Keutamaan Bershalawat Kepada Nabi oleh Syekh Idrus al-Buthoni dalam Kitab Misbah Al-Raajin

Sebenarnya ini merupakan catatan lama, atau katakanlah review atas kitab yang saya baca. Lalu dengan beberapa pertimbangan, catatan ini penting untuk saya angkat ke permukaan setelah melakukan diskusi virtual bersama kang Iqbal. Kebetulan diskusi yang kami bahas adalah soal kontribusi ulama Nusantara terhadap aktualisasi kecintaan kepada baginda Nabi Muhammad s.a.w. dengan bentuk ragam redaksi shalawat.

Kesultanan Buton. Photo: Wikipedia
Oleh: Mohammad Khoiron

مصباح الراجين في ذكر الصلاة والسلام على النبي شفيع المذنبين

Pendahuluan

Sebenarnya ini merupakan catatan lama, atau katakanlah review atas kitab yang saya baca. Lalu dengan beberapa pertimbangan, catatan ini penting untuk saya angkat ke permukaan setelah melakukan diskusi virtual bersama kang Iqbal. Kebetulan diskusi yang kami bahas adalah soal kontribusi ulama Nusantara terhadap aktualisasi kecintaan kepada baginda Nabi Muhammad s.a.w. dengan bentuk ragam redaksi shalawat. 

Kemudian dari situlah saya memperkenalkan sosok Syekh Muhammad Idrus Qaimuddin al-Buthoni yang tak lain seorang raja di wilayah Buton tahun 1824 M, sekaligus seorang ulama yang cukup produktif dalam melahirkan karya tulis.

Pembahasan ini saya mulai dari kata "al-Shalah", di mana kalimat tersebut mempunyai makna yang bermacam-macam sesuai dengan siyaq al-Kalam atau padanan kalimat yang melingkupinya. Misalnya, Al-Tabari mengomentari ayat “Innalaaha wa malaaikathu yushalluna alan nabi” dengan pengertian sesungguhnya Allah memberikan rahmat kepada Nabi Muhammad s.a.w.. Lalu kemudian malaikat memintakan ampun kepada Allah atas Nabi, dilanjutkan kemudian oleh manusia sebagai ungkapan dalam bentuk doa.

Dari sini dapat dipahami bahwa “al-Shalah”  yang jikalau dijamakkan, maka akan berunah menjadi “shalawat”. Ia mempunyai peran penting dan bagian yang tak terpisahkan dari ibadah bagi kaum muslimin selaku umat Nabi Muhammad s.a.w.. Hal ini dipertegas oleh sebuah hadits: "Man shalla alayya wahidan, shallallahu alaihi asyran". Barang siapa yang berdoa kepadaku satu kali, niscaya Allah merahmatinya sepuluh kali.

Mungkin itulah yang menjadi alasan saya untuk menelaah kemudian mereview kitab “Misbahurrajin Fi Dzikris Shalah Was Salam Alan Nabi Syafi’il Mudznibin”. Sebuah kitab, yang dulunya berupa manuskrip (naskah kuno) yang ditulis oleh al-Allamah Syaikh Muhammad Idrus Qaimuddin Ibnu Badruddin al-Buthoni.

Pendekatan Tahqiq dan Filologi

Sebagaimana telah saya terangkan di atas, bahwa kitab ini sebelumnya berbentuk manuskrip yang kemudian ditahqiq oleh Dr. Nasrullah Jassam, MA. Beliau adalah salah seorang dosen di UNU dan STAINU Jakarta di bawah pengawasan Kementrian Agama RI.

Jika merujuk pada model naskah, yaitu naskah berbahasa Arab. Maka ini tak bisa dilepaskan dari pendapat yang dikemukakan oleh Prof. Nabilah Lubis (1996: 27), yaitu bentuk penelitian yang dilakukan oleh Dr. Nasrullah Jassam selaku pentahqiq adalah Tahqiq al-Nusush atau Tahqiq al-Turats yaitu penelitian terhadap karya-karya ulama klasik.

Dengan demikian, apabila dirunut pada akar genealogi sejarah Tahqiq al-Nusush atau Tahqiq al-Turats ini, akan lahir semacam hipotesis bahwa historisitas akan Tahqiq al-Nushus bermuara pada usaha para sahabat di masa Khalifah Abu Bakar al-Shiddiq dalam mengumpulkan naskah al-Qur’an. Menurut Prof. Nabilah Lubis (1996:51) usaha pengumpulan al-Qur’an tidak semata dilakukan untuk mengumpulkan teks yang berserakan di beberapa pohon, pelepah kurma, dan tulang onta.

Lebih dari itu, kejelian para sahabat dalam menyalin teks sehingga terkumpul ke dalam satu mushaf juga menjadi alasan kuat dari latar belakang sejarah Tahqiq al-Nusush atau Tahqiq al-Turats sebagai bagian dari ilmu filologi.

Disadari atau tidak, khazanah peninggalan berupa naskah merupakan bagian penting dalam kajian suatu peradaban atau kebudayaan, tak terkecuali kajian keislaman. Ribuan naskah yang dihasilkan oleh suatu kebudayaan sangat disayangkan jika tidak digali lebih lanjut sebagai sumber kajian dalam mempelajari kebudayaan tersebut.

Hal ini dikarenakan pengetahuan tentang suatu kaum (peradaban) dapat dilihat dari karya yang dihasilkan oleh kaum yang bersangkutan. Sebagaimana dikutip oleh Nabilah Lubis, Prof. Baroroh Barried pun di dalam pidato pengukuhannya sebagai Guru Besar Ilmu Bahasa Indonesia UGM mempertegas bahwa studi filologi merupakan kunci pembuka bagi khazanah kebudayaan lama yang oleh karena itu perlu diperkenalkan kepada khalayak ramai untuk menumbuhkan minat masyarakat terhadap kebudayaan lama. Filologi merupakan satu kajian yang bertugas menelaah dan menyunting naskah untuk dapat mengetahui isinya. (Nabilah Lubis: 2007:14).

Sementara itu, gerakan tahqiq terhadap beberapa naskah kuno di Indonesia dilakukan oleh Kementrian Agama Republik Indonesia untuk menjaga warisan khazanah intelektual Ulama Nusantara yang memang secara historis kaya akan hal itu. Usaha tersebut menurut direktur Pendidikan Agama dan Pondok Pesantren Kementrian Agama RI dilakukan sejak tahun 2007 M, dan terus dilakukan sampai saat ini.

Di samping karena alasan untuk menjaga warisan intelektual sebagaimana yang saya paparkan di atas, usaha pen-tahqiq-an juga untuk memberikan motivasi kepada para akademisi secara khusus dan masyarakat Indonesia secara umum untuk menumbuh-suburkan dinamika intelektual dari generasi-ke generasi.

Oleh karena itu, Studi Tahqiq sebagaimana jamak diketahui merupakan usaha dalam menyempurnakan naskah kuno dengan jalan melakukan studi ulang atas naskah, sehingga kongklusi dari usaha tersebut benar-benar sesuai  dengan apa yang diinginkan oleh si penyusun naskah. Tidak hanya itu, usaha ini juga bertujuan untuk menguatkan dan mengembangkan spirit ilmiah dalam ruang akademik.

Distingsi Kitab Misbahurrajin

Secara umum, Kitab Misbahurrajin memuat beberapa kumpulan shalawat kepada baginda Nabi Muhammad s.a.w. di mana hal itu menjadi kekhasan tersendiri dari kitab ini. Saya rasa kekhasan itulah yang kemudian menjadi alasan tersendiri bagi Dr. Nasrullah Jassam untuk melakukan tahqiq.
Di samping karena alasan sederhana di atas, ada alasan lain yang menurut saya layak untuk dipertimbangkan, yaitu bahwa Misbahurrajin merupakan satu-satunya kitab yang ditulis oleh ulama Nusantara yang khusus mengemukakan aneka ragama bentuk shalawat kepada Nabi Muhammad s.a.w.. Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa kitab shalawat yang banyak ditulis dan beredar di tengah-tengah umat Islam selama ini justru berasal dari karya ulama-ulama Timur Tengah. Namun yang paling masyhur adalah Sa’adud Dzarain yang ditulis oleh Syekh Yusuf al-Nabhani.

Adapun bentuk kekhasan yang melatarbelakangi Dr. Nasrullah Jassam selaku pentahqiq sebagaimana saya ungkap di atas adalah (1) Keutaman Nabi Muhammad s.a.w. dibanding Nabi-nabi yang lain. Hal ini diperkuat oleh Firman Allah di dalam surat al-Baqarah ayat 253. “Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian (dari) mereka atas sebagian yang lain. di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia) dan sebagiannya Allah meninggikannya beberapa derajat”. (2) Kewajiban atas umat Nabi Muhammad s.a.w. untuk mengikutinya, hal ini ditegaskan di dalam firman Allah dalam surat al-Nisa ayat 80. “80. Barangsiapa yang mentaati Rasul, sesungguhnya ia telah mentaati Allah”.
(3) kewajiban mengagungkan Rasul Muhammad s.a.w.. Hal ini dipertegas oleh temuan pentahqiq bahwa Nabi Muhammad s.a.w. sebagai seorang Rasul, Allah tidak memanggilnya dengan sebutan nama langsung, namun Allah memanggilnya lewat sebutan “Ya ayyuhar rusul atau ya ayyuhan nabi”. Sedangkan (4) Kekhusuan yang diberikan oleh Allah kepada Nabi Muhammad adalah bahwa siapapun yang bershalawat, maka Allah menyampaikannya kepada beliau.

Di samping karena kekhasan sebagaimana saya ungkap di atas, alasan lain yang melatarbelakangi Dr. Nasrullah Jassam dalam mentahqiq kitab karya al-Buthoni ini adalah (1) Nilai-nilai besar yang terkandung di dalam kitab tersebut. (2) Asas manfaat yang begitu mahal. (3) Nilai-nilai besar dan manfaat yang begitu mahal tersebut akan berlimpah jika dicetak dan ditahqiq teksnnya demi menghindari kesalahan. Lebih-lebih karena buku ini memuat beberapa hadits yang belum ditakhrij dan beberapa pengetahuan soal pribadi seseorang yang belum ditulis biografinya, di samping juga ada beberapa tulisan di dalam naskah (manuskrip) yang yang tidak jelas sehingga perlu untuk diperjelas. (4) Kitab karya al-Buthoni mampu membuat hati seorang mukmin menjadi lembut lantaran bertambahnya kecintaan mereka kepada Rasul Muhammad s.a.w. dengan membaca shalawar dan pujian kepada beliau, di mana kesemuanya itu termaktub dalam kitab ini.
Substansi Kitab Misbahurrajin

Di dalam buku Misbahurrajin ada lima mabhats (pembahasan) di mana pada akhir pembahasan disajikan juga isi teahqiq kitab. Adapun kelima mabhats tersebut sebagaimana berikut:

Al-Mabhtsul Awwal, pada bab ini pentahqiq memaparkan pengertian shalawat dan syafaah. Di samping itu ia juga menjelaskan dalil-dalil, tatacara, serta keutamaan shalawat. Sedangkan dalam menjelaskan dalil-dalil shalawat, yang diprioritaskan oleh muhaqqiq adalah dari al-Qur’an dan al-Sunnah. Begitupun saat menerangkan tentang tatacara dan keutamaan shalawat kepada Nabi, sang muhaqqiq banyak mengutip landasan argumennya dengan dalil-dalil hadits Nabi Muhammad s.a.w..

Kemudian beralih kepada pembahasan syafaat, muhaaqiq juga memaparkan tentang etimologi dari syafaat itu sendiri, serta macam-macam syafaat yang melingkupinya. Menurut Syekh Muhammad Idrus al-Buthoni, sebagaimana muhaqqiq kutip, bahwasanya syafaat itu terbagi menjadi tujum macam. (1) Maqam Mahmud yang dimiliki oleh Rasul, (2) Masuknya kaum mukmini ke dalam surga tanpa hisab dan sika, (3) orang yang sudah pasti masuk neraka, namun karena syafaat itu, ia tidak jadi masuk neraka, (4) orang yang diangkat dari neraka, sepanjang di hatinya ada iman walau sebejar biji zarrah, (5) dikeluarkannya orang yang bertahid dari neraka. (6) Bertambahnya derajat para ahli surga, dan (6) diringankannya siksa neraka bagi kaum kafir.

Dari ketujuh pembagian syafaat sebagaimana dikemukakan oleh Syekh Idrus, muhaqqiq kemudian meringkasnya ke dalam dua diversifikasi, pertama adalah Syafaat Udzma yaitu syafaat yang dianugerahkan Allah kepada Nabi Muhammad di padang mahsyar. Syafaat inilah yang oleh Syekh Idrus dinamakan dengan al-Maqam al-Mahmud. Kemudian selanjutnya adalah syafaat yang kedua yaitu al-Syafaah lil Mudznibin, maksudnya dalah syafaat bagi mereka yang melakukan dosa-dosa besar.

Al-Mabhats al-Tsani, pada buku Misbahurrajin ini berisi biografi Syekh Muhammad Idrus al-Buthoni. Beliau dilahirkan di desa Wuliyu atau Wulu atau Wolowa, penulis sendiri tidak bisa memastikan karena di dalam bab ini, muhaqqiq hanya menusliskan وولييو di mana desa tersebut berada di pulau Buton, sebuah pulau yang dekat dekat dengan pulau Sulawesi pada abad ke 18. Dari sini tampaknya muhaqqiq tidak punya data yang jelas mengenai tanggal, bulan, dan tahun lahir dari Syekh Idrus. Namun dari paparan muhaqqiq sendiri, bahwa syekh Idrus al-Buthani menjabat sebagai seorang sultan pada tahun 1824 M pada usia 40 tahun. Karena jabatan sultan inilah Syekh Idrus kemudian memperoleh gelar sebagai Qaimuddin atau yang mendirikan agama karena keluasan ilmu agama yang ia miliki.

Al-Mabhats al-Tsalits, berisi tentang analisis muhaqqiq atas kitab yang ditulis oleh Syekh Idrus. Pada bagian pertama muhaqqiq memastikan bahwa kitab ini bernama “Misbahurrajin Fi Dzikris Shalah Was Salam Alan Nabi Syafi’il Mudznibin” berdasarkan temuan pada mukaddimah naskah. Pada mukaddimah tersebut syekh Idrus mengatakan bahwa yang melatarbelakangi penulisannya adalah karena bermimpi bertemu Nabi Muhammad s.a.w. dan beliau bersabda kepadanya “Jika engkau menulis kitab tentang shalawat, maka namakanlah dengan Misbahurrajin”.

Kemudian pada bagian kedua muhaqqiq menerangkan bahwa keseluruhan naskah yang ditulis oleh Syekh Idrus berupa kumpulan shalawat. Inilah mengapa, pada paparan sebelumnya bahwa kitab yang berupa kumpulan shalawat umumnya ditulis oleh ulama Timur Tengah, namun setelah ditemukan naskah yang ditulis oleh Syekh Idrus, maka hipotesis terkait dominasi karya kitab kumpulan shalawat yang ditulis oleh para ulama Timur Tengah menjadi tertolak. Keunikan Syekh Idrus dalam penyusunan kitab Misbahurrajin ini terletak pada penamaannya. Di mana beliau  dituntun langsunh oleh Nabi Muhammad s.a.w.. tidak hanya itu, menurut penuturan muhaqqiq  bahwa Syekh Idrus dalam menulis naskah tersebut memakai khat naskhi yang hingga manuskrip tersebut ditahqiq, tulisan tersebut masih utuh dan tidak hilang sedikitpun.

Al-Mabhats al-Rabi’, berisi tentang metode yang dipakai oleh muhaqqiq dalam mentahqiq naskah karya Syekh Idrus al-Buthoni. Adapun langkah-langkah yang dilakukan oleh Muhaqqiq adalah:
1. Menulis kembali naskah tersebut dengan menggunakan kaedah penulisan kontemporer.
2. Menyandingkan beberapa kalimat di dalam naskah supaya maknanya utuh dengan menambah tanda (....) untuk keterangan dalam bentuk Hamisy (memberikan keterangan) yang dikemukakan muhaqqi sendiri.
3. Menelaah kembali ayat-ayat al-Qur’an yang ada di naskah.
4. Mentakhrij hadits yang tertuang di dalam naskah.
Mengulas informasi yang tidak masyhur dan tempat-tempat yang asing.
5. Mengulas kembali apa yang perlu diulas di mana hal itu oleh sang muhaqqiq ditempatkan di Hamisy dengan merujuk pada kamus-kamus bahasa.
6. Menempatkan rujukan-rujukan pada akhir nash.
Menempatkan alamat persoalan yang dianggap penting sebagai perhatian bagi pembaca
7. Menetapkan tanda-tanda berupa nomor yang lazim untuk memperterang nash dengan tanda baca (...)

Al-Mabhats al-Khamis’, bagian ini merupakan tambahan dari penulis, dan pada bab ini berisi naskah hasil tahqiq yang telah ditulis ulang oleh komputer di mana pada bab ini merupakan kumpulan dari bermacam-macam shalawat yang telah ditulis oleh Syekh Idrus al-Buthoni. Untuk mempertegas pengetahuan kita terhadap kitab Misbahurrajin, para pembaca yang budiman bisa langsung membaca kitabnya langsung.

Penutup
Pada dasarnya kitab Mishbahurrajin merupakan buku yang berkisah tentang keutamaan bershalawat kepada Nabi Muhammad s.a.w. yang ditulis oleh Syekh Muhammad Idrus al-Buthani yang tidak lain merupakan salah seorang ulama sekaligus waliyullah di daerah Sulawesi. Dari review yang telah saya paparkan di atas dapat disimpulkan bahwa pada hakikatnya shalawat kepada Nabi s.a.w. merupakan keharusan bagi setiap umat Islam, mengingat hal tersebut akan menjadi syafaat kelak pada hari kiamat. Wallahu A'lam...

COMMENTS

Nama

.,1,#AyoMondok,12,#BelajarIslam,8,#CintaNKRI,2,#DanaHaji,1,#HariSantri,19,#HariSantri #HariSantri2017,1,#HariSantri2017,1,#HarlahNU,4,#HarlahNU91,2,#HaulKiaiHasanGenggong,2,#IslamIndonesia,1,#IslamNUsantara,4,#KajianRamadhan,1,#SavePalestine,3,#SaveRohingya,3,1 Muharram,3,1 Syawal,1,2016,1,A. Zakky Zulhazmi,1,Abdlul Halim Hasan,1,Abdul Mun'im DZ,1,Abu Bakar Hasan Assegaf,1,Adab Rasulullah,1,Advetorial,2,Afif Sunakim,1,Agama,1,Agama Cinta,1,Agenda,25,Agenda NU,1,Agnez Mo,1,Agus Zainal Arifin,3,Ahlusunnah wal Jama'ah,31,Ahmad Baso,1,Ahmad Mujib Rahmat,1,Ahmet Davutoglu,1,Ahsunnah,1,AJaran Islam,1,Akhir Zaman,1,Akhlakul Karimah,1,Al-Nimr,1,Al-Qaeda,1,Al-Qur'an,4,Al-Qur'an Raksasa,1,Al-Zastrow Ngatawi,1,Alamsyah M. Dja’far,3,Ali bin Abi Thalib,2,Ali Zawawi,1,Alissa Wahid,1,Allah,1,Almanak,1,Alumni Madrasah,1,Amalan,16,Amalan di Bulan Ramadhan,2,Amalan NU,4,Amalan Rasulullah,1,Amaliah,19,Aman Abdurrahman,1,Amirul Ulum,2,Anas Saidi,1,Angka Istimewa dalam Islam,1,Angka Tiga,1,Angker,1,Ansor,3,Ansor Garut,1,Ansor Malang,1,Ansor Surabaya,1,Anti Korupsi,4,Anti Narkoba,1,Anti Radikalisme,3,Anti Terorisme,2,Anti Wahabi,1,Aplikasi Batik,1,Aqidah,2,Arab,1,Arab People,1,Arab Saudi,2,Arief Mundatsir Mandan,1,Arifin Junaidi,1,Arrahmah Channel,5,Arrahmah Featured,11,Arrahmah.com,1,Articles,2,Artikel,26,Asian Youth Robot Olimpiade,1,Asosiasi Pesantren NU,1,Aswaja,24,Asy'ariyah,1,Australia,1,Avicenna Roghid Putra,1,Ayat-ayat Toleransi,1,Ayman Adz Dzawahiri,1,Ayo Mondok,1,AYRO,1,Bahtsul Masail,1,Bangsa Indonesia,1,Banser,14,Banten,1,Batik,1,Batik Indonesia,1,Battle,1,Battle of Uhud,1,Beasiswa,12,Beasiswa Kemenag,3,Beasiswa Madrasah,1,Beasiswa Santri,1,Beasiswa Santri 2016,1,Beasiswa Santri Berprestasi,2,Beasiswa Santri Berprestasi 2016,1,Bekasi,1,Belajar Islam,26,Berita,148,Berita Duka,5,Berita Islam,3,Bid'ah,2,Bid'ah para Sahabat,1,Bima Arya,1,Biseksual,1,Bisnis Haram,1,BNN,1,BNN di Jepara,1,BNPT,2,Bodo Kupat,1,Bogor,1,Bom Kuningan,1,Bom Sarinah,2,Bom Thamrin,2,BPOM,1,Brain,1,Budaya,1,Buku,6,Bulan Rajab,1,Buletin Jumat,5,Burdah,1,Cak Masykur,25,Cak Nun,1,Cak Nur,1,Cangkir9,2,Cep Herry Syarifuddin,1,Cerpen,2,Channel Arrahmah,37,Charlie Hebdo,1,Cheng Ho,1,Choirul Anam,1,Cinta,1,Cinta Bangsa,1,Cinta Tanah Air,1,Counter Radicalism,6,Cybercrime,2,Dajjal,1,Dakwah Islam,4,dan Transgender,1,Darurat Narkoba,3,Dea Anugerah,1,Deklarasi Nahdlatul Ulama,1,Deklarasi Serpong,1,Densus 88,2,Digital Media,2,Direktorat Pendidikan Madrasah,1,Dit PD Pontren Kemenag,1,DKI Jakarta,1,Doa,31,Doa Akhir Tahun,1,Doa Anak Sholeh,1,Doa Awal Tahun,1,Doa Berbuka,1,Doa dan Tirakat,1,Doa Gus Mus,1,Doa Harian,1,Doa Nabi,1,Doa Pernikahan,2,Doa Setelah Shalat,1,Doa Wudhu,1,Dosen UIN Walisongo,1,Download,1,Dr. Amin Haedari,1,DR. KH. M. A. SAHAL MAHFUDH,1,Dr. Nadirsyah Hosen,10,Dubes,1,Dzikir dan Doa,2,Dzikir Setelah Shalat,1,Editor's Choice,10,Effendi Choirie,1,Ekologi,3,Ekonomi,3,Eksekusi Mati Al-Nimr,1,English Edition,1,Esensi Syariah,1,Fadhila Haifa’ Afifah,1,Fadilah,1,Falak,1,Fardhu Wudhu,1,Fatayat NU,2,Fathoni Muhammad,1,Fatwa MUI,1,FDS,11,featured,133,Featured Arrahmah,44,Fikih,2,Fikih dan Muamalah,3,Fikih Ibadah,10,Fiqh,8,Fiqh Ibadah,1,Fiqh Qurban,6,Fiqh Shalat,3,Fiqih Lingkungan,2,Firqaf,1,Firqah,1,Firqoh,1,Fokus Khusus,1,FSN,2,Fulldayschool,4,Fundamentalis akan Habis,1,Gafatar,1,Galeri,4,Gay,1,Geluntung Agel Wafi,1,Gerakan Nasional AyoMondok,1,Gerhana,1,Gerhana Bulan,1,Gerhana Matahari,3,Gerhana Matahari Total,1,GIYE,1,Good Muslim,13,GP Ansor,8,Grand Syaikh Al-Azhar,1,Grants,1,Griya Gus Dur,1,GTK Madrasah,2,Guru Inspiratif,2,Guru Madrasah,2,Guru MAN,1,Guru Mughni,1,Guru PAI,1,Gus Ahmad Muwaffiq,1,Gus Aqib,1,Gus Dur,23,Gus Miek,1,Gus Mus,9,Gus Muwafiq,1,Gus Rizal Mumaziq,1,Gus Sholah,1,Gus Ubaidillah Achmad,1,Gus Yaqut,1,GusDur.net,1,Gusdurian,2,Habib Abu Bakar,1,Habib Lutfi,1,Habib Luthfi bin Yahya,1,Habib Novel,10,Habib Novel Alaydrus,7,Habib Salim Bin Jindan,1,Habib Sholeh Al-Hamid Tanggul,1,Habib Syech,1,Habib Umar bin Hafidz,3,Hadist,1,Hadist Jibril,1,Hadits,1,Hadits 72 Bidadari,1,Hadits Diskriminatif,1,Hafidzoh,1,Haji,7,Haji 2015,1,Haji 2017,1,Haji 2018,1,Hajj,1,Halal bi Halal,3,Halaqah,1,Hamid Ahmad Masduki Baidlawi,1,Har Santri,1,Hari Arafah,2,Hari Batik Nasional,1,Hari Natal,1,Hari Pahlawan,2,Hari Santri,32,Harlah,2,Harlah NU,3,Hasan al-Bashri,1,Haul,4,Haul Gus Dur,9,Haul Kiai Sholeh Darat,2,Haul Sunan Ampel,1,Haul Sunan Bonang,1,Haul Syekh Nawawi Al-Bantani,1,Headlines,20,Hikam Zain,15,Hikmah,83,Hikmah Islam,45,Hipsi,3,Hisab,1,Hizb,1,Hizbut Tahrir,2,Hizbut Tahrir Indonesia,2,Hoax,2,Hong Kong,1,HTI,2,HTIBubar,6,Hubbul Wathan minal Iman,1,Hukum Islam mengenai LGBT,1,Hukum Melangkahi Kuburan,1,Hukum Membunuh,1,Hukum Membunuh dalam Islam,1,Hukum Ucapan Natal,1,Humor,3,HUT TNI,1,Hymne,1,I-Banking,1,Ibadah,4,Ibn Muljam,1,Ibn Yaqzan,1,Ibu Nabi Muhammad,1,Ibunda Nabi Muhammad,1,IDC,1,Ideologi,1,Idhul Adha,1,Idul Adha,14,Idul Fitri,7,IIEE,1,IISRO,1,Ijazah,6,Ijtihad,1,Ikhbar,42,Ilmu Kalam,1,Image,1,Imam al-Syafi’i,1,Imam Ghazali,1,Imam Malik,1,Imam Muslim,1,Imam Nawawi,1,Imlek,1,INC,2,Indonesia Darurat Narkoba,1,Info Haji,2,Inspirasi,11,Inspirasi Pesantren,2,Interfaith,3,Internasional,98,International,3,International Islamic School Robot Olympiad,1,International Peace Day,1,Internet Banking,1,IPNU,1,IPPNU,1,Iqbal Khalidi,3,Iqbal Kholidi,1,Iran,1,ISIS,11,Islah Gusmian,1,Islam,16,Islam dan Perdamaian,1,Islam Di China,3,Islam di Papua,1,Islam Indonesia,3,Islam Nusantara,28,Islam Nusantara Center,1,Islam Papua,1,Islam Radikal,1,Islamic Event,1,Islamic State,1,Isra' Mi'raj,1,Istighosah Kubro,1,Istikharah,1,Ito Surmardi,1,JAD,1,Jakarta,4,Jamiyatun Nasihin,1,Jasad Utuh,1,Jawa Barat,3,Jawa Tengah,7,Jawa Timur,4,Jazirah Arab,1,JIhad,3,Jihad fi Sabilillah,1,Jokowi,5,Jonru,1,Jurnalistik,1,K.H. Ahmad Umar Abdul Manan,1,Kabar Duka,1,Kabar Pesantren,5,Kabar Pesantrens,1,Kajian Islam,18,Kajian Ramadhan,1,Kalam Ulama,4,Kalender,2,Kalender Islam,2,Kalimah Syahadat,1,Kalis Mardiasih,1,Kampung Damai,1,Kampus,1,Kekerasan,1,Kemenag,3,Kementerian Agama,1,Kementerian Agama RI,3,Keraton Sumenep,1,Kesehatan,4,Ketua PBNU,1,Ketum PBNU,1,Ketupat,1,Keutamaan Bulan Rajab,1,Keutamaan Shalat Tarawih,16,Keutamaan Shalawat Nabi,2,Keutamaan Tarawih,1,KH A Ghazalie Masroeri,1,KH Abdurrahman Wahid,5,KH MA Sahal Mahfudh,2,KH Maemon Zubair,1,KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh,1,KH Sahal Mahfudh,3,KH Said Aqil Siraj,1,KH Wahab Hasbullah,1,KH. Abdul Aziz Manshuri,1,KH. Abdul Ghoffar Rozien,1,KH. Abdul Karim,1,KH. Abdul Muhaimin,1,KH. Abdurrahman Wahid,1,KH. Ali M. Abdillah,1,KH. Bisri Mustofa,1,KH. Cep Herry Syarifuddin,3,KH. Hasyim Asy'ari,1,KH. Hasyim Asyari,3,KH. Husein Muhammad,2,KH. Iftah Sidiq,1,KH. Lukman Harits Dimyati,1,KH. Ma'ruf Amin,2,KH. Maimoen Zubair,11,KH. Marzuqi Dahlan,1,KH. Masdar F. Mas'udi,2,KH. Mustofa Bisri,2,KH. Said Aqil Siraj,5,KH. Sholeh Darat,8,KH. Thobary Syadzily,1,KH. Tubagus Muhammad Falak,1,KH. Yahya Cholil Staquf,3,KH. Zainal Mustafa,2,KH. Zakky Mubarok,2,KH.Shalih Darat,1,Khanza Iliyina Syafa,1,Khawarij,1,Khazanah,3,Khazanah Isam,7,Khazanah Islam,379,Khilafah Islamiyah,5,Khofifah Indar Parawansa,1,Khoirul Anam,2,Khulafaur Rasyidin,1,Khutbah,4,Khutbah Idul Fitri,2,Khutbah Jumat,1,Kiai Abdul Hamid,1,Kiai Hasan Genggong,1,Kiat Menulis,1,Kiddle,1,Kilas,1,Kirab Santri,1,Kisah Hikmah,16,Kisah Nabi,1,Kisah Rasulullah,1,Kisah Teladan,1,Kita Tidak takut,1,Kitab Durrotun Nasihin,1,Kitab Jawahirul Bukhori,1,Kitab Kuning,5,Kitab Pegon,1,Kitab Suci,1,Kokam,1,Kolom,96,Komedi Religi,1,Kominfo,1,Konferwil NU Jabar,1,Konflik Sunni-Syiah,1,Kongkow Sufi,3,Konsultasi Agama,1,Konsultasi Islam,1,Kontra Radikal-Terorisme,1,KPAI,1,KPK,1,Kreatif Indonesia,1,Kriminal,1,Krisis Jerusalem,2,Krisis Rohingya,7,KUPI,1,Kurban,7,Kyai Maimoen Zubair,1,Kyai Masdar,1,Kyai Pahlawanku,1,Kyai Pesantren,1,Lailatul Qadr,1,Lambang NU,1,Lapan-A2,1,Laporan,1,Lazisnu,1,Le Petit Prince,1,Lebaran,1,Lebaran Ketupat,1,Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama,2,Lesbian,1,Letter of Acceptance,1,LFNU,1,LGBT,2,Liberalisme,1,Life of Mohammed,3,Life of Muhammad,2,Liga Santri,2,Liga Santri Nusantara,3,Lingkungan,1,LIPI,1,Litbang Kemenag,1,Literasi,7,Literasi Digital,3,LoA,1,Logo Muktamar NU ke-33,1,Logo NU,1,Love Peace,1,LPDP,1,LSN,5,LSN 2017,3,LTN NU,3,Lukman Hakim Saifuddin,3,Lunar System,1,M. Kholid Syeirazi,1,M. Nur Kholis Setiawan,1,M. Rikza Chamami,13,M. Rikza Khamami,1,Ma'arif NU,2,Madrasah,24,Madrasah Diniyah,5,Madrasah Lebih Baik,2,Madrasah TBS,1,Mahasiswa,2,Mahbub Ma'afi,2,Mainstream Media,1,Majelis Dzikir,1,Majelis Shalawat,1,Makalah,3,Makam Gus Dur,1,Makam Nabi,1,Makam Nabi Muhammad SAW,1,Makam Rasulullah,1,Makam Sunan Bonang,1,Makkah,1,Maklumat,3,Makna Bismillah,1,Makna Logo Muktamar NU ke-33,1,Malik bin Anas,1,Mama Falak,1,MAN IC,1,Manhaj Salafi Imam Syafi’i,1,Manhaji,1,Manusia Robot Bali,1,Mars,1,Masjid,1,Masjid Zhenjiao,1,Masjidid Haram,1,Masjidil Haram,1,Maturidiyyah,1,Maulid,4,Maulid Burdah,1,Maulid dalam Islam,1,Maulid Nabi,7,Maulid Nabi Muhammad SAW,3,Mbah Maimoen Zubair,2,Mbah Moen Sarang,2,Mbah Mun,1,Mbah Sahal,1,Mbah Sholeh Darat,1,MCA,1,Media,2,Media Sosial,1,Media Watch,1,Mehmet Gormez,1,Melangkahi Kuburan,1,Meme,1,Meme Islami,1,Menag,2,Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia,1,Mengenal Jejak Mengenal Watak,1,Menristek,1,Menulis,1,Merayakan Maulid,1,Milad,1,Minal Aidin Wal Faizin,1,Minhajul 'Abidin,5,Moment,1,MTs Surya Buana Malang,1,MTsN 2 Pamulang,1,MTT,1,Mualaf,2,Mudik Lebaran,1,Muhammad,2,Muhammad bin ‘Abd al-Wahhab,2,Muhammad Nasir,1,Muhammad Niam,1,Muhammad PBUH,1,Muhammad SAW,3,Muhammad Tijany,1,Muharram,2,MUI,1,Mujaheeden,1,Mujahidin Palestina,1,Mukiyah,1,Mukjizat,2,Muktamar NU,1,Muktamar NU ke 33,2,Munas-Konbes NU,20,Munawir Aziz,1,Muntaha Azhari,1,Museum Keraton Sumenep,1,Muslim Hong Kong,1,Muslim Kagetan,1,Muslim Papua,1,Muslimat NU,2,Nabi dan Rasul,1,Nabi Ibrahim,1,Nabi Muhammad,2,Nabi Muhammad SAW,6,Nadirsyah Hosen,6,Nadlatul Ulama,2,Nahdatul Ulama,18,Nahdlatul Ulama,157,Nahdlatul Ulamata,1,Name of Allah,1,Narkoba,3,Nasehat,8,Nasihat,1,Nasional,412,Nasionalisme,1,Natal,1,Natal 2015,1,Natal dan Maulid,1,Netizen Jurnalistik,1,New,1,News,677,News Ikhbar,2,News IPPNU,1,News Pictures,17,Ngaji Live,1,Ngaji Puasa,27,Ngaji Ramadan,8,Ngaji Ramadhan,20,Ngaji Video,1,Niat Puasa,1,Nishfu Sya'ban,1,NKRI,1,NKRI Harga Mati,3,NU,7,NU ANZ,1,NU Batang,1,NU Bogor,13,NU Care,2,NU Care LazisNU,2,NU Garis Lurus,1,NU Jabar,2,NU Jatim,1,NU Klaten,1,NU Semarang,1,NUCare,4,NUPeduli,1,Nur Kholik Ridwan,1,Nur Rofiah,1,Olimpiade Kedokteran,1,Opini,283,Opinion,1,Opnion,1,Orbituari,2,Pagar Nusa,13,PAI,2,Palestina,2,Palestine,1,Palestine Mujaheeden,1,Papua,1,Parenting,1,PBNU,8,PBSB,3,PBSB 2016,1,Peace,1,Peduli Bencana,2,Pelajar NU,1,Pendaftaran PBSB 2016,1,Pendididkan Islam,18,Pendidika Islam,1,Pendidika Islam,1,Pendidikan,171,Pendidikan Agama,1,Pendidikan Islam,158,Pendidikan Karakter,2,Pendidikan Madrasah,5,Pendidikan Politik,3,Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam,1,Pendidikn Karakter,1,Pendis Kemenag,2,Penggrebekan di Jepara,1,Pengobatan Islami,1,Penjajahan,1,Pentas PAI,1,Penulis,1,Perang,1,Perang Badar,1,Perang Uhud,1,Perguruan Tinggi NU,1,Perkemahan Rohis,1,Perppu Ormas,2,Perpres,1,Perpu Ormas,1,Perwimanas,2,Pesan Kiai,1,Pesantren,70,Pesantren Assalafiyah Cirebon. Assalafiyah,1,Pesantren Ibnu Mas'ud,1,Pesantren Lirboyo,2,Pesantren Mahasiswa,1,Pesantren Salaf,1,Photo,1,Pilihan Editor,105,Pilkada,1,Pilkada 2017,1,Pilkada DKI,1,Pilkada Jatim,1,Ploso,1,PMII,3,Polemik Sejarah Tere Liye,1,Politik,13,Ponorogo,1,Ponpes Al-Anwar,1,Pontianak,1,PPMN III,1,Pra Munas,4,Pramuka,1,Prof. Dr. Ahmad Tayyeb,1,Prof. Dr. Quraish Shihab,3,Profil,3,PTKI,1,Puasa Arafah,1,Puasa Ramadhan,1,Puisi,12,Pustaka,10,Pustaka Pesantren,8,Qawli,1,Qunut Nazilah,1,Quote,1,Qurban,5,Radicalism,1,Radikalisme,10,Rajab,1,Ramadan,2,Ramadhab,1,Ramadhan,72,Ramadhan 2015,12,Ramadhan 2016,2,Ramadhan di Hong Kong,1,Ramadhan Video,25,Rasis,1,Rasullah,1,Rasulullah SAW,6,Recommended,2,Refleksi Akhir Tahun,1,Release,2,Release PBNU,1,Religion,2,Remaja Islam,1,Resolusi Jihad,2,Resolusi Jihad NU,1,Rezeki Halal,1,Rijal Mumazziq Z,1,Risalah NU,1,RMI NU,4,Robikin Emhas,1,Robot,1,Rohingya,11,Rokok,2,Rubbubiyah,1,Ruchman Basori,2,Rukun Islam,1,Sahabat,1,Sahabat Nabi,2,Sahih Muslim,1,Said Budairy,1,Saifuddin Zuhri,1,Saifullah Ma'shum,1,Sajak,2,Salafi,2,Salam,1,Sanad Keilmuan,1,Santri,6,Santri Goes To Papua,3,Santri Menulis,1,Santri Urban,1,Sarkub Papua,1,Sastra Islam,11,Satelit,1,Satelit Indonesia,1,Save Rohingya,6,Sayembara Logo Muktamar NU ke-33,1,Science,5,Sedekah,3,Sejarah,5,Sejarah Al-Qur'an,1,Sejarah Indonesia,2,Sejarah Islam,1,Sejarah NU,2,Sekolah Lima Hari,1,Seni dan Sastra Islam,12,Seri Belajar Islam,8,Seri KH. Said Aqil Siraj,1,Seri Tokoh,1,SGTP,1,Shahih Muslim,1,Shaikh Nimr Baqir al-Nimr,1,Shalat,18,Shalat Gerhana,3,Shalat Idul Adha,1,Shalat Istiqa,1,Shalat Jum'at,6,Shalat Sunah,1,Shalat Sunnah,3,Shalat Tarawih,15,Shalawa Nabi,1,Shalawat,2,Shalawat Nabi,4,Shalawat Nabi Muhammad SAW,2,Shalawat Nariyah,3,Sholat Tarawih,1,Sholawat,1,Sholeh Darat,1,Short Course,1,Sifat Mulia Rasulullah SAW,1,Silsilah Nabi Muhammad SAW,1,Silsilah Rasulullah,1,Sindikasi Damai,15,Sindikasi Media,1,Singaparna,1,Sinopsis,1,Sirah Nabawiyah,2,Sirah Nabi,2,Siswa Berprestasi,1,Slamet Basyid,1,solar system,1,Solidaritas,1,Sponsored,2,Suara NU,1,Sudut Pandang,1,Sudut Taman Ramadhan,7,Sufistik,1,Sumanto Al Qurtuby,9,Sumenep,1,Sunnah,2,Sunnah Rasulullah,1,Sunnah Shalat,1,SUNNI,1,Sunni-Shia,1,Sunni-Syiah,1,Suraji,6,Surat Edaran Gubernur Jateng,1,Surat Terbuka,3,Suriah,2,Syafa'at Rasulullah,1,Syafaat Nabi,1,Syahid,1,Syahrozad Zalfa Nadia,1,Syaikhona Kholil Bangkalan,1,Syarat Wajib Zakat,1,Syariah,2,Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani,1,Syeikh Abdul Qodir Al-Jailany,1,Syekh Abdul Qadir Al-Jailani,1,Syekh Dr. Muhammad Fadhil,1,SYIAH,3,Tafsir,1,Tafsir Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani,1,Tahlilan,2,Tahun Baru 2016,1,Tahun Baru Islam,2,Tahun Baru Masehi,1,Tanah Suci,1,Tarawih,21,Tasawuf,3,Tawan,1,Tawariq,1,Tayyip Erdogan,1,Tebuireng,6,Tekno,20,Teladan,1,Teladan Nabi,3,Teologi Teror,1,Teraweeh,1,Tere Liye,1,Teror,1,Teror 2016,1,Teror Jakarta,1,Teror Sarinah,1,Teror Thamrin,1,Teroris,4,Terorism,10,Terorisme,25,Tionghoa,1,Tips and Trick,2,Tokoh,86,Tokoh Betawi,1,Tokoh Bogor,1,Tokoh Dunia,3,Tokoh Indonesia,19,Tokoh Islam,114,Tokoh Kemerdekaan,2,Tokoh Muda Islam,25,Tokoh NU,17,Tokoh NU Bogor,1,Tokoh NU Jabar,1,Tokoh Perempuan,1,Tokoh PMII,1,Tokoh Rembang,1,Tokoh Syiah,1,Tolak FDS,12,Toleransi,5,Tradisi,2,Tragedi Crane di Masjidil Haram,1,Trend Sosial,2,Tuah Pesantren,1,Tulisan Arab,1,Tuntunan Islam,1,Turats,1,Turki,1,TurnBackHoax,4,Tutorial,1,TV9,1,Ubaidillah Achmad,23,Ubaidillah Ahmad,1,Ucapan Minal Aidin Wal Faizin,1,Ucapat Selamat Natal,1,Udhiyah,1,Uhud,1,Ulama,11,Ulama Bogor,1,Ulama Indonesia,1,Ulama NU,3,Ulama Nusantara,1,Ulama Perempuan,1,Ulama Salaf,1,Uluhiyah,1,UNU,2,Ustad Ahmad Ikrom,1,Ustadz,1,Ustadz Ahmad Ali MD,2,Ustadz Ali MD,1,Ustadz Fathuri,24,Ustadz Fatoni Muhammad,1,Ustadz Lc,1,Ustadz Ma'ruf Khozin,3,Ustadz Menjawab,5,Ustadz Yusuf Mukhtar Sidayu,1,Ustadz Yusuf Suharto,1,Uswah,3,Uswatuna,3,UU Ormas,1,Video,5,Vinanda Febriani,7,VoA-Islam,1,Wahabi,4,Wahabism,2,Wahabisme,2,Wahid Foundation,6,Wali Pasemone,1,Wali Songo,2,Walisongo,5,Waliyullah,1,Wardi Taufik,1,Wawasan,79,Wawasan Islam,54,Wawasan Kebangsaan,12,Wawasan Nusantara,43,Website Islam Indonesia,1,Website Islam Nusantara,1,Wirid dan Doa,2,Wirid dan Doa Setelah Shalat,1,Women and Jihad,1,Women Fighter,1,World Peace,1,Wudhu,3,Yahya Staquf,1,Yasin,1,Yayasan Saifuddin Zuhri,1,Yenny Wahid,3,Yogyakarta,8,Z-Featured,3,Zainal Mustafa,1,Zakat,4,Zakat Fitrah,2,Zakir Naik,1,Zakky Zulhazmi,2,ZIarah,4,Ziarah Kubur,2,Zikir,1,Zuhairi Misrawi,1,Zulkilfi Hasan,1,خطبة كسوف الشمس,1,
ltr
item
Arrahmah.co.id - Portal Dunia Islam: Keutamaan Bershalawat Kepada Nabi oleh Syekh Idrus al-Buthoni dalam Kitab Misbah Al-Raajin
Keutamaan Bershalawat Kepada Nabi oleh Syekh Idrus al-Buthoni dalam Kitab Misbah Al-Raajin
Sebenarnya ini merupakan catatan lama, atau katakanlah review atas kitab yang saya baca. Lalu dengan beberapa pertimbangan, catatan ini penting untuk saya angkat ke permukaan setelah melakukan diskusi virtual bersama kang Iqbal. Kebetulan diskusi yang kami bahas adalah soal kontribusi ulama Nusantara terhadap aktualisasi kecintaan kepada baginda Nabi Muhammad s.a.w. dengan bentuk ragam redaksi shalawat.
https://4.bp.blogspot.com/-kNh2sTWFuH4/WFUtltUUAqI/AAAAAAAADXY/PcUfYv1rUU0VxS69qMhIXSMYomwmwrsGQCLcB/s640/kesultanan%2Bbuton.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-kNh2sTWFuH4/WFUtltUUAqI/AAAAAAAADXY/PcUfYv1rUU0VxS69qMhIXSMYomwmwrsGQCLcB/s72-c/kesultanan%2Bbuton.jpg
Arrahmah.co.id - Portal Dunia Islam
https://www.arrahmah.co.id/2016/12/keutamaan-bershalawat-kepada-nabi-oleh.html
https://www.arrahmah.co.id/
https://www.arrahmah.co.id/
https://www.arrahmah.co.id/2016/12/keutamaan-bershalawat-kepada-nabi-oleh.html
true
766049156261097024
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content