Refleksi Nahdiyin atas tragedi penolakan Tengku Zulkarnain di Sintang

Refleksi Nahdiyin atas tragedi penolakan Tengku Zulkarnain di Sintang

Oleh: Holi Hamidin, S.Pd.I
OPINI, ARRAHMAH.CO.ID - Sedikit mengingat, waktu itu saya pergi ke Sintang bersama seorang tokoh. Saya betemu dengan para tokoh adat. mereka menjawab serentak, Sintang hingga saat ini hidup rukun antar ummat beragama dan suku. Itu terbukti, di Sintang terdapat universitas Islam, acara adat istiadat keagamaan, tradisi nenek moyang dan lain-lain.

Saya juga dikenalkan kepada tokoh adat dayak. Semua tokoh dayak juga tau saya suku Madura. Luar biasa penghormatan mereka kepada rombongankan termasuk saya.
Hari ini saya mendengar berita sebaliknya. Sintang anti toleran dan lain-lain. Saya lalu konfirmasi kejadian sebenarnya di sana. Saya pun dapat berita, bahwa Sintang tidak menolak MUI, tetapi yang ditolak adalah Zulkarnain. Menurut mereka Zulkarnain akan mengganggu kerukunan di Sintang. Apalagi, mereka mengetahui Zulkarnain adalah tokoh kontroversial.

Dalam kejadian ini, saya tidak memihak kepada siapapun. Tapi saya ingin mengatakan, mohon hentikan gerakan mengatasnaman Islam atau menggunakan embel-embel Islam bukan pada tempatnya, penolakan orang tersebut bukan saja di Sintang dan di Melawi, tetapi juga banyak di tempat lain.

Lagipula, kami, Nahdiyyin bisa berdakwah di mana saja bahkan kami diberi ruang oleh mereka. Jangankan di KalBar, di Papua pun kami diberi ruang hidup rukun dan bergandengan. Dengan adanya penolakan ini, harusnya koreksi untuk Zulkarnain bukan malah membalas dengan aksi masa pula. Dakwah dengan kekerasan (red.) telah dihapus oleh ulama terdahulu kami.

Holi Hamidin, S.Pd.I, Aktivis Muda NU Pontianak
Editor: Ibnu Yaqzan
Previous Post
Next Post

post written by:

0 Comments: