Billboard Ads

Rumah Radio Bung Tomo
NASIONAL, ARRAHMAH.CO.ID - Rumah bersejarah yang sempat menjadi tempat siaran Bung Tomo saat era revolusi kemerdekaan kini terancam punah dan tinggal kenangan. Bangunan berstatus cagar budaya ini akan digunakan sebagai tempat parkir mal.

Dilansir Liputan6, Sabtu (07/05/2016), rumah yang terletak di Jalan Mawar 10-12, Surabaya, itu sempat menjadi tempat Bung Tomo membakar semangat arek-arek Suroboyo. Nahasnya, proses pembongkaran tersebut lolos dari perhatian publik.

Kini di sekeliling lahan seluas 15 x 30 meter itu sudah dipasangi pagar setinggi 2 meter. Rumah tersebut telah dibeli oleh Plaza Jayanata dan akan dibongkar untuk lahan parkiran.

Keluarga Hurin, yang sebelumnya menempati rumah tersebut, pindah ke Pondok Nirwana, Rungkut, Surabaya.

NU Surabaya Ajukan Class Action

Dalam berkomitmen menjaga nilai-nilai sejarah dan budaya bangsa, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Surabaya menyatakan sikap terhadap pembongkaran salah satu cagar budaya yaitu rumah radio Bung Tomo di Jalan Mawar 10 Surabaya sebagai berikut :

1.PCNU Surabaya mengecam atas rumah radio Bung Tomo di Jalan Mawar 10 Surabaya. Pembongkaran tersebut adalah bentuk pengingkaran terhadap nilai-nilai sejarah bangsa dan perampasan atas hak warga Surabaya untuk menjaga melestarikan sejarah dan budaya bangsa.

2.PCNU melalui  Lembaga Bantuan Hukum (LBH) NU Surabaya bersama warga NU Surabaya dan elemen masyarakat akan melakukan pengajuan  “Class Action” terhadap pembongkaran rumah radio tersebut.

3.NU menilai pembongkaran rumah radio Bung Tomo tersebut sama halnya tidak menghargai perjuangan Bung Tomo yang juga menjadi santri KH Hasyim As’ary (Pendiri NU) dan pejuang kemerdekaan.

4.Langkah Class Action yang dilakukan NU Surabaya adalah bagian dari komitmen yang tetap melestarikan cagar budaya Surabaya dan juga merupakan bagian  dari prinsip NU yaitu “Al-muhafadhotu ‘ala qodimis sholih wal akhdzu bil jadidil ashlah” (memelihara tradisi lama yang baik dan mengambil tradisi baru yang lebih baik). Oleh karena itu NU Surabaya tetap merawat salah satu gedung cagar budaya peninggalan pejuang bangsa yang kini menjadi kantor NU Surabaya sesuai dengan aturan perda yang berlaku.

5.NU Surabaya juga mendesak Pemerintah Kota Surabaya khususnya Dinas Pariwisata dan DPRD Kota Surabaya untuk lebih berperan serta untuk ikut merawat terhadap asset budaya warga kota Surabaya, terutama berupa sejumlah gedung kuno peninggalan para pejuang bangsa.

6.Mendesak Pemerintah Kota Surabaya agar betul-betul menegakkan aturan Perda soal cagar budaya, sehingga tidak bisa seenaknya memanfaatkan apalagi merenovasi dan membongkar gedung untuk merubah keaslian bentuk gedung yang menjadi cagar budaya.

7.PCNU Kota Surabaya akan siap bersinergi bersama elemen dan komunitas masyarakat Kota Surabaya yang juga intens memperjuangkan nilai-nilai sejarah dan budaya bangsa di Surabaya.



By