Headlines
Loading...
Ini Latar Belakang Kudeta Militer Di Turki, Peta Politik Turki dari Kacamata MUI

Ini Latar Belakang Kudeta Militer Di Turki, Peta Politik Turki dari Kacamata MUI

Oleh: KH Masduki Baidlowi
Ketua Komisi Infokom MUI Pusat

Walau partai Erdogan AKP secara formal berideologi sekuler, tetapi semua pihak dari kalangan musuh-musuh politiknya tahu bahwa ideologi Erdogan dan AKP sebenarnya terlalu kanan. Link Erdogan dan AKP ke kelompok dan jaringan Ikhwanul Muslimin (IM) sangat dekat. Di Indonesia hubungan AKP dan PKS juga terjalin baik. Itu antara lain karena keduanya sama-sama punya basis jaringan ke IM. Ini kurang disenangi kalangan militer turki yang berideologi sekuler.

Sementara Fathullah Gulen dikenal sebagai pioner dan penggerak pendidikan yang basisnya mulai dari kalangan elite sampai kelas bawah. Paham keagamaan atau garis ideologi Gullen lebih ke arah tasawuf yang berakar sangat kuat pada muslim Turki sekarang. Akar ini terpatri sejak zaman imperium Ottoman. Dengan gerakan tasawuf dan pendidikan, yang cabang-cabangnya sudah ke pelbagai negara, Gullen bisa mempengaruhi kalangan birokrat dan militer. Sampai saat ini pengaruhnya masih sangat kuat di Turki. Inilah yg ingin diberangus oleh Erdogan, tetapi belum berhasil.

Erdogan sangat phobia terhadap Gullen bahkan Gullen dituduhnya sebagai agen CIA, serta dituduh macam-macam di balik setiap  geralan politik yang ingin mengancam kekuasaan Erdogan. Perseteruan ini tak kunjung selesai. Sebenarnya sangat menarik jika perseteruan politik tersebut berlangsung dalam bingkai politik demokrasi, bukan dengan cara-cara kudeta militer.

Soal kompatibilitas ajaran Islam dan demokrasi, itu terjadi berkat kesabaran tokoh Islam Turki, mulai dari Gullen, Erbakan, Erdogan dll, dalam menjalani learning by doing untuk meniti karier politik dalam sistem politik militer yg otoritarian nan sekuler. Mereka sabar seperti menitih buih sampai akhirnya berhasil seperti sekarang. Modal utama dari kalangan politisi Islam di Turki adalah menjaga integtitas dan kejujuran (sesuatu yang tak dimiliki oleh politisi muslim Indonesia). Itulah yang menyebabkan politisi muslim seperti Erdogan ketika terpilih sebagai walikota Istambul dulu sangat dicintai rakyat. Bekal ini yang membawa karier politik Erdogan melesat. Militer perlahan-lahan terpinggirkan secara politik. Kudeta militer tak akan laku pada rakyat Turki yang sudah mulai mengenyam nikmatnya politik demokrasi seperti sekarang.

Mari sama-sama kita ikuti perkembangan berikutnya dari adegan-adegan politik dan kudeta militer di negeri yang pada abad ke-15 pernah menjadi super power dunia itu.

Image: PRESIDEN Turki, Recep Tayyip Erdogan (kiri) dan Fethullah Gulen. - Foto fail AFP

0 Comments:

Cloud Hosting Indonesia