Billboard Ads

Mbah Gotho. Photo: The News Daily
Mbah Gotho. Photo: The News Daily
News, Arrahmah.co.id - Mahasuci Allah yang telah memberikan karunia kesehatan dan umur yang panjang. Seperti yang diterima mbah Gotho. Mbah Gotho tercatat sebagai manusia tertua didunia.

Banyak orang kagum terhadap kesehatan Suparman Sodimejo atau Mbah Gotho meski usianya sudah sangat renta. Pria asal Klaten, Jawa Tengah, itu tercatat lahir pada 1870 dan masih tampak sehat.

Ditemui di kediamannya di Desa Cemeng, Kecamatan Sambungmacan, Sragen, Mbah Gotho masih sanggup menceritakan kisah hidupnya dengan kalimat terbata-bata.

Ia hidup di rumah tersebut bersama keluarga Suryanto, cucu dari istri keempat Mbah Gotho.

Rahasia Panjang Umur

"Tetangga atau tamu yang datang sering tanya kepada Mbah, 'Resep panjang umur apa?' Mbah Gotho selalu menjawab, 'Ikhlas. Panjang umur tersebut adalah mukjizat dari Yang Kuasa'," kata Suryanto, Senin (29/8/2016).

Resep itu terbukti ampuh. Meski sudah senja, ia terlihat jarang sakit berat. Seperti disampaikan salah satu cucunya, Suryanto.

"Selama dua puluh tahun saya merawat Mbah Gotho ini tidak pernah dibawa ke rumah sakit. Kalau sakit itu paling cuma masuk angin atau kecapean, " kata Suryanto.

"Kalau soal makanan, Mbah Gotho ini tidak pernah rewel. Makan apa saja pasti mau. Minum es teh masih bisa. Tapi sejak tiga bulan ini harus disuapi saat makan. Harus dimandikan karena sudah benar-benar tua."

Dalam sejarah hidupnya Mbah Gotho memiliki empat istri. Seluruh istrinya ini sudah meninggal, termasuk anak-anaknya. Sepengetahuan Suryanto, Mbah Gotho ini ditinggal istrinya yang terakhir pada 1988.‎

"Jika dihitung-hitung turunan keluarga Mbah Gotho itu sudah empat kali. Anak, cucu, cicit, dan canggah. Anak-anaknya sudah tidak ada. Ini yang ada tinggal cucu, cicit, dan canggah," ucap Suryanto.
KTP Mbah Gotho

Pandai Berenang 

Sewaktu masih sehat Mbah Gotho dikenal piawai dalam berenang. Mbah Gotho juga dikenal pandai menangkap ikan di sungai tanpa bantuan alat apa pun.

"Dulu, katanya orang sepuh di desa, Mbah Gotho suka berenang dan mencari ikan di sungai, bahkan menangkap ikan tanpa bantuan alat," kata Suryanto.

Salah satu tetangga Mbah Gotho, Margiyanti, beberapa tahun silam masih melihat Mbah Gotho bekerja di ladang mencari rumput. Namun, saat ini, Mbah Gotho setiap hari beristirahat di rumah.

"Dulu masih kerja cari rumput, cari kayu, tetapi sekarang kebanyakan di rumah saja," katanya. (Kompas.com/Liputan6/Taufik)