Billboard Ads

Studi Banding Universitas Sains Islam Malaysia (USIM) ke Pesantren Darul Falah. Mingu (23/10/2016). Photo: Zulfa
PENDIDIKAN, ARRAHMAH.CO.ID - University Sains Islam Malaysia (USIM) berkunjung ke Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Semarang dalam rangka studi banding dan halaqoh bersama antara santri Pondok Pesantren Darul Falah Be Songo dan Mahasiswa USIM, (23/10).

Bertempat di Musholla Raudlatul Jannah silaturahim ini dihadiri mahasiswa dari semester 7 yang diwakili oleh 25 orang yang didampingi Mr. Khairi.

Kunjungan ini bagian dari pengenalan terhadap salah satu lembaga Islam yang menerapkan budaya Nusantara.

"Santri memiliki kontribusi yang sangat besar dalam Negeri ini dan kerangka besar dalam Rahmatan Lil 'Alimin," ungkap umi H. Arikhah selaku pengasuh.

Ustad Luthfi Rahman menjelaskan materi sejarah dan Kurikulum Pondok Pesantren Darul Falah Besongo yang menjadi kegiatan sehari-hari di lingkungan pesantren. Banyak motivasi atau gengsi yang terjadi dinkalangan santri yang notabene mahasiswa mengesampingkan tafaqquh fi al-dinin, akhlaq al-karim, riyadhoh, dan jati diri sebagai intelek muslim. Disamping itu, diterangkan pula mengenai fenomena masyarakat sekitar, visi dan misi, makna logo pesantren.

Materi berikutnya mengusung profil tokoh kiai yang berperan di Indonesia dan kontribusinya. Ustad A. Tajuddin Arafat membahas 3 kiai, pertama KH. Wahid Hasyim, KH. Salah Mahmud, dan KH. Ahmad Basyir. ketiga ulama tersebut memiliki peran penting dalam pembentukan pesantren-pesantren di Indonesia.

Mahasiswa USIM juga berbagi ilmu tentang ulama-ulama yang berada di tanah Melayu. Tuan Guru besar (ulama) mereka menyebutnya, memiliki peran yang sangat penting dalam penyiaran dakwah Islam di Malaysia. Mereka juga menyampaikan cara Tuan Guru Besar berkontribusi Islam di tanah Melayu. Pembahasan berikutnya yakni mengenai surat al-Alaq oleh salah satu perwakilan dari mahasiswa USIM. Mr. Khairi juga menyampaikan bahwa betapa pentingnya membaca dalam ulasan makna Qur'an Al Alaq tersebut. Karena wahyu yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW adalah Allah mengutus untuk membaca walaupun ummi.

Setelah penyampaian materi yang dipaparkan dari para narasumber, acara menjadi tegang dan serius. Mr. Adil bin Rahman mempersembahkan sholawat yang diiringi oleh grup rebana Al-Falah untuk sekedar menghibur audien. Perpaduan antara Nusantara dan Melayu pun mulai terjalin hangat.

"Ada momen yang tidak dapat kita ungkapkan yaitu Busyhrollana Nilnal Muna. Semoga tetap terjaga tali silaturrahim dan segalanya membawa keberkahan", ungkap ustad Misbah mewakili Abah Imam Taufiq dan Umi Arikhah selaku pengasuh serta keluarga besar Pesantren Darul Falah Be Songo.

Kontributor: Zulfa
Editor: Cep Suryana