Kongkow Sufi, Kajian ke-6: Kuda Perang Professional yang Tangguh , Berprestasi Dunia Akhirat

Kongkow Sufi, Kajian ke-6: Kuda Perang Professional yang Tangguh , Berprestasi Dunia Akhirat

Kongkow Sufi, Kajian ke-6: Kuda Perang Professional yang Tangguh , Berprestasi Dunia Akhirat
Kongkow Sufi, Kajian ke-6: Kuda Perang Professional yang Tangguh , Berprestasi Dunia Akhirat
ARRAHMAH.CO.ID -  Program Kongkow Sufi “Manajemen Sufi untuk Kesalehan Profesional” pada bulan Maret 2017 ini telah memasuki kajian ke-6 yang mengusung tema “Kuda Perang Professional yang Tangguh , Berprestasi Dunia Akhirat.” Acara yang diselenggarakan oleh PPM Aswaja bertempat di Café Sere Manis, Jakarta Pusat pada hari Rabu, 08 Maret 2017 yang dihadiri oleh para professional muda dari berbagai bidang pekerjaan yang berdomisili di Jabodetabek.

Program Kongkow Sufi ke-6 ini dibuka oleh Koordinator Acara Bapak Mukhlisin yang menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran para peserta yang menjadi penyemangat panitia untuk melanjutkan program pada bulan-bulan berikutnya. Kongkow Sufi ini memiliki tujuan untuk memberikan kesejukan kepada para professional sehingga mengurangi kegelisahan di tengah-tengah kesibukan dan hedonisme ibukota. Sesi tanya jawab setelah penyampaian materi oleh KH.M. Luqman Hakim, Ph.D dapat dimanfaatkan oleh para peserta untuk memperdalam isi kajian.

KH. M. Luqman Hakim, Ph.D membuka materinya dengan bacaan Shalawat yang ditujukan kepada Nabi Besar Muhammad SAW yang kita nantikan syafaatnya di Yaumil Kiyamah. Menurut Kiai Luqman “Keselamatan dunia akhirat itu berkaitan erat dengan sejumlah ayat-ayat Al Quran. Ayat itu menekankan kita pada kekhilafahan kita. Manusia sebagai Khilafah diberikan potensi di bidangnya masing-masing. Konsep Khilafah pada manusia merupakan profesionalitas kita sesuai dengan profesi masing-masing”.

Ada hal-hal yang menjadi peluang sekaligus tantangan untuk kita, tantangan pertama menurut Al-Quran bahwa ketika Allah berfirman menjadikan manusia sebagi khalifah di bumi, malaikat tidak setuju karena manusia memiliki kecenderungan merusak apa yang ada di bumi dan menumpahkan darah. Sedangkan malaikat yang senantiasa terus-menerus memuji dan bertasbih kepada Allah, tidak diangkat sebagai khalifah. Tetapi, misteri tentang manusia ini hanya sedikit hal yang diketahui manusia.

Malaikat hanya mengetahui manusia dari kaca mata malaikat, yang diketahui malaikan hanyalah pinggir-pinggirnya saja. Di antara hal yang termasuk di luar prediksi malaikat adalah ketika Allah mengajari manusia berdoa agar mampu menjadi khalifah di bumi dengan doa yang kita kenal dengan doa Sapu Jagad.

Menurut KH.M.Luqman Hakmi, Ph.D, “doa Sapu Jagad bersifat Rububiyah yang berarti sifat Allah yang menghubungkan diri kita dengan seluruh makhluk ciptaan-Nya. Pada sifat Robb ini kita mengenal tentang manajemen, kita diajari tentang profesionalisme”.

Jika seseorang telah diberi hasanah di dua rumah yaitu rumah dunia dan rumah akhirat maka dia akan meraih ikhsan di dua tempat yaitu dunia dan akhirat. Dimensinya pun akan menjadi berfokus pada Illahi, hanya untuk meraih ridho Allah. ( RZ/muslimforall/Ibn Yaqzan)
Previous Post
Next Post

post written by:

0 Comments: