Loading...
Sanadan Kitab Pelajaran oleh KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus. Photo Pesantren Lirboyo
Sanadan Kitab Pelajaran oleh KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus. Photo Pesantren Lirboyo

Ketika masih kecil KH. Abdul Aziz Manshuri di Lirboyo sering memperhatikan KH. Abdul Karim tidak pernah tidur di malam hari. Selesai memberikan pengajian kepada para santri, beliau menghabiskan malam dengan sholat sunah dan berzikir hingga pagi. Tidur hanya sebentar saja, itu pun dengan tujuan agar bisa menjalankan sholat tahajjud.

Penasaran dengan aktifitas kakeknya, mendorong Kiai Aziz kecil dengan polos bertanya kepada ibundanya, Nyai Salamah, yang merupakan putri KH. Abdul Karim.

Pesan Pengasuh Ponpes Lirboyo, KH. Abdul Karim
Pesan Pengasuh Ponpes Lirboyo, KH. Abdul Karim. Grafis Pesantren Lirboyo

Mak, mbah iku nek mbengi kok gak tau turu to Mak?” (Mak, kakek kalau malam kok tidak pernah tidur?)

Loading...

“Iyo le, Mbahmu eling oleh titipan anake wong sak pirang-pirang. Gak wani turu nek durung ndongakno santri-santri.” (Iya nak, kakekmu teringat mendapat titipan anaknya orang banyak. Tidak berani tidur kalau belum mendoakan santri-santri) jawab Ibu Nyai Salamah.

* * *
KH. Marzuqi Dahlan pernah dhawuh kepada para santri,
“Santri-santri gak usah tirakat nemen-nemen. Sing penting ngaji sing mempeng. Sebab neng kene biyen wis ditirakati kiaine.” (Santri-santri tidak perlu tirakat berlebihan. Yang penting mengaji yang rajin. Karena disini dulu sudah ditirakati kiainya)

* * *
DOA & TIRAKAT PENDIRI PESANTREN, itulah yang diyakini banyak orang sebagai faktor terbesar mengapa Pesantren Lirboyo sanggup eksis hingga saat ini, puluhan ribu alumninya berkiprah di berbagai penjuru nusantara menyebarkan kebaikan, dan saat ini tak kurang dari dua belas ribu santri menimba ilmu di Pesantren yang sudah berusia lebih dari satu abad ini.

Sumber: Page Pesantren Lirboyo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.