Billboard Ads

[caption]Demo Rusuh 4 November 2016[/caption]
Demo Rusuh 4 November 2016. Photo: Solopos
ARRAHMAH.CO.ID - Sebuah broadcast "Parade Bhinneka Tunggal Ika", beredar berisi himbauan demo tandingan 4 November dengan target 100 ribu orang. Broadcast ini beredar dan menimbulkan kesimpangsiuran. Demo ini mencatut beberapa nama tokoh seperti Habib Lutfi dan seolah dibuat diantanya oleh tim Ma'arif Institute, lembaga yang dinaungi Buya Syafi'i Ma'arif.

Broadcast itu sudah menyebar luas kepada orang-orang yang dicatut namanya tanpa konfirmasi itu. Alasan parade tersebut adalah untuk menyelamatkan kebhinnekaan. Konsolidasi acara fiktif tersebut, kata broadcast bodong itu, dilakukan pada 11 November 2016. Sementara aksinya direncanakan pada 19 Nov 2016 di Parkir Timur Senayan-Bundaran HI.

 "Saya sudah kroscek ke temen-temen yang saat ini sedang deket dengan Habib Luthfi untuk mengkomfirmasi kebenaran berita di atas yang melibatkan Jamaah Habib Luthfi (30 ribu) ternyata berita tersebut hoax. Habib Luthfi  menjawab bahwa tdk ada org yg menghadap sampai saat ini terkait acara tersebut," terang salah seorang pengurus Nahdlatul Ulama, Ajat Sudrajat, Sabtu (12/11/2016).

Sementara itu melalui akun Twitter, Habib Luthfi Yahya mengklarifikasi informasi yang tersebar tersebut tidaklah benar.

"Berita yang tersebar mengenai acara Parade Bhineka Tunggal Ika pada tanggal 19 November 2016. yang mencatut nama Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Yahya adalah tidak benar. Beliau tidak menerima undangan apapun terkait acara ini, dan tidak ada konfirmasi kehadiran dalam acara tersebut. Perihal ini disampaikan oleh putera beliau setelah ditanyakan langsung sore ini kepada Habib Muhammad Luthfi bin Yahya." Tulis akun yang dikelola para santri Habib Luthfi bin Yahya.

Klarifikasi Akun Twitter Habib Luthfi bin Yahya Perihat Parade Bhinneka Tunggal Ika

Menanggapi broadcast ini Satkornas Banser juga telah mengkornfirmasi melalui broadcast di hari yang sama sebagai berikut:

Menyikapi adanya pesan yang tersebar luas mengenai hasil konsolidasi untuk aksi Parade Bhinneka Tunggal Ika tanggal 19 November 2016, yang menyebutkan adanya perwakilan dari Banser.

Dengan ini, Satkornas Banser melakukan klarifikasi bahwa satkornas Banser menyatakan tidak mengetahui dan sama sekali tidak terlibat dalam kegiatan tersebut.

Satkornas Banser tetap mendukung segala gerakan yang merawat Indonesia sebagai negara Bhinneka Tunggal Ika, menjalankan kehidupan bernegara secara konstitutional dan penegakkan hukum yang berkeadilan.

Demikian pemberitahuan ini, atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.

Salam Hormat,
Komandan Satkornas Banser

Alfa Isnaini
081338250324

Ada banyak lembaga yang dicatut dalam pesan berantai dan provokatif tersebut. Selain Habib Luthfi, nama-nama yang dicomot untuk memengaruhi pembaca, antara lain:

Buya Syafii (Darraz), Gus Mus (Teh Nong), GKR Hemas (Teh Nia), Pdt. Eri Lebang (Teh Nia), Pdt. Yewangoe (Teh Nia), KH. Ishomuddin (Teh Nong), Budiman Sudjatmiko (Firman), Mgr. Ign. Suharyo (Darraz), Pdt. Gomar Gultom (Teh Nia), Haedar Nashir (Fajar), Abdul Mu’ti (Fajar), Said Agil Siradj (Guntur Romli), Bikkhu Panyavaro (Darraz), Uung Sendana (Teh Nia), Pengeran Jatikusumah (Teh Nia), Pedanda Tianyar Sebali (Teh Nia), Shinta Nuriyah (Teh Nia), KH. Hussein Muhammad (Teh Nong) dan Abdillah Toha (Darraz).

Sementara, nama-nama artis yang disebut untuk memeriahkan konser dalam acara, antara lain: Iwan Fals, Slank, Tompi, Glenn, Sandi Sandoro, Kevin Aprilio, Tristan, Widi, Giring, Project Pop
Poppy, Sarah Sechan, Joe Taslim, Erwin Gutawa, Gita Gutawa, RIF, Kahitna, Ahmad Albar, Ian Antono, Joki Suryoprayogo, Kla, Maia Estianty, Ernest, Titiek Puspa, Mira Lesmana, Indra Bekti, Gading Martin, Olga Lidya, Anya Dwinov, Michael Idol, Vino G. Bastian, Melanie Subono, Andien, Cinta Laura, Cherry Belle, JKT 48, Uya Kuya dan Chelsea Islan.

Undangan aksi yang diketuai Tsamara Amany Alatas ini terkesan mengadu domba antar habaib dan tokoh Islam. Seperti diketahui sebelumnya pada 4 November telah terjadi demo besar-besaran umat Islam menuntut proses hukum atas dugaan penistaan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama. Demo ini melibatkan sejumlah Habaib dan juga tokoh Islam. Munculnya informasi demo tandingan ini memunculkan opini seakan ada kubu-kubu yang berseberangan tengah menggelar barisan.

Sementara itu Tsamara Amany Alatas di akun twitternya membenarkan memang ada rencana kegiatan parade Bhinneka Tunggal Ika itu. Namun menegaskan bahwa dalam pesan yang tersebar kemudian memuat banyak informasi hoax, termasuk nama artis dan tokoh yang diundang.

Klarifikasi Tsmara Amany Terkait Parade Bhinneka Tunggal Ika
Ma'arif Institute yang dalam broadcast tersebut ditulis menjadi salah satu motor penggerak demo yang diisukan akan dilakuakn 19 November mendatang belum bisa dikonfirmasi redaksi Arrahmah.co.id melalui dial +62-21-83794560. Sementara melalui Guntur Romli, telah mengkonfirmasi broadcast yang mencatut nama istrinya, Nong Darol Mahmada (Teh Nong) menyebut informasi itu tidak benar dan ngawur.

Editor: Cep Suryana