Billboard Ads

Peringatan #HariSantri 22 Oktober, Sabtu, (22/10/2016) di Lapangan Monumen Nasional (Monas)
Peringatan #HariSantri 22 Oktober, Sabtu, (22/10/2016) di Lapangan Monumen Nasional (Monas)
KHAZANAH ISLAM, ARRAHMAH.CO.ID - Deklarasi Hari Santri Nasional kemarin sungguh bagaikan embun penyejuk.

Di saat bangsa ini mulai meradang karena radikalisme, gema tentang apa & bagaimana jati diri seorang "santri" , sungguh menjadi penghibur hati...

Ide tentang Hari Santri sejatinya baru dimunculkan saat Pilpres 2014 lalu... Tentu saja, para kiai lah yang mengusung ide ini...

Para kiai seperti sudah memperkirakan, bahwa ke depannya, faham radikalisme akan menjadi ancaman terhadap pondasi NKRI

Dan Hari Santri ini akhirnya dideklarasikan pada saat yang tepat....
Rangkaian kegiatan, sejak dari kirab resolusi jihad, sampai gerakan 1 milyar shalawat Nariyah, merupakan wujud cinta kasih jam'iyah NU kepada negri ini....
Sekali lagi...
Seperti di banyak episode sejarah RI lainnya, NU kembali turun gunung....

Berikut ini adalah copas dari tulisan kang Dhany Setiaji yang sangat menyentuh hati:

1. NU itu lucu, usianya sudah 93th tapi masih terlihat belia. Lihat saja, masih semangat ngurusi bangsa meski sudah tua.

2. Apa gak capek, sejak berdiri hingga hari ini, Gak berenti2 menjadi penyeimbang persoalan negeri.

3. Saat faham Komunis menjamur di Indonesia hingga mengacam keutuhan bangsa, NU ikhlas menjadi tumbalnya.

4. Kyai dan santri dibunuhi. Tapi ketika rakyat marah dan anarki, Orba malah diam diri, kyai lah yg akhirnya melerai.

5. Lucunya, jasa besar NU ini tak pernah tertulis di pelajaran sejarah. Sekarang malah ada yg nuduh terlibat peristiwa berdarah. Yo wis lah.

6. Padahal jelas, Ini ancaman unt keutuhan NKRI. Saat yg lain sibuk membenahi bangunan negeri, dia malah rame rame bongkar pondasi.

7. Seperti biasa, saatnya NU turun tangan. Tak usah bicara soal imbalan. Ditulis atau tidak oleh sejarah itu urusan Tuhan.

8. Tapi ingat, NU tak pernah pakai cara cara wagu. Jaman sudah maju, daripada memperdebatkan wahyu, mending pakai cara lucu.

9. Nyatanya, mereka lemah soal itu. Sementara NU punya segudang kyai kreatif dan lucu lucu

10. Kita pernah punya Gus Dur, beliau mampu menjinakkan Orba diantaranya dengan tawa.

11. Dulu jaman PKI, NU punya KH Muslim Rifai Imampuro, Mbah Liem. Berkat jasanya keturunan PKI tak jadi dibantai.

12. Lucunya kiai NU bukan seperti komedian TV. Tapi sarat taktik & strategi. Ia bisa mencairkan kebekuan sekaligus mengunci manuver lawan

13. Lucu yg berhaluan Ahlussunah dan berlandaskan qowaidul fiqhiyah.

14. Seperti pesan kyai, kenalilah musuhmu maka kau akan selamat dari tipu dayanya.
Jika ia bermain retorika tertawakan saja hahaha.

15. Kau tahu mereka suka ndalil, jangan ditanggapi dgn dalil, malah muter2 kayak nyari upil. Dengarkan saja kalau mentok baru disentil.

16. Kalau lawanmu menunjukkan kebencian, jangan balas pula dengan cacian. Nanti keduanya jadi pembenci. Sumpek dunia ini.

17. NU itu cirinya santun, ibarat mau njewer musti bilang kulo nuwun.

#SelamatHariSANTRI #ResolusiJIHADNU


Oleh: Thomy Setiawan
Sumber: FB Thomy Setiawan 
Editor: Ibn Yaqzan