Billboard Ads

Dirjen Pendis Kemenag Kamaruddin Amin dan pihak Universitas Canberra saat meneken MoA.

PENDIDIKAN ISLAM, ARRAHMAH.CO.ID – Kementerian Agama RI dan University of Canberra menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) dalam realisasi tahun ini menjadi tahun ke-2 (dua) dari berjalannya program 5000 Doktor. 

Penandantanganan dilakukan Dirjen Pendidikan Islam, Kamaruddin Amin dan pihak University of Canberra Australia, Prof Frances Shannon di Kantor Kemenag Jalan Lapangan Banteng Barat 3-4 Jakarta, Senin (23/5) lalu.

Kamaruddin Amin dalam keterangannya, mengatakan bahwa University of Canberra merupakan salah satu perguruan tinggi di Australia. Australia adalah salah satu negara yang kita target untuk menjadi (tujuan) mengirim dosen-dosen kita ke luar negeri. Seperti sering kami sampaikan disejumlah kesempatan bahwa program 5000 doktor akan meng-cover 25 persen ke luar negeri diantaranya ke negara di Eropa, Mesir, Arab Saudi, Maroko, Turki, Jepang dan lainnya, dan 75 persen lainnya di universitas dalam negeri, dan hari ini adalah MoA dengan University of Canberra di negara Australia.

Menurut Kamaruddin seperti dilansir pendidikanislam.id, yang menarik dari MoA ini adalah mereka akan membantu kita mempersiapkan calon PhD atau Doktor. Misalnya, kita mengirim kandiat doktor yang IELTS baru enam, universitas ini menerima, meski standarnya 6.5. 

“Mereka (University of Canberra) akan membantu mempersiapkan dan menggembleng lagi bahasa Inggris nya (calon doktor) tersebut, dan itu sepenuhnya dibiayai oleh pihak universitas. Itu poin atau nilai tambah dari MoA ini,” terang Kamaruddin.

Menurutnya, terdapat beragam program studi yang ditawarkan melalui program 5000 doktor ini, dan tidak semata tentang studi agama, tapi juga studi non-agama misalnya arsitektur, kedokteran, teknologi informasi dan komunikasi yang bisa dipilih. Diharapkan mereka bisa menyelesaikan studinya sesuai target yang ditentukan, 3-4 tahun.

“Tahun ini kami menyiapkan 250 orang untuk studi di perguruan tinggi luar negeri, dan 750 di perguruan tinggi dalam negeri,” terang Kamaruddin.

Penerima program 5000 Doktor ini adalah mereka yang telah lulus melalui sejumlah tahapan yang dilakukan oleh tim seleksi yang dibentuk Kemenag. (FA/AS)

Sumber : pendidikanislam.id