Mengandaikan Full Day School Dalam Seratus Hari

Oleh : Ubaidillah Achmad Pendidikan , Arrahmah.co.id - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Muhadjir Effendy, berencana memperpanja...

Oleh: Ubaidillah Achmad

Pendidikan, Arrahmah.co.id - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Muhadjir Effendy, berencana memperpanjang waktu di sekolah. Artinya, akan menambah jam untuk belajar pendidikan karakter budi pekerti bagi anak anak bersama Guru di sekolah. Rencana ini telah dikatakan Muhadjir dalam konfrensi pers yang digelar di kawasan SCBD, Senayan, Jakarta, Selasa, 9 Agustus 2016. Yang menjadi persoalan, mengapa rencana ini didasarkan pada apa yang dia baca di Finlandia? Bukankah sebelum menerapkan kebijakan pendekatan dan metode full day school sebaiknya, melihat kawasan kearifan lokal yang sesuai dengan pendekatan dan metode yang akan diterapkan.

Hal yang tidak diperhatikan dari rencana ini, adalah pendekatan belajar di Finlandia yang telah disesuaikan dengan kondisi kearifan lokal Finlandia, namun belum mempertimbangkan kawasan kearifan lokal daerah-daerah di Indonesia.

Sikap Muhadjir yang fatal, adalah penegasannya kepada masyarakat yang disampaikan dalam konferensi pers di restoran Batik Kuring, Jakarta, 9 Agustus 2016, "Masyarakat harus mengkritik gagasan ini, jangan sampai keputusan sudah saya buat kemudian merasa tidak cocok." Saya katakan fatal, karena sudah seharusnya menteri sebelum merencanakan kebijakan melakukan penelitian (research) terkait dengan setiap kebijakan yang akan dikeluarkan oleh kementerian. Hal yang ironi, Muhadjir justru menuntut masyarakat mengkritik kebijakannya.

Ini artinya, sebuah kebijakan cukup hanya dengan mengandai, bahwa jika ada sebuah kesalahan kebijakan, maka masyarakat yang seharusnya disalahkan dan di tekan untuk mengkritisinya, karena semua ini telah dikatagorikan akibat dari sikap rakyat. Benarkah rakyat menjadi penyebab kesalahan kebijakan Muhadjir apabila full day school mengalami kesalahan. Sehubungan dengan konferensi pers Muhadjir ini menunjukkan, bahwa dengan keberlangsungan atau tidaknya sebuah kebijakan kementerian akan tergantung pada masyarakat. Muhadjir juga dengan ringan mengatakan, jika kebijakan tentang full day school belum dapat dilaksanakan, maka dengan mudah akan ditariknya.

Bersamaan dengan sebuah pengandaian Muhadjir menegaskan, bahwa full day school dapat membantu guru mendapatkan tambahan jam mengajar 24 jam per mingg. Hal ini dapat digunakan oleh para Guru sebagai syarat untuk mendapatkan sertifikasi guru. Tentu saja, tidak lama setelah konferensi pers, berita pengandaian ini tersebar luas ke jejaring social, karena menjadi sebuah konfernesi yang menarik, yaitu sebuah pengandaian kebijakan full day school yang masuk dalam forum khusus konferensi pejabat setingkat menteri.

Dalam konteks yang sama, saya kembali diingatkan sebuah gaya kepemimpinan dan kekhasan Dr. H. Anies Baswedan, yang juga sebagai Menteri Pendidikan Nasional sebelum Muhadjir. Anies telah banyak menampilkan sikap yang bersahaja, memuji perjuangan para guru, dan para siswi siswi yang berada di kawasan terpencil, namun belum bisa mengeluarkan kebijakan yang berimplikasi langsung dalam peningkatan kualitas mutu pendidikan bangsa Indonesia. Pada akhirnya, sistem lembaga pendidikan bangsa Indonesia masih berjalan seperti sebelumnya. Semula saya apresiasi terhadap sikap Anis Baswedan, namun dalam perkembangannya lebih banyak bersajak tentang pendidikan Masyarakat.

Sehubungan dengan fenomena ini, kiranya dapat dipahami dari sebuah pertanyaan, apa yang menjadi kekhasan Anis Baswedan yang berimplikasi pada dunia pendidikan? Jawabannya, Anis Baswedan sosok akademisi yang berakhlak mulia, ia bersikap baik kepada guru dan mengagumi para peserta didik yang gigih belajar meski berada di desa terpencil. Hal ini, juga sangat dirasakan beberapa teman dosen setiap mendengar nama Anis Baswedan, mereka membalas dengan membaca sajak, "Oh, dan Wahai para Guru." Selamat untuk Anis Baswedan, jasamu bersikap baik terhadap Bapak dan Ibu Guru tidak akan terlupakan oleh masyarakat Indonesia.

Sikap seperti inilah yang akan menjadi fundasi etika anak bangsa, agar bersikap baik kepada Bapak dan Ibu Guru. Sedangkan, bagaimana persoalan kebijakan yang berdampak luas kepada pendidikan bangsa? Untuk menjawab pertanyaan ini sangat dibutuhkan dari kemampuan peran Presiden memilih orang yang tidak saja bermoral tinggi, namun juga mampu mengeluarkan kebijakan cerdas untuk menjadikan sistem lembaga pendidikan anak bangsa yang berkualitas dan mampu membangun keseimbangan psikis dan kepribadian serta mempotensikan intelektualitas bangsa Indonesia.   

Sehubungan dengan ingatan saya terhadap Anies yang diangkat melalui kebijakan presiden RI Bapak Ir. H. Joko Widodo, yang mulai menjabat sejak 20 Oktober 2014, Prof. Muhadjir juga memiliki tipologi yang sama, yaitu sosok yang santun dan berhati hati, sehingga sebelum mengeluarkan kebijakan tentang sistem pembelajaran yang ideal, beliau telah mengandaikan terlebih dahulu. Misalnya, kasus full day school yang telah mendapatkan respon banyak praktisi pendidikan dan banyak pengelola pesantren dan madrasah diniyah yang berang. Namun karena kesopanan dan sikap kehati hatian Muhadjir, ia kembali mundur dari sebelum merencanakan full day scholl dengan tidak merasakan kesulitan, karena kebijakannya ini masih berbentuk sikap kebijakan yang mengandaikan sistem pendidikan Finlandia bisa berlangsung di Indonesia. 

Bersamaan dengan pengandaian dari Prof Muhadjir ini, terlepas ia sengaja atau tidak sengaja, adalah sebagai bentuk pengandaian kebijakan yang bersifat main main. Alasannya, karena sistem kurikulum pendidikan bangsa Indonesia sudah sangat padat, mengapa harus full day school? Mengapa sebelum menawarkan pendekatan dan cara pendampingan kepada anak bangsa harus menjadikan Finlandia sebagai kawasan studi? Mengapa bukan kawasan studi yang berada di Indonesia yang memiliki ragam dan corak budaya yang beragam?

Dengan kawasan studi yang berada di negera sendiri, maka akan menemukan model pendekatan yang akan dapat disesuaikan dengan kearifan lokal. Tidakkah penting mengangkat kebijakan yang sesuai dengan kearifan lokal bangsa Indonesia? Apakah karena meniru sistem Finlandia tidak bid’ah, namun karena mengacu kearifan lokal bangsa Indonesia malah menjadi bid’ah? Muhadjir perlu memahami, para Kiai dan santri di Indonesia itu suka membuat bid’ah yang bersumber dari kearifan local. Karenanya, dalam pengandaian Muhadjir yang terkejut pertama, justru para Kiai dan Santri di desa yang sekarang ini masih berbasis madrasah dan pesantren.

Jadi, pengandaian kebijakan dengan mengacu pada sistem belajar full day school ala Finlandia merupakan contoh kebijakan yang tidak ramah terhadap kondisi fisik dan mental anak, sekaligus juga merusak sistem pendidikan madrasah. Full day school akan menyamaratakan pada semua siswa dalam konteks penanganan pendampingan yang sama. Dari semua siswa sepulang dari sekolah formal sudah dapat dibaca, mereka akan memiliki selera yang berbeda beda. Misalnya, ada selera yang berbasis pesantren dan madrasah, hobi olah raga, musik, istirahat, bermain, dan lai sebagainya. Kesemua selera ini akan terganggu dengan adanya realisasi sebuah pengandaian full day school. Berapa biaya yang diperlukan untuk menyediakan hobi dan selera pasca sekolah menjadi bertempat di sekolah. Hal ini tidak cukup hanya dilihat dari sertifikasi guru.

Secara psikologis, sistem full day school tidak akan membuat nyaman para siswa, sebab sistem full day school akan memberlakukan full model yang monoton dan menjenuhkan, karena berada dalam satu area pembelajaran yang tidak berubah suasana dan pemandangan alamiah. Misalnya, sehari full dengan seragam yang sama, model guru yang sama, lokasi area yang sama, wajah teman yang sama, model pendekatan salah seorang guru yang sama. Semua isi full day school akan diseragamkan dengan model yang sama daan penuh dengan sistem formalitas sekolah.

Dalam konteks bercanda, bahwa dunia pendidikan dan pengembangan kepribadian hanya milik Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Sedangkan, yang lain bukanlah lingkungan yang baik, karena tidak ada m sertifikasi, seragam pendidikan, dan terkait langsung dengan kebijakan menteri pendidikan dan kebudayaan.

Berbeda dengan sistem belajar setengah hari, para siswa bebas memilih pilihan bersama orang tua, apakah akan memilih madrasah di sore hari? atau memilih mengaji al quran sesudah bakda maghrib di mushalla atau di Masjid? ataukah memilih mendatangkan pendamping private untuk mematangkan kemampuan siswa dan siswi. Dengan model pendidikan formal seperti sekarang saja, Madrasah di desa desa sudah sepi. Yang mengherankan kenakalan remaja justru semakin meningkat, saya tidak tahu, apakah fenomena sudah tercatat dari riset kebijakan kementerian pendidikan dan kebudayaan?

Yang jelas, selain siatem full day school berdampak terhadap psikis anak, juga akan merusak tradisi lokal masyarakat
pesantren di desa, yang telah berlangsung dengan sistem pembelajaran keberagamaam ala Madrasah Diniyah. Dalam konteks yang lebih luas, kebijakan sistem full day school akan mematikan tenaga pendamping private dan lembaga lembaga kursus di luar sekolah. Jika sistem full day school diterapkan, berarti juga membutuhkan tenaga guru yang lebih banyak lagi.

Jika pengandaian full day school bertujuan untuk pendidikan karakter, maka Muhadjir perlu mempertimbangkan kembali model kearifan lokal dalam membentuk karakter subjek.  Dalam kondisi apa pun membentuk karakter anak negeri tidak bisa merujuk lokal wisdom Finlandia. Karenanya, perlu mengkaji local wisdom versi Nusantara (Jawa).

Sehubungan dengan pendidikan karakter versi nusantara dapat dipahami dari kerangka dasar masyarakat nusantara yang lebih mementingkan modeling. Teori modeling sebenarnya, sudah masuk dalam kajian psikologi modern di Barat. Berbeda dengan modeling perspektif psikologi barat, dalam psikologi sufistik menegaskan, bahwa modeling adalah adanya proses pembentukan kepribadian yang dilakukan oleh seorang model yang  memiliki keseimbangan unsur psikis dan kesempurnaan kepribadian.

Modeling dalam tradisi pesantren bukan sekedar menampilkan seorang guru yang bersedia mengajar dengan sertifikasi, namun seorang guru yang merelakan pendampingan tanpa memperdulikan hal hal seperti yang disebut dengan sertifikasi, namun benar benar ingin mencapai jejak kenabian tanpa cendera mata. Semua manusia memerlukan harta, namun tidak menjadi tujuan mereka yang sudah mencapai modeling dalam tradisi pesantren. Model ini masih sulit ditemukan di dalam pendidikan formal.

Modeling dalam tradisi pesantren, telah tercermin dari model para guru madrasah, yang digaji tidak cukup untuk membeli sabun dan bensin selama mengajar. Mereka ini telah mencukupi kebutuhannya dari sumber di luar pembelajaran di Madrasah. Sementara itu, Prof Muhadjir mengandaikan full day school dengan target mempernudah sertifikasi guru. Bukankah, lebih baik Profesor bekerja sama dengan para guru Madrasah dengan merekomendasikan, agar orang tua menyekolahkan putra putrinya pasca dari sekolah formal dengan konsekuensi memberikan support anggaran untuk pengembangan Madtasah Diniyah.

Meskipun demikian, Profesor tidak bisa memaksakan seluruh siswa siswi masuk di madrasah pada sore hari, karena di antara mereka ada yang hobi musik, olah raga. Karenanya, sekali lagi dengan mengandaikan full day schol, akan merusak selera anak anak negeri kita pasca sekolah formal. Bukankah kebijakan Profesor yang mengandaikan sesuatu yabg merusak kearifan lokal, lebih baik dengan membuat kebijakan, model bimbingan belajar yang berkualitas, agar masuk di desa desa, sebab selama ini, bimbingan belajar hanya ada dikota.

Dalam konteks yang sama, profesor bisa memberikan support lembaga lembaga yanng telah serius memberikan dampingan belajar kepada anak. Atau dengan memberikan anggaran kepada sekolah untuk membuka model dampingan full daya school yang tidak mengikat para siswa, sehingga apabila ada anak yang diwajibkan mengikuti full day school untuk konteks bermain hisa dilaporkan ke lembaga pengawas sekolah. Meskipun demikian, kita semua boleh mengandaikan sebuah impian, karena semua bisa bermula dari mimpi.

Penulis, Khadim Majlis Kongkow As Syuffah Sidorejo Pamotan Rembang, Suluk Kiai Cebolek Dan Islam Geger Kendeng Dalam Konflik Ekologis Dan Rekonsiliasi Akar Rumput

COMMENTS

Nama

.,1,#AyoMondok,12,#BelajarIslam,8,#CintaNKRI,2,#DanaHaji,1,#HariSantri,19,#HariSantri #HariSantri2017,1,#HariSantri2017,1,#HarlahNU,4,#HarlahNU91,2,#HaulKiaiHasanGenggong,2,#IslamIndonesia,1,#IslamNUsantara,4,#KajianRamadhan,1,#SavePalestine,3,#SaveRohingya,3,1 Muharram,3,1 Syawal,1,2016,1,A. Zakky Zulhazmi,1,Abdlul Halim Hasan,1,Abdul Mun'im DZ,1,Abu Bakar Hasan Assegaf,1,Adab Rasulullah,1,Advetorial,2,Afif Sunakim,1,Agama,1,Agama Cinta,1,Agenda,25,Agenda NU,1,Agnez Mo,1,Agus Zainal Arifin,3,Ahlusunnah wal Jama'ah,31,Ahmad Baso,1,Ahmad Mujib Rahmat,1,Ahmet Davutoglu,1,Ahsunnah,1,AJaran Islam,1,Akhir Zaman,1,Akhlakul Karimah,1,Al-Nimr,1,Al-Qaeda,1,Al-Qur'an,4,Al-Qur'an Raksasa,1,Al-Zastrow Ngatawi,1,Alamsyah M. Dja’far,3,Ali bin Abi Thalib,2,Ali Zawawi,1,Alissa Wahid,1,Allah,1,Almanak,1,Alumni Madrasah,1,Amalan,16,Amalan di Bulan Ramadhan,2,Amalan NU,4,Amalan Rasulullah,1,Amaliah,19,Aman Abdurrahman,1,Amirul Ulum,2,Anas Saidi,1,Angka Istimewa dalam Islam,1,Angka Tiga,1,Angker,1,Ansor,3,Ansor Garut,1,Ansor Malang,1,Ansor Surabaya,1,Anti Korupsi,4,Anti Narkoba,1,Anti Radikalisme,3,Anti Terorisme,2,Anti Wahabi,1,Aplikasi Batik,1,Aqidah,2,Arab,1,Arab People,1,Arab Saudi,2,Arief Mundatsir Mandan,1,Arifin Junaidi,1,Arrahmah Channel,5,Arrahmah Featured,11,Arrahmah.com,1,Articles,2,Artikel,26,Asian Youth Robot Olimpiade,1,Asosiasi Pesantren NU,1,Aswaja,24,Asy'ariyah,1,Australia,1,Avicenna Roghid Putra,1,Ayat-ayat Toleransi,1,Ayman Adz Dzawahiri,1,Ayo Mondok,1,AYRO,1,Bahtsul Masail,1,Bangsa Indonesia,1,Banser,14,Banten,1,Batik,1,Batik Indonesia,1,Battle,1,Battle of Uhud,1,Beasiswa,12,Beasiswa Kemenag,3,Beasiswa Madrasah,1,Beasiswa Santri,1,Beasiswa Santri 2016,1,Beasiswa Santri Berprestasi,2,Beasiswa Santri Berprestasi 2016,1,Bekasi,1,Belajar Islam,26,Berita,148,Berita Duka,5,Berita Islam,3,Bid'ah,2,Bid'ah para Sahabat,1,Bima Arya,1,Biseksual,1,Bisnis Haram,1,BNN,1,BNN di Jepara,1,BNPT,2,Bodo Kupat,1,Bogor,1,Bom Kuningan,1,Bom Sarinah,2,Bom Thamrin,2,BPOM,1,Brain,1,Budaya,1,Buku,6,Bulan Rajab,1,Buletin Jumat,5,Burdah,1,Cak Masykur,25,Cak Nun,1,Cak Nur,1,Cangkir9,2,Cep Herry Syarifuddin,1,Cerpen,2,Channel Arrahmah,37,Charlie Hebdo,1,Cheng Ho,1,Choirul Anam,1,Cinta,1,Cinta Bangsa,1,Cinta Tanah Air,1,Counter Radicalism,6,Cybercrime,2,Dajjal,1,Dakwah Islam,4,dan Transgender,1,Darurat Narkoba,3,Dea Anugerah,1,Deklarasi Nahdlatul Ulama,1,Deklarasi Serpong,1,Densus 88,2,Digital Media,2,Direktorat Pendidikan Madrasah,1,Dit PD Pontren Kemenag,1,DKI Jakarta,1,Doa,31,Doa Akhir Tahun,1,Doa Anak Sholeh,1,Doa Awal Tahun,1,Doa Berbuka,1,Doa dan Tirakat,1,Doa Gus Mus,1,Doa Harian,1,Doa Nabi,1,Doa Pernikahan,2,Doa Setelah Shalat,1,Doa Wudhu,1,Dosen UIN Walisongo,1,Download,1,Dr. Amin Haedari,1,DR. KH. M. A. SAHAL MAHFUDH,1,Dr. Nadirsyah Hosen,10,Dubes,1,Dzikir dan Doa,2,Dzikir Setelah Shalat,1,Editor's Choice,10,Effendi Choirie,1,Ekologi,3,Ekonomi,3,Eksekusi Mati Al-Nimr,1,English Edition,1,Esensi Syariah,1,Fadhila Haifa’ Afifah,1,Fadilah,1,Falak,1,Fardhu Wudhu,1,Fatayat NU,2,Fathoni Muhammad,1,Fatwa MUI,1,FDS,11,featured,133,Featured Arrahmah,44,Fikih,2,Fikih dan Muamalah,3,Fikih Ibadah,10,Fiqh,8,Fiqh Ibadah,1,Fiqh Qurban,6,Fiqh Shalat,3,Fiqih Lingkungan,2,Firqaf,1,Firqah,1,Firqoh,1,Fokus Khusus,1,FSN,2,Fulldayschool,4,Fundamentalis akan Habis,1,Gafatar,1,Galeri,4,Gay,1,Geluntung Agel Wafi,1,Gerakan Nasional AyoMondok,1,Gerhana,1,Gerhana Bulan,1,Gerhana Matahari,3,Gerhana Matahari Total,1,GIYE,1,Good Muslim,13,GP Ansor,8,Grand Syaikh Al-Azhar,1,Grants,1,Griya Gus Dur,1,GTK Madrasah,2,Guru Inspiratif,2,Guru Madrasah,2,Guru MAN,1,Guru Mughni,1,Guru PAI,1,Gus Ahmad Muwaffiq,1,Gus Aqib,1,Gus Dur,23,Gus Miek,1,Gus Mus,9,Gus Muwafiq,1,Gus Rizal Mumaziq,1,Gus Sholah,1,Gus Ubaidillah Achmad,1,Gus Yaqut,1,GusDur.net,1,Gusdurian,2,Habib Abu Bakar,1,Habib Lutfi,1,Habib Luthfi bin Yahya,1,Habib Novel,10,Habib Novel Alaydrus,7,Habib Salim Bin Jindan,1,Habib Sholeh Al-Hamid Tanggul,1,Habib Syech,1,Habib Umar bin Hafidz,3,Hadist,1,Hadist Jibril,1,Hadits,1,Hadits 72 Bidadari,1,Hadits Diskriminatif,1,Hafidzoh,1,Haji,7,Haji 2015,1,Haji 2017,1,Haji 2018,1,Hajj,1,Halal bi Halal,3,Halaqah,1,Hamid Ahmad Masduki Baidlawi,1,Har Santri,1,Hari Arafah,2,Hari Batik Nasional,1,Hari Natal,1,Hari Pahlawan,2,Hari Santri,32,Harlah,2,Harlah NU,3,Hasan al-Bashri,1,Haul,4,Haul Gus Dur,9,Haul Kiai Sholeh Darat,2,Haul Sunan Ampel,1,Haul Sunan Bonang,1,Haul Syekh Nawawi Al-Bantani,1,Headlines,20,Hikam Zain,15,Hikmah,83,Hikmah Islam,45,Hipsi,3,Hisab,1,Hizb,1,Hizbut Tahrir,2,Hizbut Tahrir Indonesia,2,Hoax,2,Hong Kong,1,HTI,2,HTIBubar,6,Hubbul Wathan minal Iman,1,Hukum Islam mengenai LGBT,1,Hukum Melangkahi Kuburan,1,Hukum Membunuh,1,Hukum Membunuh dalam Islam,1,Hukum Ucapan Natal,1,Humor,3,HUT TNI,1,Hymne,1,I-Banking,1,Ibadah,4,Ibn Muljam,1,Ibn Yaqzan,1,Ibu Nabi Muhammad,1,Ibunda Nabi Muhammad,1,IDC,1,Ideologi,1,Idhul Adha,1,Idul Adha,14,Idul Fitri,7,IIEE,1,IISRO,1,Ijazah,6,Ijtihad,1,Ikhbar,42,Ilmu Kalam,1,Image,1,Imam al-Syafi’i,1,Imam Ghazali,1,Imam Malik,1,Imam Muslim,1,Imam Nawawi,1,Imlek,1,INC,2,Indonesia Darurat Narkoba,1,Info Haji,2,Inspirasi,11,Inspirasi Pesantren,2,Interfaith,3,Internasional,98,International,3,International Islamic School Robot Olympiad,1,International Peace Day,1,Internet Banking,1,IPNU,1,IPPNU,1,Iqbal Khalidi,3,Iqbal Kholidi,1,Iran,1,ISIS,11,Islah Gusmian,1,Islam,16,Islam dan Perdamaian,1,Islam Di China,3,Islam di Papua,1,Islam Indonesia,3,Islam Nusantara,28,Islam Nusantara Center,1,Islam Papua,1,Islam Radikal,1,Islamic Event,1,Islamic State,1,Isra' Mi'raj,1,Istighosah Kubro,1,Istikharah,1,Ito Surmardi,1,JAD,1,Jakarta,4,Jamiyatun Nasihin,1,Jasad Utuh,1,Jawa Barat,3,Jawa Tengah,7,Jawa Timur,4,Jazirah Arab,1,JIhad,3,Jihad fi Sabilillah,1,Jokowi,5,Jonru,1,Jurnalistik,1,K.H. Ahmad Umar Abdul Manan,1,Kabar Duka,1,Kabar Pesantren,5,Kabar Pesantrens,1,Kajian Islam,18,Kajian Ramadhan,1,Kalam Ulama,4,Kalender,2,Kalender Islam,2,Kalimah Syahadat,1,Kalis Mardiasih,1,Kampung Damai,1,Kampus,1,Kekerasan,1,Kemenag,3,Kementerian Agama,1,Kementerian Agama RI,3,Keraton Sumenep,1,Kesehatan,4,Ketua PBNU,1,Ketum PBNU,1,Ketupat,1,Keutamaan Bulan Rajab,1,Keutamaan Shalat Tarawih,16,Keutamaan Shalawat Nabi,2,Keutamaan Tarawih,1,KH A Ghazalie Masroeri,1,KH Abdurrahman Wahid,5,KH MA Sahal Mahfudh,2,KH Maemon Zubair,1,KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh,1,KH Sahal Mahfudh,3,KH Said Aqil Siraj,1,KH Wahab Hasbullah,1,KH. Abdul Aziz Manshuri,1,KH. Abdul Ghoffar Rozien,1,KH. Abdul Karim,1,KH. Abdul Muhaimin,1,KH. Abdurrahman Wahid,1,KH. Ali M. Abdillah,1,KH. Bisri Mustofa,1,KH. Cep Herry Syarifuddin,3,KH. Hasyim Asy'ari,1,KH. Hasyim Asyari,3,KH. Husein Muhammad,2,KH. Iftah Sidiq,1,KH. Lukman Harits Dimyati,1,KH. Ma'ruf Amin,2,KH. Maimoen Zubair,11,KH. Marzuqi Dahlan,1,KH. Masdar F. Mas'udi,2,KH. Mustofa Bisri,2,KH. Said Aqil Siraj,5,KH. Sholeh Darat,8,KH. Thobary Syadzily,1,KH. Tubagus Muhammad Falak,1,KH. Yahya Cholil Staquf,3,KH. Zainal Mustafa,2,KH. Zakky Mubarok,2,KH.Shalih Darat,1,Khanza Iliyina Syafa,1,Khawarij,1,Khazanah,3,Khazanah Isam,7,Khazanah Islam,379,Khilafah Islamiyah,5,Khofifah Indar Parawansa,1,Khoirul Anam,2,Khulafaur Rasyidin,1,Khutbah,4,Khutbah Idul Fitri,2,Khutbah Jumat,1,Kiai Abdul Hamid,1,Kiai Hasan Genggong,1,Kiat Menulis,1,Kiddle,1,Kilas,1,Kirab Santri,1,Kisah Hikmah,16,Kisah Nabi,1,Kisah Rasulullah,1,Kisah Teladan,1,Kita Tidak takut,1,Kitab Durrotun Nasihin,1,Kitab Jawahirul Bukhori,1,Kitab Kuning,5,Kitab Pegon,1,Kitab Suci,1,Kokam,1,Kolom,96,Komedi Religi,1,Kominfo,1,Konferwil NU Jabar,1,Konflik Sunni-Syiah,1,Kongkow Sufi,3,Konsultasi Agama,1,Konsultasi Islam,1,Kontra Radikal-Terorisme,1,KPAI,1,KPK,1,Kreatif Indonesia,1,Kriminal,1,Krisis Jerusalem,2,Krisis Rohingya,7,KUPI,1,Kurban,7,Kyai Maimoen Zubair,1,Kyai Masdar,1,Kyai Pahlawanku,1,Kyai Pesantren,1,Lailatul Qadr,1,Lambang NU,1,Lapan-A2,1,Laporan,1,Lazisnu,1,Le Petit Prince,1,Lebaran,1,Lebaran Ketupat,1,Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama,2,Lesbian,1,Letter of Acceptance,1,LFNU,1,LGBT,2,Liberalisme,1,Life of Mohammed,3,Life of Muhammad,2,Liga Santri,2,Liga Santri Nusantara,3,Lingkungan,1,LIPI,1,Litbang Kemenag,1,Literasi,7,Literasi Digital,3,LoA,1,Logo Muktamar NU ke-33,1,Logo NU,1,Love Peace,1,LPDP,1,LSN,5,LSN 2017,3,LTN NU,3,Lukman Hakim Saifuddin,3,Lunar System,1,M. Kholid Syeirazi,1,M. Nur Kholis Setiawan,1,M. Rikza Chamami,13,M. Rikza Khamami,1,Ma'arif NU,2,Madrasah,24,Madrasah Diniyah,5,Madrasah Lebih Baik,2,Madrasah TBS,1,Mahasiswa,2,Mahbub Ma'afi,2,Mainstream Media,1,Majelis Dzikir,1,Majelis Shalawat,1,Makalah,3,Makam Gus Dur,1,Makam Nabi,1,Makam Nabi Muhammad SAW,1,Makam Rasulullah,1,Makam Sunan Bonang,1,Makkah,1,Maklumat,3,Makna Bismillah,1,Makna Logo Muktamar NU ke-33,1,Malik bin Anas,1,Mama Falak,1,MAN IC,1,Manhaj Salafi Imam Syafi’i,1,Manhaji,1,Manusia Robot Bali,1,Mars,1,Masjid,1,Masjid Zhenjiao,1,Masjidid Haram,1,Masjidil Haram,1,Maturidiyyah,1,Maulid,4,Maulid Burdah,1,Maulid dalam Islam,1,Maulid Nabi,7,Maulid Nabi Muhammad SAW,3,Mbah Maimoen Zubair,2,Mbah Moen Sarang,2,Mbah Mun,1,Mbah Sahal,1,Mbah Sholeh Darat,1,MCA,1,Media,2,Media Sosial,1,Media Watch,1,Mehmet Gormez,1,Melangkahi Kuburan,1,Meme,1,Meme Islami,1,Menag,2,Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia,1,Mengenal Jejak Mengenal Watak,1,Menristek,1,Menulis,1,Merayakan Maulid,1,Milad,1,Minal Aidin Wal Faizin,1,Minhajul 'Abidin,5,Moment,1,MTs Surya Buana Malang,1,MTsN 2 Pamulang,1,MTT,1,Mualaf,2,Mudik Lebaran,1,Muhammad,2,Muhammad bin ‘Abd al-Wahhab,2,Muhammad Nasir,1,Muhammad Niam,1,Muhammad PBUH,1,Muhammad SAW,3,Muhammad Tijany,1,Muharram,2,MUI,1,Mujaheeden,1,Mujahidin Palestina,1,Mukiyah,1,Mukjizat,2,Muktamar NU,1,Muktamar NU ke 33,2,Munas-Konbes NU,20,Munawir Aziz,1,Muntaha Azhari,1,Museum Keraton Sumenep,1,Muslim Hong Kong,1,Muslim Kagetan,1,Muslim Papua,1,Muslimat NU,2,Nabi dan Rasul,1,Nabi Ibrahim,1,Nabi Muhammad,2,Nabi Muhammad SAW,6,Nadirsyah Hosen,6,Nadlatul Ulama,2,Nahdatul Ulama,18,Nahdlatul Ulama,157,Nahdlatul Ulamata,1,Name of Allah,1,Narkoba,3,Nasehat,8,Nasihat,1,Nasional,412,Nasionalisme,1,Natal,1,Natal 2015,1,Natal dan Maulid,1,Netizen Jurnalistik,1,New,1,News,677,News Ikhbar,2,News IPPNU,1,News Pictures,17,Ngaji Live,1,Ngaji Puasa,27,Ngaji Ramadan,8,Ngaji Ramadhan,20,Ngaji Video,1,Niat Puasa,1,Nishfu Sya'ban,1,NKRI,1,NKRI Harga Mati,3,NU,7,NU ANZ,1,NU Batang,1,NU Bogor,13,NU Care,2,NU Care LazisNU,2,NU Garis Lurus,1,NU Jabar,2,NU Jatim,1,NU Klaten,1,NU Semarang,1,NUCare,4,NUPeduli,1,Nur Kholik Ridwan,1,Nur Rofiah,1,Olimpiade Kedokteran,1,Opini,283,Opinion,1,Opnion,1,Orbituari,2,Pagar Nusa,13,PAI,2,Palestina,2,Palestine,1,Palestine Mujaheeden,1,Papua,1,Parenting,1,PBNU,8,PBSB,3,PBSB 2016,1,Peace,1,Peduli Bencana,2,Pelajar NU,1,Pendaftaran PBSB 2016,1,Pendididkan Islam,18,Pendidika Islam,1,Pendidika Islam,1,Pendidikan,171,Pendidikan Agama,1,Pendidikan Islam,158,Pendidikan Karakter,2,Pendidikan Madrasah,5,Pendidikan Politik,3,Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam,1,Pendidikn Karakter,1,Pendis Kemenag,2,Penggrebekan di Jepara,1,Pengobatan Islami,1,Penjajahan,1,Pentas PAI,1,Penulis,1,Perang,1,Perang Badar,1,Perang Uhud,1,Perguruan Tinggi NU,1,Perkemahan Rohis,1,Perppu Ormas,2,Perpres,1,Perpu Ormas,1,Perwimanas,2,Pesan Kiai,1,Pesantren,70,Pesantren Assalafiyah Cirebon. Assalafiyah,1,Pesantren Ibnu Mas'ud,1,Pesantren Lirboyo,2,Pesantren Mahasiswa,1,Pesantren Salaf,1,Photo,1,Pilihan Editor,105,Pilkada,1,Pilkada 2017,1,Pilkada DKI,1,Pilkada Jatim,1,Ploso,1,PMII,3,Polemik Sejarah Tere Liye,1,Politik,13,Ponorogo,1,Ponpes Al-Anwar,1,Pontianak,1,PPMN III,1,Pra Munas,4,Pramuka,1,Prof. Dr. Ahmad Tayyeb,1,Prof. Dr. Quraish Shihab,3,Profil,3,PTKI,1,Puasa Arafah,1,Puasa Ramadhan,1,Puisi,12,Pustaka,10,Pustaka Pesantren,8,Qawli,1,Qunut Nazilah,1,Quote,1,Qurban,5,Radicalism,1,Radikalisme,10,Rajab,1,Ramadan,2,Ramadhab,1,Ramadhan,72,Ramadhan 2015,12,Ramadhan 2016,2,Ramadhan di Hong Kong,1,Ramadhan Video,25,Rasis,1,Rasullah,1,Rasulullah SAW,6,Recommended,2,Refleksi Akhir Tahun,1,Release,2,Release PBNU,1,Religion,2,Remaja Islam,1,Resolusi Jihad,2,Resolusi Jihad NU,1,Rezeki Halal,1,Rijal Mumazziq Z,1,Risalah NU,1,RMI NU,4,Robikin Emhas,1,Robot,1,Rohingya,11,Rokok,2,Rubbubiyah,1,Ruchman Basori,2,Rukun Islam,1,Sahabat,1,Sahabat Nabi,2,Sahih Muslim,1,Said Budairy,1,Saifuddin Zuhri,1,Saifullah Ma'shum,1,Sajak,2,Salafi,2,Salam,1,Sanad Keilmuan,1,Santri,6,Santri Goes To Papua,3,Santri Menulis,1,Santri Urban,1,Sarkub Papua,1,Sastra Islam,11,Satelit,1,Satelit Indonesia,1,Save Rohingya,6,Sayembara Logo Muktamar NU ke-33,1,Science,5,Sedekah,3,Sejarah,5,Sejarah Al-Qur'an,1,Sejarah Indonesia,2,Sejarah Islam,1,Sejarah NU,2,Sekolah Lima Hari,1,Seni dan Sastra Islam,12,Seri Belajar Islam,8,Seri KH. Said Aqil Siraj,1,Seri Tokoh,1,SGTP,1,Shahih Muslim,1,Shaikh Nimr Baqir al-Nimr,1,Shalat,18,Shalat Gerhana,3,Shalat Idul Adha,1,Shalat Istiqa,1,Shalat Jum'at,6,Shalat Sunah,1,Shalat Sunnah,3,Shalat Tarawih,15,Shalawa Nabi,1,Shalawat,2,Shalawat Nabi,4,Shalawat Nabi Muhammad SAW,2,Shalawat Nariyah,3,Sholat Tarawih,1,Sholawat,1,Sholeh Darat,1,Short Course,1,Sifat Mulia Rasulullah SAW,1,Silsilah Nabi Muhammad SAW,1,Silsilah Rasulullah,1,Sindikasi Damai,15,Sindikasi Media,1,Singaparna,1,Sinopsis,1,Sirah Nabawiyah,2,Sirah Nabi,2,Siswa Berprestasi,1,Slamet Basyid,1,solar system,1,Solidaritas,1,Sponsored,2,Suara NU,1,Sudut Pandang,1,Sudut Taman Ramadhan,7,Sufistik,1,Sumanto Al Qurtuby,9,Sumenep,1,Sunnah,2,Sunnah Rasulullah,1,Sunnah Shalat,1,SUNNI,1,Sunni-Shia,1,Sunni-Syiah,1,Suraji,6,Surat Edaran Gubernur Jateng,1,Surat Terbuka,3,Suriah,2,Syafa'at Rasulullah,1,Syafaat Nabi,1,Syahid,1,Syahrozad Zalfa Nadia,1,Syaikhona Kholil Bangkalan,1,Syarat Wajib Zakat,1,Syariah,2,Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani,1,Syeikh Abdul Qodir Al-Jailany,1,Syekh Abdul Qadir Al-Jailani,1,Syekh Dr. Muhammad Fadhil,1,SYIAH,3,Tafsir,1,Tafsir Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani,1,Tahlilan,2,Tahun Baru 2016,1,Tahun Baru Islam,2,Tahun Baru Masehi,1,Tanah Suci,1,Tarawih,21,Tasawuf,3,Tawan,1,Tawariq,1,Tayyip Erdogan,1,Tebuireng,6,Tekno,20,Teladan,1,Teladan Nabi,3,Teologi Teror,1,Teraweeh,1,Tere Liye,1,Teror,1,Teror 2016,1,Teror Jakarta,1,Teror Sarinah,1,Teror Thamrin,1,Teroris,4,Terorism,10,Terorisme,25,Tionghoa,1,Tips and Trick,2,Tokoh,86,Tokoh Betawi,1,Tokoh Bogor,1,Tokoh Dunia,3,Tokoh Indonesia,19,Tokoh Islam,114,Tokoh Kemerdekaan,2,Tokoh Muda Islam,25,Tokoh NU,17,Tokoh NU Bogor,1,Tokoh NU Jabar,1,Tokoh Perempuan,1,Tokoh PMII,1,Tokoh Rembang,1,Tokoh Syiah,1,Tolak FDS,12,Toleransi,5,Tradisi,2,Tragedi Crane di Masjidil Haram,1,Trend Sosial,2,Tuah Pesantren,1,Tulisan Arab,1,Tuntunan Islam,1,Turats,1,Turki,1,TurnBackHoax,4,Tutorial,1,TV9,1,Ubaidillah Achmad,23,Ubaidillah Ahmad,1,Ucapan Minal Aidin Wal Faizin,1,Ucapat Selamat Natal,1,Udhiyah,1,Uhud,1,Ulama,11,Ulama Bogor,1,Ulama Indonesia,1,Ulama NU,3,Ulama Nusantara,1,Ulama Perempuan,1,Ulama Salaf,1,Uluhiyah,1,UNU,2,Ustad Ahmad Ikrom,1,Ustadz,1,Ustadz Ahmad Ali MD,2,Ustadz Ali MD,1,Ustadz Fathuri,24,Ustadz Fatoni Muhammad,1,Ustadz Lc,1,Ustadz Ma'ruf Khozin,3,Ustadz Menjawab,5,Ustadz Yusuf Mukhtar Sidayu,1,Ustadz Yusuf Suharto,1,Uswah,3,Uswatuna,3,UU Ormas,1,Video,5,Vinanda Febriani,7,VoA-Islam,1,Wahabi,4,Wahabism,2,Wahabisme,2,Wahid Foundation,6,Wali Pasemone,1,Wali Songo,2,Walisongo,5,Waliyullah,1,Wardi Taufik,1,Wawasan,79,Wawasan Islam,54,Wawasan Kebangsaan,12,Wawasan Nusantara,43,Website Islam Indonesia,1,Website Islam Nusantara,1,Wirid dan Doa,2,Wirid dan Doa Setelah Shalat,1,Women and Jihad,1,Women Fighter,1,World Peace,1,Wudhu,3,Yahya Staquf,1,Yasin,1,Yayasan Saifuddin Zuhri,1,Yenny Wahid,3,Yogyakarta,8,Z-Featured,3,Zainal Mustafa,1,Zakat,4,Zakat Fitrah,2,Zakir Naik,1,Zakky Zulhazmi,2,ZIarah,4,Ziarah Kubur,2,Zikir,1,Zuhairi Misrawi,1,Zulkilfi Hasan,1,خطبة كسوف الشمس,1,
ltr
item
Arrahmah.co.id - Portal Dunia Islam: Mengandaikan Full Day School Dalam Seratus Hari
Mengandaikan Full Day School Dalam Seratus Hari
https://lh3.googleusercontent.com/-c7bs6PzHezU/V6rykT2mDLI/AAAAAAAABOw/4gTwaSvD0d4/s640/kisah-pelajar-sd-meniti-jembatan-darurat-ke-sekolah.jpg
https://lh3.googleusercontent.com/-c7bs6PzHezU/V6rykT2mDLI/AAAAAAAABOw/4gTwaSvD0d4/s72-c/kisah-pelajar-sd-meniti-jembatan-darurat-ke-sekolah.jpg
Arrahmah.co.id - Portal Dunia Islam
https://www.arrahmah.co.id/2016/08/mengandaikan-full-day-school-dalam.html
https://www.arrahmah.co.id/
https://www.arrahmah.co.id/
https://www.arrahmah.co.id/2016/08/mengandaikan-full-day-school-dalam.html
true
766049156261097024
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content