Billboard Ads

Muhammad SAW
Muhammad SAW
HIKMAH, ARRAHMAH.CO.ID - Suatu hari keluarga dari kaum kafir bernama Aktsam dan istrinya bernama Atikah binti kholid kedatangan tamu dari rombongan Rasulullah SAW dan para sahabatnya yang hendak menuju Madinah.

Perjalanan yang cukup Jauh dari Mekkah menuju Madinah membuat Rombongan Rasulullah SAW terlihat sangat lelah dan kehabisan bekal makanan dan air. Melihat kondisi Nabi saat itu membuat Abu Bakar sahabat Nabi merasa prihatin karena sepanjang perjalanan hanya terdapat padang pasir yang membentang. Tidak terdapat rumah penduduk untuk membeli air dan bekal makanan.

Rasulullah saw menenangkan para sahabat agar jangan putus asa “Alloh tidak akan meninggalkan kita” Kata Rasulullah.

Hingga akhirnya rombongan Rasulullah menemukan sebuah kemah
yang dulu digunakan pengembala kambing milik keluarga Aktsam, disamping itu pula keluarga Aktsam berdagang kurma, daging dan susu yang memang diperuntukan untuk para Musafir yang transit dari Mekkah ke Madinah.

Ketika rombongan Nabi tiba di kemah yang kebetulan saat itu Aktsam sedang tidak ada di tempat dan hanya di temui oleh istrinya Atikah binti kholid yang merasa prihatin dengan kondisi rombongan Nabi dan para sahabatnya yang sedang kehausan dan kelaparan. “Wahai pemilik kemah aku punya 800 Dirham untuk membeli makanan dan air yang kau miliki", kata Abu bakar.

"Seandainya aku masih punya makanan dan susu yang cukup kalian tidak perlu membayar untuk itu semua karena aku kasihan melihat kondisi kalian yang haus dan kelaparan” kata Atikah binti Kholid.

Lalu Abu bakar memberikan laporan kepada Nabi bahwa pemilik kemah sudah tidak memiliki kelebihan bekal makanan dan susu, semuanya habis terjual.

Ketika Rombongan nabi hendak melanjutkan perjalanan ke Madinah, Nabi melihat Seekor kambing yang sangat kurus dan sakit sakitan di sebelah Kemah. “Apakah kambing itu milikmu? Tanya Nabi kepada Atikah binti Kholid.

“Benar kambing itu milik kami tapi kambing itu sakit sakitan", jawab Atikah.

“Izinkan aku Memeras susu dari kambing mu itu”, pinta
Rosululloh.

“Mana mungkin kambing yang kurus dan sakit sakitan dapat
mengeluarkan susu”, kata Atikah binti Kholid.

Lalu Rasulullah saw menghampiri kambing tersebut dan berjongkok sambil memegang susu kambing tersebut. ”Bissmillahirrohman
nirrohim Allohuakbar
”, seketika itu pula mengalir dengan deras Air susudari kambing yang kurus tersebut.

”Ambillah bejana untuk menampung air susu ini", kata Rasulullah.

Dengan penuh keheranan Atikah masuk ke kemah untuk mengambil bejana sambil bertanya dalam hati ”Siapa orang ini ?? apakah seorang penyihir?? Nanti aku akan ceritakan pada
suamiku kalau dia pulang."

Begitu bejana terisi penuh lalu Rasulullah menyuruh Abu bakar dan sahabat lainnya untuk meminum terlebih dahulu. ”Bagaimana mungkin aku minum air susu ini, kau sendiri terlihat sangat kehausan”, kata Abu Bakar.

“Kau minum saja dulu aku kan sedang memeras susu”, kata
Rasulullah, akhirnya Abu bakar danpara sahabat lain meminum air susu dari perasan tangan lembut dan mulia Rosululloh tersebut, baru setelah itu Rasulullah saw meminumnya, dan menyisahkan satu bejana penuh air susu untuk keluarga Atikah binti Kholid.

“Berapa aku harus membayar harga susu itu?“, kata Abu bakar.

“Kau tidak perlu membayarnya, kambingku sekarang terlihat sehat dan segar dan akulah yang mengucapkan terima kasih dan siapa sebenarnya orang yang memeras kambingku itu”,  tanya Atikah.

“Saya Muhammad bin Abdulloh dari bani Hasyim Mekkah", jawab Rosululloh sambil berpamitan untuk melanjutkan perjalanan ke
Madinah.

Selang beberapa lama datanglah suami Atikah dan meminta istrinya untuk mengambilkan minum karena merasa sangat haus dan lapar. Lalu Atikah menyerahkan bejana yang berisi air susu kambing yang telah diperas oleh tangan lembut Nabi.

Suaminya kaget karena yang dia minum bukan air biasa melainkan air susu kambing yang rasanya sangat segar. ”Dari mana kau dapat air susu ini hai istriku", kata Aktsam suami Atikah.

”Ini air susu dari kambing kita yang kurus dan sakit sakitan itu dan diperas oleh seseorang yang bernama Muhammad bin Abdulloh dari Bani Hasyim Mekkah“, jawab Atikah.

Karena tak percaya suaminya keluar untuk melihat kambingnya yang kurus dan sakit sakitan. Dan betapa kaget Suaminya melihat kambingnya tampak sehat dan segar sedang memakan rumput. “Tadi kau bilang yang memeras kambing ini Muhammad bin Abdulloh dari Bani Hasyim Mekkah, sepertinya aku pernah mendengar nama itu, nama itu yang menjadi perbincangan seluruh penduduk Mekkah, Muhammad menentang penyembahan berhala, Muhammad menerima wahyu dari Tuhan yang bernama Al Quran, yang isinya mampu membuat seluruh penduduk Mekkah terkagum kagum akan keindahan darisegi bahasa yang mengalahkan para penyair penyair hebat, Muhammad orang yang jujur hingga penduduk Mekkah memberi gelar Al Amin (orang dapat di percaya), Muhammad dari keluarga bangsawan bani Hasyim Quraisy”, kata Aktsam.

Miniature from Rashid-al-Din Hamadani's Jami al-Tawarikh, c. 1315, illustrating the story of Muhammad's role in re-setting the Black Stone in 605. (Ilkhanate period)
Miniature from Rashid-al-Din Hamadani's Jami al-Tawarikh, c. 1315, illustrating the story of Muhammad's role in re-setting the Black Stone in 605. (Ilkhanate period)
“Kalau Muhammad dari keluarga bangsawan bani Hasyim Qurais mengapa cara berpakaiannnya tidak tampak seperti bangsawan bangsawan yang selama ini aku lihat congkak dan menyombongkan diri", kata Atikah bin Kholid.

“Itulah Muhammad yang sangat sederhana, kalau benar yang
tadi datang ke kemah kita Muhammad bin Abdulloh seperti ciri yang kau ceritakan tadi, itulah adalah benar bahwa dia Muhammad Nabi dan utusan Alloh dan kita besok akan menemui Muhammad dan menyatakan keimanan padanya", kata Aktsam yang sangat mengagumi pribadi dan akhlak nabi Muhammad saw.

اللهم صل و سلم و بارك على سيدنا و حبيبنا محمد، وَ عَلَىآلِ وصحب سَـيِّدِنَا مُحَمَّد . . ….

By