Headlines
Loading...
Di Malaysia, Siswa MTsN 2 Pamulang ini Raih Medali Perak Olimpiade Robot

Di Malaysia, Siswa MTsN 2 Pamulang ini Raih Medali Perak Olimpiade Robot


Geluntung “Agel” Wafi, Siswa MTs peraih medali perak pada International Islamic School Robot Olympiad (IISRO) 2014 di Malaysia









“Merakit Robot itu Menyenangkan”


[caption id="attachment_14393" align="alignleft" width="128"]Geluntung Agel Wafi Geluntung Agel Wafi[/caption]

Nama lengkapnya Muhammad Geluntung Wafi. Teman-temannya di madrasah memanggilnya  Agel. Ia adalah satu dari beberapa siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Pamulang yang telah mengharumkan nama madrasah karena berhasil meraih medali pada kejuaraan robot tingkat nasional, bahkan internasional.


Guru eskul robotiknya tak menyangka Agel berhasil meraih medali perak pada International Islamic School Robot Olympiad (IISRO) di Malaysia pada 2014 untuk Kategori Line Tracer Robot. Waktu itu ia baru berusia 13 tahun, saat ia duduk dibangku kelas 8 atau kelas 2 MTs. Berikutnya, pada ajang yang berbeda yakni kompetisi Indonesia Robot Cup 2015 ia berhasil mempertahankan tradisi juara dan mengharumkan kembali nama madrasah, serta membanggakan guru dan orangtuanya.




Geluntung Si Anak  Jambi


Ditemui di ruang perpustakaan (MTsN) 2 Pamulang, Selasa (8/9/2015), Agel sangat paham arti dari nama pemberian orang tuangnya. “Geluntung” dari bahasa Jambi artinya sungai yang aliran airnya sangat kuat. Ia lahir di Jambi pada 5 november 2001. Kedua orang tuannya juga berasal dari Jambi. Dengan memakai nama daerah, orang tuanya berharap ia tidak melupakan kampung halamannya. Sementara “wafi”, menurut Agel, berasal dari bahasa Arab yang artinya sempurna, dan Muhammad adalah nama kebanggaan yang identik dengan agama Islam. Kata Agel sendiri, namanya memang merupakn penggabungan tantara nama Islam dan nama kampung halamannya.


Agel adalah anak tunggal. Karena anak tunggal, apakah Agel dimanja dan semua keinginan dituruti? “Ah enggak juga,” katanya bercanda.


Kedua orang tua Agel adalah pendidik. Ibunya, Rahma Kurnia Sari (37) mengajar di SMP Waskito Pamulang. Sementara ayahnya, Harada (46) mengajar di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) di  Bintaro. Keduanya masih di kawasan Tangerang Selatan.


Kegemaran Agel dengan robot dimulai sejak ia duduk di bangku SD. Ia menempuh pendidikan dasar di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nur Fatahillah di kawasan Muncul, Tangerang. Hobinya bermain robot ditunjang dengan kecerdasannya di bidang matematika dan teknologi informasi (IT).


“Awalnya saya hobi aja main robot di rumah. Terus saya suka computer. Saya suka IT. Terus saya suka matematika juga. Terus waktu kelas 6 SD ada les robotik saya ikut,” kata Agel.


Pada 2013 waktu masih duduk di kelas 6 SD, ia sudah ikut kontes robotik yang diadakan di kawasan BSD Serpong Tangerang. Dan ia sudah menjadi juara.


Alhamdulillah waktu itu saya juara 1 robotik mekanik. Robot mekanik itu lomba adu cepat ngerakit robot, terus dinyalakan dan harus sempurnya,” katanya menjelaskan.


Sejak itu hobinya bermain robot, merakit dan memprogram robot semakin menjadi-jadi. Ketika naik ke tingkat MTs ia hampir selalu mewakili sekolahnya mengikuti kontes robot dan selalu juara.




[caption id="attachment_14394" align="aligncenter" width="584"]Eskul Robotik di MTsN 2 Pamulang Eskul Robotik di MTsN 2 Pamulang[/caption]

Eskul Robotik di MTsN 2 Pamulang


MTSN 2 Pamulang beralamat di Jl. Pajajaran No.31, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten. Menurut Agel sendiri, alasan utama ia memilih melanjutkan sekolah di MTsN 2 Pamulang karena di madrasah ini belum ada kegiatan ektrakurikuler (eskul) di bidang robotik.


Dari mana ia tahu ada robotik di MTsN 2 Pamulang? Ternyata tempat ia les robot sewaktu SD juga menjalin kerjasama dengan di MTsN 2 Pamulang. “Lesnya satu perusahaan gitu, terus kerjasama dengan sekolah ini, jadi saya pindah ke sini,” katanya.


Imam Sucipto (45), guru eskul robotik di MTsN 2 menceritakan, eskul robotik di madrasah ini sebenarnya baru dimulai pada bulan Mei 2013. Awalnya ada yang menawarkan madrasah ini untuk mengikut lomba robotik dan para siswa yang akan ikut mendapatkan pelatihan gratis selama tiga kali.


“Ada penawaran dari Raser Robotic wilayah Banten, semacam sekolah robotik begitu, untuk mengikuti lomba robotik. Padahal waktu itu kita belum ada eskulnya, belum ada alatnya juga, tapi kita mendapatkan latihan gratis. Awalnya kita ragu, masa iya tiga kali berlatih langsung ikut lomba. Tapi saya berpikir begini, justru yang jarang begini peluangnya besar,” kenangnya.


Pihak madrasah akhirnya memutuskan untuk ikut lomba. Ada 6 siswa yang dinilai pintar di bidang logika, matematika dan sains dan mereka bersedia dilatih untuk ikut lomba. “Meskipun hanya tiga kali dilatih kali saya yakin berhasil karena mereka ini anak-anaknya cerdas,” kenang Imam sembari memberikan semangat kepada anak-anak didiknya waktu itu.


Lomba robotik tingkaat Jabodetabek waktu itu diadakan di auditorium Rumah Sakit Sari Asih Ciputat. MTsN 2 mengirim dua tim dan hasinya cukup menggembirakan, madrasah ini berhasil mendapatkan juara ketiga. Dari situlah pihak guru pendamping berani mengajukan ke sekolah untuk mengadakan eskul robotik di MTsN 2 Pamulang. Pada tahun


Pada tahun ajaran baru 2013 MTsn 2 Pamulang resmi telah mengadakan kegiatan eskul robotik. Ternyata banyak juga siswa yang tertarik. Sejak itu ada beberapa lomba yang dimenangkan. “Alhamdulillah setiap lomba kita selalu dapat juara,” kata Imam.


Pada akhir tahun 2014, MTsN 2 Pamulang mendapatkan penawaran untuk mengikuti lomba robotik tingkat internasional di Malaysia. Awalnya pihak sekolah ragu karena kegiatan eskul robotik baru dimulaipada 2013, baru satu tahun.


“Namun kita yakin. Anak-anak sudah beberapa kali juara. Insyaallah anak-anak bisa. Kita tawarkan ke orang tua. Alhamdulillah dari sepuluh orang tua yang kita undang, semuanya datang. Kita mengundang orang tua karena lomba ini juga terkait pembiaayaan, dari sekolah tidak ada biaya,” katanya.


Akhirnya diputuskan ada delapan anak yang berangkat. Dua diantaranya tidak bisa ikut karena kendala teknis. Salah satu yang berangkat ke Malaysia adalah Muhammad Geluntung Wafi atau Agel.


Kata Agel, orang tuanya waktu itu berpesan, jangan takut! Semangat! Kalah menang itu biasa.


Agel senang sekali bisa berangkat ke Malaysia. Mengikuti perlombaan tingkat internasinal dan bersaing dengan siswa-siswi cerdas dari berbagai negara, Agel bukan malah takut, tapi malah bersemangat. “Saya sangat senang karena saingannya lebih banyak dari pada di sini,” katanya.



Juara II, IISRO Malaysia 2014


Lomba robotik yang diselenggarakan di Malaysia bertajuk International Islamic School Robot Olympiad atau IISRO. Lomba diadakan Maktab Rendah Sain Mara (MRSM) di Johor Baharu (Sekolah unggulan setinggkat SMA) Malaysia, tepatnya pada 24-26 Desember 2014.


Kegiatan ini diselenggarakan atas kerjasama Institut Teknologi Surabaya dengan Maktab Rendah Sain Mara (MRSM) yakni sekolah unggulan di Johor Baru Malaysia. Lomba ini diikuti sekolah-sekolah dari  negara-negara Islam di seluruh dunia, termasuk Indonesia, Mesir, dan Malaysia.


Dalam kompetisi ini ada 9 kategori yang dilombakan yaitu : Transporter, Robot Theather, Low cost Robot, Mission Challenge, Line Tracer, Robot sumo, Robot Soccer, Robot Rescue, dan Aerial Robot. Menurut kententuan lomba bertaraf Internasional dikategorikan umur,  yaitu junior  usia sampai 12 tahun dan Senior Usia 13 atau lebih. Karena yang dikirim adalah kelas 8 yang usianya 13 tahun yang berarti harus melawan kakak yang duduk dibangku SMA/SMK. Karena bersifat open competition maka hampir semua kota-kota besar di Indonesia ikut berpartisipasi.


Namun hasil dari perlombaan ini sangat menggembirakan. Tim robotik MTsN Pamulang, Tangerang  Selatan menggondol sejumlah medali dan penghargaan. Dalam IISRO 2014 ini, tim MTsN Pamulang yang mengirimkan delapan (8) siswa semuanya mendapatkan medali, antara lain:




  • Medali Emas kategori Aerial Robot diraih oleh M. Ubaidillah Fachri Cantona dan Respati Arli Shigit Wisanggeni;

  • Medali perak dari ketegori Aerial Robot diraih oleh M. Geluntung Wafi dan Rizki Aufarrramdhi;

  • Medali Perak Kategori Line Tracer Robot diraih oleh M. Geluntung Wafi dan Daffa Maheswara Wiryawan;

  • Medali perunggu kategori Low Cost Robot diraih oleh Tajul Bintang Alifia dan M. Ubaidillah Fachri Cantona;

  • Special Award ke-3 kategori Aerial Robot diraih oleh Tajul Bintang Alifia dan Selo Banyu Ramadhan; dan

  • Special Award ke-2 kategori Aerial Robot diraih oleh  Emir Faiz Assalam dan Daffa Maheswara Wiryawan.


Agel yang mendapatkan medali perak untuk kategori Line Tracer Robot tingkat internasional di Malaysia mengungkapkan kebahagiaannya.


“Saya senang banget bisa menang Line Tracer di IISRO Malaysia. Line Tracer itu robotnya ngikutin garis. Di salah satu garis ada rintangan, jangan sampai terkecoh. Kita adu cepat juga. Gerakannya otomatis, pemrogramannya analog, diaturnya bukan pakai computer tapi pakai alat semacam obeng sampai bener-bener pas, baru dinyalakan,” kata Agel Bercerita.



Tradisi Juara


Berikutnya pada ajang pada ajang kompetisi Indonesia Robot Cup 2015 tim robotik MTsN Pamulang kembali juga berhasil menggondol juara. Ajang kompetisi kali ini diselenggarakan hasil kerjasama Robotic Organizing Committee Indonesia (ROCI) dengan Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK), Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek dan Dikti) di PP-IPTEK TMII Jakarta, Minggu (17/05/2015).


Kompetisi robot ini merupakan ajang adu keterampilan dalam mendesain dan merakit robot yang bertujuan mengasah kreativitas bagi generasi muda. Melalui kompetisi ini diharapkan dapat mengembangkan pendidikan robotik di Indonesia. Kompetisi kali ini di ikuti oleh 428 orang yang terdiri dari 100 tim yang terdiri dari kategori Junior dan senior. Kategori yang dilombakan terdiri dari 9 kategori, yaitu Super Moze Solving, Line Tracer, Robot Creative, Soccer,  Brick Speed untuk junior, Battle Robot, Transpoter, dan Aerial Robot. Dari 9 Kategori yang dilombakan, Tim Robotik MTsN Pamulang mengikuti 4 Kategori.


Kali ini tim robotik MTsN Pamulang berhasil meraih Juara 1 pada kategori Line Tracer, Juara 2 Kategori Robot Kreatif dan Special Awards pada kategori Aerial. Menjadi juara 1 pada ajang lomba ini membuktikan bahwa Tim Robotik MTsN Pamulang mampu memelihara tradisi juara pada setiap kejuaraan Robotik, baik tingkat Nasional maupun Internasional


Agel atau M. Geluntung Wafi lagi-lagi mendapatkan untuk kategori Line Tracer bersama temannya Daffa Maheswara dengan nama Tim Indoforce. Mereka mendapatkan juara 1. Sedangkan Robot Creatif diraih dengan nama Tim Kerazid dengan anggota M. Kevin, Ahmad Rafi H, dan Zidny Fiqha A.


Selain line tracer, Agel juga menang untuk kategori Aerial dan mendapat Special Awards dengan nama tim Sky Tek. Ia menngondol special award bersama Wildan M. Hamizan dan Ubaidillah Fachri C.


Menurut guru eskul roboticnya Imam Sucipto, selain line tracer, keahlian Agel dalah hal robotic adalah aerial robotic. Pada kategori aerial robotic ini, Agel menerbakan robotnya, mengendalikan dan melewati rintangan lalu kembali finis lagi.


“Robotnya udah ada dari sini, pakait remot. Tapi rintangannya masih dirahasiakan, jadi di situlah tantangannya,” sambung Agel.



Jangan Takut Robotik, Jangan Takut Matematika


Bagi Agel, merakit dan memprogram robot bukan hal yang rumit. “Jangan takut sama robotik, itu menyenangkan, kayak mainan biasa,” katanya.


Di sekolah Agel rutin mengikuti kegiatan eskul robitik setiap hari Jum’at. Selain itu, di rumah di sela-sela jam belajar permainan robotik menjadi hobinya sejak kecil.


Salah satu yang sangat menopang kecakapan di bidang robotik adalah kemampuan matematika. Bagi sebagian siswa, matematika mungkin salah satu pelajaran yang ditakuti dan dan dihindari, namun ini tidak berlaku buat Agel. “Jangan takut matematika karena matematika itu akan digunakan di masa depan,” katanya.


Bahkan ia mengatakan cita-citanya ingin menjadi ahli di bidang teknik pertambangan. Bukan karena apa-apa, namun karena di teknik pertambangan ini banyak matematikanya. “Kalau ada intungan-itungannya berarti ada tantanganya,” pungkas Agel. (*)







Fakta-Fakta Ini Akan Membuat Anda Tidak Akan Meremehkan Madrasah. Tonton Video #MadrasahLebihBaik


 

0 Comments:

Cloud Hosting Indonesia