Rukun Shalat Keempat: Membaca Surat Al-Fatihah – #SeriBelajarIslam

0 52
Rukun Shalat Keempat: Membaca Surat Al-Fatihah
Rukun Shalat Keempat: Membaca Surat Al-Fatihah
BELAJAR ISLAM, ARRAHMAH.CO.ID – Dalam At-Tadzhib, tidak disebutkan keterangan detailnya. Karena itu, mari kita membaca ulasan Abdurrahman Al-Jazari dalam Al-Fiqh ‘ala Madzahibil Arba’ah. Ada 5 pertanyaan dikemukakan di awal pembahasan.
1. Apakah Membaca Al-Fatihah itu rukun atau menjadi fardlu shalat, adalah ijma’ atau kesepakatan semua ulama madzhab?
2. Apakah ia wajib dibaca pada setiap raka’at shalat, baik shalat fardlu maupun shalat sunnah?
3. Apakah ia wajib dibaca oleh setiap orang yang shalat, baik munfarid (shalat sendirian), imam, dan makmum?
4. Bagaimana bagi yang tidak mampu membaca Surat Al-Fatihah?
5. Apakah disyaratkan saat membaca terdengar oleh diri sendiri atau tidak?

Beberapa Prinsip Dasar Membaca Al-Fatihah
1. Ulama madzhab sepakat bahwa membaca surat Al-Fatihah adalah fardlu shalat. Karena itu jika ada yang tidak membaca dalam salah satu raka’atnya, baik shalat fardlu maupun sunnah, maka batallah shalatnya. (Al-Fiqh ‘ala Madzahibil Arba’ah, juz 1, h. 208)
Dalilnya, di antaranya adalah:
لا صلاة لمن لم يقرأ فيها بفاتحة الكتاب
Tidak ada shalat bagi yang tidak membaca Fatihatul Kitab.” (HR. Bukhari No. 723, Muslim No. 394, 395. Abu Daud No. 822, At Tirmidzi No.247, Ibnu Majah No. 837, Ibnu Hibban No. 1785, Al 
Baihaqi dalam Sunannya No.2193)
” من صلى صلاة لم يقرأ فيها بأم القرآن فهي خداج” ثلاثا، غير تمام. فقيل لأبي هريرة : إنا نكون وراء الأمام. فقال: اقرأ بها في نفسك

Barangsiapa yang shalat di dalamnya tidak dibacakan Ummul Quran maka khidaj (3x), yaitu tidak sempurna.” Lalu ditanyakan kepada Abu Hurairah: “Sesungguhnya kami shalat di belakang imam.” Beliau menjawab; “Bacalah pada dirimu (pelanpelan).” (HR. Muslim No. 395)

Memang, ada satu pendapat yang menyelisihi, yaitu madzhab Hanafi, yang mencukupkan dengan membaca sebagian Al-Qur’an, tidak harus Al-Fatihah, bisa surat yang lain. Hal ini mereka dasarkan pada surat Al-Muzammil ayat 20, “Maka bacallah kalian apa yang mudah dari Al-Qur’an.” 
Maksudnya, bacallah ketika shalat.
Dasar yang lain adalah hadist Nabi, “إذا قمت إلى الصلاة فكبر، ثم اقرأ ما تيسر معك من القرآن
“Jika kamu hendak shalat, maka bertakbirlah, lalu bacalah apa yang mudah bagimu dari Al Quran.” (HR. Bukhari No. 724, 5897, 6290. Muslim No. 397, Abu Daud No. 856, At Tirmidzi No. 302, Ibnu Hibban No.1890, Al Baihaqi dalam Sunannya No.2091, Ibnu Khuzaimah No. 461, Ibnu Abi Syaibah dalam Al Mushannaf , 1/322. Ahmad No, 9635)
Atau hadist lain menyebutkan, “Ketika engkau hendak shalat, maka sempurnakanlah wudlumu, lalu menghadaplah ke kiblat, dan bacalah apa yang mudah dari Al-Qur’an.” Dan hadist, “Tidak ada shalat kecuali membaca Al-Qur’an.
Namun, dalil-dalil ini bagi ulama mayoritas dikatakan sudah dinaskh oleh hadit lain yang mewajibkan membaca Surat Al-Fatihah, bukan umum Al-Qur’an.
Rubrik Belajar Islamdiasuh oleh Ustadz Fathuri, disarikan dari Kajian Online Reboan, Majelis Tafsir Jalalain.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...