Billboard Ads

Ilustrasi pengumuman kelulusan.
PENDIDIKAN ISLAM, ARRAHMAH.CO.ID – Madrasah Aliyah Walisongo Pecangaan Jepara berhasil meraih peringkat terbaik hasil Ujian Nasional (UN) tahun 2016 tingkat Provinsi Jawa Tengah (Jateng). Rilis Dinas Pendidikan Jateng menyebutkan, madrasah yang bernaung di Yayasan Walisongo Pecangaan itu menduduki urutan pertama nilai terbaik MA jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) se-Jateng.

Urutan kedua hingga lima diarih oleh secara berurutan MAN Demak, MA Al-Irsyad Gajah Demak, MANU Raudlatul M dan MA Daarul Ulum. Dari 6 mata ujian siswa jurusan IPA yang berjumlah 33 itu memperoleh rata-rata 435.81 dengan kategori B.

Kepala MA Walisongo Santoso mengatakan, prestasi yang diraih oleh peserta didiknya merupakan hasil kerja keras baik yang dilakukan oleh peserta didik maupun pendidik.

“Atas nama Kepala MA Walisongo kami merasa bangga. Kerja keras yang sudah dilakukan selama ini tidak sia-sia,” jelas Santoso seperti diberitakan situs pendidikanislam.id.

Jauh hari sebelumnya, sejak bulan November-Desember menjelang pelaksanaan UN pihaknya sudah melaksanakan pemadatan pada waktu siang hingga sore untuk mata pelajaran (Mapel) UN. Setelah pelaksanaan ujian, KBM pagi Madrasah difokuskan untuk materi Mapel UN agar para peserta didik siap untuk menghadapi pelaksanaan UN.

Ia menambahkan, raihan hasil UN itu tidak lepas dari profesionalitas para pendidik. Dari enam mapel yang ada Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi dua guru sudah merampungkan jenjang strata dua. Lainnya S1 linier yang sesuai dengan disiplin ilmu yang diajarkan.

Sebagai sekolah yang berbasis keagamaan 63 siswa kelas XII yang lulus juga dibekali dengan banyak hal. Kegiatan yang populer dengan sebutan “Kegiatan Pasca UN” itu para siswa dibekali dengan wawasan perguruan tinggi maupun ketenagakerjaan. Di samping itu ada juga latihan keterampilan pendidikan guru.

Juga agar peserta didik mantap dalam bidang keagamaannya para siswa yang akan lulus diuji mapel khusus takhasus keagamaan.

Menurut Wakasek Kesiswaan Choifah, siswa-siswi dibekali dengan banyak hal agar mereka memiliki wawasan usaha untuk bekal bekerja dan wawawasan perguruan tinggi jika hendak melanjutkan kuliah.

“Adapun praktik mengajar di sekolah harapan kami agar anak berani mengamalkan ilmu yang telah didapat. Juga sebagai bekal jika mereka ingin mengabdi di PAUD maupun MI,” terang Choifah saat ditemui di kantornya, Senin (9/5) pagi.

Dengan memperoleh hasil saat ini, pihaknya tidak lantas berbangga diri. Pihaknya akan terus melaksanaan pembinaan kepada para peserta didiknya. Apalagi madrasah yang berada di Jalan Kauman No. 01 Pecangaan memperoleh nilai akreditasi A dengan nilai 88.

Ke depan pihaknya merencanakan persiapan mapel UN ditempatkan di jam ke sembilan, pukul 13.20-14.15. Strategi yang juga akan direncanakan terkait pengembangan bahan ajar. “Kami akan tambah sumber bahan ajar menjadi lebih dari dua sumber,” tegas Santoso.

Strategi lain ialah forum diskusi mapel UN. Caranya dengan melaksanakan analisa Standar Kriteria Lulus (SKL) UN. Sebelum itu, tambah Santoso, guru mapel Ekonomi itu juga perlu adanya analisa bahan ajar yang tujuannya untuk pembinaan kepada anak-anak.

Harapannya hasil yang sudah baik di tahun ini bisa dipertahankan. “Lebih baik lagi kalau hasilnya lebih baik lagi dari tahun ini,” harap Santoso. (Red: Fathoni Ahmad)

Sumber: pendidikanislam.id