Warga NU Kendeng Melawan Kekejaman Kapitalis 

Para petani kendeng yang melawan industri, adalah mereka yang terdiri dari para penyair tanpa kata dan mereka yang penuh kesungguhan menggugah kaum cerdik cendekia menghidupkan rasa dan asa jiwa anak negeri yang tidur terlelap dalam kipasan para kapitalis. Mereka ini, adalah para Kartini yang memberikan contoh kepada anak negeri untuk mencintai lingkungan lestari dan menjaga sumber daya alam, Ibu Pertiwi. Gerakan petani kendeng merupakan sebuah gerakan yang membongkar kepalsuan janji janji kampanye para pemimpin.

Unjuk Rasa Menolak Pabrik Semen di Pegunungan Kendeng Utara
Unjuk Rasa Menolak Pabrik Semen di Pegunungan Kendeng Utara. Photo: Geotimes
Oleh: Ubaidillah Achmad
Para petani kendeng yang melawan industri, adalah mereka yang terdiri dari para penyair tanpa kata dan mereka yang penuh kesungguhan menggugah kaum cerdik cendekia menghidupkan rasa dan asa jiwa anak negeri yang tidur terlelap dalam kipasan para kapitalis. Mereka ini, adalah para Kartini yang memberikan contoh kepada anak negeri untuk mencintai lingkungan lestari dan menjaga sumber daya alam, Ibu Pertiwi. Gerakan petani kendeng merupakan sebuah gerakan yang membongkar kepalsuan janji janji kampanye para pemimpin.

Gerakan petani kendeng mampu menunjukkan kepada publik, ada beberapa pemimpin yang ketakutan terhadap dampak kebijakan Presiden Jokowi. Jika tidak berbuat salah, mengapa secara frontal gugup terhadap keputusan Presiden RI, Bapak Jiko Widodo? Secara etika, ada banyak hal yang sudah terungkap, siapa memainkan apa bersama siapa dibalik gerakan petani Kendeng. Meskipun demikian, secara formal perlu untuk memeriksa ada apa dengan ketakutan dan rasa gugup para pemimpin pasca keputusan presiden. Kapan lagi menegakkan keadilan? Para petani kendeng yang terlihat bukan terdiri dari para akademisi, pakar lingkungan, politisi, budayawan. Mereka ini penuh sahaja sebagai petani desa dan santun penuh etika, penuh semangat untuk bergerak dan menjaga lingkungan lestari serta kelangsungan sumber daya alam.

Sehubungan dengan fenomena publik sedang belajar dari petani kendeng yang terdiri para kartini Rembang dan Pati,  dalam satu bulan terakhir ini, saya sering mendapatkan pertanyaan yang serupa: warga NU itu kaum kanan atau kiri? kepada beberapa penanya, saya balik bertanya: mengapa hal ini ditanyakan kepada saya? Alasannya, karena saya dianggap menjadi bagian basis kekuatan akar rumput NU di desa. Dalam konteks pertanyaan ini saya menjawab, bahwa NU sebuah organisasi yang mengakomodir para Ulama, sehingga tidak punya hak mengintervensi pilihan terhadap masyarakat dampingan.

Secara ideologis pun, NU bukan kaum kanan dan juga bukan kaum kiri, namun membuka ruang dialog untuk kegelisahan dan kesedihan mereka yang kelelahan mempertahankan garis ideologis Islam kanan dan mereka yang kelelahan melakukan revolusi memperjuangkaan garis ideologis Islam kiri. Karenanya, sebagai warga NU tidak boleh ketakutan memenuhi undangan kaum kapitalis maupun memenuhi undangan kaum kiri.

Dalam konteks yang sama, juga tidak boleh menolak para tamu dari kedua kubu ideologis kanan dan kiri. Lalu, bagaimana posisi warga NU? Posisi warga NU pada garis jejak-jejak agama kenabian yang membenci anti-kemanusiaan, anti-keadilan, anti-persamaan. Pada setiap nilai kebenaran yang melewati ideologi tertentu akan diakui warga NU, namun banyak pandangan yang bersifat ideologis lebih berkecenderungan pada kehendak para pengendali ideologi ideologi dunia.

Mengapa dalam kasus pegunungan kendeng yang terlihat, justru muncul sikap perlawanan warga NU melawan kekejaman ideologi kapitalis? Hal ini dikarenakan sumber kekuatan pembangunan pertambangan untuk pabrik industri semen adalah kehendak ideologi kaum kapitalis, kehendak permodalan yang tidak mempertimbangkan masa depan sumber daya alam yang akan berdampak  buruk pada masa depan kemanusiaan umat manusia.

Dalam konteks yang bersamaan, jika kaum kapitalis jatuh bangkrut hingga menjadi manusia paling miskin di dunia pun, maka warga NU akan menjadikannya saudara dan teman setia untuk menghibur melepaskan hari hari penuh duka. Secara spesifik, dengan para anak cucu kaum kapitalis atau anak cucuk penguasa yang dzalim pro kapital pun, maka warga NU juga akan menerima mereka sebagai bagian dari manusia yang harus dimanusiakan.

Jadi, warga NU tidak mengajarkan kebencian kepada sesama umat manusia. Artinya, meskipun warga NU menolak sikap anti kemanusiaan, anti keadilan, dan anti persamaan, namun tidak mengajarkan untuk benci kepada sosok manusianya. Karena semua manusia menduduki tempat yang mulia di sisi Allah. Kita semua boleh mengadili sikap anti kemanusiaan, namun tidak boleh mengadili hak kemanusiaannya. Warga NU mempunyai sikap yang jelas, mereka ini bukan pengikut ideologi kapitalis dan bukan pengikut ideologi kiri, namun juga tidak menolak hak kemanusiaan seluruh pengikut ideologi dunia.   

Sehubungan dengan pertanyaan tersebut, telah menunjukkan model pembelajaran pemerintah Orde Baru yang sudah mengakar kuat. Terbukti, betapa beratnya merubah corak berfikir orde baru yang selama 32 tahun sudah menghasilkan Profesor, Dr, dan akademisi tukang untuk mendesain pola berfikir yang kerdil. Orde Baru juga menganggap berhasil mencetak anak bangsa yang terkotak kotak sikap anti kemanusiaan dengan merefleksikan konflik dan kebencian antar sesama warga ngara. Sampai sekarang, para intelektual tukang ini pun masih banyak yang tidak berupaya untuk mengkaji arah kebijakan para pemimpin pemerintah

Sementara itu, dalam konteks yang lain, membiarkan berlangsung kekejaman ideologi kapitalisme terhadap masa depan kemanusiaan. Hanya berapa persen para intelektual yang mau berbicara secara jujur tentang masa depan Indonesia di bawah hegemoni kaum kapitalisme global. Banyak kaum intelektual yang telah disebukkan dengan scopus karya ilmiah dan sertifikasi.

Para pemimpin kita belum berani menegaskan arti penting seorang intelektual untuk masa depan Indonesia. Para pemimpin kita cenderung menikmati para intelektual yang tidak mengkritisi kebijakan dan membiarkan ancaman kapitalisme terhadap sumber daya manusia Indonesia dan sumber daya alam. Intelektual kita, lebih mengamini pesan para pemimpin meskipun berbahaya untuk kemanusiaan.

Sementara itu, Para pemimpin kita, banyak yang terbawa arah kapitalisasi sumber daya alam. Padahal, siapa yang diuntungkan? Yang jelas, yang diuntungkan bukanlah kaum intelektual dan bukan pula rayat Indonesia. Yang diuntungkan, adalah para pemodal yang secara besar-besaran memanfaatkan kesempatan untuk mengeksploitasi sumber daya manusia dan sumber daya alam.

Islam Menolak Anti Kemanusiaan

Islam berbeda dengan ideologi. Karenanya, jangan menjadikan Islam sebagai ideologi. Islam seperti agama kenabian yang lain: agama fitrah. Artinya, jalan yang tidak berbelok belok yang didasarkan prinsip kesadaran pada nilai kebenaran. Sehubungan dengan prinsip nilai kebenaran yang sudah tertanam dalam diri manusia, maka setiap manusia bisa memahami kebenaran yang tercatat dalam dirinya. Bagaimana dengan adanya ajaran agama-agama? Apakah bisa disebut sebagai fitrah?

Yang jelas, sebelum manusia mendapatkan ajaran ajaran tentang kebenaran dan kemanusiaan, maka manusia sudah memiliki potensi dan prinsip nilai yang bersifat universal diakui oleh seluruh umat manusia. Sedangkan, ajaran merupakan bentuk pemahaman subjektif yang berfungsi untuk menguatkan prinsip kebenaran yang sudah bercampur dengan ide dan kehendak subjektif atau kepentingan komunal.

Meskipun demikian, dalam ajaran masih banyak yang mengungkapkan prinsip kebenaran yang tidak ada unsur kehendak subjektif. Jadi, adanya prinsip nilai kebenaran ini memumkinkan akan keluar dari kejernihan prinsip nilai subjek, namun juga tidak sedikit yang terdistorsi kehendak subjektif. Kehendak subjektif ini, ada yang berlaku secara universal dan ada yang berlaku secara partikular. Universalitas mengacu pada prinsip yang sama yang memungkinkan mendapatkan distorsi partikularitas-subjektif. Hal ini bisa disimpulkan, meskipun Islam telah menjadi ajaran, namun Islam lebih tepat disebut sebagai prinsip nilai yang diajarkan menjadi sebuah ajaran kebenaran.

Sehubungan dengan kerangka filosofis tersebut, maka akan mudah dipahami: apakah sebuah ajaran sesuai dengan prinsip Islam atau sebuah ajaran telah terperangkap oleh kehendak subjektif yang serat dengan kepentingan? Misalnya, kemanusiaan merupakan prinsip nilai atau nilai dasar bagi kehidupan manusia. Karena kemanusiaan merupakan prinsip nilai kebenaran, maka akan mudah disimpulkan pilihan atau kebijakan yang berdampak pada kemanusiaan atau berdampak pada kepentingan sementara para kapitalis.

Oleh karena itu, industri semen sebagai usaha kaum kapitalis, apakah manusiawi atau tidak, sudah dapat dipahami dampak ekologis bagi nilai-nilai kemanusiaan. Selain itu, juga dapat dipahami dari perspektif adanya relasi suci kosmologis yang harus terus terjaga oleh setiap umat manusia.

Sama dengan nilai kemanusiaan yang menjadi inti hidup manusia, Islam juga meneguhkan prinsip nilai kebenaran yang sudah menjadi fitrah manusia, maka dengan sendirinya, inti rahasia Islam, baik yang sudah diajarkan maupun yang belum diajarkan kepada semua umat manusia, adalah tetap pada prinsip menolak segala yang anti kemanusiaan, anti keadilan, dan yang anti persamaan. Mengapa ada teks kewahyuan? Teks kewahyuan berfungsi membenarkan prinsip nilai kebenaran atau nilai kemanusiaan sebagai inti hidup semua umat manusia. Karenanya, meskipun seseorang membaca teks kewahyuan, namun tidak membela kemanusiaan, maka tidak akan bertemu maksud isi teks kewahyuan.

Sebaliknya, seseorang akan menemukan hakikat kemanusiaan yang dijelaskan teks kewahyuan, karena seseorang merasakan apa yang telah dilakukannya sesuai dengan prinsip kemanusiaan. Oleh karena itu, petani kendeng mendapatkan tempat yang istimewa bagi kemanusiaan, karena telah berupaya menjaga relasi suci kosmologis dan masa depan kemanusiaan relevansinya dengan keberlangsungan sumber daya alam.

Kekerasan Kapitalisme di Depan Mata

Kaum kapitalis lebih memandang upaya pengembangan modal dilihat dari perspektif rasio dan kebutuhan jasad manusia. Pandangan ini dikuatkan oleh pandangan Descartes, bahwa manusia hanya mengacu pada rasio dan jasad. Artinya, selama teks rasio membenarkan dan teks jasad berkebutuhan, maka semua bisa dilakukan. Kedua prinsip ini yang sebenarnya telah menjadi pedoman fasisme politik kekuasaan yang sudah belangsung seumur abad manusia. Islam tidak hanya menganggap, manusia terdiri dari dua unsur: rasio dan jasad.

Dalam pandangan sufistik Islam menegaskan, bahwa manusia memiliki nilai hidup dan prinsip kebenaran yang perlu memanusiakan manusia. Alasannya, manusia juga membawa ruh Allah yang suci, manusia memiliki hati yang harus dijaga kenyamanannya, manusia juga mempunyai kehendak yang harus diakomudir hak haknya.

Sehubungan dengan penjelasan tersebut, apa relevansinya dengan petani pegunungan kendeng? Petani pegunungan kendeng ingin meneguhkan prinsip nilai kebenaran dan kemanusiaan. Meneguhkan prinsip nilai kebenaran tidak harus berkata sesuai dengan teori ajaran kebenaran, filsafat, ilmu pengetahuan atau hukum terhadap mereka yang anti kemanusiaan. Bagaimana prinsip petani kendeng relevansinya dengan gerakan menolak industri bisa dipahami sebagai sikap hidup membela prinsip kebenaran? Unsur kesemestaan adalah hak manusia untuk kelangsungan nilai kemanusiaan.

Sementara itu, di antara fundasi dari unsur kesemestaan adalah pegunungan kendeng yang menyimpan sumber mata air yang langsung menjadi kebutuhan umat manusia. Jika pegunungan kendeng terancam, maka berarti mengancam unsur kesemestaan yang akan berdampak pada prinsip nilai kemanusiaan.

Apakah yang dimaksud dengan teks kekerasan kapitalisme relevan dengan ancaman bagi nilai kemanusiaan? Tentu saja, bahkan menyangkut dua kekerasan: pertama, kekerasan melalui keputusan hukum yang semuanya telah dilalui dengan biaya dan perizinan resmi sebagai sebuah alasan keabsahan untuk melegalkan penggundulan hutan dan pengrusakan kawasan sumber mata air.

Kedua, melakukan eksploitasi terhadap pasak bumi dan sumber mata air yang menyimpan kekayaan umat manusia yang seharusnya untuk jangka panjang manusia, namun harus terbatas waktu bagi kemanusiaan. Sebagai simpanan kekayaan akan muncul melalui budi daya kawasan pertanian secara alamiah, namun karena pertambangan, maka kawasan pegunungan kendeng akan menjadi satu produk semen yang seterusnya sudah tidak bisa untuk kawasan pertanian dengan berbagai warna hasil pertanian.

Saya tidak tahu, haruskah pada akhirnya para penguasa negeri ini menghalalkan eksploitasi sumber daya alam secara besar besaran? Jika benar menghalalkan, maka kapitalisme telah melakukan kekerasan melalui kebijakan para penguasa. Apakah para tokoh agama kenabian akan membiarkan dan mendukung para kapitalis dengan dalil yang menghalalkan eksploitasi sumber daya alam? Jika benar menghalalkan, maka kapitalisme melakukan kekerasan melalui tangan para tokoh agama.

Haruskah petani Kendeng berjuang penuh kesabaran tanpa pemimpin pemerintah dan tokoh agama? Seluruh Nabi pembebas dengan agama kenabian hadir untuk menciptakan kembali relasi kuasa yang tidak seimbang, mereka hadir berhadapan dengan para penguasa yang dzalim yang mengancam masa depan kemanusiaan.    

Penulis, Dosen UIN Walisongo Semarang, Suluk Kiai Cebolek dan Islam Geger Kendeng
Editor: Khayun Ahmad Noer

COMMENTS

Nama

.,1,#AyoMondok,12,#BelajarIslam,8,#CintaNKRI,2,#DanaHaji,1,#HariSantri,19,#HariSantri #HariSantri2017,1,#HariSantri2017,1,#HarlahNU,4,#HarlahNU91,2,#HaulKiaiHasanGenggong,2,#IslamIndonesia,1,#IslamNUsantara,4,#KajianRamadhan,1,#SavePalestine,3,#SaveRohingya,3,1 Muharram,3,1 Syawal,1,2016,1,A. Zakky Zulhazmi,1,Abdlul Halim Hasan,1,Abdul Mun'im DZ,1,Abu Bakar Hasan Assegaf,1,Adab Rasulullah,1,Advetorial,2,Afif Sunakim,1,Agama,1,Agama Cinta,1,Agenda,25,Agenda NU,1,Agnez Mo,1,Agus Zainal Arifin,3,Ahlusunnah wal Jama'ah,31,Ahmad Baso,1,Ahmad Mujib Rahmat,1,Ahmet Davutoglu,1,Ahsunnah,1,AJaran Islam,1,Akhir Zaman,1,Akhlakul Karimah,1,Al-Nimr,1,Al-Qaeda,1,Al-Qur'an,4,Al-Qur'an Raksasa,1,Al-Zastrow Ngatawi,1,Alamsyah M. Dja’far,3,Ali bin Abi Thalib,2,Ali Zawawi,1,Alissa Wahid,1,Allah,1,Almanak,1,Alumni Madrasah,1,Amalan,16,Amalan di Bulan Ramadhan,2,Amalan NU,4,Amalan Rasulullah,1,Amaliah,19,Aman Abdurrahman,1,Amirul Ulum,2,Anas Saidi,1,Angka Istimewa dalam Islam,1,Angka Tiga,1,Angker,1,Ansor,3,Ansor Garut,1,Ansor Malang,1,Ansor Surabaya,1,Anti Korupsi,4,Anti Narkoba,1,Anti Radikalisme,3,Anti Terorisme,2,Anti Wahabi,1,Aplikasi Batik,1,Aqidah,2,Arab,1,Arab People,1,Arab Saudi,2,Arief Mundatsir Mandan,1,Arifin Junaidi,1,Arrahmah Channel,5,Arrahmah Featured,11,Arrahmah.com,1,Articles,2,Artikel,26,Asian Youth Robot Olimpiade,1,Asosiasi Pesantren NU,1,Aswaja,24,Asy'ariyah,1,Australia,1,Avicenna Roghid Putra,1,Ayat-ayat Toleransi,1,Ayman Adz Dzawahiri,1,Ayo Mondok,1,AYRO,1,Bahtsul Masail,1,Bangsa Indonesia,1,Banser,14,Banten,1,Batik,1,Batik Indonesia,1,Battle,1,Battle of Uhud,1,Beasiswa,12,Beasiswa Kemenag,3,Beasiswa Madrasah,1,Beasiswa Santri,1,Beasiswa Santri 2016,1,Beasiswa Santri Berprestasi,2,Beasiswa Santri Berprestasi 2016,1,Bekasi,1,Belajar Islam,26,Berita,148,Berita Duka,5,Berita Islam,3,Bid'ah,2,Bid'ah para Sahabat,1,Bima Arya,1,Biseksual,1,Bisnis Haram,1,BNN,1,BNN di Jepara,1,BNPT,2,Bodo Kupat,1,Bogor,1,Bom Kuningan,1,Bom Sarinah,2,Bom Thamrin,2,BPOM,1,Brain,1,Budaya,1,Buku,6,Bulan Rajab,1,Buletin Jumat,5,Burdah,1,Cak Masykur,25,Cak Nun,1,Cak Nur,1,Cangkir9,2,Cep Herry Syarifuddin,1,Cerpen,2,Channel Arrahmah,37,Charlie Hebdo,1,Cheng Ho,1,Choirul Anam,1,Cinta,1,Cinta Bangsa,1,Cinta Tanah Air,1,Counter Radicalism,6,Cybercrime,2,Dajjal,1,Dakwah Islam,4,dan Transgender,1,Darurat Narkoba,3,Dea Anugerah,1,Deklarasi Nahdlatul Ulama,1,Deklarasi Serpong,1,Densus 88,2,Digital Media,2,Direktorat Pendidikan Madrasah,1,Dit PD Pontren Kemenag,1,DKI Jakarta,1,Doa,31,Doa Akhir Tahun,1,Doa Anak Sholeh,1,Doa Awal Tahun,1,Doa Berbuka,1,Doa dan Tirakat,1,Doa Gus Mus,1,Doa Harian,1,Doa Nabi,1,Doa Pernikahan,2,Doa Setelah Shalat,1,Doa Wudhu,1,Dosen UIN Walisongo,1,Download,1,Dr. Amin Haedari,1,DR. KH. M. A. SAHAL MAHFUDH,1,Dr. Nadirsyah Hosen,10,Dubes,1,Dzikir dan Doa,2,Dzikir Setelah Shalat,1,Editor's Choice,10,Effendi Choirie,1,Ekologi,3,Ekonomi,3,Eksekusi Mati Al-Nimr,1,English Edition,1,Esensi Syariah,1,Fadhila Haifa’ Afifah,1,Fadilah,1,Falak,1,Fardhu Wudhu,1,Fatayat NU,2,Fathoni Muhammad,1,Fatwa MUI,1,FDS,11,featured,133,Featured Arrahmah,44,Fikih,2,Fikih dan Muamalah,3,Fikih Ibadah,10,Fiqh,8,Fiqh Ibadah,1,Fiqh Qurban,6,Fiqh Shalat,3,Fiqih Lingkungan,2,Firqaf,1,Firqah,1,Firqoh,1,Fokus Khusus,1,FSN,2,Fulldayschool,4,Fundamentalis akan Habis,1,Gafatar,1,Galeri,4,Gay,1,Geluntung Agel Wafi,1,Gerakan Nasional AyoMondok,1,Gerhana,1,Gerhana Bulan,1,Gerhana Matahari,3,Gerhana Matahari Total,1,GIYE,1,Good Muslim,13,GP Ansor,8,Grand Syaikh Al-Azhar,1,Grants,1,Griya Gus Dur,1,GTK Madrasah,2,Guru Inspiratif,2,Guru Madrasah,2,Guru MAN,1,Guru Mughni,1,Guru PAI,1,Gus Ahmad Muwaffiq,1,Gus Aqib,1,Gus Dur,23,Gus Miek,1,Gus Mus,9,Gus Muwafiq,1,Gus Rizal Mumaziq,1,Gus Sholah,1,Gus Ubaidillah Achmad,1,Gus Yaqut,1,GusDur.net,1,Gusdurian,2,Habib Abu Bakar,1,Habib Lutfi,1,Habib Luthfi bin Yahya,1,Habib Novel,10,Habib Novel Alaydrus,7,Habib Salim Bin Jindan,1,Habib Sholeh Al-Hamid Tanggul,1,Habib Syech,1,Habib Umar bin Hafidz,3,Hadist,1,Hadist Jibril,1,Hadits,1,Hadits 72 Bidadari,1,Hadits Diskriminatif,1,Hafidzoh,1,Haji,7,Haji 2015,1,Haji 2017,1,Haji 2018,1,Hajj,1,Halal bi Halal,3,Halaqah,1,Hamid Ahmad Masduki Baidlawi,1,Har Santri,1,Hari Arafah,2,Hari Batik Nasional,1,Hari Natal,1,Hari Pahlawan,2,Hari Santri,32,Harlah,2,Harlah NU,3,Hasan al-Bashri,1,Haul,4,Haul Gus Dur,9,Haul Kiai Sholeh Darat,2,Haul Sunan Ampel,1,Haul Sunan Bonang,1,Haul Syekh Nawawi Al-Bantani,1,Headlines,20,Hikam Zain,15,Hikmah,83,Hikmah Islam,45,Hipsi,3,Hisab,1,Hizb,1,Hizbut Tahrir,2,Hizbut Tahrir Indonesia,2,Hoax,2,Hong Kong,1,HTI,2,HTIBubar,6,Hubbul Wathan minal Iman,1,Hukum Islam mengenai LGBT,1,Hukum Melangkahi Kuburan,1,Hukum Membunuh,1,Hukum Membunuh dalam Islam,1,Hukum Ucapan Natal,1,Humor,3,HUT TNI,1,Hymne,1,I-Banking,1,Ibadah,4,Ibn Muljam,1,Ibn Yaqzan,1,Ibu Nabi Muhammad,1,Ibunda Nabi Muhammad,1,IDC,1,Ideologi,1,Idhul Adha,1,Idul Adha,14,Idul Fitri,7,IIEE,1,IISRO,1,Ijazah,6,Ijtihad,1,Ikhbar,42,Ilmu Kalam,1,Image,1,Imam al-Syafi’i,1,Imam Ghazali,1,Imam Malik,1,Imam Muslim,1,Imam Nawawi,1,Imlek,1,INC,2,Indonesia Darurat Narkoba,1,Info Haji,2,Inspirasi,11,Inspirasi Pesantren,2,Interfaith,3,Internasional,98,International,3,International Islamic School Robot Olympiad,1,International Peace Day,1,Internet Banking,1,IPNU,1,IPPNU,1,Iqbal Khalidi,3,Iqbal Kholidi,1,Iran,1,ISIS,11,Islah Gusmian,1,Islam,16,Islam dan Perdamaian,1,Islam Di China,3,Islam di Papua,1,Islam Indonesia,3,Islam Nusantara,28,Islam Nusantara Center,1,Islam Papua,1,Islam Radikal,1,Islamic Event,1,Islamic State,1,Isra' Mi'raj,1,Istighosah Kubro,1,Istikharah,1,Ito Surmardi,1,JAD,1,Jakarta,4,Jamiyatun Nasihin,1,Jasad Utuh,1,Jawa Barat,3,Jawa Tengah,7,Jawa Timur,4,Jazirah Arab,1,JIhad,3,Jihad fi Sabilillah,1,Jokowi,5,Jonru,1,Jurnalistik,1,K.H. Ahmad Umar Abdul Manan,1,Kabar Duka,1,Kabar Pesantren,5,Kabar Pesantrens,1,Kajian Islam,18,Kajian Ramadhan,1,Kalam Ulama,4,Kalender,2,Kalender Islam,2,Kalimah Syahadat,1,Kalis Mardiasih,1,Kampung Damai,1,Kampus,1,Kekerasan,1,Kemenag,3,Kementerian Agama,1,Kementerian Agama RI,3,Keraton Sumenep,1,Kesehatan,4,Ketua PBNU,1,Ketum PBNU,1,Ketupat,1,Keutamaan Bulan Rajab,1,Keutamaan Shalat Tarawih,16,Keutamaan Shalawat Nabi,2,Keutamaan Tarawih,1,KH A Ghazalie Masroeri,1,KH Abdurrahman Wahid,5,KH MA Sahal Mahfudh,2,KH Maemon Zubair,1,KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh,1,KH Sahal Mahfudh,3,KH Said Aqil Siraj,1,KH Wahab Hasbullah,1,KH. Abdul Aziz Manshuri,1,KH. Abdul Ghoffar Rozien,1,KH. Abdul Karim,1,KH. Abdul Muhaimin,1,KH. Abdurrahman Wahid,1,KH. Ali M. Abdillah,1,KH. Bisri Mustofa,1,KH. Cep Herry Syarifuddin,3,KH. Hasyim Asy'ari,1,KH. Hasyim Asyari,3,KH. Husein Muhammad,2,KH. Iftah Sidiq,1,KH. Lukman Harits Dimyati,1,KH. Ma'ruf Amin,2,KH. Maimoen Zubair,11,KH. Marzuqi Dahlan,1,KH. Masdar F. Mas'udi,2,KH. Mustofa Bisri,2,KH. Said Aqil Siraj,5,KH. Sholeh Darat,8,KH. Thobary Syadzily,1,KH. Tubagus Muhammad Falak,1,KH. Yahya Cholil Staquf,3,KH. Zainal Mustafa,2,KH. Zakky Mubarok,2,KH.Shalih Darat,1,Khanza Iliyina Syafa,1,Khawarij,1,Khazanah,3,Khazanah Isam,7,Khazanah Islam,379,Khilafah Islamiyah,5,Khofifah Indar Parawansa,1,Khoirul Anam,2,Khulafaur Rasyidin,1,Khutbah,4,Khutbah Idul Fitri,2,Khutbah Jumat,1,Kiai Abdul Hamid,1,Kiai Hasan Genggong,1,Kiat Menulis,1,Kiddle,1,Kilas,1,Kirab Santri,1,Kisah Hikmah,16,Kisah Nabi,1,Kisah Rasulullah,1,Kisah Teladan,1,Kita Tidak takut,1,Kitab Durrotun Nasihin,1,Kitab Jawahirul Bukhori,1,Kitab Kuning,5,Kitab Pegon,1,Kitab Suci,1,Kokam,1,Kolom,96,Komedi Religi,1,Kominfo,1,Konferwil NU Jabar,1,Konflik Sunni-Syiah,1,Kongkow Sufi,3,Konsultasi Agama,1,Konsultasi Islam,1,Kontra Radikal-Terorisme,1,KPAI,1,KPK,1,Kreatif Indonesia,1,Kriminal,1,Krisis Jerusalem,2,Krisis Rohingya,7,KUPI,1,Kurban,7,Kyai Maimoen Zubair,1,Kyai Masdar,1,Kyai Pahlawanku,1,Kyai Pesantren,1,Lailatul Qadr,1,Lambang NU,1,Lapan-A2,1,Laporan,1,Lazisnu,1,Le Petit Prince,1,Lebaran,1,Lebaran Ketupat,1,Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama,2,Lesbian,1,Letter of Acceptance,1,LFNU,1,LGBT,2,Liberalisme,1,Life of Mohammed,3,Life of Muhammad,2,Liga Santri,2,Liga Santri Nusantara,3,Lingkungan,1,LIPI,1,Litbang Kemenag,1,Literasi,7,Literasi Digital,3,LoA,1,Logo Muktamar NU ke-33,1,Logo NU,1,Love Peace,1,LPDP,1,LSN,5,LSN 2017,3,LTN NU,3,Lukman Hakim Saifuddin,3,Lunar System,1,M. Kholid Syeirazi,1,M. Nur Kholis Setiawan,1,M. Rikza Chamami,13,M. Rikza Khamami,1,Ma'arif NU,2,Madrasah,24,Madrasah Diniyah,5,Madrasah Lebih Baik,2,Madrasah TBS,1,Mahasiswa,2,Mahbub Ma'afi,2,Mainstream Media,1,Majelis Dzikir,1,Majelis Shalawat,1,Makalah,3,Makam Gus Dur,1,Makam Nabi,1,Makam Nabi Muhammad SAW,1,Makam Rasulullah,1,Makam Sunan Bonang,1,Makkah,1,Maklumat,3,Makna Bismillah,1,Makna Logo Muktamar NU ke-33,1,Malik bin Anas,1,Mama Falak,1,MAN IC,1,Manhaj Salafi Imam Syafi’i,1,Manhaji,1,Manusia Robot Bali,1,Mars,1,Masjid,1,Masjid Zhenjiao,1,Masjidid Haram,1,Masjidil Haram,1,Maturidiyyah,1,Maulid,4,Maulid Burdah,1,Maulid dalam Islam,1,Maulid Nabi,7,Maulid Nabi Muhammad SAW,3,Mbah Maimoen Zubair,2,Mbah Moen Sarang,2,Mbah Mun,1,Mbah Sahal,1,Mbah Sholeh Darat,1,MCA,1,Media,2,Media Sosial,1,Media Watch,1,Mehmet Gormez,1,Melangkahi Kuburan,1,Meme,1,Meme Islami,1,Menag,2,Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia,1,Mengenal Jejak Mengenal Watak,1,Menristek,1,Menulis,1,Merayakan Maulid,1,Milad,1,Minal Aidin Wal Faizin,1,Minhajul 'Abidin,5,Moment,1,MTs Surya Buana Malang,1,MTsN 2 Pamulang,1,MTT,1,Mualaf,2,Mudik Lebaran,1,Muhammad,2,Muhammad bin ‘Abd al-Wahhab,2,Muhammad Nasir,1,Muhammad Niam,1,Muhammad PBUH,1,Muhammad SAW,3,Muhammad Tijany,1,Muharram,2,MUI,1,Mujaheeden,1,Mujahidin Palestina,1,Mukiyah,1,Mukjizat,2,Muktamar NU,1,Muktamar NU ke 33,2,Munas-Konbes NU,20,Munawir Aziz,1,Muntaha Azhari,1,Museum Keraton Sumenep,1,Muslim Hong Kong,1,Muslim Kagetan,1,Muslim Papua,1,Muslimat NU,2,Nabi dan Rasul,1,Nabi Ibrahim,1,Nabi Muhammad,2,Nabi Muhammad SAW,6,Nadirsyah Hosen,6,Nadlatul Ulama,2,Nahdatul Ulama,18,Nahdlatul Ulama,157,Nahdlatul Ulamata,1,Name of Allah,1,Narkoba,3,Nasehat,8,Nasihat,1,Nasional,412,Nasionalisme,1,Natal,1,Natal 2015,1,Natal dan Maulid,1,Netizen Jurnalistik,1,New,1,News,677,News Ikhbar,2,News IPPNU,1,News Pictures,17,Ngaji Live,1,Ngaji Puasa,27,Ngaji Ramadan,8,Ngaji Ramadhan,20,Ngaji Video,1,Niat Puasa,1,Nishfu Sya'ban,1,NKRI,1,NKRI Harga Mati,3,NU,7,NU ANZ,1,NU Batang,1,NU Bogor,13,NU Care,2,NU Care LazisNU,2,NU Garis Lurus,1,NU Jabar,2,NU Jatim,1,NU Klaten,1,NU Semarang,1,NUCare,4,NUPeduli,1,Nur Kholik Ridwan,1,Nur Rofiah,1,Olimpiade Kedokteran,1,Opini,283,Opinion,1,Opnion,1,Orbituari,2,Pagar Nusa,13,PAI,2,Palestina,2,Palestine,1,Palestine Mujaheeden,1,Papua,1,Parenting,1,PBNU,8,PBSB,3,PBSB 2016,1,Peace,1,Peduli Bencana,2,Pelajar NU,1,Pendaftaran PBSB 2016,1,Pendididkan Islam,18,Pendidika Islam,1,Pendidika Islam,1,Pendidikan,171,Pendidikan Agama,1,Pendidikan Islam,158,Pendidikan Karakter,2,Pendidikan Madrasah,5,Pendidikan Politik,3,Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam,1,Pendidikn Karakter,1,Pendis Kemenag,2,Penggrebekan di Jepara,1,Pengobatan Islami,1,Penjajahan,1,Pentas PAI,1,Penulis,1,Perang,1,Perang Badar,1,Perang Uhud,1,Perguruan Tinggi NU,1,Perkemahan Rohis,1,Perppu Ormas,2,Perpres,1,Perpu Ormas,1,Perwimanas,2,Pesan Kiai,1,Pesantren,70,Pesantren Assalafiyah Cirebon. Assalafiyah,1,Pesantren Ibnu Mas'ud,1,Pesantren Lirboyo,2,Pesantren Mahasiswa,1,Pesantren Salaf,1,Photo,1,Pilihan Editor,105,Pilkada,1,Pilkada 2017,1,Pilkada DKI,1,Pilkada Jatim,1,Ploso,1,PMII,3,Polemik Sejarah Tere Liye,1,Politik,13,Ponorogo,1,Ponpes Al-Anwar,1,Pontianak,1,PPMN III,1,Pra Munas,4,Pramuka,1,Prof. Dr. Ahmad Tayyeb,1,Prof. Dr. Quraish Shihab,3,Profil,3,PTKI,1,Puasa Arafah,1,Puasa Ramadhan,1,Puisi,12,Pustaka,10,Pustaka Pesantren,8,Qawli,1,Qunut Nazilah,1,Quote,1,Qurban,5,Radicalism,1,Radikalisme,10,Rajab,1,Ramadan,2,Ramadhab,1,Ramadhan,72,Ramadhan 2015,12,Ramadhan 2016,2,Ramadhan di Hong Kong,1,Ramadhan Video,25,Rasis,1,Rasullah,1,Rasulullah SAW,6,Recommended,2,Refleksi Akhir Tahun,1,Release,2,Release PBNU,1,Religion,2,Remaja Islam,1,Resolusi Jihad,2,Resolusi Jihad NU,1,Rezeki Halal,1,Rijal Mumazziq Z,1,Risalah NU,1,RMI NU,4,Robikin Emhas,1,Robot,1,Rohingya,11,Rokok,2,Rubbubiyah,1,Ruchman Basori,2,Rukun Islam,1,Sahabat,1,Sahabat Nabi,2,Sahih Muslim,1,Said Budairy,1,Saifuddin Zuhri,1,Saifullah Ma'shum,1,Sajak,2,Salafi,2,Salam,1,Sanad Keilmuan,1,Santri,6,Santri Goes To Papua,3,Santri Menulis,1,Santri Urban,1,Sarkub Papua,1,Sastra Islam,11,Satelit,1,Satelit Indonesia,1,Save Rohingya,6,Sayembara Logo Muktamar NU ke-33,1,Science,5,Sedekah,3,Sejarah,5,Sejarah Al-Qur'an,1,Sejarah Indonesia,2,Sejarah Islam,1,Sejarah NU,2,Sekolah Lima Hari,1,Seni dan Sastra Islam,12,Seri Belajar Islam,8,Seri KH. Said Aqil Siraj,1,Seri Tokoh,1,SGTP,1,Shahih Muslim,1,Shaikh Nimr Baqir al-Nimr,1,Shalat,18,Shalat Gerhana,3,Shalat Idul Adha,1,Shalat Istiqa,1,Shalat Jum'at,6,Shalat Sunah,1,Shalat Sunnah,3,Shalat Tarawih,15,Shalawa Nabi,1,Shalawat,2,Shalawat Nabi,4,Shalawat Nabi Muhammad SAW,2,Shalawat Nariyah,3,Sholat Tarawih,1,Sholawat,1,Sholeh Darat,1,Short Course,1,Sifat Mulia Rasulullah SAW,1,Silsilah Nabi Muhammad SAW,1,Silsilah Rasulullah,1,Sindikasi Damai,15,Sindikasi Media,1,Singaparna,1,Sinopsis,1,Sirah Nabawiyah,2,Sirah Nabi,2,Siswa Berprestasi,1,Slamet Basyid,1,solar system,1,Solidaritas,1,Sponsored,2,Suara NU,1,Sudut Pandang,1,Sudut Taman Ramadhan,7,Sufistik,1,Sumanto Al Qurtuby,9,Sumenep,1,Sunnah,2,Sunnah Rasulullah,1,Sunnah Shalat,1,SUNNI,1,Sunni-Shia,1,Sunni-Syiah,1,Suraji,6,Surat Edaran Gubernur Jateng,1,Surat Terbuka,3,Suriah,2,Syafa'at Rasulullah,1,Syafaat Nabi,1,Syahid,1,Syahrozad Zalfa Nadia,1,Syaikhona Kholil Bangkalan,1,Syarat Wajib Zakat,1,Syariah,2,Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani,1,Syeikh Abdul Qodir Al-Jailany,1,Syekh Abdul Qadir Al-Jailani,1,Syekh Dr. Muhammad Fadhil,1,SYIAH,3,Tafsir,1,Tafsir Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani,1,Tahlilan,2,Tahun Baru 2016,1,Tahun Baru Islam,2,Tahun Baru Masehi,1,Tanah Suci,1,Tarawih,21,Tasawuf,3,Tawan,1,Tawariq,1,Tayyip Erdogan,1,Tebuireng,6,Tekno,20,Teladan,1,Teladan Nabi,3,Teologi Teror,1,Teraweeh,1,Tere Liye,1,Teror,1,Teror 2016,1,Teror Jakarta,1,Teror Sarinah,1,Teror Thamrin,1,Teroris,4,Terorism,10,Terorisme,25,Tionghoa,1,Tips and Trick,2,Tokoh,86,Tokoh Betawi,1,Tokoh Bogor,1,Tokoh Dunia,3,Tokoh Indonesia,19,Tokoh Islam,114,Tokoh Kemerdekaan,2,Tokoh Muda Islam,25,Tokoh NU,17,Tokoh NU Bogor,1,Tokoh NU Jabar,1,Tokoh Perempuan,1,Tokoh PMII,1,Tokoh Rembang,1,Tokoh Syiah,1,Tolak FDS,12,Toleransi,5,Tradisi,2,Tragedi Crane di Masjidil Haram,1,Trend Sosial,2,Tuah Pesantren,1,Tulisan Arab,1,Tuntunan Islam,1,Turats,1,Turki,1,TurnBackHoax,4,Tutorial,1,TV9,1,Ubaidillah Achmad,23,Ubaidillah Ahmad,1,Ucapan Minal Aidin Wal Faizin,1,Ucapat Selamat Natal,1,Udhiyah,1,Uhud,1,Ulama,11,Ulama Bogor,1,Ulama Indonesia,1,Ulama NU,3,Ulama Nusantara,1,Ulama Perempuan,1,Ulama Salaf,1,Uluhiyah,1,UNU,2,Ustad Ahmad Ikrom,1,Ustadz,1,Ustadz Ahmad Ali MD,2,Ustadz Ali MD,1,Ustadz Fathuri,24,Ustadz Fatoni Muhammad,1,Ustadz Lc,1,Ustadz Ma'ruf Khozin,3,Ustadz Menjawab,5,Ustadz Yusuf Mukhtar Sidayu,1,Ustadz Yusuf Suharto,1,Uswah,3,Uswatuna,3,UU Ormas,1,Video,5,Vinanda Febriani,7,VoA-Islam,1,Wahabi,4,Wahabism,2,Wahabisme,2,Wahid Foundation,6,Wali Pasemone,1,Wali Songo,2,Walisongo,5,Waliyullah,1,Wardi Taufik,1,Wawasan,79,Wawasan Islam,54,Wawasan Kebangsaan,12,Wawasan Nusantara,43,Website Islam Indonesia,1,Website Islam Nusantara,1,Wirid dan Doa,2,Wirid dan Doa Setelah Shalat,1,Women and Jihad,1,Women Fighter,1,World Peace,1,Wudhu,3,Yahya Staquf,1,Yasin,1,Yayasan Saifuddin Zuhri,1,Yenny Wahid,3,Yogyakarta,8,Z-Featured,3,Zainal Mustafa,1,Zakat,4,Zakat Fitrah,2,Zakir Naik,1,Zakky Zulhazmi,2,ZIarah,4,Ziarah Kubur,2,Zikir,1,Zuhairi Misrawi,1,Zulkilfi Hasan,1,خطبة كسوف الشمس,1,
ltr
item
Arrahmah.co.id - Portal Dunia Islam: Warga NU Kendeng Melawan Kekejaman Kapitalis 
Warga NU Kendeng Melawan Kekejaman Kapitalis 
Para petani kendeng yang melawan industri, adalah mereka yang terdiri dari para penyair tanpa kata dan mereka yang penuh kesungguhan menggugah kaum cerdik cendekia menghidupkan rasa dan asa jiwa anak negeri yang tidur terlelap dalam kipasan para kapitalis. Mereka ini, adalah para Kartini yang memberikan contoh kepada anak negeri untuk mencintai lingkungan lestari dan menjaga sumber daya alam, Ibu Pertiwi. Gerakan petani kendeng merupakan sebuah gerakan yang membongkar kepalsuan janji janji kampanye para pemimpin.
https://1.bp.blogspot.com/-JjUOQzqlV2c/V8agLsg35WI/AAAAAAAAAU8/XkWr3b4xKxAcaH2YFyPbQgK6rfoDf_RDgCLcB/s640/Unjuk%2BRasa%2BMenolak%2BPabrik%2BSemen%2Bdi%2BPegunungan%2BKedeng%2BUtara..jpg
https://1.bp.blogspot.com/-JjUOQzqlV2c/V8agLsg35WI/AAAAAAAAAU8/XkWr3b4xKxAcaH2YFyPbQgK6rfoDf_RDgCLcB/s72-c/Unjuk%2BRasa%2BMenolak%2BPabrik%2BSemen%2Bdi%2BPegunungan%2BKedeng%2BUtara..jpg
Arrahmah.co.id - Portal Dunia Islam
https://www.arrahmah.co.id/2016/08/warga-nu-kendeng-melawan-kekejaman.html
https://www.arrahmah.co.id/
https://www.arrahmah.co.id/
https://www.arrahmah.co.id/2016/08/warga-nu-kendeng-melawan-kekejaman.html
true
766049156261097024
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content