KH. A. Tamamuddin Munji al-Mutamakkin: Gigih Pada Pendampingan Sosial dan Menjaga Marwah NU

Pada hari Rabu, 29 Maret 2017, ribuan masyarakat Rembang memadati desa Sidorejo dan sepanjang jalur utama Pamotan-Rembang dan Pamotan-Gunem, yang kearah menuju ndalem KH. A. Tamamuddin Munji

KH. A. Tamamuddin Munji al-Mutamakkin: Gigih Pada Pendampingan Sosial dan Menjaga Marwah NU
KH. A. Tamamuddin Munji al-Mutamakkin: Gigih Pada Pendampingan Sosial dan Menjaga Marwah NU 
TOKOH, ARRAHMAH.CO.ID - Pada hari Rabu, 29 Maret 2017, ribuan masyarakat Rembang memadati desa Sidorejo dan sepanjang jalur utama Pamotan-Rembang dan Pamotan-Gunem, yang kearah menuju ndalem KH. A. Tamamuddin Munji. Pada hari ini, telah kehilangan seorang Ulama kharismatik, yang gigih menjaga tradisi pesantren dan marwah prinsip ajaran Ulama di lingkungan NU, Mbah Tamam memiliki jalur kenasaban dengan Syekh Achmad Al Mutamakkin. Pada setiap buka selambu haul Syekh Achmad Al Mutamakkin, belau sering memimpin tahlil dan doa di sarean Syekh Ahmad Al Mutamakkin di desa Margoyoso Kajen Pati.
Sehubungan dengan kepergian Mbah Tamam, telah banyak fenomena yang dapat dicatat. Ribuan pelayat mengantarkan kepergian KH. Achmad Tamamuddin Munji. Shalat janazah yang tidak berhenti hingga keluarga memutuskan untuk segera diberangkatkan ke pemakaman yang sudah menunggu sejak pukul 16.00 hingga 21.00. Sejak sudah diistirahatkan di sarean pun hingga subuh, masih banyak pelayat yang turut shalat janazah hingga malam yang diselimuti rasa duka masyarakat desa Sidorejo Pamotan Rembang, karena kepergian Mbah Tamam.
Pada saat KH. A. Musthafa Bisri mewakili keluarga menyampaikan kesaksian (Tasyahud) yang diikuti ribuan pelayat, banyak takbir berkumandang bersamaan memberikan kesaksian kepada Kiai Tamam, penuh haru dan terasa banyak yang merasakan, hari begitu cepat bersamaan dengan kembalinya seorang Ulama dihadapan Ar Rahman.
KH. Achmad Tamamuddin Munji, adalah salah satu di antara Ulama Rembang yang sudah banyak memberikan kenangan pendampingan kepada masyarakat. Selain telah istiqamah merawat majlis selapanan pengajian bulanan di Rembang, beliau dengan gigih mempertahankan model pembelajaran tradisi pesantren dengan sistem salafiyah. Model pembelajaran sistem salafiyah ini, kini mulai dirindukan kembali di tengah masyarakat transisional dari agraris menuju industrialisasi.
Selama ini, Mbah Tamam masih tetap bertahan dengan model kajian kitab kuning, yaitu model kajian terhadap kitab klasik abad pertengahan yang bersumber dari Madzhab empat dan menguatkan pada salah satunya, seperti Madzhab Syafi'i. Selain itu, dalam ilmu kalam merujuk pada konsep dan sanat asy'arian. Model ini, yang telah diwasiatkan kepada para santri untuk teguh menjaganya melewati setiap perkembangan ilmu pengetahuan. Sedangkan, dalam bidang tasawuf merujuk keilmuan Syekh Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al Ghazzali.
Menjaga Marwah Pendampingan Sosial
Mbah Tamam gigih menjaga prinsip kebenaran, pembebasan dan pencerahan yang mencerahkan umat. Misalnya, beberapa keputusan yang terkait dengan kemaslakhatan umat, beliau tetap gigih menjaganya. Karenanya, meskipun subjek dampingan Mbah Tamam berbeda dengan keluarga dan orang orang terdekat, beliau tetap memilih perspektif kebenaran yang telah diteguhkan kepada subjek dampingan. Fenomena ini, selain membuat lega subjek dampingan berhadapan dengan pihak yang merasa dekat dengan Mbah Tamam.
Tentu saja, tidak mudah menghadapi orang orang terdekat yang berbeda, namun karena sifat keteguhan Mbah Tamam, justru membuat santri, alumni, jamaah dan masyarakat percaya penuh pandangan dan sikap keberpihakan Mbah Tamam kepada prinsip kebenaran. Hal yang sama ditegaskan oleh Mbah Mustafa, panggilan akrab KH. A. Mustofa Bisri, bahwa kehadiran Kiai Tamam telah turut menguatkan sikap umat Islam untuk turut menandai prinsip kebaikan dan kelangsungan risalah kenabian yang di syiarkan melalui pribumisasi Islam Walisongo dan para sesepuh tradisi pesantren di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Pada hari senin, 03 April 2017, bertepatan dengan hari ketujuh wafat KH. A. Tamamuddin Munji, Gus Qayyum, panggilan akrab KH. A. Qayyum Mansyur, yang juga masih saudara Mbah Tamam, dari jalur kenasaban Syekh Ahmad Al Mutamakkin menegaskan, bahwa Mbah Tamam termasuk seorang Ulama yang gigih melakukan nasyrul 'ilmi (pengembangan Ilmu) sejak di Kajen di Madrasah Mathaliul Falah Kajen.
Selain itu, jika dibaca dari kisah perjalanan dakwah Mbah Tamam hingga ke Rembang, sebelum ke Rembang, bertepatan dengan berdakwah di desa Sidorejo Pamotan Rembang, Kiai Tamam juga sudah memberikan dampingan keberagamaan di Kajen Margoyoso Pati yang menjadi basis lingkungan Pesantren Raudlatul Ulum. Pesantren Raudlatul Ulum, adalah pesantren pertama di kajen dari garis Syekh Ahmad Al Mutamakkin yang pernah mengalami transisional dan berkembang lagi sejak diteruskan Kakak KH. A. Tamamuddin Munji, yang bernama: KH. A Fayumi Munji, sekarang di teruskan KH. A. Ismail Fayumi dan KH. Abdullah Umar Fayumi.
Kisah unik Mbah Tamam, sebagaimana dikisahkan oleh putra beliau, Ubaidillah Achmad, Dosen UIN Walisongo Semarang, di antaranya: pertama, setelah selesai studi S2 UIN Walisongo, Gus Ubaid mencoba terjun di partai politik PKB era Gus Dur di Kab. Rembang. Dalam kiprah politik ini, baik secara struktur dan kultur basis massa telah mendapatkan tempat yang strategis secara hitam putih. Namun demikian, suasana politik terkait dengan kiprah Gus Ubaid dalam perspektif Mbah Tamam justru menolak Gus Ubaid, sehingga tidak mendapatkan tempat di partai politik. Sebagaimana alasan Mbah Tamam, beliau ingin Gus Ubaid berada di tengah masyarakat bebas dari kelompok kepentingan. Dengan demikian, bisa lebih leluasa memberikan dampingan kepada masyarakat
Kedua, Mbah Tamam merupakan sosok yang hati hati dan menghindari sikap mengedepankan kepentingan pribadi dan keluarga. Misalnya, pernah terjadi rapat pengurus masjid desa sidorejo mengusulkan, agar salah satu putra beliau memberikan khatbah jumat di Masjid Al Mubarak desa Sidorejo, namun mendengarkan usulan ini, Mbah Tamam dengan tegas menolaknya dan memilih beberapa tokoh masyarakat dampingannya yang lebih mumpuni, baik dari segi usia dan kiprahnya di masyarakat. Hal ini menunjukkan, bahwa Mbah Tamam tidak memandang kedekatan keluarga sebagai orang yang harus dipercaya untuk mengganti peran pendampingan beliau.
Ketika ada salah satu santri alumni bertanya, mengapa tidak menunjuk putra untuk mewakili memberikan pendampingan kepada masyarakat? Jawaban beliau dengan tegas, semua akan kembali kepada masyarakat dan kemanfaatan pendampingan yang dirasakan masyarakat akan berdampak langsung kepada setiap orang. Dengan demikian, seseorang tidak perlu mempromosikan anak sendiri, karena akan kembali kepada kemanfaatan seseorang di tengah subjek dampingan.
Ketiga, pernah ada salah satu dari alumni menceritakan tentang respon positif masyarakat terhadap putra Mbah Tamam, Mbah Tamam spontan tidak meresponnya dan mengalihkan tema perbincangan memgarah pada tema yang lain.
Sehubungan dengan model pendampingan tersebut, telah menunjuukan kegigihan Mbah Tamam pada proses pencerahan dan pembebasan kepada subjek dampingan atau  masyarakat. Artinya, pendampingan itu tidak dilihat dari upaya memperoleh keuntungan pribadi, namum harus dilihat dari bagaimana membangun kemaslakhatan kepada masyarakat atau subjek dampingan.
Yang unik dari selama kiprah KH. A. Tamamuddin Munji, yaitu selama menjadi rujukan sikap politik masyrakat, beliau tidak pernah mempromosikan putra beliau untuk mendaftarkan diri berebut kursi kekuasaan, namun mempercayakan kepada subjek dampingan yang lain. Karena netralitas Mbah Tamam dari kepentingan politik pribadi,justru telah memposisikan beliau mendapatkan kemuliaan yang tinggi di sisi masyarakat, baik di tengah masyarakat yang sejalan dalam konteks agama, budaya, politik dan di tengah masyarakat yang tidak sejalan.
Dalam konteks sosial keagamaan, KH. A. Tamamuddin Munji pernah menjabat sebagai Rais Syuriah NU kab Rembang dan Ketua MUI Kab. Rembang. Semangat beliau mengawal institusi sosial ini sejalan dengan semangat beliau mengawal kultur keberagamaan masyarakat dan warga Nahdliyyin.
Menjaga Marwah Nahdlatul Ulama
Komitmen KH. A. Tamamuddin Munji turut mengawal keberlangsungan Nahdlatul Ulama di Indonesia, sebagaimana yang sering ditegaskan kepada santri dan jamaah, karena NU merupakan salah satu organisasi yang sejak berdiri, telah gigih mengawal pribumisasi Islam di tengah tradisi dan budaya masyarakat Nusantara. Yang sekarang ini visi pergerakan NU lebih dikenal dengan istilah visi membangun peradaban Islam Nusantara.
Dari catatan alumni, beliau gigih memperjuangkan visi dan Misi NU, karena NU merupakan wadah umat Islam yang masih menjaga ilmu para Ulama abad pertengahan yang merujuk pada primsip ajaran Al Quran, Hadis, Ijma dan Qiyas. Prinsip ini merupakan prinsip ajaran agama Islam yang bersumber dari pandangan ulama fiqh dari madzhab empat, Ulama Asy'ariyah dan Ilmu Tasawuf Al Ghazaliyah.
Kepada beberapa alumni yang telah belajar dan bekerja di kota besar, Mbah Tamam selalu berpesan, agar tetap menjaga prinsip pemikiran yang dipertahankan di lingkungan tradisi pesantren salafiyah dan NU. Hal yang sama juga beliau tegaskan di beberapa pengajian majlis selapanan di hampir seluruh desa kec. Pamotan dan Kec. Gunem kab. Rembang. Prinsip keberagamaan yang diajarkan di majlis selapanan ini mengacu pada sumber rujukan yang tetap berpegang pada kitab karya Ulama klasik yang menjadi rujukan Nahdlatul Ulama.
Majlis selapanan ini dibentuk Kiai Tamam melalui perintah dari KH. Abdullah Hafidz (Ayahanda KH. Wahab Hafidz) dan KH. Bisri Musthafa (Ayahanda KH. A. Musthafa Bisri). Jadi, majlis selapanan ini sudah berlangsung sejak Guru Besar Ulama NU, yaitu KH. Bisri Musthafa dan KH. Abdullah Hafidz. Kehadiran KH. A. Tamamuddin Munji di Rembang didasarkan pada komitmen mengikuti jejak Ulama NU, seperti jejak keilmuan yang diajarkan oleh KH. Bisri Musthafa dan KH. Abdullah Hafidz.
Hingga sekarang, Majlis selapanan ini masih berlangsung di dua kecamatan yang langsung melibatkan pengurus Fatayat dan Muslimat organisasi Islam Nahdlatul Ulama. Sebelum KH. A. Tamamuddin Munji Wafat, dua bulam sebelumnya sudah memberikan isyarat kepada putra beliau, yang bernama Ubaidillah Achmad (Gus Ubaid), bahwa beliau tidak lama akan memenuhi panggilannya. Bersamaan dengan isyarat ini, beliau berpesan agar Gus Ubaid bersabar mendampingi putra beliau yang terakhir, bernama: Gus Humam (Humam Najah).
KH. Muad Thahir Kajen, pada saat menghadiri peringatan tiga hari Wafat KH. A. Tamamuddin Munji, berkisah kembali kepada keluarga, bahwa Kiai Muad pernah menerima pesan Mbah Tamam, agar dicarikan pengganti pembawa bacaan tahlil pada acara haul Syekh Ahmad Al Mutamakkin, yang sejak KH. Sahal Mahfudz sudah sering dipimpin oleh Mbah Tamam. Selain itu, sehari sebelum wafat, Mbah Tamam dawuh kepada Gus Humam, "ini sudah saatnya yang sabar dan ikhlas". Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rajiu-n, sugeng kundur Mbah Tamam bersama Syekh Ahmad Al Mutamakkin.

COMMENTS

Nama

.,1,#AyoMondok,12,#BelajarIslam,8,#CintaNKRI,2,#DanaHaji,1,#HariSantri,19,#HariSantri #HariSantri2017,1,#HariSantri2017,1,#HarlahNU,4,#HarlahNU91,2,#HaulKiaiHasanGenggong,2,#IslamIndonesia,1,#IslamNUsantara,4,#KajianRamadhan,1,#SavePalestine,3,#SaveRohingya,3,1 Muharram,3,1 Syawal,1,2016,1,A. Zakky Zulhazmi,1,Abdlul Halim Hasan,1,Abdul Mun'im DZ,1,Abu Bakar Hasan Assegaf,1,Adab Rasulullah,1,Advetorial,2,Afif Sunakim,1,Agama,1,Agama Cinta,1,Agenda,25,Agenda NU,1,Agnez Mo,1,Agus Zainal Arifin,3,Ahlusunnah wal Jama'ah,31,Ahmad Baso,1,Ahmad Mujib Rahmat,1,Ahmet Davutoglu,1,Ahsunnah,1,AJaran Islam,1,Akhir Zaman,1,Akhlakul Karimah,1,Al-Nimr,1,Al-Qaeda,1,Al-Qur'an,4,Al-Qur'an Raksasa,1,Al-Zastrow Ngatawi,1,Alamsyah M. Dja’far,3,Ali bin Abi Thalib,2,Ali Zawawi,1,Alissa Wahid,1,Allah,1,Almanak,1,Alumni Madrasah,1,Amalan,16,Amalan di Bulan Ramadhan,2,Amalan NU,4,Amalan Rasulullah,1,Amaliah,19,Aman Abdurrahman,1,Amirul Ulum,2,Anas Saidi,1,Angka Istimewa dalam Islam,1,Angka Tiga,1,Angker,1,Ansor,3,Ansor Garut,1,Ansor Malang,1,Ansor Surabaya,1,Anti Korupsi,4,Anti Narkoba,1,Anti Radikalisme,3,Anti Terorisme,2,Anti Wahabi,1,Aplikasi Batik,1,Aqidah,2,Arab,1,Arab People,1,Arab Saudi,2,Arief Mundatsir Mandan,1,Arifin Junaidi,1,Arrahmah Channel,5,Arrahmah Featured,11,Arrahmah.com,1,Articles,2,Artikel,26,Asian Youth Robot Olimpiade,1,Asosiasi Pesantren NU,1,Aswaja,24,Asy'ariyah,1,Australia,1,Avicenna Roghid Putra,1,Ayat-ayat Toleransi,1,Ayman Adz Dzawahiri,1,Ayo Mondok,1,AYRO,1,Bahtsul Masail,1,Bangsa Indonesia,1,Banser,14,Banten,1,Batik,1,Batik Indonesia,1,Battle,1,Battle of Uhud,1,Beasiswa,12,Beasiswa Kemenag,3,Beasiswa Madrasah,1,Beasiswa Santri,1,Beasiswa Santri 2016,1,Beasiswa Santri Berprestasi,2,Beasiswa Santri Berprestasi 2016,1,Bekasi,1,Belajar Islam,26,Berita,148,Berita Duka,5,Berita Islam,3,Bid'ah,2,Bid'ah para Sahabat,1,Bima Arya,1,Biseksual,1,Bisnis Haram,1,BNN,1,BNN di Jepara,1,BNPT,2,Bodo Kupat,1,Bogor,1,Bom Kuningan,1,Bom Sarinah,2,Bom Thamrin,2,BPOM,1,Brain,1,Budaya,1,Buku,6,Bulan Rajab,1,Buletin Jumat,5,Burdah,1,Cak Masykur,25,Cak Nun,1,Cak Nur,1,Cangkir9,2,Cep Herry Syarifuddin,1,Cerpen,2,Channel Arrahmah,37,Charlie Hebdo,1,Cheng Ho,1,Choirul Anam,1,Cinta,1,Cinta Bangsa,1,Cinta Tanah Air,1,Counter Radicalism,6,Cybercrime,2,Dajjal,1,Dakwah Islam,4,dan Transgender,1,Darurat Narkoba,3,Dea Anugerah,1,Deklarasi Nahdlatul Ulama,1,Deklarasi Serpong,1,Densus 88,2,Digital Media,2,Direktorat Pendidikan Madrasah,1,Dit PD Pontren Kemenag,1,DKI Jakarta,1,Doa,31,Doa Akhir Tahun,1,Doa Anak Sholeh,1,Doa Awal Tahun,1,Doa Berbuka,1,Doa dan Tirakat,1,Doa Gus Mus,1,Doa Harian,1,Doa Nabi,1,Doa Pernikahan,2,Doa Setelah Shalat,1,Doa Wudhu,1,Dosen UIN Walisongo,1,Download,1,Dr. Amin Haedari,1,DR. KH. M. A. SAHAL MAHFUDH,1,Dr. Nadirsyah Hosen,10,Dubes,1,Dzikir dan Doa,2,Dzikir Setelah Shalat,1,Editor's Choice,10,Effendi Choirie,1,Ekologi,3,Ekonomi,3,Eksekusi Mati Al-Nimr,1,English Edition,1,Esensi Syariah,1,Fadhila Haifa’ Afifah,1,Fadilah,1,Falak,1,Fardhu Wudhu,1,Fatayat NU,2,Fathoni Muhammad,1,Fatwa MUI,1,FDS,11,featured,133,Featured Arrahmah,44,Fikih,2,Fikih dan Muamalah,3,Fikih Ibadah,10,Fiqh,8,Fiqh Ibadah,1,Fiqh Qurban,6,Fiqh Shalat,3,Fiqih Lingkungan,2,Firqaf,1,Firqah,1,Firqoh,1,Fokus Khusus,1,FSN,2,Fulldayschool,4,Fundamentalis akan Habis,1,Gafatar,1,Galeri,4,Gay,1,Geluntung Agel Wafi,1,Gerakan Nasional AyoMondok,1,Gerhana,1,Gerhana Bulan,1,Gerhana Matahari,3,Gerhana Matahari Total,1,GIYE,1,Good Muslim,13,GP Ansor,8,Grand Syaikh Al-Azhar,1,Grants,1,Griya Gus Dur,1,GTK Madrasah,2,Guru Inspiratif,2,Guru Madrasah,2,Guru MAN,1,Guru Mughni,1,Guru PAI,1,Gus Ahmad Muwaffiq,1,Gus Aqib,1,Gus Dur,23,Gus Miek,1,Gus Mus,9,Gus Muwafiq,1,Gus Rizal Mumaziq,1,Gus Sholah,1,Gus Ubaidillah Achmad,1,Gus Yaqut,1,GusDur.net,1,Gusdurian,2,Habib Abu Bakar,1,Habib Lutfi,1,Habib Luthfi bin Yahya,1,Habib Novel,10,Habib Novel Alaydrus,7,Habib Salim Bin Jindan,1,Habib Sholeh Al-Hamid Tanggul,1,Habib Syech,1,Habib Umar bin Hafidz,3,Hadist,1,Hadist Jibril,1,Hadits,1,Hadits 72 Bidadari,1,Hadits Diskriminatif,1,Hafidzoh,1,Haji,7,Haji 2015,1,Haji 2017,1,Haji 2018,1,Hajj,1,Halal bi Halal,3,Halaqah,1,Hamid Ahmad Masduki Baidlawi,1,Har Santri,1,Hari Arafah,2,Hari Batik Nasional,1,Hari Natal,1,Hari Pahlawan,2,Hari Santri,32,Harlah,2,Harlah NU,3,Hasan al-Bashri,1,Haul,4,Haul Gus Dur,9,Haul Kiai Sholeh Darat,2,Haul Sunan Ampel,1,Haul Sunan Bonang,1,Haul Syekh Nawawi Al-Bantani,1,Headlines,20,Hikam Zain,15,Hikmah,83,Hikmah Islam,45,Hipsi,3,Hisab,1,Hizb,1,Hizbut Tahrir,2,Hizbut Tahrir Indonesia,2,Hoax,2,Hong Kong,1,HTI,2,HTIBubar,6,Hubbul Wathan minal Iman,1,Hukum Islam mengenai LGBT,1,Hukum Melangkahi Kuburan,1,Hukum Membunuh,1,Hukum Membunuh dalam Islam,1,Hukum Ucapan Natal,1,Humor,3,HUT TNI,1,Hymne,1,I-Banking,1,Ibadah,4,Ibn Muljam,1,Ibn Yaqzan,1,Ibu Nabi Muhammad,1,Ibunda Nabi Muhammad,1,IDC,1,Ideologi,1,Idhul Adha,1,Idul Adha,14,Idul Fitri,7,IIEE,1,IISRO,1,Ijazah,6,Ijtihad,1,Ikhbar,42,Ilmu Kalam,1,Image,1,Imam al-Syafi’i,1,Imam Ghazali,1,Imam Malik,1,Imam Muslim,1,Imam Nawawi,1,Imlek,1,INC,2,Indonesia Darurat Narkoba,1,Info Haji,2,Inspirasi,11,Inspirasi Pesantren,2,Interfaith,3,Internasional,98,International,3,International Islamic School Robot Olympiad,1,International Peace Day,1,Internet Banking,1,IPNU,1,IPPNU,1,Iqbal Khalidi,3,Iqbal Kholidi,1,Iran,1,ISIS,11,Islah Gusmian,1,Islam,16,Islam dan Perdamaian,1,Islam Di China,3,Islam di Papua,1,Islam Indonesia,3,Islam Nusantara,28,Islam Nusantara Center,1,Islam Papua,1,Islam Radikal,1,Islamic Event,1,Islamic State,1,Isra' Mi'raj,1,Istighosah Kubro,1,Istikharah,1,Ito Surmardi,1,JAD,1,Jakarta,4,Jamiyatun Nasihin,1,Jasad Utuh,1,Jawa Barat,3,Jawa Tengah,7,Jawa Timur,4,Jazirah Arab,1,JIhad,3,Jihad fi Sabilillah,1,Jokowi,5,Jonru,1,Jurnalistik,1,K.H. Ahmad Umar Abdul Manan,1,Kabar Duka,1,Kabar Pesantren,5,Kabar Pesantrens,1,Kajian Islam,18,Kajian Ramadhan,1,Kalam Ulama,4,Kalender,2,Kalender Islam,2,Kalimah Syahadat,1,Kalis Mardiasih,1,Kampung Damai,1,Kampus,1,Kekerasan,1,Kemenag,3,Kementerian Agama,1,Kementerian Agama RI,3,Keraton Sumenep,1,Kesehatan,4,Ketua PBNU,1,Ketum PBNU,1,Ketupat,1,Keutamaan Bulan Rajab,1,Keutamaan Shalat Tarawih,16,Keutamaan Shalawat Nabi,2,Keutamaan Tarawih,1,KH A Ghazalie Masroeri,1,KH Abdurrahman Wahid,5,KH MA Sahal Mahfudh,2,KH Maemon Zubair,1,KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh,1,KH Sahal Mahfudh,3,KH Said Aqil Siraj,1,KH Wahab Hasbullah,1,KH. Abdul Aziz Manshuri,1,KH. Abdul Ghoffar Rozien,1,KH. Abdul Karim,1,KH. Abdul Muhaimin,1,KH. Abdurrahman Wahid,1,KH. Ali M. Abdillah,1,KH. Bisri Mustofa,1,KH. Cep Herry Syarifuddin,3,KH. Hasyim Asy'ari,1,KH. Hasyim Asyari,3,KH. Husein Muhammad,2,KH. Iftah Sidiq,1,KH. Lukman Harits Dimyati,1,KH. Ma'ruf Amin,2,KH. Maimoen Zubair,11,KH. Marzuqi Dahlan,1,KH. Masdar F. Mas'udi,2,KH. Mustofa Bisri,2,KH. Said Aqil Siraj,5,KH. Sholeh Darat,8,KH. Thobary Syadzily,1,KH. Tubagus Muhammad Falak,1,KH. Yahya Cholil Staquf,3,KH. Zainal Mustafa,2,KH. Zakky Mubarok,2,KH.Shalih Darat,1,Khanza Iliyina Syafa,1,Khawarij,1,Khazanah,3,Khazanah Isam,7,Khazanah Islam,379,Khilafah Islamiyah,5,Khofifah Indar Parawansa,1,Khoirul Anam,2,Khulafaur Rasyidin,1,Khutbah,4,Khutbah Idul Fitri,2,Khutbah Jumat,1,Kiai Abdul Hamid,1,Kiai Hasan Genggong,1,Kiat Menulis,1,Kiddle,1,Kilas,1,Kirab Santri,1,Kisah Hikmah,16,Kisah Nabi,1,Kisah Rasulullah,1,Kisah Teladan,1,Kita Tidak takut,1,Kitab Durrotun Nasihin,1,Kitab Jawahirul Bukhori,1,Kitab Kuning,5,Kitab Pegon,1,Kitab Suci,1,Kokam,1,Kolom,96,Komedi Religi,1,Kominfo,1,Konferwil NU Jabar,1,Konflik Sunni-Syiah,1,Kongkow Sufi,3,Konsultasi Agama,1,Konsultasi Islam,1,Kontra Radikal-Terorisme,1,KPAI,1,KPK,1,Kreatif Indonesia,1,Kriminal,1,Krisis Jerusalem,2,Krisis Rohingya,7,KUPI,1,Kurban,7,Kyai Maimoen Zubair,1,Kyai Masdar,1,Kyai Pahlawanku,1,Kyai Pesantren,1,Lailatul Qadr,1,Lambang NU,1,Lapan-A2,1,Laporan,1,Lazisnu,1,Le Petit Prince,1,Lebaran,1,Lebaran Ketupat,1,Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama,2,Lesbian,1,Letter of Acceptance,1,LFNU,1,LGBT,2,Liberalisme,1,Life of Mohammed,3,Life of Muhammad,2,Liga Santri,2,Liga Santri Nusantara,3,Lingkungan,1,LIPI,1,Litbang Kemenag,1,Literasi,7,Literasi Digital,3,LoA,1,Logo Muktamar NU ke-33,1,Logo NU,1,Love Peace,1,LPDP,1,LSN,5,LSN 2017,3,LTN NU,3,Lukman Hakim Saifuddin,3,Lunar System,1,M. Kholid Syeirazi,1,M. Nur Kholis Setiawan,1,M. Rikza Chamami,13,M. Rikza Khamami,1,Ma'arif NU,2,Madrasah,24,Madrasah Diniyah,5,Madrasah Lebih Baik,2,Madrasah TBS,1,Mahasiswa,2,Mahbub Ma'afi,2,Mainstream Media,1,Majelis Dzikir,1,Majelis Shalawat,1,Makalah,3,Makam Gus Dur,1,Makam Nabi,1,Makam Nabi Muhammad SAW,1,Makam Rasulullah,1,Makam Sunan Bonang,1,Makkah,1,Maklumat,3,Makna Bismillah,1,Makna Logo Muktamar NU ke-33,1,Malik bin Anas,1,Mama Falak,1,MAN IC,1,Manhaj Salafi Imam Syafi’i,1,Manhaji,1,Manusia Robot Bali,1,Mars,1,Masjid,1,Masjid Zhenjiao,1,Masjidid Haram,1,Masjidil Haram,1,Maturidiyyah,1,Maulid,4,Maulid Burdah,1,Maulid dalam Islam,1,Maulid Nabi,7,Maulid Nabi Muhammad SAW,3,Mbah Maimoen Zubair,2,Mbah Moen Sarang,2,Mbah Mun,1,Mbah Sahal,1,Mbah Sholeh Darat,1,MCA,1,Media,2,Media Sosial,1,Media Watch,1,Mehmet Gormez,1,Melangkahi Kuburan,1,Meme,1,Meme Islami,1,Menag,2,Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia,1,Mengenal Jejak Mengenal Watak,1,Menristek,1,Menulis,1,Merayakan Maulid,1,Milad,1,Minal Aidin Wal Faizin,1,Minhajul 'Abidin,5,Moment,1,MTs Surya Buana Malang,1,MTsN 2 Pamulang,1,MTT,1,Mualaf,2,Mudik Lebaran,1,Muhammad,2,Muhammad bin ‘Abd al-Wahhab,2,Muhammad Nasir,1,Muhammad Niam,1,Muhammad PBUH,1,Muhammad SAW,3,Muhammad Tijany,1,Muharram,2,MUI,1,Mujaheeden,1,Mujahidin Palestina,1,Mukiyah,1,Mukjizat,2,Muktamar NU,1,Muktamar NU ke 33,2,Munas-Konbes NU,20,Munawir Aziz,1,Muntaha Azhari,1,Museum Keraton Sumenep,1,Muslim Hong Kong,1,Muslim Kagetan,1,Muslim Papua,1,Muslimat NU,2,Nabi dan Rasul,1,Nabi Ibrahim,1,Nabi Muhammad,2,Nabi Muhammad SAW,6,Nadirsyah Hosen,6,Nadlatul Ulama,2,Nahdatul Ulama,18,Nahdlatul Ulama,157,Nahdlatul Ulamata,1,Name of Allah,1,Narkoba,3,Nasehat,8,Nasihat,1,Nasional,412,Nasionalisme,1,Natal,1,Natal 2015,1,Natal dan Maulid,1,Netizen Jurnalistik,1,New,1,News,677,News Ikhbar,2,News IPPNU,1,News Pictures,17,Ngaji Live,1,Ngaji Puasa,27,Ngaji Ramadan,8,Ngaji Ramadhan,20,Ngaji Video,1,Niat Puasa,1,Nishfu Sya'ban,1,NKRI,1,NKRI Harga Mati,3,NU,7,NU ANZ,1,NU Batang,1,NU Bogor,13,NU Care,2,NU Care LazisNU,2,NU Garis Lurus,1,NU Jabar,2,NU Jatim,1,NU Klaten,1,NU Semarang,1,NUCare,4,NUPeduli,1,Nur Kholik Ridwan,1,Nur Rofiah,1,Olimpiade Kedokteran,1,Opini,283,Opinion,1,Opnion,1,Orbituari,2,Pagar Nusa,13,PAI,2,Palestina,2,Palestine,1,Palestine Mujaheeden,1,Papua,1,Parenting,1,PBNU,8,PBSB,3,PBSB 2016,1,Peace,1,Peduli Bencana,2,Pelajar NU,1,Pendaftaran PBSB 2016,1,Pendididkan Islam,18,Pendidika Islam,1,Pendidika Islam,1,Pendidikan,171,Pendidikan Agama,1,Pendidikan Islam,158,Pendidikan Karakter,2,Pendidikan Madrasah,5,Pendidikan Politik,3,Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam,1,Pendidikn Karakter,1,Pendis Kemenag,2,Penggrebekan di Jepara,1,Pengobatan Islami,1,Penjajahan,1,Pentas PAI,1,Penulis,1,Perang,1,Perang Badar,1,Perang Uhud,1,Perguruan Tinggi NU,1,Perkemahan Rohis,1,Perppu Ormas,2,Perpres,1,Perpu Ormas,1,Perwimanas,2,Pesan Kiai,1,Pesantren,70,Pesantren Assalafiyah Cirebon. Assalafiyah,1,Pesantren Ibnu Mas'ud,1,Pesantren Lirboyo,2,Pesantren Mahasiswa,1,Pesantren Salaf,1,Photo,1,Pilihan Editor,105,Pilkada,1,Pilkada 2017,1,Pilkada DKI,1,Pilkada Jatim,1,Ploso,1,PMII,3,Polemik Sejarah Tere Liye,1,Politik,13,Ponorogo,1,Ponpes Al-Anwar,1,Pontianak,1,PPMN III,1,Pra Munas,4,Pramuka,1,Prof. Dr. Ahmad Tayyeb,1,Prof. Dr. Quraish Shihab,3,Profil,3,PTKI,1,Puasa Arafah,1,Puasa Ramadhan,1,Puisi,12,Pustaka,10,Pustaka Pesantren,8,Qawli,1,Qunut Nazilah,1,Quote,1,Qurban,5,Radicalism,1,Radikalisme,10,Rajab,1,Ramadan,2,Ramadhab,1,Ramadhan,72,Ramadhan 2015,12,Ramadhan 2016,2,Ramadhan di Hong Kong,1,Ramadhan Video,25,Rasis,1,Rasullah,1,Rasulullah SAW,6,Recommended,2,Refleksi Akhir Tahun,1,Release,2,Release PBNU,1,Religion,2,Remaja Islam,1,Resolusi Jihad,2,Resolusi Jihad NU,1,Rezeki Halal,1,Rijal Mumazziq Z,1,Risalah NU,1,RMI NU,4,Robikin Emhas,1,Robot,1,Rohingya,11,Rokok,2,Rubbubiyah,1,Ruchman Basori,2,Rukun Islam,1,Sahabat,1,Sahabat Nabi,2,Sahih Muslim,1,Said Budairy,1,Saifuddin Zuhri,1,Saifullah Ma'shum,1,Sajak,2,Salafi,2,Salam,1,Sanad Keilmuan,1,Santri,6,Santri Goes To Papua,3,Santri Menulis,1,Santri Urban,1,Sarkub Papua,1,Sastra Islam,11,Satelit,1,Satelit Indonesia,1,Save Rohingya,6,Sayembara Logo Muktamar NU ke-33,1,Science,5,Sedekah,3,Sejarah,5,Sejarah Al-Qur'an,1,Sejarah Indonesia,2,Sejarah Islam,1,Sejarah NU,2,Sekolah Lima Hari,1,Seni dan Sastra Islam,12,Seri Belajar Islam,8,Seri KH. Said Aqil Siraj,1,Seri Tokoh,1,SGTP,1,Shahih Muslim,1,Shaikh Nimr Baqir al-Nimr,1,Shalat,18,Shalat Gerhana,3,Shalat Idul Adha,1,Shalat Istiqa,1,Shalat Jum'at,6,Shalat Sunah,1,Shalat Sunnah,3,Shalat Tarawih,15,Shalawa Nabi,1,Shalawat,2,Shalawat Nabi,4,Shalawat Nabi Muhammad SAW,2,Shalawat Nariyah,3,Sholat Tarawih,1,Sholawat,1,Sholeh Darat,1,Short Course,1,Sifat Mulia Rasulullah SAW,1,Silsilah Nabi Muhammad SAW,1,Silsilah Rasulullah,1,Sindikasi Damai,15,Sindikasi Media,1,Singaparna,1,Sinopsis,1,Sirah Nabawiyah,2,Sirah Nabi,2,Siswa Berprestasi,1,Slamet Basyid,1,solar system,1,Solidaritas,1,Sponsored,2,Suara NU,1,Sudut Pandang,1,Sudut Taman Ramadhan,7,Sufistik,1,Sumanto Al Qurtuby,9,Sumenep,1,Sunnah,2,Sunnah Rasulullah,1,Sunnah Shalat,1,SUNNI,1,Sunni-Shia,1,Sunni-Syiah,1,Suraji,6,Surat Edaran Gubernur Jateng,1,Surat Terbuka,3,Suriah,2,Syafa'at Rasulullah,1,Syafaat Nabi,1,Syahid,1,Syahrozad Zalfa Nadia,1,Syaikhona Kholil Bangkalan,1,Syarat Wajib Zakat,1,Syariah,2,Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani,1,Syeikh Abdul Qodir Al-Jailany,1,Syekh Abdul Qadir Al-Jailani,1,Syekh Dr. Muhammad Fadhil,1,SYIAH,3,Tafsir,1,Tafsir Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani,1,Tahlilan,2,Tahun Baru 2016,1,Tahun Baru Islam,2,Tahun Baru Masehi,1,Tanah Suci,1,Tarawih,21,Tasawuf,3,Tawan,1,Tawariq,1,Tayyip Erdogan,1,Tebuireng,6,Tekno,20,Teladan,1,Teladan Nabi,3,Teologi Teror,1,Teraweeh,1,Tere Liye,1,Teror,1,Teror 2016,1,Teror Jakarta,1,Teror Sarinah,1,Teror Thamrin,1,Teroris,4,Terorism,10,Terorisme,25,Tionghoa,1,Tips and Trick,2,Tokoh,86,Tokoh Betawi,1,Tokoh Bogor,1,Tokoh Dunia,3,Tokoh Indonesia,19,Tokoh Islam,114,Tokoh Kemerdekaan,2,Tokoh Muda Islam,25,Tokoh NU,17,Tokoh NU Bogor,1,Tokoh NU Jabar,1,Tokoh Perempuan,1,Tokoh PMII,1,Tokoh Rembang,1,Tokoh Syiah,1,Tolak FDS,12,Toleransi,5,Tradisi,2,Tragedi Crane di Masjidil Haram,1,Trend Sosial,2,Tuah Pesantren,1,Tulisan Arab,1,Tuntunan Islam,1,Turats,1,Turki,1,TurnBackHoax,4,Tutorial,1,TV9,1,Ubaidillah Achmad,23,Ubaidillah Ahmad,1,Ucapan Minal Aidin Wal Faizin,1,Ucapat Selamat Natal,1,Udhiyah,1,Uhud,1,Ulama,11,Ulama Bogor,1,Ulama Indonesia,1,Ulama NU,3,Ulama Nusantara,1,Ulama Perempuan,1,Ulama Salaf,1,Uluhiyah,1,UNU,2,Ustad Ahmad Ikrom,1,Ustadz,1,Ustadz Ahmad Ali MD,2,Ustadz Ali MD,1,Ustadz Fathuri,24,Ustadz Fatoni Muhammad,1,Ustadz Lc,1,Ustadz Ma'ruf Khozin,3,Ustadz Menjawab,5,Ustadz Yusuf Mukhtar Sidayu,1,Ustadz Yusuf Suharto,1,Uswah,3,Uswatuna,3,UU Ormas,1,Video,5,Vinanda Febriani,7,VoA-Islam,1,Wahabi,4,Wahabism,2,Wahabisme,2,Wahid Foundation,6,Wali Pasemone,1,Wali Songo,2,Walisongo,5,Waliyullah,1,Wardi Taufik,1,Wawasan,79,Wawasan Islam,54,Wawasan Kebangsaan,12,Wawasan Nusantara,43,Website Islam Indonesia,1,Website Islam Nusantara,1,Wirid dan Doa,2,Wirid dan Doa Setelah Shalat,1,Women and Jihad,1,Women Fighter,1,World Peace,1,Wudhu,3,Yahya Staquf,1,Yasin,1,Yayasan Saifuddin Zuhri,1,Yenny Wahid,3,Yogyakarta,8,Z-Featured,3,Zainal Mustafa,1,Zakat,4,Zakat Fitrah,2,Zakir Naik,1,Zakky Zulhazmi,2,ZIarah,4,Ziarah Kubur,2,Zikir,1,Zuhairi Misrawi,1,Zulkilfi Hasan,1,خطبة كسوف الشمس,1,
ltr
item
Arrahmah.co.id - Portal Dunia Islam: KH. A. Tamamuddin Munji al-Mutamakkin: Gigih Pada Pendampingan Sosial dan Menjaga Marwah NU
KH. A. Tamamuddin Munji al-Mutamakkin: Gigih Pada Pendampingan Sosial dan Menjaga Marwah NU
Pada hari Rabu, 29 Maret 2017, ribuan masyarakat Rembang memadati desa Sidorejo dan sepanjang jalur utama Pamotan-Rembang dan Pamotan-Gunem, yang kearah menuju ndalem KH. A. Tamamuddin Munji
https://1.bp.blogspot.com/-hswqpbd1XxU/WOT4TuCBvyI/AAAAAAAAE3U/cCN1Vo34kwQDSxNgvmmKfcVX-Xg5Yg8SQCLcB/s640/IMG-20170330-WA0040.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-hswqpbd1XxU/WOT4TuCBvyI/AAAAAAAAE3U/cCN1Vo34kwQDSxNgvmmKfcVX-Xg5Yg8SQCLcB/s72-c/IMG-20170330-WA0040.jpg
Arrahmah.co.id - Portal Dunia Islam
https://www.arrahmah.co.id/2017/04/kh-tamamuddin-munji-al-mutamakkin-gigih.html
https://www.arrahmah.co.id/
https://www.arrahmah.co.id/
https://www.arrahmah.co.id/2017/04/kh-tamamuddin-munji-al-mutamakkin-gigih.html
true
766049156261097024
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content