Billboard Ads

Tim Asesor UNESCO.
PENDIDIKANISLAM, ARRAHMAH.CO.ID – Dalam rangka menilai kelayakan dari Geopark Gunung Rinjani dan kawasan sekitarnya sebagai geopark dunia, Tim Evaluasi UNESCO Global Geopark, Maurizio Burlando (Italia) dan Soo Jae Lee (Korea Selatan) mengunjungi Pondok Pesantren Nurul Haramaen, Narmada, Nusa Tenggara Barat.

Kebun-kebun yang ada di pondok pesantren dibuat sendiri oleh para santri yang rata-rata masih berusia 7 sampai 18 tahun, hal ini membuat Maurizio Burlando sangat terpukau menyaksikan kebun-kebun di pondok pesantren yang masih berada dalam kawasan Gunung Rinjani ini.

“Biasanya pondok pesantren yang saya ketahui itu mengajarkan agama. Namun di sini, di NTB selain mengajarkan agama juga mengajarkan bagaimana cara menjaga lingkungan, membuat lingkungan menjadi hijau, serta melestarikan alam,” ucap Maurizio Burlando sebagaimana disebutkan di laman pendidikanislam.id.

Soo Jae Lee, tim evaluasi UNESCO Global Geopark asal Korea Selatan ini juga mengungkapkan bahwa ia sangat senang melihat anak-anak muda yang memiliki semangat dalam melestarikan lingkungan dan terus melakukan penghijauan.

Kadisbudpar NTB Lalu Muhammad Faozal menuturkan, Kunjungan mereka ke PP Nurul Haramaen diharapkan dapat membuktikan keseriusan, bahwa Pemprov NTB serius dalam pelestarian lingkungan dan juga penghijauan. Hal itu juga salah satu penilaian dari kelayakan Rinjani sebagai geopark dunia.

“Apalagi di pesantren ini merupakan pusat studi konservasi. Dan juga para santrinya diajarkan untuk pelatihan menanam, kemudian juga melestarikan lingkungan serta menjaga lingkungan agar tetap indah,” terang kata Lalu Faozal.(AS)

Sumber: pendidikanislam.id