Billboard Ads

Sejumlah Tokoh Gresik Beraudiensi di Polres Gresik.

News, Arrahmah.co.id - Masyarakat dari berbagai tempat di Indonesia menolak ceramah ustadz Dr. Khalid Basalamah. Setelah Tegal, Kalimantan, kini masyarakat Gresik menolak kedatangan Ustadz Salafi ini ceramah di Masjid Darut Taqwa di salah satu komplek perumahan di Gresik. Pengajian itu rencananya akan diselenggaran pada 2 September 2016.


Agus Junaidi, Ketua GP Ansor Gresik  mengatakan, terkait dengan kegiatan pengajian tersebut, pihaknya meminta beraudensi dengan polisi mengenai pengajian di Masjid Darut Taqwa yang menghadirkan pembicara Khalid Basalamah.

"Alasan kami meminta dibatalkan karena Khalid Basalamah termasuk 81 orang penceramah yang dicekal oleh Majelis Ulama Indonesia, atau MUI. Pasalnya, ceramahnya dianggap mengandung provokator, dan adu domba," katanya, di sela-sela audensi dengan Wakapolres Gresik Kompol M.Nur Hidayat, Senin (29/08/2016).

Agus Junaidi menambahkan, selain mengandung provokator dan adu domba, ceramah Khalid Basalamah juga dianggap merongrong NKRI. Atas dasar itulah GP Ansor Gresik bergerak untuk menghindari konflik dan beraundensi dengan polisi.

"Kami juga mendapat informasi pengajian yang dihadiri Khalid Basalamah tidak ada izinnya," tambahnya.

Menanggapi hal itu, Wakapolres Gresik Kompol M.Nur Hidayat menyatakan memang sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan masuk terkait pengajian akan dihadiri oleh Khalid Basalamah.
"Izinnya sampai sekarang memang belum ada. Kendati demikian, polisi tidak bisa membubarkan paksa kegiatan tersebut. Hal ini dikarenakan kegiatan itu bersifat keagamaan," paparnya.

Sebelumnya di sejumlah tempat, kedatangan Khalid Basalamah untuk ceramah juga menuai penolakan. 

Penolakan Ceramah Khalid Basalamah di Tegal

Di Tegal, Jawa Tengah, sedianya Khalid Basalamah diundang ceramah Tabligh Akbar di Masjid Jami' al-Irsyad Kota Tegal. Rencananya acara akan digelar di hari Sabtu / 23 April 2016 namun Khalid Basalamah batal Hadir dalam acara tersebut dikarenakan banyaknya penolakan dari masyarakat Tegal.

Auidiensi Sejumlah Tokoh Tegal di Polres Tegal
Kejadian bermula ketika undangan tabligh akbar di Masjid Jami' al-Irsyad Kota Tegal di hari Sabtu / 23 April 2016 diumumkan sebelum sholat Jumat, 22 April 2016 Di Masjid Agung Kota Tegal. Spontan Habib Tohir Abdullah Alkaf kontak beberapa ulama serta Habaib untuk berkumpul di Pondok Attauhidiyyah, Giren - Kab. Tegal.

Pertemuan yang mendadak tersebut, Banyak yang menyampaikan kegundahan kegundahan serta kekuatiran kekuatirannya. Mereka beranggapan bahwa kehadiran Dr. Khalid Basalamah, MA di Tegal dapat memicu kerusuhan kaum Nahdiyin dikota dan kabupaten Tegal.

Hasil dari Pertemuan tersebut diantaranya Menolak Dr. Khalid Basalamah, MA untuk berceramah di mesjid jami al-Irsyad karena berpotensi menimbulkan rasa tidak aman dan akan mengganggu stabilitas nasional, khususnya di Kota/Kab. Tegal. Memohon kepada pihak yang berwajib untuk memberikan tindakan preventif kepada pihak penyelenggara untuk tidak mendatangkan menghadirkan pembicara tersebut dan pembicara-pembicara semacamnya.

Sekitar pukul 20.00 Perwakilan Ulama-Habaib, tokoh masyarakat, santri dan beberapa majlis ta’lim mendatangi Polres Tegal Kota untuk menyampaikan hasil Pertemuan di Pondok Attauhidiyyah, Giren - Kab. Tegal.


Menyikapi hal tersebut Polres Tegal Kota yang diwakili oleh Wakapolres Kompol Robert Sihombing,SH.MH langsung menggelar mediasi dengan Panitia acara. Kendati Berlangsung Alot namun akhirnya Panitia Tabligh Akbar di Masjid Jami' al-Irsyad Kota Tegal bersedia mengganti pembicara dengan Dai yang lain.

Hal serupa juga sudah pernah terjadi pada Bulan Desember 2015. Kala itu Tabligh Akbar di Masjid Jami' al-Irsyad Kota Tegal mengundang Firanda Andirja seorang Dai Salafi. Sehingga Berkesan sekali bahwa Panitia tidak mengambil hikmah di kejadian yang pertama.

Penolakan di Kalimantan Selatan

Hal serupa juga terjadi di Kalimantan Selatan. Kajian Islam Banua yang mendatangkan Dr. Khalid Basalamah MA dan atau Dr. Syafiq Reza Basalamah di Masjid Muhammadiyah Sungai Miai tanggal 20 Agustus 2016 menuai penolakan masyarakat Kalimantan Selatan.

Ceramah Khalid Basalamah yang sering menyerang amaliah umat Islam di Indonesia dinilai dapat membuat keresahan dan dapat memicu perpecahan. Tokoh-tokoh masyarakat Kalimantan Selatan meminta kalau mau mengundang seorang ustadz, perlu dipertimbangkan rekam jejak si Ustadz. Masyarakat Kalimantan Selatan tidak ingin jika suatu saat terjadi hal-hal yang bisa merusak citra wilayahnya apalagi terjadinya kekisruhan yang mengatasnamakan agama karena ceramah-ceramah provokatif. (Ibn Yaqzan)

Pernyataak Sikap Masyarakat Kalimantan Selatan pada Khalid Basalamah
Pernyataak Sikap Masyarakat Kalimantan Selatan pada Khalid Basalamah


Featured Image: Berita Jatim

By