Pencerahan Tanggung Jawab Ulama dan Hak Masyarakat - Seri Kajian Minhajul Abidin #5

Dalam sejarah kenabian hingga pewaris para Nabi (Ulama), banyak yang belum memahami: siapa sebenarnya yang menjadi model dalam menjalankan keberagamaan ini? bagaimana penjelasan yang bersumber dari teks kewahyuan? bagaimana penafsiran Syekh Imam Al Ghazali terhadap pengertian Ulama? beberapa pertanyaan ini memerlukan jawaban yang tidak mudah, sebab selain keulamaan seseorang harus ditempuh dengan jalan suluk yang tidak ringan, namun juga harus ditempuh dengan penguasaan ilmu dan pemahaman yang tajam dan ilmiah (rasional, empiris, korespondensi dengan ilmu kenabian, dan koheren antara teori dan fakta sejarah tentang kenabian dan para penerusnya.

Pencerahan Tanggung Jawab Ulama dan Hak Masyarakat - Seri Kajian Minhajul Abidin #5
Oleh: Ubaidillah Achmad

ARRAHMAH.CO.ID - Sebelum membahas kajian terhadap kitab minhajul abidin ini, saya bersyukur kepada Allah yang melimpahkan rahmatNya kepada seluruh umat manusia. Melalui kajian kitab ini, saya memohon kepada Allah, semoga shalawat dan salam selalu dilimpahkan kepada Nabi Muhammad, khadrah kepada Ulama Asy'ariyah, Ulama Fi Madzahib Al Arbaah wa Syafiiyah, Syekh Hujjatul Islam Imam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al Ghazali, Syekh Waliyullah Ahmad Al Mutamakkin dan KH. Abdullah Ismail, dan KH. Abdullah Munji Kajen, dan para leluhur Ulama pesantren Nahdlatul Ulama (NU) wa ushuulihim wa furu-ihim, dan para pembaca kajian kitab karya Syekh Imam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al Ghazali. Al Fatihah:

Dalam sejarah kenabian hingga pewaris para Nabi (Ulama), banyak yang belum memahami: siapa sebenarnya yang menjadi model dalam menjalankan keberagamaan ini? bagaimana penjelasan yang bersumber dari teks kewahyuan? bagaimana penafsiran Syekh Imam Al Ghazali terhadap pengertian Ulama? beberapa pertanyaan ini memerlukan jawaban yang tidak mudah, sebab selain keulamaan seseorang harus ditempuh dengan jalan suluk yang tidak ringan, namun juga harus ditempuh dengan penguasaan ilmu dan pemahaman yang tajam dan ilmiah (rasional, empiris, korespondensi dengan ilmu kenabian, dan koheren antara teori dan fakta sejarah tentang kenabian dan para penerusnya.

Secara spesifik, kajian ini akan membahas modeling seorang Ulama, sehingga dapat menjadi pembelajaran dan pencerahan kepada individu dan masyarakat.

Jika kekhasan modeling keulamaan dan makna teks kewahyuan tidak jelas, maka sistem keberagamaan masyarakat hanya akan menjadi hiasan kehidupan. Hal ini hanya akan menyulut kehendak kuasa dan keserakahan terhadap harta dan sistem kekuasaan. Sehuhungan dengan fungsi modeling keulamaan seseorang dan teks kewahyuan yang mendasarinya, maka pembaca bisa memetik pemahaman dari teks kitab minhajul abidin ini dan bagaimana masyarakat mensyikapinya.

Sehubungan dengan judul tulisan ini, judul tulisan ini merupakan petikan hikmah dari kajian teks berikut: Allati tujibu taqdimal ilmi fahiya anna al ilma an naafi'a yutsmiru khasyatallahi ta'ala wa mahabatahu. Qaala Allahu Ta'ala: Innama YakhsyaAllaha min Ibadihi Al Ulama'u. 

Sehubungan dengan maksud teks di atas dapat dipahami, bahwa sudah menjadi keniscayaan seseorang untuk mendahulukan ilmu (yang bermanfaat), karena ilmu yang bermanfaat akam membuahkan (sikap) seseorang untuk takut (mendekat) kepada Allah. Sebagaimana firman Allah:  sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba-hamba-Nya hanyalah Ulama (QS. Faathir/35:28).

Lanjutan dari teks tersebut: Wa dzalika anna man lamya'rifhu haqqa ma'rifatihi lam yahabhu haqqa mahabatihi wa lam yu'adzimhu haqqa ta'dzimihi wa khurmatihi fa bil'ilmi ya'rifuhu wa yu'adzimuhu wa yahabuhu.

Pencerahan Tanggung Jawab Ulama dan Hak Masyarakat - Seri Kajian Minhajul Abidin #5
Gus Ubaidillah Achmad melakukan pendampingan bagi masyarakat Pegunungan Kendeng Utara, di Desa Tegal Dowo, Gunem, Rembang unjuk rasa pembangunan pabrik Semen. Pencerahan Tanggung Jawab Ulama dan Hak Masyarakat - Seri Kajian Minhajul Abidin #5
Sebagaimana teks tersebut di atas dapat dipahami, bahwa jika ada seseorang yang belum mencapai pengetahuan yang sebenarnya tentang Allah sampai pada inti atau hakikat ilmu ma'rifat (kosmologi ketuhanan), maka seseorang tersebut tidak akan merasakan takut kepada Allah dengan perasakan takut yang sebenarnya sampai pada inti atau hakikat takut, berupa sikap mendekatkan diri kepada Allah, mengikuti perintah Allah dan menjauhi laranga Allah, Selain itu, jika ada seseorang yang belum mencapai hakikat ilmu makrifat, maka seseorang tersebut tidak akan (mudah bisa) mengagungkan Allah sampai pada inti atau hakikat mengagungkan dan memuliakan Allah. Jadi, dengan berilmu, maka seseorang akan mengetahui: cara mengagungkan dan mendekatkan diri kepada Allah.

Sebagaimana pesan teks tersebut di atas menegaskan, bahwa  ilmu (seseorang itu) akan menghasilkan buah keta'atan dalam konteks semua bentuk ketaatan. Ilmu juga akan dapat menguatkan sikap seseorang berkemampuan menghindari perbuatan yang dilarang Allah, yang kesemuanya itu didasarkan pada pertolongan dan petunjuk Allah.
(fa shara al 'ilmu yutsmiru at thaa'ati kulluha wa yuhjizu anilma'syiyati kulliha bi taufiqillahi).

Sehubungan dengan pesan teks di atas, Syekh Hujjatul Islam menyerukan kepada pembaca kitab minhajul abidin dengan kalimat seruan berikut: fa 'alaika bil'ilmi arsyadaka Allahu ya saalika thariqi al akhirati awwala kulli syai-in wa Allahu wali at tawfiqi bi fadlihi wa rahmatihi.

Dalam seruannya ini, Syekh Imam Al Ghazali menggunakan istilah seruan dengan kalimat "Ya Saalika Thariqil Akhirah" setelah kalimat "fa 'alaika bil'ilmi arsyadaka Allahu". Hal menunjukkan betapa penting seruan ini bagi orang yang ingin mencapai jalan akhirat. Jadi, jika diartikan secara bebas akan menegaskan, "Wahai hamba Allah yang menyusuri jalan kehidupan yang penuh terjal dan berliku untuk mendapatkan ilmu yang dapat memperbaiki sikap dan dapat menjadikan perbuatan yang mulia (akhlakul karimah), sudah menjadi kewajibanmu supaya menjadi orang yang berilmu, karena ilmu itu menjadi permulaan (sebelum dirimu menghadapi) setiap suatu perkara atau persoalan hiduo. Dengan semangat kalian berilmu, maka Allah akan menunjukkan jalan kepadamu, Allah pula yang bekuasa atas pemberian petunjuk dengan anugrah-Nya dan Kasih Sayang-Nya."

Sehubungan dengan teks yang menjadi kajian ini merupakan teks lanjutan dari sub bab tentang ilmu. Jika kita kaji, maka akan terbaca model kitab minhajul abidin yang merupakan kitab yang memuat pokok pembahasan yang dikaji dari beberapa perspektif. Misalnya, sub bab tentang ilmu seperti pada pembahasan sebelumnya telah memuat beberapa pembahasan atau perspektif, yang di antaranya: ilmu yang harus disampaikan dan ilmu yang tidak harus disampaikan, manusia yang mengerti dan mengenal Allah, makna kesalehan, dan kesatuan ibadah dzahir dan hati.

Semua sub bab ini diuraikan dalam satu pembahasan bab ilmu tanpa klasifikasi judul seperti judul dalam kajian ini. Saya membahas dengan membuat spesifikasi pokok pembahasan ini, bertujuan untuk memudahkan pemahaman dan fokus pembahasan.

Dalam tulisan ini masih membahas ilmu, namun dari perspektif modeling seorang Ulama, saya memilih judul ini, sesuai dengan konteks yang berkembang secara femomenal pada dua bulan terakhir ini, yaitu kebesaran seorang Ulama yang telah menjadi diskursus sosial politik nasional. Ada perkembangan gerakan sosial politik yang menjadikan agama sebagai instrumen kehendak kuasa. Gerakan ini melibatkan banyak tokoh agama dan umat Islam. Namun benarkah, hal ini murni gerakan yang sesuai dengan ajaran Islam sebagaimana yang pernah disampaikan oleh Nabi Muhammad hingga Ulama yang telah mengamalkan ilmunya.

Ulama Yang Mencerahkan

Dalam sebuah masyarakat ada banyak persoalan, konflik, pertentangan, dan beberapa pemikiran yang muncul dari masing-masing individu. Karenanya, jika di tengah masyarakat muncul banyak fenomena yang memerlukan jawaban atau jalan keluar, namun tidak kunjung terselesaikan, maka individu dan masyarakat tidak akan merasakan hidup tentram, akan merasakan kegelisahan, ketidaknyamanan menjalankan proses hidup di dunia.

Apa pengertian individu dan masyarakat? Individu, adalah unit terkecil yang membentuk kemunculan masyarakat. Individu ini merupakan bagian terkecil dalam kesatuan rumpun masyarakat. Misalnya, suatu keluarga yang terdiri dari: ayah, ibu, dan anak. Ayah, Ibu, dan anak menandai keberadaan individu. Sedangkan, masyarakat (society), adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem, tertutup atau terbuka.

Sehubungan dengan keberadaan individu dan kelompok individu, ada aktivitas dan interaksi antara individu atau kelompok individu. Di tengah interaksi ini, ada kehendak, cita cita, visi dan misi kehidupan, baik yang bersifat positif dan bersifat negatif. Dalam sejarah bangsa bangsa di dunia, adanya individu dan kelompok individu, telah muncul kehendak kuasa antara yang satu sama yang lain menjadikannya sebagai lawan yang memerlukam perlawanan.

Karena kehendak kuasa ini, maka muncul teori teori untuk membangun perdamaian masyarakat dan menata kehendak individu dan masyarakat supaya tidak terjadi konflik. Misalnya, teori politik, sosiologi, antropologi dan kebudayaan masyarakat. Puncak konflik dalam sejarah masyarakat dunia, adalah adanya fasisme politik antar kelompol kepentingan. Fasisme kekuasaan ini yang menimbulkan pertumpahan darah dan yang mengatasnamakan kemanusiaan, keadilan, dan persamaan.

Sifat buruk yang menyertai fasisme politik ini, telah banyak merugikan dan menyebabkan konflik kemanusiaan, telah menghabiskan kost yang tidak ringan, individu dan masyarakat seperti kehilangan induknya. Artinya, memiliki masyarakat, namun tidak  mendapatkan ketenangan di tengah masyarakat. tiada hari tanpa konflik dan kehendak kuasa. Dari fenomena ini, individu dan masyarakat mengalami kebimbangan: kepada siapa akan menjawab persoalan hidupnya. Sementara itu, setiap manusia memiliki sifat kehendak untuk berkuasa, baik akan dilakukan secara lunak dan dilakukan secara kekerasan.

Sehubungan dengan sifat manusia yang kebanyakan telah mendahulukam kehendak kuasa pada sistem kekuasaan masyarakat atau kehendak penguasaan pada sistem permodalan, maka dalam sistem masyarakat memerlukan subjek yang sudah membebaskan diri dari kehendak manusia yang cenderung ingin berkuasa dan menguasai sistem kekuasaan dan permodalan. Sosok yang sudah mampu membebaskan diri dari kehendak kuasa pada kedua sistem ini, dalam keberagamaan umat Islam disebut dengan Ulama.

Inti dari energi keulamaan perspektif Imam Al Ghazali, adalah memilih jalan kebenaran dan pencerahan yang bersumber dari Allah dan mencerahkan masyarakat tanpa harus merusak kearifan lokal. Hal ini bisa dilakukan Ulama, dengan menyempurnakan kebaikan dan mengkonstruksi penyimpangan atau hal hal yang merugikan masyarakat

Sebagai pewaris dari para Nabi (waratsah al anbiya), Ulama bertugas untuk memberikan peringatan dan kabar gembira kepada masyarakat yang dapat mengendalikan diri dari kehendak kuasa pada sistem kekuasaan dan kapital. Karenanya, dalam keragaman umat Islam, mereka yang menguasai teks kewahyuan, namun justru menjadi tangan panjang kehendak kuasa pada kedua sistem ini, adalah sosok yang tidak pantas mendapatkan posisi di masyarakat sebagai seorang Ulama.

Bagaimana peran Ulama dalam konteks kebudayaan dan kebangsaan? Ulama merupakan pewaris para Nabi, sehingga memiliki tugas mengajarkan ketauhidan kepada umat. Selain itu, sebagai pewaris Nabi melalui jalur kenabian Nabi Muhammad, para Ulama juga bertanggung jawab untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. Hal ini, sesuai dengan sabda Nabi: Innama Bu-istu Li Utammima Makarimal Akhlaq. Artinya, sesungguhnya saya diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlak.

Mengapa posisi Nabi diutus untuk menyempurnakan akhlak? Apa pengertian akhlak? Bagaimana tanggung jawab Ulama? Alasan Nabi diutus untuk menyempurnakan akhlak, karena setiap individu memiliki potensi atau kemampuan menggerakkan jiwa dan sikap, baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Dalam konteks gerak jiwa dan sikap yang di sengaja atau tidak ini, ada yang berupa sikap baik dan ada yang berupa sikap tidak baik.

Dalam konteks sikap baik inilah risalah kenabian melalui Nabi Muhammad berfungsi untuk menguatkan dan membentuk kesadaran diri terhadap hal hal yang baik. Sedangkan, dalam konteks gerak jiwa dan sikap manusia yang tidak baik inilah, Nabi Muhammad berfungsi untuk memperbaikinya atau mengkonstruksi sikap yang tidak baik: bagaimana supaya menjadi baik. Hadis ini, menunjukkan pengakuan Nabi Muhammad, bahwa kehadirannya sebagai pembawa risalah kenabian bukan fenomena yang baru, namun berfungsi untuk melanjutkan risalah sebelumnya.

Selain itu, keberadaan Nabi Muhammad, telah menunjukkan pengakuan terhadap kebaikan dan keutamaan etika universal dalam kebudayaan atau peradaban masyarakat. Sehubunban dengan kebaikan dan keutamaan ini, Nabi Muhammad menegaskan keberadaannya sebagai penyempurna kebaikan dan keutamaan yang sudah berlangsung dalam sejarah kenabian dan kemanusiaan.

Sebagai penyempurna risalah kenabian dan keutamaan dalam kehidupan masyarakat, Nabi Muhammad telah berhasil membentuk kesadaran masyarakat tentang adanya risalah kenabian dan membentuk kesadaran tentang kebaikan dan keutamaan. Sehubungan dengan inti ajaran risalah kenabian ini, maka keberadaan Nabi Muhammad tidak berbenturan dengan kearifan lokal arab dan kearifan kebudayaan bangsa bangsa hingga sekarang ini. Karena itu, keberadaan Nabi tidak berbenturan dengan model kearifan pada zamannya, baik yang berkembang di lingkungan masyarakat Qurays maupun yang berkembang di lingkungan masyarakat Madinah. Misalnya, model kearifan adanya relasi suci kosmologi antara Allah, manusia dan kesemestaan.

Keberadaan Nabi Muhammad, justru menjaga relasi suci kosmologis dan menentang para pelaku kerusakan lingkungan, baik lingkungan kemanusiaan maupun lingkungan kesemestaan. Risalah kenabian ini, bertujuan untuk mengingatkan umat zamannya, bahwa hidup bertujuan untuk beribadah kepada Allah, sehingga tidak sewenang wenang berbuat melanggar kebaikan dan keutamaan.

Prinsip ini yang ingin dibentuk dan dikuatkan dalam bentuk kesadaran manusia. Jika ada yang mengabaikan kebaikan dan keutamaan, baik yang bersumber dari diri sendiri, pihak yang lain, dan bersumber dari rahasia kesemestaan, maka Nabi Muhammad akan segera mengingatkan dan memperbaikinya.

Jadi, visi Nabi Muhammad, adalah mempertahankan keyakinan terhadap ke-Esa-an Allah (minotheistik), kemanusiaan, dan peradaban. Visi ini menjadi fundasi pencerahan dan pembebasan kepada masyarakat dari relasi kuasa yang tidak seimbang. Karenanya, sebagai penerus jejak kenabian (waratsah al anbiya), para Ulama memiliki pandangan dan sikap yanh sama dengan jejak para Utusan Allah. Para Ulama merupakan percontohan menjalankan proses kehidupan yang baik pada zamannya. Mengapa? karena para Ulama hadir melaksanakan visi pencerahan dan pembehasan, bukan kehadiran yang membingungkan dan bukan kehadiran yang mengajak umat untuk menjadi martir kehendak kuasa atau juga kehadiran yang membiarkan relasi kuasa terjadi secara tidak seimbang.

Dalam konteks Indonesia, hal ini sudah dicontohkan oleh para Ulama Nusantara, bagaimana para Ulama Nusantara tetap turut menguatkan nilai kebaikan dan keutamaan yang besumber dari teks kewahyuan dan risalah kenabian yang mencerahkan dan membebaskan tanpa harus mengganggu: kearifan lokal, nilai-nilai luhur bangsa, dan tradisi masyarakat yang tetap mengindahkan kemanusiaan, keadilan dan persamaan.

Ulama Nusantara juga tetap mempertahankan NKRI dan Ideologi pancasila. Mengapa sikap ini bertahan pada pilihan Ulama nusantara? Karena para Ulama memahami, bahwa risalah kenabian bukan untuk merebut kehendak kuasa, namun bertujuan untuk menyempurnakan pendidikan dan pembentukan akhlak mulia.

Hak  Masyarakat Atas Pencerahan

Apa pengertian hak masyarakat atas pencerahan? Jika masyarakat mendapatkan pencerahan, maka sudah merupakan hak masyarakat. Hak masyarakat menerima pencerahan dari para Ulama ini, juga tidak harus melepaskan dari nilai nilai kebudayaan masyarakat dan prinsip keutamaan dan kebaikan masyarakat. Ilmu Ulama datang untuk memancarkan cahaya kenabian yang mencerahkan masyarakat dan membebaskan masyarakat, bukan justru membingungkan masyarakat. Karenanya, Ulama tidak perlu telibat dalam memperebutkan kekuasaan dan menjadi tanggan panjang penguasa.


Rembang, (17/11/2016)
Ubaidillah Achmad, Penulis buku Suluk Kiai Cebolek dan Islam Geger Kendeng, Dosen UIN Walisongo Semarang dan Majlis Kongkow As Syuffah Sidorejo Pamotan Rembang.

COMMENTS

Nama

.,1,#AyoMondok,12,#BelajarIslam,8,#CintaNKRI,2,#DanaHaji,1,#HariSantri,19,#HariSantri #HariSantri2017,1,#HariSantri2017,1,#HarlahNU,4,#HarlahNU91,2,#HaulKiaiHasanGenggong,2,#IslamIndonesia,1,#IslamNUsantara,4,#KajianRamadhan,1,#SavePalestine,3,#SaveRohingya,3,1 Muharram,3,1 Syawal,1,2016,1,A. Zakky Zulhazmi,1,Abdlul Halim Hasan,1,Abdul Mun'im DZ,1,Abu Bakar Hasan Assegaf,1,Adab Rasulullah,1,Advetorial,2,Afif Sunakim,1,Agama,1,Agama Cinta,1,Agenda,25,Agenda NU,1,Agnez Mo,1,Agus Zainal Arifin,3,Ahlusunnah wal Jama'ah,31,Ahmad Baso,1,Ahmad Mujib Rahmat,1,Ahmet Davutoglu,1,Ahsunnah,1,AJaran Islam,1,Akhir Zaman,1,Akhlakul Karimah,1,Al-Nimr,1,Al-Qaeda,1,Al-Qur'an,4,Al-Qur'an Raksasa,1,Al-Zastrow Ngatawi,1,Alamsyah M. Dja’far,3,Ali bin Abi Thalib,2,Ali Zawawi,1,Alissa Wahid,1,Allah,1,Almanak,1,Alumni Madrasah,1,Amalan,16,Amalan di Bulan Ramadhan,2,Amalan NU,4,Amalan Rasulullah,1,Amaliah,19,Aman Abdurrahman,1,Amirul Ulum,2,Anas Saidi,1,Angka Istimewa dalam Islam,1,Angka Tiga,1,Angker,1,Ansor,3,Ansor Garut,1,Ansor Malang,1,Ansor Surabaya,1,Anti Korupsi,4,Anti Narkoba,1,Anti Radikalisme,3,Anti Terorisme,2,Anti Wahabi,1,Aplikasi Batik,1,Aqidah,2,Arab,1,Arab People,1,Arab Saudi,2,Arief Mundatsir Mandan,1,Arifin Junaidi,1,Arrahmah Channel,5,Arrahmah Featured,11,Arrahmah.com,1,Articles,2,Artikel,26,Asian Youth Robot Olimpiade,1,Asosiasi Pesantren NU,1,Aswaja,24,Asy'ariyah,1,Australia,1,Avicenna Roghid Putra,1,Ayat-ayat Toleransi,1,Ayman Adz Dzawahiri,1,Ayo Mondok,1,AYRO,1,Bahtsul Masail,1,Bangsa Indonesia,1,Banser,14,Banten,1,Batik,1,Batik Indonesia,1,Battle,1,Battle of Uhud,1,Beasiswa,12,Beasiswa Kemenag,3,Beasiswa Madrasah,1,Beasiswa Santri,1,Beasiswa Santri 2016,1,Beasiswa Santri Berprestasi,2,Beasiswa Santri Berprestasi 2016,1,Bekasi,1,Belajar Islam,26,Berita,148,Berita Duka,5,Berita Islam,3,Bid'ah,2,Bid'ah para Sahabat,1,Bima Arya,1,Biseksual,1,Bisnis Haram,1,BNN,1,BNN di Jepara,1,BNPT,2,Bodo Kupat,1,Bogor,1,Bom Kuningan,1,Bom Sarinah,2,Bom Thamrin,2,BPOM,1,Brain,1,Budaya,1,Buku,6,Bulan Rajab,1,Buletin Jumat,5,Burdah,1,Cak Masykur,25,Cak Nun,1,Cak Nur,1,Cangkir9,2,Cep Herry Syarifuddin,1,Cerpen,2,Channel Arrahmah,37,Charlie Hebdo,1,Cheng Ho,1,Choirul Anam,1,Cinta,1,Cinta Bangsa,1,Cinta Tanah Air,1,Counter Radicalism,6,Cybercrime,2,Dajjal,1,Dakwah Islam,4,dan Transgender,1,Darurat Narkoba,3,Dea Anugerah,1,Deklarasi Nahdlatul Ulama,1,Deklarasi Serpong,1,Densus 88,2,Digital Media,2,Direktorat Pendidikan Madrasah,1,Dit PD Pontren Kemenag,1,DKI Jakarta,1,Doa,31,Doa Akhir Tahun,1,Doa Anak Sholeh,1,Doa Awal Tahun,1,Doa Berbuka,1,Doa dan Tirakat,1,Doa Gus Mus,1,Doa Harian,1,Doa Nabi,1,Doa Pernikahan,2,Doa Setelah Shalat,1,Doa Wudhu,1,Dosen UIN Walisongo,1,Download,1,Dr. Amin Haedari,1,DR. KH. M. A. SAHAL MAHFUDH,1,Dr. Nadirsyah Hosen,10,Dubes,1,Dzikir dan Doa,2,Dzikir Setelah Shalat,1,Editor's Choice,10,Effendi Choirie,1,Ekologi,3,Ekonomi,3,Eksekusi Mati Al-Nimr,1,English Edition,1,Esensi Syariah,1,Fadhila Haifa’ Afifah,1,Fadilah,1,Falak,1,Fardhu Wudhu,1,Fatayat NU,2,Fathoni Muhammad,1,Fatwa MUI,1,FDS,11,featured,133,Featured Arrahmah,44,Fikih,2,Fikih dan Muamalah,3,Fikih Ibadah,10,Fiqh,8,Fiqh Ibadah,1,Fiqh Qurban,6,Fiqh Shalat,3,Fiqih Lingkungan,2,Firqaf,1,Firqah,1,Firqoh,1,Fokus Khusus,1,FSN,2,Fulldayschool,4,Fundamentalis akan Habis,1,Gafatar,1,Galeri,4,Gay,1,Geluntung Agel Wafi,1,Gerakan Nasional AyoMondok,1,Gerhana,1,Gerhana Bulan,1,Gerhana Matahari,3,Gerhana Matahari Total,1,GIYE,1,Good Muslim,13,GP Ansor,8,Grand Syaikh Al-Azhar,1,Grants,1,Griya Gus Dur,1,GTK Madrasah,2,Guru Inspiratif,2,Guru Madrasah,2,Guru MAN,1,Guru Mughni,1,Guru PAI,1,Gus Ahmad Muwaffiq,1,Gus Aqib,1,Gus Dur,23,Gus Miek,1,Gus Mus,9,Gus Muwafiq,1,Gus Rizal Mumaziq,1,Gus Sholah,1,Gus Ubaidillah Achmad,1,Gus Yaqut,1,GusDur.net,1,Gusdurian,2,Habib Abu Bakar,1,Habib Lutfi,1,Habib Luthfi bin Yahya,1,Habib Novel,10,Habib Novel Alaydrus,7,Habib Salim Bin Jindan,1,Habib Sholeh Al-Hamid Tanggul,1,Habib Syech,1,Habib Umar bin Hafidz,3,Hadist,1,Hadist Jibril,1,Hadits,1,Hadits 72 Bidadari,1,Hadits Diskriminatif,1,Hafidzoh,1,Haji,7,Haji 2015,1,Haji 2017,1,Haji 2018,1,Hajj,1,Halal bi Halal,3,Halaqah,1,Hamid Ahmad Masduki Baidlawi,1,Har Santri,1,Hari Arafah,2,Hari Batik Nasional,1,Hari Natal,1,Hari Pahlawan,2,Hari Santri,32,Harlah,2,Harlah NU,3,Hasan al-Bashri,1,Haul,4,Haul Gus Dur,9,Haul Kiai Sholeh Darat,2,Haul Sunan Ampel,1,Haul Sunan Bonang,1,Haul Syekh Nawawi Al-Bantani,1,Headlines,20,Hikam Zain,15,Hikmah,83,Hikmah Islam,45,Hipsi,3,Hisab,1,Hizb,1,Hizbut Tahrir,2,Hizbut Tahrir Indonesia,2,Hoax,2,Hong Kong,1,HTI,2,HTIBubar,6,Hubbul Wathan minal Iman,1,Hukum Islam mengenai LGBT,1,Hukum Melangkahi Kuburan,1,Hukum Membunuh,1,Hukum Membunuh dalam Islam,1,Hukum Ucapan Natal,1,Humor,3,HUT TNI,1,Hymne,1,I-Banking,1,Ibadah,4,Ibn Muljam,1,Ibn Yaqzan,1,Ibu Nabi Muhammad,1,Ibunda Nabi Muhammad,1,IDC,1,Ideologi,1,Idhul Adha,1,Idul Adha,14,Idul Fitri,7,IIEE,1,IISRO,1,Ijazah,6,Ijtihad,1,Ikhbar,42,Ilmu Kalam,1,Image,1,Imam al-Syafi’i,1,Imam Ghazali,1,Imam Malik,1,Imam Muslim,1,Imam Nawawi,1,Imlek,1,INC,2,Indonesia Darurat Narkoba,1,Info Haji,2,Inspirasi,11,Inspirasi Pesantren,2,Interfaith,3,Internasional,98,International,3,International Islamic School Robot Olympiad,1,International Peace Day,1,Internet Banking,1,IPNU,1,IPPNU,1,Iqbal Khalidi,3,Iqbal Kholidi,1,Iran,1,ISIS,11,Islah Gusmian,1,Islam,16,Islam dan Perdamaian,1,Islam Di China,3,Islam di Papua,1,Islam Indonesia,3,Islam Nusantara,28,Islam Nusantara Center,1,Islam Papua,1,Islam Radikal,1,Islamic Event,1,Islamic State,1,Isra' Mi'raj,1,Istighosah Kubro,1,Istikharah,1,Ito Surmardi,1,JAD,1,Jakarta,4,Jamiyatun Nasihin,1,Jasad Utuh,1,Jawa Barat,3,Jawa Tengah,7,Jawa Timur,4,Jazirah Arab,1,JIhad,3,Jihad fi Sabilillah,1,Jokowi,5,Jonru,1,Jurnalistik,1,K.H. Ahmad Umar Abdul Manan,1,Kabar Duka,1,Kabar Pesantren,5,Kabar Pesantrens,1,Kajian Islam,18,Kajian Ramadhan,1,Kalam Ulama,4,Kalender,2,Kalender Islam,2,Kalimah Syahadat,1,Kalis Mardiasih,1,Kampung Damai,1,Kampus,1,Kekerasan,1,Kemenag,3,Kementerian Agama,1,Kementerian Agama RI,3,Keraton Sumenep,1,Kesehatan,4,Ketua PBNU,1,Ketum PBNU,1,Ketupat,1,Keutamaan Bulan Rajab,1,Keutamaan Shalat Tarawih,16,Keutamaan Shalawat Nabi,2,Keutamaan Tarawih,1,KH A Ghazalie Masroeri,1,KH Abdurrahman Wahid,5,KH MA Sahal Mahfudh,2,KH Maemon Zubair,1,KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh,1,KH Sahal Mahfudh,3,KH Said Aqil Siraj,1,KH Wahab Hasbullah,1,KH. Abdul Aziz Manshuri,1,KH. Abdul Ghoffar Rozien,1,KH. Abdul Karim,1,KH. Abdul Muhaimin,1,KH. Abdurrahman Wahid,1,KH. Ali M. Abdillah,1,KH. Bisri Mustofa,1,KH. Cep Herry Syarifuddin,3,KH. Hasyim Asy'ari,1,KH. Hasyim Asyari,3,KH. Husein Muhammad,2,KH. Iftah Sidiq,1,KH. Lukman Harits Dimyati,1,KH. Ma'ruf Amin,2,KH. Maimoen Zubair,11,KH. Marzuqi Dahlan,1,KH. Masdar F. Mas'udi,2,KH. Mustofa Bisri,2,KH. Said Aqil Siraj,5,KH. Sholeh Darat,8,KH. Thobary Syadzily,1,KH. Tubagus Muhammad Falak,1,KH. Yahya Cholil Staquf,3,KH. Zainal Mustafa,2,KH. Zakky Mubarok,2,KH.Shalih Darat,1,Khanza Iliyina Syafa,1,Khawarij,1,Khazanah,3,Khazanah Isam,7,Khazanah Islam,379,Khilafah Islamiyah,5,Khofifah Indar Parawansa,1,Khoirul Anam,2,Khulafaur Rasyidin,1,Khutbah,4,Khutbah Idul Fitri,2,Khutbah Jumat,1,Kiai Abdul Hamid,1,Kiai Hasan Genggong,1,Kiat Menulis,1,Kiddle,1,Kilas,1,Kirab Santri,1,Kisah Hikmah,16,Kisah Nabi,1,Kisah Rasulullah,1,Kisah Teladan,1,Kita Tidak takut,1,Kitab Durrotun Nasihin,1,Kitab Jawahirul Bukhori,1,Kitab Kuning,5,Kitab Pegon,1,Kitab Suci,1,Kokam,1,Kolom,96,Komedi Religi,1,Kominfo,1,Konferwil NU Jabar,1,Konflik Sunni-Syiah,1,Kongkow Sufi,3,Konsultasi Agama,1,Konsultasi Islam,1,Kontra Radikal-Terorisme,1,KPAI,1,KPK,1,Kreatif Indonesia,1,Kriminal,1,Krisis Jerusalem,2,Krisis Rohingya,7,KUPI,1,Kurban,7,Kyai Maimoen Zubair,1,Kyai Masdar,1,Kyai Pahlawanku,1,Kyai Pesantren,1,Lailatul Qadr,1,Lambang NU,1,Lapan-A2,1,Laporan,1,Lazisnu,1,Le Petit Prince,1,Lebaran,1,Lebaran Ketupat,1,Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama,2,Lesbian,1,Letter of Acceptance,1,LFNU,1,LGBT,2,Liberalisme,1,Life of Mohammed,3,Life of Muhammad,2,Liga Santri,2,Liga Santri Nusantara,3,Lingkungan,1,LIPI,1,Litbang Kemenag,1,Literasi,7,Literasi Digital,3,LoA,1,Logo Muktamar NU ke-33,1,Logo NU,1,Love Peace,1,LPDP,1,LSN,5,LSN 2017,3,LTN NU,3,Lukman Hakim Saifuddin,3,Lunar System,1,M. Kholid Syeirazi,1,M. Nur Kholis Setiawan,1,M. Rikza Chamami,13,M. Rikza Khamami,1,Ma'arif NU,2,Madrasah,24,Madrasah Diniyah,5,Madrasah Lebih Baik,2,Madrasah TBS,1,Mahasiswa,2,Mahbub Ma'afi,2,Mainstream Media,1,Majelis Dzikir,1,Majelis Shalawat,1,Makalah,3,Makam Gus Dur,1,Makam Nabi,1,Makam Nabi Muhammad SAW,1,Makam Rasulullah,1,Makam Sunan Bonang,1,Makkah,1,Maklumat,3,Makna Bismillah,1,Makna Logo Muktamar NU ke-33,1,Malik bin Anas,1,Mama Falak,1,MAN IC,1,Manhaj Salafi Imam Syafi’i,1,Manhaji,1,Manusia Robot Bali,1,Mars,1,Masjid,1,Masjid Zhenjiao,1,Masjidid Haram,1,Masjidil Haram,1,Maturidiyyah,1,Maulid,4,Maulid Burdah,1,Maulid dalam Islam,1,Maulid Nabi,7,Maulid Nabi Muhammad SAW,3,Mbah Maimoen Zubair,2,Mbah Moen Sarang,2,Mbah Mun,1,Mbah Sahal,1,Mbah Sholeh Darat,1,MCA,1,Media,2,Media Sosial,1,Media Watch,1,Mehmet Gormez,1,Melangkahi Kuburan,1,Meme,1,Meme Islami,1,Menag,2,Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia,1,Mengenal Jejak Mengenal Watak,1,Menristek,1,Menulis,1,Merayakan Maulid,1,Milad,1,Minal Aidin Wal Faizin,1,Minhajul 'Abidin,5,Moment,1,MTs Surya Buana Malang,1,MTsN 2 Pamulang,1,MTT,1,Mualaf,2,Mudik Lebaran,1,Muhammad,2,Muhammad bin ‘Abd al-Wahhab,2,Muhammad Nasir,1,Muhammad Niam,1,Muhammad PBUH,1,Muhammad SAW,3,Muhammad Tijany,1,Muharram,2,MUI,1,Mujaheeden,1,Mujahidin Palestina,1,Mukiyah,1,Mukjizat,2,Muktamar NU,1,Muktamar NU ke 33,2,Munas-Konbes NU,20,Munawir Aziz,1,Muntaha Azhari,1,Museum Keraton Sumenep,1,Muslim Hong Kong,1,Muslim Kagetan,1,Muslim Papua,1,Muslimat NU,2,Nabi dan Rasul,1,Nabi Ibrahim,1,Nabi Muhammad,2,Nabi Muhammad SAW,6,Nadirsyah Hosen,6,Nadlatul Ulama,2,Nahdatul Ulama,18,Nahdlatul Ulama,157,Nahdlatul Ulamata,1,Name of Allah,1,Narkoba,3,Nasehat,8,Nasihat,1,Nasional,412,Nasionalisme,1,Natal,1,Natal 2015,1,Natal dan Maulid,1,Netizen Jurnalistik,1,New,1,News,677,News Ikhbar,2,News IPPNU,1,News Pictures,17,Ngaji Live,1,Ngaji Puasa,27,Ngaji Ramadan,8,Ngaji Ramadhan,20,Ngaji Video,1,Niat Puasa,1,Nishfu Sya'ban,1,NKRI,1,NKRI Harga Mati,3,NU,7,NU ANZ,1,NU Batang,1,NU Bogor,13,NU Care,2,NU Care LazisNU,2,NU Garis Lurus,1,NU Jabar,2,NU Jatim,1,NU Klaten,1,NU Semarang,1,NUCare,4,NUPeduli,1,Nur Kholik Ridwan,1,Nur Rofiah,1,Olimpiade Kedokteran,1,Opini,283,Opinion,1,Opnion,1,Orbituari,2,Pagar Nusa,13,PAI,2,Palestina,2,Palestine,1,Palestine Mujaheeden,1,Papua,1,Parenting,1,PBNU,8,PBSB,3,PBSB 2016,1,Peace,1,Peduli Bencana,2,Pelajar NU,1,Pendaftaran PBSB 2016,1,Pendididkan Islam,18,Pendidika Islam,1,Pendidika Islam,1,Pendidikan,171,Pendidikan Agama,1,Pendidikan Islam,158,Pendidikan Karakter,2,Pendidikan Madrasah,5,Pendidikan Politik,3,Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam,1,Pendidikn Karakter,1,Pendis Kemenag,2,Penggrebekan di Jepara,1,Pengobatan Islami,1,Penjajahan,1,Pentas PAI,1,Penulis,1,Perang,1,Perang Badar,1,Perang Uhud,1,Perguruan Tinggi NU,1,Perkemahan Rohis,1,Perppu Ormas,2,Perpres,1,Perpu Ormas,1,Perwimanas,2,Pesan Kiai,1,Pesantren,70,Pesantren Assalafiyah Cirebon. Assalafiyah,1,Pesantren Ibnu Mas'ud,1,Pesantren Lirboyo,2,Pesantren Mahasiswa,1,Pesantren Salaf,1,Photo,1,Pilihan Editor,105,Pilkada,1,Pilkada 2017,1,Pilkada DKI,1,Pilkada Jatim,1,Ploso,1,PMII,3,Polemik Sejarah Tere Liye,1,Politik,13,Ponorogo,1,Ponpes Al-Anwar,1,Pontianak,1,PPMN III,1,Pra Munas,4,Pramuka,1,Prof. Dr. Ahmad Tayyeb,1,Prof. Dr. Quraish Shihab,3,Profil,3,PTKI,1,Puasa Arafah,1,Puasa Ramadhan,1,Puisi,12,Pustaka,10,Pustaka Pesantren,8,Qawli,1,Qunut Nazilah,1,Quote,1,Qurban,5,Radicalism,1,Radikalisme,10,Rajab,1,Ramadan,2,Ramadhab,1,Ramadhan,72,Ramadhan 2015,12,Ramadhan 2016,2,Ramadhan di Hong Kong,1,Ramadhan Video,25,Rasis,1,Rasullah,1,Rasulullah SAW,6,Recommended,2,Refleksi Akhir Tahun,1,Release,2,Release PBNU,1,Religion,2,Remaja Islam,1,Resolusi Jihad,2,Resolusi Jihad NU,1,Rezeki Halal,1,Rijal Mumazziq Z,1,Risalah NU,1,RMI NU,4,Robikin Emhas,1,Robot,1,Rohingya,11,Rokok,2,Rubbubiyah,1,Ruchman Basori,2,Rukun Islam,1,Sahabat,1,Sahabat Nabi,2,Sahih Muslim,1,Said Budairy,1,Saifuddin Zuhri,1,Saifullah Ma'shum,1,Sajak,2,Salafi,2,Salam,1,Sanad Keilmuan,1,Santri,6,Santri Goes To Papua,3,Santri Menulis,1,Santri Urban,1,Sarkub Papua,1,Sastra Islam,11,Satelit,1,Satelit Indonesia,1,Save Rohingya,6,Sayembara Logo Muktamar NU ke-33,1,Science,5,Sedekah,3,Sejarah,5,Sejarah Al-Qur'an,1,Sejarah Indonesia,2,Sejarah Islam,1,Sejarah NU,2,Sekolah Lima Hari,1,Seni dan Sastra Islam,12,Seri Belajar Islam,8,Seri KH. Said Aqil Siraj,1,Seri Tokoh,1,SGTP,1,Shahih Muslim,1,Shaikh Nimr Baqir al-Nimr,1,Shalat,18,Shalat Gerhana,3,Shalat Idul Adha,1,Shalat Istiqa,1,Shalat Jum'at,6,Shalat Sunah,1,Shalat Sunnah,3,Shalat Tarawih,15,Shalawa Nabi,1,Shalawat,2,Shalawat Nabi,4,Shalawat Nabi Muhammad SAW,2,Shalawat Nariyah,3,Sholat Tarawih,1,Sholawat,1,Sholeh Darat,1,Short Course,1,Sifat Mulia Rasulullah SAW,1,Silsilah Nabi Muhammad SAW,1,Silsilah Rasulullah,1,Sindikasi Damai,15,Sindikasi Media,1,Singaparna,1,Sinopsis,1,Sirah Nabawiyah,2,Sirah Nabi,2,Siswa Berprestasi,1,Slamet Basyid,1,solar system,1,Solidaritas,1,Sponsored,2,Suara NU,1,Sudut Pandang,1,Sudut Taman Ramadhan,7,Sufistik,1,Sumanto Al Qurtuby,9,Sumenep,1,Sunnah,2,Sunnah Rasulullah,1,Sunnah Shalat,1,SUNNI,1,Sunni-Shia,1,Sunni-Syiah,1,Suraji,6,Surat Edaran Gubernur Jateng,1,Surat Terbuka,3,Suriah,2,Syafa'at Rasulullah,1,Syafaat Nabi,1,Syahid,1,Syahrozad Zalfa Nadia,1,Syaikhona Kholil Bangkalan,1,Syarat Wajib Zakat,1,Syariah,2,Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani,1,Syeikh Abdul Qodir Al-Jailany,1,Syekh Abdul Qadir Al-Jailani,1,Syekh Dr. Muhammad Fadhil,1,SYIAH,3,Tafsir,1,Tafsir Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani,1,Tahlilan,2,Tahun Baru 2016,1,Tahun Baru Islam,2,Tahun Baru Masehi,1,Tanah Suci,1,Tarawih,21,Tasawuf,3,Tawan,1,Tawariq,1,Tayyip Erdogan,1,Tebuireng,6,Tekno,20,Teladan,1,Teladan Nabi,3,Teologi Teror,1,Teraweeh,1,Tere Liye,1,Teror,1,Teror 2016,1,Teror Jakarta,1,Teror Sarinah,1,Teror Thamrin,1,Teroris,4,Terorism,10,Terorisme,25,Tionghoa,1,Tips and Trick,2,Tokoh,86,Tokoh Betawi,1,Tokoh Bogor,1,Tokoh Dunia,3,Tokoh Indonesia,19,Tokoh Islam,114,Tokoh Kemerdekaan,2,Tokoh Muda Islam,25,Tokoh NU,17,Tokoh NU Bogor,1,Tokoh NU Jabar,1,Tokoh Perempuan,1,Tokoh PMII,1,Tokoh Rembang,1,Tokoh Syiah,1,Tolak FDS,12,Toleransi,5,Tradisi,2,Tragedi Crane di Masjidil Haram,1,Trend Sosial,2,Tuah Pesantren,1,Tulisan Arab,1,Tuntunan Islam,1,Turats,1,Turki,1,TurnBackHoax,4,Tutorial,1,TV9,1,Ubaidillah Achmad,23,Ubaidillah Ahmad,1,Ucapan Minal Aidin Wal Faizin,1,Ucapat Selamat Natal,1,Udhiyah,1,Uhud,1,Ulama,11,Ulama Bogor,1,Ulama Indonesia,1,Ulama NU,3,Ulama Nusantara,1,Ulama Perempuan,1,Ulama Salaf,1,Uluhiyah,1,UNU,2,Ustad Ahmad Ikrom,1,Ustadz,1,Ustadz Ahmad Ali MD,2,Ustadz Ali MD,1,Ustadz Fathuri,24,Ustadz Fatoni Muhammad,1,Ustadz Lc,1,Ustadz Ma'ruf Khozin,3,Ustadz Menjawab,5,Ustadz Yusuf Mukhtar Sidayu,1,Ustadz Yusuf Suharto,1,Uswah,3,Uswatuna,3,UU Ormas,1,Video,5,Vinanda Febriani,7,VoA-Islam,1,Wahabi,4,Wahabism,2,Wahabisme,2,Wahid Foundation,6,Wali Pasemone,1,Wali Songo,2,Walisongo,5,Waliyullah,1,Wardi Taufik,1,Wawasan,79,Wawasan Islam,54,Wawasan Kebangsaan,12,Wawasan Nusantara,43,Website Islam Indonesia,1,Website Islam Nusantara,1,Wirid dan Doa,2,Wirid dan Doa Setelah Shalat,1,Women and Jihad,1,Women Fighter,1,World Peace,1,Wudhu,3,Yahya Staquf,1,Yasin,1,Yayasan Saifuddin Zuhri,1,Yenny Wahid,3,Yogyakarta,8,Z-Featured,3,Zainal Mustafa,1,Zakat,4,Zakat Fitrah,2,Zakir Naik,1,Zakky Zulhazmi,2,ZIarah,4,Ziarah Kubur,2,Zikir,1,Zuhairi Misrawi,1,Zulkilfi Hasan,1,خطبة كسوف الشمس,1,
ltr
item
Arrahmah.co.id - Portal Dunia Islam: Pencerahan Tanggung Jawab Ulama dan Hak Masyarakat - Seri Kajian Minhajul Abidin #5
Pencerahan Tanggung Jawab Ulama dan Hak Masyarakat - Seri Kajian Minhajul Abidin #5
Dalam sejarah kenabian hingga pewaris para Nabi (Ulama), banyak yang belum memahami: siapa sebenarnya yang menjadi model dalam menjalankan keberagamaan ini? bagaimana penjelasan yang bersumber dari teks kewahyuan? bagaimana penafsiran Syekh Imam Al Ghazali terhadap pengertian Ulama? beberapa pertanyaan ini memerlukan jawaban yang tidak mudah, sebab selain keulamaan seseorang harus ditempuh dengan jalan suluk yang tidak ringan, namun juga harus ditempuh dengan penguasaan ilmu dan pemahaman yang tajam dan ilmiah (rasional, empiris, korespondensi dengan ilmu kenabian, dan koheren antara teori dan fakta sejarah tentang kenabian dan para penerusnya.
https://4.bp.blogspot.com/-YwiKS_AnkD0/WDJsxsxJdUI/AAAAAAAACYE/h_5WtBgIhAEh-4YMawDd3Yafp84aeJ9ZwCLcB/s640/Mas%2BUbaid%2BMendampingi%2BMasyarakat%2BKendeng%2BUtara%2BUnjuk%2BRasa%2BPembangunan%2BPabrik%2BSemen-.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-YwiKS_AnkD0/WDJsxsxJdUI/AAAAAAAACYE/h_5WtBgIhAEh-4YMawDd3Yafp84aeJ9ZwCLcB/s72-c/Mas%2BUbaid%2BMendampingi%2BMasyarakat%2BKendeng%2BUtara%2BUnjuk%2BRasa%2BPembangunan%2BPabrik%2BSemen-.jpg
Arrahmah.co.id - Portal Dunia Islam
https://www.arrahmah.co.id/2016/11/pencerahan-tanggung-jawab-ulama-dan-hak-masyarakat-seri-kajian-minhajul-abidin-5.html
https://www.arrahmah.co.id/
https://www.arrahmah.co.id/
https://www.arrahmah.co.id/2016/11/pencerahan-tanggung-jawab-ulama-dan-hak-masyarakat-seri-kajian-minhajul-abidin-5.html
true
766049156261097024
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content