Headlines
Loading...
PENGHUJAT NABI, ULAMA & AMALANNYA belajar dari kasus Badrusalam, Teuku
Wisnu & Firanda

PENGHUJAT NABI, ULAMA & AMALANNYA belajar dari kasus Badrusalam, Teuku Wisnu & Firanda

[caption id="attachment_13642" align="aligncenter" width="960"]DZUL-KHUWAISHIRAH AT-TAMIMI ILUSTRASI DZUL-KHUWAISHIRAH AT-TAMIMI[/caption]

Oleh: Moch Boerhan


“Wahai Rasulullah, berbuat adil-lah ! “ hardik DZUL-KHUWAISHIRAH AT-TAMIMI, NAJDI, seorang yang lebat janggutnya dan cingkrang gamis nya sebagaimana digambarkan Said al Khudri yang diriwayatkan Imam Bukhori.


Rasul menjawab: “Celaka engkau, siapa lagi yang akan berbuat adil jika aku sudah (dituduh) tidak adil.”


Rasul menjelaskan keadaan orang ini sebagai : Banyak shalat & berpuasa melebihi ibadahnya sahabat pada umumnya. Namun hal ini tidak membuat nabi memujinya, bahkan melaknatnya dikarenakan kesalehan lahiriahnya tertutup oleh keburukan akhlak karakternya, keangkuhannya meyebabkan merasa paling benar sendiri seraya menghardik menyesatkan pihak lain.


Nabi bersabda tentang orang ini :
"Di mana kalian (para sahabat) merasa lebih sedikit shalat kalian dibanding shalat mereka, shaum kalian dibanding shaum mereka. Mereka membaca al-Qur’an tapi tidak sampai ke tenggorokan mereka. Mereka melesat (keluar) dari (batas-batas) agama seperti melesatnya anak panah dari (sasaran) buruannya …"
[Muttafaqun ‘aIaihi, HR. AI-Bukhari no. 3344, 3610, 4351, 4667,5058, 6163, 6931, 6933, 7432, 7562; Muslim no. 1064, 1065.]


DZUL-KHUWAISHIRAH ini seorang Arab Badui berasal dari Bani Tamim, Najed. Karakternya melekat pada keturunannya MUHAMMAD BIN ABDUL WAHHAB AT TAMIMI, NAJDI, cikal bakal Salafi Wahhabi.


[gallery size="full" type="slideshow" ids="13645,13644,13643"]

Karakter keangkuhan merasa paling benar sendiri seraya menyesatkan pihak lain ini pada gilirannya mendorong lahirnya radikalisme & terorisme.


Sikap radikal intoleran ini meresahkan kaum muslimin pada umumnya, sehingga dibeberapa tempat di Negara Timur Tengah maupun di Indonesia aliran ini dibubarkan.


Namun orang berkarakter demikian masih bergentayangan dengan serta menyebarkan hasutan & menggertak pada para ulama,
Seperti yang ditunjukkan pada kasus terakhir oleh BADRUSALAM , FIRANDA, dan TEUKU WISNU yang mendiskreditkan para pewaris nabi (ulama) beserta amalannya, sebagaimana dilakukan Walisongo & Sayid Alawi al-Maliki serta ulama lainnya yang notabene adalah pewaris nabi.
--------------------------------------------------------------
PERBEDAAN bagi nabi SAW dan pengikutnya (kaum Aswaja) adalah hal biasa, yang dilaknat adalah keangkuhan merasa sebagai pemilik kebenaran satu-2 nya seraya menuduh sesat pihak yang berbeda. Pada titik ekstrim, pihak yang berbeda (liyan) akan dibinasakan mereka.


Inilah karakter dasar kaum radikal yang dapat berujung pada terorisme. Karakter yang demikian sudah terbukti sukses menghancurkan peradaban di Timur Tengah. Namun tidak ada tempat yang layak baginya di Nusantara.

0 Comments:

Cloud Hosting Indonesia