Agama Komunal: Kekerasan Politik Berkedok Agama

Kekerasan politik memiliki banyak variasi kedok yang digunakan, misalnya, berkedok kekuasaan, berkedok sistem permodalan, berkedok asas kajian ilmiah, berkedok kebijakan, berkedok organisasi basis masa, dan berkedok agama.

Ilustrasi Kekerasan Politik Berkedok Agama
ARRAHMAH.CO.ID - Kekerasan politik memiliki banyak variasi kedok yang digunakan, misalnya, berkedok kekuasaan, berkedok sistem permodalan, berkedok asas kajian ilmiah, berkedok kebijakan, berkedok organisasi basis masa, dan berkedok agama.

Hal ini terbaca dari model copas di berbagai sosial media yang tidak beralamat dan beridentitas, berisi: isu ras, isu penistaan, Isu tentang kebijakan presiden yang berbihak asing, isu anti NKRI atau anti nasionalisme, dan masih banyak model model isu yang memancing kebencian dan kecuriagaan antar sesama warganegara. Tanpa disadari, banyak mahasiswa dan akademisi, tokoh agama, pejabat publik, dan elit politik yang terpancing dengan provokasi ini.

Sehubungan dengan variasi kedok tersebut di atas, yang hendak penulis kaji, adalah model kekerasan politik yang berkedok agama. Politik berkedok agama ini merupakan fenomena yang sudah mengemuka lama, yang tidak boleh kita abaikan. Politik kekerasan berkedok agama ini belum terbaca pada zaman Orde Baru, karena sistem pemerintahan Orde Baru bersikap tegas menghadapi simbol simbol kekerasan meski mengatasnamakan agama.

Politik kekerasan yang bersumber dari agama komunal ini tanpa disadari telah lahir dari benih kelompok diskusi keagamaan yang diluar perspektif Islam Nusantara yang berkembang luas di kampus kampus perguruan tinggi umum. Pada era reformasi telah terpecah, ada yang masih mempertimbangkan Islam ramah lingkungan, namun ada yang mengkrucut dalam gerakan Islam radikal. Selain itu, ada yang bergabung dengan model Islam Formalis yang sekarang berkembang di partai partai politik yang berasas Islam. Karenanya, mereka ini sampai sekarang masih saling mengenal meski sudah berbeda visi gerakan.

Tulisan singkat ini, bertujuan untuk mengenali kekerasan politik berkedok agama dan menghapus kekerasan politik berkedok agama. Kedua tujuan ini penting untuk dikaji, sebab jika menunda memahami tujuan ini, maka akan menjadi persoalan yang riskan bagi sistem kebangsaan dan kewarganegaraan.

Kisah Gerakan Komunal di Kampus

Sebagai umat Islam, saya senang melihat saudara saudara muslim dapat menjalankan ajaran agama Islam bebas di negeri ini. Secara manusiawi, saya juga senang tradisi keberagamaan yang membentuk corak pemikiran dan sikap keberagamaan saya, menjadi pilihan masyarakat muslim di Indonesia, yaitu tradisi keberagamaan Islam Nusantara yang dikuatkan oleh ORMAS NU.

Secara manusiawi, perasaan senang ini tidak bisa saya tutup tutupi, karena secara historis Islam dan NU, telah mampu menjembatani proses hidup saya: bagaimana mengenal nilai nilai keutamaan yang membentuk visi hidup di tengah gesekan dan pergolakan hidup seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Karenanya, bersamaan banyak teori dan perspektif akademik, tetap saja membuat saya tidak melupakan para Kiai di lingkungan pesantren yang sabar mendampingi saya. Semoga amal mereka diterima di sisi Allah Jalla Jalaluhu.

Sehubungan dengan rasa senang dan penuh kegembiraan memiliki latar belakang hidup dalam suasana model tradisi keberagamaan Islam Nusantara, tiba tiba suasana pemandangan keberagamaan menjadi berubah ketika memasuki semester 5 program S1.

Pemandangan yang saya maksudkan, adalah sebuah model keberagamaan yang membuat jantung saya selalu berdebar dan terkejut. Alasannya, mengapa Islam yang saya pahami dari pesantren berbeda dengan model keberagamaan Islam di kampus-kampus negeri dan di beberapa kelompok muslim perkotaan. Misalnya, model pemahaman yang secara simbolik mengatasnamakan kelompok aktivis muslim, namun model kajiannya lebih menekankan pada pengulangan kekerasan kata yang ditujukan kepada mereka yang berbeda paham dengan yang diyankininya.

Instrumen yang menjadi dasar keabsahan melakukan konflik dan kekerasan, adalah melalui kata kata yang bernada mengkafirkan, menolak kebaikan yang dianggap tidak terdapat dalam hadis, melemahkan Imam dan para pemikir besar Islam dalam perkembangan pemikiran Islam, ilmu pengetahuan dan filsafat, mereka ini juga anti terhadap hari besar Islam, dan menolak adat istiadat jawa yang memuat nilai luhur dan kearifan lokal.

Filosofi beragama bagi para pengikut Islam Radikal, adalah menjadikan agama bukan sebagai jalan kebenaran, namun agama hanya menjadi simbol dan merek gerakan yang mereka cita citakan. Islam radikal belajar tentang peinsip Islam, namum hanya mengambil bagian prinsip ajaran yang dapat mengkosongkan otak dari pengaruh pihak luar agama. Misalnya, menguatkan mental tentang ketergantungan kepada Allah dan kepada janji kepada pemimpin. Target cuci otak ini, supaya tidak memiliki kepercayaan lagi kepada pihak lain. Otak peserta ini, hanya ada harapan surga dan syahid membela komunalisme dengan meminjam agama Allah.

Sesudah otak tercuci bersih, agama komunal akan menjadikan Allah sebagai alat pengendali para pengikutnya yang dikendalikan oleh figur sentral dalam gerakan agama komunal. Figur sentral ini pun tidak segan segan akan memulai membius jiwa para peserta yang sudah dikendalikan nafsu dan imajinasi yang dilipat dalam doktrinasi dan prinsip ideologi kekerasan atas nama syahid.

Metode cuci otak ini merujuk pada metode fasisme politik yang tidak segan segan menunjukkan yang seolah olah berjalan pada kehendak Allah dan makna ketauhidan. Padahal hal ini, hanya langkah para pemimpin agama komunal yang berniyat membajak agama yang benar dan berpengaruh bagi dunia. Karenanya, sama seperti kaum fasis, para figur central dalam ideologi kekerasan, juga merupakan sosok yang selalu menyebut Allah dan mendasarkan ideologi kekerasan dengan harapan surga Allah.

Sama namun berbeda dengan masa jahiliyah. Artinya, jika pada masa jahiliyah, mengaku tidak mau meninggalkan agama para leluhur mereka yang sudah turun temurun. Sedangkan agama komunal pada abad modern ini, hanya percaya kepada figur ketokohan dalam kelompoknya yang dianggap seoalah olah paling suci dan menjadi imam yang akan membimbing kesyahidan.

Baik pada masa jahiliyah maupun masa komunalisme sekarang ini, keduanya mengaku ada penguasa langit dan bumi, namun yang mereka pahami, adalah penguasa yang hanya mengizinkan kepercayaan yang mereka yakini secara komunal, bukan kebenaran yang bersifat universal yang bersumber dari hakikat sumber kebenaran.

Yang Berubah Dan Yang Tetap

Bermula dari merasa terasing dalam gerakan komunal dari pihak pihak yang lain, lalu membangun kebersamaan dalam komunitas yang sedang membentuk ikatan dan janji yang disucikan berasama, maka menjadi sebuah kekuatan yang membentuk ideologi baru. Gerakan ini banyak mengambil merek agama yang suci yang seolah olah hanya bisa digerakkan oleh para pengikut agama komunal.

Dengan demikian, pengikut ini merasakan ada pembenaran menyerukan jihad suci dan merasakan sudah tidak berdosa lagi membasemi musuh musuh yang kotor dan akan mengotori surga agama komunal.

Pada zaman orde baru, mereka ini melakukan gerakan bawah tanah, namun sekarang ini, benar benar telah keluar secara publik. Misalnya, mereka bersikap mendahului aparat dan memberikan ancaman dan menekan atas nama Islam. Dalam konteks ini, para pengikut agama komunal, ingin bersikap mendahului kewenangan aparat. Misalnya, melakukan intervensi kepada pihak pihak yang lemah dan dianggap klas menoritas.

Jika diamati, mereka yang melakukan kekerasan verbal di tengah masyarakat, adalah yang pernah aktif pada komunitas agama komunal. Meskipun, tidak bisa digeneralisir, namun pengaruh gerakan halakah di kampus umum negeri memilikk pengaruh yang besar terhadap gerakan sebagian kecil umat Islam yang memilih pada jalan komunalisme.

Contoh aktual, adanya Forum Umat Islam yang memaksa kepada Rektor Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), Yogyakarta, agar pihak kampus menurunkan baliho dan promosi dengan protret mahasiswi berjilbab. Jika permintaan paksa ini tidak segera dipenuhi, maka FUI akan melanjutkan upaya penurunan baliho iklan universitas yang menggunakan model perempuan berjilbab.

Sebagaimana diakui rektor UKDW, Henry Feriadi, dalam jumpa pers di kampus UKDW, Kamis (8/12/2016), adanya baliho ini, karena menyampaikan realitas keberadaan UKDW yang tidak hanya terdiri dari mahasiswa Kristen Duta Wacana saja, namun juga ada mahasiswa dari agama lain, seperti Islam. Jika mengacu pada tahun 2015 lalu, maka kampus UKDW sudah memasang iklan baliho dengan memuat mahasiswi berjilbab.

Fenomena kemunculan FUI yang menggugat pemasangan baliho, tentu saja sangat mengejutkan, sebab peran FUI yang sering kita dengar sebagai ormas yang mencegah kemungkaran dan pada saat hari hari penting Islam, namun sekarang sudah berani memperluas kawasan konfrontatifnya, yaitu kawasan perguruan tinggi yang kita kenal aman dari komunalisme, justru telah menjadi sarang komunalisme.


Islam, Bukan Agama Komunal

Ketauhidan dan kemanusiaan bagaikan dua sisi mata uang yang tidak bisa terpisahkan. Kemanusiaan tanpa ketuhanan akan menjadi radikal kiri. Sedangkan, ketuhanan tanpa kemanusiaan akan menjadi radikal kanan.

Agama komunal, adalah agama yang didasarkan pada kepentingan kelompok dan janji yang disucikan para pengikutnya. Para pengikut agama komunal, telah mengabaikan prinsip ketauhidan dan kemanusiaan.

Strategi agama komunal, akan mengambil legitimasi dari agama yang diyakinininya. Karenanya, para pengikut agama komunal, rata rata dari pengikut agama agama yang berpengaruh di dunia ini. Namun demikian, para pengikut agama komunal lebih memilih jalan komunalisme dari pada nilai keutamaan dan kebaikan agama yang sebenarnya.

Yang menjadi persoalan, mengapa ajaran agama menjadi berputar putar di tangan para pengikut agama komunal atau komunalisme? Karena ditangan para komunalis, makna agama tidak lagi dapat dipahami sebagai jalan yang tidak berbelok arau agama tidak dipahami lagi sebagai jalan yang lurus sesuai dengan garis prinsip kebenaran. Karenanya, Agama Islam yang mengajarkan toleransi pun jika sudah di tangan komunalis, maka akan dibelokkan menjadi agama kekerasan dan menodai agama Islam.

Berbeda dengan komunalisme, Islam bermakna memusatkan keyakinan (Iman) menjalankan proses hidup untuk bersikap teguh tunduk, pasrah dan condong (Islam) lurus ke Allah Jalla Jalaluhu, Dengan menguatkan energi keimanan dan keislaman ini, maka seseorang akan mudah untuk menghadirkan kehadiran-Nya dalam setiap waktu dan kesempatan, sehingga dapat sampai pada tujuan tinggi, yaitu mendapatkan Ridlau-Nya.

Jadi, beragama merupakan aktifitas untuk mencapai tujuan hidup yang lebih tinggi, merasakan relasi suci fungsi kehambaan di hadapan Allah dan fungsi kemerdekaan mempertahankan kemanusiaan, keadilan, dan peraamaan. Dasar pencapaian pada tujuan tertinggi ini, adalah menjaga anugrah rahmani Allah dan membangun kasih sayang antara sesama umat manusia dan kesemestaan. Anugrah Allah harus diterima ditengah perbedaan dalam proses mendewasakan dan menguatkan eksiatensi diri.

Jadi, Islam sebagai agama tauhid (monotheistik) dan kasih sayang, telah mengajarkan perlunya menjalin relasi dengan yang lain, meskipun tidak sependapat. Kebaikan dan keutamaan seseorang dapat dibangun dari diri sendiri, bagaimana cara berfikir positif dan menjaga wahyu yang mengajarkan adanya kemuliaan pada seluruh anak cucu Adam.

Permusuhan tidak akan membuat ketenangan hidup seseorang. Karenanya, perlu membangun persaudaraan dengan sesama umat beragama dan antar sesama umat manusia dan antar umat beragama. Artinya, menjaga hubungan baik lebih berharga dari pada permusuhan. Dengan demikian, siapa pun tidak boleh mengaku atau merasakan lebih baik, karena pengakuan ini hanya akan membentuk arogansi sikap untuk menganggap buruk orang lain.

Dalam ajaran Islam, yang membahayakan, adalah jika ada anggapan sudah benar benar tidak ada kebaikan lagi pada diri yang lain. Berbeda dengan agama yang bersumber dari tradisi kenabian, agama yang telah menjadi simbol komunalisme, telah menjadi agama komunal, yang mengajarkan dalil kebencian dan menghapus dalil keramahan lingkungan dan berbagi kesenangan dengan sesama umat manusia. Agama komunal mengajarkan arti penting membohongi diri sendiri untuk menguatkan sikap kebencian kepada yang lain.

Agama komunal tidak mempercayai adanya perbedaan, semua kehidupan harus dibangun dengan sistem persamaan, sehingga tidak boleh ada perbedaan antar sesama umat beragama dan antar umat beragama, Agama komunal berkeyakinan keharusan perintah agama untuk memiliki keserupaan, sehingga tidak ada perbedaan. Karenanya, jika pihak lain tidak sesuai dengan yang diyakini dianggap salah dan tersesat, baik mereka yang berbeda maupun yang tidak melibatkan dengan pandangannya. Karenanya, jika kesulitan menyamakan kehendak yang lain dengan kehendaknya, maka boleh melakukan pemaksaan.

Sehubungan dengan prinsip agama komunal tersebut, maka telah menunjukkan para pengikut agama komunal seperti minum racun, karena dalam pikirannya seperti menyimpan dendam yang sering kita umpamakan dengan seseorang yang minum racun, mereka ini berharap orang lain yang mati yang ternyata telah mengharapkan dirinya.

Kapan Pemerinta Bersikap? yang paling terancam dari gerakan agama komunal, adalah sistem kekuasaan dan rakyat.  Jika para pengikut agama yang benar, hanya dirugikan bahwa agama yang suci dan benar telah dibajak oleh mereka yang membangun agama komunal. Meskipum demikian, sebagai warga negara yang sah, para pengikut agama yang benar dan suci, juga akan terancam model kekerasan para pengikut agama komunal, karena rata rata para pengikut agama yang benar, juga sebagai warga negara yang baik, yang mengikuti sistem pemerjntahan yang sah.

Sebagai pengikut agama yang benar dan warganegara yang baik, hanya berdo'a dan menunggu kebijakan dari pemerintah, sebab yang berwenang bertindak dan mensikapi segera, adalah pemerintah melalui aparat yang bertugas dan pengawasan para inteljen yang cakap.

Jika semua aparat bekerja untuk negara, maka akan mudah menjawab persoalan kekerasan di tengah sistem pemerintahan ini. Sebagai pengikut agama yang benar dan warganegara yang baik hanya ada sikap, bagaimana mengendalikan kemarahan? Menjaga keseimbangan jiwa dan kesempurnaan kepribadian.

Rembang, 11 15 2016
Ubaidillah Achmad, Penulis Suluk Kiai Cebolek dan Islam Geger Kendeng, Khadim Majlis Kongkow As Syuffah Sidorejo Pamotan Rembang.

COMMENTS

Nama

.,1,#AyoMondok,12,#BelajarIslam,8,#CintaNKRI,2,#DanaHaji,1,#HariSantri,19,#HariSantri #HariSantri2017,1,#HariSantri2017,1,#HarlahNU,4,#HarlahNU91,2,#HaulKiaiHasanGenggong,2,#IslamIndonesia,1,#IslamNUsantara,4,#KajianRamadhan,1,#SavePalestine,3,#SaveRohingya,3,1 Muharram,3,1 Syawal,1,2016,1,A. Zakky Zulhazmi,1,Abdlul Halim Hasan,1,Abdul Mun'im DZ,1,Abu Bakar Hasan Assegaf,1,Adab Rasulullah,1,Advetorial,2,Afif Sunakim,1,Agama,1,Agama Cinta,1,Agenda,25,Agenda NU,1,Agnez Mo,1,Agus Zainal Arifin,3,Ahlusunnah wal Jama'ah,31,Ahmad Baso,1,Ahmad Mujib Rahmat,1,Ahmet Davutoglu,1,Ahsunnah,1,AJaran Islam,1,Akhir Zaman,1,Akhlakul Karimah,1,Al-Nimr,1,Al-Qaeda,1,Al-Qur'an,4,Al-Qur'an Raksasa,1,Al-Zastrow Ngatawi,1,Alamsyah M. Dja’far,3,Ali bin Abi Thalib,2,Ali Zawawi,1,Alissa Wahid,1,Allah,1,Almanak,1,Alumni Madrasah,1,Amalan,16,Amalan di Bulan Ramadhan,2,Amalan NU,4,Amalan Rasulullah,1,Amaliah,19,Aman Abdurrahman,1,Amirul Ulum,2,Anas Saidi,1,Angka Istimewa dalam Islam,1,Angka Tiga,1,Angker,1,Ansor,3,Ansor Garut,1,Ansor Malang,1,Ansor Surabaya,1,Anti Korupsi,4,Anti Narkoba,1,Anti Radikalisme,3,Anti Terorisme,2,Anti Wahabi,1,Aplikasi Batik,1,Aqidah,2,Arab,1,Arab People,1,Arab Saudi,2,Arief Mundatsir Mandan,1,Arifin Junaidi,1,Arrahmah Channel,5,Arrahmah Featured,11,Arrahmah.com,1,Articles,2,Artikel,26,Asian Youth Robot Olimpiade,1,Asosiasi Pesantren NU,1,Aswaja,24,Asy'ariyah,1,Australia,1,Avicenna Roghid Putra,1,Ayat-ayat Toleransi,1,Ayman Adz Dzawahiri,1,Ayo Mondok,1,AYRO,1,Bahtsul Masail,1,Bangsa Indonesia,1,Banser,14,Banten,1,Batik,1,Batik Indonesia,1,Battle,1,Battle of Uhud,1,Beasiswa,12,Beasiswa Kemenag,3,Beasiswa Madrasah,1,Beasiswa Santri,1,Beasiswa Santri 2016,1,Beasiswa Santri Berprestasi,2,Beasiswa Santri Berprestasi 2016,1,Bekasi,1,Belajar Islam,26,Berita,148,Berita Duka,5,Berita Islam,3,Bid'ah,2,Bid'ah para Sahabat,1,Bima Arya,1,Biseksual,1,Bisnis Haram,1,BNN,1,BNN di Jepara,1,BNPT,2,Bodo Kupat,1,Bogor,1,Bom Kuningan,1,Bom Sarinah,2,Bom Thamrin,2,BPOM,1,Brain,1,Budaya,1,Buku,6,Bulan Rajab,1,Buletin Jumat,5,Burdah,1,Cak Masykur,25,Cak Nun,1,Cak Nur,1,Cangkir9,2,Cep Herry Syarifuddin,1,Cerpen,2,Channel Arrahmah,37,Charlie Hebdo,1,Cheng Ho,1,Choirul Anam,1,Cinta,1,Cinta Bangsa,1,Cinta Tanah Air,1,Counter Radicalism,6,Cybercrime,2,Dajjal,1,Dakwah Islam,4,dan Transgender,1,Darurat Narkoba,3,Dea Anugerah,1,Deklarasi Nahdlatul Ulama,1,Deklarasi Serpong,1,Densus 88,2,Digital Media,2,Direktorat Pendidikan Madrasah,1,Dit PD Pontren Kemenag,1,DKI Jakarta,1,Doa,31,Doa Akhir Tahun,1,Doa Anak Sholeh,1,Doa Awal Tahun,1,Doa Berbuka,1,Doa dan Tirakat,1,Doa Gus Mus,1,Doa Harian,1,Doa Nabi,1,Doa Pernikahan,2,Doa Setelah Shalat,1,Doa Wudhu,1,Dosen UIN Walisongo,1,Download,1,Dr. Amin Haedari,1,DR. KH. M. A. SAHAL MAHFUDH,1,Dr. Nadirsyah Hosen,10,Dubes,1,Dzikir dan Doa,2,Dzikir Setelah Shalat,1,Editor's Choice,10,Effendi Choirie,1,Ekologi,3,Ekonomi,3,Eksekusi Mati Al-Nimr,1,English Edition,1,Esensi Syariah,1,Fadhila Haifa’ Afifah,1,Fadilah,1,Falak,1,Fardhu Wudhu,1,Fatayat NU,2,Fathoni Muhammad,1,Fatwa MUI,1,FDS,11,featured,133,Featured Arrahmah,44,Fikih,2,Fikih dan Muamalah,3,Fikih Ibadah,10,Fiqh,8,Fiqh Ibadah,1,Fiqh Qurban,6,Fiqh Shalat,3,Fiqih Lingkungan,2,Firqaf,1,Firqah,1,Firqoh,1,Fokus Khusus,1,FSN,2,Fulldayschool,4,Fundamentalis akan Habis,1,Gafatar,1,Galeri,4,Gay,1,Geluntung Agel Wafi,1,Gerakan Nasional AyoMondok,1,Gerhana,1,Gerhana Bulan,1,Gerhana Matahari,3,Gerhana Matahari Total,1,GIYE,1,Good Muslim,13,GP Ansor,8,Grand Syaikh Al-Azhar,1,Grants,1,Griya Gus Dur,1,GTK Madrasah,2,Guru Inspiratif,2,Guru Madrasah,2,Guru MAN,1,Guru Mughni,1,Guru PAI,1,Gus Ahmad Muwaffiq,1,Gus Aqib,1,Gus Dur,23,Gus Miek,1,Gus Mus,9,Gus Muwafiq,1,Gus Rizal Mumaziq,1,Gus Sholah,1,Gus Ubaidillah Achmad,1,Gus Yaqut,1,GusDur.net,1,Gusdurian,2,Habib Abu Bakar,1,Habib Lutfi,1,Habib Luthfi bin Yahya,1,Habib Novel,10,Habib Novel Alaydrus,7,Habib Salim Bin Jindan,1,Habib Sholeh Al-Hamid Tanggul,1,Habib Syech,1,Habib Umar bin Hafidz,3,Hadist,1,Hadist Jibril,1,Hadits,1,Hadits 72 Bidadari,1,Hadits Diskriminatif,1,Hafidzoh,1,Haji,7,Haji 2015,1,Haji 2017,1,Haji 2018,1,Hajj,1,Halal bi Halal,3,Halaqah,1,Hamid Ahmad Masduki Baidlawi,1,Har Santri,1,Hari Arafah,2,Hari Batik Nasional,1,Hari Natal,1,Hari Pahlawan,2,Hari Santri,32,Harlah,2,Harlah NU,3,Hasan al-Bashri,1,Haul,4,Haul Gus Dur,9,Haul Kiai Sholeh Darat,2,Haul Sunan Ampel,1,Haul Sunan Bonang,1,Haul Syekh Nawawi Al-Bantani,1,Headlines,20,Hikam Zain,15,Hikmah,83,Hikmah Islam,45,Hipsi,3,Hisab,1,Hizb,1,Hizbut Tahrir,2,Hizbut Tahrir Indonesia,2,Hoax,2,Hong Kong,1,HTI,2,HTIBubar,6,Hubbul Wathan minal Iman,1,Hukum Islam mengenai LGBT,1,Hukum Melangkahi Kuburan,1,Hukum Membunuh,1,Hukum Membunuh dalam Islam,1,Hukum Ucapan Natal,1,Humor,3,HUT TNI,1,Hymne,1,I-Banking,1,Ibadah,4,Ibn Muljam,1,Ibn Yaqzan,1,Ibu Nabi Muhammad,1,Ibunda Nabi Muhammad,1,IDC,1,Ideologi,1,Idhul Adha,1,Idul Adha,14,Idul Fitri,7,IIEE,1,IISRO,1,Ijazah,6,Ijtihad,1,Ikhbar,42,Ilmu Kalam,1,Image,1,Imam al-Syafi’i,1,Imam Ghazali,1,Imam Malik,1,Imam Muslim,1,Imam Nawawi,1,Imlek,1,INC,2,Indonesia Darurat Narkoba,1,Info Haji,2,Inspirasi,11,Inspirasi Pesantren,2,Interfaith,3,Internasional,98,International,3,International Islamic School Robot Olympiad,1,International Peace Day,1,Internet Banking,1,IPNU,1,IPPNU,1,Iqbal Khalidi,3,Iqbal Kholidi,1,Iran,1,ISIS,11,Islah Gusmian,1,Islam,16,Islam dan Perdamaian,1,Islam Di China,3,Islam di Papua,1,Islam Indonesia,3,Islam Nusantara,28,Islam Nusantara Center,1,Islam Papua,1,Islam Radikal,1,Islamic Event,1,Islamic State,1,Isra' Mi'raj,1,Istighosah Kubro,1,Istikharah,1,Ito Surmardi,1,JAD,1,Jakarta,4,Jamiyatun Nasihin,1,Jasad Utuh,1,Jawa Barat,3,Jawa Tengah,7,Jawa Timur,4,Jazirah Arab,1,JIhad,3,Jihad fi Sabilillah,1,Jokowi,5,Jonru,1,Jurnalistik,1,K.H. Ahmad Umar Abdul Manan,1,Kabar Duka,1,Kabar Pesantren,5,Kabar Pesantrens,1,Kajian Islam,18,Kajian Ramadhan,1,Kalam Ulama,4,Kalender,2,Kalender Islam,2,Kalimah Syahadat,1,Kalis Mardiasih,1,Kampung Damai,1,Kampus,1,Kekerasan,1,Kemenag,3,Kementerian Agama,1,Kementerian Agama RI,3,Keraton Sumenep,1,Kesehatan,4,Ketua PBNU,1,Ketum PBNU,1,Ketupat,1,Keutamaan Bulan Rajab,1,Keutamaan Shalat Tarawih,16,Keutamaan Shalawat Nabi,2,Keutamaan Tarawih,1,KH A Ghazalie Masroeri,1,KH Abdurrahman Wahid,5,KH MA Sahal Mahfudh,2,KH Maemon Zubair,1,KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh,1,KH Sahal Mahfudh,3,KH Said Aqil Siraj,1,KH Wahab Hasbullah,1,KH. Abdul Aziz Manshuri,1,KH. Abdul Ghoffar Rozien,1,KH. Abdul Karim,1,KH. Abdul Muhaimin,1,KH. Abdurrahman Wahid,1,KH. Ali M. Abdillah,1,KH. Bisri Mustofa,1,KH. Cep Herry Syarifuddin,3,KH. Hasyim Asy'ari,1,KH. Hasyim Asyari,3,KH. Husein Muhammad,2,KH. Iftah Sidiq,1,KH. Lukman Harits Dimyati,1,KH. Ma'ruf Amin,2,KH. Maimoen Zubair,11,KH. Marzuqi Dahlan,1,KH. Masdar F. Mas'udi,2,KH. Mustofa Bisri,2,KH. Said Aqil Siraj,5,KH. Sholeh Darat,8,KH. Thobary Syadzily,1,KH. Tubagus Muhammad Falak,1,KH. Yahya Cholil Staquf,3,KH. Zainal Mustafa,2,KH. Zakky Mubarok,2,KH.Shalih Darat,1,Khanza Iliyina Syafa,1,Khawarij,1,Khazanah,3,Khazanah Isam,7,Khazanah Islam,379,Khilafah Islamiyah,5,Khofifah Indar Parawansa,1,Khoirul Anam,2,Khulafaur Rasyidin,1,Khutbah,4,Khutbah Idul Fitri,2,Khutbah Jumat,1,Kiai Abdul Hamid,1,Kiai Hasan Genggong,1,Kiat Menulis,1,Kiddle,1,Kilas,1,Kirab Santri,1,Kisah Hikmah,16,Kisah Nabi,1,Kisah Rasulullah,1,Kisah Teladan,1,Kita Tidak takut,1,Kitab Durrotun Nasihin,1,Kitab Jawahirul Bukhori,1,Kitab Kuning,5,Kitab Pegon,1,Kitab Suci,1,Kokam,1,Kolom,96,Komedi Religi,1,Kominfo,1,Konferwil NU Jabar,1,Konflik Sunni-Syiah,1,Kongkow Sufi,3,Konsultasi Agama,1,Konsultasi Islam,1,Kontra Radikal-Terorisme,1,KPAI,1,KPK,1,Kreatif Indonesia,1,Kriminal,1,Krisis Jerusalem,2,Krisis Rohingya,7,KUPI,1,Kurban,7,Kyai Maimoen Zubair,1,Kyai Masdar,1,Kyai Pahlawanku,1,Kyai Pesantren,1,Lailatul Qadr,1,Lambang NU,1,Lapan-A2,1,Laporan,1,Lazisnu,1,Le Petit Prince,1,Lebaran,1,Lebaran Ketupat,1,Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama,2,Lesbian,1,Letter of Acceptance,1,LFNU,1,LGBT,2,Liberalisme,1,Life of Mohammed,3,Life of Muhammad,2,Liga Santri,2,Liga Santri Nusantara,3,Lingkungan,1,LIPI,1,Litbang Kemenag,1,Literasi,7,Literasi Digital,3,LoA,1,Logo Muktamar NU ke-33,1,Logo NU,1,Love Peace,1,LPDP,1,LSN,5,LSN 2017,3,LTN NU,3,Lukman Hakim Saifuddin,3,Lunar System,1,M. Kholid Syeirazi,1,M. Nur Kholis Setiawan,1,M. Rikza Chamami,13,M. Rikza Khamami,1,Ma'arif NU,2,Madrasah,24,Madrasah Diniyah,5,Madrasah Lebih Baik,2,Madrasah TBS,1,Mahasiswa,2,Mahbub Ma'afi,2,Mainstream Media,1,Majelis Dzikir,1,Majelis Shalawat,1,Makalah,3,Makam Gus Dur,1,Makam Nabi,1,Makam Nabi Muhammad SAW,1,Makam Rasulullah,1,Makam Sunan Bonang,1,Makkah,1,Maklumat,3,Makna Bismillah,1,Makna Logo Muktamar NU ke-33,1,Malik bin Anas,1,Mama Falak,1,MAN IC,1,Manhaj Salafi Imam Syafi’i,1,Manhaji,1,Manusia Robot Bali,1,Mars,1,Masjid,1,Masjid Zhenjiao,1,Masjidid Haram,1,Masjidil Haram,1,Maturidiyyah,1,Maulid,4,Maulid Burdah,1,Maulid dalam Islam,1,Maulid Nabi,7,Maulid Nabi Muhammad SAW,3,Mbah Maimoen Zubair,2,Mbah Moen Sarang,2,Mbah Mun,1,Mbah Sahal,1,Mbah Sholeh Darat,1,MCA,1,Media,2,Media Sosial,1,Media Watch,1,Mehmet Gormez,1,Melangkahi Kuburan,1,Meme,1,Meme Islami,1,Menag,2,Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia,1,Mengenal Jejak Mengenal Watak,1,Menristek,1,Menulis,1,Merayakan Maulid,1,Milad,1,Minal Aidin Wal Faizin,1,Minhajul 'Abidin,5,Moment,1,MTs Surya Buana Malang,1,MTsN 2 Pamulang,1,MTT,1,Mualaf,2,Mudik Lebaran,1,Muhammad,2,Muhammad bin ‘Abd al-Wahhab,2,Muhammad Nasir,1,Muhammad Niam,1,Muhammad PBUH,1,Muhammad SAW,3,Muhammad Tijany,1,Muharram,2,MUI,1,Mujaheeden,1,Mujahidin Palestina,1,Mukiyah,1,Mukjizat,2,Muktamar NU,1,Muktamar NU ke 33,2,Munas-Konbes NU,20,Munawir Aziz,1,Muntaha Azhari,1,Museum Keraton Sumenep,1,Muslim Hong Kong,1,Muslim Kagetan,1,Muslim Papua,1,Muslimat NU,2,Nabi dan Rasul,1,Nabi Ibrahim,1,Nabi Muhammad,2,Nabi Muhammad SAW,6,Nadirsyah Hosen,6,Nadlatul Ulama,2,Nahdatul Ulama,18,Nahdlatul Ulama,157,Nahdlatul Ulamata,1,Name of Allah,1,Narkoba,3,Nasehat,8,Nasihat,1,Nasional,412,Nasionalisme,1,Natal,1,Natal 2015,1,Natal dan Maulid,1,Netizen Jurnalistik,1,New,1,News,677,News Ikhbar,2,News IPPNU,1,News Pictures,17,Ngaji Live,1,Ngaji Puasa,27,Ngaji Ramadan,8,Ngaji Ramadhan,20,Ngaji Video,1,Niat Puasa,1,Nishfu Sya'ban,1,NKRI,1,NKRI Harga Mati,3,NU,7,NU ANZ,1,NU Batang,1,NU Bogor,13,NU Care,2,NU Care LazisNU,2,NU Garis Lurus,1,NU Jabar,2,NU Jatim,1,NU Klaten,1,NU Semarang,1,NUCare,4,NUPeduli,1,Nur Kholik Ridwan,1,Nur Rofiah,1,Olimpiade Kedokteran,1,Opini,283,Opinion,1,Opnion,1,Orbituari,2,Pagar Nusa,13,PAI,2,Palestina,2,Palestine,1,Palestine Mujaheeden,1,Papua,1,Parenting,1,PBNU,8,PBSB,3,PBSB 2016,1,Peace,1,Peduli Bencana,2,Pelajar NU,1,Pendaftaran PBSB 2016,1,Pendididkan Islam,18,Pendidika Islam,1,Pendidika Islam,1,Pendidikan,171,Pendidikan Agama,1,Pendidikan Islam,158,Pendidikan Karakter,2,Pendidikan Madrasah,5,Pendidikan Politik,3,Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam,1,Pendidikn Karakter,1,Pendis Kemenag,2,Penggrebekan di Jepara,1,Pengobatan Islami,1,Penjajahan,1,Pentas PAI,1,Penulis,1,Perang,1,Perang Badar,1,Perang Uhud,1,Perguruan Tinggi NU,1,Perkemahan Rohis,1,Perppu Ormas,2,Perpres,1,Perpu Ormas,1,Perwimanas,2,Pesan Kiai,1,Pesantren,70,Pesantren Assalafiyah Cirebon. Assalafiyah,1,Pesantren Ibnu Mas'ud,1,Pesantren Lirboyo,2,Pesantren Mahasiswa,1,Pesantren Salaf,1,Photo,1,Pilihan Editor,105,Pilkada,1,Pilkada 2017,1,Pilkada DKI,1,Pilkada Jatim,1,Ploso,1,PMII,3,Polemik Sejarah Tere Liye,1,Politik,13,Ponorogo,1,Ponpes Al-Anwar,1,Pontianak,1,PPMN III,1,Pra Munas,4,Pramuka,1,Prof. Dr. Ahmad Tayyeb,1,Prof. Dr. Quraish Shihab,3,Profil,3,PTKI,1,Puasa Arafah,1,Puasa Ramadhan,1,Puisi,12,Pustaka,10,Pustaka Pesantren,8,Qawli,1,Qunut Nazilah,1,Quote,1,Qurban,5,Radicalism,1,Radikalisme,10,Rajab,1,Ramadan,2,Ramadhab,1,Ramadhan,72,Ramadhan 2015,12,Ramadhan 2016,2,Ramadhan di Hong Kong,1,Ramadhan Video,25,Rasis,1,Rasullah,1,Rasulullah SAW,6,Recommended,2,Refleksi Akhir Tahun,1,Release,2,Release PBNU,1,Religion,2,Remaja Islam,1,Resolusi Jihad,2,Resolusi Jihad NU,1,Rezeki Halal,1,Rijal Mumazziq Z,1,Risalah NU,1,RMI NU,4,Robikin Emhas,1,Robot,1,Rohingya,11,Rokok,2,Rubbubiyah,1,Ruchman Basori,2,Rukun Islam,1,Sahabat,1,Sahabat Nabi,2,Sahih Muslim,1,Said Budairy,1,Saifuddin Zuhri,1,Saifullah Ma'shum,1,Sajak,2,Salafi,2,Salam,1,Sanad Keilmuan,1,Santri,6,Santri Goes To Papua,3,Santri Menulis,1,Santri Urban,1,Sarkub Papua,1,Sastra Islam,11,Satelit,1,Satelit Indonesia,1,Save Rohingya,6,Sayembara Logo Muktamar NU ke-33,1,Science,5,Sedekah,3,Sejarah,5,Sejarah Al-Qur'an,1,Sejarah Indonesia,2,Sejarah Islam,1,Sejarah NU,2,Sekolah Lima Hari,1,Seni dan Sastra Islam,12,Seri Belajar Islam,8,Seri KH. Said Aqil Siraj,1,Seri Tokoh,1,SGTP,1,Shahih Muslim,1,Shaikh Nimr Baqir al-Nimr,1,Shalat,18,Shalat Gerhana,3,Shalat Idul Adha,1,Shalat Istiqa,1,Shalat Jum'at,6,Shalat Sunah,1,Shalat Sunnah,3,Shalat Tarawih,15,Shalawa Nabi,1,Shalawat,2,Shalawat Nabi,4,Shalawat Nabi Muhammad SAW,2,Shalawat Nariyah,3,Sholat Tarawih,1,Sholawat,1,Sholeh Darat,1,Short Course,1,Sifat Mulia Rasulullah SAW,1,Silsilah Nabi Muhammad SAW,1,Silsilah Rasulullah,1,Sindikasi Damai,15,Sindikasi Media,1,Singaparna,1,Sinopsis,1,Sirah Nabawiyah,2,Sirah Nabi,2,Siswa Berprestasi,1,Slamet Basyid,1,solar system,1,Solidaritas,1,Sponsored,2,Suara NU,1,Sudut Pandang,1,Sudut Taman Ramadhan,7,Sufistik,1,Sumanto Al Qurtuby,9,Sumenep,1,Sunnah,2,Sunnah Rasulullah,1,Sunnah Shalat,1,SUNNI,1,Sunni-Shia,1,Sunni-Syiah,1,Suraji,6,Surat Edaran Gubernur Jateng,1,Surat Terbuka,3,Suriah,2,Syafa'at Rasulullah,1,Syafaat Nabi,1,Syahid,1,Syahrozad Zalfa Nadia,1,Syaikhona Kholil Bangkalan,1,Syarat Wajib Zakat,1,Syariah,2,Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani,1,Syeikh Abdul Qodir Al-Jailany,1,Syekh Abdul Qadir Al-Jailani,1,Syekh Dr. Muhammad Fadhil,1,SYIAH,3,Tafsir,1,Tafsir Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani,1,Tahlilan,2,Tahun Baru 2016,1,Tahun Baru Islam,2,Tahun Baru Masehi,1,Tanah Suci,1,Tarawih,21,Tasawuf,3,Tawan,1,Tawariq,1,Tayyip Erdogan,1,Tebuireng,6,Tekno,20,Teladan,1,Teladan Nabi,3,Teologi Teror,1,Teraweeh,1,Tere Liye,1,Teror,1,Teror 2016,1,Teror Jakarta,1,Teror Sarinah,1,Teror Thamrin,1,Teroris,4,Terorism,10,Terorisme,25,Tionghoa,1,Tips and Trick,2,Tokoh,86,Tokoh Betawi,1,Tokoh Bogor,1,Tokoh Dunia,3,Tokoh Indonesia,19,Tokoh Islam,114,Tokoh Kemerdekaan,2,Tokoh Muda Islam,25,Tokoh NU,17,Tokoh NU Bogor,1,Tokoh NU Jabar,1,Tokoh Perempuan,1,Tokoh PMII,1,Tokoh Rembang,1,Tokoh Syiah,1,Tolak FDS,12,Toleransi,5,Tradisi,2,Tragedi Crane di Masjidil Haram,1,Trend Sosial,2,Tuah Pesantren,1,Tulisan Arab,1,Tuntunan Islam,1,Turats,1,Turki,1,TurnBackHoax,4,Tutorial,1,TV9,1,Ubaidillah Achmad,23,Ubaidillah Ahmad,1,Ucapan Minal Aidin Wal Faizin,1,Ucapat Selamat Natal,1,Udhiyah,1,Uhud,1,Ulama,11,Ulama Bogor,1,Ulama Indonesia,1,Ulama NU,3,Ulama Nusantara,1,Ulama Perempuan,1,Ulama Salaf,1,Uluhiyah,1,UNU,2,Ustad Ahmad Ikrom,1,Ustadz,1,Ustadz Ahmad Ali MD,2,Ustadz Ali MD,1,Ustadz Fathuri,24,Ustadz Fatoni Muhammad,1,Ustadz Lc,1,Ustadz Ma'ruf Khozin,3,Ustadz Menjawab,5,Ustadz Yusuf Mukhtar Sidayu,1,Ustadz Yusuf Suharto,1,Uswah,3,Uswatuna,3,UU Ormas,1,Video,5,Vinanda Febriani,7,VoA-Islam,1,Wahabi,4,Wahabism,2,Wahabisme,2,Wahid Foundation,6,Wali Pasemone,1,Wali Songo,2,Walisongo,5,Waliyullah,1,Wardi Taufik,1,Wawasan,79,Wawasan Islam,54,Wawasan Kebangsaan,12,Wawasan Nusantara,43,Website Islam Indonesia,1,Website Islam Nusantara,1,Wirid dan Doa,2,Wirid dan Doa Setelah Shalat,1,Women and Jihad,1,Women Fighter,1,World Peace,1,Wudhu,3,Yahya Staquf,1,Yasin,1,Yayasan Saifuddin Zuhri,1,Yenny Wahid,3,Yogyakarta,8,Z-Featured,3,Zainal Mustafa,1,Zakat,4,Zakat Fitrah,2,Zakir Naik,1,Zakky Zulhazmi,2,ZIarah,4,Ziarah Kubur,2,Zikir,1,Zuhairi Misrawi,1,Zulkilfi Hasan,1,خطبة كسوف الشمس,1,
ltr
item
Arrahmah.co.id - Portal Dunia Islam: Agama Komunal: Kekerasan Politik Berkedok Agama
Agama Komunal: Kekerasan Politik Berkedok Agama
Kekerasan politik memiliki banyak variasi kedok yang digunakan, misalnya, berkedok kekuasaan, berkedok sistem permodalan, berkedok asas kajian ilmiah, berkedok kebijakan, berkedok organisasi basis masa, dan berkedok agama.
https://1.bp.blogspot.com/-aQfD4VxFnGY/WFKMa5aeSBI/AAAAAAAADUI/yMK20mSpwgMy1VDRdUT-KQckj2aeuujOQCLcB/s640/Kekerasan%2Batas%2BNama%2BAgama.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-aQfD4VxFnGY/WFKMa5aeSBI/AAAAAAAADUI/yMK20mSpwgMy1VDRdUT-KQckj2aeuujOQCLcB/s72-c/Kekerasan%2Batas%2BNama%2BAgama.jpg
Arrahmah.co.id - Portal Dunia Islam
https://www.arrahmah.co.id/2016/12/agama-komunal-kekerasan-politik.html
https://www.arrahmah.co.id/
https://www.arrahmah.co.id/
https://www.arrahmah.co.id/2016/12/agama-komunal-kekerasan-politik.html
true
766049156261097024
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content