Relasi Suci Kosmologi: Fondasi Kesatuan Agama Agama

Oleh : Ahmad Fahmi As Syiddiq Sehuhungan dengan kebijakan para pemimpin dan ketidakpedulian para penambang di sejumlah kawasan atau lahan s...

Oleh: Ahmad Fahmi As Syiddiq

Sehuhungan dengan kebijakan para pemimpin dan ketidakpedulian para penambang di sejumlah kawasan atau lahan subur pertanian, telah mengundang banyak peristiwa konflik ekologis dan konflik akar rumput. Hal ini tidak terlepas dari upaya sistem permodalan yang kurang memperdulikan lingkungan dan masa depan kemanusiaan. Fenomen ini, telah mengundang keprihatinan berbagai pihak yang peduli terhadap lingkungan. Jika tidak segera teratasi mpdel pertambangan yang mengabaikan lingkungan lestari, maka akan berakibat buruk pada kesatuan relasi suci kosmologi.

Keprihatinan yang sama, juga dirasakan para tokoh agama di Rembang dan Jawa Tengah. Dalam keprihatinan ini, telah mendorong Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan (Komisi HAK) Keuskupan Agung Semarang (KAS) dan Jawa Tengah menggelar seri diskusi Angkringan Glenak-glenik dengan tema ’Merajut Relasi Suci Kosmologi’, Senin (21/8) di Kantor Pelayanan Pastoral KAS.

Hadir sebagai pembicara K. Ubaidillah Achmad (Kiai NU, Dosen UIN Walisongo, Penulis Buku Suluk Kiai Cebolek dan Islam Geger Kendeng), Romo Aloys Budi Purnomo (Ketua Komisi HAK KAS), dan Bapak Hendra dari tokoh agama Budha.  Dalam forum telah hadir beberapa Roma, Pendeta, aktivis kemanusiaan, dan aktivis mahasiswa yang peduli pada lingkungan lestari.

Dasar dari tema kajian bidang Kosmologi ini, sebagaimana yang ditegaskan moderator menegaskan, bahwa kosmologi merupakan bidang kajian keilmuan tentang struktur alam semesta. Kajian bidang kosmologi ini berlangsung mengiringi sejarah perkembangan peradaban umat manusia. Keberadaan bidang kosmologi membantu masyarakat untuk memaknai alam. Agama juga mengambil bagian bidang kajian kosmologi untuk menafsirkan fenomena ketuhanan, kemanusiaan, dan kesemestaan. Secara khusus, Ilmu kosmologi berhubungan dengan asal mula dan evolusi dari suatu subjek. Bersamaan dengan perkembangan pemikiran manusia, kosmologi menjadi bidang kajian astronomi, filosofi, dan agama. Sekarang ini, kajian kosmologi juga tidak luput dari kajjan untuk pengembangan ilmu pengetahuan.

Ade Limas Dodi dalam Filsafat Ilmu; Sebuah Pengantar dari Berpikir, Agama, Sosial, Politik, hingga Ekonomi (2014) menjelaskan, kosmologi adalah sub-cabang metafisika mengenai studi tentang alam semesta, terkait dengan asal-usul alam semesta, yang lebih mendalam mengenai segala fenomena yang ditampakkan alam semesta.

Perkembangan kosmologi sebenarnya juga terkait dengan manusia, namun pokok pembahasannya lebih difokuskan pada bagimana alam semesta ini muncul, apa yang mendahului alam semesta, siapa yang berperan di balik adanya alam semesta, seperti apa alam semesta ini memberikan potensi kehidupannya dan sebagainya.

Dari kosmologi ini menginspirasi lahirnya ilmu fisika dan astronomi, namun juga menginspirasi lahirnya berbagai pemikiran metafisis kosmos, baik yang dahulu dipercaya kebenarannya, maupun yang masih eksis adanya, seperti kosmologi dalam agama dan kepercayaan (sekaligus mitologinya).

Menjaga Kosmologi, Menjalankan Risalah Kenabian

Gus Ubaid, sapaan akrab K. Ubaidillah Achmad menyampaikan, hahwa ada seorang Ulama Klasik yang menyerukan arti penting kesatuan agama (wahdah al adyan) di tengah upaya membangun misi relasi suci kosmologis, bernama Syekh Ibnu ‘Arabi. Istilah ini tidak dimaksudkan untuk menyatukan aspek  ritual dari ajaran agama, namun untuk menyatukan fundasi keberadaan agama agama kenabian, berupa relasi suci kosmologis.

Selanjutnya, Gus Ubaid juga memaparkan bahwa perjuangan merawat relasi suci kosmologis ini, sejalan dengan arah perjuangan para Nabi. ”Para Nabi tidak hanya menyiarkan relasi kuat manusia dengan Allah, namun juga menguatkan kesatuan gerak dan kehendak yang bersumber dari gerak dan kehendak Allah yang harus dijaga dan dirawat, sehingga tidak rusak dan tercerman oleh kepentingan kapitalisme yang mengabaikan kemanusiaan dan kesemestaan." Karenanya, kita semua perlu bersama sama semangat menjaga relasi suci kosmologis dan melawan kekuasaan sistem permodalan yang mengancam masa depan kemanusiaan,” tegasnya.

Sehubungan dengan relasi suci kosmologis, Gus Ubaid menegaskan, bahwa jika merujuk pada kisah Kenabian, kehadiran semua Nabi karena dilatar belakangi musuh bersama umat manusia, yaitu ideologi materialisme dan kapitalisme. kedua ideologi inilah yang menjadi sumber konflik dunia dan fasisme politik kekuasaan. Misalnya, ada kisah Nabi Ibrahim versus Namrud, ada kisah Nabi Musa versus Firaun, ada kisah Isa versus kekejaman Yahudi, ada Muhammad versus kapitalisme Arab Jahiliyah. Di zaman Nabi banyak patung patung yang diletakkan di atas Ka'bah.

Gus Ubaid mengatakan, patung-patung itu merupakan hasil pertambangan batu berkualitas yang dijadikan untuk pemujaan. “Bukan demi kebutuhan spiritual tetapi perjanjian kapital dan perdagangan,” ungkapnya. "Ada juga kisah Nabi Musa yang memperjuangkan nasib sebangsanya atas kesewenang-wenangan Fir’aun. Nabi Isa yang melawan penjajahan bangsa Romawi dan Yahudi," tambahnya.

Dahulu Ka’bah dihiasi dengan patung-patung sebagai simbol perjanjian perdagangan yang dipasang di atas Ka’bah. Makkah menjadi pusat perdagangan saat itu, dan Ka’bah menjadi tempat perjanjian perdagangan. Sementara itu, ada banyak buruh yang tidak mendapat upah layak dan menjamurnya praktik perbudakan.

Kemudian lahir Nabi Muhammad yang membawa risalah, mengajak masyarakat untuk percaya kepada Allah dan membangun relasi suci kosmologis. Konteks relasi suci kosmologis yang ditekankan Nabi Muhammad, berupa menguatkan relasi dengan Allah jangan dihancurkan oleh ketakutan umat kepada para pemodal arab jahiliyah.

Sehuhungan dengan fitrah kesadaran arti penting menjaga relasi suci kosmologis ini, Nabi Muhammad terus bersemangat melawan kapital. Meskipun demikian, Nabi melawan kapital selalu berupaya dengan jalan damai tanpa mengorbankan kemanusiaan. Jika terjadi perlawanan, maka sebagai bentuk pertahanan diri. Selain itu, sebagai seorang pemimpin Nabi juga mengajarkan setiap mengambil keputusan selalu mempertimbangkan rasa keadilan, persamaan dan kemanusiaan.

Hal ini dicontohkan Nabi ketika akan berangkat ke medan perang, Nabi berpesan kepada pasukan muslimin untuk tidak membunuh musuh yang sudah menyerah atau tidak berdaya, tidak membunuh anak-anak dan wanita, dan tidak merusak tumbuh-tumbuhan. Juga tentang perbudakan, Nabi tidak melarang secara keras praktik perbudakan, tetapi dengan halus, yaitu menyerukan untuk membebaskan para budak dengan cara menebusnya.

Lebih lanjut Gus Ubaid menjelaskan, semangat menjaga relasi suci kosmologis ini nampaknya tidak dipahami oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno dan Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jawa Tengah dalam melihat kasus Semen Kendeng. Dalam pemberitaan media telah dijelaskan bahwa Presiden meminta menghentikan semua ijin pertambangan di Pegunungan Kendeng selama satu tahun guna menunggu hasil kajian lintas kementerian. Tetapi Menteri Rini telah mengambil jalan sendiri mendatangi warga Pegunungan Kendeng, Rini mengatakan bahwa hanya 10 persen  saja masyarakat yang menolak, dan mayoritas hidup bahagia, bahkan mencoba menawarkan win-win solution.

“Seharusnya kebijakan penguasa jangan mengukur kuantitas antara masyarakat pro dan tolak, tetapi kebijakan harus diambil melalui perspektif kemanusiaan dan relasi keseimbangan alam,” papar Dosen Filsafat Pendidikan Islam dan Budaya Jawa ini. Sementara Ganjar hanya berpangku tangan dan menyerahkan keputusan hukum kepada pengadilan.

Menjaga Keseimbangan Makrokosmos dan Mikrokosmos

Dalam paparan Gus Ubaid, agar keseimbangan kosmologis terjaga dengan baik, kita harus bisa menjaga mikrokosmos (jagad cilik) dan makrokosmos (jagad gedhe). Mikrokosmos adalah manusia, sebagai khalifah fil arld dan sebagai ‘abdullah. Sedangkan makrokosmos adalah seluruh alam semesta dan isinya seperti gunung, tumbuh-tumbuhan juga manusia.

Bapak tiga anak ini menggambarkan makrokosmos dengan sebuah lingkaran, di sisi kanan ada al Awwal, sisi kiri ada al Akhir, sedangkan di atas lingkaran adalah al Dhohir (ada dalam ketiadaan) dan bagian bawah adalah al Bathin (tidak ada dalam keberadaan). Di dalam lingkaran berisi alam semesta dan seisinya atau biasa dikenal dengan fisik/fisika. Sedangkan di luar lingkaran adalah hal-hal metafisika. “Tetapi terkadang dalam hal fisik juga masuk hal-hal metafisik, begitu pun sebaliknya,” jelas Gus Ubaid. Untuk itu, Ubaidillah Achmad  mengartikan ilmu kosmologi sebagai kesatuan antara hal-hal yang berada di luar alam semesta dengan hal-hal yang ada di dalam semesta.

“Animisme dan dinamisme tidak harus dipahami dari perspektif rasional, karena seluruh alam ciptaan menyimpan unsur senyawa yang tidak semuanya bisa dipahami dengan subjektifitas-rasio,” imbuhnya. Konsep ini sesuai dengan yang dicetuskan oleh Albert Einstein, yaitu teori relativitas, percaya antara fisik dan metafisik,

Di lingkaran itu kemudian ada segitiga yang menggambarkan relasi Sang Pencipta dengan ciptaanNya (makhluk). Di atas segitiga adalah  Allah Jalla jalaluhu, di pojok kiri adalah manusia (jagad cilik/mikrokosmos) dan di pojok kanan adalah alam semesta (jagad gedhe/makrokosmos). Dan tiga unsur ini adalah subjek yang memiliki keterkaitan satu dengan yang lainnya.

Dalam diri manusia terdapat unsur ilahiah, insaniyah dan kealaman. Maka dari itu, sikap berlebihan manusia terhadap alam akan berbalik kepada kondisi manusia itu sendiri, karena alam juga menjadi subjek yang bergerak mengikuti titah Allah. Meskipun antara manusia dan alam sama-sama sebagai subjek, akan tetapi alam tidak memiliki unsur kemanusiaan.

Menolak Teori Descartes: Rasio dan Body

Menurut Penulis Buku Suluk Kiai Cebolek, "Relasi suci kosmologi merupakan fitrah yang menjadi prinsip dan membentuk perspektif manusia, namun tidak semua manusia mengikuti potensi kesadaran fitrahnya tentang desain keberadaan manusia ralasinya dengan Allah dan kesemestaan. Yang menjadi persoalan, telah banyak umat manusia yang mengabaikannya. Hal ini  karena telah banyak yang meyakini teori Descartes, yang beranggapan, bahwa manusia hanya dapat dilihat dafi dua unsur: unsur rasio dan unsur body."

Sehubungan dengan persoalan ini merupakan salah satu alasan, mengapa Allah Jalla Jalaluhu selalu mengutus Para Utusan untuk mengembalikan kesadaran fitrah manusia tentang relasi syci kosmologis. Jadi, relasi suci kosmologi sudah terjaga sejak risalah kenabian. Namun demikian ini, telah rusak beriringan dengan konsep yang diajukan Rene Descartes dengan teori dualismenya, yakni memandang manusia hanya dengan akal (ratio) dan fisik (body) tidak didasarkan pada kosmologi.

Untuk membuktikannya, Gus Ubaid memaparkan teori Al Ghazali yang tidak hanya melihat manusia dari akal dan fisik saja, tetapi manusia juga memiliki hati, ruh, akal, dan nafs. Dalam bahasa lain, jika Descartes menekankan adanya faktor inderawi saja, Sedangkan Imam Al Ghazali memakai faktor inderawi dan non-inderawi, atau indera luar (al Hissiyat) dan indera dalam (idraakiyah). Jadi, betapa manusia telah dikerdilkan oleh asas rasionalitasnya sendiri.

Dalam kontekstualisasinya sekarang ini, jika benar-benar Rini Soemarno tidak hanya melihat rasio dan body dalam wujud kapital (modal), tentu dia akan mengikuti arahan Presiden Joko Widodo dan tidak melihat kasus Semen Kendeng hanya dari kuantitas antara warga pro dan tolak semen, tetapi lebih melihat bagaimana kerusakan alam jika benar-benar pabrik semen beroperasi.

Kosmologi Dalam Tradisi Katolik dan Budha

Apa yang disampaikan oleh penulis buku Suluk Kiai Cebolek Dan Islam Geger Kendeng mengenai kosmologi Islam, ternyata juga terdapat pada teks suci dan tradisi dalam agama Katolik. “Apa yang disampaikan Gus Ubaid tadi, sama dengan keyakinan Katolik, hanya berbeda istilah,” ungkap Romo Budi, sapaan akrab Romo Aloys Budi Purnomo.

Romo Budi menjelaskan, jika tadi Gus Ubaid menyampaikan ada Awal dan Akhir, dalam Katolik ada Alfa dan Omega. Jika tadi ada tiga unsur saling berkait, Allah, Manusia dan Alam, dalam Katolik dikenal dengan istilah Khalik dan Makhluk (manusia dan alam). Jika tadi dijelaskan manusia memiliki unsur ilahiah, insaniah dan alam, dalam penjelasan agama Katolik, manusia diciptakan secitra dengan Sang Khalik.

Inti ajaran tentang kosmologi dalam Katolik tertuang dalam Kitab Kejadian Bab I Ayat 1 yang berbunyi, “Pada mulanya Tuhan menciptakan langit dan bumi…” Dapat dimengerti bahwa berawal dari benda mati kemudian menciptakan air, udara, tumbuhan, binatang dan manusia. Dan tertuang dalam Kitab Wahyu Bab 22 Ayat 21, “Amiin… (untuk langit dan bumi baru).”

Dalam Katolik, para nabi diutus untuk misi pemulihan di tengah-tengah kehancuran. Hal ini ditegaskan dalam firman, “Pergilah dan wartakanlah Injil (kabar gembira) kepada segala makhluk.”

Dalam kesempatan itu, Bapak Hendra, tokoh agama Budha menyinggung tentang kategorisasi agama samawi (langit) dan ardhi (bumi). “Katanya agama Islam, Kristen dan Yahudi turun dari langit, sedangkan Hindu Budha tidak,” selorohnya. Memang dalam ajaran Budha sangat ditekankan terkait keseimbangan alam.

Tetapi, hal itu sekarang ini seolah terkikis dengan adanya budaya modern yang materialistic. Untuk itu Beliau berpesan kepada generasi muda, “Perlu ditingkatkan pengertian dan pemahaman tentang hal-hal metafisik agar tidak terjebak kepada materialisme.”

Nasihat Untuk Ulama dan Umaro’

Selanjutnya mengenai relasi ulama, umaro (pemimpin) dan masyarakat, Gus Ubaid berkisah tentang KH. Abdullah Salam Kajen Pati yang semasa hidupnya sangat menghormati pemimpin dan yang dipimpin, namun tetap menjaga jarak dengan para pemimpin pemerintahan. Beliau telah melanjutkan jejak para leluhurnya, yaitu menghormati pemimpin pemerintahan dan negara, namun tidak merapat dan menjadi tangan panjang penguasa. KH. Abdullah Salam, adalah seorang Ulama Sufi Besar yang lebih fokus pada penguatan moral dan Etika Masyarakat relasinya dengan Allah dan unsur kesemestaan.

Mbah Dullah tidak pernah mau menerima kunjungan resmi kenegaraan atau tamu resmi dari pemimpin pemerintahan. Karena Mbah Abdullah Salam memiliki prinsip lebih baik menjaga sumber kecil tetap berlangsung jangan sampai berhenti. Karenanya, beliau hati hati dan menjaga jarak dengan para pemimpin pemerintah yang diibaratkan sebagai sumber besar. Dalam prinsip tradisi leluhur beliau menegaskan, bahwa selalu keberadaan sumber kecil akan terancam ketika ada sumber besar datang. Maksudnya, ketika ulama didatangi oleh para pemimpin, maka daya relasi, nilai ikatan, sumber kekuatan ikatan jejak kenabian antara Ulama dan masyarakat akan memudar dan menjadi lemah, bahkan akan cenderung mati.

Mengapa demikian? Karena ketika seorang Kyai menerima kunjungan dari pemimpin atau seorang tokoh politik, maka kesan di masyarakat Kyai tersebut dekat dengan pemimpin atau tokoh politik tersebut. Dan sekarang ini yang terjadi, yang memerlukan perbaikan, tidak hanya ulama dekat dengan pemimpin atau politisi tetapi ulama tersebut sekaligus menjadi seorang politisi, menjadi pemimpin pemerintahan.

Tetapi ada pengecualian, ketika KH. Abdurrahman Wahid, Presiden Republik Indonesia keempat ini sowan ke ndalem Mbah Dullah di Kajen Pati. Namun, ketika itu Mbah Dullah mau menerima kunjungan Gus Dur bukan sebagai Presiden, tetapi sebagai seorang Ulama dan keluarga. “Dan itu pun, masuknya melalui pintu belakang,” jelas Gus Ubaid.

Belajar dari prinsip Mbah Dullah ini, Gus Ubaid menyatakan lebih berarti bagi seorang tokoh agama untuk menjaga dan merawat sumber kecil dari pada sumber besar. Sumber kecil yang dimaksud, adalah relasi dengan rakyat dan masyarakat, menjaga hak warga negara dan umat manusia.

“Tokoh agama manapun tidak boleh memberontak pemimpin, namun juga jangan menjadi tangan panjang atau corong kekuasaan. Dengan demikian, keberadaan daya maghnetik Ulama akan kuat di tengah antara penguasa dan  masyarakat. Jika Ulama kuat, maka penguasa tidak akan memainkan Ulama dan Rakyat tidak akan mengabaikan Ulama. Jadi, seorang Ulama di tengah institusi apapun, harus menghormati institusi tersebut (negara) dan mampu menjaga institusi kenabian untuk pencerahan dan pembebasan. Ulama jangan memberontak pemimpin pemerintah, namun juga tidak lemah kepada pemerintah,” tegas pengasuh lingkar As Syuffah Pamotan Rembang ini. Bahkan Al Ghazali pernah mengingatkan kita, jikalau ada penguasa berbicara tentang agama, seorang ulama harus tetap konsentarsi pada teks kewahyuan yang sudah dipahaminya, sehingga tidak lemah pemahaman dihadapan pemimpin pemerintah.

Sikap seperti ini menunjukkan kehati-hatian seorang Kyai dan juga sebuah prinsip teguh dalam membawa risalah kenabian. Sebagai warotsatul anbiya’, seorang tokoh agama memegang prinsip kebenaran dalam relasi suci kosmologis sebagai landasan Tauhidnya. Juga harus mampu memaknai secara kontekstual ayat-ayat suci, bukan sekadar mengimajinasikannya.

Dalam memahami ayat (tanda), harus masuk ke kawasan tanda. Seperti contoh, ketika menafsirkan QS. Al Hujurat ayat 13, “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal..” Jika ayat ini hanya diimajinasikan dan tidak masuk ke kawasan tanda, yakni berinteraksi langsung dengan masyarakat lintas agama, ras, suku dan bangsa, maka kita tidak akan merasakan bagaimana nikmatnya silaturrami dalam ayat tersebut.

Juga ketika seorang ulama dihadapkan dengan maraknya isu komunisme sekarang ini, harus bisa membawa agama Islam berdialog dengan ideologi-ideologi besar dunia semacam kapitalisme dan komunisme. Gus Ubaid menyebutkan, agama bukan kapitalis juga bukan komunis, tetapi jika umat beragama berhadapan dengan keduanya atau berada di antara keduanya, maka umat beragama harus dapat mengambil hikmah tidak langsung memusuhi para pengikut ideologi tertentu yang justru mengorbankan nilai kemanusiaan. Dalam kontek bercanda dihadapan para peserta, Gus Ubaid berucap, “Jika ingin menolak komunis, juga harus tolak kapitalis."

Dengan kebesaran dan keramahannya,  Islam tidak akan mudah takluk dengan ideologi manapun. Bahkan Nabi tidak mengkhawatirkan itu (ideologi-ideologi dunia). “Tetapi yang ditakutkan nabi Muhammad hingga beliau meneteskan air mata adalah umat Islam akhir zaman yang cinta dunia dan takut mati,” pungkas Gus Ubaid. (Edu-On/FHM)

Penulis, PU LPM Edukasi FITK UIN Walisongo Semarang, 2014-2015.

COMMENTS

Nama

.,1,#AyoMondok,12,#BelajarIslam,8,#CintaNKRI,2,#DanaHaji,1,#HariSantri,19,#HariSantri #HariSantri2017,1,#HariSantri2017,1,#HarlahNU,4,#HarlahNU91,2,#HaulKiaiHasanGenggong,2,#IslamIndonesia,1,#IslamNUsantara,4,#KajianRamadhan,1,#SavePalestine,3,#SaveRohingya,3,1 Muharram,3,1 Syawal,1,2016,1,A. Zakky Zulhazmi,1,Abdlul Halim Hasan,1,Abdul Mun'im DZ,1,Abu Bakar Hasan Assegaf,1,Adab Rasulullah,1,Advetorial,2,Afif Sunakim,1,Agama,1,Agama Cinta,1,Agenda,25,Agenda NU,1,Agnez Mo,1,Agus Zainal Arifin,3,Ahlusunnah wal Jama'ah,31,Ahmad Baso,1,Ahmad Mujib Rahmat,1,Ahmet Davutoglu,1,Ahsunnah,1,AJaran Islam,1,Akhir Zaman,1,Akhlakul Karimah,1,Al-Nimr,1,Al-Qaeda,1,Al-Qur'an,4,Al-Qur'an Raksasa,1,Al-Zastrow Ngatawi,1,Alamsyah M. Dja’far,3,Ali bin Abi Thalib,2,Ali Zawawi,1,Alissa Wahid,1,Allah,1,Almanak,1,Alumni Madrasah,1,Amalan,16,Amalan di Bulan Ramadhan,2,Amalan NU,4,Amalan Rasulullah,1,Amaliah,19,Aman Abdurrahman,1,Amirul Ulum,2,Anas Saidi,1,Angka Istimewa dalam Islam,1,Angka Tiga,1,Angker,1,Ansor,3,Ansor Garut,1,Ansor Malang,1,Ansor Surabaya,1,Anti Korupsi,4,Anti Narkoba,1,Anti Radikalisme,3,Anti Terorisme,2,Anti Wahabi,1,Aplikasi Batik,1,Aqidah,2,Arab,1,Arab People,1,Arab Saudi,2,Arief Mundatsir Mandan,1,Arifin Junaidi,1,Arrahmah Channel,5,Arrahmah Featured,11,Arrahmah.com,1,Articles,2,Artikel,26,Asian Youth Robot Olimpiade,1,Asosiasi Pesantren NU,1,Aswaja,24,Asy'ariyah,1,Australia,1,Avicenna Roghid Putra,1,Ayat-ayat Toleransi,1,Ayman Adz Dzawahiri,1,Ayo Mondok,1,AYRO,1,Bahtsul Masail,1,Bangsa Indonesia,1,Banser,14,Banten,1,Batik,1,Batik Indonesia,1,Battle,1,Battle of Uhud,1,Beasiswa,12,Beasiswa Kemenag,3,Beasiswa Madrasah,1,Beasiswa Santri,1,Beasiswa Santri 2016,1,Beasiswa Santri Berprestasi,2,Beasiswa Santri Berprestasi 2016,1,Bekasi,1,Belajar Islam,26,Berita,148,Berita Duka,5,Berita Islam,3,Bid'ah,2,Bid'ah para Sahabat,1,Bima Arya,1,Biseksual,1,Bisnis Haram,1,BNN,1,BNN di Jepara,1,BNPT,2,Bodo Kupat,1,Bogor,1,Bom Kuningan,1,Bom Sarinah,2,Bom Thamrin,2,BPOM,1,Brain,1,Budaya,1,Buku,6,Bulan Rajab,1,Buletin Jumat,5,Burdah,1,Cak Masykur,25,Cak Nun,1,Cak Nur,1,Cangkir9,2,Cep Herry Syarifuddin,1,Cerpen,2,Channel Arrahmah,37,Charlie Hebdo,1,Cheng Ho,1,Choirul Anam,1,Cinta,1,Cinta Bangsa,1,Cinta Tanah Air,1,Counter Radicalism,6,Cybercrime,2,Dajjal,1,Dakwah Islam,4,dan Transgender,1,Darurat Narkoba,3,Dea Anugerah,1,Deklarasi Nahdlatul Ulama,1,Deklarasi Serpong,1,Densus 88,2,Digital Media,2,Direktorat Pendidikan Madrasah,1,Dit PD Pontren Kemenag,1,DKI Jakarta,1,Doa,31,Doa Akhir Tahun,1,Doa Anak Sholeh,1,Doa Awal Tahun,1,Doa Berbuka,1,Doa dan Tirakat,1,Doa Gus Mus,1,Doa Harian,1,Doa Nabi,1,Doa Pernikahan,2,Doa Setelah Shalat,1,Doa Wudhu,1,Dosen UIN Walisongo,1,Download,1,Dr. Amin Haedari,1,DR. KH. M. A. SAHAL MAHFUDH,1,Dr. Nadirsyah Hosen,10,Dubes,1,Dzikir dan Doa,2,Dzikir Setelah Shalat,1,Editor's Choice,10,Effendi Choirie,1,Ekologi,3,Ekonomi,3,Eksekusi Mati Al-Nimr,1,English Edition,1,Esensi Syariah,1,Fadhila Haifa’ Afifah,1,Fadilah,1,Falak,1,Fardhu Wudhu,1,Fatayat NU,2,Fathoni Muhammad,1,Fatwa MUI,1,FDS,11,featured,133,Featured Arrahmah,44,Fikih,2,Fikih dan Muamalah,3,Fikih Ibadah,10,Fiqh,8,Fiqh Ibadah,1,Fiqh Qurban,6,Fiqh Shalat,3,Fiqih Lingkungan,2,Firqaf,1,Firqah,1,Firqoh,1,Fokus Khusus,1,FSN,2,Fulldayschool,4,Fundamentalis akan Habis,1,Gafatar,1,Galeri,4,Gay,1,Geluntung Agel Wafi,1,Gerakan Nasional AyoMondok,1,Gerhana,1,Gerhana Bulan,1,Gerhana Matahari,3,Gerhana Matahari Total,1,GIYE,1,Good Muslim,13,GP Ansor,8,Grand Syaikh Al-Azhar,1,Grants,1,Griya Gus Dur,1,GTK Madrasah,2,Guru Inspiratif,2,Guru Madrasah,2,Guru MAN,1,Guru Mughni,1,Guru PAI,1,Gus Ahmad Muwaffiq,1,Gus Aqib,1,Gus Dur,23,Gus Miek,1,Gus Mus,9,Gus Muwafiq,1,Gus Rizal Mumaziq,1,Gus Sholah,1,Gus Ubaidillah Achmad,1,Gus Yaqut,1,GusDur.net,1,Gusdurian,2,Habib Abu Bakar,1,Habib Lutfi,1,Habib Luthfi bin Yahya,1,Habib Novel,10,Habib Novel Alaydrus,7,Habib Salim Bin Jindan,1,Habib Sholeh Al-Hamid Tanggul,1,Habib Syech,1,Habib Umar bin Hafidz,3,Hadist,1,Hadist Jibril,1,Hadits,1,Hadits 72 Bidadari,1,Hadits Diskriminatif,1,Hafidzoh,1,Haji,7,Haji 2015,1,Haji 2017,1,Haji 2018,1,Hajj,1,Halal bi Halal,3,Halaqah,1,Hamid Ahmad Masduki Baidlawi,1,Har Santri,1,Hari Arafah,2,Hari Batik Nasional,1,Hari Natal,1,Hari Pahlawan,2,Hari Santri,32,Harlah,2,Harlah NU,3,Hasan al-Bashri,1,Haul,4,Haul Gus Dur,9,Haul Kiai Sholeh Darat,2,Haul Sunan Ampel,1,Haul Sunan Bonang,1,Haul Syekh Nawawi Al-Bantani,1,Headlines,20,Hikam Zain,15,Hikmah,83,Hikmah Islam,45,Hipsi,3,Hisab,1,Hizb,1,Hizbut Tahrir,2,Hizbut Tahrir Indonesia,2,Hoax,2,Hong Kong,1,HTI,2,HTIBubar,6,Hubbul Wathan minal Iman,1,Hukum Islam mengenai LGBT,1,Hukum Melangkahi Kuburan,1,Hukum Membunuh,1,Hukum Membunuh dalam Islam,1,Hukum Ucapan Natal,1,Humor,3,HUT TNI,1,Hymne,1,I-Banking,1,Ibadah,4,Ibn Muljam,1,Ibn Yaqzan,1,Ibu Nabi Muhammad,1,Ibunda Nabi Muhammad,1,IDC,1,Ideologi,1,Idhul Adha,1,Idul Adha,14,Idul Fitri,7,IIEE,1,IISRO,1,Ijazah,6,Ijtihad,1,Ikhbar,42,Ilmu Kalam,1,Image,1,Imam al-Syafi’i,1,Imam Ghazali,1,Imam Malik,1,Imam Muslim,1,Imam Nawawi,1,Imlek,1,INC,2,Indonesia Darurat Narkoba,1,Info Haji,2,Inspirasi,11,Inspirasi Pesantren,2,Interfaith,3,Internasional,98,International,3,International Islamic School Robot Olympiad,1,International Peace Day,1,Internet Banking,1,IPNU,1,IPPNU,1,Iqbal Khalidi,3,Iqbal Kholidi,1,Iran,1,ISIS,11,Islah Gusmian,1,Islam,16,Islam dan Perdamaian,1,Islam Di China,3,Islam di Papua,1,Islam Indonesia,3,Islam Nusantara,28,Islam Nusantara Center,1,Islam Papua,1,Islam Radikal,1,Islamic Event,1,Islamic State,1,Isra' Mi'raj,1,Istighosah Kubro,1,Istikharah,1,Ito Surmardi,1,JAD,1,Jakarta,4,Jamiyatun Nasihin,1,Jasad Utuh,1,Jawa Barat,3,Jawa Tengah,7,Jawa Timur,4,Jazirah Arab,1,JIhad,3,Jihad fi Sabilillah,1,Jokowi,5,Jonru,1,Jurnalistik,1,K.H. Ahmad Umar Abdul Manan,1,Kabar Duka,1,Kabar Pesantren,5,Kabar Pesantrens,1,Kajian Islam,18,Kajian Ramadhan,1,Kalam Ulama,4,Kalender,2,Kalender Islam,2,Kalimah Syahadat,1,Kalis Mardiasih,1,Kampung Damai,1,Kampus,1,Kekerasan,1,Kemenag,3,Kementerian Agama,1,Kementerian Agama RI,3,Keraton Sumenep,1,Kesehatan,4,Ketua PBNU,1,Ketum PBNU,1,Ketupat,1,Keutamaan Bulan Rajab,1,Keutamaan Shalat Tarawih,16,Keutamaan Shalawat Nabi,2,Keutamaan Tarawih,1,KH A Ghazalie Masroeri,1,KH Abdurrahman Wahid,5,KH MA Sahal Mahfudh,2,KH Maemon Zubair,1,KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh,1,KH Sahal Mahfudh,3,KH Said Aqil Siraj,1,KH Wahab Hasbullah,1,KH. Abdul Aziz Manshuri,1,KH. Abdul Ghoffar Rozien,1,KH. Abdul Karim,1,KH. Abdul Muhaimin,1,KH. Abdurrahman Wahid,1,KH. Ali M. Abdillah,1,KH. Bisri Mustofa,1,KH. Cep Herry Syarifuddin,3,KH. Hasyim Asy'ari,1,KH. Hasyim Asyari,3,KH. Husein Muhammad,2,KH. Iftah Sidiq,1,KH. Lukman Harits Dimyati,1,KH. Ma'ruf Amin,2,KH. Maimoen Zubair,11,KH. Marzuqi Dahlan,1,KH. Masdar F. Mas'udi,2,KH. Mustofa Bisri,2,KH. Said Aqil Siraj,5,KH. Sholeh Darat,8,KH. Thobary Syadzily,1,KH. Tubagus Muhammad Falak,1,KH. Yahya Cholil Staquf,3,KH. Zainal Mustafa,2,KH. Zakky Mubarok,2,KH.Shalih Darat,1,Khanza Iliyina Syafa,1,Khawarij,1,Khazanah,3,Khazanah Isam,7,Khazanah Islam,379,Khilafah Islamiyah,5,Khofifah Indar Parawansa,1,Khoirul Anam,2,Khulafaur Rasyidin,1,Khutbah,4,Khutbah Idul Fitri,2,Khutbah Jumat,1,Kiai Abdul Hamid,1,Kiai Hasan Genggong,1,Kiat Menulis,1,Kiddle,1,Kilas,1,Kirab Santri,1,Kisah Hikmah,16,Kisah Nabi,1,Kisah Rasulullah,1,Kisah Teladan,1,Kita Tidak takut,1,Kitab Durrotun Nasihin,1,Kitab Jawahirul Bukhori,1,Kitab Kuning,5,Kitab Pegon,1,Kitab Suci,1,Kokam,1,Kolom,96,Komedi Religi,1,Kominfo,1,Konferwil NU Jabar,1,Konflik Sunni-Syiah,1,Kongkow Sufi,3,Konsultasi Agama,1,Konsultasi Islam,1,Kontra Radikal-Terorisme,1,KPAI,1,KPK,1,Kreatif Indonesia,1,Kriminal,1,Krisis Jerusalem,2,Krisis Rohingya,7,KUPI,1,Kurban,7,Kyai Maimoen Zubair,1,Kyai Masdar,1,Kyai Pahlawanku,1,Kyai Pesantren,1,Lailatul Qadr,1,Lambang NU,1,Lapan-A2,1,Laporan,1,Lazisnu,1,Le Petit Prince,1,Lebaran,1,Lebaran Ketupat,1,Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama,2,Lesbian,1,Letter of Acceptance,1,LFNU,1,LGBT,2,Liberalisme,1,Life of Mohammed,3,Life of Muhammad,2,Liga Santri,2,Liga Santri Nusantara,3,Lingkungan,1,LIPI,1,Litbang Kemenag,1,Literasi,7,Literasi Digital,3,LoA,1,Logo Muktamar NU ke-33,1,Logo NU,1,Love Peace,1,LPDP,1,LSN,5,LSN 2017,3,LTN NU,3,Lukman Hakim Saifuddin,3,Lunar System,1,M. Kholid Syeirazi,1,M. Nur Kholis Setiawan,1,M. Rikza Chamami,13,M. Rikza Khamami,1,Ma'arif NU,2,Madrasah,24,Madrasah Diniyah,5,Madrasah Lebih Baik,2,Madrasah TBS,1,Mahasiswa,2,Mahbub Ma'afi,2,Mainstream Media,1,Majelis Dzikir,1,Majelis Shalawat,1,Makalah,3,Makam Gus Dur,1,Makam Nabi,1,Makam Nabi Muhammad SAW,1,Makam Rasulullah,1,Makam Sunan Bonang,1,Makkah,1,Maklumat,3,Makna Bismillah,1,Makna Logo Muktamar NU ke-33,1,Malik bin Anas,1,Mama Falak,1,MAN IC,1,Manhaj Salafi Imam Syafi’i,1,Manhaji,1,Manusia Robot Bali,1,Mars,1,Masjid,1,Masjid Zhenjiao,1,Masjidid Haram,1,Masjidil Haram,1,Maturidiyyah,1,Maulid,4,Maulid Burdah,1,Maulid dalam Islam,1,Maulid Nabi,7,Maulid Nabi Muhammad SAW,3,Mbah Maimoen Zubair,2,Mbah Moen Sarang,2,Mbah Mun,1,Mbah Sahal,1,Mbah Sholeh Darat,1,MCA,1,Media,2,Media Sosial,1,Media Watch,1,Mehmet Gormez,1,Melangkahi Kuburan,1,Meme,1,Meme Islami,1,Menag,2,Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia,1,Mengenal Jejak Mengenal Watak,1,Menristek,1,Menulis,1,Merayakan Maulid,1,Milad,1,Minal Aidin Wal Faizin,1,Minhajul 'Abidin,5,Moment,1,MTs Surya Buana Malang,1,MTsN 2 Pamulang,1,MTT,1,Mualaf,2,Mudik Lebaran,1,Muhammad,2,Muhammad bin ‘Abd al-Wahhab,2,Muhammad Nasir,1,Muhammad Niam,1,Muhammad PBUH,1,Muhammad SAW,3,Muhammad Tijany,1,Muharram,2,MUI,1,Mujaheeden,1,Mujahidin Palestina,1,Mukiyah,1,Mukjizat,2,Muktamar NU,1,Muktamar NU ke 33,2,Munas-Konbes NU,20,Munawir Aziz,1,Muntaha Azhari,1,Museum Keraton Sumenep,1,Muslim Hong Kong,1,Muslim Kagetan,1,Muslim Papua,1,Muslimat NU,2,Nabi dan Rasul,1,Nabi Ibrahim,1,Nabi Muhammad,2,Nabi Muhammad SAW,6,Nadirsyah Hosen,6,Nadlatul Ulama,2,Nahdatul Ulama,18,Nahdlatul Ulama,157,Nahdlatul Ulamata,1,Name of Allah,1,Narkoba,3,Nasehat,8,Nasihat,1,Nasional,412,Nasionalisme,1,Natal,1,Natal 2015,1,Natal dan Maulid,1,Netizen Jurnalistik,1,New,1,News,677,News Ikhbar,2,News IPPNU,1,News Pictures,17,Ngaji Live,1,Ngaji Puasa,27,Ngaji Ramadan,8,Ngaji Ramadhan,20,Ngaji Video,1,Niat Puasa,1,Nishfu Sya'ban,1,NKRI,1,NKRI Harga Mati,3,NU,7,NU ANZ,1,NU Batang,1,NU Bogor,13,NU Care,2,NU Care LazisNU,2,NU Garis Lurus,1,NU Jabar,2,NU Jatim,1,NU Klaten,1,NU Semarang,1,NUCare,4,NUPeduli,1,Nur Kholik Ridwan,1,Nur Rofiah,1,Olimpiade Kedokteran,1,Opini,283,Opinion,1,Opnion,1,Orbituari,2,Pagar Nusa,13,PAI,2,Palestina,2,Palestine,1,Palestine Mujaheeden,1,Papua,1,Parenting,1,PBNU,8,PBSB,3,PBSB 2016,1,Peace,1,Peduli Bencana,2,Pelajar NU,1,Pendaftaran PBSB 2016,1,Pendididkan Islam,18,Pendidika Islam,1,Pendidika Islam,1,Pendidikan,171,Pendidikan Agama,1,Pendidikan Islam,158,Pendidikan Karakter,2,Pendidikan Madrasah,5,Pendidikan Politik,3,Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam,1,Pendidikn Karakter,1,Pendis Kemenag,2,Penggrebekan di Jepara,1,Pengobatan Islami,1,Penjajahan,1,Pentas PAI,1,Penulis,1,Perang,1,Perang Badar,1,Perang Uhud,1,Perguruan Tinggi NU,1,Perkemahan Rohis,1,Perppu Ormas,2,Perpres,1,Perpu Ormas,1,Perwimanas,2,Pesan Kiai,1,Pesantren,70,Pesantren Assalafiyah Cirebon. Assalafiyah,1,Pesantren Ibnu Mas'ud,1,Pesantren Lirboyo,2,Pesantren Mahasiswa,1,Pesantren Salaf,1,Photo,1,Pilihan Editor,105,Pilkada,1,Pilkada 2017,1,Pilkada DKI,1,Pilkada Jatim,1,Ploso,1,PMII,3,Polemik Sejarah Tere Liye,1,Politik,13,Ponorogo,1,Ponpes Al-Anwar,1,Pontianak,1,PPMN III,1,Pra Munas,4,Pramuka,1,Prof. Dr. Ahmad Tayyeb,1,Prof. Dr. Quraish Shihab,3,Profil,3,PTKI,1,Puasa Arafah,1,Puasa Ramadhan,1,Puisi,12,Pustaka,10,Pustaka Pesantren,8,Qawli,1,Qunut Nazilah,1,Quote,1,Qurban,5,Radicalism,1,Radikalisme,10,Rajab,1,Ramadan,2,Ramadhab,1,Ramadhan,72,Ramadhan 2015,12,Ramadhan 2016,2,Ramadhan di Hong Kong,1,Ramadhan Video,25,Rasis,1,Rasullah,1,Rasulullah SAW,6,Recommended,2,Refleksi Akhir Tahun,1,Release,2,Release PBNU,1,Religion,2,Remaja Islam,1,Resolusi Jihad,2,Resolusi Jihad NU,1,Rezeki Halal,1,Rijal Mumazziq Z,1,Risalah NU,1,RMI NU,4,Robikin Emhas,1,Robot,1,Rohingya,11,Rokok,2,Rubbubiyah,1,Ruchman Basori,2,Rukun Islam,1,Sahabat,1,Sahabat Nabi,2,Sahih Muslim,1,Said Budairy,1,Saifuddin Zuhri,1,Saifullah Ma'shum,1,Sajak,2,Salafi,2,Salam,1,Sanad Keilmuan,1,Santri,6,Santri Goes To Papua,3,Santri Menulis,1,Santri Urban,1,Sarkub Papua,1,Sastra Islam,11,Satelit,1,Satelit Indonesia,1,Save Rohingya,6,Sayembara Logo Muktamar NU ke-33,1,Science,5,Sedekah,3,Sejarah,5,Sejarah Al-Qur'an,1,Sejarah Indonesia,2,Sejarah Islam,1,Sejarah NU,2,Sekolah Lima Hari,1,Seni dan Sastra Islam,12,Seri Belajar Islam,8,Seri KH. Said Aqil Siraj,1,Seri Tokoh,1,SGTP,1,Shahih Muslim,1,Shaikh Nimr Baqir al-Nimr,1,Shalat,18,Shalat Gerhana,3,Shalat Idul Adha,1,Shalat Istiqa,1,Shalat Jum'at,6,Shalat Sunah,1,Shalat Sunnah,3,Shalat Tarawih,15,Shalawa Nabi,1,Shalawat,2,Shalawat Nabi,4,Shalawat Nabi Muhammad SAW,2,Shalawat Nariyah,3,Sholat Tarawih,1,Sholawat,1,Sholeh Darat,1,Short Course,1,Sifat Mulia Rasulullah SAW,1,Silsilah Nabi Muhammad SAW,1,Silsilah Rasulullah,1,Sindikasi Damai,15,Sindikasi Media,1,Singaparna,1,Sinopsis,1,Sirah Nabawiyah,2,Sirah Nabi,2,Siswa Berprestasi,1,Slamet Basyid,1,solar system,1,Solidaritas,1,Sponsored,2,Suara NU,1,Sudut Pandang,1,Sudut Taman Ramadhan,7,Sufistik,1,Sumanto Al Qurtuby,9,Sumenep,1,Sunnah,2,Sunnah Rasulullah,1,Sunnah Shalat,1,SUNNI,1,Sunni-Shia,1,Sunni-Syiah,1,Suraji,6,Surat Edaran Gubernur Jateng,1,Surat Terbuka,3,Suriah,2,Syafa'at Rasulullah,1,Syafaat Nabi,1,Syahid,1,Syahrozad Zalfa Nadia,1,Syaikhona Kholil Bangkalan,1,Syarat Wajib Zakat,1,Syariah,2,Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani,1,Syeikh Abdul Qodir Al-Jailany,1,Syekh Abdul Qadir Al-Jailani,1,Syekh Dr. Muhammad Fadhil,1,SYIAH,3,Tafsir,1,Tafsir Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani,1,Tahlilan,2,Tahun Baru 2016,1,Tahun Baru Islam,2,Tahun Baru Masehi,1,Tanah Suci,1,Tarawih,21,Tasawuf,3,Tawan,1,Tawariq,1,Tayyip Erdogan,1,Tebuireng,6,Tekno,20,Teladan,1,Teladan Nabi,3,Teologi Teror,1,Teraweeh,1,Tere Liye,1,Teror,1,Teror 2016,1,Teror Jakarta,1,Teror Sarinah,1,Teror Thamrin,1,Teroris,4,Terorism,10,Terorisme,25,Tionghoa,1,Tips and Trick,2,Tokoh,86,Tokoh Betawi,1,Tokoh Bogor,1,Tokoh Dunia,3,Tokoh Indonesia,19,Tokoh Islam,114,Tokoh Kemerdekaan,2,Tokoh Muda Islam,25,Tokoh NU,17,Tokoh NU Bogor,1,Tokoh NU Jabar,1,Tokoh Perempuan,1,Tokoh PMII,1,Tokoh Rembang,1,Tokoh Syiah,1,Tolak FDS,12,Toleransi,5,Tradisi,2,Tragedi Crane di Masjidil Haram,1,Trend Sosial,2,Tuah Pesantren,1,Tulisan Arab,1,Tuntunan Islam,1,Turats,1,Turki,1,TurnBackHoax,4,Tutorial,1,TV9,1,Ubaidillah Achmad,23,Ubaidillah Ahmad,1,Ucapan Minal Aidin Wal Faizin,1,Ucapat Selamat Natal,1,Udhiyah,1,Uhud,1,Ulama,11,Ulama Bogor,1,Ulama Indonesia,1,Ulama NU,3,Ulama Nusantara,1,Ulama Perempuan,1,Ulama Salaf,1,Uluhiyah,1,UNU,2,Ustad Ahmad Ikrom,1,Ustadz,1,Ustadz Ahmad Ali MD,2,Ustadz Ali MD,1,Ustadz Fathuri,24,Ustadz Fatoni Muhammad,1,Ustadz Lc,1,Ustadz Ma'ruf Khozin,3,Ustadz Menjawab,5,Ustadz Yusuf Mukhtar Sidayu,1,Ustadz Yusuf Suharto,1,Uswah,3,Uswatuna,3,UU Ormas,1,Video,5,Vinanda Febriani,7,VoA-Islam,1,Wahabi,4,Wahabism,2,Wahabisme,2,Wahid Foundation,6,Wali Pasemone,1,Wali Songo,2,Walisongo,5,Waliyullah,1,Wardi Taufik,1,Wawasan,79,Wawasan Islam,54,Wawasan Kebangsaan,12,Wawasan Nusantara,43,Website Islam Indonesia,1,Website Islam Nusantara,1,Wirid dan Doa,2,Wirid dan Doa Setelah Shalat,1,Women and Jihad,1,Women Fighter,1,World Peace,1,Wudhu,3,Yahya Staquf,1,Yasin,1,Yayasan Saifuddin Zuhri,1,Yenny Wahid,3,Yogyakarta,8,Z-Featured,3,Zainal Mustafa,1,Zakat,4,Zakat Fitrah,2,Zakir Naik,1,Zakky Zulhazmi,2,ZIarah,4,Ziarah Kubur,2,Zikir,1,Zuhairi Misrawi,1,Zulkilfi Hasan,1,خطبة كسوف الشمس,1,
ltr
item
Arrahmah.co.id - Portal Dunia Islam: Relasi Suci Kosmologi: Fondasi Kesatuan Agama Agama
Relasi Suci Kosmologi: Fondasi Kesatuan Agama Agama
Arrahmah.co.id - Portal Dunia Islam
https://www.arrahmah.co.id/2016/08/relasi-suci-kosmologi-fondasi-kesatuan.html
https://www.arrahmah.co.id/
https://www.arrahmah.co.id/
https://www.arrahmah.co.id/2016/08/relasi-suci-kosmologi-fondasi-kesatuan.html
true
766049156261097024
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content