Komunitas Pecinta Kiai Sholeh Darat Peringati Satu Tahun Pengajian

Komunitas Pecinta Kiai Sholeh Darat Peringati Satu Tahun Pengajian

ARRAHMAH.CO.ID - Tak terasa satu tahun Komunitas Pecinta Kiai Sholeh Darat (Kopisoda) telah meng(k)aji pemikiran kiai Sholeh Darat dengan membaca karya-karyanya. Banyak tanggapan positif terhadap pengajian rutinan ini. Pertemuan kedua belas ini bertempat di pesantren Nurul Hidayah tempat ketua Kopisoda KH. In’amuzzahidin mengasuh pesantrennya. Seperti biasa pengajian ini menghadirkan tokoh yang konsen dalam keilmuan Mbah Sholeh Darat, kali ini hadir KH. Ahmad Sudibyo dari Genuk Semarang (19/3).

Selama satu tahun ini, antusiasme masyarakat terhadap Kopisoda ini sangat bagus. Mulai dari masyarakat awam hingga akademisi. Rapat Kopisoda yg digelar usai pengajian rutin membahas beberapa hal. Tindak lanjut program pendirian Soleh Darat Center atau Pusat Kajian Kyai Sholeh Darat. Diputuskan lembaga yang berfungsi sebagai pusat data tersebut akan didirikan dengan bekerjasama dengan Fakultas Ushuluddin dan Humaniora Walisongo. Gus In’am (panggilan akrab KH. In’amuzzahidin) mewakili pengurus menyatakan terkait penamaan masih kita fikirkan bersama.

“Kita telah mendapat dukungan dari dekan FUHUM utk membuat pusat kajian Kiai Sholeh Darata tersebut di fakultas tersebut. Karena sesuai dengan jurusan yang ada di fakultas tersebut”, tambah Gus In’am yang juga mengajar di FUHUM UIN Walisongo.

Di pusat kajian ini nantinya papar Gus In’am, akan disediakan seluruh kitab karya kiai Sholeh Darat dan semua pustaka yang berkaitan dengan kiai Sholeh Darat. Dalam pertemuan kemarin, pengurus Kopisoda telah menyediakan dua eksemplar dari 13 kitab karya Mbah Sholeh dan dua buku hasil penelitian tentang beliau.

Sekretaris Kopisoda, Muhammad Ichwan menambahkan bahwa banyak aspirasi masuk. Diantaranya, saran dari jama’ah untuk mengadakan pengajian yang bersifatnya permanen di satu tempat. Namun, tak meninggalkan pengajian yang berpindah-pindah ini. Ada juga yang mengusulkan permintaan dari saudara-saudara untuk membuka Kopisoda di kota lain.
“Semua usulan dan gagasan ini akan kita tindak lanjuti. Untuk Pusat Kajian Mbah Sholeh Darat dalam waktu dekat akan kita resmikan. Kita juga membuka diri dengan tangan terbuka bagi jama’ah yang ingin mewakafkan karya-karya nya tentang Mbah Sholeh,” papar Gus In’am alumnus pesantren Futuhiyyah ini.

Dalam satu tahun perjalanan Kopisoda ini tercatat dua buku yang mengkaji Mbah Sholeh Darat diantaranya Kiai Sholeh Darat dan Dinamika Politik di Nusantara Abad XIX-XX M karya Taufiq Hakim (2016) dan KH. Muhammad Sholeh Darat Al-Samarani; Maha Guru Ulama Nusantara karya Amirul Ulum (2016). Kedua penulis inipun aktif dalam grup Kopisoda. Ditambah buku terjemahan atas Kitab Kiai Sholeh Darat juga sudah terbit. Yaitu Matan Al hikam yang di terjemah dalam bahasa Indonesia oleh penerbit Sahifa pada 2016 lalu. Dalam waktu dekat Kopisoda akan menerbitkan  buku terjemah juga. Yaitu terjemah kitab Tauhid Tarjamah sabīl al-‘abīd ‘alá jawharāt al-tawḥīd dan tafsir al-Fatihah dari kitab Fayḍ al-raḥmān fī tarjamat tafsīr kalām malik al-dayyān. Terjemahan kali ini akan tetap menjaga bahasa Jawa dengn aksara pegon dan terjemah dalam Bahasa Indonesia.
(Zulfa/Ibnu Yaqzan)
Previous Post
Next Post

post written by:

0 Comments: