Billboard Ads

Mahasiswa Institute Pertanian Bogor Membuat Aplikasi Sensor Konten Pornografi
Mahasiswa Institute Pertanian Bogor Membuat Aplikasi Sensor Konten Pornografi. Photo ROL
TEKNO, ARRAHMAH.CO.ID - Maraknya kasus kekerasan seksual yang terjadi dewasa ini disinyalir karena sebaran konten-konten pornografi yang mudah diakses. Terlebih para tersangka kekerasan seksual, yang kadang disertai tindakan sadis tak manusiawi, anak-anak yang masih di bawah umur. Kasus Eno (18) di Kosambi, Tangerang, menjadi sinyal penting untuk bangsa ini akan darurat pornografi.

Sedikit angin segar saat pornografi seperti dibiarkan bebas mudah diakses siapa saja, karya cipta anak-anak Institute Pertanian Bogor dapat membantu memerangi penyebaran konten pornografi. Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) semester delapan Institut Pertanian Bogor (IPB) berhasil menciptakan aplikasi sensor porno pada Pekan Kreatifitas Mahasiswa (PKM).

"Di perlombaan itu intinya kami ditantang bagaimana menciptakan aplikasi untuk mengatasi permasalahan bangsa," kata ketua tim mahasiswa IPB, Ilham Satyabudi, Rabu (8/6).

Ilham menjelaskan, banyaknya kasus pelecehan dan kekerasan seksual pada anak melatarbelakangi ide aplikasi yang mereka buat. Akhirnya, kata dia, terciptalah aplikasi integrated porn autocensor.

"Masyarakat sekarang bisa mengunduh aplikasi tersebut di web kami ayosensor.in secara gratis tampa berbayar," tutur anggota tim lainnya Yuandri Trisaputra. Menurutnya, aplikasi tersebut bisa dipasang di chrome, mozila, dan opera ini.

Salah seorang tim lainnya Gusti Bima Marlawanto menjelaskan, sensor yang bisa dilakukan oleh aplikasi tersebut hanya sebatas kata-kata dan gambar porno. Tim tersebut sudah menghimpun sebanyak 199 kata porno.

"199 kata porno ini kami ambil dari bahasa gaul, bahasa jawa, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris," ungkap Yuandri.

Hingga sekarang aplikasi tersebut bisa diunduh, kekurangannya belum bisa mendeteksi konten porno berupa video. Selain itu, akurasi ketepatan sensor gambar baru 82 persen dan tulisan 79 persen.


"Kami selanjutnya akan melakukan update terutama sensor video namun butuh waktu lama. Untuk kata-kata juga akan kami tambahkan nama-nama bintang porno agar bisa tersensor," kata Yuandri. (ROL)



By