Mbah Syahid Kemadu Membuka Tabir Hubungan Suci Manusia dan Alam Semesta dengan Allah SWT

Dalam rangka menyambut haul KH.A.Syahid Kemadu, dikenal dengan sebutan Mbah Syahid, perlu kiranya membacakan manakib Mbah Syahid. Banyak pengalaman ruhaniyah dari Mbah Syahid yang dapat membantu para santri membentuk keseimbangan psikis dan kepribadian yang baik.

Kyai Ahmad Syahid Sholihun, Kemadu
Kyai Ahmad Syahid Sholihun, Kemadu. Photo: Terong Gosong
Oleh: Ubaidillah Achmad

Dalam rangka menyambut haul KH.A.Syahid Kemadu, dikenal dengan sebutan Mbah Syahid, perlu kiranya membacakan manakib Mbah Syahid. Banyak pengalaman ruhaniyah dari Mbah Syahid yang dapat membantu para santri membentuk keseimbangan psikis dan kepribadian yang baik. 

Mbah Syahid bukan saja seorang sufi besar yang menandai dunia tasawwuf, namun juga menandai perlunya setiap manusia menjaga teks relasi suci kosmologis yang menghubungkan antara: Allah Jalla Jalaluhu, Manusia dan Kesemestaan. Manusia perspektif Mbah Syahid bertugas menjaga gerak unsur keutamaan relasi suci kosmologis  yang bersumber dari gerak utama, yaitu Allah Jalla Jalaluhu. 

Beberapa teman alumni Santri Mbah Syahid, telah mengkisahkan kehadiran Mbah Syahid yang terus muncul menginspirasi dan menguatkan kesadaran diri melalui jalur luar ruang dan waktu kawasan kesemestaan ini. Selama hidunya, Mbah Syahid telah mampu meneguhkan keyakinan  Santri, supaya yakin pada sebuah nilai keutamaan hidup: bagaimana manusia meneguhkan sikap sebagai hamba dan sebagai khalifah Allah yang senantiasa menjaga amanah-Nya: menjaga relasi suci kosmologi. 

Adapun selebihnya, manusia hanya tinggal menyempurnakan usaha sesuai dengan kemampuannya.
Dengan demikian, manusia akan merasakan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Sebelum sampai pada puncak kesadaran ini, seseorang perlu mempertimbangkan norma norma agama kenabian sesuai tata aturan yang disampaikan dari setiap Nabi Pembebas.     

Sehubungan dengan keteguhan sikap dan keyakinan pada prinsip nilai keutamaan dan kebenaran tersebut di atas, keberadaan Mbah Syahid telah membuktikan semasa hidupnya dengan bersikap teguh pada prinsip kebenaran dan menjaga lingkungan yang lestari. Bersamaan dengan tasbih semua unsur kesemestaan, Mbah Syahid juga beristiqamah memunajatkan rasa syukur kepada Allah: Alhamdulillah.

Dalam suasana menyambut para tamu, Mbah Syahid sering berbuat telah menyenangkan para tamu. Dalam setiap harinya, Mbah Syahid menerima tamu dari berbagai kalangan: yang berbeda kebangsaan, keyakinan, ideologi, politik, status sosial, jenis kelamin. Selama menemui para tamu, Mbah Syahid tidak pernah membeda-bedakannya. Dengan model dan variasi para tamu yang berbeda ragam dan budaya ini, Mbah Syahid tetap menyambut penuh ramah bersamaan dengan suara lirih Hamdalah.

Beberapa tamu yang secara khusus tercatat dalam Web KH.A.Mustofa Bisri, misalnya, mbak Tutut, Suryadi, Gus Dur, mbak Mega, Martin Van Bruinessen, Danarto, Abdul Hadi WM, Alm. Arifien C, Noor, Amak Baldjun, Dedi Mizwar, Neno Warisman, hingga engkoh Ong Ho agen Bus Malam, pernah datang ke kiai yang rendah hati ini. 

Alkisah, di penghujung tahun 1990-an, ba’da shalat Isyak, pukul 21.00 WIB, para Santri sedang belajar mendengarkan penjelasan kitab Minhajul Abidin dari Mbah Syahid, tiba-tiba datang sosok yang ‘nyentrik’, ketika sosok ini berjabat tangan dan mencium Mbah Syahid, Mbah Syahid tetap memberikan isyarat kepada para Santri untuk tetap memperhatikan kitabnya. Setelah sosok nyentrik ini sesegera pamit pulang, Mbah Syahid menegaskan kepada para Santri, bahwa setiap manusia mempunyai sikap lelaku secara berbeda, namun kalian tetap harus menghormati dengan tetap fokus pada kajian keilmuan.

Dalam waktu yang bersamaan, Mbah Syahid kembali menegaskan, yang terpenting sebagai Santri harus tetap istiqamah menuntut ilmu dan mengamalkan ilmu. Alasan Mbah Syahid terhadap pesan ini, adalah dengan didasarkan pada prinsip: Al Istiqamatu Alfu Alfin Min Al Karamah. Artinya, keberlangsungan berbuat kebaikan dan menuntut ilmu secara terus menerus itu adalah perbuatan yang melampaui kekaramahan seseorang atau kemuliaan seseorang yang dipuja-puja karena keanehannya yang bersifat sementara.

Mbah Syahid lebih menekankan pada sikap Santri untuk mendalami ilmu agama dan mengamalkannya.
Mbah Syahid merupakan Ulama Sufi besar di antaraa yang pernah ada di Indonesia atau secara khusus yang bermuqim di desa Kemadu kecamatan  Sulang, sekitar 9 km dari Rembang. Semasa hidupnya, rumah Mbah Syahid tidak pernah sepi dari para tamu, yang berlangsung sejak pagi (Dluha) hingga jam 23.00 WIB. Di pagi hingga sore hari selain jam Shalat lima waktu, beliau menemui tamu dari berbagai kalangan atau elemen masyarakat.

Sedangkan, pada malam hari setelah kajian kitab Minhajul Abidin, beliau menemui tamu lagi tanpa mengenal lelah untuk mendengarkan kisah suka duka masyarakat. Mbah Syahid merupakan konselor yang tidak membedakan lapisan masyarakat dan tidak menolak keluhan masyarakat. Semua didoakan dan mendapatkan sambutan hangat dari Mbah Syahid.

Meskipun tidak secara formal nama beliau muncul pada acara muktamar NU, namun dibalik itu beberapa Ulama peserta muktamar menyebut keunikan dan berharap beliau membacakan dan mendoakan kelangsungan muktamar dan kelangsungan organisasi NU bermanfaat untuk zamannya. Beliau juga selalu mengirim utusan rombongan untuk turut berdzikir bersama pada acara pembukaan muktamar NU.

Pesantren beliau terbuka lebar untuk pertemuan para Ulama di Rembang, baik pada saat mengadakan pembahasan persoalan hukum di lapangan (bahtsul masail) maupun pada saat para Ulama menghadapi cobaan teror yang terjadi di beberapa masyarakat, seperti kasus ninja.

Mbah Syahid bagaikan tanda akan sebuah keputusan Allah Jalla Jalaluhu, karena banyak doa beliau yang dirasakan masyarakat. Alkisah, ada seorang Santri yang sewaktu masih sekolah di MTs suka berpindah dari sekolah yang satu hingga yang lainnya sampai empat kali, namun sewaktu mondok di pesantren beliau selama satu tahun, telah merasakan betapa arti penting pendampingan beliau untuk dapat meneguhkan prinsip nilai keislaman. Akhirnya seorang Santri dimaksud ingin melanjutkan Aliyah sesuai saran dan nasehat beliau. Atas restu Mbah Syahid, anak dimaksud telah melanjutkan sekolah di pesantren Futuhiyah Mranggen Demak.

Sungguh, betapa agung dan sangat terasa teduh dan tenang berada dalam bimbingan beliau, banyak prinsip nilai keutamaan yang membentuk kepribadian yang dapat dirasakan oleh para Santri. Mbah Syahid merupakan konselor ruhaniyah yang mengalirkan suara hati dan kesabaran melakukan pendampingan ala Kiai yang berpedoman pada prinsip nilai dari Islam Nusantara.

Hal yang sangat fundamental yang dirasakan oleh para Santri, adalah ketika beliau membongkar rahasia kalimah tauhid, yang disampaikan sesudah dzikiran ba’da shalat maghrib hingga jam 20.30 WIB dilanjutkan shalat Isya. Dzikir ba’da maghrib merupakan dzikir yang terlama, namun sangat fenomenal bagi seluruh Santri. Karenanya, wajar jika para tamu hingga sampai larut malam sowan Mbah Syahid sesudah acara pembacaan kitab minhajul abidin.

Di antara tamu istimewa beliau, yang membuat kami suka menunggu di depan pintu Mushalla persis di depan ndalem Mbah Syahid, adalah KH. A. Mustafa Bisri. Semasa hidup, Mbah Syahid terlihat sangat memuliakan Gus Mus (KH. A. Mustafa Bisri). Sungguh kita semua merindukan Ulama seperti KH. A Syahid Kemadu Rembang dan KH. A. Mustafa Bisri.

Seperti sebuah darma yang tidak pernah putus dari ingatan, Mbah Syahid sudah menjadi darma yang mendarmakan seluruh hidupnya untuk berdizikir, bersyukur, dan menatap semua unsur kesemestaan dengan selalu membaca Hamdlalah. Mbah Syahid mendidik kepada masyarakat tidak hanya dengan kata-kata. Sikap beliau dalam konteks apap pun sudah menjadi cermin atau percontohan (modeling) bagi masyarakat, baik dari kalangan Santri maupun masyarakat abangan. Ada santri yang telah menceritakan selama menjadi Santri beliau, beliau selalu menegaskan ayat yang menunjukkan , bahwa Allah benar-benar telah memuliakan anak cucu Adam: Wa laqad karramna bani ‘adam wa khamalnahum fil barri wal bahri wa razaqnahum min at Tayyibati wa faddlalnahum ala katsirin mimman khalaqna tafdlila (QS. Al Isra/17: 70).

Selain ayat ini, Mbah Syahid, juga selalu mengingatkan secara berulang-ulang teks kewahyuan berikut: Waidz ta’dzdzana Rabbukum lain syakartum la aziidannakum walain kafartum inna ‘adzaabii lasyadied (Q. 14: 7). Kebanyakan mufassir menegaskan maksud ayat ini, sebagai sebuah penegasan bagaimana Allah memaklumkan bagi hamba yang bersyukur dipastikan akan mendapatkan bertambahnya anugerah nikmat Allah yang akan diberikan hamba hamba yang bersyukur. Sebaliknya, jika manusia mengkufuri anugrah nikmat Allah, maka Allah akan memberikan adzab yang lebih pedih. 

Konsep Kosmologi Mbah Syahid

Alkisah ada seorang santri yang menceritakan, telah mencatat uraian Mbah Syahid pada saat Mbah Syahid menjelaskan rahasia energi positif kalimat tauhid dan dzikir lathif: Ya Lathifan Bikhalqihi Ya Aliman Bikhalqihi Ya Khabiran Bikhalqihi, Ultuf Bina Yaa Lathif Ya Alim Ya Khabir.

Dalam kajian ini tercermin keteguhan sikap dan keyakinan Mbah Syahid menjalani hari penuh bahagia, tegas menatap setiap persoalan yang menyapanya dan menjawabnya dengan senang hati. Jika seseorang sudah meneguhkan unsur ruhaniyah, pikiran, sikap hati, kehendak dan jasad kepada Allah Jalla Jalakuhu, maka harus percaya penuh pada kehendak Allah, Dzat yang menggerakkan unsur kesemestaan.

Kalimah tauhid ini akan menjawab pertanyaan: di mana dan bagaimana Allah? Cahaya tauhid yang dirasakan dengan penuh seksama, akan menghapus keraguan manusia yang suka bertanya. Sebagaimana ditegaskan Mbah Syahid, justru banyak manusia yang tertutup oleh pertanyaan ketika sedang berteologi atau berdiskusi. Kosmologi Allah dalam perspektif Mbah Syahid sudah berada dalam potensi kesadaran manusia, sehingga tidak perlu memperpanjang kalam tentang kosmologi Allah.

Perbincangan tentang kosmologi Allah cukup dari keteguhan dan ketegasan sikap menggerakkan energi sebuah kalimah tauhid. Hal ini harus dimunajatkan dan didzikirkan supaya terjadi integrasi yang membentuk fungsi keberadaan manusia dihadapan Allah. Inilah potensi kalimah Ultuf Bina dalam ajaran doa Mbah Syahid, adalah karena dimaksudkan untuk memohon kepada Allah, agar Allah membuka hati manusia, telah benar benar merasakan kehadiran Allah (Allah Lathif), penggerak sifat lembut jiwa manusia.

Sebagaimana ditegaskan Mbah Syahid, jika Allah sudah (mem-futuh) hati hamba yang menjadi khalifahnya, maka akan tersalur energi positif dan kekuatan jiwa merasakan kelezatan berdzikir kepada Allah, menjalankan perintah Allah, dan meneguhkan diri menjaga relasi suci kosmologis di tengah kehidupan bersama unsur kesemestaan. Konsep ini dalam perspektif ilmu pengetahuan disebut dengan model relasi kosmologi antara manusia dengan Allah Jalla Jalaluhu.

Dalam membongkar rahasia kalimah tauhid ini, Mbah Syahid menambahkan arti penting rahasia kalimah tauhid untuk menguatkan daya magnetik manusia di tengah unsur kesemestaan atau antropik kosmologis. Artinya, sama seperti manusia, seluruh unsur kesemestaan ini bersama manusia berdzikir kepada Allah Jalla Jalaluhu. Jadi, sebagaimana ditegaskan Mbah Syahid, keberadaan pohon, tumbuhan, gunung, air, matahari, bumi, lautan, dan semua unsur kesemestaan bertasbih kepada Allah. Semua unsur kesemestaan ini berdzikir tidak berhenti kepada Allah.

Jika manusia tidak penuh konsentrasi dan penuh keteguhan jiwa mengungkapkan kalimah tauhid, maka tidak akan merasakan keindahan relasi dengan Allah, gerakan lembut kesemestaan ini bertasbih kepada Allah Jalla Jalaluhu, dan merasakan relasi antara dirinya sebagai manusia dengan kesemestaan atau lingkungan lestari. Karenanya, manusia tidak boleh menabang pohon dengan tidak mempertimbangkan fungsi dan kegunaannya untuk kemanusiaan serta kembali pada kelestarian manusia dan alam semesta. Jadi, seluruh unsur kesemestaan bertasbih kepada Allah, maka manusia sebagai pembawa amanah harus memberi ruang antara sesama manusia dan lingkungan yang bersih dan lestari.

Konsep kosmologi Mbah Syahid ini, yang barangkali bisa disimpulkan, mengapa beliau suka bertani, berkebun,  berternak dan beliau juga suka menyusuri sungai sepanjang pekarangan dan sawah beliau yang mengalir sumber mata air dari pegunungan Kendeng. Bersantri di pesantren Mbah Syahid semasa beliau masih bersama kita, benar-benar telah menyaksikan pandangan relasi suci kosmologi yang indah, berupa kepribadian yang berakhlak mulia, hamba Allah dan guru sufi yang arif yang bersabar mendampingi para santri untuk menguatkan relasi dengan Allah dan mengenalkan alam lestari. Dari pendampingan Mbah Syahid, kita semua memahami ada relasi suci antara Allah, Manusia, dan Kesemestaan yang tidak boleh dipisah-pisahkan.

Menandai Jejak Kenabian Pada Masyarakat

Ulama merupakan pewaris para Nabi yang berakhir hingga Nabi Muhammad, sebagai penghulu semua Nabi. Dari seorang Ulama ini, kita semua mengenal bagaimana bersyukur kepada Allah yang telah memberi anugrah nikmat yang besar dan yang tidak terhitung. Arti penting sikap bersyukur ini tercermin dari hitungan detik nafas Mbah Syahid yang selalu memberikan contoh dan mengiringi nafas para tamu-tamu beliau.

Hal ini secara langsung menjadi pembelajaran para Santri, tamu dan masyarakat untuk bersyukur kepada Allah. Tidak mudah untuk bisa memahami teks kewahyuan dan hadis nabi, karenanya Mbah Syahid lebih memilih memberikan model pendampingan yang langsung bisa membentuk sikap dan perilaku yang berakhlak mulia, bagaimana menjaga relasi suci dengan Allah dan sesama umat manusia. Mengapa model Mbah Syahid Kemadu disebut dengan istilah model jejak kenabian, karena sumber perilaku dan tata cara pergaulan relasinya dengan Allah, Umat Manusia dan Kesemestaan mengacu pada beberapa Nabi Pencerah dan Pembebas.

Jika ditinjau dari kawasan teks suci, maka bentangan relasi suci kosmologi merupakan kawasan teks yang harus tetap terjaga. Antara teks kewahyuan dan kawasan kewahyuan merupakan perpaduan simetris memaknai dan menandai jejak jejak kenabian.

Dalam sabar dan gigih menandai sebuah jejak kenabian, Mbah Syahid tidak bersifat eksklusif mengurung diri dengan alasan zuhud sufistik seperti yang banyak dipahami orang. Mbah Sahid di malam hari tetap berdzikir bersama santri, menemui tamu, dan secara pribadi melaksanakan shalat malam memunajatkan kerinduan kepada Allah Jalla jalaluhu. Sedangkan, di pagi hari sesudah jamah shalat subuh, Mbah Sahid bergegas mengelilingi pesantren menghirup asupan oksigen yang merupakan energi positif dari salah satu unsur lembut kesemestaan.

Meskipun melaksanakan shalat Dluha, namun tetap memberikan peluang kehadiran para tamu untuk berkisah tentang hal-hal kehidupan yang sedang dirasakan para tamu. Jadi, sejak pagi hingga senja sore hari dan malam hari, Mbah Syahid berada dalam pusaran kosmologi yang satu sama lainnya tidak terpisahkan. Jika meminjam istilah KH. A. Mustafa Bisri, model kesalehan Mbah Syahid berputar secara seimbang, antara shaleh ritual dan shaleh sosial.

Ibarat sebuah arus besar kehendak Allah Jalla Jalaluhu yang telah melewati sosok Mbah Syahid, maka sumbatan atau genangan yang menahan kotoran subjek dampingan, ketika sedang sowan Mbah Syahid, seluruh sumbatan dan kotoran yang berada dalam genangan subjek dampingan ini secara otomatis ikut arus besar Mbah Syahid. Mbah Syahid juga salah satu di antara kawasan kewahyuan, sehingga dengan mendekati kawasan kewahyuan, maka akan dapat membaca dari dekat pesan teks.

Bersama dengan cahaya jejak kenabian Mbah Syahid, rasanya tidak percaya, jika Mbah Syahid Kemadu harus dipanggil Allah Jalla Jalaluhu pada usia 78 tahun, Jum’at, 3 September 2004. Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun. Alamarhum meninggalkan seorang istri, Nyai Hj Siti R, dan dua penerus jejak beliau, bernama: Rabbi' Luthfi dan Safiqoh Samiyah. Almarhum dikebumikan di tempat pemakaman keluarga, samping makam almarhum istri pertamanya, Nyai Hj Sofia. Al Fatihah:  

Penulis, Khadim Omah Kongkow As Syuffah Njumput-Sidorejo Pamotan Rembang, Suluk Kiai Cebolek, Islam Geger Kendeng, dan Gus Dur dan Kajian Konseling Lintas Budaya.

COMMENTS

Nama

.,1,#AyoMondok,12,#BelajarIslam,8,#CintaNKRI,2,#DanaHaji,1,#HariSantri,19,#HariSantri #HariSantri2017,1,#HariSantri2017,1,#HarlahNU,4,#HarlahNU91,2,#HaulKiaiHasanGenggong,2,#IslamIndonesia,1,#IslamNUsantara,4,#KajianRamadhan,1,#SavePalestine,3,#SaveRohingya,3,1 Muharram,3,1 Syawal,1,2016,1,A. Zakky Zulhazmi,1,Abdlul Halim Hasan,1,Abdul Mun'im DZ,1,Abu Bakar Hasan Assegaf,1,Adab Rasulullah,1,Advetorial,2,Afif Sunakim,1,Agama,1,Agama Cinta,1,Agenda,25,Agenda NU,1,Agnez Mo,1,Agus Zainal Arifin,3,Ahlusunnah wal Jama'ah,31,Ahmad Baso,1,Ahmad Mujib Rahmat,1,Ahmet Davutoglu,1,Ahsunnah,1,AJaran Islam,1,Akhir Zaman,1,Akhlakul Karimah,1,Al-Nimr,1,Al-Qaeda,1,Al-Qur'an,4,Al-Qur'an Raksasa,1,Al-Zastrow Ngatawi,1,Alamsyah M. Dja’far,3,Ali bin Abi Thalib,2,Ali Zawawi,1,Alissa Wahid,1,Allah,1,Almanak,1,Alumni Madrasah,1,Amalan,16,Amalan di Bulan Ramadhan,2,Amalan NU,4,Amalan Rasulullah,1,Amaliah,19,Aman Abdurrahman,1,Amirul Ulum,2,Anas Saidi,1,Angka Istimewa dalam Islam,1,Angka Tiga,1,Angker,1,Ansor,3,Ansor Garut,1,Ansor Malang,1,Ansor Surabaya,1,Anti Korupsi,4,Anti Narkoba,1,Anti Radikalisme,3,Anti Terorisme,2,Anti Wahabi,1,Aplikasi Batik,1,Aqidah,2,Arab,1,Arab People,1,Arab Saudi,2,Arief Mundatsir Mandan,1,Arifin Junaidi,1,Arrahmah Channel,5,Arrahmah Featured,11,Arrahmah.com,1,Articles,2,Artikel,26,Asian Youth Robot Olimpiade,1,Asosiasi Pesantren NU,1,Aswaja,24,Asy'ariyah,1,Australia,1,Avicenna Roghid Putra,1,Ayat-ayat Toleransi,1,Ayman Adz Dzawahiri,1,Ayo Mondok,1,AYRO,1,Bahtsul Masail,1,Bangsa Indonesia,1,Banser,14,Banten,1,Batik,1,Batik Indonesia,1,Battle,1,Battle of Uhud,1,Beasiswa,12,Beasiswa Kemenag,3,Beasiswa Madrasah,1,Beasiswa Santri,1,Beasiswa Santri 2016,1,Beasiswa Santri Berprestasi,2,Beasiswa Santri Berprestasi 2016,1,Bekasi,1,Belajar Islam,26,Berita,148,Berita Duka,5,Berita Islam,3,Bid'ah,2,Bid'ah para Sahabat,1,Bima Arya,1,Biseksual,1,Bisnis Haram,1,BNN,1,BNN di Jepara,1,BNPT,2,Bodo Kupat,1,Bogor,1,Bom Kuningan,1,Bom Sarinah,2,Bom Thamrin,2,BPOM,1,Brain,1,Budaya,1,Buku,6,Bulan Rajab,1,Buletin Jumat,5,Burdah,1,Cak Masykur,25,Cak Nun,1,Cak Nur,1,Cangkir9,2,Cep Herry Syarifuddin,1,Cerpen,2,Channel Arrahmah,37,Charlie Hebdo,1,Cheng Ho,1,Choirul Anam,1,Cinta,1,Cinta Bangsa,1,Cinta Tanah Air,1,Counter Radicalism,6,Cybercrime,2,Dajjal,1,Dakwah Islam,4,dan Transgender,1,Darurat Narkoba,3,Dea Anugerah,1,Deklarasi Nahdlatul Ulama,1,Deklarasi Serpong,1,Densus 88,2,Digital Media,2,Direktorat Pendidikan Madrasah,1,Dit PD Pontren Kemenag,1,DKI Jakarta,1,Doa,31,Doa Akhir Tahun,1,Doa Anak Sholeh,1,Doa Awal Tahun,1,Doa Berbuka,1,Doa dan Tirakat,1,Doa Gus Mus,1,Doa Harian,1,Doa Nabi,1,Doa Pernikahan,2,Doa Setelah Shalat,1,Doa Wudhu,1,Dosen UIN Walisongo,1,Download,1,Dr. Amin Haedari,1,DR. KH. M. A. SAHAL MAHFUDH,1,Dr. Nadirsyah Hosen,10,Dubes,1,Dzikir dan Doa,2,Dzikir Setelah Shalat,1,Editor's Choice,10,Effendi Choirie,1,Ekologi,3,Ekonomi,3,Eksekusi Mati Al-Nimr,1,English Edition,1,Esensi Syariah,1,Fadhila Haifa’ Afifah,1,Fadilah,1,Falak,1,Fardhu Wudhu,1,Fatayat NU,2,Fathoni Muhammad,1,Fatwa MUI,1,FDS,11,featured,133,Featured Arrahmah,44,Fikih,2,Fikih dan Muamalah,3,Fikih Ibadah,10,Fiqh,8,Fiqh Ibadah,1,Fiqh Qurban,6,Fiqh Shalat,3,Fiqih Lingkungan,2,Firqaf,1,Firqah,1,Firqoh,1,Fokus Khusus,1,FSN,2,Fulldayschool,4,Fundamentalis akan Habis,1,Gafatar,1,Galeri,4,Gay,1,Geluntung Agel Wafi,1,Gerakan Nasional AyoMondok,1,Gerhana,1,Gerhana Bulan,1,Gerhana Matahari,3,Gerhana Matahari Total,1,GIYE,1,Good Muslim,13,GP Ansor,8,Grand Syaikh Al-Azhar,1,Grants,1,Griya Gus Dur,1,GTK Madrasah,2,Guru Inspiratif,2,Guru Madrasah,2,Guru MAN,1,Guru Mughni,1,Guru PAI,1,Gus Ahmad Muwaffiq,1,Gus Aqib,1,Gus Dur,23,Gus Miek,1,Gus Mus,9,Gus Muwafiq,1,Gus Rizal Mumaziq,1,Gus Sholah,1,Gus Ubaidillah Achmad,1,Gus Yaqut,1,GusDur.net,1,Gusdurian,2,Habib Abu Bakar,1,Habib Lutfi,1,Habib Luthfi bin Yahya,1,Habib Novel,10,Habib Novel Alaydrus,7,Habib Salim Bin Jindan,1,Habib Sholeh Al-Hamid Tanggul,1,Habib Syech,1,Habib Umar bin Hafidz,3,Hadist,1,Hadist Jibril,1,Hadits,1,Hadits 72 Bidadari,1,Hadits Diskriminatif,1,Hafidzoh,1,Haji,7,Haji 2015,1,Haji 2017,1,Haji 2018,1,Hajj,1,Halal bi Halal,3,Halaqah,1,Hamid Ahmad Masduki Baidlawi,1,Har Santri,1,Hari Arafah,2,Hari Batik Nasional,1,Hari Natal,1,Hari Pahlawan,2,Hari Santri,32,Harlah,2,Harlah NU,3,Hasan al-Bashri,1,Haul,4,Haul Gus Dur,9,Haul Kiai Sholeh Darat,2,Haul Sunan Ampel,1,Haul Sunan Bonang,1,Haul Syekh Nawawi Al-Bantani,1,Headlines,20,Hikam Zain,15,Hikmah,83,Hikmah Islam,45,Hipsi,3,Hisab,1,Hizb,1,Hizbut Tahrir,2,Hizbut Tahrir Indonesia,2,Hoax,2,Hong Kong,1,HTI,2,HTIBubar,6,Hubbul Wathan minal Iman,1,Hukum Islam mengenai LGBT,1,Hukum Melangkahi Kuburan,1,Hukum Membunuh,1,Hukum Membunuh dalam Islam,1,Hukum Ucapan Natal,1,Humor,3,HUT TNI,1,Hymne,1,I-Banking,1,Ibadah,4,Ibn Muljam,1,Ibn Yaqzan,1,Ibu Nabi Muhammad,1,Ibunda Nabi Muhammad,1,IDC,1,Ideologi,1,Idhul Adha,1,Idul Adha,14,Idul Fitri,7,IIEE,1,IISRO,1,Ijazah,6,Ijtihad,1,Ikhbar,42,Ilmu Kalam,1,Image,1,Imam al-Syafi’i,1,Imam Ghazali,1,Imam Malik,1,Imam Muslim,1,Imam Nawawi,1,Imlek,1,INC,2,Indonesia Darurat Narkoba,1,Info Haji,2,Inspirasi,11,Inspirasi Pesantren,2,Interfaith,3,Internasional,98,International,3,International Islamic School Robot Olympiad,1,International Peace Day,1,Internet Banking,1,IPNU,1,IPPNU,1,Iqbal Khalidi,3,Iqbal Kholidi,1,Iran,1,ISIS,11,Islah Gusmian,1,Islam,16,Islam dan Perdamaian,1,Islam Di China,3,Islam di Papua,1,Islam Indonesia,3,Islam Nusantara,28,Islam Nusantara Center,1,Islam Papua,1,Islam Radikal,1,Islamic Event,1,Islamic State,1,Isra' Mi'raj,1,Istighosah Kubro,1,Istikharah,1,Ito Surmardi,1,JAD,1,Jakarta,4,Jamiyatun Nasihin,1,Jasad Utuh,1,Jawa Barat,3,Jawa Tengah,7,Jawa Timur,4,Jazirah Arab,1,JIhad,3,Jihad fi Sabilillah,1,Jokowi,5,Jonru,1,Jurnalistik,1,K.H. Ahmad Umar Abdul Manan,1,Kabar Duka,1,Kabar Pesantren,5,Kabar Pesantrens,1,Kajian Islam,18,Kajian Ramadhan,1,Kalam Ulama,4,Kalender,2,Kalender Islam,2,Kalimah Syahadat,1,Kalis Mardiasih,1,Kampung Damai,1,Kampus,1,Kekerasan,1,Kemenag,3,Kementerian Agama,1,Kementerian Agama RI,3,Keraton Sumenep,1,Kesehatan,4,Ketua PBNU,1,Ketum PBNU,1,Ketupat,1,Keutamaan Bulan Rajab,1,Keutamaan Shalat Tarawih,16,Keutamaan Shalawat Nabi,2,Keutamaan Tarawih,1,KH A Ghazalie Masroeri,1,KH Abdurrahman Wahid,5,KH MA Sahal Mahfudh,2,KH Maemon Zubair,1,KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh,1,KH Sahal Mahfudh,3,KH Said Aqil Siraj,1,KH Wahab Hasbullah,1,KH. Abdul Aziz Manshuri,1,KH. Abdul Ghoffar Rozien,1,KH. Abdul Karim,1,KH. Abdul Muhaimin,1,KH. Abdurrahman Wahid,1,KH. Ali M. Abdillah,1,KH. Bisri Mustofa,1,KH. Cep Herry Syarifuddin,3,KH. Hasyim Asy'ari,1,KH. Hasyim Asyari,3,KH. Husein Muhammad,2,KH. Iftah Sidiq,1,KH. Lukman Harits Dimyati,1,KH. Ma'ruf Amin,2,KH. Maimoen Zubair,11,KH. Marzuqi Dahlan,1,KH. Masdar F. Mas'udi,2,KH. Mustofa Bisri,2,KH. Said Aqil Siraj,5,KH. Sholeh Darat,8,KH. Thobary Syadzily,1,KH. Tubagus Muhammad Falak,1,KH. Yahya Cholil Staquf,3,KH. Zainal Mustafa,2,KH. Zakky Mubarok,2,KH.Shalih Darat,1,Khanza Iliyina Syafa,1,Khawarij,1,Khazanah,3,Khazanah Isam,7,Khazanah Islam,379,Khilafah Islamiyah,5,Khofifah Indar Parawansa,1,Khoirul Anam,2,Khulafaur Rasyidin,1,Khutbah,4,Khutbah Idul Fitri,2,Khutbah Jumat,1,Kiai Abdul Hamid,1,Kiai Hasan Genggong,1,Kiat Menulis,1,Kiddle,1,Kilas,1,Kirab Santri,1,Kisah Hikmah,16,Kisah Nabi,1,Kisah Rasulullah,1,Kisah Teladan,1,Kita Tidak takut,1,Kitab Durrotun Nasihin,1,Kitab Jawahirul Bukhori,1,Kitab Kuning,5,Kitab Pegon,1,Kitab Suci,1,Kokam,1,Kolom,96,Komedi Religi,1,Kominfo,1,Konferwil NU Jabar,1,Konflik Sunni-Syiah,1,Kongkow Sufi,3,Konsultasi Agama,1,Konsultasi Islam,1,Kontra Radikal-Terorisme,1,KPAI,1,KPK,1,Kreatif Indonesia,1,Kriminal,1,Krisis Jerusalem,2,Krisis Rohingya,7,KUPI,1,Kurban,7,Kyai Maimoen Zubair,1,Kyai Masdar,1,Kyai Pahlawanku,1,Kyai Pesantren,1,Lailatul Qadr,1,Lambang NU,1,Lapan-A2,1,Laporan,1,Lazisnu,1,Le Petit Prince,1,Lebaran,1,Lebaran Ketupat,1,Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama,2,Lesbian,1,Letter of Acceptance,1,LFNU,1,LGBT,2,Liberalisme,1,Life of Mohammed,3,Life of Muhammad,2,Liga Santri,2,Liga Santri Nusantara,3,Lingkungan,1,LIPI,1,Litbang Kemenag,1,Literasi,7,Literasi Digital,3,LoA,1,Logo Muktamar NU ke-33,1,Logo NU,1,Love Peace,1,LPDP,1,LSN,5,LSN 2017,3,LTN NU,3,Lukman Hakim Saifuddin,3,Lunar System,1,M. Kholid Syeirazi,1,M. Nur Kholis Setiawan,1,M. Rikza Chamami,13,M. Rikza Khamami,1,Ma'arif NU,2,Madrasah,24,Madrasah Diniyah,5,Madrasah Lebih Baik,2,Madrasah TBS,1,Mahasiswa,2,Mahbub Ma'afi,2,Mainstream Media,1,Majelis Dzikir,1,Majelis Shalawat,1,Makalah,3,Makam Gus Dur,1,Makam Nabi,1,Makam Nabi Muhammad SAW,1,Makam Rasulullah,1,Makam Sunan Bonang,1,Makkah,1,Maklumat,3,Makna Bismillah,1,Makna Logo Muktamar NU ke-33,1,Malik bin Anas,1,Mama Falak,1,MAN IC,1,Manhaj Salafi Imam Syafi’i,1,Manhaji,1,Manusia Robot Bali,1,Mars,1,Masjid,1,Masjid Zhenjiao,1,Masjidid Haram,1,Masjidil Haram,1,Maturidiyyah,1,Maulid,4,Maulid Burdah,1,Maulid dalam Islam,1,Maulid Nabi,7,Maulid Nabi Muhammad SAW,3,Mbah Maimoen Zubair,2,Mbah Moen Sarang,2,Mbah Mun,1,Mbah Sahal,1,Mbah Sholeh Darat,1,MCA,1,Media,2,Media Sosial,1,Media Watch,1,Mehmet Gormez,1,Melangkahi Kuburan,1,Meme,1,Meme Islami,1,Menag,2,Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia,1,Mengenal Jejak Mengenal Watak,1,Menristek,1,Menulis,1,Merayakan Maulid,1,Milad,1,Minal Aidin Wal Faizin,1,Minhajul 'Abidin,5,Moment,1,MTs Surya Buana Malang,1,MTsN 2 Pamulang,1,MTT,1,Mualaf,2,Mudik Lebaran,1,Muhammad,2,Muhammad bin ‘Abd al-Wahhab,2,Muhammad Nasir,1,Muhammad Niam,1,Muhammad PBUH,1,Muhammad SAW,3,Muhammad Tijany,1,Muharram,2,MUI,1,Mujaheeden,1,Mujahidin Palestina,1,Mukiyah,1,Mukjizat,2,Muktamar NU,1,Muktamar NU ke 33,2,Munas-Konbes NU,20,Munawir Aziz,1,Muntaha Azhari,1,Museum Keraton Sumenep,1,Muslim Hong Kong,1,Muslim Kagetan,1,Muslim Papua,1,Muslimat NU,2,Nabi dan Rasul,1,Nabi Ibrahim,1,Nabi Muhammad,2,Nabi Muhammad SAW,6,Nadirsyah Hosen,6,Nadlatul Ulama,2,Nahdatul Ulama,18,Nahdlatul Ulama,157,Nahdlatul Ulamata,1,Name of Allah,1,Narkoba,3,Nasehat,8,Nasihat,1,Nasional,412,Nasionalisme,1,Natal,1,Natal 2015,1,Natal dan Maulid,1,Netizen Jurnalistik,1,New,1,News,677,News Ikhbar,2,News IPPNU,1,News Pictures,17,Ngaji Live,1,Ngaji Puasa,27,Ngaji Ramadan,8,Ngaji Ramadhan,20,Ngaji Video,1,Niat Puasa,1,Nishfu Sya'ban,1,NKRI,1,NKRI Harga Mati,3,NU,7,NU ANZ,1,NU Batang,1,NU Bogor,13,NU Care,2,NU Care LazisNU,2,NU Garis Lurus,1,NU Jabar,2,NU Jatim,1,NU Klaten,1,NU Semarang,1,NUCare,4,NUPeduli,1,Nur Kholik Ridwan,1,Nur Rofiah,1,Olimpiade Kedokteran,1,Opini,283,Opinion,1,Opnion,1,Orbituari,2,Pagar Nusa,13,PAI,2,Palestina,2,Palestine,1,Palestine Mujaheeden,1,Papua,1,Parenting,1,PBNU,8,PBSB,3,PBSB 2016,1,Peace,1,Peduli Bencana,2,Pelajar NU,1,Pendaftaran PBSB 2016,1,Pendididkan Islam,18,Pendidika Islam,1,Pendidika Islam,1,Pendidikan,171,Pendidikan Agama,1,Pendidikan Islam,158,Pendidikan Karakter,2,Pendidikan Madrasah,5,Pendidikan Politik,3,Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam,1,Pendidikn Karakter,1,Pendis Kemenag,2,Penggrebekan di Jepara,1,Pengobatan Islami,1,Penjajahan,1,Pentas PAI,1,Penulis,1,Perang,1,Perang Badar,1,Perang Uhud,1,Perguruan Tinggi NU,1,Perkemahan Rohis,1,Perppu Ormas,2,Perpres,1,Perpu Ormas,1,Perwimanas,2,Pesan Kiai,1,Pesantren,70,Pesantren Assalafiyah Cirebon. Assalafiyah,1,Pesantren Ibnu Mas'ud,1,Pesantren Lirboyo,2,Pesantren Mahasiswa,1,Pesantren Salaf,1,Photo,1,Pilihan Editor,105,Pilkada,1,Pilkada 2017,1,Pilkada DKI,1,Pilkada Jatim,1,Ploso,1,PMII,3,Polemik Sejarah Tere Liye,1,Politik,13,Ponorogo,1,Ponpes Al-Anwar,1,Pontianak,1,PPMN III,1,Pra Munas,4,Pramuka,1,Prof. Dr. Ahmad Tayyeb,1,Prof. Dr. Quraish Shihab,3,Profil,3,PTKI,1,Puasa Arafah,1,Puasa Ramadhan,1,Puisi,12,Pustaka,10,Pustaka Pesantren,8,Qawli,1,Qunut Nazilah,1,Quote,1,Qurban,5,Radicalism,1,Radikalisme,10,Rajab,1,Ramadan,2,Ramadhab,1,Ramadhan,72,Ramadhan 2015,12,Ramadhan 2016,2,Ramadhan di Hong Kong,1,Ramadhan Video,25,Rasis,1,Rasullah,1,Rasulullah SAW,6,Recommended,2,Refleksi Akhir Tahun,1,Release,2,Release PBNU,1,Religion,2,Remaja Islam,1,Resolusi Jihad,2,Resolusi Jihad NU,1,Rezeki Halal,1,Rijal Mumazziq Z,1,Risalah NU,1,RMI NU,4,Robikin Emhas,1,Robot,1,Rohingya,11,Rokok,2,Rubbubiyah,1,Ruchman Basori,2,Rukun Islam,1,Sahabat,1,Sahabat Nabi,2,Sahih Muslim,1,Said Budairy,1,Saifuddin Zuhri,1,Saifullah Ma'shum,1,Sajak,2,Salafi,2,Salam,1,Sanad Keilmuan,1,Santri,6,Santri Goes To Papua,3,Santri Menulis,1,Santri Urban,1,Sarkub Papua,1,Sastra Islam,11,Satelit,1,Satelit Indonesia,1,Save Rohingya,6,Sayembara Logo Muktamar NU ke-33,1,Science,5,Sedekah,3,Sejarah,5,Sejarah Al-Qur'an,1,Sejarah Indonesia,2,Sejarah Islam,1,Sejarah NU,2,Sekolah Lima Hari,1,Seni dan Sastra Islam,12,Seri Belajar Islam,8,Seri KH. Said Aqil Siraj,1,Seri Tokoh,1,SGTP,1,Shahih Muslim,1,Shaikh Nimr Baqir al-Nimr,1,Shalat,18,Shalat Gerhana,3,Shalat Idul Adha,1,Shalat Istiqa,1,Shalat Jum'at,6,Shalat Sunah,1,Shalat Sunnah,3,Shalat Tarawih,15,Shalawa Nabi,1,Shalawat,2,Shalawat Nabi,4,Shalawat Nabi Muhammad SAW,2,Shalawat Nariyah,3,Sholat Tarawih,1,Sholawat,1,Sholeh Darat,1,Short Course,1,Sifat Mulia Rasulullah SAW,1,Silsilah Nabi Muhammad SAW,1,Silsilah Rasulullah,1,Sindikasi Damai,15,Sindikasi Media,1,Singaparna,1,Sinopsis,1,Sirah Nabawiyah,2,Sirah Nabi,2,Siswa Berprestasi,1,Slamet Basyid,1,solar system,1,Solidaritas,1,Sponsored,2,Suara NU,1,Sudut Pandang,1,Sudut Taman Ramadhan,7,Sufistik,1,Sumanto Al Qurtuby,9,Sumenep,1,Sunnah,2,Sunnah Rasulullah,1,Sunnah Shalat,1,SUNNI,1,Sunni-Shia,1,Sunni-Syiah,1,Suraji,6,Surat Edaran Gubernur Jateng,1,Surat Terbuka,3,Suriah,2,Syafa'at Rasulullah,1,Syafaat Nabi,1,Syahid,1,Syahrozad Zalfa Nadia,1,Syaikhona Kholil Bangkalan,1,Syarat Wajib Zakat,1,Syariah,2,Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani,1,Syeikh Abdul Qodir Al-Jailany,1,Syekh Abdul Qadir Al-Jailani,1,Syekh Dr. Muhammad Fadhil,1,SYIAH,3,Tafsir,1,Tafsir Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani,1,Tahlilan,2,Tahun Baru 2016,1,Tahun Baru Islam,2,Tahun Baru Masehi,1,Tanah Suci,1,Tarawih,21,Tasawuf,3,Tawan,1,Tawariq,1,Tayyip Erdogan,1,Tebuireng,6,Tekno,20,Teladan,1,Teladan Nabi,3,Teologi Teror,1,Teraweeh,1,Tere Liye,1,Teror,1,Teror 2016,1,Teror Jakarta,1,Teror Sarinah,1,Teror Thamrin,1,Teroris,4,Terorism,10,Terorisme,25,Tionghoa,1,Tips and Trick,2,Tokoh,86,Tokoh Betawi,1,Tokoh Bogor,1,Tokoh Dunia,3,Tokoh Indonesia,19,Tokoh Islam,114,Tokoh Kemerdekaan,2,Tokoh Muda Islam,25,Tokoh NU,17,Tokoh NU Bogor,1,Tokoh NU Jabar,1,Tokoh Perempuan,1,Tokoh PMII,1,Tokoh Rembang,1,Tokoh Syiah,1,Tolak FDS,12,Toleransi,5,Tradisi,2,Tragedi Crane di Masjidil Haram,1,Trend Sosial,2,Tuah Pesantren,1,Tulisan Arab,1,Tuntunan Islam,1,Turats,1,Turki,1,TurnBackHoax,4,Tutorial,1,TV9,1,Ubaidillah Achmad,23,Ubaidillah Ahmad,1,Ucapan Minal Aidin Wal Faizin,1,Ucapat Selamat Natal,1,Udhiyah,1,Uhud,1,Ulama,11,Ulama Bogor,1,Ulama Indonesia,1,Ulama NU,3,Ulama Nusantara,1,Ulama Perempuan,1,Ulama Salaf,1,Uluhiyah,1,UNU,2,Ustad Ahmad Ikrom,1,Ustadz,1,Ustadz Ahmad Ali MD,2,Ustadz Ali MD,1,Ustadz Fathuri,24,Ustadz Fatoni Muhammad,1,Ustadz Lc,1,Ustadz Ma'ruf Khozin,3,Ustadz Menjawab,5,Ustadz Yusuf Mukhtar Sidayu,1,Ustadz Yusuf Suharto,1,Uswah,3,Uswatuna,3,UU Ormas,1,Video,5,Vinanda Febriani,7,VoA-Islam,1,Wahabi,4,Wahabism,2,Wahabisme,2,Wahid Foundation,6,Wali Pasemone,1,Wali Songo,2,Walisongo,5,Waliyullah,1,Wardi Taufik,1,Wawasan,79,Wawasan Islam,54,Wawasan Kebangsaan,12,Wawasan Nusantara,43,Website Islam Indonesia,1,Website Islam Nusantara,1,Wirid dan Doa,2,Wirid dan Doa Setelah Shalat,1,Women and Jihad,1,Women Fighter,1,World Peace,1,Wudhu,3,Yahya Staquf,1,Yasin,1,Yayasan Saifuddin Zuhri,1,Yenny Wahid,3,Yogyakarta,8,Z-Featured,3,Zainal Mustafa,1,Zakat,4,Zakat Fitrah,2,Zakir Naik,1,Zakky Zulhazmi,2,ZIarah,4,Ziarah Kubur,2,Zikir,1,Zuhairi Misrawi,1,Zulkilfi Hasan,1,خطبة كسوف الشمس,1,
ltr
item
Arrahmah.co.id - Portal Dunia Islam: Mbah Syahid Kemadu Membuka Tabir Hubungan Suci Manusia dan Alam Semesta dengan Allah SWT
Mbah Syahid Kemadu Membuka Tabir Hubungan Suci Manusia dan Alam Semesta dengan Allah SWT
Dalam rangka menyambut haul KH.A.Syahid Kemadu, dikenal dengan sebutan Mbah Syahid, perlu kiranya membacakan manakib Mbah Syahid. Banyak pengalaman ruhaniyah dari Mbah Syahid yang dapat membantu para santri membentuk keseimbangan psikis dan kepribadian yang baik.
https://1.bp.blogspot.com/-pIlA1DvffJM/V8l9u9c3oyI/AAAAAAAAAZY/kVARWrrF7Rgl2qT5vmPFqBs7ICuKSHSyQCLcB/s640/Kyai%2BAhmad%2BSyahid%2BSholihun%252C%2BKemadu.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-pIlA1DvffJM/V8l9u9c3oyI/AAAAAAAAAZY/kVARWrrF7Rgl2qT5vmPFqBs7ICuKSHSyQCLcB/s72-c/Kyai%2BAhmad%2BSyahid%2BSholihun%252C%2BKemadu.jpg
Arrahmah.co.id - Portal Dunia Islam
https://www.arrahmah.co.id/2016/09/ajaran-memaknai-hidup-mbah-syahid-kemadu.html
https://www.arrahmah.co.id/
https://www.arrahmah.co.id/
https://www.arrahmah.co.id/2016/09/ajaran-memaknai-hidup-mbah-syahid-kemadu.html
true
766049156261097024
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content