Headlines
Loading...
[caption id="attachment_11503" align="aligncenter" width="630"]Aksi Solidaritas Petinggi-Petinggi Negara atas serangan di Kantor Majalan Satir Charlie Hebdo Aksi Solidaritas Petinggi-Petinggi Negara atas serangan di Kantor Majalan Satir Charlie Hebdo[/caption]

TURKI, ARRAHMAH.co.id - Otoritas Islam tertinggi Turki pada Selasa (13/1), mengecam kurangnya tindakan oleh para pemimpin Barat terhadap 'pembantaian' atas orang-orang Muslim, setelah banyak pemimpin dunia bergabung dalam aksi solidaritas pada Charlie Hebdo di Paris.


"Di satu sisi 12 juta orang telah dibantai selama 10 tahun terakhir di dunia Muslim, yang telah sangat menderita," kata Mehmet Gormez, Direktur Urusan Agama Turki dalam satu pidato. "Tetapi pekan lalu, di Paris, 12 orang dibunuh secara brutal dengan cara yang tidak Muslim bisa menyetujui," tambahnya.


"Di Suriah dalam 6 bulan terakhir, di Irak, Nigeria, Palestina, Lebanon, orang-orang baik di Pakistan, Muslim baik kehilangan nyawa mereka. Orang tak berdosa. Saya berharap belas kasihan orang dari Allah. Demikian juga, serangan pekan lalu terjadi di Perancis, sehingga semua umat manusia, kita berbagi rasa sakit kemanusiaan. Setiap kehidupan adalah berharga oleh Mubin Agama Islam. Setiap kehancuran orang yang tidak bersalah sama dengan menghancurkan seluruh umat manusia." tegasnya.


Dia merujuk pada aksi massa di Paris dan tempat-tempat lain di Prancis, Ahad (11/1), yang menarik hampir empat juta orang, dalam menanggapi tiga hari serangan pelaku jihad yang menewaskan 17 orang termasuk 12 di kantor mingguan satir Charlie Hebdo, yang menghina Nabi Muhammad SAW.


Lima orang lainnya, termasuk empat orang Yahudi disandera di penembakan supermarket halal (Yahudi), juga meninggal sebelum pasukan keamanan menembak dan membunuh tiga orang bersenjata yang terlibat.


Pemerintahan Islam yang berakar di Turki telah dengan jelas mengutuk serangan pekan lalu, sementara menyangkal adanya hubungan antara Islam dan kekerasan serta mencela Islamophobia yang dikeluhkan meningkat di Eropa dan tempat lain.


Perdana Menteri Ahmet Davutoglu Selasa juga mengomentari variabel reaksi dari para pemimpin dunia. "Jika suatu hari para pemimpin dunia berkumpul dan berbaris bergandengan tangan untuk anak-anak Gaza dan para syuhada Masjid Al-Aqsa, perdamaian akan berlaku di seluruh dunia," katanya dalam konferensi tentang konflik Israel-Palestina.


Pada Senin Presiden Recep Tayyip Erdogan juga mengecam "kemunafikan" Barat.


Hal senada juga disuarakan oleh Prof. Dr. Tariq Ramadhan, cucu Hasan Al-Banna, dalam wawancaranya paska serangan di kantor majalah Charlie Hebdo. “Sama seperti kita mengutuk serangan itu, kita membutuhkan orang-orang di seluruh dunia memberikan nilai yang sama untuk setiap kehidupan manusia …sebab hari ini 100 orang telah dibunuh dengan alasan dan oleh ekstremis yang sama, di Suriah dan Irak, seolah-olah ini adalah normal? Jadi dua belas [orang] di Perancis, [dan] ini merupakan kontroversi internasional dan memunculkan sebuah reaksi, sementara seratus nyawa di tempat adalah normal? Tidak! “  ucapnya. (Baca: Tariq Ramadan: Barat, Terorisme, dan Islam- ROL


 

0 Comments:

Cloud Hosting Indonesia