Terorisme Cederai Ajaran Islam, Ini Adab Rasulullah Berperang

Terorisme Cederai Ajaran Islam, Ini Adab Rasulullah Berperang

Jadi kalau adà yang melakukan teror atau anarkisme menggunakan simbol Islam, pahami bahwa mereka justru melanggar kaidah Islam. DEAL ??!!!


Berikut dalil-dali mengenai Adab Berperang wasiat Rasulullah Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wa Salam


Al Qur’an Surah Al-Baqarah: 190
“Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas”.


Al Qur’an Surah Al-Maidah: 8
“Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”.


Al Qur’an Surah Al-Insan: 8
“Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan”.


Al Qur’an Surah At-Taubah: 6
Dan jika seorang diantara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui.


Rasulullah SAW pernah bersabda:
“Pergilah dijalan Allah dan perangilah orang yang kafir kepada Allah. Berperanglah kalian, tetapi janganlah kalian curang, jangan khianat, jangan mencincang, dan jangan membunuh anak-anak serta jangan membunuh orang-orang yang ada didalam gereja-gerejanya,”(HR. Imam Ahmad, dalam Musnad Imam Ahmad bin Hambal)





[caption id="attachment_15636" align="aligncenter" width="564"]The Battle of Badr - Turning Point in The History of Islam The Battle of Badr - Turning Point in The History of Islam[/caption]

Setelah Perang Badar, para tawanan perang dibawa, di antara mereka adalah Al-Abbas bin Abdul Muthalib. Dia tidak punya baju, jadi Nabi mencari kemeja untuknya. Ternyata kemeja Abdullah bin Ubayy memiliki ukuran yang sama. Selanjutnya, Nabi (saw) memberikannya kepada Al-Abbas untuk dipakai,” (HR Bukhari 3008)


Dari ‘Abdullah bin ‘Umar r.a, ia berkata, “Aku mendapati seorang wanita yang terbunuh dalam sebuah peperangan bersama Rasulullah saw. Kemudian beliau melarang membunuh kaum wanita dan anak-anak dalam peperangan,” (HR Bukhari 3015 dan Muslim 1744)


“Buatlah serangan anda atas nama Allah dengan jalan yang diridhoi Allah. Perangilah semua orang yang menyangkal Allah. Jangan mencuri harta rampasan perang, dan jangan berkhianat. Jangan mencincang mayat dan jangan membunuh anak-anak ‘Ucapkan keseluruh tentaramu ” (Malik Muwatta 21: 3.11)


“Dilarang melakukan pengkhianatan atau mutilasi. Jangan mencabut atau membakar telapak tangan atau menebang pohon-pohon berbuah. Jangan menyembelih domba, sapi atau unta, kecuali untuk makanan.”(Al-Muwatta).


“Dilarang membunuh para biarawan di biara-biara, dan tidak membunuh mereka yang tengah beribadah.” (Musnad Ahmad Ibn Hanbal)


Dari Abdullah bin 'Amr dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Barangsiapa yang membunuh orang (kafir) yang mempunyai ikatan perjanjian, ia tidak akan mencium bau surga, sedang bau surga itu tercium dari sejauh perjalanan empat puluh musim". [HR. Ahmad, Bukhari 3166, Nasa'i dan Ibnu Majah].


Dilarang membunuh anak, perempuan, orang tua dan orang yang sedang sakit. (HR Imam Abu Dawud).


“Pergilah atas nama Allah, percaya pada Allah dan tetap pada agama Rasul-Nya. Jangan membunuh orang-orang tua jompo,atau bayi, atau anak-anak, atau wanita; janganlah curang dalam harta rampasan, berlakulah dengan benar dan adil, Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil.”(HR.Abu Dawud)


Dari Ummu Hani, berkata, “Wahai Rasulullah, anak ibuku (yaitu Ali bin Abi Thalib) menyangka bahwa ia boleh membunuh orang yang telah saya lindungi (yaitu) si Fulan bin Hubairah(orang kafir, red). “Maka Rasulullah SAW bersabda, “Kami telah lindungi orang yang engkau lindungi, wahai Ummu Hani.” (HR. Bukhari: 357 dan Muslim: 337).


Sumber: FP Minangkabau Sumatera Barat

Previous Post
Next Post

post written by:

0 Comments: