,Pendidikan Agama,1,Pendidikan Islam,158,Pendidikan Karakter,2,Pendidikan Madrasah,5,Pendidikan Politik,3,Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam,1,Pendidikn Karakter,1,Pendis Kemenag,2,Penggrebekan di Jepara,1,Pengobatan Islami,1,Penjajahan,1,Pentas PAI,1,Penulis,1,Perang,1,Perang Badar,1,Perang Uhud,1,Perguruan Tinggi NU,1,Perkemahan Rohis,1,Perppu Ormas,2,Perpres,1,Perpu Ormas,1,Perwimanas,2,Pesan Kiai,1,Pesantren,70,Pesantren Assalafiyah Cirebon. Assalafiyah,1,Pesantren Ibnu Mas'ud,1,Pesantren Lirboyo,2,Pesantren Mahasiswa,1,Pesantren Salaf,1,Photo,1,Pilihan Editor,105,Pilkada,1,Pilkada 2017,1,Pilkada DKI,1,Pilkada Jatim,1,Ploso,1,PMII,3,Polemik Sejarah Tere Liye,1,Politik,13,Ponorogo,1,Ponpes Al-Anwar,1,Pontianak,1,PPMN III,1,Pra Munas,4,Pramuka,1,Prof. Dr. Ahmad Tayyeb,1,Prof. Dr. Quraish Shihab,3,Profil,3,PTKI,1,Puasa Arafah,1,Puasa Ramadhan,1,Puisi,12,Pustaka,10,Pustaka Pesantren,8,Qawli,1,Qunut Nazilah,1,Quote,1,Qurban,5,Radicalism,1,Radikalisme,10,Rajab,1,Ramadan,2,Ramadhab,1,Ramadhan,72,Ramadhan 2015,12,Ramadhan 2016,2,Ramadhan di Hong Kong,1,Ramadhan Video,25,Rasis,1,Rasullah,1,Rasulullah SAW,6,Recommended,2,Refleksi Akhir Tahun,1,Release,2,Release PBNU,1,Religion,2,Remaja Islam,1,Resolusi Jihad,2,Resolusi Jihad NU,1,Rezeki Halal,1,Rijal Mumazziq Z,1,Risalah NU,1,RMI NU,4,Robikin Emhas,1,Robot,1,Rohingya,11,Rokok,2,Rubbubiyah,1,Ruchman Basori,2,Rukun Islam,1,Sahabat,1,Sahabat Nabi,2,Sahih Muslim,1,Said Budairy,1,Saifuddin Zuhri,1,Saifullah Ma'shum,1,Sajak,2,Salafi,2,Salam,1,Sanad Keilmuan,1,Santri,6,Santri Goes To Papua,3,Santri Menulis,1,Santri Urban,1,Sarkub Papua,1,Sastra Islam,11,Satelit,1,Satelit Indonesia,1,Save Rohingya,6,Sayembara Logo Muktamar NU ke-33,1,Science,5,Sedekah,3,Sejarah,5,Sejarah Al-Qur'an,1,Sejarah Indonesia,2,Sejarah Islam,1,Sejarah NU,2,Sekolah Lima Hari,1,Seni dan Sastra Islam,12,Seri Belajar Islam,8,Seri KH. Said Aqil Siraj,1,Seri Tokoh,1,SGTP,1,Shahih Muslim,1,Shaikh Nimr Baqir al-Nimr,1,Shalat,18,Shalat Gerhana,3,Shalat Idul Adha,1,Shalat Istiqa,1,Shalat Jum'at,6,Shalat Sunah,1,Shalat Sunnah,3,Shalat Tarawih,15,Shalawa Nabi,1,Shalawat,2,Shalawat Nabi,4,Shalawat Nabi Muhammad SAW,2,Shalawat Nariyah,3,Sholat Tarawih,1,Sholawat,1,Sholeh Darat,1,Short Course,1,Sifat Mulia Rasulullah SAW,1,Silsilah Nabi Muhammad SAW,1,Silsilah Rasulullah,1,Sindikasi Damai,15,Sindikasi Media,1,Singaparna,1,Sinopsis,1,Sirah Nabawiyah,2,Sirah Nabi,2,Siswa Berprestasi,1,Slamet Basyid,1,solar system,1,Solidaritas,1,Sponsored,2,Suara NU,1,Sudut Pandang,1,Sudut Taman Ramadhan,7,Sufistik,1,Sumanto Al Qurtuby,9,Sumenep,1,Sunnah,2,Sunnah Rasulullah,1,Sunnah Shalat,1,SUNNI,1,Sunni-Shia,1,Sunni-Syiah,1,Suraji,6,Surat Edaran Gubernur Jateng,1,Surat Terbuka,3,Suriah,2,Syafa'at Rasulullah,1,Syafaat Nabi,1,Syahid,1,Syahrozad Zalfa Nadia,1,Syaikhona Kholil Bangkalan,1,Syarat Wajib Zakat,1,Syariah,2,Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani,1,Syeikh Abdul Qodir Al-Jailany,1,Syekh Abdul Qadir Al-Jailani,1,Syekh Dr. Muhammad Fadhil,1,SYIAH,3,Tafsir,1,Tafsir Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani,1,Tahlilan,2,Tahun Baru 2016,1,Tahun Baru Islam,2,Tahun Baru Masehi,1,Tanah Suci,1,Tarawih,21,Tasawuf,3,Tawan,1,Tawariq,1,Tayyip Erdogan,1,Tebuireng,6,Tekno,20,Teladan,1,Teladan Nabi,3,Teologi Teror,1,Teraweeh,1,Tere Liye,1,Teror,1,Teror 2016,1,Teror Jakarta,1,Teror Sarinah,1,Teror Thamrin,1,Teroris,4,Terorism,10,Terorisme,25,Tionghoa,1,Tips and Trick,2,Tokoh,86,Tokoh Betawi,1,Tokoh Bogor,1,Tokoh Dunia,3,Tokoh Indonesia,19,Tokoh Islam,114,Tokoh Kemerdekaan,2,Tokoh Muda Islam,25,Tokoh NU,17,Tokoh NU Bogor,1,Tokoh NU Jabar,1,Tokoh Perempuan,1,Tokoh PMII,1,Tokoh Rembang,1,Tokoh Syiah,1,Tolak FDS,12,Toleransi,5,Tradisi,2,Tragedi Crane di Masjidil Haram,1,Trend Sosial,2,Tuah Pesantren,1,Tulisan Arab,1,Tuntunan Islam,1,Turats,1,Turki,1,TurnBackHoax,4,Tutorial,1,TV9,1,Ubaidillah Achmad,23,Ubaidillah Ahmad,1,Ucapan Minal Aidin Wal Faizin,1,Ucapat Selamat Natal,1,Udhiyah,1,Uhud,1,Ulama,11,Ulama Bogor,1,Ulama Indonesia,1,Ulama NU,3,Ulama Nusantara,1,Ulama Perempuan,1,Ulama Salaf,1,Uluhiyah,1,UNU,2,Ustad Ahmad Ikrom,1,Ustadz,1,Ustadz Ahmad Ali MD,2,Ustadz Ali MD,1,Ustadz Fathuri,24,Ustadz Fatoni Muhammad,1,Ustadz Lc,1,Ustadz Ma'ruf Khozin,3,Ustadz Menjawab,5,Ustadz Yusuf Mukhtar Sidayu,1,Ustadz Yusuf Suharto,1,Uswah,3,Uswatuna,3,UU Ormas,1,Video,5,Vinanda Febriani,7,VoA-Islam,1,Wahabi,4,Wahabism,2,Wahabisme,2,Wahid Foundation,6,Wali Pasemone,1,Wali Songo,2,Walisongo,5,Waliyullah,1,Wardi Taufik,1,Wawasan,79,Wawasan Islam,54,Wawasan Kebangsaan,12,Wawasan Nusantara,43,Website Islam Indonesia,1,Website Islam Nusantara,1,Wirid dan Doa,2,Wirid dan Doa Setelah Shalat,1,Women and Jihad,1,Women Fighter,1,World Peace,1,Wudhu,3,Yahya Staquf,1,Yasin,1,Yayasan Saifuddin Zuhri,1,Yenny Wahid,3,Yogyakarta,8,Z-Featured,3,Zainal Mustafa,1,Zakat,4,Zakat Fitrah,2,Zakir Naik,1,Zakky Zulhazmi,2,ZIarah,4,Ziarah Kubur,2,Zikir,1,Zuhairi Misrawi,1,Zulkilfi Hasan,1,خطبة كسوف الشمس,1,
ltr
item
Arrahmah.co.id - Portal Dunia Islam: KH. A. Tamamuddin Munji: Filosofi Pendampingan Keberagamaan dan Rahasia Ketauhidan
KH. A. Tamamuddin Munji: Filosofi Pendampingan Keberagamaan dan Rahasia Ketauhidan
TOKOH ISLAM, ARRAHMAH - Banyak pengalaman pendampingan yang bisa kita kaji untuk penguatan nilai keutamaan dalam tradisi pesantren. Salah satunya, adalah penguatan nilai yang bersumber dari KH. A. Tamamuddin Munji, yang baru meninggalkan kita dalam usia 87, sejak 29 Maret 2017. Beliau meninggalkan dua putri dan lima putra, salah satunya Ubaidillah Achmad penulis buku: 1) Suluk Kiai Cebolek Dalam Konflik Keberagamaan dan Kearifan Lokal. 2) Islam Geger Kendeng Dalam Konflik Ekologis Dan Rekonsiliasi Akar Rumput.
https://4.bp.blogspot.com/-Nu-JqLFoKF8/WO28IQMwVDI/AAAAAAAAFK4/fIRHJbMfLQMsZKmpABR0FCBYLEjpx34BwCLcB/s640/Mbah%2BTamam.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-Nu-JqLFoKF8/WO28IQMwVDI/AAAAAAAAFK4/fIRHJbMfLQMsZKmpABR0FCBYLEjpx34BwCLcB/s72-c/Mbah%2BTamam.jpg
Arrahmah.co.id - Portal Dunia Islam
https://www.arrahmah.co.id/2017/04/kh-tamamuddin-munji-keragaman-rahasia-ketauhidan-thariqah.html
https://www.arrahmah.co.id/
https://www.arrahmah.co.id/
https://www.arrahmah.co.id/2017/04/kh-tamamuddin-munji-keragaman-rahasia-ketauhidan-thariqah.html
true
766049156261097024
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content