Ulama NU, Arsitek Tradisi Halal Bi Halal Dan Kupatan

Oleh: Ubaidillah Achmad   Sudah banyak dari kalangan umat Islam yang menikmati acara halal bihalal. Kegiatan ini telah berlangsung menjadi...

Oleh: Ubaidillah Achmad
 
Sudah banyak dari kalangan umat Islam yang menikmati acara halal bihalal. Kegiatan ini telah berlangsung menjadi tradisi syawalan pasca bulan ramadlan. Dalam kegiatan ini, setelah peserta menikmati beberapa ceramah para tokoh atau ulama dilanjutkan dengan acara makan makan yang sudah dihidangkan.

Hidangan acara halal bihalal lebih mewah dibandingkan dengan bentuk kegiatan kupatan. Acara kupatan hanya diisi dengan menikmati nasi kupat dan jenis sayur kupat. Acara halal bihalal berlangsung dengan kue dan makanan yang penuh dengan berbagai hidangan lezat. Selain itu, antara halal bi halal dan kupatan sama sama memiliki latar belakang kesejarahan yang berbeda. Meskipun demikian keduanya dari hasil arsitektur Ulama Nusantara yang sekarang ini masih di pertahankan dalam tradisi Nahdlatul Ulama (NU).

Sejak kemunculan kedua istilah ini, penulis belum membaca tulisan yang menjelaskan relevansi kedua istilah ini. Bersamaan dengan kegiatan syawalan, istilah halal bihalal, telah digunakan banyak instansi, keluarga, dan masyarakat.

Sebelum penulis memaparkan istilah halal bi halal relevansinya dengan kupatan, perlu kiranya disampaikan asal usul halal bi halal. Asal usul halal bi halal sudah masyhur di lingkungan pesantren, yaitu bermula dari kegiatan rekonsiliasi nasional yang digagas oleh KH. Wahab Hasbullah. Selain itu, penulis juga mendapatkan Whatsapp dari GROUP PCNU BOGOR, dari sumber tulisan KH. Masdar Farid Masudi. Dalam COPAS ini, juga mengkisahkan kegelisahan Ir. Soekarno  yang disampaikan kepada Kiai Wahab tentang konflik komunal nasional di Indonesia pasca kemerdekaan.

Dalam konteks tradisi, kegiatan syawalan yang diisi dengan cara sungkem kedua orang tua atau mereka yang dianggap tua, sudah berlangsung sejak abad 15. Pada abad ini, Walisongo mengisi syawalan dengan menggunakan istilah halal bihalal. Secara filosofis, istilah halal bihalal merupakan bentuk pemberian kehalalan atau kelapangan sikap dari satu subjek ke subjek yang lain atau sebaliknya.

Meskipun demikian, kisah asal usul halal bihalal tersebut masih memerlukan penelitian yang lebih komperehensip. Misalnya, halal bihalal yang melibatkan DI/TII, PKI Madiun, elit politik, dan tokoh tokoh nasional yang kesemuanya telah berjasa untuk bersama sama memperebutkan kemerdekaan RI. Sejarah mengakui mereka ini berjasa untuk merebut kemerdekaan bangsa dan negara Indonesia, namun sejarah juga telah mencatat adanya konflik elit politik pasca kemerdekaan.

Jika rekonsiliasi nasional melalui instrumen halal bihalal yang digagas Kiai Wahab ini benar, kenapa kisah konflik ini masih menyisakan dendam hingga sekarang. Yang menjadi persoalan, adalah siapa yang bermain dibalik konflik yang berkepanjangan ini? apakah kehendak elit dari masing masing kelompok kepentingan? apakah dari segelintir orang yang ingin berkuasa sendiri supaya tanpa matahari kembar di negeri ini? ataukah karena ketidaktahuan para pemimpin yang tertutup dengan sifat serakah, bagaimana cara konflik yang dibenarkan dan tidak merugikan persatuan dan kesatuan bangsa? atau karena kecerdasan imperialis kapitalis dalam menciptakan manajemen konflik?

Tentu saja, jika kepentingan kapital dalam dan luar negeri yang memainkan ini semua, maka akan bisa dibaca siapa yang paling menguasai aset negara sekarang ini, baik dengan cara sembunyi maupun dengan cara yang kasat di hadapan mata masyarakat Indonesia.

Jika dilihat dari kondisi elit yang menurut Gus Dur masih seperti anak TK, maka betapa mudahnya kepentingan kapital jika hendak meninak bobo dan memperlambat anak bangsa membangun NKRI yang berwibawa di mata dunia. Kelompok kepentingan kapital yang bermain di tengah konflik ini, yang hingga sekarang belum ada yang mengkajinya. Para akademisi kita masih memilih bergantung pada kebijakan para pemimpin dan elit politik. Para akademisi kita belum mandiri dengan penuh kejujuran untuk kemanusiaan dan peradaban.

Yang mengherankan penulis yang bukan sebagai sejarawan, kenapa sejarah bangsa indonesia hingga sekarang masih berjalan di tempat dengan saling menyalahkan antar kepentingan yang sudah lama melewati sebuah konflik kepentingan. Konflik ini seakan akan seperti baru selesai kemarin sore. Padahal, konflik kepentingan nasional ini jika sejarah asal usul halal bihalal benar, maka sama artinya konflik benar benar sudah selesai pada acara syawalan tahun 1948. Namun demikian, yang terjadi justru sebaliknya.

Dalam kesempatan ini, semua kelompok kepentingan politik, baik secara personal maupun komunal telah saling menghalalkan sebuah sikap yang selama ini pada saling mengharamkan untuk saling berbicara. Sikap saling mendiami antar elit pemimpin negeri, adalah perbuatan yang diharamkan oleh Agama dan merugikan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Tentu saja, bagi yang tidak menginginkan bangsa ini besar dan kuat, maka tidak akan senang dengan rekonsiliasi ini. Mereka ini hanya menginginkan konflik bangsa Indonesia berlangsung hingga berabad abad lamanya.

Dalam konflik ini selalu dimunculkan kambing hitam kepada sesama rakyat Indonesia, yang justru dapat menjadi ancaman berat bangsa Indonesia di hadapan para pemodal. Para pemodal ini selalu siap bermain dan memainkan masyarakat dengan sistem permodalannya: engkau yang menjual, akulah yang akan membelinya. Bagi para pemodal, konflik antar sesama rakyat Indonesia merupakan fenomena yang menguntungkan pemodal untuk bisa berjalan dengan dua kaki di antara kelompok kepentingan yang sedang memperebutkan kekuasaan pemerintahan di Indonesia.

Berbeda dengan halal bi halal, kupatan lebih berbentuk kegiatan ritual masyarakat dengan membawa kupat di tempat ibadah yang akan ditukar atau dibagikan dengan yang lain. Kupat ditukar atau dibagikan yang lain, setelah berdoa bersama masyarakat yang hadir pada kegiatan ini. Dalam kupatan tidak dilatarbelakangi intrik politik elit.

Kupatan sebuah bentuk pengakuan salah dari subjek kepada setiap unsur kosmologis di lingkungan subjek. Misalnya, sebagaimana yang telah disebutkan di atas, berupa pengakuan salah kepada Allah, kepada sesama umat manusia, dan kepada kesemestaan. Pengakuan salah inilah yang menjadi dasar ritual kupatan.

Jadi, yang terpenting dalam acara kupatan bukan seperti acara halal bihalal untuk memberikan maaf kepada yang lain (thalabu halâl bi tharîqin halâl) atau saling memaafkan (halâl “yujza’u” bilhalal). Makna kupatan, adalah sebuah sikap pengakuan salah kepada yang lain yang mendasari sikap pemberian maaf. Berikut ini hikmah halal bihalal dan ritual kupatan dalam tradisi masyarakat Jawa:

Hikmah Halal Bi Halal Dan Kupatan

Meskipun folosofi Halal Bi Halal dan Kupatan berbeda, namun telah memiliki kekhasan sebagai ajaran Islam Nusantara. Yang perlu dipahami, filosofi halal bi halal merupakan cara untuk membentuk rekonsiliasi nasional yang harus dimaknai sebagai upaya menghalalkan kembali relasi atau persatuan dan keatuan bangsa dengan menjauhi sikap yang diharamkan yang bersumber dari konflik sesama anak bangsa.

Jika halal bi halal tidak dipahami dari akar sejarah kemunculan istilah ini, maka bisa membuat salah paham interpretatif. Misalnya, acara halal bi halal untuk menghalalkan hak pihak yang satu yang sedang terintervensi pihak yang lainnya. Bahkan, dalam konteks bergurau, penulis pernah menemukan beberapa teman yang memaknai halal bihalal sebagai bentuk kebebasan hukum syariah bagi mereka yang berada di acara halal bi halal.

Karenanya, dalam sebuah pertemuan acara halal bihalal, ada yang mengatakan di antara yang berbeda jenis, "halal halalan ya". Jika perspektif historis tidak dibaca, maka akan terjadi pembelokan pemahaman terhadap makna halal bihalal sebagai pembenaran terhadap sesuatu yang tidak diperboleh oleh ajaran kenabian.

Dalam perspektif penulis, halal bi halal bisa menjadi contoh untuk sebuah rekonsiliasi nasional atau konflik politik antar anak bangsa. Karenanya, jika membaca sejarah awal kegiatan ini dilaksanakan, maka sudah seharusnya tidak menyimpan dendam politik masa lalu yang pernah terjadi antar anak bangsa. Kejadian politik berdarah masa lalu merupakan bentuk konflik di tengah zaman yang belum ada teknologi informasi.

Dengan demikian, masih banyak yang diadudomba tanpa bisa saling mengklarifikasi. Selain itu, gerakan politik masa lalu,
seperti tahun 1948 dan 1965, adalah rata rata masih didasarkan pada politik "pokok-e", belum ada kesempatan mengintip dapur pihak politik yang berbeda dan bisa saling tukar pengalaman. Politik di Indonesia pada awal kemerdekaan seperti agama yang harus dibela dengah harta benda dan darah.

Sementara itu, rakyat tidak memahami kehendak kuasa subjek subjek tertentu yang ingin memainkan politik. Rakyat pada awal kemerdekaan masih mudah dikelabuhi para elit politik, belum bisa memahami visi dan misi politik yang membebaskan dan mencerahkan umat manusia. Karena itu, konflik yang melatarbelakangi kemunculan istilah halal bi halal serat dengan konflik yang belum secara rasional dipahami oleh masyarakat luas. Konflik ini, lebih banyak karena kepentingan elit politik atau para tokoh partai politik. Acara halal bi halal ini bisa dilakukan untuk konteks membangun persatuan bangsa Indonesia.

Berbeda dengan acara halal bi halal yang berlatar belakang konflik komunal dan politik kepentingan, acara kupatan yang berkembang sekarang ini, merupakan pengakuan salah secara manusiawi dan sebuah sikap instropeksi diri terhadap perbuatan yang tidak disadari yang telah membuat ketidaknyamanan atau tidak ramah kepada Allah, manusia, dan terhadap unsur kesemestaan.

Jadi, kupatan merupakan bentuk pengakuan salah secara total dihadapan tiga komponen unsur kosmologis. Selain itu, secara filosofis, kupatan juga berfungsi untuk menguatkan kembali fungsi empat perbuatan manusia (laku papat), seperti: sikap terbuka terhadap kritik dan masukan (lebaran), sikap selalu menjaga kebersamaan (leburan), saling mengisi dan menutupi kekurangan masing masing (luberan), dan sikap saling menghiasi atau memperindah sistem persaudaraan (laburan).

Jadi, acara halal bihalal menempati sejarah rekonsiliasi yang penting yang harus mengingatkan seluruh komponen bangsa untuk bersatu padu memperkuat NKRI. Sedangkan, kupatan memiliki latar belakang yang bernuansa pada makna ritual keagamaan masyarakat jawa era kerajaan Demak. Ritual kupatan ini bermula dari rekosntruksi Walisongo, Sunan Kalijaga terhadap model kupatan pada masa majapahit yang dimaksudkan untuk pemujaan kepada Dewa Dewi.

Dalam sejarah kewalen ini, kupatan dapat dipahami secara rasional. Misalnya, anyaman kupat merupakan simbol jalinan silaturrahim yang dibentuk dengan janur, yang terbentuk dari dua kata: nur dan aini. Kedua kata ini menjadi nurani, bermakna: cahaya mata hati. Model anyaman janur inilah yang seharusnya digunakan untuk membungkus nafsu manusia yang disimbolkan dengan beras. Jika nafsu terbungkus dengan anyaman janur, maka seseorang akan dapat mengendalikan nafsu.

Dengan pembungkus cahaya mata hati, maka kehendak nafsu tidak akan mudah digerakkan oleh syahwat dan angan kosong. Syahwat dan angan kosong ini merupakan potensi yang bersumber dari luar diri manusia yang berpengaruh besar terhadap gerak nafsu keserakahan manusia (nafsu al amarah bissu'). Karenanya, supaya tidak mudah bertemu antara nafsu dengan syahwat dan angan kosong, maka harus ditutup dengan anyaman rapat yang berupa lembaran janur.

Secara filosofis, acara syawalan atau kupatan yang melewati model terbentuknya sebuah kupat di atas, maka akan membentuk kekuatan pandangan dan sikap seseorang untuk memiliki ketajaman merenungkan keberadaan hidup dalam membentuk kesatuan relasi suci kosmologis. Sehubungan dengan kemampuan pencapaian ini, maka seseorang akan mendapatkan totalitas pengetahuan, kesadaran, pengertian, dan keasatuan kosmologis di tengah hak hak kehidupan yang lain.

Penulis, Khadim PP. As Syuffah Njumput-Sidorejo Pamotan Rembang, Suluk Kiai Cebolek dan Islam Geger Kendeng

COMMENTS

Nama

.,1,#AyoMondok,12,#BelajarIslam,8,#CintaNKRI,2,#DanaHaji,1,#HariSantri,19,#HariSantri #HariSantri2017,1,#HariSantri2017,1,#HarlahNU,4,#HarlahNU91,2,#HaulKiaiHasanGenggong,2,#IslamIndonesia,1,#IslamNUsantara,4,#KajianRamadhan,1,#SavePalestine,3,#SaveRohingya,3,1 Muharram,3,1 Syawal,1,2016,1,A. Zakky Zulhazmi,1,Abdlul Halim Hasan,1,Abdul Mun'im DZ,1,Abu Bakar Hasan Assegaf,1,Adab Rasulullah,1,Advetorial,2,Afif Sunakim,1,Agama,1,Agama Cinta,1,Agenda,25,Agenda NU,1,Agnez Mo,1,Agus Zainal Arifin,3,Ahlusunnah wal Jama'ah,31,Ahmad Baso,1,Ahmad Mujib Rahmat,1,Ahmet Davutoglu,1,Ahsunnah,1,AJaran Islam,1,Akhir Zaman,1,Akhlakul Karimah,1,Al-Nimr,1,Al-Qaeda,1,Al-Qur'an,4,Al-Qur'an Raksasa,1,Al-Zastrow Ngatawi,1,Alamsyah M. Dja’far,3,Ali bin Abi Thalib,2,Ali Zawawi,1,Alissa Wahid,1,Allah,1,Almanak,1,Alumni Madrasah,1,Amalan,16,Amalan di Bulan Ramadhan,2,Amalan NU,4,Amalan Rasulullah,1,Amaliah,19,Aman Abdurrahman,1,Amirul Ulum,2,Anas Saidi,1,Angka Istimewa dalam Islam,1,Angka Tiga,1,Angker,1,Ansor,3,Ansor Garut,1,Ansor Malang,1,Ansor Surabaya,1,Anti Korupsi,4,Anti Narkoba,1,Anti Radikalisme,3,Anti Terorisme,2,Anti Wahabi,1,Aplikasi Batik,1,Aqidah,2,Arab,1,Arab People,1,Arab Saudi,2,Arief Mundatsir Mandan,1,Arifin Junaidi,1,Arrahmah Channel,5,Arrahmah Featured,11,Arrahmah.com,1,Articles,2,Artikel,26,Asian Youth Robot Olimpiade,1,Asosiasi Pesantren NU,1,Aswaja,24,Asy'ariyah,1,Australia,1,Avicenna Roghid Putra,1,Ayat-ayat Toleransi,1,Ayman Adz Dzawahiri,1,Ayo Mondok,1,AYRO,1,Bahtsul Masail,1,Bangsa Indonesia,1,Banser,14,Banten,1,Batik,1,Batik Indonesia,1,Battle,1,Battle of Uhud,1,Beasiswa,12,Beasiswa Kemenag,3,Beasiswa Madrasah,1,Beasiswa Santri,1,Beasiswa Santri 2016,1,Beasiswa Santri Berprestasi,2,Beasiswa Santri Berprestasi 2016,1,Bekasi,1,Belajar Islam,26,Berita,148,Berita Duka,5,Berita Islam,3,Bid'ah,2,Bid'ah para Sahabat,1,Bima Arya,1,Biseksual,1,Bisnis Haram,1,BNN,1,BNN di Jepara,1,BNPT,2,Bodo Kupat,1,Bogor,1,Bom Kuningan,1,Bom Sarinah,2,Bom Thamrin,2,BPOM,1,Brain,1,Budaya,1,Buku,6,Bulan Rajab,1,Buletin Jumat,5,Burdah,1,Cak Masykur,25,Cak Nun,1,Cak Nur,1,Cangkir9,2,Cep Herry Syarifuddin,1,Cerpen,2,Channel Arrahmah,37,Charlie Hebdo,1,Cheng Ho,1,Choirul Anam,1,Cinta,1,Cinta Bangsa,1,Cinta Tanah Air,1,Counter Radicalism,6,Cybercrime,2,Dajjal,1,Dakwah Islam,4,dan Transgender,1,Darurat Narkoba,3,Dea Anugerah,1,Deklarasi Nahdlatul Ulama,1,Deklarasi Serpong,1,Densus 88,2,Digital Media,2,Direktorat Pendidikan Madrasah,1,Dit PD Pontren Kemenag,1,DKI Jakarta,1,Doa,31,Doa Akhir Tahun,1,Doa Anak Sholeh,1,Doa Awal Tahun,1,Doa Berbuka,1,Doa dan Tirakat,1,Doa Gus Mus,1,Doa Harian,1,Doa Nabi,1,Doa Pernikahan,2,Doa Setelah Shalat,1,Doa Wudhu,1,Dosen UIN Walisongo,1,Download,1,Dr. Amin Haedari,1,DR. KH. M. A. SAHAL MAHFUDH,1,Dr. Nadirsyah Hosen,10,Dubes,1,Dzikir dan Doa,2,Dzikir Setelah Shalat,1,Editor's Choice,10,Effendi Choirie,1,Ekologi,3,Ekonomi,3,Eksekusi Mati Al-Nimr,1,English Edition,1,Esensi Syariah,1,Fadhila Haifa’ Afifah,1,Fadilah,1,Falak,1,Fardhu Wudhu,1,Fatayat NU,2,Fathoni Muhammad,1,Fatwa MUI,1,FDS,11,featured,133,Featured Arrahmah,44,Fikih,2,Fikih dan Muamalah,3,Fikih Ibadah,10,Fiqh,8,Fiqh Ibadah,1,Fiqh Qurban,6,Fiqh Shalat,3,Fiqih Lingkungan,2,Firqaf,1,Firqah,1,Firqoh,1,Fokus Khusus,1,FSN,2,Fulldayschool,4,Fundamentalis akan Habis,1,Gafatar,1,Galeri,4,Gay,1,Geluntung Agel Wafi,1,Gerakan Nasional AyoMondok,1,Gerhana,1,Gerhana Bulan,1,Gerhana Matahari,3,Gerhana Matahari Total,1,GIYE,1,Good Muslim,13,GP Ansor,8,Grand Syaikh Al-Azhar,1,Grants,1,Griya Gus Dur,1,GTK Madrasah,2,Guru Inspiratif,2,Guru Madrasah,2,Guru MAN,1,Guru Mughni,1,Guru PAI,1,Gus Ahmad Muwaffiq,1,Gus Aqib,1,Gus Dur,23,Gus Miek,1,Gus Mus,9,Gus Muwafiq,1,Gus Rizal Mumaziq,1,Gus Sholah,1,Gus Ubaidillah Achmad,1,Gus Yaqut,1,GusDur.net,1,Gusdurian,2,Habib Abu Bakar,1,Habib Lutfi,1,Habib Luthfi bin Yahya,1,Habib Novel,10,Habib Novel Alaydrus,7,Habib Salim Bin Jindan,1,Habib Sholeh Al-Hamid Tanggul,1,Habib Syech,1,Habib Umar bin Hafidz,3,Hadist,1,Hadist Jibril,1,Hadits,1,Hadits 72 Bidadari,1,Hadits Diskriminatif,1,Hafidzoh,1,Haji,7,Haji 2015,1,Haji 2017,1,Haji 2018,1,Hajj,1,Halal bi Halal,3,Halaqah,1,Hamid Ahmad Masduki Baidlawi,1,Har Santri,1,Hari Arafah,2,Hari Batik Nasional,1,Hari Natal,1,Hari Pahlawan,2,Hari Santri,32,Harlah,2,Harlah NU,3,Hasan al-Bashri,1,Haul,4,Haul Gus Dur,9,Haul Kiai Sholeh Darat,2,Haul Sunan Ampel,1,Haul Sunan Bonang,1,Haul Syekh Nawawi Al-Bantani,1,Headlines,20,Hikam Zain,15,Hikmah,83,Hikmah Islam,45,Hipsi,3,Hisab,1,Hizb,1,Hizbut Tahrir,2,Hizbut Tahrir Indonesia,2,Hoax,2,Hong Kong,1,HTI,2,HTIBubar,6,Hubbul Wathan minal Iman,1,Hukum Islam mengenai LGBT,1,Hukum Melangkahi Kuburan,1,Hukum Membunuh,1,Hukum Membunuh dalam Islam,1,Hukum Ucapan Natal,1,Humor,3,HUT TNI,1,Hymne,1,I-Banking,1,Ibadah,4,Ibn Muljam,1,Ibn Yaqzan,1,Ibu Nabi Muhammad,1,Ibunda Nabi Muhammad,1,IDC,1,Ideologi,1,Idhul Adha,1,Idul Adha,14,Idul Fitri,7,IIEE,1,IISRO,1,Ijazah,6,Ijtihad,1,Ikhbar,42,Ilmu Kalam,1,Image,1,Imam al-Syafi’i,1,Imam Ghazali,1,Imam Malik,1,Imam Muslim,1,Imam Nawawi,1,Imlek,1,INC,2,Indonesia Darurat Narkoba,1,Info Haji,2,Inspirasi,11,Inspirasi Pesantren,2,Interfaith,3,Internasional,98,International,3,International Islamic School Robot Olympiad,1,International Peace Day,1,Internet Banking,1,IPNU,1,IPPNU,1,Iqbal Khalidi,3,Iqbal Kholidi,1,Iran,1,ISIS,11,Islah Gusmian,1,Islam,16,Islam dan Perdamaian,1,Islam Di China,3,Islam di Papua,1,Islam Indonesia,3,Islam Nusantara,28,Islam Nusantara Center,1,Islam Papua,1,Islam Radikal,1,Islamic Event,1,Islamic State,1,Isra' Mi'raj,1,Istighosah Kubro,1,Istikharah,1,Ito Surmardi,1,JAD,1,Jakarta,4,Jamiyatun Nasihin,1,Jasad Utuh,1,Jawa Barat,3,Jawa Tengah,7,Jawa Timur,4,Jazirah Arab,1,JIhad,3,Jihad fi Sabilillah,1,Jokowi,5,Jonru,1,Jurnalistik,1,K.H. Ahmad Umar Abdul Manan,1,Kabar Duka,1,Kabar Pesantren,5,Kabar Pesantrens,1,Kajian Islam,18,Kajian Ramadhan,1,Kalam Ulama,4,Kalender,2,Kalender Islam,2,Kalimah Syahadat,1,Kalis Mardiasih,1,Kampung Damai,1,Kampus,1,Kekerasan,1,Kemenag,3,Kementerian Agama,1,Kementerian Agama RI,3,Keraton Sumenep,1,Kesehatan,4,Ketua PBNU,1,Ketum PBNU,1,Ketupat,1,Keutamaan Bulan Rajab,1,Keutamaan Shalat Tarawih,16,Keutamaan Shalawat Nabi,2,Keutamaan Tarawih,1,KH A Ghazalie Masroeri,1,KH Abdurrahman Wahid,5,KH MA Sahal Mahfudh,2,KH Maemon Zubair,1,KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh,1,KH Sahal Mahfudh,3,KH Said Aqil Siraj,1,KH Wahab Hasbullah,1,KH. Abdul Aziz Manshuri,1,KH. Abdul Ghoffar Rozien,1,KH. Abdul Karim,1,KH. Abdul Muhaimin,1,KH. Abdurrahman Wahid,1,KH. Ali M. Abdillah,1,KH. Bisri Mustofa,1,KH. Cep Herry Syarifuddin,3,KH. Hasyim Asy'ari,1,KH. Hasyim Asyari,3,KH. Husein Muhammad,2,KH. Iftah Sidiq,1,KH. Lukman Harits Dimyati,1,KH. Ma'ruf Amin,2,KH. Maimoen Zubair,11,KH. Marzuqi Dahlan,1,KH. Masdar F. Mas'udi,2,KH. Mustofa Bisri,2,KH. Said Aqil Siraj,5,KH. Sholeh Darat,8,KH. Thobary Syadzily,1,KH. Tubagus Muhammad Falak,1,KH. Yahya Cholil Staquf,3,KH. Zainal Mustafa,2,KH. Zakky Mubarok,2,KH.Shalih Darat,1,Khanza Iliyina Syafa,1,Khawarij,1,Khazanah,3,Khazanah Isam,7,Khazanah Islam,379,Khilafah Islamiyah,5,Khofifah Indar Parawansa,1,Khoirul Anam,2,Khulafaur Rasyidin,1,Khutbah,4,Khutbah Idul Fitri,2,Khutbah Jumat,1,Kiai Abdul Hamid,1,Kiai Hasan Genggong,1,Kiat Menulis,1,Kiddle,1,Kilas,1,Kirab Santri,1,Kisah Hikmah,16,Kisah Nabi,1,Kisah Rasulullah,1,Kisah Teladan,1,Kita Tidak takut,1,Kitab Durrotun Nasihin,1,Kitab Jawahirul Bukhori,1,Kitab Kuning,5,Kitab Pegon,1,Kitab Suci,1,Kokam,1,Kolom,96,Komedi Religi,1,Kominfo,1,Konferwil NU Jabar,1,Konflik Sunni-Syiah,1,Kongkow Sufi,3,Konsultasi Agama,1,Konsultasi Islam,1,Kontra Radikal-Terorisme,1,KPAI,1,KPK,1,Kreatif Indonesia,1,Kriminal,1,Krisis Jerusalem,2,Krisis Rohingya,7,KUPI,1,Kurban,7,Kyai Maimoen Zubair,1,Kyai Masdar,1,Kyai Pahlawanku,1,Kyai Pesantren,1,Lailatul Qadr,1,Lambang NU,1,Lapan-A2,1,Laporan,1,Lazisnu,1,Le Petit Prince,1,Lebaran,1,Lebaran Ketupat,1,Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama,2,Lesbian,1,Letter of Acceptance,1,LFNU,1,LGBT,2,Liberalisme,1,Life of Mohammed,3,Life of Muhammad,2,Liga Santri,2,Liga Santri Nusantara,3,Lingkungan,1,LIPI,1,Litbang Kemenag,1,Literasi,7,Literasi Digital,3,LoA,1,Logo Muktamar NU ke-33,1,Logo NU,1,Love Peace,1,LPDP,1,LSN,5,LSN 2017,3,LTN NU,3,Lukman Hakim Saifuddin,3,Lunar System,1,M. Kholid Syeirazi,1,M. Nur Kholis Setiawan,1,M. Rikza Chamami,13,M. Rikza Khamami,1,Ma'arif NU,2,Madrasah,24,Madrasah Diniyah,5,Madrasah Lebih Baik,2,Madrasah TBS,1,Mahasiswa,2,Mahbub Ma'afi,2,Mainstream Media,1,Majelis Dzikir,1,Majelis Shalawat,1,Makalah,3,Makam Gus Dur,1,Makam Nabi,1,Makam Nabi Muhammad SAW,1,Makam Rasulullah,1,Makam Sunan Bonang,1,Makkah,1,Maklumat,3,Makna Bismillah,1,Makna Logo Muktamar NU ke-33,1,Malik bin Anas,1,Mama Falak,1,MAN IC,1,Manhaj Salafi Imam Syafi’i,1,Manhaji,1,Manusia Robot Bali,1,Mars,1,Masjid,1,Masjid Zhenjiao,1,Masjidid Haram,1,Masjidil Haram,1,Maturidiyyah,1,Maulid,4,Maulid Burdah,1,Maulid dalam Islam,1,Maulid Nabi,7,Maulid Nabi Muhammad SAW,3,Mbah Maimoen Zubair,2,Mbah Moen Sarang,2,Mbah Mun,1,Mbah Sahal,1,Mbah Sholeh Darat,1,MCA,1,Media,2,Media Sosial,1,Media Watch,1,Mehmet Gormez,1,Melangkahi Kuburan,1,Meme,1,Meme Islami,1,Menag,2,Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia,1,Mengenal Jejak Mengenal Watak,1,Menristek,1,Menulis,1,Merayakan Maulid,1,Milad,1,Minal Aidin Wal Faizin,1,Minhajul 'Abidin,5,Moment,1,MTs Surya Buana Malang,1,MTsN 2 Pamulang,1,MTT,1,Mualaf,2,Mudik Lebaran,1,Muhammad,2,Muhammad bin ‘Abd al-Wahhab,2,Muhammad Nasir,1,Muhammad Niam,1,Muhammad PBUH,1,Muhammad SAW,3,Muhammad Tijany,1,Muharram,2,MUI,1,Mujaheeden,1,Mujahidin Palestina,1,Mukiyah,1,Mukjizat,2,Muktamar NU,1,Muktamar NU ke 33,2,Munas-Konbes NU,20,Munawir Aziz,1,Muntaha Azhari,1,Museum Keraton Sumenep,1,Muslim Hong Kong,1,Muslim Kagetan,1,Muslim Papua,1,Muslimat NU,2,Nabi dan Rasul,1,Nabi Ibrahim,1,Nabi Muhammad,2,Nabi Muhammad SAW,6,Nadirsyah Hosen,6,Nadlatul Ulama,2,Nahdatul Ulama,18,Nahdlatul Ulama,157,Nahdlatul Ulamata,1,Name of Allah,1,Narkoba,3,Nasehat,8,Nasihat,1,Nasional,412,Nasionalisme,1,Natal,1,Natal 2015,1,Natal dan Maulid,1,Netizen Jurnalistik,1,New,1,News,677,News Ikhbar,2,News IPPNU,1,News Pictures,17,Ngaji Live,1,Ngaji Puasa,27,Ngaji Ramadan,8,Ngaji Ramadhan,20,Ngaji Video,1,Niat Puasa,1,Nishfu Sya'ban,1,NKRI,1,NKRI Harga Mati,3,NU,7,NU ANZ,1,NU Batang,1,NU Bogor,13,NU Care,2,NU Care LazisNU,2,NU Garis Lurus,1,NU Jabar,2,NU Jatim,1,NU Klaten,1,NU Semarang,1,NUCare,4,NUPeduli,1,Nur Kholik Ridwan,1,Nur Rofiah,1,Olimpiade Kedokteran,1,Opini,283,Opinion,1,Opnion,1,Orbituari,2,Pagar Nusa,13,PAI,2,Palestina,2,Palestine,1,Palestine Mujaheeden,1,Papua,1,Parenting,1,PBNU,8,PBSB,3,PBSB 2016,1,Peace,1,Peduli Bencana,2,Pelajar NU,1,Pendaftaran PBSB 2016,1,Pendididkan Islam,18,Pendidika Islam,1,Pendidika Islam,1,Pendidikan,171,Pendidikan Agama,1,Pendidikan Islam,158,Pendidikan Karakter,2,Pendidikan Madrasah,5,Pendidikan Politik,3,Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam,1,Pendidikn Karakter,1,Pendis Kemenag,2,Penggrebekan di Jepara,1,Pengobatan Islami,1,Penjajahan,1,Pentas PAI,1,Penulis,1,Perang,1,Perang Badar,1,Perang Uhud,1,Perguruan Tinggi NU,1,Perkemahan Rohis,1,Perppu Ormas,2,Perpres,1,Perpu Ormas,1,Perwimanas,2,Pesan Kiai,1,Pesantren,70,Pesantren Assalafiyah Cirebon. Assalafiyah,1,Pesantren Ibnu Mas'ud,1,Pesantren Lirboyo,2,Pesantren Mahasiswa,1,Pesantren Salaf,1,Photo,1,Pilihan Editor,105,Pilkada,1,Pilkada 2017,1,Pilkada DKI,1,Pilkada Jatim,1,Ploso,1,PMII,3,Polemik Sejarah Tere Liye,1,Politik,13,Ponorogo,1,Ponpes Al-Anwar,1,Pontianak,1,PPMN III,1,Pra Munas,4,Pramuka,1,Prof. Dr. Ahmad Tayyeb,1,Prof. Dr. Quraish Shihab,3,Profil,3,PTKI,1,Puasa Arafah,1,Puasa Ramadhan,1,Puisi,12,Pustaka,10,Pustaka Pesantren,8,Qawli,1,Qunut Nazilah,1,Quote,1,Qurban,5,Radicalism,1,Radikalisme,10,Rajab,1,Ramadan,2,Ramadhab,1,Ramadhan,72,Ramadhan 2015,12,Ramadhan 2016,2,Ramadhan di Hong Kong,1,Ramadhan Video,25,Rasis,1,Rasullah,1,Rasulullah SAW,6,Recommended,2,Refleksi Akhir Tahun,1,Release,2,Release PBNU,1,Religion,2,Remaja Islam,1,Resolusi Jihad,2,Resolusi Jihad NU,1,Rezeki Halal,1,Rijal Mumazziq Z,1,Risalah NU,1,RMI NU,4,Robikin Emhas,1,Robot,1,Rohingya,11,Rokok,2,Rubbubiyah,1,Ruchman Basori,2,Rukun Islam,1,Sahabat,1,Sahabat Nabi,2,Sahih Muslim,1,Said Budairy,1,Saifuddin Zuhri,1,Saifullah Ma'shum,1,Sajak,2,Salafi,2,Salam,1,Sanad Keilmuan,1,Santri,6,Santri Goes To Papua,3,Santri Menulis,1,Santri Urban,1,Sarkub Papua,1,Sastra Islam,11,Satelit,1,Satelit Indonesia,1,Save Rohingya,6,Sayembara Logo Muktamar NU ke-33,1,Science,5,Sedekah,3,Sejarah,5,Sejarah Al-Qur'an,1,Sejarah Indonesia,2,Sejarah Islam,1,Sejarah NU,2,Sekolah Lima Hari,1,Seni dan Sastra Islam,12,Seri Belajar Islam,8,Seri KH. Said Aqil Siraj,1,Seri Tokoh,1,SGTP,1,Shahih Muslim,1,Shaikh Nimr Baqir al-Nimr,1,Shalat,18,Shalat Gerhana,3,Shalat Idul Adha,1,Shalat Istiqa,1,Shalat Jum'at,6,Shalat Sunah,1,Shalat Sunnah,3,Shalat Tarawih,15,Shalawa Nabi,1,Shalawat,2,Shalawat Nabi,4,Shalawat Nabi Muhammad SAW,2,Shalawat Nariyah,3,Sholat Tarawih,1,Sholawat,1,Sholeh Darat,1,Short Course,1,Sifat Mulia Rasulullah SAW,1,Silsilah Nabi Muhammad SAW,1,Silsilah Rasulullah,1,Sindikasi Damai,15,Sindikasi Media,1,Singaparna,1,Sinopsis,1,Sirah Nabawiyah,2,Sirah Nabi,2,Siswa Berprestasi,1,Slamet Basyid,1,solar system,1,Solidaritas,1,Sponsored,2,Suara NU,1,Sudut Pandang,1,Sudut Taman Ramadhan,7,Sufistik,1,Sumanto Al Qurtuby,9,Sumenep,1,Sunnah,2,Sunnah Rasulullah,1,Sunnah Shalat,1,SUNNI,1,Sunni-Shia,1,Sunni-Syiah,1,Suraji,6,Surat Edaran Gubernur Jateng,1,Surat Terbuka,3,Suriah,2,Syafa'at Rasulullah,1,Syafaat Nabi,1,Syahid,1,Syahrozad Zalfa Nadia,1,Syaikhona Kholil Bangkalan,1,Syarat Wajib Zakat,1,Syariah,2,Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani,1,Syeikh Abdul Qodir Al-Jailany,1,Syekh Abdul Qadir Al-Jailani,1,Syekh Dr. Muhammad Fadhil,1,SYIAH,3,Tafsir,1,Tafsir Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani,1,Tahlilan,2,Tahun Baru 2016,1,Tahun Baru Islam,2,Tahun Baru Masehi,1,Tanah Suci,1,Tarawih,21,Tasawuf,3,Tawan,1,Tawariq,1,Tayyip Erdogan,1,Tebuireng,6,Tekno,20,Teladan,1,Teladan Nabi,3,Teologi Teror,1,Teraweeh,1,Tere Liye,1,Teror,1,Teror 2016,1,Teror Jakarta,1,Teror Sarinah,1,Teror Thamrin,1,Teroris,4,Terorism,10,Terorisme,25,Tionghoa,1,Tips and Trick,2,Tokoh,86,Tokoh Betawi,1,Tokoh Bogor,1,Tokoh Dunia,3,Tokoh Indonesia,19,Tokoh Islam,114,Tokoh Kemerdekaan,2,Tokoh Muda Islam,25,Tokoh NU,17,Tokoh NU Bogor,1,Tokoh NU Jabar,1,Tokoh Perempuan,1,Tokoh PMII,1,Tokoh Rembang,1,Tokoh Syiah,1,Tolak FDS,12,Toleransi,5,Tradisi,2,Tragedi Crane di Masjidil Haram,1,Trend Sosial,2,Tuah Pesantren,1,Tulisan Arab,1,Tuntunan Islam,1,Turats,1,Turki,1,TurnBackHoax,4,Tutorial,1,TV9,1,Ubaidillah Achmad,23,Ubaidillah Ahmad,1,Ucapan Minal Aidin Wal Faizin,1,Ucapat Selamat Natal,1,Udhiyah,1,Uhud,1,Ulama,11,Ulama Bogor,1,Ulama Indonesia,1,Ulama NU,3,Ulama Nusantara,1,Ulama Perempuan,1,Ulama Salaf,1,Uluhiyah,1,UNU,2,Ustad Ahmad Ikrom,1,Ustadz,1,Ustadz Ahmad Ali MD,2,Ustadz Ali MD,1,Ustadz Fathuri,24,Ustadz Fatoni Muhammad,1,Ustadz Lc,1,Ustadz Ma'ruf Khozin,3,Ustadz Menjawab,5,Ustadz Yusuf Mukhtar Sidayu,1,Ustadz Yusuf Suharto,1,Uswah,3,Uswatuna,3,UU Ormas,1,Video,5,Vinanda Febriani,7,VoA-Islam,1,Wahabi,4,Wahabism,2,Wahabisme,2,Wahid Foundation,6,Wali Pasemone,1,Wali Songo,2,Walisongo,5,Waliyullah,1,Wardi Taufik,1,Wawasan,79,Wawasan Islam,54,Wawasan Kebangsaan,12,Wawasan Nusantara,43,Website Islam Indonesia,1,Website Islam Nusantara,1,Wirid dan Doa,2,Wirid dan Doa Setelah Shalat,1,Women and Jihad,1,Women Fighter,1,World Peace,1,Wudhu,3,Yahya Staquf,1,Yasin,1,Yayasan Saifuddin Zuhri,1,Yenny Wahid,3,Yogyakarta,8,Z-Featured,3,Zainal Mustafa,1,Zakat,4,Zakat Fitrah,2,Zakir Naik,1,Zakky Zulhazmi,2,ZIarah,4,Ziarah Kubur,2,Zikir,1,Zuhairi Misrawi,1,Zulkilfi Hasan,1,خطبة كسوف الشمس,1,
ltr
item
Arrahmah.co.id - Portal Dunia Islam: Ulama NU, Arsitek Tradisi Halal Bi Halal Dan Kupatan
Ulama NU, Arsitek Tradisi Halal Bi Halal Dan Kupatan
https://lh3.googleusercontent.com/-0HiaSfSvaqc/V4hbDIJ9FvI/AAAAAAAAA74/fdtLN9uS0L4/s640/Agt08%252520Silaturahmi%252520LebaranBING3054.JPG
https://lh3.googleusercontent.com/-0HiaSfSvaqc/V4hbDIJ9FvI/AAAAAAAAA74/fdtLN9uS0L4/s72-c/Agt08%252520Silaturahmi%252520LebaranBING3054.JPG
Arrahmah.co.id - Portal Dunia Islam
https://www.arrahmah.co.id/2016/07/ulama-nu-arsitek-tradisi-halal-bi-halal.html
https://www.arrahmah.co.id/
https://www.arrahmah.co.id/
https://www.arrahmah.co.id/2016/07/ulama-nu-arsitek-tradisi-halal-bi-halal.html
true
766049156261097024
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content