Apakah Kita Kini Memang Lebih Radikal?

Apakah Kita Kini Memang Lebih Radikal? Oleh: Mahfudz Ikhwan Pada usia 10 tahun, saya melabrak seorang teman karena melewati kiblat ...

Apakah Kita Kini Memang Lebih Radikal?
Oleh: Mahfudz Ikhwan

Pada usia 10 tahun, saya melabrak seorang teman karena melewati kiblat shalat saya. Ia protes dan merasa tak bersalah. Saya bilang, untung saja saya hanya melabraknya, sementara ada hadis yang menyatakan siapa yang menerabas kiblat orang shalat boleh dibunuh.

Ketika usia SMP, saya membaca secara rakus bacaan-bacaan yang mungkin sekarang ini bisa dijadikan bukti oleh Densus 88 untuk meneroriskan orang. Setelah majalah Sabili dibredel di awal 90-an, saya membaca majalah penggantinya, Intilaq, yang lebih keras dan lebih internasional. Saya masih mengingat tangisan saya ketika membaca kisah bocah Somalia yang mati kelaparan dengan memeluk al-Quran setelah ia tak memperoleh jatah roti ransum dari Pasukan Keamanan PBB karena tak menuruti tuntutan untuk melepas al-Quran yang dipegangnya.

Pada saat bersamaan, kisah-kisah tentang Syeh Yasin dari Hamas menjadi pembangkit amarah sekaligus semangat. Foto-foto Syeh Massoud dari Mujahiddin saya gunting dan tempel, dan terus saya kagumi. Nama Gulbuddin Hekmatyar, Perdana Menteri Afganistan, terdengar begitu merdu di telinga, hingga saya mengangankan, kelak kalau punya anak saya akan kasih nama macam itu. Dan, tak ketinggalan, pusing di kepala: bagaimana bisa orang bernama Najibullah menjadi "boneka Komunis Soviet"?
***

Di SMA, masuk di sebuah pesantren yang mengajarkan semua jenis doa iftitah itu boleh, juga menganjurkan untuk menghafal dan mengamalkan qunut sebagai kebajikan yang tak perlu diragukan, saya malah keranjingan nasyid-nasyid beraroma Intifada. Saya masih hafal pembuka lagu itu: "Ketika laras senapan meretakkan tulang-tulang// Ketika anjing-anjing Samir merobek kehormatan// Ketika dengan batu dan iman kami bertahan// Sedang apakah kalian, sedang apa?// Sedang apakah kalian, sedang apa?..."

Pada periode yang sama, saya terobsesi menulis ulang sebuah artikel yang saya temukan dalam majalah Al-Muslimun edisi lama dan tak lagi bersampul, yang membahas tentang tokoh bernama Annie Bessant, keterkaitannya dengan gerakan Mason, Zionis, dan Theosofi, dan agenda tersembunyinya menghancurkan Islam. Meski menolak bergabung mendirikan sebuah organisasi intra sekolah yang berbeda untuk melawan OSIS, akhirnya saya terlibat agak dalam dengan berdirinya--untuk pertama kali--rohis di sekolah kami. Dan, ya, saya berangkat ke Jogja sebagai orang yang punya cukup bahan untuk menjadikan Pancasila sebagai bahan tertawaan.

Ketika masa-masa itu relatif telah lewat, dalam obrolan-obrolan yang diiringi denting cangkir-cangkir kopi dan kepulan asap rokok (mereka), saya tahu saya tidak sendiri melewati fase-fase macam itu. Beberapa kawan di generasi saya juga mengalami hal serupa.
***

Jadi apakah masyarakat kita belakangan ini menjadi lebih radikal?

Melihat gejalanya, saya tergoda untuk menjawab "ya"—sebagaimana dilakukan oleh sangat banyak orang. Tapi saya memilih menahan diri, dan lebih senang untuk mengangsurkan kalimat "tunggu dulu". Dan kalimat itulah yang membuat saya beretropeksi ke masa lalu. Masa lalu saya, dan lebih umum masa lalu sebagian dari generasi kami.

Mungkin perlu mengabaikan beberapa persoalan, termasuk soal membingkai masa lalu dengan cara pandang (bahkan kata) yang terlalu kekinian, menurut saya, radikalisme ada dalam DNA kita. Orang boleh berbeda pendapat soal itu, tak apa. Memandang sangat jauh ke belakang, atau agak-agak dekat saja, kita dengan mudah menemukan itu. Memiliki sejarah macam Puputan Margarana, Revolusi Surabaya, atau Pembantaian ‘65, juga menjadi penyumbang kata "amok" untuk bahasa Inggris, saya merasa yakin kita memang radikal dari sononya.

Meski ada sementara pihak yang menyebut ramah atau bahkan ‘inklusif’ (jika memakai bahasa yang lebih belakangan), khusus untuk umat Islam (Indonesia), menurut hemat saya terus menjadi radikal dari waktu ke waktu. Tiap masa memiliki karakter dan ekspresinya sendiri-sendiri, tergantung konteksnya, tergantung apa yang diresponnya. Dan itu membentang memanjang jauh ke belakang.

Perang Diponegoro biasa disebut sebagai perangnya orang Jawa, tapi itu jelas sekali juga perangnya umat Islam. Dan mana bisa sehebat itu, dengan efek kekalahan yang sesakit itu, jika tak ada radikalisme di dalamnya. Dalam konteks yang sedikit lebih beda, radikalime (Islam) juga yang melahirkan Perang Padri. Lalu Perang Aceh yang panjang dan mengerikan—yang bikin Pemerintah Kolonial dedel-duel kewer-kewer anggarannya itu. Dan ketika itu belum benar-benar reda, gerakan mesianistik (Islam) di Banten meletup. Lalu komunisme dan nasionalisme masuk di awal abad, dan itu menjadi garam untuk luka yang masih segar. Dan lagi-lagi umat Islam menjadi bagian integral, jika bukan yang paling penting, dari radikalisme-radikalisme yang merebak sepanjang nyaris setengah abad dari menjelang sampai benar-benar runtuhnya kolonialisme di Indonesia.

Kita bisa berdebat apa sebab-musababnya, faktor apa yang paling determinan, atau apapun, berkait dengan itu. Tapi, mari akui saja, “favoring extreme changes in existing views, habits, conditions, or institutions,” salah satu arti kata “radical” menurut kamus online Mirriam-Webster (yang menurut saya sangat mewakili keradikalan dalam konteks Indonesia), adalah bagian dari diri kita. Maka, boleh jadi, tak harus menjadi ke-Arab-araban untuk membuat kita gampang mengkafir-kafirkan orang lain, sebagaimana tak perlu menjadi ke-Amerika-amerikanan manakala kita begitu mudah mengunta-untakan orang lain.
*** 

Ketika seorang teman bertanya kepada saya, apakah anak-anak sekarang memang lebih radikal dibanding generasi sebelum-sebelumnya, saya lebih senang mengatakan, “Mereka mungkin lebih ekspresif saja.” Mungkin.

Ketika sangat terobsesi dengan Annie Bessant, misalnya, satu-satu cara yang bisa saya lakukan untuk memberitahu dunia bahwa ada sosok berbahaya yang tak kita sadari saat itu adalah dengan menulis ulang artikel tua di Al-Muslimun tersebut agar lebih cocok dengan cara menulis seorang bocah SMA, sehingga tak seorang pun curiga bahwa materi itu dicontek dari artikel majalah. Karena di pondok tak ada mading, sementara buletin sekolah hanya terbuka untuk artikel soal Pramuka dan cerpen ala majalah Aneka, satu-satunya saluran adalah tulisan itu dibacakan di sebuah acara muhadharah yang dilangsungkan di pondok setiap minggu sekali—meskipun pada saat yang sama saya yakin tak ada seorang pun di forum tersebut yang akan menanggapi terlalu serius materi pidato tersebut, apalagi itu hasil membaca teks, dan itu pun dibaca dengan suara gemetaran.

Tidak bisa tidak, kegelisahan-kegelisahan macam itu pada akhirnya biasanya hanya akan ditelan sendiri. Ia bisa saja menguat manakala mendapat konfirmasi dari bacaan atau informasi lain. Tapi, ia juga bisa menguap bila ketemu bacaan berbeda yang menyangkalnya. Dan itu tentu saja sangat alami untuk seorang remaja 15 tahun. Yang perlu dicatat, bersekolah di sebuah SMA di kota kecil di Jawa Timur, yang bacaan paling mudah didapat adalah koran Jawa Pos dan Tabloid Bola, dan TTS bergambar perempuan seksi tentunya, menemukan bacaan pembanding adalah hal yang tak gampang.

Itu contoh saja. Yang saya mau bilang, perjalanan berliku untuk menjadi “radikal” itulah tampaknya yang tak dialami anak-anak sekarang. Dengan tombol hp dan pulsa di ujung jempol, mereka dengan mudah mendapatkan “bacaan” yang ingin mereka baca, mendengar “ceramah” yang ingin mereka dengar, atau menemukan “fakta” yang mereka kehendaki. Lebih mudah lagi adalah mengekspresikan pendapat atau pandangannya. Cukup tekan knop “bagikan”, dan memencet beberapa huruf di hp untuk menunjukkan kebesaran Tuhan atau kutukan pada setan, seluruh dunia telah tahu apa yang kita pikirkan. Dan sahlah sudah, seorang bocah berumur 15-an baru saja menyelamatkan umat Islam dari ancaman kaum kafir! Subhanallah...
“Mereka boleh jadi juga sedikit terlambat,” kata seorang teman, melengkapi. Dan saya—meskipun agak berspekulasi dan sedikit berisiko stigmatis—sepakat dengan itu.

Saat masih usia SD, saya dan teman-teman sebaya bertekad, tentu dibarengi dengan rencana yang rinci dan serius, bahwa kami akan melakukan perang gerilya—seperti yang dilakukan Komarudin di film Janur Kuning—jika ada gereja yang dibangun di dekat desa kami. Pada saat yang sama, rencana yang tak kalah rinci dan seriusnya juga kami siapkan jika dalam waktu dekat itu Dajjal muncul dengan mata satu dan cap kafir di keningnya. Maklum, di umur segitu, kami sudah hafal di luar kepala 10 tanda-tanda kecil dan 10 tanda-tanda besar Kiamat.

Tapi sampai hari ini, tak ada gereja di desa kami. Ketika bertemu dengan teman-teman yang berbeda agama di SMA, mereka ternyata baik-baik, dan salah seorang di antaranya bahkan sering mengunjungi saya di pondok. Jadi, lupakan saja rencana gerilya itu. Namun, jika saja gereja itu memang benar ada dan dibangun, dan kami benar-benar bergerilya seperti yang kami rencanakan, saya kok yakin para orangtua kami akan dengan mudah menghalaunya. Cukup dengan acungan cambuk sapi atau bujukan bahwa di rumah emak sedang memasak semur telur untuk kami, kami pasti akan kendor dan terbirit-birit pulang.

Acungan cambuk dan semangkuk semur telur jelas tak akan mempan jika ditujukan untuk para mahasiswa semester dua yang baru saja memperoleh hidayah. Apalagi jika dalam kepala mereka muncul pikiran bahwa orangtua mereka bukan orangtua muslim yang baik, karena bukan saja tak pernah mengajari mereka tentang tanda-tanda Kiamat atau gejala-gejala Kristenisasi, tapi bahkan tak pernah mengajari mereka mengaji. Menjadi lebih keras lagi jika “hidayah” itu membuat mereka membenci masalalu mereka yang “kelam”, yang kering dari air wudhu dan cahaya iman. Runyam, bukan?

Maka, sangat mudah dipahami kalau mereka tidak sekadar melabrak teman yang menerabas kiblat shalat sebagaimana yang saya lakukan dulu, tapi juga melabrak semua yang berbeda dengan mereka. Dan, patut diingat, itu tidak dilakukan oleh bocah 10 tahun.

Harus diakui, di usia mereka, mereka yang disebut radikal itu memang jauh lebih terorganisir. Sebagaimana juga harus diakui, mereka kini menghadapi seperangkat stigma yang dulu tak ada, karena memang baru diproduksi belakangan ini. Itulah yang membuat mereka tampak jauh lebih berbahaya dari sebelum-sebelumnya.
***   
Jadi, sekali lagi, apakah kita sekarang memang lebih radikal? Entahlah. Mungkin saja.

Sama mungkinnya bahwa pada saat yang sama kita juga menjadi lebih liberal, lebih konservatif, lebih kiri, lebih kanan, lebih PKI, lebih Masyumi, lebih bodoh, lebih (sok) pintar, lebih demokratis, lebih fasis, lebih toleran, lebih puritan, lebih kalem, lebih reaksioner, lebih berbudaya, lebih biadab, lebih teratur, lebih ngawur, lebih ini, lebih itu....

Ya, bagaimana lagi, semua yang ada di sosial media memang tampak lebih. Itu mungkin tebusan yang sepadan untuk banyak sekali hal kurang yang kita derita di kehidupan nyata. []

Mahfud Ikhwan, novelis.  Kambing dan Hujan (2015) adalah novelnya yang mendapatkan penghargaan karya fiksi terbaik Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) tahun 2014 lalu.

Artikel Sindikasi Damai Dimuat:


COMMENTS

Nama

.,1,#AyoMondok,12,#BelajarIslam,8,#CintaNKRI,2,#DanaHaji,1,#HariSantri,19,#HariSantri #HariSantri2017,1,#HariSantri2017,1,#HarlahNU,4,#HarlahNU91,2,#HaulKiaiHasanGenggong,2,#IslamIndonesia,1,#IslamNUsantara,4,#KajianRamadhan,1,#SavePalestine,3,#SaveRohingya,3,1 Muharram,3,1 Syawal,1,2016,1,A. Zakky Zulhazmi,1,Abdlul Halim Hasan,1,Abdul Mun'im DZ,1,Abu Bakar Hasan Assegaf,1,Adab Rasulullah,1,Advetorial,2,Afif Sunakim,1,Agama,1,Agama Cinta,1,Agenda,25,Agenda NU,1,Agnez Mo,1,Agus Zainal Arifin,3,Ahlusunnah wal Jama'ah,31,Ahmad Baso,1,Ahmad Mujib Rahmat,1,Ahmet Davutoglu,1,Ahsunnah,1,AJaran Islam,1,Akhir Zaman,1,Akhlakul Karimah,1,Al-Nimr,1,Al-Qaeda,1,Al-Qur'an,4,Al-Qur'an Raksasa,1,Al-Zastrow Ngatawi,1,Alamsyah M. Dja’far,3,Ali bin Abi Thalib,2,Ali Zawawi,1,Alissa Wahid,1,Allah,1,Almanak,1,Alumni Madrasah,1,Amalan,16,Amalan di Bulan Ramadhan,2,Amalan NU,4,Amalan Rasulullah,1,Amaliah,19,Aman Abdurrahman,1,Amirul Ulum,2,Anas Saidi,1,Angka Istimewa dalam Islam,1,Angka Tiga,1,Angker,1,Ansor,3,Ansor Garut,1,Ansor Malang,1,Ansor Surabaya,1,Anti Korupsi,4,Anti Narkoba,1,Anti Radikalisme,3,Anti Terorisme,2,Anti Wahabi,1,Aplikasi Batik,1,Aqidah,2,Arab,1,Arab People,1,Arab Saudi,2,Arief Mundatsir Mandan,1,Arifin Junaidi,1,Arrahmah Channel,5,Arrahmah Featured,11,Arrahmah.com,1,Articles,2,Artikel,26,Asian Youth Robot Olimpiade,1,Asosiasi Pesantren NU,1,Aswaja,24,Asy'ariyah,1,Australia,1,Avicenna Roghid Putra,1,Ayat-ayat Toleransi,1,Ayman Adz Dzawahiri,1,Ayo Mondok,1,AYRO,1,Bahtsul Masail,1,Bangsa Indonesia,1,Banser,14,Banten,1,Batik,1,Batik Indonesia,1,Battle,1,Battle of Uhud,1,Beasiswa,12,Beasiswa Kemenag,3,Beasiswa Madrasah,1,Beasiswa Santri,1,Beasiswa Santri 2016,1,Beasiswa Santri Berprestasi,2,Beasiswa Santri Berprestasi 2016,1,Bekasi,1,Belajar Islam,26,Berita,148,Berita Duka,5,Berita Islam,3,Bid'ah,2,Bid'ah para Sahabat,1,Bima Arya,1,Biseksual,1,Bisnis Haram,1,BNN,1,BNN di Jepara,1,BNPT,2,Bodo Kupat,1,Bogor,1,Bom Kuningan,1,Bom Sarinah,2,Bom Thamrin,2,BPOM,1,Brain,1,Budaya,1,Buku,6,Bulan Rajab,1,Buletin Jumat,5,Burdah,1,Cak Masykur,25,Cak Nun,1,Cak Nur,1,Cangkir9,2,Cep Herry Syarifuddin,1,Cerpen,2,Channel Arrahmah,37,Charlie Hebdo,1,Cheng Ho,1,Choirul Anam,1,Cinta,1,Cinta Bangsa,1,Cinta Tanah Air,1,Counter Radicalism,6,Cybercrime,2,Dajjal,1,Dakwah Islam,4,dan Transgender,1,Darurat Narkoba,3,Dea Anugerah,1,Deklarasi Nahdlatul Ulama,1,Deklarasi Serpong,1,Densus 88,2,Digital Media,2,Direktorat Pendidikan Madrasah,1,Dit PD Pontren Kemenag,1,DKI Jakarta,1,Doa,31,Doa Akhir Tahun,1,Doa Anak Sholeh,1,Doa Awal Tahun,1,Doa Berbuka,1,Doa dan Tirakat,1,Doa Gus Mus,1,Doa Harian,1,Doa Nabi,1,Doa Pernikahan,2,Doa Setelah Shalat,1,Doa Wudhu,1,Dosen UIN Walisongo,1,Download,1,Dr. Amin Haedari,1,DR. KH. M. A. SAHAL MAHFUDH,1,Dr. Nadirsyah Hosen,10,Dubes,1,Dzikir dan Doa,2,Dzikir Setelah Shalat,1,Editor's Choice,10,Effendi Choirie,1,Ekologi,3,Ekonomi,3,Eksekusi Mati Al-Nimr,1,English Edition,1,Esensi Syariah,1,Fadhila Haifa’ Afifah,1,Fadilah,1,Falak,1,Fardhu Wudhu,1,Fatayat NU,2,Fathoni Muhammad,1,Fatwa MUI,1,FDS,11,featured,133,Featured Arrahmah,44,Fikih,2,Fikih dan Muamalah,3,Fikih Ibadah,10,Fiqh,8,Fiqh Ibadah,1,Fiqh Qurban,6,Fiqh Shalat,3,Fiqih Lingkungan,2,Firqaf,1,Firqah,1,Firqoh,1,Fokus Khusus,1,FSN,2,Fulldayschool,4,Fundamentalis akan Habis,1,Gafatar,1,Galeri,4,Gay,1,Geluntung Agel Wafi,1,Gerakan Nasional AyoMondok,1,Gerhana,1,Gerhana Bulan,1,Gerhana Matahari,3,Gerhana Matahari Total,1,GIYE,1,Good Muslim,13,GP Ansor,8,Grand Syaikh Al-Azhar,1,Grants,1,Griya Gus Dur,1,GTK Madrasah,2,Guru Inspiratif,2,Guru Madrasah,2,Guru MAN,1,Guru Mughni,1,Guru PAI,1,Gus Ahmad Muwaffiq,1,Gus Aqib,1,Gus Dur,23,Gus Miek,1,Gus Mus,9,Gus Muwafiq,1,Gus Rizal Mumaziq,1,Gus Sholah,1,Gus Ubaidillah Achmad,1,Gus Yaqut,1,GusDur.net,1,Gusdurian,2,Habib Abu Bakar,1,Habib Lutfi,1,Habib Luthfi bin Yahya,1,Habib Novel,10,Habib Novel Alaydrus,7,Habib Salim Bin Jindan,1,Habib Sholeh Al-Hamid Tanggul,1,Habib Syech,1,Habib Umar bin Hafidz,3,Hadist,1,Hadist Jibril,1,Hadits,1,Hadits 72 Bidadari,1,Hadits Diskriminatif,1,Hafidzoh,1,Haji,7,Haji 2015,1,Haji 2017,1,Haji 2018,1,Hajj,1,Halal bi Halal,3,Halaqah,1,Hamid Ahmad Masduki Baidlawi,1,Har Santri,1,Hari Arafah,2,Hari Batik Nasional,1,Hari Natal,1,Hari Pahlawan,2,Hari Santri,32,Harlah,2,Harlah NU,3,Hasan al-Bashri,1,Haul,4,Haul Gus Dur,9,Haul Kiai Sholeh Darat,2,Haul Sunan Ampel,1,Haul Sunan Bonang,1,Haul Syekh Nawawi Al-Bantani,1,Headlines,20,Hikam Zain,15,Hikmah,83,Hikmah Islam,45,Hipsi,3,Hisab,1,Hizb,1,Hizbut Tahrir,2,Hizbut Tahrir Indonesia,2,Hoax,2,Hong Kong,1,HTI,2,HTIBubar,6,Hubbul Wathan minal Iman,1,Hukum Islam mengenai LGBT,1,Hukum Melangkahi Kuburan,1,Hukum Membunuh,1,Hukum Membunuh dalam Islam,1,Hukum Ucapan Natal,1,Humor,3,HUT TNI,1,Hymne,1,I-Banking,1,Ibadah,4,Ibn Muljam,1,Ibn Yaqzan,1,Ibu Nabi Muhammad,1,Ibunda Nabi Muhammad,1,IDC,1,Ideologi,1,Idhul Adha,1,Idul Adha,14,Idul Fitri,7,IIEE,1,IISRO,1,Ijazah,6,Ijtihad,1,Ikhbar,42,Ilmu Kalam,1,Image,1,Imam al-Syafi’i,1,Imam Ghazali,1,Imam Malik,1,Imam Muslim,1,Imam Nawawi,1,Imlek,1,INC,2,Indonesia Darurat Narkoba,1,Info Haji,2,Inspirasi,11,Inspirasi Pesantren,2,Interfaith,3,Internasional,98,International,3,International Islamic School Robot Olympiad,1,International Peace Day,1,Internet Banking,1,IPNU,1,IPPNU,1,Iqbal Khalidi,3,Iqbal Kholidi,1,Iran,1,ISIS,11,Islah Gusmian,1,Islam,16,Islam dan Perdamaian,1,Islam Di China,3,Islam di Papua,1,Islam Indonesia,3,Islam Nusantara,28,Islam Nusantara Center,1,Islam Papua,1,Islam Radikal,1,Islamic Event,1,Islamic State,1,Isra' Mi'raj,1,Istighosah Kubro,1,Istikharah,1,Ito Surmardi,1,JAD,1,Jakarta,4,Jamiyatun Nasihin,1,Jasad Utuh,1,Jawa Barat,3,Jawa Tengah,7,Jawa Timur,4,Jazirah Arab,1,JIhad,3,Jihad fi Sabilillah,1,Jokowi,5,Jonru,1,Jurnalistik,1,K.H. Ahmad Umar Abdul Manan,1,Kabar Duka,1,Kabar Pesantren,5,Kabar Pesantrens,1,Kajian Islam,18,Kajian Ramadhan,1,Kalam Ulama,4,Kalender,2,Kalender Islam,2,Kalimah Syahadat,1,Kalis Mardiasih,1,Kampung Damai,1,Kampus,1,Kekerasan,1,Kemenag,3,Kementerian Agama,1,Kementerian Agama RI,3,Keraton Sumenep,1,Kesehatan,4,Ketua PBNU,1,Ketum PBNU,1,Ketupat,1,Keutamaan Bulan Rajab,1,Keutamaan Shalat Tarawih,16,Keutamaan Shalawat Nabi,2,Keutamaan Tarawih,1,KH A Ghazalie Masroeri,1,KH Abdurrahman Wahid,5,KH MA Sahal Mahfudh,2,KH Maemon Zubair,1,KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh,1,KH Sahal Mahfudh,3,KH Said Aqil Siraj,1,KH Wahab Hasbullah,1,KH. Abdul Aziz Manshuri,1,KH. Abdul Ghoffar Rozien,1,KH. Abdul Karim,1,KH. Abdul Muhaimin,1,KH. Abdurrahman Wahid,1,KH. Ali M. Abdillah,1,KH. Bisri Mustofa,1,KH. Cep Herry Syarifuddin,3,KH. Hasyim Asy'ari,1,KH. Hasyim Asyari,3,KH. Husein Muhammad,2,KH. Iftah Sidiq,1,KH. Lukman Harits Dimyati,1,KH. Ma'ruf Amin,2,KH. Maimoen Zubair,11,KH. Marzuqi Dahlan,1,KH. Masdar F. Mas'udi,2,KH. Mustofa Bisri,2,KH. Said Aqil Siraj,5,KH. Sholeh Darat,8,KH. Thobary Syadzily,1,KH. Tubagus Muhammad Falak,1,KH. Yahya Cholil Staquf,3,KH. Zainal Mustafa,2,KH. Zakky Mubarok,2,KH.Shalih Darat,1,Khanza Iliyina Syafa,1,Khawarij,1,Khazanah,3,Khazanah Isam,7,Khazanah Islam,379,Khilafah Islamiyah,5,Khofifah Indar Parawansa,1,Khoirul Anam,2,Khulafaur Rasyidin,1,Khutbah,4,Khutbah Idul Fitri,2,Khutbah Jumat,1,Kiai Abdul Hamid,1,Kiai Hasan Genggong,1,Kiat Menulis,1,Kiddle,1,Kilas,1,Kirab Santri,1,Kisah Hikmah,16,Kisah Nabi,1,Kisah Rasulullah,1,Kisah Teladan,1,Kita Tidak takut,1,Kitab Durrotun Nasihin,1,Kitab Jawahirul Bukhori,1,Kitab Kuning,5,Kitab Pegon,1,Kitab Suci,1,Kokam,1,Kolom,96,Komedi Religi,1,Kominfo,1,Konferwil NU Jabar,1,Konflik Sunni-Syiah,1,Kongkow Sufi,3,Konsultasi Agama,1,Konsultasi Islam,1,Kontra Radikal-Terorisme,1,KPAI,1,KPK,1,Kreatif Indonesia,1,Kriminal,1,Krisis Jerusalem,2,Krisis Rohingya,7,KUPI,1,Kurban,7,Kyai Maimoen Zubair,1,Kyai Masdar,1,Kyai Pahlawanku,1,Kyai Pesantren,1,Lailatul Qadr,1,Lambang NU,1,Lapan-A2,1,Laporan,1,Lazisnu,1,Le Petit Prince,1,Lebaran,1,Lebaran Ketupat,1,Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama,2,Lesbian,1,Letter of Acceptance,1,LFNU,1,LGBT,2,Liberalisme,1,Life of Mohammed,3,Life of Muhammad,2,Liga Santri,2,Liga Santri Nusantara,3,Lingkungan,1,LIPI,1,Litbang Kemenag,1,Literasi,7,Literasi Digital,3,LoA,1,Logo Muktamar NU ke-33,1,Logo NU,1,Love Peace,1,LPDP,1,LSN,5,LSN 2017,3,LTN NU,3,Lukman Hakim Saifuddin,3,Lunar System,1,M. Kholid Syeirazi,1,M. Nur Kholis Setiawan,1,M. Rikza Chamami,13,M. Rikza Khamami,1,Ma'arif NU,2,Madrasah,24,Madrasah Diniyah,5,Madrasah Lebih Baik,2,Madrasah TBS,1,Mahasiswa,2,Mahbub Ma'afi,2,Mainstream Media,1,Majelis Dzikir,1,Majelis Shalawat,1,Makalah,3,Makam Gus Dur,1,Makam Nabi,1,Makam Nabi Muhammad SAW,1,Makam Rasulullah,1,Makam Sunan Bonang,1,Makkah,1,Maklumat,3,Makna Bismillah,1,Makna Logo Muktamar NU ke-33,1,Malik bin Anas,1,Mama Falak,1,MAN IC,1,Manhaj Salafi Imam Syafi’i,1,Manhaji,1,Manusia Robot Bali,1,Mars,1,Masjid,1,Masjid Zhenjiao,1,Masjidid Haram,1,Masjidil Haram,1,Maturidiyyah,1,Maulid,4,Maulid Burdah,1,Maulid dalam Islam,1,Maulid Nabi,7,Maulid Nabi Muhammad SAW,3,Mbah Maimoen Zubair,2,Mbah Moen Sarang,2,Mbah Mun,1,Mbah Sahal,1,Mbah Sholeh Darat,1,MCA,1,Media,2,Media Sosial,1,Media Watch,1,Mehmet Gormez,1,Melangkahi Kuburan,1,Meme,1,Meme Islami,1,Menag,2,Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia,1,Mengenal Jejak Mengenal Watak,1,Menristek,1,Menulis,1,Merayakan Maulid,1,Milad,1,Minal Aidin Wal Faizin,1,Minhajul 'Abidin,5,Moment,1,MTs Surya Buana Malang,1,MTsN 2 Pamulang,1,MTT,1,Mualaf,2,Mudik Lebaran,1,Muhammad,2,Muhammad bin ‘Abd al-Wahhab,2,Muhammad Nasir,1,Muhammad Niam,1,Muhammad PBUH,1,Muhammad SAW,3,Muhammad Tijany,1,Muharram,2,MUI,1,Mujaheeden,1,Mujahidin Palestina,1,Mukiyah,1,Mukjizat,2,Muktamar NU,1,Muktamar NU ke 33,2,Munas-Konbes NU,20,Munawir Aziz,1,Muntaha Azhari,1,Museum Keraton Sumenep,1,Muslim Hong Kong,1,Muslim Kagetan,1,Muslim Papua,1,Muslimat NU,2,Nabi dan Rasul,1,Nabi Ibrahim,1,Nabi Muhammad,2,Nabi Muhammad SAW,6,Nadirsyah Hosen,6,Nadlatul Ulama,2,Nahdatul Ulama,18,Nahdlatul Ulama,157,Nahdlatul Ulamata,1,Name of Allah,1,Narkoba,3,Nasehat,8,Nasihat,1,Nasional,412,Nasionalisme,1,Natal,1,Natal 2015,1,Natal dan Maulid,1,Netizen Jurnalistik,1,New,1,News,677,News Ikhbar,2,News IPPNU,1,News Pictures,17,Ngaji Live,1,Ngaji Puasa,27,Ngaji Ramadan,8,Ngaji Ramadhan,20,Ngaji Video,1,Niat Puasa,1,Nishfu Sya'ban,1,NKRI,1,NKRI Harga Mati,3,NU,7,NU ANZ,1,NU Batang,1,NU Bogor,13,NU Care,2,NU Care LazisNU,2,NU Garis Lurus,1,NU Jabar,2,NU Jatim,1,NU Klaten,1,NU Semarang,1,NUCare,4,NUPeduli,1,Nur Kholik Ridwan,1,Nur Rofiah,1,Olimpiade Kedokteran,1,Opini,283,Opinion,1,Opnion,1,Orbituari,2,Pagar Nusa,13,PAI,2,Palestina,2,Palestine,1,Palestine Mujaheeden,1,Papua,1,Parenting,1,PBNU,8,PBSB,3,PBSB 2016,1,Peace,1,Peduli Bencana,2,Pelajar NU,1,Pendaftaran PBSB 2016,1,Pendididkan Islam,18,Pendidika Islam,1,Pendidika Islam,1,Pendidikan,171,Pendidikan Agama,1,Pendidikan Islam,158,Pendidikan Karakter,2,Pendidikan Madrasah,5,Pendidikan Politik,3,Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam,1,Pendidikn Karakter,1,Pendis Kemenag,2,Penggrebekan di Jepara,1,Pengobatan Islami,1,Penjajahan,1,Pentas PAI,1,Penulis,1,Perang,1,Perang Badar,1,Perang Uhud,1,Perguruan Tinggi NU,1,Perkemahan Rohis,1,Perppu Ormas,2,Perpres,1,Perpu Ormas,1,Perwimanas,2,Pesan Kiai,1,Pesantren,70,Pesantren Assalafiyah Cirebon. Assalafiyah,1,Pesantren Ibnu Mas'ud,1,Pesantren Lirboyo,2,Pesantren Mahasiswa,1,Pesantren Salaf,1,Photo,1,Pilihan Editor,105,Pilkada,1,Pilkada 2017,1,Pilkada DKI,1,Pilkada Jatim,1,Ploso,1,PMII,3,Polemik Sejarah Tere Liye,1,Politik,13,Ponorogo,1,Ponpes Al-Anwar,1,Pontianak,1,PPMN III,1,Pra Munas,4,Pramuka,1,Prof. Dr. Ahmad Tayyeb,1,Prof. Dr. Quraish Shihab,3,Profil,3,PTKI,1,Puasa Arafah,1,Puasa Ramadhan,1,Puisi,12,Pustaka,10,Pustaka Pesantren,8,Qawli,1,Qunut Nazilah,1,Quote,1,Qurban,5,Radicalism,1,Radikalisme,10,Rajab,1,Ramadan,2,Ramadhab,1,Ramadhan,72,Ramadhan 2015,12,Ramadhan 2016,2,Ramadhan di Hong Kong,1,Ramadhan Video,25,Rasis,1,Rasullah,1,Rasulullah SAW,6,Recommended,2,Refleksi Akhir Tahun,1,Release,2,Release PBNU,1,Religion,2,Remaja Islam,1,Resolusi Jihad,2,Resolusi Jihad NU,1,Rezeki Halal,1,Rijal Mumazziq Z,1,Risalah NU,1,RMI NU,4,Robikin Emhas,1,Robot,1,Rohingya,11,Rokok,2,Rubbubiyah,1,Ruchman Basori,2,Rukun Islam,1,Sahabat,1,Sahabat Nabi,2,Sahih Muslim,1,Said Budairy,1,Saifuddin Zuhri,1,Saifullah Ma'shum,1,Sajak,2,Salafi,2,Salam,1,Sanad Keilmuan,1,Santri,6,Santri Goes To Papua,3,Santri Menulis,1,Santri Urban,1,Sarkub Papua,1,Sastra Islam,11,Satelit,1,Satelit Indonesia,1,Save Rohingya,6,Sayembara Logo Muktamar NU ke-33,1,Science,5,Sedekah,3,Sejarah,5,Sejarah Al-Qur'an,1,Sejarah Indonesia,2,Sejarah Islam,1,Sejarah NU,2,Sekolah Lima Hari,1,Seni dan Sastra Islam,12,Seri Belajar Islam,8,Seri KH. Said Aqil Siraj,1,Seri Tokoh,1,SGTP,1,Shahih Muslim,1,Shaikh Nimr Baqir al-Nimr,1,Shalat,18,Shalat Gerhana,3,Shalat Idul Adha,1,Shalat Istiqa,1,Shalat Jum'at,6,Shalat Sunah,1,Shalat Sunnah,3,Shalat Tarawih,15,Shalawa Nabi,1,Shalawat,2,Shalawat Nabi,4,Shalawat Nabi Muhammad SAW,2,Shalawat Nariyah,3,Sholat Tarawih,1,Sholawat,1,Sholeh Darat,1,Short Course,1,Sifat Mulia Rasulullah SAW,1,Silsilah Nabi Muhammad SAW,1,Silsilah Rasulullah,1,Sindikasi Damai,15,Sindikasi Media,1,Singaparna,1,Sinopsis,1,Sirah Nabawiyah,2,Sirah Nabi,2,Siswa Berprestasi,1,Slamet Basyid,1,solar system,1,Solidaritas,1,Sponsored,2,Suara NU,1,Sudut Pandang,1,Sudut Taman Ramadhan,7,Sufistik,1,Sumanto Al Qurtuby,9,Sumenep,1,Sunnah,2,Sunnah Rasulullah,1,Sunnah Shalat,1,SUNNI,1,Sunni-Shia,1,Sunni-Syiah,1,Suraji,6,Surat Edaran Gubernur Jateng,1,Surat Terbuka,3,Suriah,2,Syafa'at Rasulullah,1,Syafaat Nabi,1,Syahid,1,Syahrozad Zalfa Nadia,1,Syaikhona Kholil Bangkalan,1,Syarat Wajib Zakat,1,Syariah,2,Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani,1,Syeikh Abdul Qodir Al-Jailany,1,Syekh Abdul Qadir Al-Jailani,1,Syekh Dr. Muhammad Fadhil,1,SYIAH,3,Tafsir,1,Tafsir Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani,1,Tahlilan,2,Tahun Baru 2016,1,Tahun Baru Islam,2,Tahun Baru Masehi,1,Tanah Suci,1,Tarawih,21,Tasawuf,3,Tawan,1,Tawariq,1,Tayyip Erdogan,1,Tebuireng,6,Tekno,20,Teladan,1,Teladan Nabi,3,Teologi Teror,1,Teraweeh,1,Tere Liye,1,Teror,1,Teror 2016,1,Teror Jakarta,1,Teror Sarinah,1,Teror Thamrin,1,Teroris,4,Terorism,10,Terorisme,25,Tionghoa,1,Tips and Trick,2,Tokoh,86,Tokoh Betawi,1,Tokoh Bogor,1,Tokoh Dunia,3,Tokoh Indonesia,19,Tokoh Islam,114,Tokoh Kemerdekaan,2,Tokoh Muda Islam,25,Tokoh NU,17,Tokoh NU Bogor,1,Tokoh NU Jabar,1,Tokoh Perempuan,1,Tokoh PMII,1,Tokoh Rembang,1,Tokoh Syiah,1,Tolak FDS,12,Toleransi,5,Tradisi,2,Tragedi Crane di Masjidil Haram,1,Trend Sosial,2,Tuah Pesantren,1,Tulisan Arab,1,Tuntunan Islam,1,Turats,1,Turki,1,TurnBackHoax,4,Tutorial,1,TV9,1,Ubaidillah Achmad,23,Ubaidillah Ahmad,1,Ucapan Minal Aidin Wal Faizin,1,Ucapat Selamat Natal,1,Udhiyah,1,Uhud,1,Ulama,11,Ulama Bogor,1,Ulama Indonesia,1,Ulama NU,3,Ulama Nusantara,1,Ulama Perempuan,1,Ulama Salaf,1,Uluhiyah,1,UNU,2,Ustad Ahmad Ikrom,1,Ustadz,1,Ustadz Ahmad Ali MD,2,Ustadz Ali MD,1,Ustadz Fathuri,24,Ustadz Fatoni Muhammad,1,Ustadz Lc,1,Ustadz Ma'ruf Khozin,3,Ustadz Menjawab,5,Ustadz Yusuf Mukhtar Sidayu,1,Ustadz Yusuf Suharto,1,Uswah,3,Uswatuna,3,UU Ormas,1,Video,5,Vinanda Febriani,7,VoA-Islam,1,Wahabi,4,Wahabism,2,Wahabisme,2,Wahid Foundation,6,Wali Pasemone,1,Wali Songo,2,Walisongo,5,Waliyullah,1,Wardi Taufik,1,Wawasan,79,Wawasan Islam,54,Wawasan Kebangsaan,12,Wawasan Nusantara,43,Website Islam Indonesia,1,Website Islam Nusantara,1,Wirid dan Doa,2,Wirid dan Doa Setelah Shalat,1,Women and Jihad,1,Women Fighter,1,World Peace,1,Wudhu,3,Yahya Staquf,1,Yasin,1,Yayasan Saifuddin Zuhri,1,Yenny Wahid,3,Yogyakarta,8,Z-Featured,3,Zainal Mustafa,1,Zakat,4,Zakat Fitrah,2,Zakir Naik,1,Zakky Zulhazmi,2,ZIarah,4,Ziarah Kubur,2,Zikir,1,Zuhairi Misrawi,1,Zulkilfi Hasan,1,خطبة كسوف الشمس,1,
ltr
item
Arrahmah.co.id - Portal Dunia Islam: Apakah Kita Kini Memang Lebih Radikal?
Apakah Kita Kini Memang Lebih Radikal?
https://3.bp.blogspot.com/-_69Rhv91rzw/VwxWwbMoB4I/AAAAAAAAANM/yZn2PxuadsAylnpqt4wiuTOJC_6oq6IUQCLcB/s640/Khilafah%2BIslamiyah.jpeg
https://3.bp.blogspot.com/-_69Rhv91rzw/VwxWwbMoB4I/AAAAAAAAANM/yZn2PxuadsAylnpqt4wiuTOJC_6oq6IUQCLcB/s72-c/Khilafah%2BIslamiyah.jpeg
Arrahmah.co.id - Portal Dunia Islam
https://www.arrahmah.co.id/2016/04/apakah-kita-kini-memang-lebih-radikal.html
https://www.arrahmah.co.id/
https://www.arrahmah.co.id/
https://www.arrahmah.co.id/2016/04/apakah-kita-kini-memang-lebih-radikal.html
true
766049156261097024
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content