Headlines
Loading...
Indonesia Bisa Menjadi Rujukan Pendidikan Islam Dunia

Indonesia Bisa Menjadi Rujukan Pendidikan Islam Dunia

JAKARTA - Pendidikan Islam di Indonesia memiliki keunikan yang membedakannya dengan model pendidikan di negara-negara muslim lainnya, meski dari akar yang sama. Pendidikan Islam di Indonesia menjadi unik karena lahir dan berkembang di tengah masyarakat yang bhinneka. Kebhinnekaan masyarakat dalam tradisi, termasuk dalam hal agama dan kepercayaan, melahirkan sikap toleran terhadap perbedaan. Ini merupakan kekayaan yang bisa menjadikan Indonesia sebagai rujukan pendidikan Islam bagi dunia melalui pesantren dan madrasah.

Hal itu mengemuka dalam diskusi "Mewujudkan Pendidikan Islam yang Unggul, Moderat, dan Menjadi Rujukan Dunia dalam Integrasi Ilmu Agama, Pengetahuan, dan Teknologi" yang diselenggarakan Education Sector Analytical and Capacity Development Partnership Indonesia dan Kementerian Agama (Kemenag), Selasa (22/12), di Jakarta, lansir Kompas.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI Kamaruddin Amin menjelaskan, mendorong pendidikan Islam yang moderat dan unggul itu menjadi visi Kemenag. Pesantren dan madrasah menjadi modern karena, antara lain, proses pendidikan di keduanya mengikuti kurikulum pendidikan nasional dan mengajarkan agama Islam yang moderat. Karena keunikan ini, Indonesia bisa menjadi referensi dan pusat peradaban dunia.

Namun, keunikan Indonesia ini tidak akan diketahui dunia jika hanya disosialisasikan melalui promosi-promosi. Untuk itu, kita perlu mengajak dunia, setidaknya mahasiswa, agar mau mempelajari pendidikan Islam moderat di Indonesia. Bentuknya bisa berupa pemberian beasiswa pendidikan bagi mahasiswa asing, khususnya dari negara-negara Muslim lain.

"Untuk tahap awal mungkin hanya 10-15 negara yang diajak. Nanti bisa disediakan anggarannya," kata Kamaruddin.

Guru Besar Pendidikan Islam Universitas Islam Negeri Walisongo, Semarang, Abdurrahman Mas'ud menambahkan, Muslim di Indonesia perlu bangga menjadi Muslim yang berbeda dan tidak inferior terhadap negara-negara di Arab dan Barat. "Kita memiliki pendidikan Islam yang menekankan keagamaan dan sains," ujarnya.

Menurut Abdurrahman, pesantren lahir dan berkembang dari masyarakat sebagai cikal bakal pendidikan Islam. Selain memiliki landasan sejarah kuat di Indonesia, pesantren juga mempunyai landasan ideologis dan budaya karena mampu beradaptasi dengan budaya lokal.

Gerakan Ayo Mondok

Secara terpisah, Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (Asosiasi Pesantren NU) dan situs NU Online kembali menggairahkan gerakan Ayo Mondok setelah kampanye melalui dunia maya pada Juni 2015. Gerakan ini ingin merangkul kaum menengah perkotaan untuk merasakan pendidikan Islam di pesantren.

Gerakan ini untuk menunjukkan peran pesantren dalam menghasilkan tokoh-tokoh agama yang toleran. "Setelah program Juni lalu, sejumlah pondok pesantren, terutama di Jawa Timur, mendapatkan banyak santri baru," ujar aktivis NU, Hamzah Sahal, di Jakarta.

Direktur NU Online Savic Ali mengatakan, gerakan ini ingin merangkul kaum menengah perkotaan untuk memasukkan anaknya ke pesantren, bukan pesantren kilat. Pesantren mengenalkan nilai-nilai agama yang toleran. (Print.Kompas.com)

0 Comments:

Cloud Hosting Indonesia