Tafsir Isyari dalam pandangan Al Allamah Habib Zain Bin Sumaith

Tafsir Isyari dalam pandangan Al Allamah Habib Zain Bin Sumaith

Oleh : Moh Nasirul Haq
Awan Syuriah PCINU Yaman.

Merupakan Takwil Al Qur'an yang sedikit berbeda dengan dlohirnya., hal itu disebabkan adanya isyarat yang tersembuyi yang tersirat pada setiap orang yang sangat dekat dengan Allah dari kalangan pendidik dan ahli bermujahadah. Mereka merupakan orang orang yang diterangkan hatinya oleh Allah s.w.t sehingga mereka bisa menyingkap tabir dari makna yang terperinci. Tentunya hal itu melalui perantara ilham tuhan atau rahasia ilahi dengan kemampuan menggabungkan maka dlohir dari makna ayat suci Al Quran yang ada.

kategori ini bukanlah termasuk ilmu Kasbi (ilmu yang dicari) melalui proses penelitian dan belajar mengajar  akan tetapi ini merupakan kategori ilmu Ladunni  (ilmu pemberian tuhan) yang merupakan buah dari Istiqomah dan ketakwaan, sebagiaman firman Allah s.w.t : واتقوا الله ويعلمكم الله (البقرة:282)   dan sebagaimana pula dijelaskan dalam ayat yang menjelaskan kisah Nabi Khidir a.s dan Nabi Musa a.s: فوجد عبدا من عبادنا اتينه رحمة من عندنا وعلمناه علما (الكهف: 65) .
begitu juga Nabi Muhammad telah bersabda dalam hadits : من عمل بما علم اورثه الله علم ما لم يعلم  nabi bersabda "barangsiapa yang mengamalkan ilmu yang ia ketahui maka Allah akan mengajarkannya ilmu yang belum ia ketahui." Dari situ bisa disimpulkan bahwa ilmu ini merupakan buah dari Amal terhadap ilmu yang diperoleh dari Al Qur'an dan Al Hadits. Ini tentu jauh dibarengi dengan ketakwaan, jauh dari tipu daya hawa nafsu, serta ingin dipandang selain Allah s.w.t.
sebagian orang Arifin berkata : tidak akan menemukan terhadap rahasia rahasia Al Qur'an kecuali orang yang mensucikan diri dari dosa, dan menghiasi lahir batin nya dengan amal dan akhlaq yang luhur, serta menghadap kepada Allah dengan meninggalkan selainnya dari segala yang ada baik yang di atas maupun dibawah (langit dan bumi).

Habib Zein Bin Sumaith berkata: telah berkata sebagian Ulama' dalam memaknai hadits nabi : لكل أية ظهر وبطن ولكل حرف حد, ولكل حد مطلع. Diriwayatkan dari hasan bahwa "Setiap ayat Al Quran memiliki sesuatu yang Nampak dan tersembunyi , dan setiap huruf memiliki batasan, dan setiap batasan memiliki tempat asal." Yang dimaksud nampak disini yang terlihat maknanya dari ahli dlohir, sementara yang tersembunyi adalah kandungan yang hanya diperlihatkan Allah hanya kepada orang yang mencapai tingkatan Hakikat. Ini dijelaskan dalam kitab "Al Itsqon" Karya Imam Suyuti.

Berkata Al Imam Al Arif Billah Idrus Bin Umar Al Habsyi : "haruslah (dalam memaknai tafsir isyhari) mengikuti dlohir ayat dan hadits, kecuali yang telah disepakati untu mentakwilnya, ketika telah diberikan apa yang telah tertera dari Allah dan Rosululloh makna dlohirnya menurut ulama, maka selanjutnya boleh mengambil dari kandungan makna ayat dan hadits atas apa yang dibukakan Allah s.w.t terhadapmu selagi tidak kontradiksi dengan Qur'an dan Hadits itupun jika engkau merupakan pakar dalam hal itu. Keterangan ini dari kitab "Nahrul Maurud" karya Al Allamah Ubaidillah Bin Muhsin Assegaf.

Berkata Al Imam Al Qutub Ahmad Bin Zain Al Habsyi : " isyarat-isyarat segenap kaum dan pengambilan mereka terhadap kandungan makna lafadz tidak menjadi keharusan sesuai maknanya dari setiap wajah, bisa jadi sepintas saat mendengar lafadznya, karena tujuan utamanya mendapatkan makna yang benar yang ditetapkan dalam Qur'an dan Hadits yang tidak bertentangan dengan syara', sebab maknanya benar dan selamatnya dari makna dlohirnya serta tidak menafikannya. Dengan begitu bias kita katakan : "aku mengetahui makna dlohirnya begini dan aku tidak mengingkarinya, akan tetapi aku memahami saat melalui lafadznya makna yang shahih dan ditetapkan, dengan dalil yang tidak bertentangan dengan syariat walaupun tidak menjadi maksud dari lafadznya. Keterangan ini dari kitab "Qurrotul Ain" karya imam Muhammad Bin Zain Bin Sumaith.

Berkata imam Ahmad Bin Hasan Al Attas : "Al Qur'an memiliki makna dlohir dan batin, jika batin seseorang itu suci maka ia akan faham batin (bagian rahasia)dari Al Qur'an, dan jika ia mengambil dari Dlohirnya Teks dan pendapat sedangkan al quran itu global yang mana seiap orang memahami sesuai kadar pemahamannya."

Tafsir ini memiliki keunggulan yaitu orang yang memaknai ayat Qur'an ini merupakan para sholihin dan kebanyakan mereka adalah wali waliyulloh, sebab ilmu itu ada yang didapatkan dari tekstual suatu kitab dan ada juga ilmu yang di letakkan disetiap sanubari para kekasih allah s.w.t.

Untuk mempermudah gambaran anda mengenai tafsir isyari ini anda bias banyak membaca kitab kitab yang dikarang oleh para Sholihin dan Awliya' selain kitab tafsir yang telah ada di khalayak umum, diantara mereka yang mentafsirkan dengan tafsir isyari seperti:  Imam Idrus Bin Umar Al Habsyi, Imam Ahmad Bin Hasan Al Attos, Imam Abdullah Bin Muhsin Al Attos, Imam Abdul Bari Bin Syeikh Al Idrus, Imam Hasan Bin Sholih Al Bahr, Imam Abdullah Bin Alwi Al Haddad, Imam Ahmad Bin Zain Habsyi, Imam Jamaluddin Muhammad Bin Zainal Abinin Bin Sumaith, Imam Habib Ali Bin Muhammad Al Habsyi, Imam Habib Ali Bin Hasan Al Attos, Habib Alwi Bin Muhammad Bin Tohir Al Haddad.

Semoga bermanfaat.

MUKALLA. 10 AGUSTUS 2016

Previous Post
Next Post

post written by:

0 Comments: