Billboard Ads

Tarian Bambu Gila Asal Maluku. Photo: Sayangi
CHANNEL, ARRAHMAH.CO.ID – Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional (PPMN) II 2016 Maluku kali ini, ada sesuatu yang berbeda dengan pelaksanaan PPMN tahun lalu. Pertunjukan kesenian Tari Bambu Gila asal Kota Maluku yang unik ditampilkan oleh peserta PPMN II asal Konda Maluku.

Malam (26/5) kemarin, Tari Bambu Gila pun dipertunjukan, antusias para peserta dari berbagai daerah lain yang ingin menyaksikan tarian ini, terlihat pada video yang diunggah oleh Irfan Ohorella pada situs youtube.com.


Maluku seringkali identik dengan suara indah dan nyanyian serta tarian. Penyanyi, musisi dan penari banyak yang berasal dari Maluku. Maluku memang erat sekali dengan tradisi bermain musik serta tari-menari.

Salah satu tarian tradisional yang dapat kita kenal adalah sebuah tarian yang bernama tari Bulu Gila atau Bambu Gila, suatu tarian yang berasal dari permainan rakyat Maluku Tengah. Tarian ini adalah permainan tradisional yang biasanya dipertunjukkan para pemuda desa pada acara-acara tertentu.

Dahulu para penari akan bergerak dengan lincah mengikuti gerakan bambu gila yang telah dimanterai oleh pawang. Mereka akan membuat gerakan rangkaian dan saling mengaitkan tangan, dengan kelincahan gerakan kaki yang meliputi berjalan, melompat maupun berlari mengikuti suara musik yang dinamis. Gerakan yang begitu dinamis maka para penari dituntut memiliki fisik yang cukup kuat.

Terdengar begitu magis dan penuh makna supranatural, namun kini tari itu hampir punah dan hanya tinggal gerakan-gerakannya yang diubah menjadi tari lincah dengan gerakan kaki serta bulu (bambu) yang didekap kedua tangan.

Gerak itu menandakan kesatuan dan persatuan dalam masyarakat. Gerakan yang kompak dan seirama ini sebenarnya merupakan lambang dari semangat gotong royong, yaitu membangkitkan jiwa persatuan dan kesatuan dalam melaksanakan berbagai segi hidup.

Tarian ini adalah gambaran dari jiwa kegotong-royongan atau “Masohi” yang menjadi budaya masyarakat Maluku sejak dulu kala. Jadi tidak ada lagi kesan nuansa supranatural dan magis, juga tidak menakutkan seperti yang diceritakan kebanyakan orang.

Peserta PPMN II asal Konda Maluku ini ingin menyampaikan pesan kesatuan dan persatuan serta gotong royong yang telah menjadi kebudayaan bangsa Indonesia, begitu juga keindahan budaya serta kesenian yang beraneka ragam yang dimiliki oleh bangsa Indonesia harus tetap terjaga.(AS)

By