Billboard Ads

Sarung Dalam Kehidupann Sehari-hari Santri
Sarung Dalam Kehidupann Sehari-hari Santri. Photo: HarianJogja
M. Rikza Chamami
Sekretaris Lakpesdam NU Kota Semarang & Dosen UIN Walisongo

Khazanah Islam, Arrahmah.co.id - Sarung sebagai busana nasional masih dianggap sebagai pakaian agama Islam saja. Namun jika dilihat secara umum, agama lain juga memakai sarung untuk beribadah.

Saat diskusi dengan teman-teman soal baju khas apa yang pas dipakai saat Hari Santri Nasional (HSN) 2016 ini masih ada ada perdebatan. Apalagi jika upacara HSN digelar di Kantor Pemerintah.
Ada yang tegas menyebut bahwa pakaian upacara HSN adalah sarung. Namun di sisi lain dijawab, tidak harus sarung. Boleh saja pakai celana dan lain sebagainya.

Sarung sebagai pakaian khas santri itu sudah jamak dipahami. Maka yang tepat digunakan ketika upacara hari santri adalah sarung. Sebab ada kekhasan yang muncul.

Sarung juga unik. Karena busana ini tidak dikotomik. Laki-laki dan perempuan bisa sama-sama memakai sarung. Hanya namanya saja yang dibedakan. Laki-laki memakai sarung, perempuan memakai jarik/jarit yang sepintas sama saja.

Apakah tepat kalau upacara memakai sarung? Apa bedanya jika upacara dengan memakai baju adat? Dua pertanyaan yang harus dijawab.

Upacara dengan sarung masih tabu karena HSN baru sekali digelar 2015 dan tahun ini baru akan masuk kedua. Makanya tahun kedua ini menjadi penggenap untuk sosialisasi sarung sebagai pakaian nasional yang digunakan saat upacara.

Jika ada yang masih tabu dengan sarung perlu diyakinkan bahwa sarung adalah pakaian adat santri yang pas dipakai di HSN. Sarung itu unik dan sangat sederhana.

Selamat menyongsong Hari Santri Nasional 2016. Sarungilah Indonesia dengan kedamaian dan kerukunan.*)

Editor: M. Fadil