Billboard Ads

Asrorun Niam (di podium), Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)
Asrorun Niam (di podium), Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)
NEWS, ARRAHMAH.CO.ID - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) prihatin dan menyesalkan kasus prostitusi anak korban perilaku menyimpang kalangan gay. KPAI melihat persoalan sebenarnya bisa dicegah sedini mungkin dari keluarga.

Ketua KPAI Asrorun Niam menyampaikan, orangtua harus waspada melihat teman-teman pergaulan anak. Begitu juga ketika anak mulai berubah sikap.

"Ingatkan anak dari potensi bujuk rayu untuk jadi pelampiasan nafsu seksual termasuk sesama jenis," terang Niam, Kamis (1/9/2016).

Niam menyampaikan, orangtua harus peduli. Kenali juga siapa teman mainnya. Dalam kasus prostitusi anak untuk gay ini, anak-anak usia 13-17 hanya menjadi korban dari lingkungan pergaulan.

"Waspadai perubahan perilaku anak, misalnya dari yang biasa normal menjadi agak melambai (anak pria bersikap kemayu-red)," imbuhnya.

Dan bila anak tiba-tiba berubah sikap, KPAI menyarankan segera melakukan konsultasi ke psikolog atau bisa juga ke KPAI.

"Segera ajak bicara dan konsultasikan," tutup dia. (Detik.com/Taufik)