body { font: normal normal 12px 'Roboto', sans-serif; color: #000000; background: #FFF none repeat scroll top left; } .header-button { display: block; height: 60px; line-height: 60px; background: #010048; }

HARLAH NU 94 Menjaga NKRI: Bubarkan HTI Dan FPI

Saya ingin mengawali tulisan ini dengan ucapan selamat untuk organisasi seribu Ulama yang berada pada bendera NU, yang sekarang ini bersama umat Islam, telah memperingati hari lahir ke-94, tepat pada tanggal 13 April 2017 atau 16 Rajab 1438. Bendera NU ini berkibar bersama para Ulama yang berkomitmen menjaga tradisi kenabian untuk membangun peradaban dan kemanusiaan. Para Ulama NU diakui reputasi keilmuannya di dunia Islam sebagai pewaris para Nabi dan mereka ini memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi terhadap NKRI.

HARLAH NU 94 Menjaga NKRI: Bubarkan HTI Dan FPI
HARLAH NU 94 Menjaga NKRI: Bubarkan HTI Dan FPI
ARRAHMAH.CO.ID - Saya ingin mengawali tulisan ini dengan ucapan selamat untuk organisasi seribu Ulama yang berada pada bendera NU, yang sekarang ini bersama umat Islam, telah memperingati hari lahir  ke-94, tepat pada tanggal 13 April 2017 atau 16 Rajab 1438.  Bendera NU ini berkibar bersama para Ulama yang berkomitmen menjaga tradisi kenabian untuk membangun peradaban dan kemanusiaan. Para Ulama NU diakui reputasi keilmuannya di dunia Islam sebagai pewaris para Nabi dan  mereka ini memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi terhadap NKRI.

Sejarah mencatat berbagai persoalan bangsa Indonesia, selalu melibatkan gerakan NU untuk membela keutuhan NKRI.
Meskipun demikian, tidak sedikit kecurigaan terhadap NU, baik dari komunitas yang berada di internal lingkungan relasi kuasa maupun yang berada di eksternal lingkungan relasi kuasa.

Hal ini dilakukan mereka yang membenci NU, dengan mengkambinghitamkan keberadaan NU di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara. Misalnya, peristiwa yang terjadi pada 1955-1998, berupa kegiatan warga NU yang di awasi secara ketat oleh penguasa Orde Baru, sehingga setiap kegiatan ke NU an harus minta izin melalui proses yang rumit dan berbelit. Pada masa Orde Baru, warga NU selalu diintervensi pemerintah pusat hingga pemerintah daerah.

Sehuhungan dengan kondisi NU yang terancam dan terintervensi oleh pemerintah Orde Baru, telah menunjukkan kekuatan dan eksistensi NU. Kekuatan NU ini berbeda dengan NII, NI, Masyumi, PKI, DII dan TII, dan beberapa organisasi yang lain yang sekarang ini hanya tinggal nama.

Dalam sejarah berbagsa dan bernegara, telah menunjukkan, bahwa semua organisasi yang memusuhi NU dengan semdirinya telah hancur. Eksistensi NU selalu mendapatkan anugrah kekuatan dari Allah, sehingga sulit dihancurkan seperti kehancuran Irak, Libya, Suriah, dan Afganistan. Bersamaan dengan barisan para Ulama NU menjaga NKRI, ada beberapa negara yang menginginkan kehancuran Indonesia, telah mengalami kegagalan. Salah satu di antara kekuatan mendasar NKRI, adalah adanya organisasi NU yang mengajarkan tentang nasionalisme sebagai bagian dari ciri adanya keimanan seseorang.

NU Meneguhkan NKRI

Wujud eksiatensi NU dalam berbangsa dan bernegara yang selalu berpegang pada ideologi Pancasila merupakan bukti, bahwa sejak NU berdiri untuk Indonesia. Karenanya, beberapa pesantren yang menjadi fondasi NU, selalu menjaga amanah kebangsaan dan mengawal NU untuk Indonesia. Meskipun banyak organisasi keislaman yang lebih menonjolkan simbol simbol agama Islam mengabaikan nilai kebangsaan, namun tetap tidak akan bisa memisahkan komitmen Ulama NU dan masyarakat nahdliyyin untuk menjaga NKRI.

Hal ini terlihat dari isu isu politik yang menggunakan simbol agama islam versus non muslim, tetap tidak merubah iktikad warga nahdliyyin untuk tidak membedakan hak warga negara Indonesia dalam berbangsa dan bernegara. Misalnya, hak untuk memilih dan dipilih serta hak untuk memndapatkan perlindungan hukum. Oleh karena itu, tidak sedikit Ormas Islam yang mengkritik dan mengecam NU dan mengecam umat Islam yang bernaung pada bendera Ulama NU.

NU dalam berbangsa dan bernegara ini secara tegas menolak Negara Islam atau khilafah Islamiyah. Konsep Khilafah Islamiyah ini disuarakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
Sikap ini dilakukan NU, bertujuan unytuk meluruskan pendapat tentang khilafah Islamiyah demi menjaga keutuhan NKRI. Hal ini dapat dibaca dari hasil keputusan Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar (Munas-Konbes) NU 2014.

Alasan NU menolak khilafah sebagai sistem pemerintahan, karena NU bertujuan untuk menguatkan visi kenabian, yaitu membangun peradaban dan kemanusiaan sesuai dengan akhhlak al karimah Nabi Muhammad. Nabi Muhammad tidak pernah berupaya membentuk kekuasaan yang dikuasai umat Islam. Dalam konteks keindonesiaan, NU menganggap sistem pemerintahan yang terdiri dari masyarakat yang beraneka ragama ini, harus dibagi bagi dengan semua warga negara.

Sehubungan dengan penolakan NU terhadap sistem khilafah, karena sistem khilafah menggunakan nama Islam, yang dalam kenyataannya akan berbahaya bagi warga negara. Bahaya sistem khilafah, karena sistem khilafah menggunakan nama agama untuk membohongi warga negara. Negera Indonesia terdiri dari warga negara yang berbeda beda suku dan agama, sehingga tidak cocok dengan sistem khilafah.

Selain itu, bagi warga NU, istilah khilafah dalam diskursus warga NU, bukan seperti khilafah sebagai sistem pemerintahan yang diusung oleh HTI. Dalam pandangan NU, khilafah bermakna pengganti kenabian atau yang sering dikenal sebaga Ulama Waratsatul Anbiya (Ulama sebagai pewaris para Nabi).

Para Nabi meupakan sosok yang membebaskan dan mencerahkan sebagaimana dikenal dalam teologi pembebasan. Secara filosofis, posisi Ulama bukan untuk merebut kekuasaan atau mengedepankan kehendak kuasa, namun untuk mencerdaskan umat manusia atau membebaskan dari hegemoni relasi kuasa yang tidak seimbang. Berbeda dengan NU, khilafah yang diusung oleh HTI ingin mengganti NKRI dan berupa gerakan makar yang ingin memperebutkan kekuasaan.

Istilah khilafah yang juga pernah digunakan sebagai isu kekuasaan, berupa istilah Imamah (Imamatu ad-Daulah). Secara historis, model khilafah dalam arti kekuasaan, tidak dominan hanya karena kekuasaan, berbeda dengan khilafah keberlangsungan nilai kenabian. Khilafah dan imamah dalam konteks perebutan kekuasaan, berbeda dengan gerakan kenabian, yang bervisi membangun relasi kuasa yang seimbang.
Dalam pandangan KH, Abdurrahman Wahid, khilafah dalam konteks kekuasaan sangat sulit dikontekkan untuk semua negara, sebab adanya perbedaan geografis, kultur masyarakat, madzhab dalam bidang ilmi keislaman. Karenanya, baik istilah khilafah dan Imamah perspektif kebangsaan Ulama NU, bermakna seorang yang terpercaya membawa nilai kenabian, bukan sosok yang berebut kursi kekuasaan. Dalam pandangan NU, seorang imam berkewajiban mendukung rakyat untuk mendapatkan pemimpin yang adil dan membebaskan masyarakat (nasbu al-imami al-adil).

Sementara itu, sistem kekhalifahan dan Imamah dalam konteks kehendak kuasa, selain mengabaikan komunitas non muslim juga bertujuan untuk membangun dinasti kekuasaan. Cara yang ditempuh untuk kehensak kuasa ini, adalah cara fasisme atau kekerasan politik. Tentu saja, cara hoax dan fitnah untuk merebut kehendak kuasa ini merupakan cara yang berbeda dengan cara yang dilakukan oleh Nabi Terpilih, Nabi Muhammad SAW.


Bubarkan HTI dan FPI

Sejak Harlah NU ke 94, gelombang penolakan HTI dan FPI  berkembang luas di sejumlah kota di Indonesia, khususnya di Semarang. Hal ini menunjukkan bangsa Indonesia, telah memahami pendekatan yang digunakan HTI dan FPI merongrong kamajemukan dalam ideologi Pancasila. Alasannya, HTI dan FPI dalam beberapa kegiatan melakukan cara-cara kekerasan.

Karenanya, telah dinilai banyak pihak, adanya langkah Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji, yang  turut serta melakukan pelarangan. Hal ini merupakan langkah tepat untuk menjaga koeksistensi Semarang yang plural, aman, dan damai. HTI dan FPI sudah diidentikkan dengan kelompok intoleransi dan kekerasan. Sikap KOMBES Pol Bapak Abiyoso ini, patut menjadi contoh semua penyelenggara negara dan pemerintahan untuk mengambil langkah preventif berkelanjutan menjaga dan merawat keberagaman Indonesia.

Selama ini, HTI dan FPI banyak melakukam kegiatan propaganda politik atas nama agama. Hal ini terlihat pada aktivitas keberagamaan yang didahului adanya perhelatan politik yang didukung pernyataan pernyataan viral yang bernada menghujat pihak yang lain. Misalnya, adanya kegiatan 212 atau kegiatan yang dilakukan HTI dan FPI banyak didukung dengan meme yang bersifat propaganda. Berbeda dengan NU, banyak kegiatan ke NU an yang seara diam diam dan tidak didukung dengan model meme yang bersifat aneh aneh. Misalnya, kegiatan istighasah NU di Sidoarjo.

Di GOR Sidoarjo jutaan warga NU berkumpul untuk melakukan Istigotsah. Lagu Indonesia Raya berkumandang bersama doa dan shalawat. NU ingin menegaskan sikapnya : Hubhul wathan minal iman (Mencintai bangsa sebagian dari iman). Acara ini dilaksanakan Mingu 9 April. Acara ini tidak didasarkan pada pertimbangan angka togel 212, 313, 1114.

Alasan NU membubarkan HTI dan FPI, karena alasan fiqhiyah. Misalnya, ormas anti pancasila mengkhawatirkan akan terjadi bahaya yang lebih besar terhadap hak warga negara. Alasan ini, yang disebut dengan istilah sadd al-dzari'ah. Karena alasan ini, NU bergerak membubarkan gerakan makar di Indonesia, bertujuan supaya tidak ada ekstrem kanan dan juga tidak ekstrem kiri uang selalu menggunakan nama simbolik agama.

Sikap NU ini sejalan dengan pesan Piagam Madinah yang meletakkan nilai keutamaan bagi pengembangan masyarakat yang berperadaban, seperti: konsep umat untuk semua etnis dan suku, persamaan, persaudaraan, keadilan, toleransi, hidup bersama berdampingan, saling menghormati, dan tolong menolong.

Hal ini, juga sudah ditegaskan dalam QS. AL Hujarat: 13, "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya jamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal".

Sehubungan dengan pandangan Ulama NU di atas, karena didasarkan pada prinsip dasar, bahwa Rasulullah tidak mengajarkan soal bentuk negara, namun sesuai sabdanya, beliau diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak al karimah.

Ubaidillah Achmad, Penulis Buku Suluk Kiai Cebolek dan Islam Geger Kendeng, Khadim Pesantren As Syuffah Sidorejo Pamotan Rembang Jawa Tengah


KOMENTAR


Name

#AyoMondok,11,#BelajarIslam,4,#CintaNKRI,1,#HariSantri,18,#HarlahNU,2,#HarlahNU91,2,#IslamIndonesia,1,#IslamNUsantara,4,1 Muharram,3,2016,1,A. Zakky Zulhazmi,1,Abdlul Halim Hasan,1,Abdul Mun'im DZ,1,Abu Bakar bin Sayid M Syatho Dimyathi,1,Abu Bakar Hasan Assegaf,1,Adab Rasulullah,1,Advetorial,2,Afif Sunakim,1,Agama,1,Agama Cinta,1,Agenda,18,Agnez Mo,1,Agus Zainal Arifin,1,Ahlusunnah wal Jama'ah,31,Ahmad Baso,1,Ahmad Mujib Rahmat,1,Ahmet Davutoglu,1,Ahsunnah,1,AJaran Islam,1,Akhlakul Karimah,1,Akhmad Sahal,1,Al-Nimr,1,Al-Qaeda,1,Al-Qur'an,3,Al-Qur'an Raksasa,1,Alamsyah M. Dja’far,1,Ali bin Abi Thalib,1,Ali Zawawi,1,Allah,1,Alumni Madrasah,1,Amalan di Bulan Ramadhan,1,Amalan Melapangkan Rezeki,1,Amalan Memudahkan Rezeki,1,Amalan Nabi Muhammad SAW,2,Amalan NU,4,Amalan Rasulullah,2,Amalan Rasulullah SAW,1,Amalan Rasulullan,1,Amaliah,7,Amirul Ulum,1,Anas Saidi,1,Angka Istimewa dalam Islam,1,Angka Tiga,1,Angker,1,Ansor Malang,1,Anti Korupsi,1,Aplikasi Batik,1,Aqidah,2,Arab,1,Arab People,1,Arab Saudi,1,Arief Mundatsir Mandan,1,Arifin Junaidi,1,Arrahmah Channel,4,Arrahmah Featured,14,Arrahmah.com,1,Articles,2,Artikel,11,Asian Youth Robot Olimpiade,1,Asosiasi Pesantren NU,1,Aswaja,24,Asy'ariyah,1,Australia,1,Avicenna Roghid Putra,1,Ayat-ayat Syifa',1,Ayman Adz Dzawahiri,1,AYRO,1,Bangsa Indonesia,1,Banser,1,Banten,1,Batik,1,Batik Indonesia,1,Battle,1,Battle of Uhud,1,Beasiswa,8,Beasiswa Kemenag,3,Beasiswa Madrasah,1,Beasiswa Santri,1,Beasiswa Santri 2016,1,Beasiswa Santri Berprestasi,2,Beasiswa Santri Berprestasi 2016,1,Bekasi,1,Belajar Islam,12,Berita,100,Berita Islam,2,Bid'ah,2,Bid'ah para Sahabat,1,Bima Arya,1,Biseksual,1,Bisnis Haram,1,BNN,1,BNN di Jepara,1,Bom Kuningan,1,Bom Sarinah,2,Bom Thamrin,2,Brain,1,Budaya,1,Bulan Rajab,1,Burdah,1,Cerpen,1,Channel Arrahmah,19,Charlie Hebdo,1,Cheng Ho,1,Choirul Anam,1,Cinta,1,Cinta Bangsa,1,Cinta Tanah Air,1,Counter Radicalism,2,Cybercrime,1,Dakwah Islam,3,dan Transgender,1,Dea Anugerah,1,Deklarasi Nahdlatul Ulama,1,Digital Media,1,Direktorat Pendidikan Madrasah,1,Dit PD Pontren Kemenag,1,Doa dan Tirakat,1,Doa Nabi,1,Doa Setelah Shalat,1,Doa Wudhu,1,Dosen UIN Walisongo,1,Download,1,Dr. Amin Haedari,1,DR. KH. M. A. SAHAL MAHFUDH,1,Dr. Nadirsyah Hosen,4,Dzikir Setelah Shalat,1,Editor's Choice,10,Effendi Choirie,1,Ekologi,3,Ekonomi,2,Eksekusi Mati Al-Nimr,1,English Edition,1,Esensi Syariah,1,Fadhila Haifa’ Afifah,1,Fardhu Wudhu,1,Fatayat NU,2,featured,137,Featured Arrahmah,42,Fiqih Lingkungan,2,Fokus Khusus,1,Fundamentalis akan Habis,1,Gafatar,1,Galeri,3,Gay,1,Geluntung Agel Wafi,1,Gerakan Nasional AyoMondok,1,Gerhana Matahari,3,Gerhana Matahari Total,1,Grand Syaikh Al-Azhar,1,Grants,1,Griya Gus Dur,1,Guru Inspiratif,1,Guru Madrasah,1,Guru MAN,1,Guru PAI,1,Gus Ahmad Muwaffiq,1,Gus Dur,9,Gus Mus,5,GusDur.net,1,Gusdurian,1,Habib Novel,2,Habib Syech,1,Habib Umar bin Hafidz,2,Hadist,1,Hadist Jibril,1,Hadits 72 Bidadari,1,Hadits Diskriminatif,1,Hafidzoh,1,Haji,5,Haji 2015,1,Hajj,1,Halal bi Halal,2,Halaqah,1,Hamid Ahmad Masduki Baidlawi,1,Har Santri,1,Hari Arafah,1,Hari Batik Nasional,1,Hari Natal,1,Hari Santri,18,Harlah,1,Hasan al-Bashri,1,Haul Gus Dur,1,Haul Sunan Bonang,1,Headline,14,Hikam Zain,12,Hikmah,44,Hikmah Islam,6,Hipsi,3,Hisab,1,Hizbut Tahrir,2,Hizbut Tahrir Indonesia,2,Hoax,2,Hong Kong,1,HTI,1,Hubbul Wathan minal Iman,1,Hukum Islam mengenai LGBT,1,Hukum Membunuh,1,Hukum Membunuh dalam Islam,1,Hukum Ucapan Natal,1,Humor,2,I-Banking,1,Ibu Nabi Muhammad,1,Ibunda Nabi Muhammad,1,IDC,1,Ideologi,1,Idhul Adha,1,Idul Adha,4,Idul Fitri,1,IISRO,1,Ijtihad,1,Ikhbar,42,Ilmu Kalam,1,Imam Abu Qasim Qushairi ra,1,Imam al-Syafi’i,1,Imam Muslim,1,Imlek,1,Indonesia Darurat Narkoba,1,Inspirasi,5,Interfaith,1,Internasional,25,International,2,International Islamic School Robot Olympiad,1,Internet Banking,1,Iqbal Khalidi,3,Iqbal Kholidi,1,ISIS,6,Islah Gusmian,1,Islam,16,Islam dan Perdamaian,1,Islam Di China,3,Islam di Papua,1,Islam Indonesia,3,Islam Nusantara,24,Islam Papua,1,Islam Radikal,1,Islamic Event,1,Islamic State,1,Istighosah Kubro,1,Jakarta,1,Jakarya,1,Jamiyatun Nasihin,1,Jawa Barat,2,Jawa Tengah,6,Jawa Timur,4,Jazirah Arab,1,JIhad,3,Jihad fi Sabilillah,1,Jokowi,1,Jurnalistik,1,K.H. Ahmad Umar Abdul Manan,1,Kabar Pesantren,4,Kabar Pesantrens,1,Kajian Islam,11,Kalender,2,Kalender Islam,1,Kalimah Syahadat,1,Kampus,1,Kekerasan,1,Kementerian Agama,1,Kementerian Agama RI,1,Keraton Sumenep,1,Ketua PBNU,1,Keutamaan Bulan Rajab,1,Keutamaan Shalat Tarawih,16,Keutamaan Shalawat Nabi,1,Keutamaan Tarawih,1,KH A Ghazalie Masroeri,1,KH Abdurrahman Wahid,5,KH MA Sahal Mahfudh,2,KH Maemon Zubair,1,KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh,1,KH Sahal Mahfudh,3,KH Said Aqil Siraj,1,KH Wahab Hasbullah,1,KH. Abdul Aziz Manshuri,1,KH. Abdul Ghoffar Rozien,1,KH. Abdul Karim,1,KH. Hasyim Asyari,1,KH. Lukman Harits Dimyati,1,KH. Maimoen Zubair,7,KH. Marzuqi Dahlan,1,KH. Mustofa Bisri,2,KH. Sholeh Darat,6,KH. Zainal Mustafa,2,KH.Shalih Darat,1,Khanza Iliyina Syafa,1,Khawarij,1,Khazanah Isam,5,Khazanah Islam,290,Khilafah Islamiyah,4,Khofifah Indar Parawansa,1,Khulafaur Rasyidin,1,Khutbah,1,Kiai Abdul Hamid,1,Kiat Menulis,1,Kiddle,1,Kisah Hikmah,5,Kita Tidak takut,1,Kitab Durrotun Nasihin,1,Kitab Kuning,3,Kitab Sifat Dua Puluh,1,Kitab Suci,1,Kolom,9,Konferwil NU Jabar,1,Konflik Sunni-Syiah,1,Kongkow Sufi,2,KPAI,1,Kreatif Indonesia,1,KUPI,1,Kyai Maimoen Zubair,1,Kyai Pesantren,1,la hukma illa lillah,1,Lapan-A2,1,Laporan,1,Le Petit Prince,1,Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama,1,Lesbian,1,Letter of Acceptance,1,LFNU,1,LGBT,2,Liberalisme,1,Life of Mohammed,3,Life of Muhammad,2,Liga Santri,1,Liga Santri Nusantara,1,Lingkungan,1,LIPI,1,Litbang Kemenag,1,LoA,1,Logo Muktamar NU ke-33,1,Love Peace,1,LPDP,1,LSN,2,Lukman Hakim Saifuddin,2,Lunar System,1,M. Nur Kholis Setiawan,1,M. Rikza Chamami,7,M. Rikza Khamami,1,Madrasah,3,Madrasah Diniyah,1,Madrasah Lebih Baik,2,Mahbub Ma'afi,1,Mainstream Media,1,Majelis Shalawat,1,Makalah,3,Makam Nabi,1,Makam Nabi Muhammad SAW,1,Makam Rasulullah,1,Makam Sunan Bonang,1,Makkah,1,Makna Bismillah,1,Makna Logo Muktamar NU ke-33,1,Manhaj Salafi Imam Syafi’i,1,Manhaji,1,Manusia Robot Bali,1,Masjid,1,Masjid Zhenjiao,1,Masjidid Haram,1,Masjidil Haram,1,Maturidiyyah,1,Maulid,3,Maulid Burdah,1,Maulid dalam Islam,1,Maulid Nabi,3,Maulid Nabi Muhammad SAW,2,Mbah Hamid Pasuruan,1,Mbah Maimoen Zubair,1,Mbah Moen,1,Mbah Moen Sarang,3,Mbah Mun,1,Mbah Sahal,1,Mbah Sholeh Darat,1,Media,2,Media Sosial,1,Media Watch,1,Mehmet Gormez,1,Menag,1,Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia,1,Mengenal Jejak Mengenal Watak,1,Menristek,1,Menulis,1,Merayakan Maulid,1,Milad,1,Minhajul 'Abidin,5,MTs Surya Buana Malang,1,MTsN 2 Pamulang,1,MTT,1,Muhammad,2,Muhammad Nasir,1,Muhammad PBUH,1,Muhammad SAW,3,Muharram,2,Mujaheeden,1,Mujahidin Palestina,1,Mukiyah,1,Mukjizat,2,Muktamar NU,1,Muktamar NU ke 33,2,Munawir Aziz,1,Muntaha Azhari,1,Museum Keraton Sumenep,1,Muslim Hong Kong,1,Muslim Kagetan,1,Muslim Papua,1,Muslimat NU,1,Nabi dan Rasul,1,Nabi Muhammad,2,Nabi Muhammad SAW,7,Nadirsyah Hosen,3,Nadlatul Ulama,1,Nahdatul Ulama,9,Nahdlatul Ulama,84,Name of Allah,1,Narkoba,1,Nasional,105,Nasionalisme,1,Natal,1,Natal 2015,1,Natal dan Maulid,1,Netizen Jurnalistik,1,News,169,News Ikhbar,1,News Pictures,15,NKRI,1,NKRI Harga Mati,2,NU,4,NU ANZ,1,NU Bogor,7,NU Care,1,NU Garis Lurus,1,NUCare,1,NUPeduli,1,Olimpiade Kedokteran,1,Opini,168,Opinion,1,Opnion,1,Orbituari,1,Palestina,2,Palestine,1,Palestine Mujaheeden,1,Papua,1,Parenting,1,PBNU,3,PBSB,3,PBSB 2016,1,Peace,1,Pendaftaran PBSB 2016,1,Pendididkan Islam,18,Pendidika Islam,1,Pendidikan,84,Pendidikan Agama,1,Pendidikan Islam,82,Pendidikan Madrasah,1,Pendidikan Politik,2,Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam,1,Pendidikn Karakter,1,Penggrebekan di Jepara,1,Penjajahan,1,Penulis,1,Perang,1,Perang Badar,1,Perang Uhud,1,Perguruan Tinggi NU,1,Perkemahan Rohis,1,Pesan Kiai,1,Pesantren,43,Pesantren Assalafiyah Cirebon. Assalafiyah,1,Pesantren Lirboyo,2,Pesantren Salaf,1,Pilihan Editor,105,Pilkada,1,Pilkada 2017,1,Pilkada DKI,1,Polemik Sejarah Tere Liye,1,Politik,8,Ponpes Al-Anwar,1,Prof. Dr. Ahmad Tayyeb,1,Profil,3,PTKI,1,Puasa Arafah,1,Puisi,6,Pustaka,3,Pustaka Pesantren,1,Qawli,1,Qurban,2,Radikalisme,3,Rajab,1,Ramadhab,1,Ramadhan,54,Ramadhan 2015,12,Ramadhan 2016,2,Ramadhan di Hong Kong,1,Rasis,1,Rasullah,1,Rasulullah SAW,6,Refleksi Akhir Tahun,1,Release,2,Religion,2,Resolusi Jihad,2,Resolusi Jihad NU,1,Rezeki,1,Rezeki Halal,1,Risalah NU,1,RMI NU,2,Rokok,2,Rubbubiyah,1,Sahabat,1,Sahabat Nabi,2,Sahih Muslim,1,Said Budairy,1,Saifuddin Zuhri,1,Saifullah Ma'shum,1,Sajak,1,Salafi,2,Salam,1,Sanad Keilmuan,1,Santri,1,Santri Goes To Papua,1,Santri Menulis,1,Santri Urban,1,Sarkub Papua,1,Sastra Islam,2,Satelit,1,Satelit Indonesia,1,Sayembara Logo Muktamar NU ke-33,1,Science,2,Sedekah,1,Sejarah Al-Qur'an,1,Sekolah Lima Hari,1,Seni dan Sastra Islam,2,Seri Belajar Islam,5,Seri KH. Said Aqil Siraj,1,Seri Tokoh,1,Shahih Muslim,1,Shaikh Nimr Baqir al-Nimr,1,Shalat,2,Shalat Gerhana,1,Shalat Tarawih,14,Shalawa Nabi,1,Shalawat Nabi,2,Shalawat Nabi Muhammad SAW,2,Shalawat Nariyah,1,Sholat Tarawih,1,Sholeh Darat,1,Short Course,1,Sifat Mulia Rasulullah SAW,1,Silsilah Nabi Muhammad SAW,1,Silsilah Rasulullah,1,Sindikasi Damai,14,Sindikasi Media,1,Singaparna,1,Sirah Nabawiyah,2,Siswa Berprestasi,1,Slamet Basyid,1,solar system,1,Sufistik,1,Sumanto Al Qurtuby,3,Sumenep,1,Sunnah,1,Sunnah Rasulullah,1,SUNNI,1,Sunni-Shia,1,Sunni-Syiah,1,Surat Edaran Gubernur Jateng,1,Surat Terbuka,1,Suriah,1,Syafa'at Rasulullah,1,Syafaat Nabi,1,Syahid,1,Syahrozad Zalfa Nadia,1,Syariah,2,Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani,1,Syeikh Abdul Qodir Al-Jailany,1,Syekh Dr. Muhammad Fadhil,1,SYIAH,3,Tafsir,1,Tafsir Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani,1,Tahlilan,1,Tahun Baru 2016,1,Tahun Baru Islam,1,Tahun Baru Masehi,1,Tanah Suci,1,Tarawih,21,Tasawuf,2,Tawan,1,Tayyip Erdogan,1,Tekno,13,Teladan Nabi,2,Teologi Teror,1,Teraweeh,1,Tere Liye,1,Teror,1,Teror 2016,1,Teror Jakarta,1,Teror Sarinah,1,Teror Thamrin,1,Teroris,2,Terorism,1,Terorisme,8,Tiong Hoa,1,Tionghoa,1,Tips and Trick,1,Tokoh,46,Tokoh Dunia,1,Tokoh Indonesia,13,Tokoh Islam,40,Tokoh Kemerdekaan,1,Tokoh NU,6,Tokoh Perempuan,1,Tokoh PMII,1,Tokoh Syiah,1,Toleransi,3,Tradisi,2,Tragedi Crane di Masjidil Haram,1,Trend Sosial,1,Tuah Pesantren,1,Tulisan Arab,1,Turki,1,TurnBackHoax,1,Tutorial,1,Ubaidillah Achmad,8,Ubaidillah Ahmad,1,Ucapat Selamat Natal,1,Uhud,1,Ulama,5,Ulama Indonesia,1,Ulama Perempuan,1,Ulama Salaf,1,Uluhiyah,1,UNU,2,Ustadz Fathuri,2,Ustadz Lc,1,Ustadz Yusuf Mukhtar Sidayu,1,Video,2,VoA-Islam,1,Wahabi,2,Wali Pasemone,1,Wali Songo,1,Walisongo,3,Waliyullah,1,Wawasan,1,Wawasan Islam,8,Wawasan Nusantara,15,Website Islam Indonesia,1,Website Islam Nusantara,1,Wirid dan Doa,1,Wirid dan Doa Setelah Shalat,1,Women and Jihad,1,Women Fighter,1,World Peace,1,Wudhu,3,Yayasan Saifuddin Zuhri,1,Yogyakarta,1,Z-Featured,3,Zainal Mustafa,1,Zakat Fitrah,1,Zakir Naik,2,Zakky Zulhazmi,1,ZIarah,3,خطبة كسوف الشمس,1,
ltr
item
Arrahmah.co.id - Portal Berita Islam: HARLAH NU 94 Menjaga NKRI: Bubarkan HTI Dan FPI
HARLAH NU 94 Menjaga NKRI: Bubarkan HTI Dan FPI
Saya ingin mengawali tulisan ini dengan ucapan selamat untuk organisasi seribu Ulama yang berada pada bendera NU, yang sekarang ini bersama umat Islam, telah memperingati hari lahir ke-94, tepat pada tanggal 13 April 2017 atau 16 Rajab 1438. Bendera NU ini berkibar bersama para Ulama yang berkomitmen menjaga tradisi kenabian untuk membangun peradaban dan kemanusiaan. Para Ulama NU diakui reputasi keilmuannya di dunia Islam sebagai pewaris para Nabi dan mereka ini memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi terhadap NKRI.
https://2.bp.blogspot.com/-EDcAzfqO7Rw/WPWrBzUrzXI/AAAAAAAADAc/qkr_fZoHI-or0hlu4Q0cAd0OT4uDaIb5ACLcB/s640/HTI%2Bdan%2BFPI.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-EDcAzfqO7Rw/WPWrBzUrzXI/AAAAAAAADAc/qkr_fZoHI-or0hlu4Q0cAd0OT4uDaIb5ACLcB/s72-c/HTI%2Bdan%2BFPI.jpg
Arrahmah.co.id - Portal Berita Islam
http://www.arrahmah.co.id/2017/04/harlah-nu-94-menjaga-nkri-bubarkan-hti-fpi.html
http://www.arrahmah.co.id/
http://www.arrahmah.co.id/
http://www.arrahmah.co.id/2017/04/harlah-nu-94-menjaga-nkri-bubarkan-hti-fpi.html
true
766049156261097024
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy